By : Analconda13 Aku bangun setiap pagi di kamar kos yang sempit dekat kampus. Sebenarnya aku masih bisa pulang ke rumah orang tuaku yang kini terasa semakin sesak dan suram. Dulu keluarga kami termasuk berada. Kami punya rumah di perumahan menengah ke atas. Kami juga punya mobil. Bahkan bisa liburan ke luar negeri sekali setahun. Tapi bisnis ayahku ambruk pelan-pelan dalam dua tahun terakhir. Utang pun menumpuk. Sekarang kami hampir jatuh bangkrut. Setiap kali membuka lemari aku hanya melihat sisa-sisa baju branded yang sudah tidak lagi mampu kubeli. Aku masih memakai sepatu dan tas mewah dari masa jaya. Namun di dalam hati aku selalu cemas. Aku takut tidak bisa lagi mempertahankan gaya hidup yang sudah menjadi bagian dari identitasku di kampus. Teman-temanku masih mengajak makan di restoran mahal atau belanja di mal. Aku selalu pura-pura sibuk atau bilang sudah kenyang supaya tidak ketahuan bahwa dompetku hampir kosong. Di kuliah aku tetap tampil rapi dan percaya diri. Tapi setiap ma...
By : Analconda13 Dulu aku menganggap hidup dikota metropolitan sangatlah nikmat. Karena semua hal yang dibutuhkan bisa didapat dengan muda. Namun setelah beberapa tahun lulus sekolah dan merantau ke kota Surabaya. Barulah aku menyadari kalau kehidupan dikota besar tak seindah yang kubayangkan selama ini. Bagaimana tidak dikota besar ini aku harus tinggal disebuah kamar kontrakan kecil yang pengap dan panas. Selain itu aku juga harus bekerja dari pagi hingga larut malam guna membiayai semua kebutuhanku termasuk membayar biaya kontrakran kamar.