Beberapa hari setelah kejadian di gudang perpustakaan aku masih merasa tubuhku agak lemas setiap kali mengingatnya. Pagi itu aku berangkat ke sekolah seperti biasa dengan seragam SMP yang rapi. Rambutku diikat kuncir kuda sederhana dan kacamata tipis masih bertengger di hidungku. Sepanjang pelajaran aku sulit fokus karena bayangan Dika dan pria tua itu terus muncul di kepalaku.
Desy berusia 25 tahun dan dia bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada yang berada di pinggir jalan Jakarta. Dia sangat ingin mandiri jadi dia tidak mempedulikan nasehat orang tuanya yang selalu risau melihat putrinya sering mendapat giliran jaga malam hingga pagi. Desy lebih memilih shift itu karena dari tengah malam sampai menjelang pagi jarang sekali ada pembeli. Dengan begitu dia bisa belajar untuk kuliah siang harinya dengan tenang.