Langsung ke konten utama

Draft Jebakan Minimarket 4

Pagi itu aku bangun tidur dengan dipenuhi rasa malas sementara cahaya matahari menembus tirai jendela kamar hingga membuat mataku terasa silau. Aku menarik selimut lagi beberapa detik sebelum akhirnya duduk dan menatap keadaan disekitar kamar yang masih berantakan. Saat itu kulihat diatas meja belajar ada buku catatan dan beberapa lembar tugas kuliah yang belum kuselesaikan. Aku menarik napas pelan lalu berdiri dan menuju kamar mandi.

Air dingin menyentuh kulitku dan perlahan membuat rasa malas itu hilang. Setelah selesai mandi aku langsung turun ke lantai bawah. Kulihat papa dan mama sedang bekerja di kedai bakmi yang menyatu dengan rumah tua kami yang berada di jantung kawasan pecinan lama. Dalam waktu sekejap aroma kaldu ayam dan bawang putih goreng langsung menyambutku. 

Seperti biasanya beberapa pelanggan tua sudah duduk di meja kayu panjang dekat pintu depan kios bakmi, ada yang membaca koran dan ada yang sibuk mengobrol sambil menunggu pesanan. Sebagian besar dari mereka sudah berusia lanjut dan berbicara dengan bahasa Mandarin yang terdengar pelan namun tegas, disertai logat khas yang hanya dimiliki orang-orang tua di pecinan. Setiap tawa mereka terasa berat namun hangat, seperti menyimpan banyak cerita masa lalu yang tak semua orang mengerti. Aroma teh hangat dan kuah kaldu yang mengepul di mangkuk bercampur dengan suara mereka yang saling bersahutan seolah menciptakan suasana yang akrab dan penuh kenangan.

Kulihat papa sedang berdiri di depan kompor dan tangannya cekatan mengaduk bakmi di panci besar. Mama menyiapkan topping dan mencatat pesanan pelanggan dengan cepat. Suara wajan yang beradu dengan sendok logam berpadu dengan dengung kipas angin tua di sudut ruangan. Aku duduk di kursi dekat tangga sambil menyesap teh hangat dan memperhatikan mereka bekerja. 

Dari luar hidupku memang terlihat sederhana dan normal. Aku hanya mahasiswi biasa yang datang ke kampus dan duduk di kelas, mencatat dengan rapi dan tersenyum sopan saat teman-temanku menyapa. Mereka menganggapku rajin dan penurut dan mungkin berpikir hidupku tanpa masalah. Tapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi di dalam diriku yang terlihat innocent ini.

Setiap kali aku menatap papan tulis dan mendengar suara dosen yang sedang menjelaskan, pikiranku sering melayang ke malam itu di minimarket. Suara folding gate yang ditutup dan hawa dingin dari lemari pendingin masih terasa seolah baru saja terjadi. Bayangan tubuhku yang dikerumuni banyak pria kasar terus muncul di kepalaku hingga membuatku menggigit bibir dan menunduk. Degup jantungku tiba-tiba berpacu lebih cepat dan aku berusaha keras agar wajahku tetap tenang seperti tidak ada apa-apa.

Sepulang kuliah aku tidak langsung pulang ke rumah dan sengaja mampir ke salon langganan di deretan ruko dekat kampus. Aku duduk di kursi empuk dan membiarkan para terapis merawat tubuhku. Lulur harum melapisi kulitku sementara rambutku dimanjakan dengan hair spa dan wajahku diberi masker dingin yang menenangkan.

Setiap sentuhan itu membuat pikiranku kembali mengembara pada malam ketika kulitku dijelajahi tangan-tangan kasar dan tubuhku diremas serta dipaksa pasrah. Anehnya aku tidak merasa takut atau jijik. Justru ada sesuatu dalam diriku yang bergejolak, sesuatu yang membuat napasku terasa berat. Aku ingin tubuhku semakin halus dan wangi hingga tak ada yang bisa menolak pesonanya. Aku ingin selalu siap kapan saja Raka memanggilku lagi.

Belakangan ini aku juga makin sering membeli pakaian baru secara diam diam. Aku memilih rok pendek yang ketat dan tanktop tipis dan juga blus yang menempel di lekuk tubuhku karena aku suka melihat bagaimana pakaian itu terasa berbeda saat kupakai. Aku menyimpannya rapi di lemari agar tidak ada yang tahu dan aku selalu membayangkan kapan aku bisa mengenakannya tanpa harus menjelaskan apapun pada siapapun.

Aku ingin tetap terlihat polos di mata orang orang di kampus dan aku ingin mereka tetap menganggapku sebagai gadis chinese rumahan yang biasa saja. Namun aku juga punya sisi lain yang selama ini tidak pernah aku tunjukkan pada siapapun. Saat aku membuka lemari dan menatap semua pakaian itu aku merasa seperti ada dunia lain yang menunggu dan dunia itu membuatku merasa lebih bebas dan tidak terikat aturan. Aku hanya belum tahu kapan aku berani menunjukkannya.

Di rumah aku tetap berperan sebagai anak manis. Kepada orangtuaku aku bilang kalau aku sibuk kuliah, tugas menumpuk dan sering kerja kelompok. Mereka percaya saja tanpa curiga apa pun. Aku belajar di kamar sambil sesekali menatap bayangan diriku sendiri di cermin. Wajah orientalku tampak begitu polos dan kulit putihku terlihat semakin terawat. Aku tahu justru itu yang membuat mereka makin tergila-gila karena kontras antara wajahku yang lugu dengan tubuhku yang bisa begitu liar saat ditaklukkan.

Malam itu ponselku bergetar. Aku baru saja selesai mandi dan rambutku masih basah menjuntai di bahu sementara tubuhku hanya tertutup piyama tidur tipis warna merah muda. Saat kulihat layar ponselku jantungku langsung berdegup kencang karena nama Raka muncul dengan pesan singkat.

"Aku tau kamu makin ketagihan kan ? Kalau bener begitu. Minggu depan kamu siap siap aja. Aku udah siapin pesta yang lebih liar dari sebelumnya. Amoy diburu pribumi seperti jamannya kerusuhan dulu !!
Kamu tertarik ?

Tanganku gemetar saat membuka pesan itu dan keringat dingin mulai muncul di telapak tanganku. Tulisan di layar ponsel terlihat sederhana tapi entah kenapa dadaku terasa sesak saat membacanya. Aku menatapnya lama dan mencoba menenangkan diri tapi detak jantungku malah semakin cepat hingga rasanya ingin meloncat keluar.

"Maksud kamu apa bilang kayak gitu ?  Tanyaku dalam pesan berpura pura tak mengerti maksudnya.

'Ya.. kita buat acara yang lebih liar. kali ini bukan sekedar pesta kecil di minimarket yang sempit tapi lebih brutal dan lebih ramai dari sebelumnya. Seorang amoy pecinan seksi diburu segerombolan massa beringas. Aku tau diam diam kamu menginginkannya.

Rasa takut pelan-pelan menyelinap dan pikiranku mulai berputar. Aku bertanya pada diri sendiri bagaimana kalau sampai keluargaku tahu dan bagaimana kalau aku tidak sanggup lagi menjalani semua ini. Namun di balik rasa takut itu ada sesuatu yang lain yang jauh lebih kuat. Getaran hangat menjalar dari leher hingga ke dada dan membuat napasku terasa berat. Tak lama kemudian layar ponselku kembali menyala.

"Jangan lupa nanti kamu pakai baju yang paling seksi ya. Biar berasa kayak amoy yang lagi jalan ke mall. Tulis Raka di pesan itu. 

Dia menambahkan kalau aku harus memilih atasan yang ketat di badan dan rok atau celana pendek supaya terlihat berbeda dari biasanya. Membaca pesan itu jantungku berdetak lebih cepat dan tanganku terasa dingin karena aku tahu apa yang dia inginkan dariku.

Aku duduk di depan cermin dan menatap diriku sendiri cukup lama. Wajahku masih kemerahan setelah mandi dan beberapa helai rambutku menempel di leher yang masih lembap. Uap air dari kamar mandi masih memenuhi ruangan hingga permukaan cermin tampak buram. Aku mengusap sedikit bagian tengahnya dengan telapak tangan supaya bisa melihat bayanganku lebih jelas.

Mataku terlihat basah dan pipiku memerah seolah menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan. Aku tersenyum tipis lalu mengangkat tanganku dan menyentuh pantulan di kaca dengan ujung jari. Sentuhannya dingin dan halus tapi ada getaran aneh yang menjalar di dalam tubuhku. Aku menatap bayangan itu dalam diam dan perlahan bibirku bergerak mengucap sesuatu yang hanya bisa kudengar sendiri.

“Kalau mereka mau lanjut Aku sudah siap. Aku akan melakukannya habis habisan sampai seluruh hasrat dalam diriku tersalurkan.

Beberapa hari setelah aku menerima pesan itu aku tahu kalau Raka sudah mulai bergerak dan mengatur rencana gilanya.
Saat itu aku tidak menyadarinya karena semuanya terlihat biasa saja. Namun ternyata di sisi lain ia sudah menyiapkan sesuatu yang sangat brutal tanpa sepengetahuanku.


Belakangan aku tahu kalau Raka tidak bekerja sendirian. Ia punya lingkaran kecil yang terdiri dari beberapa teman dekatnya dan semuanya pegawai di sebuah hipermarket besar di pusat kota. Pada suatu malam Raka duduk bersama mereka di warung kopi dan mengeluarkan rokok serta selembar kertas catatan. Asap rokok perlahan memenuhi udara sementara matanya menatap serius ke arah teman-temannya. Dengan nada datar namun bersemangat ia mulai menjelaskan rencana baru yang sudah lama ia pikirkan.

"Kayaknya tempat ini cocok banget buat acara pesmoy kita selanjutnya. kata Raka sambil menunjuk sebuah denah sederhana yang sudah ia buat di selembar kertas kusut. Tangannya menekan ujung kertas di atas meja kayu yang sudah dipenuhi bercak kopi dan abu rokok. 

"Kebetulan bangunan hipermarket ini baru selesai direnovasi dan belum dibuka untuk umum. Tapi semua lorongnya sudah tertata rapi lengkap dengan barang-barangnya. Ucap Raka sambil menyiapkan rencana.

Raka menatap teman-temannya satu per satu dengan sorot mata yang tajam. Asap rokok mengepul dari bibirnya dan membuat udara di warung kopi itu semakin pekat. 

"Selain itu kamera pengawas juga belum dipasang ulang jadi kita semua gak perlu kuatir acara ini diketahui oleh pengelola gedung.  

"Haha.. bener bener gila ide lu kali ini. Gue rasa acara pesmoy kali ini pasti bakalan lebih brutal dari sebelumnya. Soalnya tempatnya luas banget dan cocok buat dijadiin acara berburu amoy. Sahut Bimo yang ikut menyusun rencana diwarung kopi tsb.

"Bener bro. Idenya si Raka emang cemerlang banget. Orang orang mah biasanya berburu dihutan tapi kita malah berburu kenikmatan ditengah kota.

Raka lalu menyandarkan tubuh ke kursi dan mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya sementara suara kendaraan dari jalan besar terdengar samar di kejauhan. Warung kopi itu hanya diterangi lampu redup yang bergoyang ditiup angin malam dan suasananya terasa semakin berat setelah kalimat terakhirnya terucap.

"Supaya acara pesmoynya tambah brutal. Kayaknya semua area yang ada digedung supermarket harus kita manfaatin sepenuhnya. Coba kalian bayangin !! Seandainya ada amoy pakai baju seksi yang biasa seliweran di mall kejebak dalam supermarket ini. Semua jalan keluar udah ditutup dan amoynya diburu kayak binatang. Kata Raka berfantasi.

"Wah.. baru denger idenya aja kontol gue udah ngaceng berat kayak gini. Pokoknya rencana ini harus segera diwujudkan. Kata seorang pria yang memakai topi. Ohh iya ngomong ngomong amoynya cakep gak tuh bro.. ? Secara amoy itu kan banyak jenisnya.. ada yang lugu dan kalem ada juga yang binal dan seksi. Haha..

"Soal cakep atau nggak itu kalian bisa nilai sendiri nanti. Yang jelas ini tuh amoy rumahan yang tampangnya innocent banget. Kulit putih mata sipit kayak kebanyakan amoy pecinan lainnya tapi kalau soal ngewe gak kalah sama bintang bokep ekstrim dari jepang sana. Haha.. Sahut Raka mempromosikan gadis itu.

Beberapa orang di meja itu langsung tertawa kecil seolah yang mereka bicarakan hanyalah rencana iseng biasa. Padahal setiap kalimat yang keluar justru makin menunjukkan betapa liarnya pikiran mereka malam itu.

"Kalau bisa semua koridor yang ada di supermarket harus dipergunakan secara maksimal buat nyalurin fantasi liar kita. Bayangin amoy sipitnya digenjot bergiliran sama semua pegawai sambil disuruh merangkak keliling supermarket. Haha.. Kata oknum teknisi hipermarket menambahkan dengan suara pelan tapi penuh semangat.

"Gue setuju bro. Disitu kan ada ruangan pendingin besar, banyak lorong belanja yang lebar, rak besi tinggi yang masih kosong dan beberapa yang udah penuh barang. Gudang penyimpanannya juga luas banget bahkan toilet karyawan yang baru direnovasi tapi belum dipakai. Semua tempat itu bisa kita manfaatin.

Suara kipas tua di warung kopi berputar pelan sementara meja mereka dipenuhi sisa gelas kopi dan abu rokok yang jatuh berserakan. Tidak ada satu pun yang menyadari betapa rencana mereka mulai terdengar seperti sesuatu yang jauh lebih gelap dari sekadar permainan.

"Rak display barang yang ukurannya panjang itu bisa berguna banget buat nyalurin hasrat kita. Kita bisa ikat sambil rentangin kedua tangan amoynya disana biar badan putihnya yang mulus bisa bebas kita jarah. Kata salah satu dari mereka yang tiba tiba nyeletuk sambil tersenyum licik.

"Gak kebayang reaksi amoynya waktu teteknya kita remesin dan kenyotin rame rame. Dia pasti bakalan jerit jerit dan meronta tapi gak bisa lari karena tangannya diikat diujung rak. Haha..

"Kalau bisa sih jangan cuma tangannya yang diikat terentang. Tapi dua kakinya juga dipengkangin lebar terus diikat kuat diujung rak besinya. Badannya yang pakai baju seksi jadi nggantung diatas rak display. Dia bener bener udah pasrah buat digilir orang sekampung dan gak bisa apa apa lagi.

Raka hanya mengangguk puas lalu menyalakan rokoknya. 

"Acara pesmoy besar kayak gini persiapannya harus matang. Kita harus pastikan semuanya berjalan lancar. Pokoknya semua orang yang ikut acara pesmoy ini harus puas.

"Maksud lo besar gimana bro ?!! Kita semua yang kumpul disini aja cuma delapan orang. Bisa sepi dong acara pesmoynya nanti. Haha..

"Soal orang mah gampang bro. Siapa sih yang nolak kalau diajak pesmoy kayak gini. Apalagi kalau disediain amoy pecinan yang badannya mulus kayak gitu. Kalau sesuai rencana kayaknya gue butuh sekitar tiga puluhan orang buat wujudin acara pesmoy brutal kayak gini. Kata Raka dengan penuh antusias.

"Bener bro. Makin rame makin brutal. Minimal disatu area supermarket tuh amoy harus dihajar sama lima sampe tujuh orang. Nanti terakhir baru kita seret ke gudang buat digilir nonstop semua pesertanya. Haha..

"Haha.. emang sinting lu pada. Yang ada bisa modyar tuh amoy kalau dihajar nonstop sama kalian. Tapi kalau dipikir pikir amoy emang udah kodratnya kali buat dijadiin santapan pribumi kayak jamannya kerusuhan dulu. Kata pria berjaket hitam.

Semua pria yang ada diwarung kopi tsb saling menatap dengan antusias karena mereka sudah membayangkan acara malam itu. Hipermarket yang terang dan sejuk memiliki lorong panjang dengan etalase baru serta ruang ruang tersembunyi yang akan jadi arena liar berikutnya sementara gadis chinese seperti diriku malah menjadi pusat dari pesta yang mereka rencanakan.

Di akhir pertemuan Raka yang masih nampak duduk bersama beberapa temannya di warung kopi kecil yang ramai oleh suara obrolan dan denting gelas. Asap rokok melayang pelan di atas meja sementara aroma kopi hitam bercampur dengan bau tanah basah di luar. Raka menatap cangkir di depannya cukup lama sebelum akhirnya mengangkat wajahnya. Tatapannya tajam dan matanya berkilat karena emosi yang ia tahan sejak tadi. Suaranya terdengar tegas saat ia menyimpulkan semuanya dengan satu kalimat singkat yang membuat teman-temannya terdiam.

"Oke rencana udah tersusun rapi. Minggu depan setelah pintu hipermarket dikunci dari dalam langsung kita mulai aja acara pesmoynya. Kita harus buat skenario supaya amoynya terlihat seperti hewan buruan. Haha..

"Pasti.. Bakalan brutal banget tuh. Siapa yang berhasil nangkap amoynya bisa langsung ewe ditempat sepuasnya. Kalau perlu kita bikin amoynya sampe menjerit jerit keenakan.

Dimulainya Permainan Brutal


Aku masih ingat jelas malam itu. Di depan cermin kamar aku menatap diriku sendiri dengan rasa puas dan sedikit gugup karena aku merasa tampil lebih dewasa dari biasanya. Baju putih ketat yang kupakai menempel lembut di tubuhku dan warnanya membuat kulitku terlihat makin cerah. Atasannya berbentuk bustier sederhana yang memeluk dadaku dengan rapi lalu tali tipis di bahuku membuat tampilanku terlihat lebih manis. Rok pendeknya jatuh mulus di pinggulku dan setiap kali aku bergerak kain itu mengikuti langkahku dengan lembut.

Bahan tipisnya terasa ringan seolah menempel namun tetap memberi ruang untuk bergerak. Saat aku merapikan poni samping dan mengencangkan ikatan ponytailku di depan cermin aku merasa seperti gadis muda yang ingin tampil cantik tanpa terlihat berlebihan. Bukan untuk pesta resepsi, hanya untuk pergi ke mall, tapi entah kenapa malam itu tetap terasa spesial seakan sesuatu yang menegangkan sedang menunggu untuk dimulai.

Saat itu rambutku memang sengaja kutata menjadi ponytail tinggi yang menggembung lembut, warnanya cokelat dengan kilau halus saat terkena cahaya kamar. Beberapa helai sengaja kubiarkan terlepas di sisi wajah agar tetap memberi kesan manis khas gadis chindo, seolah membingkai pipiku dengan lembut. Ujung rambutku yang sedikit bergelombang bergerak pelan setiap kali aku menoleh, membuat keseluruhan tampilanku terasa hidup.

Rias wajahku sengaja kubuat natural dan ringan karena aku ingin terlihat segar dan tidak berlebihan. Lipstik warna lembut membuat bibirku tampak hidup namun tetap sesuai dengan wajah polosku. Sepatu hak tinggi hitam kukenakan untuk melengkapi semuanya dan saat aku berdiri penuh aku merasa seperti versi terbaik dari diriku malam itu.

Aku turun ke ruang tamu dengan langkah perlahan menggunakan sepatu hak tinggi dan suara ketukannya terdengar jelas. Mamaku yang sedang menonton TV langsung menoleh dan memperhatikanku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Mau ke mana kamu Shien.. ? cantik banget malam ini tanya mama pelan.

Aku pura pura tersipu dan mencoba terlihat santai. "Mau jalan ke mall ma.. Kebetulan teman-teman ngajak kumpul bareng. Kataku sambil merapikan tali tipis di bahuku.

Aku berusaha terdengar biasa saja meski Mama masih memperhatikanku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia seperti mengecek apakah penampilanku tidak terlalu berlebihan untuk sekadar hangout malam minggu. Setelah beberapa detik ia akhirnya menghela napas pelan dan wajahnya sedikit melunak.

Mama menepuk pahaku lembut. Pandangannya singgah sebentar pada baju putih yang membalut tubuhku dengan rapi lalu pada rok pendek yang membuatku terlihat lebih dewasa dari biasanya. "Jangan pulang terlalu malam ya Shien.. jaga diri kamu baik-baik. Katanya dengan suara tenang.

Aku mengangguk sambil merapikan ponytailku yang bergelombang. Meski ia tidak berkata banyak aku tahu mama hanya ingin memastikan aku tetap aman dengan gaya yang mungkin sedikit mencolok untukku.

“Iya ma.. Jangan khawatir. Perginya cuma sebentar kok. Jalan-jalan bentar, makan, terus pulang. Jawabku sambil mencoba tersenyum santai. Padahal dalam hati aku tahu rencanaku malam ini jauh dari sesederhana itu.

Mama masih menatapku lekat, seperti memastikan tidak ada yang kusembunyikan. "Terus kamu berangkat sama siapa? Kamu nggak pergi sendirian kan ? Tanyanya lembut tapi jelas penuh perhatian.

"Hmm… aku pergi bareng teman kuliah ma..  sahutku sambil merapikan rambut. “Nanti aku dijemput pakai mobilnya. Pulangnya juga dianter sampai depan rumah. Pokoknya aman deh.

Kali ini mama hanya mengangguk pelan meski sorot matanya masih menyisakan sedikit khawatir.

Kemudian aku berdiri dan berpamitan pada Mama sebelum melangkah keluar rumah. Udara malam yang dingin langsung menyentuh kulitku dan membuatku sadar betapa tipisnya baju putih ketat yang kupakai. Rok pendeknya bergerak ringan setiap kali aku melangkah dan kainnya mengikuti gerakan kakiku seperti menempel tapi tetap memberi ruang untuk berjalan dengan nyaman.

Tali tipis di bahuku terasa sedikit dingin terkena angin malam dan ponytailku yang bergelombang pelan ikut bergerak setiap kali aku menoleh ke arah jalan. Malam itu baru saja dimulai dan aku bisa merasakan jantungku berdetak lebih cepat.

Ketika aku sedang berjalan tiba tiba ponselku bergetar di dalam tas kecil yang kupakai di bahu. Aku berhenti sejenak dan mengambilnya lalu layar ponsel langsung menampilkan pesan baru.

Jangan lama lama. Aku tunggu di ujung jalan

Pesan dari Raka terbaca jelas di layar ponselku dan kalimatnya terasa seperti perintah yang singkat dan menekan. Aku berhenti sesaat lalu menelan napas dalam karena dadaku mendadak terasa penuh. Ini bener bener gila.. Seorang gadis chinese berpakaian seksi.. keluar malam sendirian hanya untuk menyerahkan dirinya. Gumamku dalam hati sambil menatap layar yang masih menyala dan perasaan tidak nyaman itu perlahan merambat.

Ada bagian dari diriku yang ingin berbalik arah dan pulang saja namun kakiku justru kembali melangkah. Apa yang sebenarnya sedang kulakukan pikirku lagi dan jantungku berdegup semakin kencang. Malam terasa lebih sunyi dari sebelumnya dan suara hak sepatuku terdengar jelas mengikuti langkah yang makin cepat seolah aku sedang berjalan menuju sesuatu yang tidak sepenuhnya kupahami.

Hak sepatuku berdetak teratur di aspal jalanan kecil pecinan dan suaranya terdengar jelas di antara sunyi malam. Ponytail tinggiku bergoyang pelan setiap kali aku melangkah dan beberapa helai rambut di sisi wajah ikut bergerak tersentuh angin malam. Aku merapikannya sebentar lalu kembali melangkah menuju ujung jalan yang ada dikawasan pecinan lama.

Baju putih ketat yang kupakai terasa pas di tubuhku dan rok pendekku mengikuti gerakan kakiku dengan rapi saat berjalan. Dari kejauhan aku melihat sebuah mobil boks kecil berhenti dengan mesin masih menyala dan lampu depannya memantul lembut di permukaan aspal seolah menandai tujuanku malam itu.

Beberapa saat kemudian aku melihat Raka turun dari sisi samping pengemudi, melambai kecil sambil tersenyum nakal. Sementara dua pria lain yang tak kukenal berdiri dibelakang boks mobilnya.

"Sesuai rencana.. aku suka penampilanmu malam ini. Amoy putih sipit.. pakai baju seksi siap untuk berpesta habis habisan.

"Jadi ini mobilnya.. ? Kenapa menjemputku dengan mobil seperti ini. Tanyaku dengan heran.

"Iya karena bagiku. Amoy sepertimu gak lebih dari sebuah barang murahan. Objek pemuas napsu dan fantasi liar para pria pribumi. Dan kamu menyukainya kan ?

Kata kata Raka terdengar sangat merendahkan diriku namun anehnya aku malah makin bersemangat untuk melanjutkan pesta liar ini. Ternyata tanpa kusadari ada sisi lain dalam diriku yang suka dihina, direndahkan dan diperlakukan kasar seperti itu.

Bagaimana orang yang terhipnotis akupun segera membuka pintu disamping pengemudi tapi Raka buru buru mencegahnya.

"Tempatnya bukan disitu. Malam ini kamu duduk di dalam boks belakang seperti layaknya sebuah barang murahan yang akan dikirim ke gudang penyimpanan. Ucap Raka 

Aku sempat ragu sebentar namun akhirnya tetap melangkah mendekati mobil boks kecil itu lalu mencoba naik ke bagian belakang. Rok pendek dan sepatu hak tinggi membuat gerakanku jadi canggung hingga aku harus berpegangan pada tepi pintu sambil menahan keseimbangan. Tubuhku sedikit goyah karena pijakan yang tinggi dan sempit.

"Inget barangnya jangan kalian sentuh dan apa apain dulu. Gue mau barangnya dalam keadaan fresh waktu acaranya dimulai. Ancam Raka pada kedua pria tsb.

Dua pria yang sudah berada di dekat pintu langsung bergerak membantuku. Satu orang menahan pintu sementara yang lain menopang lenganku agar aku bisa naik tanpa terjatuh. Setelah berhasil masuk aku menarik napas pelan dan berdiri merunduk di dalam boks yang kosong. Dinding besinya terasa dingin saat tanganku menyentuhnya dan tidak ada lampu di dalam sehingga satu satunya cahaya hanya datang dari celah kecil di pintu belakang yang belum tertutup rapat.

Di lantai ada beberapa helai kardus kotor yang sudah lusuh dan ada karung bekas di sudut yang baunya agak menyengat. Udara terasa panas dan pengap karena ruangan tertutup rapat dan aku mulai sulit bernapas dengan tenang. Lantai besinya bergetar saat mesin mobil dinyalakan dan aku mulai kehilangan keseimbangan.

Seseorang menyuruhku duduk dan aku dipaksa duduk di atas lantai boks yang keras dan dingin itu karena mereka bilang akan lebih aman selama mobil bergerak. Aku menarik napas pelan dan mencoba menenangkan diriku karena aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dan semuanya terasa berjalan terlalu cepat bagiku.

“Gila… cakep banget.. ini beneran kayak bawa artis pecinan. Celetuk salah satunya.

