Langsung ke konten utama

Lizzy Amoy Peliharaan Pembantu


By : Nndo

Perkenalkan namaku Lizzy, aku merupakan seorang gadis keturunan chinese yang baru berusia 19 tahun. Karena merupakan anak tunggal maka tak heran kalau kedua orangtuaku begitu menyanyangiku dan selalu berusaha menuruti semua keinginanku.
Walaupun sejak kecil hidupku selalu berkecukupan namun aku merasa seperti ada yang kurang dalam diriku. Pasalnya kedua orangtuaku merupakan pebisnis yang selalu sibuk dengan urusannya masing masing hingga jarang punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan inilah yang membuat diriku jadi haus kasih sayang dan merasa kesepian.

Belakangan ini kedua orang tuaku memang sering berbisnis keluar kota dalam waktu yang cukup lama sehingga membuatku semakin kesepian dirumah. Sebenarnya aku ingin sekali ikut bersama mereka namun karena aku sedang berkuliah di salah satu universitas swasta maka rencana itu tak bisa terwujud.

Sebenarnya aku tak sendirian dirumah karena dirumahku yang cukup besar dan mewah ada 5 orang pembantu yang sudah bekerja cukup lama bahkan ada juga yang sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri tapi siapa sangka kebaikan keluargaku itu malah dibalas dengan cara yang menyakitkan.

Salah satu pembantu itu adalah Bik Inah yang sudah berusia 50 tahun dan tugasnya adalah untuk sekedar masak dan beres-beres rumah. Mang Yusuf yang badannya kurus berusia 55 tahun sekaligus suami dari bik Inah dan tugasnya adalah sebagai sopir pribadiku yang sudah mengantar jemput aku dari masih sekolah SMP dulu. Ada lagi yang namanya Pak samsul, setahuku dia berusia 45 tahun dan pak yadi berusia kurang lebih 55 tahun dan tugas utamanya sebagai tukang kebun dirumahku, dan terakhir ada pak Yanto berusia 60 tahun sebagai sopir orang tuaku yang semenjak orangtuaku kerap pergi kluar kota pak Yanto jadi lebih santai dan berbagi tugas dengan pak Yusuf atau bantu bantu membersihkan rumah.

Hubunganku dan kelima orang pembantu di rumah ini sangat dekat tapi jadi seperti tidak ada jarak antara majikan dan pembantu dirumahku ini , tapi semua berubah setelah suatu sore dan saat rumah sedang sepi , aku memergoki pak Yusuf dan istri nya ( bik Inah ) sedang bercinta di dapur , sontak aku kaget dan dan terdiam sambil bersembunyi di balik lemari di dekat dapur , aku memang masih perawan dan belum mengenal hubungan seks , tapi melihat pak Yusuf dan bik Inah bercinta ntah mengapa aku merasa panas dingin di sekujur tubuhku , dan mataku tertuju pada titit pak Yusuf yang besar dan panjang sekitar 20cm keluar masuk dalam tubuh buk Inah dengan leluasa , begitupula bik Inah yang terlihat jelas di raut wajah nya kalau dia begitu menikmati sodokan suaminya itu yaitu mang Yusuf. Setelah menonton aksi panas mereka di dapur rumah kemudian diam diam aku kembali ke kamar dengan kondisi yang tidak karuan mengingat apa yang baru saja aku liat disana.

Dua hari berselang setiap kali aku berpas-pas an dengan mang Yusuf terbayang olehku bagaimana gagahnya dia saat menggauli istri nya bik Inah , dan perasaan aneh muncul di dalam tubuh ku , aku jadi penasaran dan jadi lebih sering pergi ke dapur seakan mengharap ada pertunjukan seperti tempo hari tapi tidak pernah lagi aku melihatnya.

Suatu hari ketika aku sedang ada dirumah, beberapa orang pembantuku sedang berkumpul diteras halaman depan tepatnya didekat pohon jambu yang konon ada banyak sekali ulat bulunya, kulihat disana ada pak Yusuf, Samsul, Yadi dan pak Yanto yang sedang asik mengobrol sambil tertawa tawa.

Yusuf : kayaknya non Lizzy udah mulai masuk perangkap kita tuh. Haha..

Samsul : maksudnya gimana mang ? ( Sambil kebingungan )

Pak Yanto : iya gua juga bingung, emang perangkap apaan sih ?

Yusuf : Gini bro !! 2 hari yang lalu aku kan lagi ngewe di dapur sama Inah, trus non Lizzy kebetulan mau ke dapur , yah awalnya aku agak takut katahuan tapi non Lizzy malah sembunyi dan menyaksikan aku. Haha..

