By : Analconda13
Dirumah besar ini sehari hari aku biasa dipanggil dengan sebutan bibi meski sebenarnya itu bukan nama asliku. Usiaku enam puluh tiga tahun dan tubuhku sudah tidak lagi sekuat dulu karena badanku agak gemuk dan kulitku mulai keriput terutama di tangan dan wajah. Sejak muda aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk keluarga chindo itu dan sudah hampir tiga puluh tahun aku mengabdi pada mereka.
Dulu kami tinggal di daerah lain di rumah yang tidak sebesar sekarang dan suasananya lebih ramai karena dekat jalan utama. Tiga tahun lalu keluarga itu pindah ke rumah mewah di pemukiman elit pesisir pantai lalu aku ikut bersama mereka karena sudah dianggap bagian dari orang lama yang dipercaya. Sejak saat itu aku menjalani rutinitas yang sama setiap hari sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang lebih tenang dan jauh dari keramaian.
Keluarga tempatku bekerja adalah keluarga pengusaha besar yang usahanya tersebar di beberapa kota. Tuan dan Nyonya sering pergi keluar kota untuk mengurus bisnis sehingga rumah besar di pesisir itu lebih sering diisi oleh anak-anak mereka dan para pekerja rumah. Aku sudah terbiasa dengan keadaan itu karena sejak dulu memang mereka jarang tinggal lama di satu tempat.
Anak pertama bernama Ronald dan sekarang usianya dua puluh enam tahun. Ia sedang dipersiapkan menjadi penerus usaha ayahnya sehingga sering terlihat sibuk belajar dan mengikuti urusan kantor. Anak kedua bernama Vivian dan saat ini masih kuliah di sebuah universitas swasta terkenal sehingga waktunya banyak terbagi antara kampus dan kegiatan lain yang menunjang masa depannya. Anak ketiga bernama Clara berusia tujuh belas tahun dan masih duduk di bangku SMA dengan jadwal yang padat antara sekolah dan les. Yang paling kecil bernama Sherlin dan baru masuk SMP sehingga suasana rumah masih terasa hidup oleh langkah kakinya yang sering berlari di lorong.
Ronald tumbuh menjadi pria tinggi besar seperti ayahnya. Wajahnya tampan dan tubuhnya berisi karena ia rajin berolahraga sejak remaja. Sikapnya terlihat penuh wibawa namun sifatnya agak keras dan mudah marah jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya. Ia lulusan luar negeri dan kini mulai dilibatkan dalam urusan bisnis keluarga. Namun di luar kesibukan itu ia sering menghabiskan malam bersama teman-temannya di klub dan sering pulang dalam keadaan mabuk.
![]() |
| Vivian |
Anak kedua bernama Vivian dan usianya dua puluh satu tahun. Ia cantik dengan sikap yang kalem dan lembut sehingga banyak orang bilang wajah dan pembawaannya mirip dengan Nyonya. Rambutnya panjang sepunggung dan terawat sementara kulitnya putih mulus karena sejak remaja sudah rajin merawat diri. Vivian tidak punya banyak teman namun ia memiliki beberapa teman dekat yang berasal dari kampusnya. |
Ia sedang menempuh kuliah di dalam negeri di sebuah universitas swasta terkenal dan sebentar lagi akan lulus. Orang tuanya memilih keputusan itu karena merasa lebih tenang jika Vivian tetap berada dekat keluarga. Mereka sangat protektif terhadapnya karena Vivian dikenal cantik dan mudah menarik perhatian. Di waktu senggang Vivian sering pergi ke mal bersama teman-teman kuliahnya dengan pakaian yang modis namun tetap terlihat sederhana dan sopan.
![]() |
| Clara |
Anak ketiga bernama Clara dan masih sekolah di sebuah sekolah swasta internasional dengan biaya yang sangat mahal. Ia cantik seperti kakak perempuannya dengan kulit putih, mata sipit dan paras oriental khas gadis chindo. Clara lebih pandai bergaul dibandingkan cicinya namun sikapnya cenderung dingin dan tertutup terhadap orang yang tak sederajat dengannya. Ia terlihat percaya diri tetapi juga sombong dan suka menunjukkan status keluarganya. Di balik penampilannya yang rapi ia memiliki sifat judes sehingga banyak lelaki yang awalnya tertarik lalu memilih menjaga jarak. Aku sendiri sering menerima kata-kata kasar darinya jika melakukan kesalahan kecil di rumah meski aku sudah lama mengabdi pada keluarga ini.
Dibanding cicinya, Clara lebih berani dalam memilih gaya berpakaian dan lebih mengikuti tren anak muda. Ia suka mengenakan pakaian yang ketat, minim dan seksi sehingga selalu terlihat menonjol ketika pergi keluar rumah. Cara berpakaiannya sering menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan keinginannya untuk diperhatikan. Penampilannya yang rapi dan gaya yang selalu terbaru kadang membuat wanita seusiaku hanya bisa memperhatikan dari jauh dengan perasaan campur aduk.


Kisah baru...monitor....
BalasHapus