"Iya mukanya imut kayak boneka mana bajunya seksi banget lagi. Mereka yang lagi nunggu disana pasti bakal teriak kegirangan kalau disodorin barang impor kayak gini.

Aku hanya bisa terdiam mencoba menutupi debaran jantungku yang makin kencang. Rok mini putihku otomatis sedikit tersingkap ketika aku duduk didalam, membuat paha putihku langsung terekspos. Tatapan mereka semakin buas seolah siap menelanku bulat-bulat.

Mobil boks kecil itu mulai melaju pelan meninggalkan kawasan pecinan lama yang sudah sangat kukenal. Getaran mesin terasa jelas di lantai besi dan membuat tubuhku ikut bergoyang ringan saat aku memilih duduk di sisi dalam boks. Cahaya dari luar makin menjauh hingga yang tersisa hanya temaram dari celah pintu belakang.

Aku duduk kaku sambil memegang dompet kecilku dan mencoba mengatur napas. Dua pria asing itu duduk tidak jauh dariku dan keberadaan mereka terasa begitu dekat meski tidak ada yang menyentuh. Tatapan mereka sesekali mengarah padaku dan sorot matanya membuat tengkukku meremang karena ada sesuatu yang sulit kuartikan dengan tenang.

"Moy emangnya lu dibayar berapa duit sama si Raka ?!! Sampe mau ikut acara pesmoy kayak gini. Hehe..

"N..Nggak.. bang. Aku gak dibayar sama dia.. aa..ku cumaa penasaran aja sama acara giniian. Jawabku dengan gugup. Meskipun batinku sangat cemas karena tak tahu akan dibawa kemana namun aku tetap berusaha untuk tenang dan berusaha menikmati semua moment ketegangan yang ada.

"Udahlah moy.. ngaku aja sama kita.. Lu itu cuma lonte cina yang bebas dipake semua orang kan ? Lagian mana ada sih perempuan baik baik yang mau dibawa malam malam pake mobil box kayak gini.

"B..bukan bang.. aa..aaku.. bukan lonte. Aku ini perempuan baik baik bang. Aaaaku cuma penasaran pengen tau gimana rasanya.. Sahutku sambil menunduk malu.

"Ya terserah lu aja deh.. mau ngaku apa kagak. Tapi yang jelas malam ini lu bakalan kita obrak abrik sampe kelenger. Haha..

Udara di dalam boks makin terasa panas dan pengap. Setiap kali mobil melewati jalan tidak rata tubuh kami ikut bergeser sedikit. Aku menelan ludah dan menatap lantai besi sambil menyadari bahwa jarak antara diriku dan tempat asal semakin jauh sementara perasaan tidak nyaman di dadaku justru semakin jelas.

Dalam gelap remang boks itu, aku tahu perjalanan ini baru awal dari malam panjang yang sudah direncanakan Raka dan teman-temannya. Perasaanku malam itu makin tak karuan karena aku tak diberitahu sama sekali tentang lokasi tujuannya. Aku hanya bisa menerka nerka dalam hati sambil dipenuhi rasa cemas seperti hewan ternak yang sedang dibawa ke tempat eksekusinya.

Penantian Dibasement Gedung

Di area basement gedung itu sudah berdiri seorang pria berkepala botak dengan tubuh tegap dan wajah serius. Dialah Pak Roy. Tangannya disilangkan di dada saat menunggu sambil menatap lurus ke depan. Di belakangnya berjejer belasan pegawai supermarket lain dengan seragam yang sama.

Para pegawai tampak tak sabar. Seorang satpam bertubuh besar berdiri dengan kaki terbuka dan rahang mengeras. Di sampingnya ada teknisi kurus yang terus mengusap tengkuk seolah kepanasan. Seorang petugas kebersihan bertubuh pendek mondar mandir kecil sambil menatap jam di pergelangan tangan. Ada juga tukang parkir berkulit gelap dengan bahu sedikit membungkuk yang sesekali menarik napas panjang. Tidak ada yang berbicara namun gerak tubuh mereka menunjukkan penantian yang makin menekan.

"Gue bener bener gak nyangka ternyata acara pesmoynya beneran diadain disini. kata petugas kebersihan.

"Iya gue kira pak Roy cuma becanda aja sama kita. Secara mana ada sih amoy yang rela nyerahin dirinya buat diacak acak sama puluhan orang kayak gini. Hehe..

"Kalau gue mah penasaran banget sama amoynya. Soalnya foto yang beredar di group kan keliatan cakep banget tuh. Udah putih, sipit mana mulus lagi badannya. Kalau beneran tuh amoy yang datang pasti bakalan dihajar abis abisan sampe gak bisa berdiri lagi.

Tak lama kemudian Pak Roy melangkah ke depan barisan. Suaranya tegas dan menggema di basement yang luas namun masih terasa kosong karena renovasi baru selesai. Lampu lampu menyala redup dan bayangan memanjang di lantai beton. Udara pengap dan sedikit lembap karena sirkulasi belum berfungsi dengan baik. Di sudut sudut ruangan masih tampak tumpukan kardus bahan bangunan sisa cat dan papan kayu yang bersandar.

"Denger baik baik !! Malam ini kita dapat kesempatan langka buat ngadain acara pesmoy didalam gedung supermarket ini. Meskipun ini acara bebas tapi kita harus ikutin skenario yang ada. Semua udah ada kelompoknya masing masing. Temanya berburu kenikmatan oriental !! Kelompok manapun yang bisa menangkap amoynya maka boleh langsung eksekusi ditempat. Kalian boleh nikmati amoynya dimana saja termasuk dilorong supermarket, diatas meja kasir atau kalau perlu diatas troly sekalian. Paham kalian !!? Kata Pak Roy.

"Paham pak.. tapi semuanya dijamin aman kan pak.. soalnya kita takut nanti timbul masalah hukum secara ini kan udah masuk kategori pemerkosaan massal. Haha... Kata Satpam supermarket yang kumisnya tebal.

"Ya nggak lah. Acara pesmoy ini kan diadain atas kemauan amoynya sendiri. Artinya dia tuh secara sukarela menyerahkan dirinya buat digilir orang sekampung. Haha.. Kata Pak Roy.

"Pak.. amoynya cakep gak tuh.. jangan jangan yang dateng malah lonte burik pinggir kali lagi. Bapak bukan lagi ngerjain kita kan.. ? Kata petugas kebersihan yang baru tahu acara ini secara dadakan dan belum pernah melihat foto gadis tsb karena gak punya ponsel.

"Udah gak usah banyak tanya. Mending kalian tunggu aja. Sebentar lagi juga datang kok barangnya. Inget ya kalian bole ewe sesukanya tapi jangan sampe badan amoynya lecet. Hehe.. Kata Pak Roy.

"Udah bro lu tenang aja deh. Gue udah pernah liat fotonya kok. Pokoknya cina banget deh mukanya.. cocok buat dijadiin santapan pribumi.

Permainan Segera Dimulai 

Mobil boks kecil itu akhirnya melambat lalu berbelok masuk ke area gedung supermarket besar yang berdiri mencolok di tengah kota. Kendaraan itu tidak berhenti di pintu depan melainkan langsung menuju jalur basement yang biasa digunakan untuk keluar masuk barang. Suasana di dalam boks terasa makin senyap saat mobil menuruni jalan menurun dan suara mesin bergema di ruang tertutup.

Mobil bergerak perlahan memasuki area penerimaan bongkar muat barang dari pemasok. Lampu lampu menyala redup karena gedung belum beroperasi penuh dan masih dalam tahap renovasi sehingga cahaya terlihat pucat dan tidak merata. Setelah itu mobil berhenti lalu mesin dimatikan dan suasana basement terasa lengang.

Beberapa detik kemudian pintu belakang dibuka dari luar sehingga udara hangat yang pengap dan cahaya redup dari lampu yang tergantung seadanya masuk ke dalam. Dari celah pintu hawa basement langsung menyergap ruang sempit tempat aku duduk meringkuk. Lututku masih rapat dan rok putih yang kupakai tampak sedikit kusut karena perjalanan. Atasan putih ketat di tubuhku terasa lembap terkena udara pengap. Ponytail tinggiku bergoyang pelan saat aku mengangkat kepala dan beberapa helai rambut di sisi wajah ikut bergerak. Rahangku mengeras dan napasku terasa berat karena rasa tegang ketika cahaya pertama menembus masuk.

Di luar terdengar derap langkah banyak orang yang bergerak mendekat dan suara mereka saling tumpang tindih memenuhi area basement. Puluhan pegawai yang tadi menerima briefing dari Pak Sardi sudah berdiri menunggu dengan sikap berbeda beda. Beberapa bersorak keras seolah menyambut kedatangan tokoh penting sementara yang lain bertepuk tangan dan tertawa tanpa henti. Ada yang mengangkat ponsel tinggi tinggi siap merekam momen itu dan ada yang bersandar santai di troli sambil bersiul panjang. Tatapan mereka semua tertuju ke arah pintu mobil dengan wajah penuh antusias dan rasa penasaran. Suasananya ramai dan riuh seperti kerumunan yang menyambut seorang ratu kecantikan yang akan segera muncul di hadapan mereka.

"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Kata seorang petugas kebersihan sambil menyenggol temannya.

"Anjirr.. ternyata semua ini beneran. Gak nyangka ada amoy yang rela diginiin rame rame sama kita. Sahut seorang satpam dengan suara berat sambil melipat tangan di dada.

Beberapa orang langsung bersiul dan ada yang menepuk nepuk troli besi sehingga ketegangan di ruangan itu makin terasa. Aku mencoba turun dengan hak tinggi yang beradu keras dengan lantai semen, rok putihku mengikuti setiap gerakan dan atasan putih ketat membuat penampilanku terlihat jelas di tengah kerumunan seragam minimarket yang tampak kaku namun sorot matanya penuh gairah liar. Ponytail tinggiku bergoyang pelan dan beberapa helai rambut yang jatuh di sisi wajah menambah kesan hidup pada penampilanku.

“Eeh.. liat tuh kakinya putih banget bro. Bener bener layak jadi artis pecinan. Ucap teknisi yang berdiri paling depan saat pandangan mereka menangkap sosokku yang perlahan keluar dari dalam box mobil

Degupan jantungku berpacu cepat dan napasku terasa berat. Suasana basement hangat dan pengap sehingga membuat udara seperti tertekan. Pandangan puluhan pasang mata liar menempel di tubuhku dari ujung kepala sampai kaki dan membuatku semakin tegang. Tawa kasar terdengar dari arah teknisi yang berdiri dekat palet. 

"Gue demen muka cina klasik kayak gini. Bener-bener berasa asli cinanya, gak kayak amoy blasteran. Mulus, putih, pas banget buat dikerjain rame-rame.

Satpam yang tadi menyandarkan diri ke troli menyahut dengan nada mengejek, “Muka cina begitu kalau ada kerusuhan udah pasti ditandain massa. Hahaha… sekarang juga cocok ditandai kita duluan, biar dia inget siapa yang pertama ngasih tanda

Mereka seperti kawanan hewan lapar yang baru saja diberi umpan segar dan terus menatap setiap gerakanku. Beberapa tersenyum sinis dan beberapa menahan tawa sementara yang lain saling berbisik sambil menunjuk ke arahku. Suasana itu membuatku merasa setiap langkahku diperhatikan dan mereka siap bereaksi terhadap apa pun yang kulakukan.

"Kamu sudah siap kan Lus ?!! Malam ini kamu bisa menyalurkan semua hasrat terpendam yang ada didalam dirimu. Amoy seksi diburu sama pribumi. Ini yang kamu mau kan.. Kata Raka berbisik pelan.

"Please Raka.. jangan kayak gini.. ini terlalu banyak.. ini terlalu brutal.. aku gak sanggup.. Ucapku sambil menggeleng pelan seolah tak percaya dengan keadaan yang ada.

"Kalau kamu gak sanggup kamu bole lari.. tapi ingat kamu itu gak lebih dari seekor hewan buruan. Mereka akan terus mengejarmu seperti amoy yang terjebak dalam kerusuhan massa. Dan satu lagi yang perlu kamu tahu bahwa tak ada jalan keluar dari gedung ini karena semuanya sudah tertutup rapat. Ancam Raka dengan tatapan kejam.

"Jangan.. Rakaaa.. akuuu gaaakk mau kayak gini.. biarkan aku pergi dari sini.. Aku bener bener panik dengan semua keadaan ini. Aku bener bener tak menyangka Raka menyiapkan rencana segila ini tapi dibalik itu semua ternyata ada bagian dalam diriku yang juga menginginkannya.

Tanpa kusadari lingkaran mereka semakin rapat dan membuat ruang di sekitarku terasa sempit. Bau rokok bercampur keringat dan debu bangunan menyeruak ke hidung tapi yang paling menyesakkan adalah atmosfer liar yang semakin tebal. Komentar demi komentar terdengar memukul telingaku dan membuat kulitku merinding, namun dalam hati aku tahu malam ini tidak ada jalan keluar.

Pak Roy mengangkat tangan untuk memberi isyarat agar mereka tenang sejenak lalu menatap satu per satu. 

"Sabar.. jangan diapa apain dulu amoynya. Kita bawa dia keatas biar semua bisa liat betapa seksinya amoy ini. Kita jalanin sesuai rencana. Katanya tegas.

Dua orang langsung maju lalu masing-masing menggenggam lenganku. Hak tinggiku beradu nyaring dengan lantai semen saat aku dituntun melewati kerumunan yang makin rapat. Beberapa tangan menyentuh pinggang dan pahaku dengan sengaja dan membuat tawa di sekeliling terdengar semakin gaduh.

Basement bergema oleh langkah-langkah kaki kami saat berjalan menuju lift barang besar di sudut ruangan. Ketika pintu logam terbuka, semua sorot mata tetap menancap di tubuhku dan membuat napasku terasa berat. Suasana hangat dan pengap basement terasa makin pekat dan kontras dengan panas liar yang memancar dari puluhan tubuh di sekitarku.

"Aduhh.. lepasin !! kalian mau bawa aku kemana.. Ucapku sambil meronta tapi cengkraman mereka pada kedua pergelangan tanganku malah semakin kuat.

"Dasar lonte cina.. udah kagak usah pura pura lagi. Lu itu udah dibayar sama pak Roy buat muasin kita semua kan ?!!

Suara pintu logam lift berderit berat ketika ditarik dan tubuhku setengah didorong masuk ke dalam. Lampu neon di langit-langit lift menyinari ruang sempit itu dengan cahaya putih dingin sehingga setiap lekuk tubuh dan gerakanku terlihat jelas. Aku berdiri di tengah, rok putih dan atasan ketat yang kupakai terasa menempel lebih rapat karena keringat mulai menitik dan tatapan mata di sekeliling membuat tubuhku semakin tegang. Ponytail tinggiku bergoyang pelan mengikuti setiap gerakan dan beberapa helai rambut jatuh menutupi wajahku sementara aku mencoba tetap berdiri tegak di tengah ruang yang sempit itu.

Dua orang masih menggenggam lenganku dengan erat seakan aku bisa kabur kapan saja. Nafasku terasa berat karena rasa takut bercampur dengan sensasi aneh yang menjalar di sekujur tubuh. Jantungku berdetak kencang dan suaranya terasa jelas di telingaku hingga menutupi bunyi mesin lift yang mulai bergerak naik.

Di sisi lain aku bisa merasakan hawa tubuh mereka yang berdesakan sangat dekat. Bau keringat bercampur parfum murahan dan asap rokok masih menempel di baju mereka lalu berpadu dengan udara dingin dari AC lift yang menusuk kulitku. Semua itu berputar di kepalaku dan membuat napasku semakin sulit diatur.

"Bang.. tolong jangan kayak gini... Lepasin tanganku..

Salah satu pria di sampingku menunduk mendekat dan bisikannya terdengar kasar di telingaku.

"Semua sudah terlambat. Kamu sudah memutus untuk masuk dalam permainan ini. Sekali masuk maka tak ada lagi jalan keluar untukmu.. sebentar lagi kamu bakalan dihancurin sama mereka sampai nangis minta ampun. Ucapnya pelan. Napas panasnya menyapu pipiku dan membuat bulu kudukku langsung berdiri.

Aku menggigit bibir dan menahan suara yang hampir keluar. Di dalam diriku dua perasaan saling bertarung karena panik mencengkeram kuat sementara gairah liar dalam diriku semakin bergejolak. Aku tahu aku sedang digiring seperti hewan menuju tempat yang sudah mereka siapkan dan kesadaran itu justru membuat tubuhku semakin bergetar.

Lift berguncang sedikit ketika melewati lantai demi lantai, dan setiap kali itu terjadi, genggaman di lenganku semakin erat, seolah mereka sengaja menegaskan bahwa aku sepenuhnya dalam kendali mereka. Mataku menatap angka-angka digital di atas pintu yang terus bertambah, dan setiap detiknya terasa seperti hitungan mundur menuju sesuatu yang tak terelakkan.

Ketika lift akhirnya berhenti dengan dentuman berat lututku langsung terasa melemas. Pintu besi terbuka dan menyingkap area hipermarket yang luas serta terang oleh cahaya lampu LED baru. Rak rak barang masih terlihat sebagian kosong karena renovasi belum selesai. Beberapa peralatan kerja tergeletak di lantai dan bau cat masih samar tercium di udara.

Namun yang paling menyesakkan adalah kerumunan pria yang sudah menunggu di sana. Sorot mata mereka langsung tertuju padaku begitu pintu terbuka dan membuat langkahku terasa semakin berat. Suasana tempat itu terasa seperti arena tertutup dan aku adalah satu satunya buruan yang didorong masuk ke tengahnya.

Begitu kakiku melangkah keluar dari lift barang suara gaduh langsung meledak menyambutku. Puluhan pasang mata menatap tanpa berkedip seakan kawanan serigala mencium bau darah segar. Lampu LED di langit langit hipermarket membuat semuanya terlihat jelas mulai dari tatapan liar mereka, senyum miring penuh maksud, hingga gerakan tangan yang tidak sabar.

Baju putihku yang ketat dan pendek terasa semakin menempel di kulit. Aku bisa merasakan mata mereka menelanjangi setiap lekuk tubuhku, mulai dari betis putihku yang ditopang hak tinggi hingga garis dadaku yang sedikit terbuka. Degub jantungku semakin kencang, napas tersengal sementara telapak tanganku berkeringat.

"Anjir.. Amoynya cakep banget. Bikin gua keiinget sama amoy amoy seksi yang suka keluyuran di mall buat pemerin badannya yang putih mulus itu. Suara seorang pria dari kerumunan memecah suasana. Tatapannya menelusuri wajahku dari atas sampai bawah.

"Iya mana bajunya seksi banget lagi. Bikin orang penasaran aja. Kayak sengaja minta ditelanjangin didepan umum gitu. Kata pegawai supermarket lainnya.

Pemandangan ditempat ini kembali membuatku terkejut. Bagaimana tidak saat dibasement gedung saja sudah ada belasan orang yang berkumpul dan ditambah kerumunan para pria kasar lainnya di ruangan besar ini bener benar membuatku ketakutan dan ingin segera berlari.

"Gue demen banget muka cina klasik kayak gini. Bener-bener masih asli gak ada campurannye. Yang kayak gini emang enak banget buat dihancurin rame-rame.

Ada lagi yang berseru, lebih keras, suaranya bergema di ruangan luas itu.

"Gue pernah liat fotonya di group tapi gak nyangka kalau aslinya malah lebih cakep dan seksi kayak gini.

Komentar kotor dan rasis lainnya berhamburan seakan menohok telingaku tanpa henti.

"Amoy pecinan emang selalu bikin pribumi penasaran. Liat tuh badannya aja putih mulus kayak porcelen gitu. Hehe..

"Muka cina yang kayak begini kalau ada kerusuhan udah pasti ditandai massa.

“Haha.. biar malam ini kita yang jadi massanya.

Saat itu aku memakai baju putih ketat yang menempel di tubuh serta rok mini yang membuatnya terlihat modis. Dalam sekejap pakaian itu mengubah penampilanku dari seorang gadis rumahan yang innocent menjadi gadis pecinan yang modis dan seksi
yang kerap menjadi objek fantasi para pria pribumi kasar dilingkungan tempat tinggalnya.

"Udahlah gak usah kelamaan. Langsung mulai aja.. gue udah gak sabar nih pengen nyicip amoynya.. nanti kalian bantu pegangin tangan dan kakinya ya.. Kata pega supermarket yang badannya kurus tapi birahinya sangat tinggi.

"Beres bro.. kita rejeng aja amoynya rame rame diatas meja kasir.. Sahut temanya yang sudah sange berat.

Aku berusaha menegakkan tubuhku meski kakiku gemetar. Tubuhku terasa ringan sekaligus berat karena rasa panik dan entah kenapa ada sesuatu yang berdebar aneh di dalam diriku. Tatapan mereka terasa menusuk dan membuat kulitku jadi hangat sementara udara di ruangan ini dingin karena AC besar baru dipasang.

Deretan lampu neon di ruangan supermarket ini menyala terang dan memantulkan bayangan panjang di dinding putih yang masih berbau cat baru. Puluhan pegawai mulai dari bagian gudang, teknisi, satpam hingga petugas kebersihan berkumpul membentuk setengah lingkaran. Orang-orang yang tadi berada di basement juga ikut bergabung sehingga suasana menjadi lebih ramai. Riuh yang tadi penuh komentar kasar dan tawa kotor langsung hening ketika Roy melangkah ke depan.
Supervisor itu menatap satu per satu wajah bawahannya lalu berkata dengan suara tegas tapi santai.

“Malam ini kalian bukan lagi jadi pegawai. Malam ini kita punya pesta. Tema kita jelas: amoy buruan. Semua sudut hipermarket bebas dipakai. Rak baru, gudang barang, meja kasir bahkan lemari pendingin kaca semua boleh digunakan. Nggak ada aturan. Yang ada cuma satu: bikin dia nggak bisa jalan pulang. Kata Pak Roy memberi semangat anak buahnya.

"Amoy kaya gini emang cocok buat digilir massa kayak jaman kerusuhan dulu.

Aku tersentak kaget mendengar umpatan rasis mereka. Tubuhku bergidik ketakutan namun ada dorongan hasrat liar dalam diriku yang bertindak sebaliknya. Aku makin tak sabar menunggu aksi brutal apa yang akan mereka lakukan pada amoy pecinan seperti diriku. Gadis innocent yang selama ini hanya jadi objek fantasi liar mereka semata.

“Iii.. iiiya… aku maaau.. diapain aja sama kalian. Amoy seperti aku memang pantas dijadiin buruan seperti jaman kerusuhan dulu. Lakukan apapun yang kalian mau..

Setelah mendengar umpatan rasis mereka. Ledakan birahi dalam diriku semakin tak tertahankan bahkan kata kata tak terduga itu meluncur begitu saja dari mulutku seolah aku tak bisa lagi membohongi diriku sendiri.

"Kalian dengar sendiri kan. Amoynya malah nantangin kita !! Jadi siap-siap. Amoy ini akan dilepas. kalian boleh kejar sesuka hati. Jangan kasih dia kesempatan kabur.

Ruangan besar supermarket itu langsung meledak. Suara sorakan bercampur tawa, sebagian orang bahkan menepuk-nepuk kardus tumpukan barang hingga bergetar
Pak Sardi mengangkat tangannya lagi, memberi aba-aba. Suaranya tenang tapi berisi hasutan.

Aku menggigit bibir dan lututku bergetar namun tubuhku dialiri sensasi aneh yang bercampur antara takut dan gairah sehingga napasku terasa berat. Keringat dingin membuat baju seksiku menempel erat di kulit dan pada saat yang sama puluhan pasang mata tak berhenti melahapku.

"Ya ampun… sebentar lagi aku benar-benar jadi buruan.

Pak Roy mulai menghitung:
"Satu…. Suara sorakan menggema.

“Dua… Beberapa pegawai sudah mencondongkan tubuh bersiap seperti anjing lepas kandang. Aku memejamkan mata sejenak merasakan seluruh tubuhku memanas.

"Tiga.. Ruangan besar itu langsung meledak oleh teriakan dan derap kaki.

Begitu hitungan ketiga keluar dari mulut Pak Roy maka lututku langsung bergerak refleks dan tubuhku tersentak maju. Baju seksiku yang pendek membuat langkahku sedikit terhambat namun aku tetap memaksa diri untuk berlari. Kaki sepatu hakku berderap di lantai dingin ruangan besar itu lalu aku berlari panik menuju salah satu lorong panjang.

Lorong lorong panjang dipenuhi rak besi baru dan sebagian masih kosong sedangkan sebagian lain sudah terisi tumpukan makanan di atas display produk yang tersusun rapi. Aroma khas supermarket masih terasa jelas dan membuat dadaku terasa sesak. Aku melangkah cepat ke lorong rak deterjen sambil mencoba menahan suara nafasku. Dari arah belakang terdengar teriakan dan tawa kasar yang menggema lalu disusul langkah kaki berat yang semakin mendekat.

"Cepat kejar amoynya !! Jangan sampe lepas..

Aku merunduk di balik rak besi panjang dan punggungku menempel ke baja dingin. Bajuku yang seksi terasa lengket di kulit sementara napasku memburu dan sulit dikendalikan. Aku menggigit bibir untuk menahan suara yang hampir lolos karena rasa takut bercampur panas yang justru semakin memuncak.

Aku tahu aku bisa saja mencoba sembunyi diam-diam. Tapi ada bagian dalam tubuhku yang berdenyut hebat, menggoda pikiranku untuk membuat mereka makin liar. Dengan sengaja aku mendorong satu dus minuman ringan jatuh dari rak. Kotak itu menghantam lantai keras, menghasilkan suara “gedebuk” yang bergema jauh ke lorong sebelah.

“Dengar itu?! Ke sana bro!”
“Ketahuan! Amoynya di lorong kiri!”

Aku terkesiap dan tubuhku gemetar tapi gairah itu malah semakin liar. Aku terus  berlari. hak sepatuku memantul nyaring di lantai keramik supermarket seakan ingin meninggalkan jejak suara yang jelas bagi para pemburu diriku.

Di ujung lorong, aku melihat kaca besar pendingin minuman. Permukaannya dipenuhi embun dingin. Aku berhenti sebentar, menatap wajahku sendiri yang pucat, mata membelalak, keringat mengalir. Gadis innocent yang menjadi buruan massa beringas malam ini.

Suara langkah makin keras. Dari dua arah sekaligus, bayangan tubuh besar-besar sudah tampak. Aku seperti terjebak di lorong itu.

Aku menarik napas panjang, jantungku memukul rusukku. Ketakutan bercampur gairah membuatku sengaja menunggu mereka mendekat. Suara langkah kaki mereka makin dekat, gema tawa dan teriakan bercampur dengan derap sepatu di lantai keramik. Nafasku semakin memburu, tubuhku menempel pada kaca pendingin yang dinginnya menusuk punggungku. 

Aku menyelinap ke lorong perlengkapan rumah tangga, deretan rak yang masih dipenuhi kardus sapu, ember, dan gulungan plastik. Tanganku meraih satu botol pel lantai, kulemparkan ke belakang. Suaranya pecah keras menghantam lantai, cairan pembersih muncrat, membuat lantai licin.