Yadi : trus mang ??

Yusuf : yah aku biarin saja toh sambil melanjutkan ngewe nya , non Lizzy kayaknya sange liat aku bercinta , haha

Pak Yanto : wahhh mantapp tuh, jangan jangan si non jadi kepengen diewe juga. Haha..

Yusuf : bisa jadi. Tapi kalau di perhatiin semenjak itu non Lizzy jadi canggung kalau jumpa aku , apa bener dia jadi sange yah liat aku , hahaha , sembari di iringin ketawa Samsul Yadi dan pak Yanto ..

Dan dari situ niat keempat pembantu itu semakin kuat ingin menjadikan majikan mereka sebagai budak seks .

Setelah mendengar perbincangan mesum mereka, Skrg aku jadi sering merasakan panas dingin kalau teringat kejadian di dapur waktu itu , apalagi tongkat mang Yusuf kerap terlintas di otakku , apakah aku harus menggoda mang Yusuf agar dapat merasakan tongkat nya , apa yang harus aku lakukan ??


Pagi itu Lizzy sudah siap berangkat kuliah tapi ia tidak melihat Mang Yusuf di parkiran. Lizzy pun memutuskan memanggil Mang Yusuf ke dapur namun Mang Yusuf tidak ada di sana. Hanya Bik Inah yang ditemuinya.

Lizzy bertanya : Bik? Mang Yusuf mana? Lizzy udah hampir telat ini.

Bik Inah menjawab : Oalah Non. Mang Yusuf masih di kamar kayaknya baru selesai mandi. Bentar ya Bibik panggil." 

Lizzy langsung berkata : Gpp Bik. Bik Inah lanjutin masak aja. Biar Lizzy yang panggil Mang Yusufnya." 

Lizzy berjalan menuju belakang rumah. Memang pembantu di rumahnya diberi mess di belakang berjarak dua ratus meter dari rumah utama. Di sana terdapat dua rumah kecil. Satu untuk Bik Inah dan Mang Yusuf serta satu lagi untuk Pak Samsul Pak Yadi dan Pak Yanto.

Setiba di rumah Mang Yusuf Lizzy langsung masuk. Ternyata Mang Yusuf sedang senam lima jari di ruang tamu sambil memegang foto Lizzy. Lizzy malah fokus pada tongkat Mang Yusuf yang besar dan panjang. Anehnya Mang Yusuf tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Mang Yusuf berkata : Ehh Non Lizzy. Bentar ya Non Bapak lagi tanggung.

Mang Yusuf mengocok pelan pentungannya lalu melanjutkan.  
"Atau kalau Non mau bisa bantu Bapak biar cepat hehe." 

Dengan kurang ajarnya Mang Yusuf meminta Lizzy membantu.

Lizzy menjawab.  
"Ga ah Pak aku ga pernah gitu-gituan." 

Namun Lizzy tetap tidak bergerak dari rumah itu.

Mang Yusuf mengajak.  
"Yah Nonnya deketan dikit dong biar jadi pernah hehe." 

Seperti terhipnotis Lizzy pun mendekati Mang Yusuf yang sedang senam lima jari.

Lizzy bertanya.  
"Trus Lizzy harus apa Mang?" 

Mang Yusuf menjawab.  
"Duduk dulu dong Non samping Bapak atau di bawah sini." 

Mang Yusuf menunjuk bawah sofa tepat di depan tongkatnya.

Lizzy memilih.  
"Yaudah aku duduk di samping Mang aja." 

Saat itu perasaan Lizzy campur aduk dan rasa penasarannya selama beberapa hari ini akhirnya terjawab.

Mang Yusuf meminta.  
"Non bantuin dong. Kocokin gitu pakai tangan mulus Non." 

Lizzy ragu.  
"Tapi Lizzy ga bisa Mang kan Lizzy ga pernah." 

Mang Yusuf langsung mengarahkan tangan Lizzy ke tongkatnya.  
"Yaudah si pegang aja." 

Saat itu Lizzy diam saja sambil menggenggam tongkat Mang Yusuf.

Lizzy bertanya lagi.  
"Trus gimana Mang?" 

Mang Yusuf mendesah.  
"Lembutnya tangan Non… aaaahhhhh… di kocok loh Non di naik turunin gitu." 

