⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️ Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. By : Analconda13 Andika seorang pengusaha muda pribumi berusia 28 tahun berdiri di balkon apartemen mewahnya di pusat kota sambil menyesap kopi hitam pekat. Tubuhnya kekar hasil dari rutinitas gym pagi yang disiplin sehingga terpahat sempurna di balik kaos ketat hitam yang menempel pada dada bidang dan lengan berototnya. Wajahnya tampan dengan rahang tegas. Kulit sawo matang yang sehat dan senyum miring yang selalu berhasil meluluhkan hati wanita mana pun. Meski sudah memiliki beberapa pacar seo...
Pagi itu sinar matahari sudah menyusup lewat gorden tipis apartemen saat Celine terbangun dari tidurnya. Tubuhnya terasa berat dan setiap otot berdenyut pelan seperti ingatan yang masih hidup. Garis merah di pergelangan tangan dan lehernya sudah memudar dan berangsur angsur memudar menjadi bayangan pink samar. Saat dia menggerakkan bahu rasa pegal yang manis langsung muncul lagi. Gadis chindo itu masih telanjang di balik kain selimut tebal berwarna putih. Kulitnya lembab dengan sisa keringat dan minyak arnica yang Dimas oleskan semalam sementara bau vanila dari lilin tadi malam masih tercium samar di udara.