“Anjir! Licin bro, hati-hati!”
Tawa mereka meledak, tidak marah, justru makin semangat. “Cerdik juga amoynya! Tapi gue makin napsu kalau main kejar-kejaran gini.”

Aku tergelak kecil di sela nafasku yang berat, bodoh… kenapa aku malah menikmatinya? Rasa takut tetap menggantung tapi lebih besar lagi adalah desakan liar yang makin menyala di tubuhku. Aku tahu kalau aku terus melarikan diri, mereka akan semakin bernafsu saat akhirnya berhasil menangkapku.


Aku berbelok tajam ke arah lorong minuman, rak-rak tinggi berisi botol soda masih separuh kosong, sebagian kardus belum dibongkar. Aku meraih satu botol plastik besar dari rak, melemparkan ke belakang tanpa menoleh. Suaranya gedebuk! menghantam lantai, air soda muncrat ke segala arah, membuat lantai licin dan lengket.

"Sialan.. kayaknya nih amoy emang pengen diburu massa beneran. Gue makin napsu kalau ngejar ngejar amoy seksi kayak ginii.. Haha.. Kata seorang pegawai bertubuh gempal sambil tertawa kegirangan.

"Iya.. gue rasa dia cuma pura pura takut doang. Liat aja nanti pas ketangkep pasti dia langsung ngangkang dilantai buat nyerahin memek cinanya sama kita.. Haha..

Aku menahan tubuhku agar tidak terpeleset sendiri, berlari ke arah tangga darurat yang menuju lantai atas hipermarket. Tangga itu dingin, bau besi yang belum lama dicat samar tercium. Hak sepatuku menghantam tiap anak tangga dengan suara nyaring dan suaranya memantul ke dinding sempit.

Jantungku berdetak kencang, keringat dingin bercampur dengan dingin AC hipermarket yang menusuk kulit. Tapi di balik semua itu, gairahku semakin meledek, memuncak, seperti api yang dikipasi. Setiap teriakan, setiap langkah kaki di belakangku, justru membuat tubuhku semakin panas.

Di lantai atas aku keluar ke lorong elektronik yang penuh kardus TV dan kulkas baru. Aku berhenti sejenak lalu berdiri di tengah lorong yang terang benderang, napasku terengah-engah dan dadaku naik turun cepat. Sementara itu dari arah belakang terdengar lagi suara
gaduh dari sorakan beringas mereka yang sudah mendekat lagi.

Ditengah kepanikan tiba tiba muncul imajinasi liar dalam diriku. Sambil menggigit bibir lalu berbisik pada diriku sendiri.

"Ayo… buru aku lagi. Bikin aku merasa benar-benar jadi mangsa kalian.

Aku baru sempat menoleh sekali ke arah lorong panjang ketika tubuhku langsung ditubruk keras dari samping. 

"Hahaa.. akhirnya dapat juga amoynya.. Teriak salah seorang pegawai sambil menjatuhkanku ke tumpukan kardus televisi baru yang masih terbungkus plastik tebal. Kardus-kardus itu roboh berantakan, plastik robek, suaranya bergema nyaring di ruang supermarket.

"Udah langsung hajar ditempat aja bro.. amoynya pasti udah gak sabar tuh pengen ngerasain digilir sama pribumi. Kata temannya memberi semangat.

Tubuhku yang masih mengenakan baju seksi tertindih badan kekar pegawai supermarket itu. Badannya terasa berat membuatku tak leluasa bergerak sementara  kedua lenganku langsung ditangkap dua pria sekaligus. Aku berusaha meronta sekuat tenaga tapi tenaga mereka jauh lebih kuat. Punggungku menghantam permukaan kardus yang keras dan dingin. Kurasakan dadaku malah naik turun dengan cepat seakan dipenuhi gairah tak tertahankan.
Jamahan tangan mereka yang tanpa henti membuat baju seksiku jadi kusut dan tersingkap sebagian.

"Paha amoy emang selalu bikin penasaran.. 
Kata seorang pegawai supermarket yang kulitnya gelap yang tangannya mulai menyingkap rok miniku.

"Aaarrgh... Lepasin... kalian mau apaaa... Lepasin akuu !! Jeritku sambil meronta sementara tangan tangan kasar itu mulai berebutan menjarah tubuhku.

"Udah diem !! Amoy seksi kayak lu emang layak diburu massa. Biar lu bisa ngerasain gimana ngerinya jaman kerusuhan dulu !! Bentaknya dengan wajah penuh kebencian.

Tatapan mereka membuatku bergidik ketakutan. Meski aku sendiri yang menyerahkan diri untuk ikut dalam acara gila ini namun tetap saja suasana brutalnya membuatku ngeri. Para pegawai ini terlihat sangat buas dan dipenuhi napsu birahi bahkan jauh lebih beringas daripada para pegawai yang pernah mengerjaiku di minimarket beberapa waktu yang lalu.

Aku menggeliat sekuat tenaga sebagai bentuk perlawanan. Membuat semua ini seakan akan sebuah kejadian nyata yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Aku ingin mereka bertindak lebih beringas lagi dari sebelumnya.

Beberapa kali aku mencoba meloloskan diri  tapi tangan mereka kembali menahan pergelangan tangan dan juga kakiku. Sepatu hak tinggiku nyaris terlepas, membuat kakiku semakin mudah ditahan. Bagian bawah rok putihku terangkat lebih tinggi, membuat sorakan dan siulan liar terdengar dari mereka yang baru tiba di lokasi.

"Pegangin yang kuat tangannya !! Amoy kayak gini perlu kita mainin dulu sebelum dipake rame rame..

Aku makin panik sambil menoleh ke kanan dan kiri. Disaat yang bersamaan pandanganku bertemu dengan belasan mata penuh gairah, tubuh-tubuh mereka berdesakan memenuhi lorong elektronik. Rasanya panas meski AC masih dingin menusuk, karena hawa nafsu mereka seperti memenuhi udara. Nafasku memburu, setengah takut, setengah bergetar karena sensasi aneh yang justru semakin membakar.

"Aduuh... Lepasiinn... Aaarghh... Jangaaann baaangg.. aku yang dalam keadaan terkunci terus menggeliat diatas lantai supermarket sambil menjerit sebisanya namun belasan pria itu malah makin bernapsu menjarah tubuhku. Baju seksiku yang berwarna putih disingkap keatas dengan seenaknya, bra warna krem yang kukenakan juga dilepas dengan kasar hingga aku menjerit ketakutan.

"Anjirr seger bangat nih tetek amoy.. pentilnya coklat muda lagi.. kayak minta dikenyotin sama pribumi.. Haha.. Kata pria itu sambil meremas dan memilin milik puting susuku dengan kedua jari tangannya yang kasar dan gelap.

"Haha.. iya bro.. amoy seksi kayak gini emang perlu dilatih buat nyusuin orang sekampung. Katanya sambil mendekatkan wajahnya kearah buah dadaku yang sebelah kanan untuk kemudian melumat putingnya dengan sangat rakus.
Slurp.. Slurp.. Sroott....

"Itu tetek amoynya yang sebelah kiri jangan dianggurin bro !! Kenyot aja sekalian.. biar amoynya makin keenakan.. Haha..

"Iya bang.. kita mainin dulu aja badan seksinya yang mulus ini.. kalau udah sange berat pasti nanti dia yang bakalan ngemis minta buru buru dikontolin sama kita.

Sorakan langsung pecah. Kardus-kardus TV bergeser kesegala arah akibat rontaan tubuhku yang dipaksa telentang dilantai dingin supermarket, beberapa hampir roboh ketika tubuhku diposisikan dengan kasar agar mereka bisa mulai bergantian menjamah tubuhku. Suara plastik robek, tawa brutal dan desahanku bercampur jadi satu di area elektronik yang seharusnya sunyi.

Pria yang dipanggil Paijo oleh teman temannya itu segera bergerak maju lalu mengambil posisi di antara kedua pahaku yang sudah dibukanya dengan sikap menekan. Saat itu celana dalam masih melekat di tubuhku namun pria itu menggesernya sedikit ke samping dengan gerakan tergesa. Wajahnya semakin dekat ke selangkanganku membuat napasku jadi memburu.

Tanpa menunggu lama pria itu menjulurkan lidahnya lalu dengan seenaknya melumat kemaluanku. Slurp.. uuhh.. sedaap banget nih memek cina.. gue jamin kalian pasti bakalan ketagihan deh kalau udah ngerasain yang kayak gini. Katanya sambil terus mengulangi perbuatannya bejadnya hingga aku menggeliat geliat diatas lantai supermarket yang dingin.

Sambil menahan kedua pahaku agar tetap terbuka mengangkang. Pria itu terus melumat kemaluanku tanpa henti. Kadang menjilati pelan dan kadang juga melumat kasar lalu menyedotnya dengan kuat hingga aku menggelinjang keenakan.

"Aakkh.. jangaann bang !! Brentii... Uuhhh... Udaaahh... Jeritku sambil meronta dan membanting banting kepalaku ke kanan dan kiri sementara dua pria lain yang berada disamping kanan dan kiriku malah ikutan meremasi buah dadaku dengan kasar.

"Badan amoy emang paling enak buat dijarah rame rame kayak gini. Haha..

"Iya bang. Udah putih.. mulus lagi. Pasti enak buat digumulin seharian.

Aku terus menggeliat diatas lantai. Kedua tanganku masih direntangkan dan dipegangi oleh dua pria yang ada dikanan dan kiri sementara satu persatu pegawai supermarket mulai bergantian melumat kemaluanku.

Slurp.. Slurp.. aakkkhhh.. udaaaahh.. breenttii.. Aku menggeliat tak beraturan diatas lantai supermarket yang dingin dan tatapan mereka membuatku semakin ketakutan.

Ketika mereka lengah dan hendak berganti posisi Aku langsung menghentakkan tubuhku sekuat tenaga, mencoba bangkit dari himpitan mereka. Tanganku menepis, kakiku meronta, bahkan sempat menendang salah satu pria hingga ia terjungkal sambil mengumpat. Nafasku memburu, jantungku berdegup kencang, otakku hanya teriak satu kata: lari!

Aku berhasil memiringkan tubuh dari sela tumpukan kardus dan atasan putih ketat yang kupakai sempat tertarik sebelum akhirnya terlepas dari pegangan pria itu. Dengan sisa tenaga aku bangkit lalu setengah berlari ke lorong sebelah. Langkahku tidak stabil karena rok pendek yang kupakai membatasi gerak dan membuat tubuhku oleng. Rambut ponytailku berantakan dan beberapa helai jatuh menutupi wajah saat aku terus bergerak menjauh.

"Tangkap dia lagi !! Jangan kasih lepas bro !! suara seseorang menggema keras di belakangku.

Aku berlari melewati area penjualan barang elektronik di dalam supermarket besar itu. Rak rak tinggi berisi televisi dan mesin cuci berjajar rapat di kiri kanan lorong dan lampu putih menggantung di langit langit yang tinggi. Beberapa layar TV menyala menampilkan iklan tanpa suara dan cahaya dari sana ikut memantul di lantai mengilap. Aku melewati tumpukan speaker dan rice cooker sambil mendengar derap langkah belasan orang yang terus mengejarku dari belakang. Nafasku makin berat lalu telapak tanganku sempat menyentuh sisi rak pendingin udara yang dingin agar tubuhku tetap seimbang. Rasa takut menekan pikiranku namun adrenalin justru membuat tubuhku bergetar dan situasi ini terasa semakin nyata serta semakin liar saat aku terus berlari di antara lorong elektronik itu.

"Anjirr.. tuh amoy kayaknya emang suka dijadiin buruan massa !!

"Haha.. udah biarin aja dia kabur dulu.. biar berasa kayak lagi berburu amoy di tengah kerusuhan !!

"Lari terus moy !! Makin jauh lu kabur, makin ganas kita nanti pas dapet lu lagi !!

Awalnya aku merasa lega karena mereka sempat membiarkanku berlari dan jarak di antara kami terasa sedikit renggang. Namun perasaan itu cepat menghilang karena tak lama kemudian mereka kembali bergerak. Suara sorakan terdengar semakin dekat dan menggema di dalam supermarket besar itu. Aku menoleh sekilas lalu melihat hampir separuh pegawai berlari di belakangku dengan wajah penuh semangat seakan aku benar benar menjadi sasaran perburuan. Di sisi lain aku juga melihat beberapa pria memisahkan diri lalu berlari menyebar ke lorong lorong lain seolah ingin mengepung dari berbagai sudut. 

Pemandangan itu membuat dadaku terasa sesak. Kakiku gemetar namun aku tetap memaksa diri berlari sementara rok pendek yang kupakai tersingkap makin naik karena langkahku yang terburu buru dan teriakan mereka pun kembali terdengar semakin heboh.

Aku berbelok tajam melewati lorong mesin cuci namun langkahku langsung terhenti. Dari arah depan tiga pria lain sudah menghadang sambil menyeringai lebar. Jalanku benar benar terblokir. Aku tersentak mundur dengan napas memburu namun dari belakang suara langkah kaki terdengar semakin cepat dan semakin dekat. Saat itu aku sadar aku sudah terjebak dan tak ada lagi jalan keluar. Dengan napas tersengal aku merapat ke dinding lalu tubuhku menegang. Mataku bergerak cepat menyapu sekitar mencari celah yang mungkin bisa kugunakan untuk meloloskan diri.

"Jangan… jangan sentuh aku !” teriakku setengah panik setengah bergetar oleh sensasi lain yang sulit kujelaskan sementara itu tawa keras pecah di sekelilingku.

"Hehe.. mau lari kemana amoy seksi.. Ledek salah satunya sambil mengepungku.

Mereka mulai mendekat dari segala sisi dan membentuk lingkaran rapat sehingga ruang gerakku benar-benar terkunci. Aku berdiri menempel ke dinding rak elektronik dengan pakaian yang sudah berantakan. Atasan putihku tidak lagi rapi dan rok pendekku miring karena terus bergerak terburu-buru. Dua orang lain langsung menghadang dari depan dan menahanku sehingga tubuhku terjepit di antara rak dan mereka. Kotak-kotak rice cooker dan speaker berguncang lalu beberapa jatuh ke lantai berdebam keras.

"Percuma lari moy.. Lo gak akan bisa kabur dari sini. Karena semua pintu keluar sudah kami tutup.

Dalam posisi berdiri tersudut di rak elektronik, aku meronta dan menendang liar ke arah mereka tapi cepat sekali ada yang menangkap pahaku dan mengangkatnya tinggi ke samping. Mereka mencengkram kedua tanganku dengan kuat sehingga posisiku makin tersudut dan aku berteriak kecil campuran panik dan gairah yang membakar dari dalam. Suara-suara mereka makin riuh dan menggema di lorong elektronik. Rambutku semakin acak-acakan dan bajuku hampir tersingkap habis. Tali bustier di pundakku tergeser dan bagian atas baju mulai melorot menyingkap bahu serta sebagian punggungku.

"Jangaaann baaangg !! aaaakkhh.. lepasin aaaku... !! Jeritku sambil terus meronta sekuat tenaga.

"Tambah napsu gua liat amoy meronta kayak gini. Jadi keinget jaman kerusuhan dulu !! Seru seorang pegawai dengan tawa kasar yang matanya tak lepas menatap tubuhku yang berkeringat.

"Bener bro.. kalau seandainya ada kerusuhan mah.. cina seksi kayak gini pasti udah kena dijarah massa. Kata Temannya yang terus memandangi tubuhku dengan tatapan yang liar.

Tubuhku dikepung dan ditahan oleh beberapa pria sekaligus sehingga aku tidak bisa bergerak bebas. Aku masih berusaha menggeliat meski dadaku yang dipenuhi gairah liar mulai naik turun dengan cepat sementara wajahku juga terasa makin hangat.

Tangan-tangan kasar mereka terus menjarah tubuhku. Beberapa meremas buah dadaku dan yang lain meraba paha dengan seenaknya seolah aku ini tak lebih dari sebuah barang jarahan ditengah kerusuhan. 

"Hehe.. Gue suka amoy pecinan kayak gini. Tampangnya keliatan cina banget.. innocent, klasik tapi bikin napsu pribumi.. 

Seorang pria bertubuh gempal dengan kulit agak gelap langsung melumat bibirku dengan buas. Dari ekspresi wajahnya terlihat jelas kalau napsunya sedang memuncak dan tak tertahankan. Aku gelagapan dan mencoba memalingkan wajah tapi tangannya cepat meraih rahangku sehingga aku tak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah dalam ketidak berdayaan.

"Pantesan kalau tiap ada kerusuhan kawasan pecinan selalu dijadiin sasaran sama perusuh. Selain perusuhnya bisa ngejarah barang yang ada ditoko mereka juga bisa nyicipin daging import kayak gini. Haha..

"Hehe.. iye gua pernah liat tuh videonya… amoy digilir rame-rame di atas aspal jalanan depan tokonya. Asli bikin gua kepengen ikutan aja. Timpal pria lain yang wajahnya tak kalah buas seperti hendak memangsa diriku.

Saat itu kondisi kedua tanganku sudah tak berdaya karena ditahan kuat-kuat di atas kepala. Tapi anehnya ketidakberdayaan ini malah membuat napasku makin memburu. Punggungku makin tertekan menempel ke rak display elektronik yang keras, suara besi berderak setiap kali aku berusaha menggeliat. Lampu neon putih di langit-langit memantulkan wajahku yang memerah, basah oleh keringat dan air mata yang bercampur jadi satu.

Beberapa saat kemudian kurasakan tangan kasar lainnya ikut meraba pahaku. Seakan ingin menyibaknya lebih lebar sementara jari-jari pria lain menyusup cepat ke bawah rok pendekku. Ouughh.. Aku mendengak keatas dan menjerit kecil, tubuhku yang masih mengenakan pakaian seksi sedikit melengkung tapi hal ini justru membuat mereka semakin liar.

"Ternyata bener kata si Raka.. nih amoy emang doyan diperkosa.. Liat aja nih.. belum diapa apain aja udah basah duluan.. Haha.. Katanya sambil meraba bagian selangkanganku.

Baju putih seksi yang kupakai kini tampak kusut karena tarikan dan remasan dari berbagai arah. Kainnya melekat tidak rapi di tubuhku sementara tali tipis di bahu bergeser dari tempatnya sehingga kesan elegannya langsung memudar. Atasan berbentuk bustier itu masih memeluk buah dadaku namun tidak lagi serapi tadi. Rok pendek yang jatuh di pinggul ikut berkerut dan bergerak tidak beraturan setiap kali aku bergeser. Aku meringis lalu mencoba menunduk untuk melindungi diri dari tatapan beringas mereka.

Namun sebuah tangan menahan daguku dan memaksaku menatap ke depan. Kepalaku terangkat dan napasku tertahan karena posisi itu membuatku semakin tak berdaya. Rak-rak elektronik yang menjulang di sekeliling seolah menutup jalan keluar dan menjadikan tekanan itu terasa semakin nyata.

"Liat nih mukanya. Cina klasik banget. Bikin gue tambah napsu !! Kata pria berkaus hitam sambil mencengkram pipiku.

“Bener bro. Kayak video anak gadisnya pemilik toko di pecinan yang tiba-tiba dijadiin jarahan massa waktu jamannya rusuh dulu. Asli bikin kepengen ikut nyicipin. Sahut temannya.

Sorakan tawa langsung terdengar keras yang membuatku semakin merinding ketakutan. Disaat yang bersamaan ada tangan lain merayap ke pundakku, aku menggeliat dan berusaha maju kedepan tapi tapi tangan itu malah kembali mendorongku hingga 
makin menempel ke rak sampai tak bisa berkutik. Saat itu aku makin merasakan aroma besi dan plastik dari barang elektronik bercampur dengan keringat mereka yang semakin pekat.

"Udah langsung telanjangin aja.. gue penasaran pengen liat dalemannya amoy.. pasti putih banget tuh kayak susu sapi.. Katanya sambil menarik turun dalemanku.

Celana dalamku kini melorot dan hanya tergantung di salah satu pergelangan kakiku. Seseorang sengaja menekannya dengan kaki, membuatku tidak bisa mengangkat atau menariknya kembali. Kain tipis itu terseret di lantai dan terasa dingin saat menyentuh kulitku sementara aku hanya bisa menatapnya dengan cemas. 

Setiap gerakan yang kulakukan terasa terbatas karena benda itu menahan sebagian langkahku, membuatku semakin sadar akan posisiku yang tak berdaya. Aku mencoba menyesuaikan tubuh tapi tekanan dari sekelilingku membuat segala usaha untuk membenarkan posisi celana dalam itu sia-sia. Rasanya seperti benda itu menjadi pengingat setiap sentuhan dan tekanan yang kuterima dari sekeliling, membuat situasi semakin menegangkan dan sulit dihindari.

"Buruan buka semua bajunya !! Kapan lagi kita bisa liat amoy seksi bugil di supermarket !! Haha.. Seru seorang pegawai yang berdiri agak jauh, matanya berbinar penuh nafsu.

"Hehe.. gak usah buru buru bro.. mending kita mainin pelan pelan.. Biar amoy premium kayak gini kerasa istimewa sebelum kita bantai rame-rame. jawab pria yang sedang menahan tanganku.

Aku mencoba menggeliat tapi setiap gerakan kecilku justru membuat lebih banyak tangan menyentuhku. Ada yang menelusuri pinggangku dan membuat tubuhku menegang. Ada yang meremas bokongku sehingga aku terpaku dan menahan diri agar tidak menjerit. Ada pula yang mengusap leherku dengan kasar membuat kulitku bergidik.

Aku memalingkan wajah ke samping dan menarik lengan tapi genggaman mereka terlalu kuat sehingga usahaku sia-sia. Tubuhku menempel pada permukaan rak dingin di belakang dan setiap detik membuatku semakin sadar akan tekanan yang menyelimutiku. Aku ingin lepas tetapi setiap gerakan hanya memperkuat cengkeraman mereka. Tangan-tangan itu terus mengepungku dari segala arah dan membatasi ruang gerakku hingga hampir tak tersisa.

Degup jantungku berpacu begitu cepat sehingga napasku tersengal-sengal dan seluruh tubuhku bergetar. Aku merasa takut tapi ada sensasi tegang yang membuat kulitku panas meski udara di ruangan itu dingin. Tubuhku menegang setiap kali mata mereka menyapu dari kepala hingga kaki. 

Tatapan mereka tajam dan penuh perhatian seolah aku menjadi pusat dari semua hal yang terjadi di ruangan itu. Rasanya seperti binatang buruan yang terpojok dan tak punya jalan keluar. Aku ingin bergerak tapi setiap langkah tertahan karena genggaman dan dorongan dari sekelilingku. Aku menunduk dan menoleh mencoba mencari celah untuk melepaskan diri tapi setiap gerakan hanya membuat mereka semakin dekat dan tekanan semakin terasa. Rasa takut bercampur tegang membuat pikiranku sulit fokus sementara tubuhku tetap terjepit di tengah perhatian mereka yang tak teralihkan.

Pria paruh baya yang biasa dipanggil pak Roy oleh anak buahnya langsung merangsek maju dan mengambil posisi tepat di depanku. Tangan kanannya segera meraih salah satu pahaku dan menahanku sehingga tubuhku tak bisa bergerak. Aku mencoba meraih rak di samping untuk menahan diri tapi genggaman kasar di pinggangku membuat usahaku sia-sia. Pahaku diangkat tinggi sampai sejajar pinggangnya sehingga posisiku terbuka dan tak bisa kututup. 

Liat nih, gua yang pertama ngerasain amoy premium ini. Katanya sambil menekan tubuhku lebih dalam ke rak besi.

Dia menatapku dengan tatapan buas lalu melumat bibirku. Aku tercekik napas ketika dorongan benda keras itu tiba-tiba menghujam masuk tanpa aba-aba. Tubuhku langsung terguncang hebat dan punggungku membentur rak elektronik hingga beberapa kotak barang jatuh berdebam ke lantai. Rasa perih dan panas bercampur jadi satu sehingga aku memekik tertahan, tubuhku menegang dan napasku tercekat.

"Sialann.. !! Uuuhh.. Peeeeret.. banget nih meeeemek cinaaaa.. beeener... bener berasa daging importnya. Serunya dengan tawa puas dan bersamaan dengan itu hentakannya juga terasa makin dalam dan brutal seraya mengobrak abrik dinding kemaluanku yang sedang berdenyut.

Aku berdiri bersandar pada rak besar elektronik sementara tubuhku yang masih mengenakan pakaian seksi ditekan keras ke permukaannya. Tangan kirinya menahan pinggangku dengan kuat sehingga aku hampir tidak bisa bergerak dan setiap usaha untuk mundur atau menyeimbangkan tubuh sia-sia. 

Tangan kanannya menekan pahaku agar tetap terbuka sehingga aku tak bisa menutup posisiku. Setiap dorongan yang ia berikan membuat kakiku bergetar hebat dan napasku tersengal. Aku hanya bisa bertumpu pada sebelah kakiku sementara yang lain terangkat, membuat keseimbangan tubuhku goyah dan seluruh tubuhku menegang. Aku merasakan setiap tekanan dari tubuhnya yang tegap dan gerakan tangannya yang mantap sehingga aku tak bisa bergerak leluasa. Napasku tersendat-sendat karena tegang dan setiap gerakan kecilku terasa sulit diatur.

Suara gesekan kulit dan benturan tubuh dengan rak bercampur dengan detak jantungku yang kencang. Tubuhku terasa terkunci di antara genggaman tangannya dan permukaan dingin rak, sehingga setiap gerakan yang kuusahakan untuk melepaskan diri terasa semakin sulit dan menegangkan. Aku mencoba menahan napas dan mencari celah untuk bergerak, tapi tidak ada ruang yang tersisa, membuatku semakin sadar akan cengkeraman yang mengekang seluruh tubuhku. Sorak-sorai langsung pecah di sekelilingku.

"Buruan pak.. kita semua udah gak sabar nih pengen nyicipin amoynya.. Kata mereka keras.

"Aaakhh.... ampunnn.. paaak.. eenghhg.. pelan pelaaaan... Ssssttt... Aku menggeliat dan mencoba melawan tapi setiap gerakanku justru membuat hujamannya makin beringas. Rak di belakangku bergetar keras setiap kali pinggulnya menghantam tubuhku. Suara logam berderak dan napas mereka yang kasar bercampur dengan ringisku yang tertahan memenuhi udara dingin di ruangan elektronik itu.

"Haha.. mana enak main pelan pelan.. amoy kayak lu tuh lebih nikmat digenjot kasar sambil ditontonin massa kayak gini !! Uukhh.. Kata pak Roy sambil terus menghujam penisnya keras keras membuat punggungku menghantam rak besi yang ada dibelakang berulang kali. Brukk.. Brukk.. Brukk.. uuuhh.. nikmatin nih kontoooll.. pribumiiii.. sssst.... daaaasar looonte.. cina murahan !!

"Aaaakkkhh.. udaaaah paaakk... Stooop.. aaakkhh.. jangaaann.. aku menggeliat sambil membanting banting kepalaku kekanan dan kiri sementara kedua tanganku mencoba memukul dan mendorong badan kekarnya.