Mang Yusuf seolah mengajarkan gadis itu. Tak puas hanya dikocok kemudian Mang Yusuf memeluk nona majikannya yang cantik itu. Tangannya berusaha melepas kancing baju Lizzy. Lizzy hanya diam dan membiarkan Mang Yusuf meloloskan bajunya. Selesai melepas kancing Mang Yusuf membuka kait bra sang majikan sehingga payudara pink Lizzy mencuat. Mang Yusuf langsung menyusu pada puting susu Lizzy. Lizzy benar-benar sudah terbawa suasana dan membiarkan pembantunya menyusu pada dirinya.

Dua puluh menit berlalu Mang Yusuf pun sampai di puncak dan crot di tubuh Lizzy. Mang Yusuf meninggalkan Lizzy di ruang tamu dalam keadaan masih sangat sange karena puting susunya dinenen. Selesai bersih-bersih Mang Yusuf seolah tidak terjadi apa-apa lalu meminta Lizzy siap-siap berangkat ke kampus.

Semenjak kejadian itu Mang Yusuf sengaja tak menghiraukan putri majikannya. Ia ingin gadis itu yang datang kembali padanya sambil memohon-mohon. Sepertinya Mang Yusuf ingin Lizzy menderita dulu didera birahi sampai akhirnya nona majikan itu bersedia jadi budak seksnya yang siap melakukan apapun perintahnya.

Semenjak kejadian di rumah Mang Yusuf Lizzy sering uring-uringan dan dilanda sange. Terkadang Lizzy memainkan puting susunya sendiri karena mengingat betapa nikmatnya saat dinenen Mang Yusuf. Tapi tetap Lizzy tidak bisa merasakan kenikmatan yang sama. Akhirnya Lizzy menyerah dan berniat mendatangi Mang Yusuf guna mendapat kenikmatan seperti tempo hari. Berbeda dengan Mang Yusuf yang lebih santai. Ia sudah tahu kalau sang majikan akan menyerahkan diri. Seakan sekarang Mang Yusuf merasa ia akan jadi tuan yang disembah oleh anak majikannya itu.




Pagi itu bik Inah sedang belanja kepasar , pengetahuin bik Inah pergi , Lizzy dengan buru2 mendatangin rumah mang Yusuf yang berada tidak jauh dri belakang rumah nya , Lizzy benar2 sudah tidak tahan untuk di kenyot payudara nya oleh mang Yusuf , mengenakan pakaian yang seksi biar bisa menggoda sang pembantu , sampai di depan rumah Lizzy mengetuk pintu yang langsung di bukakan oleh mang Yusuf .

Mang Yusuf : ada apa yah non ? Kok ga ngabarin kalau ada jadwal kuliah pagi ini.

Lizzy : bukan mang, Lizzy kesini tuh karena ada sesuatu yang mau dibicarakan.

Mang Yusuf : oh ya sudah masuk aja non ( dalam hati mang Yusuf pun tertawa melihat lizzy yang datang dengan pakaian seksi )

Lizzy : tutup aja pintunya mang.

Mendengar perintah ini maka Mang Yusuf segera menutup dan langsung mengunci pintunya dari dalam.

Mang Yusuf : non Lizzy kenapa ? Ada yang bisa mamang bantu ?

Lizzy : boleh ga Lizzy di nenenin seperti kemarin mang ? Tanya Lizzy kepada mang Yusuf

Mang Yusuf : oh , haha , kirain ada apa non , boleh aja tapi yah itu non , ada syarat nya kali ini , gimana ? Haha

Lizzy : syarat nya apa mang ? Lizzy pun kebingungan

Mang Yusuf : mamang pengen rekam non gitu. Terus non juga harus mohon sama mamang buat di kenyot itu teteknya. Gimana ? Soalnya mamang kadang sange liat non. Hehe..

Lizzy sempat bingung harus bagaimana karena permintaan mang Yusuf terlalu berat buat dilakukan. Melihat Lizzy yang sedang berfikir maka mang Yusuf pun dengan cepat melepaskan baju dan bra Lizzy sampai bagian atas tubuh Lizzy sudah terbuka semuanya. 

Tangan mang Yusuf pun tidak tinggal diam dan segara dia plintir2 pentil Lizzy dengan tujuan agar putri majikannya menjadi birahi dan sanggup melakukan permintaan mang Yusuf. benar2 mang Yusuf mahir membuat Lizzy akan bertekuk lutut.  pikiran Lizzy pun buyar dilanda kenikmatan tangan mang Yusuf , nyaris mendesah mang Yusuf malah melepaskan tangan dari puting Lizzy , membuat gadis itu jadi linglung dan merasa nanggung.

