Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Percintaan

Tenda Pecel Lele

By : Kucing Rumah Hujan turun rintik-rintik di kota besar itu, membuat suasana malam semakin dingin. Di bawah gemerlap lampu jalan, sebuah tenda pecel lele berdiri kokoh di sudut jalan yang ramai dengan rumah kost mahasiswa dan pekerja kantoran. Bau gorengan tahu dan tempe bercampur dengan aroma sambal khas memenuhi udara. Tenda itu milik seorang pria muda bernama Budi, dibantu oleh tiga temannya: Agus, Yanto, dan Sardi. Mereka berasal dari kampung yang sama, merantau ke kota demi menghidupi keluarga di kampung halaman.

Toko Sembako 88

By : Kucing Rumah  Namaku Lina, seorang gadis tionghoa berusia 26 tahun yang hidup merantau sendirian dengan modal seadanya. Sudah hampir setahun aku membuka toko sembako kecil di sebuah pemukiman padat penduduk di pinggiran kota. Toko itu bernama Toko Sembako 88 karena angka delapan dipercaya sebagai angka keberuntungan dalam tradisi keluargaku. Walaupun letaknya di perkampungan kumuh tapi toko ini selalu ramai pembeli. Aku selalu berusaha ramah kepada setiap orang yang datang dan mungkin karena itu mereka menyukaiku atau mungkin juga karena aku sering memberi sedikit bonus seperti sebutir permen untuk anak anak mereka.

Warna Dikanvas Kehidupan

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela besar di ruang seni sekolah elite yang terletak di kawasan perumahan mewah. Ruangan itu dipenuhi aroma khas cat minyak dan kanvas. Di tengah ruang, Pak Ratno sedang mempersiapkan peralatan melukis untuk kelas seni pagi itu. Usianya sudah 52 tahun, namun wajahnya masih memancarkan semangat seorang guru yang mencintai seni. Rambutnya sudah mulai beruban, tetapi matanya berbinar setiap kali berbicara tentang seni.

Tidur Dalam Hening

Matahari sudah mulai condong ke barat ketika suara ketukan pintu terdengar di rumah keluarga Hartanto. Di ruang tamu yang nyaman, Bima Hartanto duduk santai membaca buku sambil menyeruput kopi hitamnya. Ia adalah pria paruh baya, tampak gagah dengan rambut mulai memutih di pelipis namun matanya memancarkan ketenangan yang tak biasa. Putrinya yang bernama Anya bergegas membuka pintu. "Halo Nat ! Masuk yuk !! serunya ceria.

Malam Dibalik Kota

Hujan rintik-rintik membasahi jendela kaca gedung perkantoran mewah di pusat kota. Di lantai 20, seorang wanita berusia 35 tahun bernama Veronica berdiri dengan tatapan kosong mengarah ke luar jendela. Kecantikan khas tionghoa terpancar dari kulit putih bersihnya, rambut hitam lurus yang tergerai rapi, dan mata tajam yang penuh determinasi. Di balik wajah anggunnya, tersimpan hati yang penuh kehampaan.

Senyuman Diatas Motor Hijau

Di sebuah kota metropolitan yang sibuk, Raka, seorang pria 30 tahun dengan wajah biasa saja, bekerja keras sebagai pengemudi ojek online. Kehidupannya sederhana, dengan istri dan anak-anaknya tinggal di kampung. Setiap hari, ia berjuang demi mengirim uang untuk keluarga kecilnya. Meski begitu, Raka selalu berusaha ramah kepada penumpangnya, tak peduli penampilan atau status mereka.

Pengamen Jalanan

By : Kucing Rumah Viani seorang gadis muda keturunan Tionghoa, duduk di belakang meja kayu di toko buku milik keluarganya. Udara di dalam toko terasa nyaman, dengan aroma kertas dan tinta yang khas. Toko buku itu terletak di pinggir jalan utama kota, di antara gedung-gedung tua yang sudah berusia puluhan tahun. Ayah Viani, seorang pria paruh baya dengan wajah yang selalu serius, mengelola toko buku ini dengan penuh dedikasi. Viani, yang masih duduk di bangku sekolah menengah, seringkali diminta menjaga toko ketika ayahnya harus keluar atau saat toko sedang sepi.