Di sekelilingku belasan pasang mata menatap penuh gairah dan seolah menunggu giliran seperti kawanan binatang lapar yang mengelilingi mangsa.

"Gedor terus paaak.. sini biar gua bantu pegangin tangannya !!

Tanganku yang semula mencoba menahan dada pak Roy langsung diraih oleh pria lain yang berdiri di samping kiriku dan dengan satu gerakan kasar pergelangan tanganku disatukan lalu ditekan ke atas kepala sehingga aku tak bisa lagi berontak. Nafasku tersengal dan tubuhku kini sepenuhnya tergantung pada kekuatan mereka.

"Mending tangannya diikat aja sekalian. Biar amoynya gak bisa kabur lagi !! Kata pria lain yang membawa seutas tali plastik lalu dengan cepat mengikat kedua pergelangan tanganku yang sudah diposisikan dibelakang kepala lalu talinya disambung ke sandaran besi rak displaynya.

"Aaakkhh... Jangaaann.. baaang... Jangaann diiikaatt.. lepasiinn !! Jeritku panik tapi pria itu sama sekali tak peduli dan malah cengengesan.

"Anjirr... Tambah napsu gue liat amoy seksi diikat kayak gini.. Celetuk Pak Roy sambil mengurut urut penisnya yang semakin keras.

Pak Roy kemudian meraih paha kiriku yang sudah licin karena keringat dan mengangkat setinggi pinggangnya. Sekarang tubuhku sudah terangkat sepenuhnya dari lantai tapi punggungku masih menempel pada rak display elektronik di belakang, membuatku sedikit terhuyung tapi tetap ada tumpuan.

"Tahan raknya !! Perintah Pak Roy sambil bersiap untuk kembali menghujam.

Kedua tanganku masih terikat di belakang kepala sehingga aku tak bisa menahan atau menyeimbangkan tubuhku sendiri. Aku hanya bisa bertumpu pada genggaman Pak Roy di pahaku dan pergelangan tanganku yang terjepit kuat. 

"Hahaha… liat nih! Amoynya udah digantung kayak hewan buruan !! Tinggal gua genjot sekenceng-kencengnya !! teriaknya penuh nafsu.

Posisi terangkat dengan kedua paha mengangkang lebar itu membuatku benar-benar terbuka dan tak memiliki perlindungan sedikitpun sehingga setiap gerakan atau hentakan penisnya langsung terasa di seluruh tubuhku. Napasku tersengal dan otot-ototku menegang menahan rasa tak nyaman dan terkejut. Aku bisa merasakan setiap tekanan dari genggaman Pak Roy dan setiap gerakan kecilnya membuatku semakin sadar akan posisiku yang rentan dan tak berdaya.

Begitu batangnya kembali menghunjam, hentakannya jauh lebih keras, lebih dalam dari sebelumnya. Seluruh tubuhku terguncang di udara, terdorong ke depan lalu terhempas ke belakang mengikuti irama pinggulnya. Aku mengerang dan kepalaku terlempar ke belakang hingga rambutku berantakan, mulutku terbuka tanpa suara yang jelas. Rak elektronik di belakang berderak tiap kali tubuhku tersentak, beberapa barang berukuran kecil kembali jatuh berserakan. Suara sorakan di sekeliling makin riuh:

"Anjirr.. jadi berasa kayak lagi nonton bokep live nih.. Kata seorang pria yang menonton sambil merekam dengan smartphonenya.

"Aaakkhh... Aaakkhh.. jangaaan pakk.. jangaann direkaammm.. aaakkhhh akuuu maluuu paaakk... Jeritku sambil memohon.

"Tenang aja non.. ini cuma buat koleksi pribadi aja kok.. gak akan disebarluaskan.. Heheh.. Jawabnya santai sambil terus merekam dan kali ini dia sengaja menyorotkan ke wajahku.

Tubuhku semakin menggeliat, rasa sakit dan nikmat bercampur jadi satu, membuatku tak tahu lagi mana yang lebih mendominasi. Pria yang berdiri didamping kiri ikut menahan kedua tanganku tetap di atas kepala, bahkan sesekali menarik rambutku agar wajahku mendongak. Aku tak bisa menghindar dari tatapan puluhan mata yang dipenuhi napsu, semuanya menunggu saat giliran mereka tiba.

"Liat nih.. ekspresi mukanya si non amoy divideo keliatan napsuin banget yaa.. Puji perekam video lainnya yang keliatan sudah cukup berumur.

"Hehe.. iya pak.. muka cinanya keliatan memelas banget.. kayak minta dikontolin orang sekampung.. Sahut pegawai lainnya.

Dengan posisi kedua kaki tergantung sambil menyandar seperti itu. Kurasakan setiap hentakan penis pak Roy terasa menghujam hingga ke dasar kemaluanku, menyalakan gairah panas yang semakin liar di dalam diriku. Aku berusaha merapatkan kedua kaki tapi cengkeramannya dipahaku terlalu kuat. Justru semakin aku berusaha merapatkan, semakin keras dorongannya masuk, membuatku terpekik panjang.

Aku hanya bisa menggeliat di udara, jadi mainan sepenuhnya, tubuhku diposisikan sesuka mereka. Belum sempat tubuhku menyesuaikan diri dengan hentakan brutal pak Roy tiba-tiba dia menarik mundur penisnya dari dalam liang kewanitaanku.

"Woii.. giliran siapa lagi nih sekarang ?!! Kata Pak Roy dengan penuh antusias.

Pria berikutnya berdiri tepat di depanku dengan kaki terbuka sedikit agar tubuhnya tetap seimbang lalu ia mengangkat kedua pahaku sehingga aku tidak lagi menapak lantai. Kedua tanganku masih dalam posisi di belakang kepala dan terikat yang ujung talinya disambungkan ke besi rak sehingga lenganku tidak bisa bergerak. Tubuhku terangkat sepenuhnya dan punggungku membungkuk mendekati rak di belakangku karena seluruh berat badanku ditahan olehnya. Posisi itu membuatku sulit bergerak dan aku hanya bisa bertahan dalam keadaan tergantung.

"Wah, gila… amoynya dilipat kayak boneka!”

"Haha.. masuknya pasti dalem banget tuh..

Pria kedua tanpa basa-basi langsung menghunjam masuk dengan hentakan keras. Tubuhku yang masih tergantung berguncang hebat, suaraku keluar tak terkendali. Dia menghantam lebih cepat, seolah ingin membuktikan bahwa dia bisa lebih beringas dari yang sebelumnya.

Pria lain yang berdiri disamping kanan dan kiriku membantu menahan tubuhku agar tetap bertahan diposisinya selama digenjot oleh lelaki tsb. Tangan keduanya bersamaan menjamah tubuh putihku dan meremasi buah dadaku sehingga membuatku semakin lupa diri. Tanpa sadar suara desahanku makin keras dan lidahku sedikit menjulur keluar menyapu sebagian bibirku seperti ingin menunjukkan rasa nikmat yang tak tertahankan.

“Liat nih mukanya !! Udah mirip lonte cina beneran. teriaknya sambil memaksa wajahku mendongak agar semua bisa melihat.

Sorakan makin ramai:

"Coba kalau semua enci enci seksi yang belanja disini mau diginiin sama kita.. pasti gue bakalan tambah betah kerja dimari.. Hehe..

Setiap kali batang pria itu menghunjam dalam, aku merasa tubuhku makin kehilangan kendali. Punggungku terbentur rak di belakang, sementara kedua kakiku yang terangkat hanya bisa terentang tanpa daya.

Berbagai sensasi kenikmatan terus menghujam tubuhku saat aku dipaksa bertahan dalam posisi persetubuhan yang tidak wajar itu. 

Dua pria yang berdiri di sisi kanan dan kiriku menarik bajuku ke bawah hingga bustier putih yang menempel rapi di dadaku melorot ke bawah sehingga bentuk lekuk tubuhku lebih jelas terlihat. Tali tipis di bahuku ikut tergeser dan membuat tampilan bajuku tampak tidak rapi lagi. Rok pendek yang menempel di pinggulku bergerak pelan mengikuti setiap gerakan tubuhku dan bahan tipis bajuku yang menempel di kulitku menimbulkan sensasi rapuh sehingga aku merasa semakin tak berdaya.

Tangan tangan kasar mereka bergerak meremasi buah dadaku dan mencengkeram tanpa memberiku ruang untuk menolak. Tak cukup dengan hal itu keduanya juga berusaha merundukan badannya lalu mengulum, menghisap dan mengenyot tanpa ampun sampai aku merintih rintih keenakan.

"Amoy mana yang tahan kalau teteknya udah dikenyotin sama pribumi.. Haha.. Ledek salah satunya sambil terus mengulum puting susuku yang berwarna coklat muda.

"Aaaaakkhh.. jangaann baanng...  Udaaahahh.. brenttiii... Jeritku lebih keras.

Keadaan itu membuat gairahku semakin meledak dan napasku tidak teratur karena tekanan datang dari segala arah dan aku sepenuhnya terkurung oleh situasi yang menjerat tubuhku.

Pria kedua memegang pinggangku dengan erat lalu menarik tubuhku maju dan mundur secara kasar hingga aku terasa seperti boneka hidup di dalam genggamannya. Dari kerumunan terlihat beberapa orang lain mulai maju karena tak sabar, wajah mereka dipenuhi nafsu sambil menunggu giliran untuk merebut posisi itu. Belum sempat pria itu mencapai klimaksnya tiba tiba badannya ditarik mundur dengan kasar.

"Sekarang giliran gue.. !! Kata pria berbadan besar itu penuh amarah bercampur nafsu.

Berbeda dari pria sebelumnya. Pria ketiga ini malah memposisikan diriku berdiri miring kesamping. Dengan cepat dia mengangkat lipatan kaki kiriku setinggi pinggang lalu penisnya ditancapkan dengan sekuat tenaga. Jleebb.. ooooouuuhh.. aku langsung melenguh menahan sakit dan nikmat ketika benda keras dan panjang itu menekan semakin dalam diliang kemaluanku.

"Anjirrr.. eenghh... perettt bangett nih meeemek cinaaa..

Dalam posisi berdiri pria kekar ini mulai memaju mundurkan pinggulnya. Menghentak kearah depan dan belakang dengan ritme yang beraturan. Wajah beringasnya dipenuhi ekspresi kenikmatan yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Tubuh putihku yang dalam posisi berdiri dengan satu kaki dilantai berguncang hebat menghadapi setiap hentakannya. Kasar, keras dan penuh tenaga.. sementara kedua tanganku yang masih terikat dirak besi belakang membuat diriku semakin tak berdaya.

Jleebb.. Jleebb.. penis hitam itu menusuk lebih dalam membuat tubuhku terdorong keras menghantam rak besi yang ada dibelakang. Mata pria itu terus menatap wajahku dengan penuh gairah seakan ingin mengamati setiap ekspresi kenikmatan yang kurasakan dari hujaman penis besarnya.

Aaaakhh... aaakkhh.. Aku meringis dan melenguh tanpa henti setiap batang itu menghujam tanpa ampun. Terjadi pergolakan hebat dalam diriku seolah tak percaya kenapa aku bisa menikmati pemerkosaan brutal seperti ini. Aku ingin menolak dan melawan namun ada bagian dalam diriku yang berkata lain dan ingin menikmatinya. Ditengah ketidakberdayaan ini aku semakin tak terkendali. Suara lenguhanku semakin panjang seakan ingin memancing gairah semua pria yang ada disana agar bertindak lebih brutal lagi. Dan parahnya lagi aku malah sengaja memasang ekspresi wajah memelas dihadapan mereka.

"Liat nih muka cinanya kayak sengaja nantangin diperkosa massal sama pribumi !!
Kata pria yang sedang menyetubuhiku sambil berdiri yang tangan kanannya masih mengangkat pahaku sementara tangan kirinya digunakan untuk menahan rahangku agar menatap kearahnya.

Kata kata hinaan rasis pria ini semakin membakar gairah liar dalam diriku. Tanpa sadar aku malah ikut menghentak hentakan tubuhku sendiri kearahnya. Aku berharap pria itu akan lebih beringas dan menancapkan penisnya lebih dalam lagi.

Ternyata pria itu semakin terpancing. Gairahnya makin meledak ledak dan hentakan tubuh kekarnya makin brutal. Pompaan penisnya bergerak semakin cepat dan dalam membuat diriku merintih rintih menahan nikmat. 

Aaarrghhh... !! Gue hamilin lu cinaaa... !! Uuuughhh... Gueeee pejuiiiinn nihhh memeeeeek luuuu... katanya sambil terus memompa kencang. Sampai akhirnya pria itu menghentakan pinggulnya dengan sekuat tenaga dan Crotttt.. kurasakan cairan hangatnya menyembur deras membasahi rahimku hingga mengalir turun kebawah pahaku.

"Ayo moy.. kita coba gaya yang lain.. Lu kagak mau kan diiikat kayak gini terus..

Beberapa saat kemudian seorang pria gempal melepaskan ikatan pada pergelangan tanganku di rak. Dengan cepat pria kasar itu menyeret dan menghempaskan tubuh putihku keatas lantai supermarket yang licin dan dingin.

Bruuukk.. tubuhku dibanting seenaknya hingga punggungku menghantam lantai keramik area elektronik.
 
"Jangaaann paaak.. Kataku sambil menggeleng pelan dan memasang ekspresi wajah memelas tapi sorotan dari mata sipitku malah membuatnya makin bernapsu.

"Badan lu yang putih ini emang pantas buat dijarah rame rame !! Sekarang waktunya lu puasin kontol guee !! Bentaknya sambil melotot.

Nafasku tercekat mendengar perkataannya tapi belum sempat mengatur diri tiba tiba kedua pahaku sudah disibakkan hingga mengangkang lebar. 

Tanpa bicara lagi pria gempal itu langsung mengambil posisi berlutut tepat diantara kedua pahaku yang terbuka lebar. Dengan cepat batang penisnya yang keras seperti kayu ditancapkan paksa lalu dihentakkan keras tanpa ampun. jleebb... uunghh..

Tubuhku menghentak hebat setiap kali pria itu mendorong masuk kejantanannya. Tangannya mencengkeram kedua lenganku dan menekannya ke lantai hingga aku tak bisa bergerak. Rambutku yang kecoklatan terurai berantakan menutupi wajah, mataku yang sipit mulai berkaca-kaca tapi justru sorak-sorai di sekeliling makin bising.

Disaat yang bersamaan ada seorang pegawai supermarket yang jongkok di samping kepalaku, tangannya yang kekar meraih rambutku dengan kasar, menarik wajahku agar semua bisa menatap ekspresi pasrahku ketika sedang digilir habis habisan oleh mereka.

"Ayoo tunjukin lagi muka cina lu yang kepengen digilir sama pribumi !! Bentaknya sambil menampar ringan seperti ingin mempermalukan diriku.

Seperti yang kuduga sebelumnya kalau wajah oriental klasikku yang terkesan innocent dan memelas sangat menggairahkan bagi mereka sehingga para pria itu seperti tak ada bosan bosannya mempermainkan dan melecehkan diriku.

Aku hanya bisa pasrah menerima semua hinaan rasis tsb dan pria yang sedang dalam posisi berlutut sambil menyetubuhiku diatas lantai semakin meningkatkan kecepatan pompaan penisnya. Semakin lama pria gempal ini menghantam makin keras, posisinya menekan pinggangku ke lantai, membuat tubuhku terjepit di antara hantamannya dan dinginnya keramik. 

“Lu pada liat! Amoy ini gak bisa kabur lagi. Pantes dijadiin mainan rame-rame !! teriaknya keras dan suaranya hampir tenggelam oleh sorak-sorai liar.

Aku hanya bisa menjerit dan terisak, tubuhku yang dalam posisi telentang dipaksa mengikuti ritme brutal itu. Sementara itu dari kerumunan, sudah ada tangan-tangan lain yang mulai menjamah dan meremas, berusaha mengoyak pakaianku sesuka hati sambil menunggu giliran mereka menikmati tubuh putihku.

Tubuhku masih dihantam keras oleh pria gempal ketika tiba-tiba kerumunan di sekeliling makin bergerak liar. Tangan-tangan kasar menyerobot ke segala arah, tak peduli siapa yang sedang “berhak” di atasku.

"Ayoo bro kita jarah rame rame.. kapan lagi bisa bebas remesin tetek amoy seksi kayak gini.. teriak seorang pegawai lalu meraih dadaku dari samping dan meremasnya dengan brutal.

Suasana makin kacau. Beberapa pria jongkok di sampingku, ada yang menjejalkan jari tangannya yang hitam
ke dalam mulutku, ada pula yang meraba kasar pahaku hingga aku meringis. Nafasku makin tersengal, tubuhku seperti jadi rebutan pasar malam. Kurasakan setiap bagian ditarik, ditekan, diremas tanpa henti.

Aku hanya bisa meronta lemah, suaraku tenggelam dalam sorakan. Tubuhku terguncang bukan hanya oleh hentakan pria gempal yang sedang menikmati tubuhku
tapi juga oleh tangan-tangan lain yang sibuk menjajah setiap inci kulitku.

Suasana makin panas, dan aku bisa merasakan napas liar mereka semakin dekat, seolah kapan saja kerumunan itu akan benar-benar meledak jadi giliran massal tanpa aturan.

Ditengah suara sorakan para pegawai supermarket tiba tiba pria gempal itu menghentakan pinggulnya makin cepat. Sodokan penisnya makin keras dan bertenaga seakan ingin mengobrak abrik liang kemaluanku tanpa ampun. Keringatnya mengucur deras sambil diiringi suara erangan kenikmatan yang panjang.

Sampai akhirnya pria itu melenguh panjang aaaaarggh... Gueee gaaaakk tahaaann laaaagiii... 

Kurasakan penisnya yang sudah berdenyut-denyut dihentakan dengan sekuat tenaga dan spermanya menyembur hingga berkali kali. Crott.. Crooot... Crett..
Wajah beringasnya yang dipenuhi napsu kini berubah menjadi ekspresi penuh kepuasan.

Digilir Diatas Mesin Cuci

Pria itu perlahan mundur dan aku bisa merasakan tubuhku sedikit longgar. Napasku masih berat karena posisi telentang di lantai membuat punggungku menempel keras ke permukaan dingin. Aku menatap ke atas dan melihat bayangan baru mendekat dari arah yang sama.

Pria yang menggantikannya jauh lebih besar dan tinggi. Seragam hitamnya membuatnya terlihat seperti satpam supermarket besar dan aku bisa melihat sabuk serta logo di dadanya dari sudut pandangku di lantai. Tubuhnya menunduk sedikit saat ia berdiri di dekatku membuat bayangannya menutupi sebagian cahaya neon di ruangan

"Ayoo.. bangun !! Gue mau ngentotin cina seksi diatas mesin cuci !! Katanya sambil menjambak kasar rambutku lalu memposisikan diriku berdiri menelungkup diatas sebuah mesin cuci berukuran besar yang ada di area elektronik tsb.

"Aduhh.. paaakkk.. lepaasinn.. jaaangan kasar begiiiini !! Jeritku sambil berusaha melepaskan cengkraman tangannya dirambutku.

"Lu datang pake baju seksi begini.. emang sengaja nyerahin diri buat diperkosa kan ?!!

Sambil berdiri dibelakang kemudian pria kekar itu menekan punggungku hingga dadaku tertekan diatas mesin cucinya. Tangan kanannya dengan cepat menyingkap rok mini ketat berwarna putih yang kukenakan hingga naik keatas pinggang. Sementara kedua kedua kakiku yang masih mengenakan sepatu hak dibiarkan tetap bertumpu dilantai.

"Anjirr.. amoynya bikin gue keinget sama enci enci seksi yang dulu pernah beli mesin cuci dimari. Kata seorang pegawai lain yang sedang menonton kejadian biadap ini.

"Iya broo.. emang sialan tuh si enci.. mau beli mesin cuci pake acara nungging segala. Pura pura pengen liat bagian dalem mesinnya.. gua yang berdiri dibelakang langsung pura pura jongkok buat liat dalemannya. Wuihh giileee.. pahanya putih banget cokk..

"Haha.. bener bro. Sayangnya waktu itu toko lagi rame.. coba Kalau lagi sepi pasti udah kita sikat rame rame tuh si enci !! Sambung temannya yang juga pernah menyaksikan kejadian itu dan hanya bisa menahan diri.

Perkataan cabul dan rasis mereka membuatku tercengang dan menyadari kalau ternyata selama ini mereka sudah lama memendam hasrat pada perempuan tionghoa seperti diriku yang kuakui memang sering berpakaian seksi jika pergi ketempat umum.

Plaakkk !! Tiba tiba aku dikejutkan oleh sebuah tamparan keras dipantatku dan membuat diriku tersentak kaget.

"Liat nih pantat lonte cinanya empuk banget !! Mesti ditamparin sampe merah !! Haha.. Plaaakk.. Plakkk.. Katanya sambil menampar bekali kali dari belakang sementara aku hanya bisa meringis menahan sakit dan malu.

Plaakk.. aarggghh... Udaaaahh baaanggg.. saakittt... Jaaaangan dipukul lagii.. kataku sambil mengerang dan menoleh kebelakang berharap pria kasar itu menghentikan perbuatannya.

"Salah sendiri punya pantat bahenol kayak gini. Gue kan jadi napsu sama elu..  Haha.. Sahutnya dengan wajah gemas.

Belum sempat aku berkata kata tiba tiba satpam itu menancapkan penisnya yang sudah mengacung tegak dengan kasar. jleebb.. Oouuuughhhh... Aku langsung meringis dan mengerang. Tanpa sadar kepalaku mendengak keatas sementara badanku masih dalam posisi berdiri menelungkup diatas mesin cucinya.

"Liat nih amoynya keenakan dijejelin kontol gue !! Ledeknya sambil mulai memaju mundurkan pinggulnya dari belakang membuat gesekan penisnya makin terasa nyata.

"Gue akui si Raka emang pinter banget naklukin amoy !! Udah cakep putih sipit bisa dipake gratisan sama orang sekampung lagi.. Haha..

Dalam posisi berdiri dibelakang kemudian pria itu terus memompa kejantanannya. Kedua tangannya yang kekar dan berotot mencengkram kuat pinggangku seakan ingin memastikan aku tak bisa kabur darinya.

Awalnya penis itu dihujamkan secara perlahan dan beraturan tapi makin lama gairah pria gempal itu makin tak terkendali. Pinggulnya dia hantamkan lebih cepat dan keras membuat tubuhku terdorong kasar kearah mesin cucinya. Jlebb.. Jleeebbb.. uunghh.. Setiap kali tubuhku terdorong membentur mesin itu kedua tangannya dengan cepat menarik kembali pinggangku kebelakang hingga penisnya dapat kembali menghujam masuk. Hal ini terus dilakukannya berulang kali dengan tempo yang tak beraturan. Kadang lambat dan kadang cepat sehingga sensasi kenikmatan yang kurasakan pun jadi berbeda beda tapi secara keseluruhan hujaman penis besarnya bener bener memuaskan diriku.

Birahiku makin meninggi ketika membayangkan diriku sendiri yang merupakan seorang gadis chinese innocent dari kawasan pecinan dijadikan mainan brutal oleh segerombolan pria pria kasar tsb. Aku benar benar tak menyangka kalau para pegawai supermarket yang selama ini dikenal ramah dan murah senyum pada setiap pelanggannya ternyata memiliki napsu terpendam yang begitu ekstrim terhadap gadis chindo berkulit putih dan sipit seperti diriku.

"Eenngghghhh.. udaaaahh baaanggg.. brenttiii.. Jeritku sambil berusaha meronta sebisanya tapi kedua tanganku malah ditarik dan disatukan kebelakang lalu dipegangi olehnya.

"Hehe.. cina seksi kayak lu emang mesti diginiin !! Biar gak sombong lagi sama pribumi.. !!  Katanya sambil memompa penisnya lebih kencang membuat tubuhku yang berdiri menelungkup jadi tersentak sentak tak karuan.

Kedua kakiku yang dalam posisi terbuka dan menapak dilantai makin mengangkang lebar akibat sentakan sentakan keras satpam itu. Penisnya menghujam tanpa henti kadang lambat dan kadang cepat seperti ingin mencari moment kenikmatan yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Pria itu tak berhenti sampai diistu. Beberapa saat kemudian tangan kanannya berpindah tempat dan menjambak kasar rambutku dari belakang.

"Gue sering baca cerita bokep katanya amoy tuh paling suka kalau di ewe pake cara kasar kayak gini..

Tarikan tangannya membuat kepalaku jadi mendengak keatas sementara penisnya dihujamkan lebih kencang lagi.
Brukk.. Brukk.. Bruukk.. tubuhku yang menelungkup membentur dengan keras permukaan mesinnya. Suaranya sangat keras memenuhi seisi ruangan area elektronik tsb dan sorak sorai pegawai lainnya kembali terdengar.

"Hajar terus bang !! Kayaknya tuh cina emang doyan diperkosa sama pribumi..

"Iyeee bener kata lu.. mana ada sih perempuan baik baik yang mau nyerahin dirinya kayak gini.. Datang pakai baju seksi cuma buat ngerasain digilir sama pribumi.. Haha..

Kata kata hinaan rasis dari mereka seperti cambuk birahi bagi diriku. Gairahku semakin memuncak dan tanpa sadar aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur kedepan dan kebelakang mengikuti irama hentakannya. Ploop.. Ploppp... Penis itu tertelan makin dalam dan liang kemaluanku menjepit semakin kuat. Lembab... dan hangat perlahan mengubah rasa sakit yang awalnya kurasakan menjadi kenikmatan yang tiada taranya.

Aaaaaaakkhh.. udaaahh bangg.. breeenttii... Uuuunghh.... aku mengerang lebih keras dan ingin rasanya memohon agar digauli lebih brutal lagi oleh mereka. Tapi aku mencoba menahan diri agar tidak terlihat murahan dihadapan semuanya. Aku ingin diriku tetap menjadi sosok gadis amoy rumahan yang polos dan tak berdaya bagi mereka.

Satpam itu tiba tiba berhenti menghujam dari belakang meskipun aku tahu kalau dia sama sekali belum mencapai puncaknya. Beberapa saat kemudian pria lain datang menggantikan posisinya dari belakang.

Jlebbb.. Sebatang penis berukuran besar kembali dihujamkan kasar pada liang kewanitaanku membuat tubuhku tersentak kedepan dan menjerit. Berbeda dari pria sebelumnya rupanya lelaki ini membiarkan tanganku bergerak bebas karena dia tahu aku sudah lemas dan tak mungkin melawan lagi.

Dorongan itu datang secara tiba tiba. Sangat brutal dan kasar membuat tubuhku menghantam maju ke logam mesin cucinya dan dadaku pun ikut tertekan. Dalam posisi berdiri menelungkup aku hanya bisa meremas sisi mesin dengan jemari yang gemetar, mencoba menahan tubuhku agar tidak tergelincir. Perlakuan kasarnya membuat rambutku yang awalnya tertata rapi semakin berantakan menutupi wajah dan napasku tercekat setiap kali hentakan berikutnya menghantam lebih kuat. Eeeennghhhh.. Suara kecil terlepas dari bibirku. campuran antara rintihan dan erangan membuat ruangan supermarket yang besar dan dsejuk itu terasa penuh gairah.

