"Bangun non. Nanti ketinggalan pesawat.. suara supir Cecilia berusaha membangunkannya dari luar kamar. Sehari sebelumnya Cecilia memang sudah berpesan kepada sopirnya supaya dibangunkan karena takut kesiangan. "Buka aja pintunya. ucap pamannya Cecilia. "Saya ngga berani pak. jawab supirnya. Paman Cecilia berkunjung untuk menjemput keponakannya. Cecilia ingin liburan di luar kota dan nginep sementara di rumah paman serta bibinya tapi dia takut naik pesawat sendirian jadi pamannya datang hanya untuk menjemputnya.
Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul ‘Kenangan Bersama Sopirku’ jadi kejadiannya sudah cukup lama, waktu aku masih kelas tiga SMU, umurku juga masih 17 tahun ketika itu. Sejak aku menyerahkan tubuhku pada Tohir, sopirku, dia sering memintaku melakukannya lagi setiap kali ada kesempatan, bahkan terkadang aku dipaksanya melayani nafsunya yang besar itu.Ketika dimobil dengannya tidak jarang dia suruh aku mengoralnya, kalaupun tidak, minimal dia mengelus-elus paha mulusku atau meremas dadaku. Pernah malah ketika kedua orang tuaku keluar kota dia ajak aku tidur bersamanya di kamarku. Memang di depan orang tuaku dia bersikap padaku sebagaimana sopir terhadap majikannya, namun begitu jauh dari mereka keadaan menjadi berbalik akulah yang harus melayaninya. Mulanya sih aku memang agak kesal karena sikapnya yang agak kelewatan itu, tapi di lain pihak aku justru menikmatinya.