Beberapa hari sudah berlalu sejak hukuman kasar di ranjang kamar Evelyn. Gadis chindo itu mencoba bersikap lebih patuh dihadapan ayah tirinya yang kejam dan penuh kuasa. Setiap hari gadis itu mencoba pulang tepat waktu dan memakai pakaian sopan ketika pergi keluar rumah dan memanggil Khalid dengan sebutan tuan tanpa banyak protes. Tapi di dalam hatinya api pemberontakan masih menyala kecil. Chastity belt sesekali masih dipasang lagi sebagai pengingat hukuman yang telah diterimanya. Hampir setiap malam ketika mamanya sedang tidak ada dirumah karena suatu urusan maka Khalid akan selalu memperlakukan tubuhnya dengan cara kasar sehingga meninggalkan bekas tamparan samar di payudara dan pantatnya. Meskipun terlihat mengerikan tapi Evelyn mulai merasa tubuhnya perlahan berubah. Ia semakin sensitif terhadap sentuhan kasar ayah tirinya meskipun perangainya yang sulit diatur terkadang masih memberontak.