Semakin lama gerakan di belakang makin kasar membuatku tak bisa bernapas lega. Mesin cuci yang dingin jadi satu satunya tempatku bertumpu dan setiap dorongan membuat tubuhku terpental sampai seluruh badanku ikut bergetar. Semakin lama pegangan di pinggangku terasa semakin kuat saja dan aku bisa merasakan cengkraman jarinya menekan kuat di kulitku. Rasanya panas dan meninggalkan tanda merah yang membuatku tahu aku tidak bisa bergerak ke mana mana. 

Aku sadar kalau saat ini tubuh putihku dan ekspresi memelas dari wajah orientalku hanyalah pemacu gairah para pria pribumi haus seks tsb.

Tapi disisi lain aku juga merasa puas karena fantasi liar yang selama ini terpendam dalam diriku bisa terwujud dan tersalurkan dengan cara yang tak terpikirkan olehku. Khayalan rasis yang selama ini hanya bisa kudapatkan dari membaca cerita dewasa kini terwujud nyata. Ketika tubuhku yang mengenakan pakaian seksi diposisikan dengan berbagai macam gaya persetubuhan ekstrim, ditundukan secara paksa oleh segerombolan pria kasar dan diguncang dengan penuh tenaga hingga tak ada lagi batas antara sakit, nikmat dan pasrah.

Disaat pria itu masih menghujam dari belakang ternyata beberapa orang pria yang ada di sekitarku ikut bergabung. Dua pria yang berdiri disisi kanan dan kiri dengan seenaknya meremasi buah dadaku yang tertekan diatas mesin cucinya. Satu orang sengaja menjambak rambut sampai kepalaku mendengak lalu melumat bibirku dengan buas.

"Cakep banget lu moy.. kayak bintang film mandarin yang pernah gue liat di tv. Katanya memuji lalu kembali melumat bibirku dengan ganas sementara tangan kanannya masih menjambak kuat rambutku.

Pria yang memompa di belakang berhenti sejenak lalu mengangkat paha kananku dengan salah satu tangannya setinggi pinggang hingga aku hanya bisa berdiri dengan bertumpu pada satu kakiku saja. Keseimbangan diriku semakin berkurang ketika pria kasar itu kembali menghujam hujamkan penis besarnya dengan kasar.

"Liattt nihh.. amoynya gua jadiin anjing betinaaa.. Haha.. Ledeknya dan disambut tawa teman temannya yang lain.

Perkataan orang tsb sangat merendahkan diriku tapi harus kuakui kalau posisiku saat ini memang mirip seperti seekor anjing betina yang hendak kencing dipinggir jalan.
Dengan sebelah kaki terangkat keatas, tubuhku yang masih mengenakan pakaian seksi dan sepatu hak terguncang hebat kesana kemari mengikuti irama hentakan dari arah belakang.

Harus kuakui kalau persetubuhan dengan berbagai macam gaya yang ekstrim seperti ini membuat gairahku makin memuncak. Aku merasa benar benar tak berdaya dihadapan para pria haus seks tsb, menuruti semua keinginan mereka tanpa bisa melawan sama sekali, diposisikan seenaknya dan mengingatkanku pada kejadian kerusuhan belasan tahun lalu dikawasan pecinan yang sering diceritakan oleh orang tuaku, dimana banyak gadis muda tionghoa seusiaku yang katanya menjadi objek penjarahan para perusuh beringas yang menyerbu paksa toko dan rumah mereka. 

Tubuhku masih tersentak sentak dengan sebelah kaki terangkat keatas dan tenaga pria itu bukannya berkurang tapi malah semakin menjadi jadi. Sodokan sodokan penisnya terasa menancap begitu dalam diliang kemaluanku yang hangat dan lembab. Berulang kali dia menghujam keras tanpa aturan, kadang kontolnya dihujamkan kekiri dan kadang kekanan seperti ingin mencapai kenikmatan yang maksimal ketika sedang menggauli paksa seorang gadis chindo rumahan yang innocent seperti diriku.

Cukup lama pria kasar ini menyetubuhiku dengan posisi sebelah kaki terangkat seperti itu. Tangan kanannya mencengkram kuat pahaku yang dipaksa naik setinggi pinggang 
membuat liang kemaluanku makin terbuka dan memudahkan penisnya untuk menghujam lebih kasar dari sebelumnya.

Setelah bertahan cukup lama dari gempurannya akhirnya aku pun tak tahan lagi. Aaaaaangghh... Suara erangan panjang keluar dari mulutku begitu saja tanpa bisa dibendung. Lenguhan kenikmatan ini seolah ingin membongkar kepura puraan diriku yang menolak ketika sedang disetubuhi paksa oleh mereka.

Dalam sekejap tubuh putihku bergetar hebat dan kedua tanganku yang awalnya menumpuk diatas mesin cuci kini lemas tak bertenaga. Bagian atas tubuhku langsung ambruk dan buah dadaku terhimpit penutup mesin cucinya. Tak hanya itu satu kakiku yang menapak dilantai juga ikut bergetar dan seandainya kaki kananku yang dalam posisi terangkat tak dipegangi olehnya mungkin tubuhku sudah ambruk jatuh ke lantai.

"Sekarang lu udah gak bisa bohong lagi moy..
Badan lu aja udah keenakan kayak gini.. Haha.. Ejek pria yang memompa dibelakang.

Siksaan Kulkas Dua Pintu 

Melihat diriku yang sudah lemas didera kenikmatan mereka malah bersorak kegirangan lalu dengan seenaknya menyeretku kebagian lain yang ada di area elektronik tsb.

"Bawa kesini amoynya !! Kita entotin rame rame didekat kulkas aja.. Kata seorang pria paruh baya yang juga mengenakan seragam supermarket.

Dalam keadaan lemas pergelangan tanganku dicengkeram erat lalu diseret paksa menuju area lainnya yang dipenuhi jajaran kulkas berukuran besar dua pintu. Meskipun tubuhku setengah lemas tapi herannya mataku menyala penuh gairah liar seakan tak sabar melihat hal brutal apalagi yang akan mereka lakukan pada diriku. Dengan cepat aku diposisikan berdiri agak menunduk menghadap kulkas dua pintunya. 

"Buruan masukin kepalanya kesitu !! Amoynya pasti keenakan kalau diewe sambil kepalanya dijepit pintu kulkas !! Haha..

Saat itu bagian pintu atas kulkas sengaja dibuka lebar dan dalam sekejap kepalaku ditekan masuk kedalam lalu dijepit kuat di antara pintunya. Logam dingin menempel di pipiku membuat kontras tajam dengan panas tubuhku yang sedang terbakar gairah esktrim.

Tubuhku sengaja diposisikan berdiri condong kedepan sementara bagian perut dan dada menekan ke arah kulkas. Dari arah belakang seorang pria menekan lebih dalam lalu tangan kanannya kuat menahan pintu kulkas agar kepalaku terkunci dan tak bisa bergerak. Sementara tangan kirinya meraih dadaku dari belakang, meremas keras dengan ritme kasar, membuat buah dadaku yang kenyal terhimpit ke permukaan logam.

Plokkk.. Plokkk.. suara benturan buah pelir dan pahanya yang menghantam selangkanganku terdengar keras. Tubuhku tersentak maju kepengen membuat kepalaku makin tertekan masuk kedalam bagian atas kulkasnya. 

Lu suka ya diewe kasar kayak gini ?!! Lo pasti penasaran kan siapa yang lagi ngontolin dari belakang !! Haha..

Dengan posisi berdiri dan kepala dimasukan kedalam bagian atas pintu kulkasnya tentu saja aku tak dapat melihat orang yang sedang menyetubuhiku dari belakang. Aku hanya bisa merasakan kenikmatan yang kembali mendera tubuhku ketika satu persatu batang berukuran besar bergantian mengaduk aduk liang kemaluanku.

Dalam posisi berdiri pria itu terus menghujam dengan kencang. Penisnya seperti ingin mengobrak abrik semua yang ada membuatku mengerang erang keenakan tapi suaraku teredam oleh rapatnya pintu atas kulkas.

Pintu kulkas bergetar hebat tiap kali ditekan semakin keras. Engselnya berderit panjang, seolah tak sanggup menahan tekanan dari tubuhku yang terjepit. Kepalaku terkunci rapat di balik pintu atas, membuatku tak bisa berbuat apa-apa selain mengerang, tubuhku tertekuk di depan kulkas dingin sementara hentakan dari belakang terus mengguncang tanpa jeda.

Sambil dihujam tanpa ampun kemudian kedua tanganku ditelikung dan disatukan kebelakang dan hal ini tentu saja membuat diriku makin tak berkutik saja. Terjangan penis besarnya makin bertenaga menimbulkan suara kecipak keras yang keluar dari kemaluanku. Creepp... Creepp... Uuughh... Pria itu melenguh panjang sambil menghujamkan batangnya kuat kuat hingga melesak sangat dalam dan puncaknya diapun menumpahkan seluruh spermanya yang kental dan hangat hingga berkali kali.
Creettt... 

Sialan makin sange gue liat amoy dijepit kulkas kayak gini.. Kata pria lain yang menggantikan posisi temannya.

Dengan posisi kepala masih terjepit pintu kulkas aku merasakan batang itu dihujamkan dengan sangat kasar. Jleebb.. sodokannya terasa sangat dalam dan bertenaga membuat tubuhku tersentak kedepan membentur badan kulkas.

Tahan pintunya !! Kata pria itu yang kemudian mengangkat kedua pahaku keatas hingga terbuka mengangkang.

Tekanan pada pintu itu terasa begitu kuat hingga leherku terjepit kencang. Aku berusaha menahan pintu itu dengan kedua tanganku tapi pria lain malah ikut membantu memegangi tanganku yang kemudian diarahkan untuk menggenggam penisnya.

Udah moy nikmati aja.. bukannya lu suka dikasarin kayak gini.. Katanya sambil menggenggam tanganku untuk mengocok penisnya yang semakin lama makin keras seperti kayu.

Gaya persetubuhan kali ini terasa lebih berat bagiku karena dengan kepala yang dijepit pintu kulkas dan dengan kedua kaki tertekuk terangkat keatas dan dipegangi olehnya membuat diriku makin tak berdaya. Hujaman hujaman kasar penis pria itu seperti ingin menggedor dinding rahimku hingga luluh lantak.

Siksaan birahi yang kurasakan ternyata belum selesai karena kurasakan ada dua pria lain yang ikut bergabung dengan cara meremasi dan mengenyot enyot buah dadaku dari sisi kanan dan kiri. Tangan mereka nampak gemas dan sesekali memelintir kasar putin susuku lalu dilanjutkan dengan menyedotnya kuat kuat.
Uuuughhh... Aku hanya bisa meringis dan melenguh dan tak mengira kalau siksaan birahi ini membuatku semakin lupa diri.

Suaraku teredam pintu atas kulkas tapi tubuhku masih bisa menggeliat pelan seakan ingin menunjukkan betapa nikmatnya siksaan birahi ini.

Crott.. Croott.. semburan sperma hangat kembali kurasakan membasahi liang kemaluanku yang hangat dan lembab dan setiap kali penis itu ditarik keluar karena sudah mencapai puncaknya maka penis lain akan datang menggantikan posisinya. Bergantian mengaduk aduk liang kemaluanku tanpa henti sampai akhirnya suara lolongan panjang kembali keluar dari mulutku eeeenghh..... Aku mengerang hebat dan tubuhku mengejang tanpa henti karena tak berdaya menahan ledakan birahiku yang kembali mendera.

Parahnya mereka sengaja ingin mempermalukan diriku dengan cara tetap menjepit leherku dipintu kulkasnya sementara kedua kakiku yang jatuh menapak dilantai dibiarkan lemas tak bertenaga.

"Kalian liat tuh.. lonte cinanya sampe kelojotan begitu.. Haha..

Begitu pintu kulkas dilepas aku pun langsung merosot lemas kebawah. Tubuhku ambruk tak bertenaga dan terhempas kelantai supermarket yang dingin. Aku menggelepar gelepar diatas lantai keramiknya yang berwarna putih seperti seekor ikan yang kehabisan napas.

Bangun moyy.. masih banyak kontol pribumi yang mesti lu layani !! Bentak seorang pria sambil menjambak rambutku hingga kepalaku terangkat dari lantai.

Tanpa membuang waktu pria itu memposisikan diriku dengan gaya doggy diatas lantai. Tangannya membuka pintu bawah kulkas lalu mendorong kepalaku masuk kedalamnya. Bruuukk.. pintu kulkas itu kembali ditutup hingga leherku terjepit kuat dan tiba tiba sebuah hujaman keras mendobrak dinding kemaluanku. Sleeepp.. uughhhh.. gue jepit lu sampe mampus !! Bentaknya kasar yang suaranya samar terdengar olehku.

"Langsung hajar aja bro.. biar gue yang pegangin pintu kulkasnya !! Kata Temannya menawarkan bantuan sehingga pria itu dapat fokus menggenjot dari belakang.

Kedua sisi pinggangku dicengkeram kuat oleh tangan pria yang memompa dibelakang sementara pinggulnya mulai digerakan maju mundur kedepan dan kebelakang seperti sedang memompa sesuatu. Penis pria ini sepertinya sangat panjang meskipun ukurannya tak sebesar pria sebelumnya namun ujungnya yang menyentuh pangkal rahimku sudah cukup memberikan sensasi kenikmatan yang luar bias. Setiap kali dia menghujam kedalam maka kepala penisnya seperti mentok sampai keujung membuat mata sipitku jadi merem melek keenakan.

Dengan posisi kepala yang masuk kedalam pintu kulkasnya maka ekspresi wajahku yang sedang keenakan tak bisa terlihat oleh mereka sehingga aku bisa tetap mempertahankan statusku sebagai seorang gadis chindo rumahan yang lugu dan polos.
Padahal didalam sana ekspresi wajahku sedang merintih rintih keenakan bahkan hinanya aku sampai mendengakkan kepalaku keatas dan menjulurkan lidahku keluar seperti seorang lonte cina murahan yang haus kenikmatan.

Kurasakan pria yang memompa dari belakang kini memindahkan tangannya dari pinggangku. Kedua tangannya menelusup lewat bawah baju putih seksiku lalu meremas kasar buah dadaku sambil terus menghujam penisnya tanpa ampun. Bersamaan dengan itu remasan remasan kasar tangannya yang kekar membuat birahiku kembali meledak..

Aaaaaangghh... Terussss... Remas lebih kuaaattt... Hancurin badan lonte cina murahan iniiii... Jeritku didalam pintu kulkas sementara pantatku kugerakan maju mundur dengan irama menekan kebelakang berharap penisnya dapat menggedor kemaluanku hingga ke titik yang paling dalam.

Mendengar hal ini kemudian seorang pegawai lainnya ikut maju. Tangannya menekan bajuku dengan kuat agar makin menempel ke badan kulkasnya dan hal ini tentu saja membuat posisiku semakin terjepit dan tak berdaya.
Pria sebelumnya yang menahan pintu kulkas pun tak mau ketinggalan lalu meraih pinggulku dan menahannya agar setiap hentakan dari belakang dapat menghujam dengan kekuatan penuh.

"Oouuuuuuhhh... iiiiyyaaaaaa... Teeerusssss... sodddookkk lebiiihh kencanggggg... eenngghhh... Aku bener bener sudah tenggelam dalam lautan kenikmatan sehingga tak mempedulikan lagi tentang kehormatan dan harga diriku. Aku juga tak peduli lagi dengan semua perkataan kedua orang tuaku yang kerap memperingatkan diriku untuk selalu menjaga nama baik keluarga. Yang kuinginkan saat ini hanyalah kepuasan dan kenikmatan guna menyalurkan semua hasrat liar yang terpendam selama ini.

Semakin lama iraman sodokan penis itu terasa makin cepat. tubuh putihku yang masih mengenakan pakaian seksi namun sudah acak acakan tersentak sentak diatas lantai supermarket dalam posisi doggy sementara tekanan pintu kulkas makin kuat menjepit leherku.

Uuuuhhhh.. aku bener benar tak nyangka kalau permainan brutal yang dirancang oleh Raka bisa seliar ini. Meskipun awalnya aku melakukan semua ini dengan sukarela dan didasari oleh rasa penasaran namun aku juga merasa permainan ini seperti sebuah kejadian sporadis tanpa rekayasa sebelumnya dan hal inilah yang membuat gairahku makin meledak ledak. 

Perlahan akupun mulai menyadari kalau tubuh putihku kini terkunci dari segala sisi. Kepala terjepit pintu kulkas, bahu ditekan dan dipaksa menempel dilogam dingin, pinggul digenggam kuat dari belakang dan sepasang buah dadaku diremas tanpa ampun seperti sebuah barang jarahan ditengah kerusuhan.

Setiap hujaman kasar dari belakang membuat kulkas besar itu bergetar hebat seakan seluruh isi ruangan supermarket yang luas itu ikut menyaksikan amukan gairah mereka. Sayup sayup kudengar umpatan kasar kembali terdengar bersahutan berupaya menghancurkan harga diriku hingga ketitik yang paling hina.

"Lonte cina kek gini.. emang pantas dihina dan dihancurkan !! Biar dia sadar betapa rendahnya amoy dihadapan pribumi !! Kata pria yang meremasi buah dadaku.

Hentakan demi hentakan datang bertubi-tubi. Tubuhku berguncang hebat hingga rambutku makin berantakan menutupi wajah yang masih terjepit pintu kulkasnya. Aku merasa napasku makin tercekik saja namun ketidakberdayaan ini justru membuat eranganku makin kencang.

"Eehhh cinaa.. lonteeee.. lu pasti beloommm puassss kanan.. !! Sssssssst.... Lu mau ngerasaaainn kontoolll lebih banyaaak laaagii kaaann.. !!! Bentak pegawai supermarket yang sedang memompa penisnya dari belakang dan suaranya terdengar terengah-engah.

"Aaaaaakkkkkhhh.. iyaaaaaa.. aaakuuuu.. maaaaaauuu dihanccuuriinn.. aakuuu... mauuuuu ngerasaiiinn lebiiihh banyaaakkk laaaagiii.. Jeritku seperti menantang.

Satu demi satu pegawai bergantian menggencetku dikulkas dengan posisi yang sama. Saat itu ada yang menahan kedua lenganku keatas kulkas, ada yang menekan pahaku agar tetap terbuka bahkan ada yang mendorong punggungku dari belakang membuat tubuhku benar benar terkepung dari berbagai arah sekaligus.

Melihat kondisiku yang makin liar maka pria yang menekan pintu kulkas pun makin beringas lalu menggencet leherku lebih keras lagi dengan pintu kulkasnya hingga tubuhku menggeliat kehabisan napas.

"Anjirr.. maaaakin peret aaaja nih memek cinaaaa !! Geeeencet.. terus bro..  sampe amoynya meeeegap... megap.. Hahaa.. Kata pria yang memompa dari belakang karena sensasi kenikmatan yang dirasakannya makin menjadi jadi.

Rangsangan bertubi tubi di sekujur tubuh membuatku makin tak karuan. Aku merintih dan melenguh berkali kali dan tak lagi bisa menyembunyikan kenikmatan yang ada. Sampai akhirnya aku tak mampu menahan luapan gairah dalam diriku. Aaaannngghhhh... Aku melenguh panjang sambil mendengakkan kepalaku didalam kulkas. Dalam sekejap tubuhku yang putih mulus berbalut pakaian seksi bergetar hebat. Ketika genggaman mereka sedikit longgar, lututku langsung melemas dan roboh diatas lantai yang dingin dalam keadaan terengah-engah dengan tubuh masih bergetar liar.

Dilatih Jadi Bintang Bokep Murahan

Tubuhku masih lemas dan bergetar saat seorang pria gemuk yang belakangan diketahui bernama Burhan itu menyeretku menuju area elektronik lainnya. Di sana berderet televisi LCD berukuran besar dan cahaya layarnya membuat suasana terasa mencekam. Aku hanya bisa mengikuti langkahnya sambil menahan rasa takut yang semakin kuat.

"Kita bikin nih amoy jadi bintang bokep terkenal yang badannya bisa ditonton gratisan semua orang. Hehe..

Aku masih tak mengerti dengan apa yang mereka rencanakan selanjutnya tapi beberapa diantara mereka mulai terlihat sibuk menyiapkan peralatan perekam video yang kemudian disambungkan ke puluhan layar televisi besar yang ada disana.

"Beres bro.. semuanya udah siap nih. Acara pesmoy kayak gini emang sayang banget kalau gak diabadikan. Hehe.. Kata salah satu pegawai supermarketmya.

"Iya gue paham maksud lo semua. Tapi inget rekaman videonya jangan sampe tersebar keluar biar gak timbul masalah. Kata Raka yang sepertinya sudah mengatur semua kegilaan ini.

"Jangan Raka.. Aku gak mau direkam !! Nanti kalau keluargaku tau gimana ?!! Kataku melarang.

"Udah kamu tenang aja lus.. aku jamin semuanya bakalan aman kok. Lagian kamu juga gak mau kan kalau acara sebesar ini sampai dilupakan begitu saja. Nanti kamu bakal aku kasih rekamannya juga biar kamu keinget terus sama kejadian ini. Haha..

Selama ini ternyata Raka selalu diam diam mendokumentasikan setiap pesmoy yang ada. Awalnya dia hanya memanfaatkan hasil rekaman kamera cctv di minimarket tempat kerjanya namun lama kelamaan dia mulai sengaja merekam dengan peralatan yang lebih canggih guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Aku mulai sadar kalau semuanya terekam ketika menyaksikan secara tak sengaja sebuah video postingan di forum dewasa yang bukan hanya menampilkan fotoku saja namun juga beberapa rekaman video kejadian diminimarket beberapa waktu yang lalu. Beruntung Raka mengedit video itu terlebih dahulu sehingga wajahku tak terlihat dengan jelas namun dari penampilan badanku yang putih saja semua orang tentu sudah tau kalau gadis itu adalah seorang gadis amoy.

Bruukk !! Setelah diseret paksa kemudian
aku dihempaskan begitu saja diatas lantainya hingga jatuh menelungkup dan dengan kondisi pakaian yang sudah acak acakan.

"Nungging moy !! Biar gue hajar dari belakang !! Hehe.. Kata seorang Burhan yang badannya gemuk.

Bagaikan seorang budak yang selalu menuruti perintah tuannya. Aku pun tanpa sadar mengikuti perintahnya. Perlahan aku menaikan pinggulku keatas hingga posisi pantatku menjulang tinggi menantang kearahnya. Dengan posisi seperti ini maka rok mini yang kukenakan jadi melorot ke pinggang dan membuat pria gemuk itu makin beringas.

Sialan  !! Gak tahan gue liat amoy nungging kayak begini !! Kata Burhan sambil membuka celana hitamnya dan penisnya ternyata sudah mengacung tegak.

"Buset itu kontol gede banget bro.. udah kayak kontol kuda aja.. Haha.. Ledek temannya yang tak mengira kalau penis pria gendut tsb bisa sebesar itu karena dari mitos yang beredar dimasyarakat katanya kalau pria gendut biasanya burungnya kecil.

Burhan tak mempedulikan omongan teman temannya tapi tetak fokus pada diriku yang sedang menungging dilantai.

"Lu tau kan!! Amoy kalau udah nungging begini berarti udah siap buat digilir sama pribumi !! Plaaak !! Ledeknya sambil menepuk keras pantatku berkali kali.

Aku hanya bisa menungging pasrah sambil meringis ketika pantatku ditampar berkali kali olehnya hingga memerah. Saat itu aku juga melihat pria lain memegang sebuah kamera genggam ditangannya yang sudah terhubung kesemua layar televisi besar disana. Semua gambar dilayar menampilkan dengan jelas keadaan diriku yang sedang menelungkup dengan pantat menungging keatas siap untuk dinikmati semua orang.

"Sorot ke mukanya bro !! Biar ekspresi tampang cinanya yang klasik ini kerekam jelas waktu dijejelin kontol pribumi !!

Setelah berkata demikian kemudian pria gemuk itu langsung mendorong penisnya kedalam liang kemaluanku yang sudah basah dan lembab. Perlahan lahan kepala penisnya yang berbentuk seperti jamur membelah bibir kemaluanku. Jleeebb.. uuuuhh.. aku langsung meringis dan melirik kearah deretan layar besar yang ada didepanku. Disitu aku bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah orientalku sendiri yang meringis menahan nikmat ketika kemaluanku disodok sebatang penis pribumi yang ukurannya diatas normal.

Sialann !! Ekspresinya dapet banget tuh.. bener bener gak kalah sama bintang bokep profesional. Ledek seorang pegawai yang terus mengamati layar televisinya.

'Iyalah.. amoy mana yang tahan kalau udah dijejelin kontol segede gini. Kata Burhan bangga.

Disaat yang bersamaan Raka yang memegang smartphone ditangannya juga ikut mereka kejadian itu. Rupanya dia lebih tertarik untuk merekam proses penetrasi penis besar itu didalam kemaluanku dan langsung mempostingnya disebuah forum dewasa.

"Amoy pecinan tampang lugu dan innocent kena jarah. Kejadian Live langsung dari supermarket. Tulisnya dalam postingan video singkat tsb yang langsung dikomentari banyak anggota forumnya.

"Waduh gimana ceritanya huu.. amoy bisa kena jarah di supermarket. Udah kayak jaman kerusuhan aja.. Komentar anggota forum yang penasaran.

"Badan amoynya putih banget tuh huu.. memeknya pink lagi.. itu mah idamannya pribumi banget.. Haha.. Tulis komentar lainnya.

"Ngentotin amoy seksi kayak gitu mah mesti bawa pasukan huuu.. soalnya gak kuat kalau sendirian.. Komentar anggota forum lainnya.

Ketika Raka masih sibuk memposting video singkatnya yang membuat semua anggota forum penasaran, pria yang berlutut dibelakangku mulai memompa penisnya dengan irama yang beraturan. hujaman demi hujaman kurasakan makin cepat dan bertenaga, menggesek gesek setiap bagian sensitif yang ada dalam kemaluanku. Aku merintih sambil menatap kamera dengan wajah memelas seakan sedang menikmati setiap ketidak berdayaan yang ada. Gambar gambar rekaman dilayar televisi kali ini bukan hanya menampilkan wajahku saja namun seluruh tubuhku yang sedang menungging dan digenjot kasar oleh pria gendut tsb.

Oooughhh.. ini bener benar gilaaa.. gumamku dalam hati ketika membayangkan diriku yang menungging dilantai supermarket tengah digauli paksa oleh seorang pria gendut yang badannya seperti pemain sumo namun bertubuh gelap.

Awalnya pria itu memompa dalam posisi berlutut dibelakangku namun lama kelamaan dia sedikit menaikan badannya hingga setengah berdiri sambil kedua tangannya tetap mencengkram kuat pinggangku dari belakang. 

