Penderitaan tak berujung sang majikan. Setelah kepergian Mang Yusuf dan yang lainnya Lizzy kembali termenung sendirian. Air mata mengalir membasahi pipinya karena dia masih tidak habis pikir dengan nasib yang sedang dialaminya sekarang. Terbayang kedua orang tuanya membuat hatinya semakin sakit. Mungkin keadaannya tidak akan seburuk ini kalau kedua orang tuanya masih selalu berada di sisinya. Bahkan sejak beberapa hari lalu Lizzy sudah tidak bisa merasakan hidup bebas lagi.
Pagi berikutnya.. sinar matahari yang sudah terik menyusup lewat celah gorden tipis apartemen Dimas. Celine terbangun pelan disaat tubuhnya masih terasa berat dan hangat. Gadis chindo itu bergerak sedikit lalu langsung merasakan nyeri ringan di beberapa tempat seperti garis merah tipis di pergelangan tangan yang sudah memudar menjadi pink pucat. Bekas cengkeraman di paha dalamnya terasa sensitif saat tersentuh selimut dan ada rasa pegal di bahu serta punggung bawah sebagai ingatan dari posisi semalam.