Mang Yusuf : gimana non dengan syarat mamang ? Jangan kelamaan mikir non !! saya ogah sama org yang bertele-tele , kalo non mau cepat buka tu celana sekalian , saya maunya non bugil sambil ngangkang. Haha..  kalo ga mau ya sudah non keluar aja dri sini skrg tanpa baju. Kata mang Yusuf sambil memegang baju dan bra anak majikannya.

Lizzy : tapi mang Lizzy malu , kata sang majikan ,

Mang yusuf : hadeeh , ini lonte kayak punya malu aja , trus lu datang kesini minta di puasin itu namanya apa ? Hah ? Kata mas Yusuf mulai emosi !

Lizzy : yasudah mang Lizzy ga jadi , raut muka Lizzy berubah kecewa terhadap mang Yusuf ,

Melihat Lizzy yang mau pulang tanpa baju itu mang Yusuf dengan cepat menjambak rambut Lizzy sampai Lizzy terbanting ke belakang ,

Mang Yusuf : enak aja Lu , main pergi pergi aja , ini kontol gimana cerita nya udah lu buat ngaceng , dasar lontee ga tanggung jawab , mang Yusuf tersulut emosi ,

Lizzy pun ketakutan melihat ekspresi mang Yusuf yang lagi marah , dan mulai menangis

Lizzy : ampun mang , Lizzy bantuin seperti kemarin yah , kata Lizzy menahan takut ..

Mang Yusuf berjalan masuk kamar dan membawa hp nya , lalu duduk di kursi ruang tamu ,

Mang Yusuf : sini lu lonte , buka tu celana lu , ga usah pakai bahasa malu -malu lagi lu yaa , geli dengar nya

Lizzy menangis mendapat perintah serta cacian dari mang yusuf seperti itu , tidak pernah terbayang kan oleh nya semua akan jadi seperti ini ,

Mang Yusuf : buruan !! gua ga sabar liat apem perawan. Haha..

Lizzy pun segera membuka celana dan pakaian dalemnya sampai bugil.

Mang Yusuf : nunggu apa lagi lu pelacurr , cepetan ngangkang , liatin tu apem lu ke arah kamera ini , lama bener ahhh , lalu mang Yusuf memberi secarik kertas kepada Lizzy untuk di bacakan Lizzy , itu adalah aturan baru mang yusuf buat Lizzy , yang mana itu sudah di siap kan mang Yusuf untuk dijadikan ancaman ke Lizzy , dan niat mang Yusuf menjadikan Lizzy budak seks nya pun akan segera di mulai ...

Sambil menangis Lizzy pun mulai membaca kertas pemberian mang Yusuf itu ,..

Mang yusuf : ga pake acara nangis ya non , kan gua udah bilang kalo gua ga suka sama org bertele-tele ngerti kaga lu !!!

Lizzy pun sudah tidak menangis lagi karna perintah pertama mang Yusuf agar tidak menangis saat membaca aturan dri mang Yusuf yang isi nya !!

SAYA YANG BERNAMA LIZZY , BERUSIA 19 TAHUN DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA MULAI DETIK INI SAYA ADALAH PELIHARAAN MANG YUSUF YANG SEKALIGUS ADALAH SOPIR PRIBADI SAYA , DAN MULAI DETIK INI JUGA MANG YUSUF BERHAK ATAS DIRI SAYA SEPENUH NYA DENGAN POINT SEBAGAI BERIKUT :

1 : SAYA SIAP MELAYANI MANG YUSUF DENGAN SEPENUH HATI , TUBUH DAN KEPERAWANAN SAYA INI ADALAH MILIK MANG YUSUF .

2 : SAYA TIDAK BOLEH MENOLAK PERMINTAAN MANG YUSUF DALAM BENTUK APAPUN ITU .

3 : MANG YUSUF BERHAK ATAS SEGALA YANG SAYA MILIKI SECARA FINANSIAL .

4 : MULAI DETIK INI SAYA ADALAH PELACUR MANG YUSUF YANG SIAP MELAYANI SIAPAPUN ATAS PERINTAH MANG YUSUF .

SAYA LIZZY DENGAN SADAR MENYERAH KAN SELURUH HIDUP SAYA UNTUK MENGABDI KEPADA MANG YUSUF , TERIMAKASIH

setelah membaca semua dengan tersenyum sedangkan di dalam hati menangis , Lizzy pun harus tanda tangan di atas kertas tersebut .

Mang yusuf pun mematikan rekaman lalu tertawa terbahak-bahak ,

Mang Yusuf : hahahaha , sekarang siapa majikan di sini cantik? Tanya mang Yusuf sambil tertawa.