Pria gemuk itu terus menggenjot dengan irama yang beraturan. Wajahnya yang beringas mulai dipenuhi keringat dan napasnya semakin memburu namun semua itu tak menyurutkan niatnya untuk terus menyetubuhiku. Aku sadar posisiku saat ini memang terlihat sangat hina sekaligus menantang. Dimana seorang gadis cina seksi menungging pasrah dilantai supermarket yang dingin seolah ingin mengundang semua orang untuk mencicipi tubuh mulusnya.

Masih dalam posisi yang sama pria gemuk itu semakin meningkatkan kecepatan pompaannya. Tangannya makin kuat mencengkram pinggangku dari kedua sisi, pinggulnya menghentak penuh tenaga seolah ingin menghujamkan penisnya sedalam mungkin. 

"Cina seksi kayak lu emang kudu dibikin nungging kayak gini !! Buat dijadiin barang pajangan di supermarket !! Katanya sambil terus menghujam dari belakang.

"Aaaahhh.... Aaaaagghhh... Iiiiyaaaa paakk.. terseraaah bapaaakk.. ajaaaa.. uuuuuhh... Aakuuu maaauuu dijadiin apaaa ajaaa.. samaaa bapaaaakk.. 

Anehnya perlakuan kasar ini malah membuat gairahku semakin meledak. Tanpa sadar aku malah ikut memaju mundurkan pinggulku kedepan dan kebelakang guna menyambut setiap hujaman penisnya. Setiap kali penis itu dihujamkan dengan kasar maka aku pun mendorong pinggulku kuat kuat kearah belakang berharap batang itu bisa melesak lebih dalam lagi.

"Beneran moy lu mau dijadiin apa aja !!? Kalau gitu gimana kalau lu gue jadiin barang jarahan kerusuhan aja !! Biar semua orang bebas ngelakuin apa aja sama lu !!

"Iya pak.. cina seksi begini emang lebih cocok dijadiin barang jarahan !! Biar bisa diinjek injek kayak gini !! Haha.. Kata seorang pegawai yang berdiri disamping lalu dengan seenaknya menginjak kepalaku hingga terhimpit dilantai.

"Wahh emang udah gak ada harga dirinya lagi nih cina !! Mau maunya dijadiin barang jarahan kerusuhan sama kita !!  Ya udah kalau gitu kita kabulin aja permintaannya.. Kata pria yang memompa dari belakang lalu menghujam hujamkan penis dengan sangat kencang dan kasar seolah ingin menyiksaku.

Uuuughh... Uuuhhh.. kaaaalau.. baaaarang.. jaaa...rrrahan kerusuhan maaah... mesti dikasarin kayak gini moy ngewenya !! Katanya dengan wajah beringas dan penuh kebencian.

Entah apa yang terjadi dengan dirinya tapi setelah mendengar perkataan temannya tadi pria itu malah semakin bringas. Dalam waktu singkat irama pompaan penisnya yang semula lambat dan beraturan kini berubah secara drastis. Pria itu langsung menghujam hujamkan penisnya dengan sangat kencang dan kasar membuat tubuhku yang sedang menungging dilantai jadi tersentak sentak dan hampir roboh kesamping. 

Jleeeb.. Jleeeb.. uuuunnnghhh.. gue jarah nih memek cinaaa luuu... Ssssttt... Makanya jangan macam macam lu sama pribumiiii.. kalau udah kayak gini barru tauuu rasaaa luu.. Erangnya sambil terus menghujam tanpa ampun hingga akhirnya keluar suara erangan panjang dari mulutnya bersamaan dengan spermanya yang menyembur keluar didalam kemaluanku. Crottt.. Creett... Aaakkkkkhhh.... Aaaaarrgghh.... Amoy kayak lu eee...mang mesti dijadiin toilet pejuuu pribumiii.. uuuhh...

Setelah pria gemuk itu menuntaskan napsu birahinya yang sempat meledak ledak kemudian para pegawai yang lain ikut menggilir tubuhku dengan cara yang sama. Posisiku masih menelungkup dilantai dengan pantat menungging keatas, kepalaku masih diinjak oleh seseorang hingga terhimpit lantai keramik, rok miniku tergulung hingga kepinggang dan rambutku yang kecoklatan semakin acak acakan ketika penis demi penis menghujam secara bergiliran dari belakang.

Satu persatu anggota kelompok kecil itu mulai kelelahan dan tumbang membiarkanku tergeletak lemas dilantai dengan posisi pantat masih menungging. Aku mencoba bertahan dengan sisa tenaga yang ada sampai akhirnya aku melihat kelompok lain datang dari ujung lorong elektronik.

"Eehh liat tuh amoynya udah nungging dilantai !! Haha.. Kata salah satu dari mereka sambil menunjuk kearahku dari kejauhan.

Pelatihan Dimeja Kasir Supermarket 

Situasi kacau ini membuatku makin panik dan bersamaan dengan itu muncul sisi liar dalam diriku yang selama ini terkubur. Aku tidak mau menyerahkan diriku begitu saja karena rasa takut berubah menjadi dorongan untuk melawan. Aku justru ingin membuat mereka semakin beringas dan kehilangan kendali. Dengan sisa sisa tenaga yang ada aku memaksa tubuhku berdiri walau kaki terasa lemas dan kepala masih berputar. Tanganku gemetar saat merapikan pakaian sekedarnya hanya agar tidak menghambat langkahku saat bergerak. Napasku memburu dan dadaku terasa sesak namun aku tetap memaksakan diri untuk tetap fokus. 

Lalu tanpa berpikir panjang aku langsung berlari menuju area lain di dalam supermarket besar itu. Langkah kakiku terasa berat namun terus kupaksa bergerak sambil menembus lorong lorong panjang dan rak rak tinggi yang membatasi pandangan. Lampu lampu terang di atas kepalaku membuat mataku perih tetapi aku tidak berhenti. Aku hanya ingin menjauh dari tempat itu dan membawa mereka masuk ke situasi yang lebih kacau sesuai dengan keinginanku.

Karena aku tidak begitu paham dengan area di sana yang sangat luas maka dalam waktu singkat aku kembali terkepung oleh mereka. Langkah kakiku terhenti saat menyadari tidak ada lagi jalan yang jelas untuk kabur dan tubuhku sudah berada di bagian depan supermarket yang sepi. Tempat itu masih tutup karena masih dalam tahap renovasi sehingga tidak ada pelanggan dan tidak ada kasir yang berjaga. Lampu sebagian dimatikan dan hanya beberapa lampu kerja yang masih menyala redup sehingga bayangan rak dan meja kasir tampak panjang di lantai.

Di depanku berjajar deretan meja kasir yang sudah tidak aktif dan layar monitornya mati. Conveyor belt di atas meja kasir berhenti total dan dipenuhi debu serta sisa plastik pembungkus yang belum dibereskan. Sabuk karet itu terasa dingin dan kaku saat kusentuh dan di beberapa bagian terlihat noda bekas cairan yang sudah mengering. Di sekitar kasir ada kotak kardus dan alat alat renovasi yang diletakkan sembarangan sehingga lorong menjadi sempit dan sulit dilalui.

Di belakang meja kasir kulihat pintu rolling door besar di bagian depan supermarket sudah tertutup rapat. Besi bergelombang itu menutup seluruh pintu masuk dan terkunci dari dalam sehingga tidak ada celah untuk keluar. Suara di dalam ruangan terasa hampa dan setiap langkah kakiku menggema keras di antara dinding yang kosong. Bau cat dan semen baru tercium kuat di udara dan membuat kepalaku sedikit pusing.

Di belakangku mereka mulai mendekat sambil menyebar dan menutup setiap celah yang mungkin bisa kugunakan untuk meloloskan diri. Aku berdiri di lorong sempit antara meja kasir dan pembatas antrian yang sudah dipindahkan sebagian. Napasku semakin tidak teratur dan keringat dingin mengalir di punggungku. Tanganku mengepal lalu jariku menyentuh ujung conveyor belt yang dingin sambil mencoba menenangkan diri walau jantungku berdetak sangat cepat.

Aku menoleh ke kiri dan ke kanan mencari jalan lain namun yang kulihat hanya lorong kosong rak rak yang sudah setengah dibongkar dan area yang ditutup terpal. Situasi itu membuatku merasa benar benar terjebak di dalam bangunan besar yang sepi tanpa saksi dan tanpa jalan keluar.

"Buruan tangkap amoynya !! Nanti kita paksa dia ngangkang diatas meja kasir !! Kata seorang pegawai yang brewokan.

"Jangaann paak.. akuu udaaah gak kuaaat.. tolong lepasinnn akuu... Aku menjerit dan meronta ketika tangan tangan mereka kembali menjarah tubuh putihku.

Bukannya berhenti mereka justru bergerak cepat dan memaksaku maju ke salah satu meja kasir yang cukup panjang. Delapan orang mengelilingiku dari segala arah sehingga aku tidak punya ruang untuk bergerak. Beberapa berdiri di depan dan belakang sementara yang lain menutup sisi kiri dan kanan lorong sehingga setiap jalur kabur benar benar tertutup.

"Seumur umur gue belum pernah nonton bokep yang ceweknya diewe diatas meja kasir supermarket kayak gini. Kata seorang pria yang sejak tadi memegang kamera genggam profesional ditangannya yang sudah terhubung secara nirkabel ke semua layar televisi yang ada di supermarket besar tsb.

"Buruan moy nungging disitu !! Kata seorang pegawai yang wajahnya sudah dipenuhi napsu.

Tanganku didorong ke permukaan meja kasir yang dingin dan berdebu lalu tubuhku dipaksa menelungkup di atasnya. Permukaan meja itu terasa keras dan sedikit lengket karena sisa lem dan debu renovasi. Conveyor belt yang berhenti berada tepat di bawah dadaku dan rangkanya berderit pelan saat berat tubuhku menekan bagian tepinya. Kotak kardus dan alat alat renovasi di sekitar meja kasir terguncang ketika aku didorong sehingga beberapa benda jatuh ke lantai dan suaranya menggema.

Aku bisa merasakan delapan orang itu berdiri sangat dekat di belakang dan di sekelilingku. Napas mereka terdengar jelas di tengah suasana supermarket yang sunyi. Salah satu dari mereka menekan bahuku agar aku tidak bisa bangkit sementara yang lain berdiri siaga seolah memastikan aku tidak punya kesempatan untuk melawan. Lampu kerja di atas meja kasir memancarkan cahaya putih redup sehingga bayangan mereka tampak panjang dan bergerak pelan di lantai keramik.

"Sabar bro.. biar gue iket dulu tangannya. Raka kemudian melangkah ke belakang tubuhku dan meraih kedua pergelangan tanganku. Dengan gerakan cepat ia menarik kedua tanganku ke belakang lalu mengikatnya dengan kuat menggunakan tali yang entah dari mana ia dapatkan. Tali itu melilit pergelangan tanganku dengan kencang hingga kulitku terasa tertekan dan dingin. Aku mencoba menarik tanganku tetapi ikatan itu terlalu rapat dan membuat lenganku sulit digerakkan.

"Aaaarghh... Lepasin aku Raka..  kenapa aku diikat kayak gini !! Jeritku sambil meronta dan menoleh kebelakang.

"Udah jangan protes !! Anggap aja elu tuh enci enci seksi yang lagi belanja dimari. Lu gak perlu bayar pake duit tapi cukup bayar pake badan putih lu yang seksi ini. Haha.. Ledek Raka sambil menampar keras pantatku yang dalam posisi berdiri menungging dimeja kasir.

Jantungku berdetak sangat cepat dan keringat dingin mengalir di wajah serta leherku. Aku mencoba mengangkat kepala untuk melihat sekeliling namun posisi tubuhku membuat leher terasa kaku. Dalam keadaan seperti itu aku benar benar merasa terpojok di tengah bangunan besar yang sedang direnovasi dan tidak ada seorang pun yang bisa melihat apa yang sedang terjadi.

"Minggir lu semua.. biar gue yang duluan.. !! 

Setelah menekan badanku diatas meja kasirnya kemudian pria paruh baya bernama Sapto yang berdiri dibelakang menyingkap rok miniku keatas pinggang lalu dengan cepat menusukan penisnya kuat kuat. Jleeeb.. uuuhh.. bener bener gak nyangka gue. Ternyata memek cina bisa senikmat ini.. Katanya sambil menghujam dan menghentak hentakan pinggulnya dengan kuat membuat tubuhku yang berdiri menungging jadi terdorong kearah meja kasirnya.

Kedua tangan pria berkulit gelap itu diletakkan diatas pundakku, mencengkram kuat dan dijadikan pegangan. Badanku dihentak kuat dari belakang lalu ditarik lagi kearahnya. Begitulah seterusnya dan diulang berkali kali hingga tubuh putihku yang masih mengenakan pakaian seksi terlihat seperti boneka mainan ditangannya.


Ploookk.. Plokkk.. suara benturan pantatku yang beradu dengan selangkangan dan buah pelirnya terdengar keras diarea kasir supermarket tsb. Suara yang tak semestinya ada disana namun kini terdengar jelas dan membuat suasana disekitar makin tegang.

"Anjirrr.. nih amoy mukanya emang napsuin banget !! Kata pegawai yang merekam kejadian itu dengan kamera genggam ditangannya sehingga kejadian ini terlihat seperti sebuah siaran langsung yang diputar di seluruh ruangan supermarket.

Setelah direnovasi, ruangan supermarket itu memang terlihat lebih modern dan dilengkapi dengan banyak layar televisi promosi berukuran besar disetiap sudutnya ruangannya sehingga semua pegawai disana bisa menyaksikan secara langsung kejadiannnya. Tak hanya disudut ruangan saja tapi deretan display televisi yang sebelumnya sudah ada di area elektronik juga masih menampilkan gambar diriku yang sedang dikerjai habis habisan oleh para pegawainya.

Pak Sapto yang merupakan pegawai kebersihan di supermarket tsb bergerak makin cepat, semakin lama pompaan penisnya makin tak beraturan. Kadang lambat dan kadang sangat cepat seperti ingin mencari irama kenikmatan yang paling tepat untuk dirinya.

"Aduh… oooooh… erangku antara sakit dan nikmat. Meskipun sebelumnya aku sudah digilir sekelompok pria diarea elektronik tadi tapi persetubuhan brutal dengan kedua tangan terikat kebelakang ini masih menimbulkan rasa sakit yang sesekali datang mendera vaginaku, mungkin karena ukuran penis pria paruh baya ini yang lebih besar daripada rekan rekannya yang lain. Tapi aku juga harus mengakui kalau aku sudah bisa lebih cepat beradaptasi dan mulai mengimbangi genjotan pegawai supermarket ini.

"Hehe.. enak ya non dientot sama bapak.. tuh suaranya aja sampe merintih rintih kayak gitu.. Ledek pak Sapto yang usianya mungkin sudah mendekati kepala enam.

Setelah rasa sakit itu lenyap seluruhnya, aku pun mulai mendesah dan melenguh keenakan diatas meja kasirnya. Penis pribumi yang sedang mengamuk itu seolah menancap begitu erat sehingga ketika lelaki itu menarik sedikit batangnya keluar maka vaginaku yang menjepit penisnya ikut tertarik dan tubuhku terseret kebelakang.

Namun sebaliknya ketika penis itu menghunjam kedepan dengan penuh tenaga, rasanya vaginaku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya temannya tadi memang tapi masih keras untuk ukuran orang seumurnya Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang-awang.

"Gantian bro.. sekarang giliran gue.. kata pegawai lain yang menggantikan posisinya.

Hampir sama seperti pak sapto yang memompa dari belakang sambil berdiri. Pria bertubuh jangkung ini juga menggunakan cara yang sama tapi bedanya pria ini jauh lebih kasar. Sambil memompa tubuhku dari belakang, salah satu tangannya menjambak rambutku hingga kepalaku mendengak keatas.

"Buruan isepin tuh kontol !! Gue mau liat cina seksi nyeponging kontol pribumi !! Katanya sambil terus memompa dari belakang sementara temannya tanpa kusadari sudah berlutut diatas meja kasir berukuran panjang yang ada dihadapanku.

Hpmmmmm... Aku pun langsung menggumam panjang ketika penis yang sangat panjang itu dipaksa masuk seluruhnya kedalam mulutku. Dorongannya yang kasar membuatku tersedak dan kesulitan bernapas dan kedua tanganku yang masih terikat kebelakang membuatku tak berdaya untuk melakukan perlawanan.

"Heh !! Cina sipit !! Yang bener lu nyepongnya !! Lu harus bikin nih kontol muncrat di mulut lu !! Bentaknya sambil mencengkram kepalaku dengan kedua tangannya yang kekar lalu dengan seenaknya memaju mundurkan kepalaku dengan cepat dan kasar kearah selangkangannya.

"Haha.. boleh juga nih sepongan lonte cinaa. Jarang jarang kan ada amoy yang mau nyepongin kontol pribumi !! Katanya meledek sambil menggerak-gerakkan tangannya lebih cepat lagi sehingga kepalaku terasa seperti sedang dikocok kocok olehnya. Bergerak maju mundur kearah selangkangannya sampai wajahku terbenam seluruhnya.

"Iya bang. Kalau dibuat film bokepnya pasti laku keras nih. Apalagi kalau amoynya cakep, putih dan seksi kayak gini. Sahut temannya yang sering nonton bokep.

Dua pria yang berdiri disamping kanan dan kiri tak mau ketinggalan dan langsung ikut bergabung. Keduanya kompak meremasi buah dadaku dari arah samping, terkadang meremas kasar dan kadang memelintir puting susuku dengan gemas seperti peternak sapi yang ingin memerah keluar susu piaraannya.

"Moy.. kok elu mau sih diobok obok sama pribumi kayak gini.. biasanya amoy seksi kayak lu kan paling ogah deket deket sama pribumi. Apalagi yang pegawai rendahan kayak kita gini.

"Ssshhhh... Iii...iiya bang.. soooalnya aaakkku sukaa bangett baaaaca.. ceeerrita bokep amoy yang digituin rame rame sama pribuuumi. Jujur aja aku jadi penasaran kepengen nyobain giiiimana.. rasanya.. Jawabku dengan suara terbata bata dan napas yang terengah engah karena terus dipompa dari belakang.

"Hehe.. gue kira cuma kita aja yang suka baca cerita dewasa yang temanya gituan. Ternyata amoy kayak elu juga sering baca yeee.. pantes aja lu mau nyerahin diri kayak gini. Kata pria yang meremas buah dadaku dari samping kiri.

Pengakuanku ini sontak membuat para pegawai supermarket terkejut karena mereka sama sekali tak pernah menyangka kalau gadis chindo seperti diriku yang biasanya selalu tampil ekslusif dan tertutup dari lingkungan bisa memiliki fantasi seliar ini.

"Iya bro.. gue juga pernah baca cerita bokep amoy yang kena dijebolin sama tukang becak langgananya. Kalau gak salah namanya Ching Ching deh.. Kata temen gue yang jadi tukang becak di perapatan sih. itu cerita emang beneran pernah terjadi soalnya teman gue pernah ikut nyicipin amoynya. Haha..

"Waduh yang bener lu. Pantesan belakangan gue lihat tukang becak yang suka mangkal disamping supermarket tampangnya pada seger seger semua. Rupanya mereka punya mainan baru yee.. ngomong ngomong cakep kagak tuh si ching chingnya. Kalau cakep boleh dong gue ikut nyicipin badannya.. Haha.. Kata pegawai supermarket yang kumisnya seperti ikan lele.

"Kalau kata temen gue sih lumayan cakep. Anak kuliahan gitu.. tapi tampangnya masih lugu kayak anak sma. Coba lu baca baca lagi aja cerita bokepnya. Kata temen gue sih foto yang ada di cerita pake foto aslinya si ching ching tuh. Hehe..

"Aaaah.. yang bener lu. Masa iya pake foto aslinya. Terus gimana tuh nasibnya si ching ching sekarang. Apa masih jadi gundiknya tukang becak diperapatan jalan ?

"Kalau menurut gue sih masih yee.. lagian tukang becaknya mana mau ngelepasin begitu aja sih. Malah terakhir gue denger si ching ching selalu rutin ngadain acara imlekan bareng tukang becaknya. Gak kebayang kan lu amoy lagi pake baju cina digilir sama tukang becak didalam bedeng yang ada dikawasan kumuh. Haha..

"Bener kata elu bro. Soalnya gua pernah tuh dikirimin video rekamannya waktu si ching ching pake baju cina lagi diewe tukang becak diatas becaknya. Videonya sih singkat cuma cuplikan beberapa menit aja tapi isinya hot banget. Yang paling ngenes emang pas digilir diatas becak sih. Kalau gua perhatiin videonya tukang becaknya ada kali dua puluh orangan. Haha.. apa gak mampus tuh si ching ching !!

"Iya gue juga pernah nonton rekamannya. Abis digilir diatas becak terus si ching chingnya ditelanjangin kan terus dilemparin keatas tumpukan sampah. Secara kejadiannya kan dekat tempat pembuangan sampah akhir yang banyak pemulungnya. Haha.. emang sinting semua tuh tukang becak.

Cerita dan perkataan rasis mereka tentang gadis chinese muda tsb semakin membakar gairah dalam diriku. Aku mulai membayangkan gimana tubuh putih ching ching yang mereka ceritakan tadi sedang digilir para tukang becak dikawasan kumuh sampai merintih rintih keenakan. Oohh tentu rasanya sangat nikmat sekali. Pikirku.

Belum sempat aku berpikir lebih jauh tiba tiba pria yang menyetubuhiku dari belakang berhenti sejenak. Kedua tangannya yang tadi memegang pergelangan tanganku yang terikat kebelakang kini berpindah tempat kearah pahaku.

"Pasti elu ngiri sama si ching ching ya moy.. udah lu tenang aja.. kita yang ada disini juga bisa muasin lu kok.. Ledeknya sambil mengangkat kedua pahaku keatas sehingga kedua kakiku yang masih mengenakan sepatu hak jadi terangkat dari lantainya.

"Iya non. Bapak juga sanggup kok bikin non amoy kelojotan kayak si ching ching itu. Tapi kalau seandainya non penasaran yaa bapak sih gak keberatan buat bawa non ke gerombolan tukang becak itu. Tapi kalau memek non sampe lower jangan salahin bapak ya.. Hehe.. Kata Pak Sapto.

Tanpa membuang waktu lagi kemudian pria yang masih mengenakan kaos seragam supermarket itu mulai menghentak hentakan pinggulnya dari belakang. Jleeeb.. Jleebbb !! Uuuhh.. 

Dengan posisi badan yang terangkat melayang keatas seperti itu. Aku bener bener merasakan penis pria itu menghujam sangat dalam didalam liang kemaluanku yang sudah basah. Kedua pahaku dicengkeram kuat oleh kedua tangannya sementara bagian atas tubuhku menindih meja panjang kasirnya.

"Gimana moy.. enak kagak diewe pake gaya kayak gini ?? Atau elu mau gue ewe lebih kasar lagi.. Ledeknya sambil menghujam hujamkan penisnya dengan kecepatan penuh membuat tubuhku tersentak sentak keatas meja kasirnya.

Hentakan pria itu terasa kuat sekali sampai tubuhku terhempas hingga berkali-kali dan buah dadaku terhimpit besi mejanya. Seandainya saja kedua tangannya tak mencengkram kedua pahaku maka tubuhku mungkin sudah terlempar kearah depan dan jatuh dari atas meja kasirnya.

Menyadari kondisi ini maka pria yang tadi berlutut diatas meja kasir langsung merubah posisinya. Kali ini dia duduk mengangkang diatas meja kasirnya dan kepalaku dibenamkan diantara selangkangannya yang terbuka lebar. Kedua tangannya mencengkram rambutku dengan kuat sambil menekan nekan kepalaku agar penisnya bisa lebih dalam menyodok mulutku.

"Ini yang lu mau kan !! Kontol pribumi !! ayoo isepin sampe peju gue muncrat di tenggorokan lu !! Bentaknya dengan wajah garang.

Hmmmpm.... Aku kembali menggeliat dan menggumam panjang. Pria yang berdiri dibelakang makin kencang memompa penisnya sambil tetap mengangkat kedua pahaku naik keatas sampai kedua kakiku melayang diudara. Dua pria yang ada dikanan dan kiri kini berjongkok dilantai dan menyedot nyedot puting susuku dari bawah yang berguncang hebat karena hentakan dari belakang. Keduanya bagaikan seekor anak sapi liar yang sedang menyusu pada induknya, mulut mereka tak henti hentinya mengulum dan menyedot putingku yang mulai memerah bahkan terkadang mereka menjadi sangat gemas lalu menggigit puting susuku sampai aku menggeliat keenakan.

"Ayo bro.. siapa lagi yang mau disusuin sama amoy.. sini antri dibawah.. kata pria yang baru saja selesai menyedot nyedot buah dadaku yang sebelah kanan.

Ketika para pria itu bergantian menyusu pada diriku nampak pegawai supermarket yang sejak tadi memegang kamera genggam menyoroti wajah para pegawainya yang sedang merem melek keenakan menikmati susu gantung, sehingga wajah beringas mereka pun ikut tampil dalam layar layar televisi besar yang ada disana.

"Haha.. liat tuh tampangnya si Rifky yang lagi keenakan disusuin sama amoy !! Ledek pria yang menonton kejadian itu disebuah layar televisi besar yang ada disudut ruangan.

"Iya bro.. susu amoy emang enak buat dikenyotin rame rame sama pribumi. Sahut temannya yang sudah tak sabar menunggu giliran.

Tak terasa sudah lima orang pria yang bergantian menggenjot kemaluanku dari belakang dan anehnya tak satupun dari mereka yang mencapai klimaksnya. Kalau dari pengakuan mereka sepertinya mereka ingin berlama lama menikmati tubuh putihku diatas meja kasir supermarket ini. Mereka bener bener ingin mewujudkan fantasi mereka terhadap gadis gadis chinese 
berparas oriental dan enci enci seksi yang konon katanya sering belanja ditempat ini dengan pakaian seksi dan menantang.

Sssshhhh... Uuuughh.... uuuughhh.. aaakkhh.. meeeemek enciiii koookk.. bisaaaa enaaak beginiii siiih... Leggiitttt... ooooughh.. gue pejuiiiinn ya cikkkk memeeekknyaa.. erang seorang pegawai yang sedang menggenjot kemaluanku dari belakang yang sepertinya menaruh obsesesi tersembunyi pada enci enci seksi yang sering belanja disini.

Dalam waktu singkat penis pria itu pun langsung berkedut kedut dengan sangat kerasnya. Kedua tangannya yang mengangkat pahaku meremas kuat hingga kulitku jadi memerah. Creettt.. uuuuggh... Muncrat nihhh.. gueee.. katanya sambil menghentakkan pinggulnya kuat kuat hingga kejantanannya melesak sangat dalam sampai menyentuh pangkal rahimku.

