⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️ Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. Setelah kejadian mengenaskan di pabrik beberapa waktu yang lalu, Lusi dan adiknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah mereka. Lusi mencoba menenangkan adiknya yang masih trauma dengan semua yang terjadi. Ia duduk di samping adiknya, memegang tangannya dan berbicara dengan lembut agar adiknya merasa aman sementara pikiran tentang kejadian itu masih menghantui mereka.