Lizzy bingung mau jawab apa dan hanya bisa diam saja.

Mang Yusuf : kalo di tanya itu ya di jawab lontee , cuihhh , mang Yusuf meludahin muka Lizzy ,

Kaget dengan itu Lizzy langsung menjawab ,

Lizzy : mang Yusuf adalah majikan Lizzy skrg. , hikz hikz

Mang Yusuf , haha , yasudah pakai itu baju lu lonte dan pergi dari sini , sebelum bini gua balik , berabe ntar hahaaa !!

Lizzy pun dengan ketakutan segera memakai baju dan kluar dri rumah mang Yusuf dengan rasa penyesalan !!

Pagi-pagi sekali Lizzy bangun karna ada jadwal buat ngampus hari ini , dengan niat Lizzy ini cepat2 pergi karna tidak ingin di antar oleh mang Yusuf , dengan kata lain Lizzy akan minta pak Yanto yang mengantakannya ke kampus , tapi ketika kluar kamar yang letak nya di lantai 2 Lizzy di kaget kan dengan kehadiran mang Yusuf yang tepat berada di depan pintu kamar nya 

Mang Yusuf memberi kode dengan tangan agar Lizzy masuk k kamar lagi dengan di ikuti mang Yusuf masuk k kamar nya , dan mang Yusuf langsung mengunci pintu kamar Lizzy .

Mang Yusuf : pagi amat non mau k kampus nya , mana ga ada ngabarin mamang buat di anterin , mau menghindar dari tuan nya yah haha , mang Yusuf dengan pede nya menyebut dirinya tuan .

Lizzy : ga kok mang, emang Lizzy ada jadwalnya pagi ini.

Mang Yusuf : jangan coba main-main yah non sama mamang , apalagi bohongin mamang sebagai tuan nya non, ingat skrg non itu peliharaan mamang !!

Lizzy terdiam seribu bahasa ..

Mang Yusuf : dan satu lagi yang non harus ingat , mulai detik ini panggil mamang ini tuan , peliharaan itu harus nurut sama majikannya , yah terbilang mamang emang malas main kasar kecuali non ga nurut sama mamang, ngerti ga ? Tanya mang Yusuf dengan nada tinggi !!

Lizzy : ngerti tuann !

Mang yusuf : hehe , bagus skrg non ganti tu baju , pakai yang seksian dikit , jijik mamang liat non pakai baju yang tertutup gitu , minimal tubuh indah non itu di kasih liat ke orang2 haha , sana ganti sambil mang Yusuf menendang pinggul Lizzy ,

Lizzy pun ganti pakaian yang seksi dan rok pendek di atas lutut ,

Lizzy : sudah tuan .

Mang Yusuf : oke lonteeku , kita berangkat skrg haha tawa mang Yusuf ..

Pagi itu Lizzy pun sarapan yg sudah di siapkan bik Inah namun di tengah sarapan kuping Lizzy menangkap suara seperti org yang swdn ngos2an di dapur. Karena merasa penasaran den suara aneh tsb maka gadis itu langsung cepat cepat menyelesaikan sarapannya dan menuju ke ruangan dapur.

Saat itu merupakan saat yang menegangkan bagi Lizzy karena ini adalah pertama kalinya dia mengintip mang Yusuf dan bik Inah bercinta secara terang terangan dirumahnya.

Ketika itu mata Lizzy menangkap bik Inah tengah menungging dan bertumpu dimeja sambil mang Yusuf memompa bik Inah dari belakang. Mang Yusuf yang menyadari anak majikannya tengah mengintip pun menoleh ke arah Lizzy sambil tersenyum.

"Si non pasti bakalan sange berat tuh kalau abis ngeliat orang ngewe kayak gini. Pikirnya.

Lizzy jdi kembali birahi di buat pertunjukan kedua pembantunya itu , buru-buru Lizzy karah parkiran sambil menunggu mang Yusuf selesai dan langsung mengantar Lizzy ke kampus. Tak terasa sudah hampir 30 menit Lizzy menunggu mang Yusuf di dalam mobilnya, takut bagi Lizzy skrg memerintahkan mang Yusuf , jadi skrg dia hanya bisa menunggu mang Yusuf saja .

Tak lama kemudian Mang Yusuf pun terlihat jalan k arah mobil dan langsung masuk untuk memanaskan mesin mobilnya, dalam hati Lizzy kesal karna tau mobil pun belum di panaskan oleh sopir sialan ini.

Lizzy : mang Lizzy udah hampir telat ini !! langsung jalan aja yuk.

