By : Analconda13 Sudah lebih dari dua puluh tahun Pak Hadi bekerja sebagai penjaga perpustakaan di kampus swasta elite ini. Pria pribumi paruh baya berusia lima puluh dua tahun itu memiliki perut sedikit membuncit kumis tipis yang selalu rapi serta suara pelan yang jarang terdengar. Ia sudah hafal setiap sudut rak buku setiap aroma kertas lama dan terutama setiap jenis gadis yang datang belajar di sini. Sejak dulu ia terbiasa dengan pemandangan para mahasiswi Chindo yang berpakaian modis. Mereka mengenakan kaos ketat yang menonjolkan lekuk dada.. ramping.. rok pendek atau plisket selutut yang sesekali tersingkap saat mereka duduk serta rambut hitam panjang yang harum saat lewat di depan meja peminjaman. Kacamata tipis mereka membuat wajah-wajah itu terlihat semakin polos dan menggoda. Bagi Pak Hadi pemandangan itu bukan lagi hal biasa melainkan candu harian yang membuat darahnya selalu sedikit lebih panas setiap kali perpustakaan mulai ramai sore hari. Kegiatan sehari-harinya tera...
Terjebak nafsu. Di setengah sadarnya Toni berusaha membuka matanya. Tepat di hadapannya Lizzy sang putri semata wayangnya sedang digenjot oleh para pembantunya. Meski amarah Toni muncul karena perbuatan keji itu pada putrinya namun ia juga melihat raut wajah Lizzy yang sepertinya menikmati setiap sodokan pada memeknya. Tak ada satu pun dari mereka yang menyadari Toni sudah mulai sadar. Hal itu membuat naluri pria Toni sedikit bergejolak apalagi ia adalah pria dengan nafsu yang cukup besar. Maka dari itu Toni kembali perlahan menutup matanya seolah ia belum sadar supaya bisa terus melihat adegan panas yang sedang berlangsung di hadapannya.