Beberapa hari setelah kejadian tak senonoh didalam toko malam itu. Hubungan rahasia antara aku dan Livi berkembang dengan cepat. Setiap sore saat toko sepi atau saat Koh Aliong dan istrinya sedang istirahat di lantai dua rumah.. aku mulai mendidik Livi dengan cara yang lebih dalam. Awalnya aku hanya memuji dia saat kami bercinta kasar beberapa waktu yang lalu. Tapi lama kelamaan aku sengaja memasukkan kata-kata kotor dan penghinaan ringan untuk melihat reaksinya.
Beberapa hari setelah peristiwa malam itu aku jadi semakin tak karuan. Setiap kali mengingat apa yang terjadi di kamar aku merasakan campuran antara penyesalan dan keinginan yang kuat. Penyesalan itu muncul karena aku tahu tindakanku sangat berisiko. Namun di sisi lain keinginan untuk merasakan sentuhan kasar Parman lagi terus mengganggu pikiranku siang dan malam. Aku sering gelisah di kamar sendirian. Tubuhku langsung terasa panas setiap kali bayangan penis kerasnnya yang menghujam kembali muncul di kepala. Aku berusaha menahan diri tapi semakin hari semakin sulit.