⚠️ PERINGATAN KONTEN EKSTREM ⚠️ Cerita fiksi ini mengandung konten ekstrem dan gelap yang sangat sensitif, termasuk pemerkosaan beramai-ramai, penyiksaan seksual, kekerasan fisik, penyisipan benda kasar, non-konsensual, trauma dan bahasa vulgar. Semua isi cerita murni fiksi semata dan tidak dimaksudkan untuk mendukung atau membenarkan kekerasan di dunia nyata. Hanya ditujukan untuk pembaca dewasa berusia 18+ yang sadar dan ingin membaca cerita bertema dark extreme. Jika Anda merasa tidak nyaman, terganggu atau tidak suka dengan jenis konten ini.. mohon segera berhenti membaca. Lanjutkan dengan risiko Anda sendiri ⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️ Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah ...
"Bangun non. Nanti ketinggalan pesawat.. suara supir Cecilia berusaha membangunkannya dari luar kamar. Sehari sebelumnya Cecilia memang sudah berpesan kepada sopirnya supaya dibangunkan karena takut kesiangan. "Buka aja pintunya. ucap pamannya Cecilia. "Saya ngga berani pak. jawab supirnya. Paman Cecilia berkunjung untuk menjemput keponakannya. Cecilia ingin liburan di luar kota dan nginep sementara di rumah paman serta bibinya tapi dia takut naik pesawat sendirian jadi pamannya datang hanya untuk menjemputnya.