Selang beberapa saat pria yang sudah lemas itu segera mundur kebelakang dan digantikan oleh temannya yang lain. Masih dengan posisi yang sama kemudian dia langsung menggenjot vaginaku dengan sangat kasar dan cepat. Jlreebb.. Jleebb.. Creepp.. suara bunyi kecipak terdengar keras ketika penisnya dipompa keluar masuk didalam kemaluanku. Dinding kemaluanku yang sudah basah masih menjepit batangnya dengan kuat seolah tak ingin penis itu ditarik keluar oleh pemiliknya. Aku bener bener tak bisa membohongi diriku lagi kalau permainan brutal yang dirancang oleh Raka di supermarket ini membuatku lupa diri. Aku ingin permainan ini terus berlanjut sampai semuanya puas dan seluruh liang ditubuhku penuh dengan sperma mereka. Aku mau jadi lonte cina murahan yang hina dan bebas direndahkan oleh siapa saja yang selama ini membenciku.

Pria ini melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tubuhnya sangat kekar dan penuh gairah membuat diriku tak berdaya dihadapannya. Bagaikan seekor kelinci putih yang lucu sedang dikoyak koyak oleh seekor serigala buas yang lapar.

Penisnya menerjang tanpa ampun kesegala arah. Kadang diarahkan ke kanan dan kadang kekiri seperti ingin mencari titik paling lemah dan sensitif dalam diriku yang sudah tak berdaya ini.

"Kayak gini nih rasanya kalau cina diperkosa sama pribumi !! Bentaknya sambil memompa kasar kemaluanku dari belakang sementara tubuhku masih terangkat dan melayang diudara dan mulutku disumbat penis lain yang sedang duduk mengangkang diatas meja kasirnya.

Hinaan rasis pria itu seperti bensin yang membakar gairahku hingga ke titik yang paling maksimal. Tubuhku terasa makin panas, gairahku meledak ledak dan napasku makin berat sampai akhirnya aku tak mampu lagi membendung ledakan kenikmatan yang ada. Dalam waktu singkat tubuh putihku yang masih berpakaian seksi bergetar hebat dan melejang lejang diudara dalam genggaman tangannya dikedua pahaku. Ooouugh.. aku melenguh panjang dan penis pegawai yang ada dalam mulutku langsung terlepas keluar. Kepalaku terhempas diatas meja kasir dan buah dadaku terhimpit besi mejanya. Bruuukk.. tubuhku melejang lejang selama beberapa menit dan pria yang menyetubuhiku dari belakang langsung menarik keluar penisnya dan melepaskan pegangan tangannya dipahaku hingga tubuhku menelungkup lemas diatas meja dengan kedua kaki menapak dilantai.

"Haha.. doyan diperkosa nih cina !! Yang model begini pasti senang kalau dibawa ke tengah kerusuhan !! Ledeknya sambil memperhatikan tubuhku yang masih bergetar diatas meja dan perlahan jatuh lunglai merosot ke bawah.

Iya bro.. muka cinanya klasik banget !! Yang kayak gini biasanya banyak di daerah pecinan !! Makanya sering jadi sasaran kerusuhan !! Haha.. Ledek pegawai supermarket lainnya.

Sebenarnya aku cukup bingung dengan mereka. Karena menurut sepengetahuanku Raka tak pernah bercerita tentang latarbelakang kehidupan asliku yang tinggal di pecinan demi menjaga privasi yang ada.
Tapi anehnya perkataan mereka seolah yakin kalau gadis chindo berparas innocent seperti diriku memang selalu bertempat tinggal dikawasan pecinan, membantu menjaga toko orangtuanya dan selalu diposisikan sebagai barang jarahan kerusuhan yang layak diperebutkan oleh massa anarkis.

Melihat tubuh putihku tergolek lemas dilantai tak membuat mereka puas. Dengan cepat dua orang diantaranya memapah tubuh keatas conveyor belt yang ada disamping meja kasirnya.

Naikin kesini amoynya !! Dia tuh gak lebih dari sekedar barang jarahan buat kita. Haha.. Kata pak Sapto yang sepertinya masih belum puas menikmati tubuh putihku.

Dalam posisi telentang diatas conveyor belt kemudian kedua tanganku kembali diikat dengan menggunakan seutas kabel printer. Kali ini posisi tanganku ditekuk dan disatukan dibelakang kepala sementara kedua pahaku dipaksa terbuka mengangkang dengan kedua pergelangan kaki dililit kabel hitam lainnya lalu diikat pada bagian bawah mesin conveyor beltnya.

"Elu mau ngerasain jadi barang jarahan kerusuhan kan moy !!  Hehe.. kata pak Sapto yang kemudian naik keatas conveyor belt dan mengambil posisi berlutut diantara kedua pahaku yang tertekuk dan terbuka lebar seperti orang sedang melahirkan.

Iii..iya pakk.. jadiin aku barang jarahan.. aku mauu diapain aja sama bapak.. entah setan mana yang merasuki pikiranku yang pasti aku malah dengan sukarela menawarkan diriku untuk dijadikan barang jarahan oleh mereka.

"Kalian dengar sendiri kan tadi. Amoynya minta dijarah sama massa !! Kalian semua mau kan jadi perusuhnya !! Haha..

Mauuu.. semuanya kompak menjawab lalu dengan seenaknya pak Sapto menghujam penis hitamnya yang berurat urat kedalam vaginaku. Jleebb.. 

"Anjirrr.. udah digilir massa. masih peret aja nih memek.. kayaknya memek cina emang dirancang buat dijebolin orang sekampung yaaa.. Puji pak Sapto yang kemudian memaju mundurkan pinggulnya seraya memompa liang kemaluanku.

Dalam posisi berlutut diatas conveyor belt kemudian pak Sapto mulai meningkat irama genjotannya. Penisnya yang panjang terasa menusuk nusuk sangat dalam hingga menyentuh pangkal rahimku. Agak sakit memang tapi kenikmatan yang kurasakan malah terasa jauh lebih besar dari sebelumnya.

Slebb.. sleebb.. penis itu menggesek gesek dinding kemaluanku dengan cepat. Rasanya sungguh nikmat sekali digenjot sebatang penis pribumi dengan ukuran sebesar ini. Hangat dan terasa seperti berdenyut denyut. Sambil terus menggenjot, kedua tangan pak Sapto yang sudah keriput ikut bergerak memainkan puting susuku. Terkadang dia memelintir dengan lembut dan penuh perasaan namun terkadang berubah menjadi sebuah pelintiran yang kasar dan kejam hingga membuatku menjerit.
 
Rupanya pak Sapto sangat pandai memainkan emosiku. Disatu sisi aku memang terlihat sebagai gadis chinese innocent yang lembut dan kalem namun disisi lain aku juga suka direndahkan dan diperlakukan kasar oleh para pria pribumi kasar yang selama ini sangat membenci keluargaku.

Sebenarnya dulu aku tak mengetahui hal ini namun pernah suatu kali mataku jadi terbuka lebar ketika mendengar secara langsung pembicaraan para buruh yang bekerja di toko beras milik orangtua sepupuku dikawasan pecinan.

Saat bekerja digudang mereka terlihat begitu sopan dan patuh pada majikannya namun siapa yang menyangka kalau dibalik itu mereka ternyata sangat membenci majikannya yang dianggap pelit dan hanya mau memeras tenaga meraka. Salah satu diantara pernah bilang kalau dia terpaksa kerja keras disana karena terhimpit masalah ekonomi dan punya banyak hutang.
Ada yang bilang katanya dia sakit hati dengan perkataan majikannya dan berniat untuk membalas dendam. Dan yang lebih menyeramkan lagi ada beberapa yang bilang akan menjarah toko majikannya kalau suatu hari terjadi kerusuhan lagi bahkan bukan hanya itu mereka juga berniat untuk menjarah istri dan anak gadis majikannya.

Ketika aku sedang membayangkan pembicaraan para buruh ditoko beras itu tiba tiba aku dikejutkan oleh suara pak Sapto yang berhenti memompaku.

Nyalain bro mesinnya !! Mumpung lagi di supermarket. Kita mesti nyobain ngewe pake alat ini.

Dalam waktu singkat deru mesin conveyor belt pun terdengar jelas. Perlahan lahan meja panjang yang menjadi tempatku berbaring telentang mulai berjalan pelan seakan ingin mendorong mengantarku ke ruang penyiksaan birahi.

Pak Sapto tak diam saja lalu kembali menghentak hentakan pinggulnya kedepan dan kebelakang. Aku bisa merasakan kalau hujaman penisnya kali ini jauh lebih dalam menjebol vaginaku. Mungkin hal ini dikarenakan tubuhku yang sedang terdorong pelan oleh gerakan mesin conveyor beltnya sehingga penisnya bisa melesak lebih dalam.

"Heeeuuh.... Gimaaaana non.. rasanya konttooll bapaaakk.. eeuuh... Enaaak kann..

Selama beberapa menit Pak Sapto terus menghujam hujamkan penisnya dengan kecepatan penuh seperti orang yang kesetanan. Tubuhku tersentak sentak dalam posisi telentang dengan kedua tangan terikat dibelakang kepala. Aku benar benar tak menyangka kalau persetubuhan dengan cara yang tak wajar seperti ini bisa mengantarku pada kenikmatan yang luar biasa. 

"Aaarrggh... Aduuhhh.. pelaaan pelaaan paaakk.. jangan kasar kasar genjotnya.. jeritku sambil mendesah desah.

"Salah sendiri.. kenapa non jadi cina putih sipit kayak gini.. ya wajar dong kalau sebagai pribumi bapak napsu sama kamu.. Hehe.. Kata pak Sapto menghentikan genjotannya tapi karena mesin conveyor itu masih berjalan maka penisnya masih tetap menancap kuat divaginaku.

Uuuhh... Please lanjutin paaakk.. Mendengar perkataan rasisnya gairahku kembali meledak. Aku menatapnya dengan ekspresi wajah memelas berharap dia akan melanjutkan aksi brutalnya tapi dia tetap tak bergeming. Tanpa sadar aku pun mulai menghentak hentakan pelan tubuhku kearahnya berupaya menekan penisnya agar kembali memompa kemaluanku.

"Kalian liat nih.. amoynya udah ketagihan kontol pribumi.. sekarang dia sendiri yang minta diperkosa sama pribumi.. Hehe.. Ledek pak Sapto sambil tertawa melihat kelakuan binalku.

"Ooughh.. pleaseee... Lanjutin paaak... Akuuuu mau ngerasain punya bapaak.. sssshh.. ujarku sambil menghentakkan pelan lagi pinggangku kearahnya sehingga penis pak Sapto terasa seperti dikocok.

Kalau sama bapak ngomongnya gak usah malu malu gitu non.. bilang yang jelas dong biar bapak gak bingung.. non mau ngerasain apaa.. ?!! Pancing pak Sapto sambil mengelus pipiku.

"Akuuu mau ngerasain kontol bapak kayak tadi.. Jeritku sambil menahan malu tapi semua rasa itu sudah tak kepedulikan lagi karena yang ada dipikiranku saat ini adalah bagaimana bisa melampiaskan semua hasrat liar dalam diriku.

"Ya udah kalau gitu coba non puasin bapak dulu.. pijitin kontol bapak pakai memek non..

Plokkk.. Plokk.. aku mencoba menghentakan tubuhku lebih keras lagi kearahnya dan anehnya pak Sapto malah sengaja diam dan tak mau menggerakkan pinggulnya.

"Eenngghhh.. please jangan diem aja paakk.. lanjutiinn.. erangku setengah memohon karena aku sudah tak tahan dengan ledakan gairah asing yang muncul secara tiba tiba.

"Ya udah.. Bapak bakal lanjutin ngewenya tapi non harus memohon dulu sama bapak.

"Paakk.. akuu harus bilang apaa..

"Bilang kalau kamu mau diperkosa massal sama pribumi !! Hehe.. Ledeknya.

"Aaaaakkhh.. iyyaaaa paaak.. aku mauuuu kayak gitu..

'Kayak gitu apaa.. ngomong yang jelas dong.. Katanya sambil merekam wajahku dengan smartphonenya.

"Iyaaa.. aakuuu mau diperkosa massal sama priiibumi.. engghhh... Kataku sambil menghentak kuat kearahnya dan kurasakan penis pak Sapto menyeruak sangat dalam dikemaluanku.

Setelah aku berkata demikian kemudian pak Sapto meremas buah dadaku dengan keras dan berkata pada teman temannya yang sedang menonton aksi bejadnya diatas conveyor belt tsb.

"Tuhh.. kalian dengar sendiri kan.. amoy sipit ini pengen diperkosa massal sama pribumi.. jadi malam ini kalian semua gak usah ragu lagi buat ngentotin nih cina sepuasnya. Haha..

"Haha.. kalau soal itu mah kagak usah diajarin bang. Lelaki mana sih yang gak napsu kalau ngeliat cina seksi ngangkang kayak gini !! Sahut pegawai supermarket lainnya yang sepertinya sudah tak sabar menunggu giliran.

Jika diamati dengan seksama, posisiku saat ini benar benar membuatku tak bisa bergerak sama sekali. Kabel hitam dari mesin printer itu mengikat pergelangan tanganku dengan erat di belakang kepala, terasa begitu dingin dan menusuk. Conveyor belt bergerak pelan di bawah punggungku, bajuku tersingkap dan kulitku menempel pada karet yang licin dan asing.

Pak Sapto yang wajahnya terlihat beringas dan dipenuhi kebencian kini sudah bersiap menghujamkan lagi batangnya. Dia masih berlutut di antara kakiku yang terbuka lebar. Napasnya berat, matanya gelap dan kosong, memandangku seperti aku bukan manusia tapi barang. Dia mendorong pinggulnya ke arahku, gerakan kasar dan berirama yang membuat seluruh tubuhku berguncang di atas sabuk yang bergerak itu.

"Lanjutin paaak.. suaraku hilang dalam deru sorak sorai para pegawai yang sedang berkumpul disana.
Dia hanya tersenyum lalu kedua tangannya yang besar mencengkeram pahaku, mendorongnya terbuka lebih lebar. Aku menutup mata, mencoba memisahkan pikiran dari tubuhku yang terpaku di atas sabuk berjalan itu, di tengah lorong supermarket yang sepi dan diterangi lampu neon yang menyilaukan. Setiap hentakannya adalah hitungan mundur, setiap tarikan napasnya adalah pengingat bahwa di luar sana, dunia terus berputar, sementara aku terjebak di neraka yang bergerak pelan ini.

Pak Sapto sepertinya puas sekali mendengar pengakuanku tadi lalu dengan wajah beringas diapun kembali menghentak hentakan pinggulnya dengan cepat sementara kedua tangannya digunakan untuk mendekap pahaku yang sedang mengangkang dihadapannya.

Jleebbb.. Jlebbb.. uuuunggh... Ketika pak Sapto masih memompa tiba tiba dua pria ikut bergabung.

"Ayo pak.. kita duain amoynya ehh.. tigain sekalian deh.. Katanya sambil naik mengangkangi tubuhku yang telentang pasrah diatas conveyor belt. Pria itu dengan seenaknya mengambil posisi duduk lalu menjepitkan penisnya diantara kedua payudaraku.

"Biar gue yang perkosa teteknya !! Elu perkosa mulutnya aja bro.. Kata pria itu yang mulai memaju mundurkan pinggulnya sementara tangannya digunakan untuk menjepitkan buah dadaku dipenisnya.

Tanpa basa basi kemudian pegawai yang satunya mengangkangi wajahku. Lalu menampar namparkan penisnya kepipi dan wajahku. Plokk.. Plokk.. buruan buka tuh mulut.. bentaknya sambil melotot.

Dalam posisi tak berdaya seperti ini aku hanya bisa menurut pasrah dan mengikuti semua perintah mereka. Perlahan kubuka mulutku dan Jleebb.. penis pria itu langsung ditancapkan dalam dalam hingga membuat mataku membeliak.

"Kayak gini nih tampang cina seksi keselek kontol !! Ledeknya sambil menekan penisnya lebih dalam sementara tangan kirinya yang memegang smartphone terus merekam ekspresi wajahku yang sedang membelalak karena dijejali paksa sebatang penis berukuran besar.

Diatas conveyor belt yang masih terus berjalan pelan itu tubuhku dikeroyok oleh mereka. Dibawah sana Pak Sapto semakin ganas menerjangkan penisnya divaginaku. Kontolnya yang hangat dan panjang menghujam tanpa henti seperti sebatang kayu yang sedang mengobrak abrik kemaluanku. Creepp.. Crepp.. bunyi kecipak akibat genjotan kasar penisnya terdengar makin jelas.

Pria muda yang mengangkangi tubuhku juga tak mau ketinggalan. Tangannya meremas dan menjepit kuat buah dadaku dari samping kanan dan kiri. Berupaya menjepit penisnya lebih kencang di antara kenyalnya payudaraku, kurasakan ujung penisnya menyentuh daguku dengan setiap gerakan. Pria berbadan kekar yang ketiga yang mengangkangi wajahku, mendorong lebih dalam penisnya ke mulutku hingga aku tersedak.

Sekelilingku, di lorong-lorong supermarket yang redup, bayangan para penonton bergerak. Aku mendengar suara desahan, tertawa rendah dan bunyi mesin kasir yang masih berdengung karena sengaja dinyalakan. Lampu neon berkedip di atas, menerangi wajah-wajah tak dikenal yang menyaksikan setiap kehinaan ini. Conveyor belt terus bergerak namun tubuhku tertahan dan terkunci oleh mereka. Sampai akhirnya mereka mengendurkan tahanan dan membawaku perlahan melewati pemindai harga, seolah-olah aku hanya barang lain yang menunggu untuk dibayar dan dibawa pulang. Napasku tersengal, tercampur rasa sesak dan rasa putus asa. Ini bukan lagi sekadar khayalan; ini adalah pertunjukan nyata dan aku adalah pemain utama yang tidak bisa menghentikan permainannya.

Pria yang memompa mulutku makin beringas. Gerakannya makin cepat dan penuh tenaga. Aku tersedak dan tak terasa air mata mengalir deras. Meskipun aku tahu ini adalah sebuah permainan namun naluriku sebagai seorang wanita normal tak bisa ditutupi.

Napasku terputus-putus di antara setiap dorongan brutalnya ke dalam kerongkonganku. Dia tak peduli. Tangannya yang besar menekan kepalaku dengan kekuatan penuh, memaksaku untuk menelan penisnya lebih dalam dan lebih cepat. Aku bisa mendengar dengus nafasnya yang berat di atas kepalaku, bercampur dengan suara kecipak basah yang memalukan yang keluar dari mulutku sendiri.

Rasanya seperti mau tenggelam. Setiap kali aku berpikir dia akan berhenti, pria kasar itu justru menancapkan jari-jarinya lebih dalam ke rambutku yang sudah kusut, menarik kepala ku mundur hanya untuk kemudian mendorongnya kembali dengan kekuatan penuh. Ada sesuatu yang liar di matanya saat aku melirik ke atas, itu bukan sekedar nafsu tapi sebuah kendali yang mutlak. Aku cuma alat baginya. Dan alat harus digunakan sampai habis.

Gerakannya menjadi berirama yang kejam, sebuah mesin yang tak kenal ampun. Aku menutup mata, berusaha memisahkan pikiran dari tubuh yang terasa bukan milikku lagi. Tapi setiap sentakan, setiap desahan kepuasan yang keluar dari bibirnya, mengikatku erat pada realitas yang memuakkan ini. Dia akan terus begini, aku tahu, sampai dia puas. Dan kepuasannya terasa tak berujung.

Pria yang memompa mulutku bergerak makin cepat, kedua tangannya terus memaju mundurkan kepalaku dengan kasar sampai akhirnya keluar suara erangan panjang dari mulutnya. Oooughhh.. telan pejuuu gueee cinaaa !! Abisiinn semuaaaanyaa.. uuuuhhh..
Creett.. Erangnya sambil mengumpat rasis yang membuatku makin terbakar gairah.

Dalam waktu singkat spermanya pun menyembur keluar sampai berkali kali. Croott.. Crett.. Cairan kental yang hangat itu membanjiri mulutku dan kemudian mengalir turun membasahi kerongkonganku.

Aku mencoba melepaskan penis itu dari mulutku karena aku sudah tak tahan dengan aromanya yang menjijikan. Namun pria itu malah menekan belakang kepalaku lebih kuat sehingga wajahku terbenam diselangkangannya.

"Biar mampus keselek kontol nih cina !! Haha.. Umpatnya sambil tetap menekan kepalaku dengan kedua tangannya.

Setelah temannya selesai melampiaskan napsu kemudian pria yang menjepit penisnya diantara buah dadaku mempercepat pompaannya. Pinggulnya bergerak cepat sekali, menyentak dan mendorong tanpa aturan seperti mesin rusak.

Aku merasakan setiap hentakan kasar itu, kulit penisnya yang panas bergesekan dengan buah dadaku yang memar. Mata sipitku kembali berkaca-kaca tapi tak bisa menangis karena sejak awal aku yang menginginkan semua penghinaan ini.

Tak lama kemudian pria itu mendesah keras uuuunghh..  tubuhnya yang masih dalam posisi duduk menindihku diatas conveyor belt tiba tiba kaku sejenak sebelum akhirnya dia sedikit maju kedepan dan mengarahkan penisnya tepat diwajahku. Crott.. Creet... kurasakan cairan lengket dan hangat menyembur keluar berkali kali membasahi wajahku. Aku terkejut dan reflek menutup kedua mataku namun Plakkk !! pria itu malah menamparku.

"Buka mulut lu !! Isepin kontol gue sampe bersih !! Bentaknya dengan wajah garang.

Aku kembali membuka mataku dan mengulum penisnya tanpa ragu. Suara paraunya bener bener terdengar seperti perintah yang tidak boleh dibantah. Disaat yang bersamaan tangan kiri pria itu mulai mencengkram kepalaku dari belakang lalu mendorongnya maju mundur sementara tangan kanannya digunakan untuk menjejalkan penisnya dimulutku.

"Ini yang lu mau kan moy !!? Jadi budak kontolnya pribumi !! Katanya sambil menekan batangnya lebih dalam kemulutku sampai mataku membeliak.

Melihat kedua temannya sudah tumbang duluan membuat Pak Sapto yang sedang memompa kemaluanku jadi tambah beringas. Kedua tangannya segera menekan kedua pahaku yang sejak tadi sudah diposisikan terbuka mengangkang diatas conveyor belt dengan masing masing pergelangan kaki yang terikat kuat kebagian bawah mejanya.

Plokkk.. Plokkk.. Plokk.. penisnya yang berurat urat menghantam keras vaginaku, bergerak maju mundur dengan cepat dan tak beraturan seperti para perusuh beringas yang sedang berebutan menjarah isi toko ditengah kerusuhan kota.

Aaakkkkhh... Aaaaaarrgghh... Ssshhhh.. Gueee jarah nihhh memek cinaaa lu... Heuuuuhh.. rasain nih kontol priiiibumi... Umpatnya sambil terus menghujam hujamkan batangnya yang semakin lama semakin keras saja.

Tubuhku yang masih terikat telentang diatas conveyor belt ikut tersentak sentak akibat hujaman kasarnya. Aku mencoba merapatkan kedua pahaku guna melakukan sedikit perlawanan namun tangannya malah semakin kuat menahan kedua pahaku agar tetap dalam posisi terbuka lebar mengangkang.

Jleebb.. Jlebbb.. penis pak Sapto makin kencang menggedor vaginaku, bahkan saking kencangnya sampai sampai getarannya kurasakan hingga ke pangkal rahimku. Terasa sedikit sakit dan perih tapi lama kelamaan semua itu tergantikan dengan kenikmatan yang tiada taranya.

Arrghh... Udaaaaah.. paaakk.. ampuunn.. aku mengerang dan merintih rintih dihadapannya berharap memperoleh sedikit belas kasihan darinya namun yang terjadi pak Sapto malah tambah bringas. Dia makin cepat menghujamkan batangnya dan beberapa saat kemudian kedua tangannya malah berpindah posisi kearah buah dadaku yang sedang terguncang hebat akibat hentakannya. Kedua payudaraku langsung diremas kuat olehnya seperti seseorang yang sedang kesetanan dan ingin menghancurkan sesuatu. Tak cukup dengan hal itu lalu pak Sapto menggunakan dua jemari tangannya yang hitam legam untuk memelintir puting susuku dengan keras hingga aku meringis kesakitan. Aarrghhh... Jangaaann dipelintiiiirrr.. paakkk.. sssshhhh... Aduuuhhh.. aku kembali menjerit menerima siksaannya namun dibalik itu aku sedikit heran karena ternyata aku juga menikmatinya.

Ketika aku sedang digenjot habis habisan oleh pak Sapto diatas conveyor belt yang sudah berhenti itu tiba tiba ada seorang pegawai tua lainnya yang mendekat sambil membawa smartphonenya.

"Non amoy mau gak nyobain diikat ngangkang dibecak kayak gini. Hehe..

Aku pun melirik kearah layarnya dan kulihat ada seorang gadis chinese muda yang mungkin seusiaku dengan memakai cheongsam seksi berwarna merah sedang diikat dalam posisi duduk mengangkang diatas sebuah becak lusuh dan para tukang becak nampak berdiri antri didepannya. Apakah itu Ching Ching ? Gadis muda yang dibicarakan oleh mereka sebelumnya ? Batinku bertanya tanya.

Cuplikan video singkat tapi cukup membuatku bergidik ngeri saat melihatnya. Bagaimana tidak, seorang gadis chindo berkulit putih seperti porcelen dan dengan parasnya yang cantik dan innocent nampak begitu tak berdaya ketika digilir habisin habisan oleh para tukang becaknya dan mirisnya hal ini dilakukan disebuah lapangan terbuka yang menjadi tempat penampungan becak. Sungguh mengerikan.

Direkaman video itu Ching Ching nampak tak berdaya sama sekali menghadapi kebrutalan para tukang becaknya yang kutaksir mungkin sekitar dua puluh orangan. Kedua tangannya yang diangkat keatas nampak disatukan dan terikat dibagian atap becaknya yang bagian dalam sementara kedua kakinya yang jenjang dipaksa naik terbuka mengangkang lalu diikat pada besi pegangan bagian depan becaknya.

Seorang tukang becak yang masih mengenakan kaos namun sudah tak mengenakan celana, terlihat masuk kedalam becak lalu menggauli gadis itu dalam posisi merunduk sambil kedua tangannya yang hitam legam mencengkeram kedua paha ching ching dengan sangat kuat. Awalnya aku menduga kalau gadis itu sangat menderita sekali ketika diperlakukan tak manusiawi seperti itu tapi ternyata perkiraanku salah. Diawal cuplikan video, ching ching memang sempat meronta dan melawan ketika diseret masuk kedalam becaknya, namun anehnya dibagian lain gadis itu malah terlihat seperti merintih rintih keenakan ketika kemaluannya digenjot kasar secara bergiliran oleh para tukang becaknya. Apakah ching ching juah sudah ketagihan seperti aku ?!! Batinku kembali bertanya tanya.

Ketika sedang membayangkan kengerian itu tiba tiba aku dikejutkan oleh sebuah hentakan yang sangat keras dikemaluanku. 
Rupanya pak Sapto kembali menghujam hujamkan batangnya dengan cepat. Tubuhku terus terguncang, punggungku menghantam papan mesin conveyornya berulang kali setiap kali pinggulnya menubruk keras dari atas. Kedua kakiku masih dalam posisi terbuka mengangkang, dengan masing masing pergelangan kaki terbelenggu kabel hitamnya. Aku berusaha meronta tapi ikatan kabel hitam di pergelangan kakiku terlalu kuat, membuatku tak bisa menggerakan kaki walau sedikit.