Mang Yusuf hanya diam saja dengan raut wajah sedikit kesal.

Setelah keluar dari rumah, mang yusuf pun menepikan mobilnya dan berkata , eh lontee lu pindah kedepan.

Dengan berat hati Lizzy pun pindah ke depan di samping mang Yusuf yang sedang mengemudi.

"Buka baju lu lontee !! gua mau nete sama elu !! tadi ga enak nete sama Inah, soalnya punya dia udah kendor !! Kata mang Yusuf.

Lizzy : iya mang .

Mendengar Lizzy yang masih memanggil mang , mang Yusuf pun marah dan langsung menampar Lizzy dengan keras ,

Plakkkkkkk

Mang yusuf : eh lontee cuihhhh sambil meludahi muka Lizzy , sekali lagi gua dengan lu panggil gua mang , habis lu yah ...

Lizzy langsung berkaca2 tidak terbayang kan oleh nya akan di perlakukan dengan kasar oleh sopir nya itu ,

Mang Yusuf : udah gua tahan2 yah pas di rumah tadi , lu masih panggil gua mang , emang lonte anjing lu yah ,

Melihat kemarah mang Yusuf , Lizzy pun langsung meminta maaf , dan memohon agar mangyusuf memaafkan dia

Lizzy : ampun tuan , budak hina ini tidak akan mengulanginya lagi , ampun tuan .. ucap Lizzy sambil matanya berkaca2 menahan sakit akibat tamparan keras mas Yusuf ..

Mang Yusuf : udah ga semangat lagi gua ngantarin lu !! mending lu turun disini aja, jijik gua liat muka lu lontee !! Mang Yusuf pun menurunkan sang majikan di tepi jalan dan mengambil dompetnua dan juga hp Lizzy sebagai hukuman dari mang Yusuf.

Lizzy harus berusaha agar dapat sampai di kampus tanpa uang dan juga hp, habis lah nasib Lizzy skrg seme mang Yusuf malah kembali pulang kerumahnya.

"Memang lontee ga tau diri !! Udah di baikin di lembutin masih juga bikin gua naik darah , awas aja ntar kalo udah balik tu lontee ,, geram mang Yusuf di jalan pulang , biar mampus tu lontee gua turunin tepi jalan haha mana dompet sama hp nya gua bawa rasain tu karna buat gua kesel. Kata mang Yusuf.

Di sisi lain Lizzy benar2 terpukul dengan perubahan sikap mang Yusuf yang sangat drastis , dan skrg dia harus berusaha hidup mandiri , sambil berjalan Lizzy terus terfikir bagai mana nasib nya kedepannya .

Mang Yusuf : Inah , bikinin gua kopi ya , nanti anterin k depan di teras , sekalian tu bikinin yg lain ..

Bik Inah : Iyah kangg ..

Yusuf : sejuta Sembilan ratus , dua juta , wah mantap bener ini bisa buat main slot hahah , tapi kira2 ini kartu isinya brpa yahhhh , ntar deh gua tanya sama tu lontee berapa pin nya , mau gua habisin isinya haha...

Samsul : seneng banget kayaknya kang , Ono opo toh ?

Yadi : Iya ni kang Yusuf , gimana ga seneng itu ditangan duit banyak banget , nyolong dimana tu haha..

pak Yanto : bagi dong suf hehe

tiba-tiba Samsul Yadi dan pak Yanto menghampiri gua yang lagi santai di teras depan ..

Yusuf : ini buat pak Yanto 200 , buat lu 200 sul sama ini di buat lu 200 juga ,

Yadi : waduhh , mimpi apa gua semalam dapat rezeki pagi-pagi gini haha

Yusuf : tenang aja di , bakal ada lagi rezeki yang lebih besar hahah

pak Yanto : apaan tu suf , pak Yanto kebingungan ..

pak yusuf emang berniat memberi akses kepada rekan2 nya itu kabar gembira kalau dia sudah berhasil menjadikan Lizzy peliharaan nya .

yusuf : jdi gini cerita , ingat kan yang gua bilang si non Lizzy ngeliat gua main sama Inah kemarin ,

Samsul : iyaiya ingat , trus trus ?

Yusuf : jadi yah gua pancing aja dia buat dtg k belakang haha ,

Pak Yanto : trus lu perkosa yah si non ?

Yusuf : ya ga dong pak , makanya dengerin dulu ..

