Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul ‘Kenangan Bersama Sopirku’ jadi kejadiannya sudah cukup lama, waktu aku masih kelas tiga SMU, umurku juga masih 17 tahun ketika itu. Sejak aku menyerahkan tubuhku pada Tohir, sopirku, dia sering memintaku melakukannya lagi setiap kali ada kesempatan, bahkan terkadang aku dipaksanya melayani nafsunya yang besar itu.Ketika dimobil dengannya tidak jarang dia suruh aku mengoralnya, kalaupun tidak, minimal dia mengelus-elus paha mulusku atau meremas dadaku. Pernah malah ketika kedua orang tuaku keluar kota dia ajak aku tidur bersamanya di kamarku. Memang di depan orang tuaku dia bersikap padaku sebagaimana sopir terhadap majikannya, namun begitu jauh dari mereka keadaan menjadi berbalik akulah yang harus melayaninya. Mulanya sih aku memang agak kesal karena sikapnya yang agak kelewatan itu, tapi di lain pihak aku justru menikmatinya.
Kisah ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku SMU. Saat itu umurku 17 tahun. Aku adalah gadis Chinese berkulit putih mulus. Wajahku memiliki paras oriental yang tegas. Mataku sipit dan bibirku penuh. Aku gemar memakai baju seksi. Sering kali aku pakai atasan ketat yang menonjolkan bentuk tubuh. Rok mini atau celana pendek juga menjadi pilihan utamaku di rumah maupun di luar.