Beberapa hari sudah berlalu sejak hukuman kasar di ranjang kamar Evelyn. Gadis chindo itu mencoba bersikap lebih patuh dihadapan ayah tirinya yang kejam dan penuh kuasa. Setiap hari gadis itu mencoba pulang tepat waktu dan memakai pakaian sopan ketika pergi keluar rumah dan memanggil Khalid dengan sebutan tuan tanpa banyak protes. Tapi di dalam hatinya api pemberontakan masih menyala kecil. Chastity belt sesekali masih dipasang lagi sebagai pengingat hukuman yang telah diterimanya. Hampir setiap malam ketika mamanya sedang tidak ada dirumah karena suatu urusan maka Khalid akan selalu memperlakukan tubuhnya dengan cara kasar sehingga meninggalkan bekas tamparan samar di payudara dan pantatnya. Meskipun terlihat mengerikan tapi Evelyn mulai merasa tubuhnya perlahan berubah. Ia semakin sensitif terhadap sentuhan kasar ayah tirinya meskipun perangainya yang sulit diatur terkadang masih memberontak.
By : Analconda13 Suasana malam sebelum aku kabur dari rumah besar kami di kawasan elite Jakarta terasa semakin sempit dan pengap. Aku Trisya Valencia berusia tujuh belas tahun gadis chinese tinggi ramping dengan kulit putih mulus rambut hitam lurus panjang sampai pinggang dan wajah yang sering dipuji cantik oleh teman-teman sekolah. Setiap sore setelah pulang dari sekolah.. pertengkaran yang sama selalu meledak di ruang makan mewah itu sehingga Papa dengan suara tegasnya yang penuh otoritas berulang kali menekankan bahwa aku harus masuk fakultas kedokteran agar masa depanku pasti dan keluarga tidak malu di hadapan kerabat sementara Mama menambahkan dengan nada dingin bahwa aku anak perempuan satu-satunya dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.