Pak Yanto : oh okok

Yusuf : trus pas gua tau dia dtg yah gua pura2 aja coli haha ,

Yadi : kaget ga tu si non ,

Yusuf : yah pasti kaget wong kontol ku ini Segede tangan nya haha , trus gua coba rayu si eh malah dia mau bantu gua coli sama netein gua haha

Samsul : gila lu mas berani amat

Yusuf : yah makanya diam dulu , kalian mau kagak nyicil tu amoy ?? Tanya pak Yusuf kepada rekannya.

Yadi : mau banget kang

Yusuf : skrg itu non Lizzy udah dalam genggaman gua , jadi aman , cuma gua ga bisa eksekusi karna kan ada Inah , bisa berabe ntar gua ,

Smsul : iya juga si , tapi beneran tu si non udah lu kuasai ? Nanti malah yang ada kita berurusan sama polisi , takut rekam mang yusuf ,

Yusuf : aman , pokok nya lu ikutin kata gua , tadi aja si non gua turunin di perempatan depan , males gua ngantar dia hahah

Yadi : hahhhh? Seriusan kang ? Non Lizzy ga marah gitu di turunin tepi jalan ?

Samsul : mana tadi gua Liat pakaian nya seksi banget kayak perek , apa ga malu tu si non ,

Yusuf ; yah itu karna gua yang suruh dia pakai baju seksi , biar mirip perek tepi jalan hahah,

Pak Yanto : kok gua masih belum yakin yah suf , lu ngarang kali ni atau lagi mimpi . Canda pak Yanto

Yusuf : yaelah pak , ngapain gua ngarang , nanti deh pas tu amoy udah balik , kalian liat yah denganmata kepala kalian sendiri ,

Yusuf memang tidak melihat Kan rekaman penyerahan diri Lizzy k yang lain , karna yusuf hanya mau Lizzy patuh ke diri nya seorang , emang licik ini si Yusuf ..

Siang harinya Lizzy sudah pulang kerumah dengan diantar sahabatnya dan ketika sampai di dalam rumah Lizzy berpapasan dengan kang Samsul.

Samsul : siang non , tumben pulang nya rada cepat ,

Lizzy : Iyah kang , dosen nya cuma sebentar , Lizzy masuk kamar dulu yah kang .

Samsul : oh Iya non ,

Pas mau naik tanggal Lizzy di kaget kan dengan baik Inah

Bik Inah : eh non , tumben pulang cepat , mang yusuf masih dirumah itu kata nya jam 4 Bru jemput non ..

Lizzy : iya bik , tadi dosennya ada urusan mendadak jadi cepat selesai .

Bik Inah : oh gitu yah non , yaudah non mau bik Inah masakin apa ?

Lizzy : nanti Lizzy makan apa yang bik Inah masak aja , hehe

Bik Inah : yasudah kalo gitu , non istirahat aja yah , mari non ...

Lizzy pun buru- menuju kamar nya .

Sesampai dikamar Lizzy langsung mengunci pintu dan langsung merebah kan diri dikasurnya yang empuk ..

Eh si anjing kesayangan gua udah pulang , Lizzy kaget dan langsung bangun dri kasur nya , mendengar suara mang Yusuf dari arah kamar mandii nyA ,

Lizzy : Iyah tuan. Anjing hina ini baru saja sampai.

Mang Yusuf : gua ga nanya , mau lu baru sampai atau ga itu bukan urusan gua , yang jelas skrg lu musti sadar kalo anjing itu ga pernah pakai baju kalau di depan tuannya. Haha

Lizzy pun dengan berat hati dan tangan bergetar membuka semua pakaian nya sampai bugil.

Mang Yusuf memanggil dengan nada menghina.  
"Sini lu. Ingat anjing itu jalannya merangkak ya." 

Mang Yusuf sengaja menyindir sang majikan agar Lizzy mendatanginya dengan merangkak. Mang Yusuf mengambil sesuatu dari atas meja. Benda itu ternyata tali kekang anjing dan di bagian depannya tertulis Lizzy si Anjing. Hati Lizzy hancur membaca tulisan itu. Tapi kini ia benar-benar harus mengikuti semua keinginan Mang Yusuf.

Mang Yusuf memerintah.  
"Siniin leher lu. Gua mau pasang mainan buat lu haha. Nah kan bagus itu di leher lu. Persis kayak anjing beneran. Sekarang lu rebahan di bawah situ trus arahin itu apem lu ke sini." 

