By : Analconda13 Malam-malam sebelum aku kabur rumah besar kami di kawasan elite Jakarta terasa semakin sempit dan pengap. Aku Trisya Valencia berusia tujuh belas tahun gadis chinese tinggi ramping dengan kulit putih mulus rambut hitam lurus panjang sampai pinggang dan wajah yang sering dipuji cantik oleh teman-teman sekolah. Setiap sore setelah pulang dari SMA pertengkaran yang sama selalu meledak di ruang makan mewah itu sehingga Papa dengan suara tegasnya yang penuh otoritas berulang kali menekankan bahwa aku harus masuk fakultas kedokteran agar masa depanku pasti dan keluarga tidak malu di hadapan kerabat sementara Mama menambahkan dengan nada dingin bahwa aku anak perempuan satu-satunya dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.
By : Analconda13 Di pagi yang masih sejuk namun sudah terasa tegang di sebuah kota besar pertengahan Mei Sherlin Vivienne Limanto terbangun perlahan di kamar suite pribadi Hotel Sapphire yang elegan dan mewah. Usianya baru 25 tahun namun wajah orientalnya yang halus dengan kulit putih susu yang hampir tanpa pori mata sipit yang lembut namun tajam serta bibir tipis alami yang berwarna pink muda membuatnya terlihat seperti gadis yang baru beranjak dewasa. Ia berbaring beberapa saat di atas ranjang king-size dengan seprai sutra putih lalu merasakan hembusan AC yang dingin menyentuh kulit bahu telanjangnya sebelum akhirnya bangkit duduk perlahan.