Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Rahasia Seorang Istri 6

"Bapakkk… Farid pulang !! teriak anak kecil di dalam rumah pak Parno. "Mass… Dimana mass ? teriak Fitri istri Heri. "Eee… Bentar dek mas lagi di kamar mandi. teriak Heri dari dalam kamar mandi. "Ssstttt diam yahh !! Heri meletakkan jari telunjuknya di bibirku. "Mas takut.. aku menyudutkan tubuhku di balik pintu kamar mandi. "Iyaa… diam nanti ketahuan loh.. bisik Heri pelan sambil melirik keluar dari celah pintu kamar mandi rumah pak Parno. "Mas tinggal dulu ya ce.. Heri memakai baju dan handuknya lalu membuka pintu kamar mandi dan keluar. "Iya cepetan.. rengekku cemas. Mas Heri berlalu meninggalkanku bersembunyi di kamar mandi. Aku terjebak untuk kedua kalinya di rumah pak Parno. Kemarin aku terjebak karena kedatangan mas Heri dan istrinya. Kini aku terjebak karena kedatangan pak Parno dan anaknya Fitri. "Sini kamu tak lama terdengar suara pak Parno sepertinya membawa Heri lagi ke belakang. "Eehh… iya pak… kenapa pakk ? jawab Heri terba...

Rahasia Seorang Istri 5

Kututup pintu mobil, sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Kulihat Hendri sedang duduk menonton tv, kugendong velin yang masih menangis yang dari tadi tidak bisa diam.

Rahasia Seorang Istri 4

Kulihat ibu yang gak sengaja ku tabrak kemarin masih terbaring di atas ranjang rumah sakit. Kulihat dirinya sudah sadar namun kepalanya masih di perban dan infus masih tertanam di urat nadinya, kulihat lehernya tertahan oleh bantalan yang menggulung agar kepalanya tidak banyak bergerak.

Rahasia Seorang Istri 3

Pagi itu aku bangun. Kulihat jam menunjukkan pukul 09:30, seketika aku tersentak. "Ya ampun kesiangan" namun rasanya kepalaku sakit dan aku menutup mukaku pakai kedua tangan, badanku terasa panas pagi itu sepertinya kondisi badan ku sakit, terasa pegal dan pusing. Aku berusaha berjalan sempoyongan keluar kamar menuju kamar mandi.

Rahasia Seorang Istri 2

Kuparkirkan mobil di parkiran sekolah, namun hari ini aku tidak melihat pak parno mengatur parkiran. Hari ini aku pakai rok ketat di atas lutut dan baju dengan belahan dada yang rendah, entah kenapa aku hari merasa agak sedikit canggung dengan pakaian seperti ini, padahal biasanya aku biasa saja ke sekolah antar anakku dengan pakaian yang terbilang seksi. Kulirik kiri kanan setelah keluar dari mobil "emmm tumben, kemana ya pak parno" gumamku, mataku melihat pos jaganya juga tidak ada orang "yok nak kita masuk kelas" aku menjinjing tas anakku dan masih melihat ke sekitar mencari keberadaan pak parno.