Lizzy pun berbaring lalu mengangkang menghadap Mang Yusuf yang duduk di pinggir kasur. Dengan lembut Mang Yusuf menginjak kakinya tepat di atas apem sang majikan. Lizzy merasa sangat terhina karena Mang Yusuf menggesek-gesek daerah intimnya dengan telapak kaki. Namun lama kelamaan Lizzy mulai merasakan kenikmatan dari gesekan telapak kaki itu. Melihat sang majikan sudah mulai menikmati Mang Yusuf memainkan jari kakinya di sela-sela apem Lizzy. Lizzy tanpa sadar mendesah keenakan.

Mang Yusuf tertawa melihat sang majikan mendesah.  
"Hahaha enak yah lonte?" 

Lizzy yang tadinya diam langsung ingat perintah Mang Yusuf bahwa kalau ditanya harus menjawab. Ia cepat menjawab.  
"Iyah tuanku. Enak sekali tuan." 

Mang Yusuf tertawa lalu memerintah.  
"Haha buka mulut lu lonte. Gua mau meludah." 

Lizzy pun membuka mulutnya lebar-lebar siap menampung ludah Mang Yusuf.

Cuiiihhh. Mang Yusuf langsung berkata.  
"Telan. Banyak vitaminnya itu haha." 

Lizzy terpaksa menelan ludah Mang Yusuf. Kaki Mang Yusuf bergerak semakin cepat ingin membawa Lizzy menuju orgasme.

Lizzy mendesah.  
"Tuan anjing serasa mau kencing tuan." 

Mang Yusuf semakin gencar menggesek apem Lizzy. Lizzy bergetar seakan ingin mengeluarkan sesuatu. Tapi Mang Yusuf justru melepaskan kakinya dari apem Lizzy. Lizzy yang sedang dilanda orgasme mau melanjutkan dengan menggesek tangannya sendiri. Namun cepat dicegah Mang Yusuf. Lizzy kembali menuruti perintah tuannya itu.

Terakhir Mang Yusuf meminta Lizzy bersimpuh di depannya lalu mengeluarkan kontolnya.  
"Eh anjing lonte. Gua mau kencing tapi gua malas ke kamar mandi. Siniin mulut lu." 

Lizzy kaget dan berusaha menolak.  
"Tapi tuan itu jorok dan Lizzy ga bisa." 

Plakkkkk… plakkkkkk. Mang Yusuf menampar pipi kanan kiri Lizzy dengan keras sampai Lizzy terpental dan mengaduh kesakitan.

Mang Yusuf berkata dengan kasar.  
"Emangnya gua pikirin lu bisa atau ga bisa jorok atau ga jorok? Haha? Intinya gua mau kencing dan mulut lu harus jadi toilet. Gitu aja. Susah banget anjing sialan lu ya. Cepetan lonte udah di ujung ini kencing gua." 

Mang Yusuf menendang kepala Lizzy dengan kakinya. Lizzy pun kembali bersimpuh di bawah Mang Yusuf dengan mulut menganga lebar.

Syurrrrrrrrr.....syurrrrrr...

Syurrrrr syurrrr..

Mang Yusuf pun kencing dengan di tampung mulut Lizzy , pahit dan pekat yang dirasakan Lizzy tak membuat mang Yusuf peduli .

Mang yusuf : kok di tahan si anjing , masih banyak ini , mana muat mulut lu nampung semua nya , jadi lu telan itu yang di mulut lu buruan !!

Diperintah seperti itu Lizzy pun menelan sebagian air kencing mang Yusuf yang ada dimulutnya sampai akhirnya dia pun merasakan mual dan hampir muntah.

Mang yusuf : jangan sampe di muntahin lontee , buka lagi mulut lu masih banyak ini stok nya hahaha , tawa Hina mang Yusuf benar2 membuat mental Lizzy hancur ..

Syuuurrr.... syuuurrr....

Syuurrrr...syurrr...

Setelah selesai mang Yusuf pun meminta Lizzy membersihkan ujung tongkat nya dengan mulut Lizzy dan setelah bersih mang yusuf siap2 buat kluar kamar.

"Nanti malam gua mau tidur disini !! Jadi lu ga usah pakai2 baju dri sekarang gitu aja udah mirip banget kayak anjing. Haha.. kata Mang Yusuf sebelum pergi.

Kemudian Mang Yusuf pun pergi keluar kamar sedangkan Lizzy masih tetap merasa mual pada perutnya akibat kencing pembantunya yang bau pesing.

Tak hanya itu Lizzy juga tetap setia dengan tidak memakai baju sesuai permintaan pembantunya karena Lizzy takut bila sewaktu waktu dia ketauan melanggar peraturannya maka dia akan menanggung akibatnya.

Komentar

Posting Komentar