Tak terasa sudah setahun penuh sejak pernikahan kami. Dalam kurun waktu itu aku dan Meilin telah menyalurkan beragam fantasi liar yang tak terhitung banyaknya. Dari malam pertama saat Meilin masih memakai gaun pengantin hingga momen-momen gila kami di rumah maupun di tempat-tempat umum kami semakin terbiasa dengan permainan gelap yang justru membuat hubungan kami semakin erat. Setiap kali fantasi itu tercipta bara di antara kami bukannya padam malah semakin besar seolah kami berdua haus akan sensasi baru yang lebih dalam.
Seminggu sudah berlalu sejak malam itu di ruang praktik rumah sakit elite dengan bangunannya yang megah. Rasanya seperti mimpi buruk yang enak sekali. Setiap hari aku bangun tengah malam dengan badan basah keringat. Aku masih ingat jelas suara desahan dr. Caroline yang menggairahkan ketika sedang digilir secara brutal oleh teman-temanku. Ketika pantatnya yang semok kutampar keras sampai dia menjerit. Aroma keringat kami bercampur dengan aroma antiseptik di ruang praktiknya. Cairan lengket masih terasa menetes ke lantai saat itu.