"Elu tuh gak beda jauh sama si ching ching. Pura pura polos tapi aslinya doyan digangbang sama pribumi !! Ledek Pak Roy yang berdiri disamping meja conveyor beltnya.

Rupanya pak Sapto akan segera mencapai klimaksnya. Penis besarnya bergerak makin liar dalam vaginaku, bergerak cepat seperti piston mesin diesel yang terbuat dari besi. sampai akhirnya diapun melolong panjang diiringi dengan semburan lendir hangatnya didalam kemaluanku.  Uughhh... guuuue pejuiiiinn luuu kayak... si ching ching !! Creett... Croott.. ooughh.. wajah pak Sapto yang memerah nampak puas sekali ketika air maninya menyembur keluar membanjiri liang kewanitaanku. Bahkan saking banyaknya cairan kental itu sampai sampai mengalir keluar membasahi papan conveyor beltnya saat penisnya ditarik keluar.

"Haha.. ternyata nikmat juga ya ngecrot di memek cina !! pantes aja tuh tukang becak kagak mau ngelepasin si ching ching. Hehe.. Gumam pak Sapto sambil berusaha turun dari atas meja conveyor beltnya.

"Haha. Jangan salahin tukang becaknya terus bang. Emang dasar si ching chingnya aja tuh yang udah kecanduan kontol pribumi. Buktinya hampir tiap Minggu dia selalu datang nyerahin dirinya ke pangkalan becak. Kata seorang pegawai yang temanya menjadi tukang becak diperapatan jalan.

"Iyeee gue juga heran sih. Kenapa ya amoy kalau udah digituin rame rame sama pribumi malah jadi ketagihan. Soalnya udah banyak banget kejadian kayak gitu. Kata pegawai supermarketmya lainnya.

Belum selesai penderitaanku tiba tiba pak Roy yang merupakan supervisor di supermarket itu datang mendekat dan melepaskan semua ikatan pada tangan dan kakiku. 

"Kita pindah kesitu aja. Biar kita semua bisa ngentotin lu sambil keliling supermarket !! Katanya sambil menjambak kasar rambutku menuju sebuah area yang dipenuhi troly belanja yang terbuat dari besi.

Dengan langkah tertatih karena masih mengenakan sepatu hak, aku pun mencoba bertahan mengikuti semua permainan ini. sepanjang perjalanan menuju area yang baru aku berusaha merapikan rambut dan pakaian seksiku yang sudah acak acakan akibat persetubuhan diatas meja kasir tadi.

"Ikat tangannya disitu !! Perintah pak Roy kepada anak buahnya.

Kali ini aku diposisikan berdiri dibelakang troli supermarket berukuran sedang. Kedua tanganku berpegangan pada besi dorongannya yang ada dibagian belakang lalu masing masing pergelangan tanganku diikat dengan menggunakan seutas rantai besi kecil yang sudah berkarat 

"Paakk... Aaaaaa..aaaku mau diapain lagii.. tolonggg jangan kayak gini.. tanyaku dengan wajah memelas.

"Udah gak usah banyak tanya. Lu datang kesini emang buat dijadiin maenan sama kita kan.. Sahut pak Roy.

Entah apanya yang ada dibenak pak Roy sehingga mengikatku di troli besi seperti ini tapi yang pasti permainan brutal ini masih belum selesai.

"Buruan jalan !! Dorong tuh troli.. anggap aja elu tuh enci enci seksi yang lagi belanja dimari. Kata pak Roy mengutarakan obsesi terpendamnya.

Bila dilihat dari lokasinya supermarket besar ini memang berada di kawasan perumahan elite yang sangat dekat dengan pesisir pantai. Deretan rumah mewah dan berbagai fasilitas eksklusif membuat kawasan ini identik dengan gaya hidup kelas atas. Namun ada juga yang memandang kawasan perumahan ini dengan sikap sinis karena dianggap terlalu tertutup dan hanya dihuni oleh kelompok etnis tertentu saja. Bahkan sebagian orang menyebutnya sebagai negara dalam negara karena perbedaannya sangat mencolok dengan lingkungan di sekitarnya.

Dalam keadaan lemas akupun berusaha mendorong troli belanja itu melewati lorong lorong supermarket yang ada dan ketika sampai di sebuah lorong makanan pak Roy menyuruhku berhenti.

Brenti dulu moy !! Gue mau ngentotin lu disini !! Kata Pak Roy yang memposisikan dirinya berdiri dibelakangku.

Aku menoleh kebelakang untuk memastikan apa yang akan dilakukan olehnya dan ternyata pria itu sedang membuka celananya sendiri.

'Daridulu gue sange banget kalau liat enci enci seksi yang lagi pada belanja disini. Dari penampilannya aja gua yakin kalau tuh enci enci emang pada sengaja pengen mancing mancing pegawai pribumi dimari buat ngontolin mereka. Kata Pak Roy yang mulai menerka nerka karena sebagian besar wanita yang belanja disana memang berpenampilan seksi dan modis serta berasal dari kalangan atas.

Iya pak.. dulu saya juga pernah tuh disuruh bantuin ngangkat barang belanjaan ke bagasi mobilnya pelanggan. Eehh pas sampe diparkiran yang sepi, si encinya yang pake tantkop malah kayak sengaja jatuhin kunci mobilnya depan saya. Waktu dia pungut kuncinya kebawah kan otomatis teteknya jadi keliatan. Hehe.. Kata pegawai yang bernama udin bangor.

Trus lu apain din si encinya ?!! Tanya pak Roy penasaran.

Yah saya ngak apa apain lah pak.. palingan cuma saya liatin aja tuh teteknya si enci dari belahan bajunya. Abis itu malamnya baru saya coliin dikontrakkan. Hehe..

"Emang goblok lu din !! Udah dikasih kode yang jelas kayak gitu malah planga plongo. Kalau gue jadi elu pasti udah gue bekep tuh si encinya, terus gue seret sambil gue paksa nungging dibelakang bagasi mobilnya. 
Mumpung parkiran lagi sepi tinggal lu singkap aja rok mininya trus genjot dari belakang kayak gini. Katanya sambil mencontohkan dengan menyingkap rok miniku keatas pinggang lalu dengan kasar menusukan batangnya kedalam vaginaku. Creeepp... Uuunnghh..

Tusukan kasar yang dilakukan secara tiba tiba dari arah belakang itu membuat mata sipitku langsung membeliak. Kuakui batang pak Roy memang sangat besar dan panjang sehingga membuat kemaluanku yang sudah basah jadi terasa penuh sesak.

Aku tak menyangka kalau dibalik wajah pak Roy yang sangat berwibawa dan bertanggung jawab ternyata menyimpan napsu terpendam terhadap gadis tionghoa seperti diriku ini. Kalau diperhatikan dari omongannya yang selalu bernada rasis dan cabul tentu sudah bisa ditebak kepribadian nya seperti apa.

Tanpa membuang waktu lagi pak Roy pun mulai menghentak hentakan pinggulnya dari belakang. Dengan posisi berdiri sambil mencengkram kuat kedua sisi pinggangku kemudian dia menghujam hujamkan batangnya yang keras seperti kayu kedalam vaginaku.

Jleebb.. Jlebbb.. sssssshhhh... Gilaaa.. nikmaaat.. banget nih memeekk... Bener bener beda jauh sama punya bini gue dirumaaaahh.. Lenguh Pak Roy yang pada dasarnya memang doyan ngewe.

Dengan posisi badan yang berdiri menungging serta kedua pergelangan tangan terikat pada pegangan troli besinya, aku tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa pasrah ketika lelaki paruh baya itu menyetubuhiku dengan kasar dari belakang.

Uuuuuhhhh.. ini yang lu mau kann moyy..  Diikat.. direndahiiin.. dan digilirrr saamaa pribumiiii... Desisnya di telingaku, napasnya terasa panas membakar kulit leherku. Tangannya makin kuat mencengkeram pinggulku sementara tubuhku kekarnya menekanku lebih dalam.

Aku bisa mendengar suara troli yang berguncang dan berderit-derit, rantai besi kecil pengikat di pergelanganku juga berdentang kasar mengikuti hentakannya.

Pak Roy terus menghujam dengan cepat seperti ingin mengejar suatu kenikmatan yang sudah lama diidam idamkan olehnya. 
Selama beberapa saat penisnya menghujam tanpa henti dengan irama yang tak beraturan, kadang lambat dan kadang cepat namun semua gerakannya tak pernah membuatku kecewa.

Semakin lama deru napas pak Roy semakin cepat yang menandakan dirinya akan segera mencapai puncak. Lalu satu erangan panjang dan dalam keluar dari mulutnya.. eeennghhh.. Crooot.. cairan lendir hangat pun kembali membanjiri liang kemaluanku dan mengalir turun kebawah paha.

Pak Roy nampak puas sekali karena sudah berhasil mewujudkan keinginannya untuk menyetubuhi seorang gadis chindo seksi seperti diriku. Apalagi hal ini dilakukan dengan cara yang tak wajar dan ditempat yang tak semestinya.

Dengan napas yang masih tersengal kemudian pak Roy membenamkan wajahnya di bahuku, tubuhnya bergetar hebat. Aku bisa merasakan setiap ototnya mengencang lalu perlahan-lahan mengendur.

Plakkk !!! Buruan jalan.. lu datang kesini mau belanja kan.. ?!! Bentak pak Roy sambil menampar keras pantatku.

Pak Roy yang sudah mundur kebelakang lalu memaksaku kembali berjalan di lorong supermarket sambil mendorong troli besinya. Setelah melewati beberapa lorong supermarket yang panjang dan dipenuhi barang kemudian pak Roy menyuruhku untuk berhenti.

"Hehe.. nih amoy emang gak ada puasnya.  Gimana kalau kita lanjutin disini aja.
Kalian liat sendiri kan disini banyak barang barang yang bisa bantu muasin dia.. Kata Pak Roy dengan ekspresi wajah yang dipenuhi berbagai macam rencana busuk.

Aku mencoba mengamati keadaan sekitar untuk memahami apa maksudnya. Dan ternyata aku tengah berhenti disebuah lorong supermarket yang dipenuhi berbagai macam produk yang dikemas dalam botol mulai dari kecap sampai botol sirup dari berbagai macam ukuran.

"Aaaakkhh.. Tidak... jangan... !! Jeritku panik yang mulai sadar dengan rencana busuk mereka namun dalam keadaan kedua pergelangan tanganku yang terikat pada pegangan troli besi ini membuatku tak bisa lari kemana mana.

"Tenang non.. kita coba puasin lu pake kontol dulu aja ya.. nanti kalau non masih belum puas juga baru kita pake semua barang barang yang ada disini. Hehe.. Kata seorang pak Roy sambil cengengesan.

"Iya pak.. kita coba kayak adegan yang ada di film bokep aja. biasanya kalau di film kan pakai timun kalau nggak terong tapi disini kita pakai botol kecap aja. Haha.. Sahut pegawai supermarket yang bekerja dibagian gudang.

Mendengar perkataan yang mengerikan itu suaraku langsung tercekat. Aku ingin menjerit sekuatnya tapi urung kulakukan karena takut meraka akan bertambah beringas. 

"Jangaannn.. paaakk.. pleaseee... Jangaaan pakeeee gituuuann.. akuuu gaaakk mauuu.. kataku sambil menggeleng pelan dan memasang ekspresi wajah memelas agar dikasihani.

Dengan keadaan tangan yang terkunci erat pada pegangan troli supermarket yang dingin nampaknya aku tak bisa berbuat banyak untuk menolak keinginan mereka namun aku tetap berharap mereka akan membatalkan niatnya.

Beberapa saat kemudian aku merasakan kain rok miniku disingkap keatas dengan posisi tubuhku membelakangi pria itu yang bayangannya menutupi cahaya lampu neon toko yang redup.

"Udaaahh pakk.. cukuuupp.. tolong hentikaann... Akuuu gaaaak mauuu lagi..

"Udah gak usah pura pura nolak. Puting lu aja masih keras kayak gini.. sebenarnya lu masih pengen dikontolin sama kita kan.. Desisnya dengan nafas panas di leherku. 

Tanpa membuang waktu lagi tangannya langsung mencengkeram pinggulku dari belakang, menarikku lebih dekat. Aku merasakan setiap dorongannya, keras dan tak kenal ampun, membuat troli berderak-derak di lantai keramik.

Plookkk.. Plokk.. uuughhh.. ternyata nikmat juga ngentotin amoy sambil nungging kayak gini.

Posisiku saat itu memang terbilang sangat seksi dan menantang karena dalam posisi berdiri menunduk kearah trolinya, pantatku justru menungging kearah pria tsb sehingga dia semakin tergoda untuk menyetubuhiku dengan liar.

"Tolooong... hentikan... Oooughhh.. Aku mendesah tapi tubuhku malah melengkung menanggapinya. Kontradiksi antara kata-kata dan reaksi fisikku menciptakan ketegangan yang memabukkan.

Siksaan Botol 

Setelah menggenjot cukup lama dalam posisi itu kemudian pria bengis tsb berhenti sejenak. Tangannya meraih sebuah botol kecap berukuran sedang dari yang terbuat dari kemasan plastik.

"Kayaknya kontol gue gak bisa muasin lu moy.. gimana kalau kita coba pake ginian aja.. Katanya sambil menarik batangnya keluar lalu dengan cepat menusukan kepala botol kecap itu kedalam kemaluanku. Sleebb
..

"Aduuuh.. ampunnn baaang... Jangan pake gituan.. sssshhh.. aku sempat panik dan merasa risih ketika kemaluanku dijejelin botol kecap tsb namun dalam keadaan kedua tangan yang masih terikat di pegangan troli membuatku tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa menjerit dan menggeliat.

Sleeebbb.. Sleebb !! Gimana non rasanya.. ?!! enak kann.. memeknya dikocokin pake botol kecap.. hehe..
Ledeknya sambil memaju mundurkan botol kecap plastik itu lebih cepat sehingga sensasi kenikmatan yang kurasakan jadi berlipat ganda.

"Udaaahhh.. baaaang... Aaaaarrgghh... Udaaaahhh.... Brenttiii... Jangaaann dikocoook lagiii... Tubuhku semakin menggeliat tak karuan dibelakang troli besinya sementara pria berseragam supermarket itu malah makin intens mengerjaiku.

"Hehe.. masa baru diginiin bentar aja udah nyerah sih non.. non jangan mau kalah sama si ching ching dong. Dia aja mau diewe sama tukang becak pake gaya yang aneh-aneh kayak gitu. Ledek pria paruh baya tsb.

"Iyee bro.. setelah dipikir pikir badan amoy tuh emang enak buat dimainin kayak gini.. salah sendiri kenapa punya badan mulus kayak porselen.. Hehe.. Kata temannya menambahkan.

Bukannya berhenti tapi pria yang sedang jongkok dibelakangku itu malah makin cepat mengocok ngocok botol kecap divaginaku. Tangan kanannya yang memegang botol terlihat menusuk nusuk dengan kasar berusaha membenamkan botolnya lebih dalam lagi.

Creeppps.. Creeeppp.. Busettt tambah basah aja nih memeknya si non.. kayaknya dia keenakan dirojok pake botol kecap. Haha..

Semakin lama kocokan botol kecap itu semakin menjadi jadi dan sialnya para pegawai supermarket malah bergantian jongkok dibelakangku untuk sekedar bergiliran melakukan hal yang sama pada diriku yang posisinya masih berdiri menungging dibelakang troli besi.

Ketika yang lain sedang sibuk merojok kemaluanku dari belakang tiba tiba ada pria lain yang berdiri disamping troli lalu menuangkan sebotol kecap manis dipunggungku.

"Masak amoy tuh perlu dikecapin biar tambah sedapp.. Katanya yang kemudian menjilati punggungku dengan buas seperti orang yang kelaparan sementara tangannya 
meremas buah dadaku dari bawah. Sluuuurpp..

Sensasi dan rangsangan yang dilakukan pria ini semakin membuatku lupa diri. Uuuuunghh.. akupun langsung melenguh pelan ketika ketika puting susuku dipilih kasar oleh kedua jari tangannya yang hitam legam.

"Gantian broo.. biar gue siksa amoynya pake botol ini !! Kata pegawai lainnya yang tak kalah bejad.

Berbeda dengan temannya yang mengerjaiku dengan posisi berjongkok dibelakang tapi pria ini malah mengambil posisi berdiri. Tangan kanannya mengocok botol minuman manis berukuran sedang divaginaku sementara tangan kirinya mencengkram kuat pundakku dari belakang.

Bila dilihat dari aksinya sepertinya pria ini memang jauh lebih kejam dibanding teman temannya yang lain. Karena dia melakukan hal ini dengan ukuran botol yang jauh lebih besar dan caranya menyodok pun terbilang kasar hingga membuatku menjerit jerit ketakutan.

Aaaaarrgghh... Udaaaaah.. brenttiii.. akuuuuu gaaakkk mauuuu kayaaaak giinii... Jeritku sambil berusaha melepaskan diri dari ikatannya.

"Udah gak usah pura pura lu !! Gue tau elu tuh lagi keenakan.. liat aja nih memek lu ngejepit botolnya sampe kenceng kayak gini.. kayanya sambil melepaskan pegangan pada botol plastik itu namun botol itu tetap bertahan disana karena terjepit kuat oleh dinding kemaluanku yang terus berdenyut denyut.

"Haha.. emang mantap nih memek cina.. bukan cuma bisa muasin kontol aja.. tapi bisa muasin botol jugaa.. Ledek Pak Roy yang menyaksikan kejadian itu dari samping.

Mendapatkan dukungan dari atasannya kemudian pria itu kembali memegang botol plastiknya lalu mengocok kembali kemaluanku dengan sangat cepat dan tak beraturan.
Jleebb.. Jleebb... aaaaarrgghh... Udaaaaah... Cukuuuuppp.. jangaaann maininnn akuuu kayaaaaak giniii.... Sssssshhhh...  Aku menggeliat geliat dibelakang trolinya bagaikan seekor cacing yang sedang kepanasan sementara botol itu makin cepat dikocok kocok dalam vaginaku.

"Liat aja.. bentar lagi amoynya pasti bakal kelojotan... Ledek pria itu sambil terus menekan botolnya lebih dalam dan cepat bahkan saking cepatnya sampai menimbulkan bunyik sreeeekk.. sreeekk.. ketika botol itu ditekan dan dipencet olehnya.

Aku tak menyangka kalau sensasi kenikmatan yang kurasakan kali ini sangat luar biasa. Gesekan botol minuman manis itu begitu terasa sampai diujung kemaluanku membuat seluruh badanku bergetar lalu melejang lejang tak karuan. Oooughhh... Akuuuu udaaahh.. gaaaak taahaaan laaaagi... Erangku yang diiringi dengan menyemburnya lendir kawinku membasahi botol plastik tsb. 

Creett... creett.. haha.. anjirrr.. amoynya sampe muncrat gini... Katanya sambil menarik keluar botolnya dari kemaluanku.

"Iya bro.. sampe ileran begitu. Gue yakin kalau lagi dirumahnya nih amoy sering maen pake botol juga. Haha.. Ucap temannya yang merasa puas menyaksikan perbuatan itu.

Selama beberapa menit tubuhku melejang hebat dibelakang troli besinya. Badanku gemetar dan terasa sangat lemas sementara lendir kawinku yang menyembur keluar mulai mengalir turun melalui pahaku. Aku tak tahan lagi dan kedua kakiku terasa gemetar sampai akhirnya akupun ambruk jatuh kelantai. Bruukk.. karena kedua pergelangan tanganku masih terikat kuat pada pegangan trolinya maka ketika tubuhku ambruk kelantai maka troli besi itu pun ikut terseret dan terbalik diatas lantai-lantai keramik supermarketnya.

"Baru dihajar tiga ronde udah mampus duluan nih amoy !! Kata Pak Sapto yang wajahnya masih belum puas.

"Udah kagak usah kelamaan.. mending kita bawa keliling lagi amoynya.. masih banyak tempat yang belum dikunjungin sama dia. kata Pak Roy.

Setelah puas mempermainkan diriku dilorong itu kemudian mereka sepakat membawaku untuk kembali berkeliling supermarketnya. Dengan pakaian dan rambut yang sudah acak acakan akupun kembali berjalan sambil mendorong trolinya.

"Botolnya masukin lagi bro.. biar amoynya dorong troli sambil bawa botol di memeknya.. Haha..

Aku benar benar direndahkan oleh mereka. Dengan langkah pelan dan tertatih kemudian aku pun mendorong troli besi ke lorong lainnya sementara kemaluanku masih tersumbat botol minuman yang tadi sempat membuatku mencapai klimaksnya.

Saat itu tubuhku benar benar terasa lemas sehingga aku sampai berhenti berkali-kali namun pak Roy yang nampaknya masih belum puas malah mengambil posisi dibelakangku.

"Kalau kuda males kerja biasanya dipecut dari belakang !! Tapi kalau amoy males cukup diginiin aja.. Jlreebb !! Katanya sambil menekan nekan dengan kuat pantat botolnya yang masih menyumbat kemaluanku.

Uuunghh.. !! Akupun kembali mengerang dan menggeliat ketika botol itu ditekan sangat dalam diliang kemaluanku. Rasanya seperti sebuah sengatan listrik yang kembali memacu birahiku.

"Didepan kita.. amoy tuh emang suka jual mahal. Padahal aslinya kepengen banget dijadiin maenan pribumi kayak gini. Liat nih amoynya malah keenakan memeknya gue sodok pake botol !! Haha.. Ledek Pak Roy yang semakin keterlaluan dan sialnya hal ini malah disambut tawa oleh anak buahnya yang sedang menonton.

"Iya pak.. yang putih sipit gini biasanya napsunya gede. Soalnya gue sering nonton bokep yang pemainnya mirip sama nih amoy. Kalau udah maen gak tanggung tanggung pak.. udah dihajar sama dua puluh orang masih belum puas juga. Haha..

Mereka terus tertawa sambil merendahkan diriku yang derajatnya sudah lebih hina dari seorang lonte jalanan bahkan beberapa diantaranya malah ikut gantian memainkan botol minuman itu seolah aku hanyalah seonggok daging import yang bisa dinikmati sepuasnya.

Uuuuunghh.. udaaahh.. baaaangg.. sssshh... jangan dikocokinn terussss.. oooughh.. aku menggeliat dengan posisi membungkuk kearah depan ketika botol minumannya dikocok tanpa henti. Meskipun aku terlihat menolak ketika direndahkan seperti itu tapi herannya aku malah sengaja menoleh kebelakang sambil memperlihatkan ekspresi wajah orientalku yang sedang merintih rintih keenakan.

"Lanjut jalan lagi moy.. dorong tuh troli !! Didepan udah banyak noh yang nungguin lu.. Kata Pak Roy.

Akupun kembali memaksakan diri untuk berjalan dan setelah melewati beberapa lorong yang dipenuhi berbagai macam barang kemudian salah satu diantara mereka menyuruhku untuk berhenti sambil mencabut botol minuman itu dari vaginaku.

"Ngomong ngomong soal kuda. Kok gue jadi inget waktu belajar nunggangin kuda di kampung ya.. karena disini gak ada kuda mending amoynya aja yang gue tunggangin !! Hehe.. ayo moy.. lanjut jalan lagi.. Kata pegawai supermarket itu sambil memposisikan dirinya berdiri tepat dibelakangku yang sedang mendorong troli dalam posisi agak menungging. Tangan kekarnya dengan cepat mencengkram kuat kedua pundakku lalu memompa dan mendorongku dari belakang. Jleebb.. Jlebbb..

"Terusss.. jalan lebih cepatt !! Perintahnya sambil memompa kemaluanku dari belakang dan setiap kali aku berhenti mendorong troli besinya karena kelelahan maka tangannya langsung menampar keras pantatku.

Plaaakk.. aduuhh.. !!
"Hehe.. kuda betina seksi gini kalau males kerja emang perlu tampar !! Kata pria tua itu yang dulu pernah kerja sebagai kusir delman dikampungnya.

Meskipun sudah tua namun pria itu tak kalah beringas dengan pegawai lainnya. Mungkin karena dulu dia sudah terbiasa menyiksa kuda dengan pecutnya sehingga tangannya begitu enteng menyiksaku.

Plaaakk !! Lewat satu lorong lagi.. abis itu belok kanan.. bentaknya sambil menampar lagi yang membuatku tersentak.

Tontonan Diatas Freezer Supermarket 

Setelah berjuang keras mendorong troli belanjaannya akhirnya akupun sampai ditempat yang telah ditentukan. Sesampainya disana aku kembali terkejut karena sudah ditunggu oleh kelompok pegawai supermarket lainnya. Begitu melihat kehadiranku mereka pun langsung bersorak kegirangan sambil menatapku dengan wajah yang buas dan dipenuhi napsu binatang.

"Akhirnya kita dapat giliran juga broo.. nanti gue yang pertama yee.. Kata seorang pegawai yang memakai celemek warna cokelat dibagian depan seragam supermarketnya.

Jika diperhatikan seragam pegawai yang ada diarea makanan segar dan beku ini sedikit berbeda dari rekan rekannya yang lain. Mungkin karena mereka bekerja diarea yang agak basah dan kotor sehingga harus memakai perlengkapan tambahan seperti itu. Area itu terasa lebih dingin dibandingkan area lainnya yang ada di supermarket karena ada banyak deretan freezer terbuka yang biasanya dipenuhi daging segar serta butiran es batu diatasnya. Tapi karena kondisi supermarketnya yang sedang direnovasi maka hanya ada tumpukan es batu saja yang tersedia disana.
"Buruan naikin ke sini !! Nih amoy perlu kita latih biar bisa muasin pribumi dimanapun dia berada !! Haha..

Mendengar ucapannya akupun langsung tersentak kaget dan mulai membayangkan persetubuhan brutal macam apalagi yang telah dipersiapkan oleh mereka. Tapi yang pasti siksaan fisik dan birahi yang akan kualami akan jauh lebih dahsyat lagi dari sebelumnya.

Setelah melepas ikatan pada kedua pergelangan tanganku di troli belanjaan itu kemudian pak Roy yang merupakan koordinator acara pesmoy ini menyeret aku secara paksa ke salah satu freezer pendingin berukuran besar yang biasa dipakai untuk menjual ikan segar.

"Udaaaaahh, paaak.. cukuuupp.. akuu udaaah gak kuattt.. tolooong, jangaaan dilanjutinn lagiii.. kataku memohon dengan ekspresi wajah memelas.

"Udah gak usah pura pura lagi !! Bukannya elu sendiri yang minta diginiin sama kitaa.. ??!!  Sahut Pak Roy yang tatapannya masih dipenuhi napsu.

Tak punya daya untuk melawan kemudian tiga orang diantara mereka menaikan tubuhku secara paksa keatas freezer berukuran besar yang sudah dipenuhi serpihan halus es batunya.

"Buset nih supermarket makin komplit aje jualannya. Biasanya cuma jualan ikan seger.. ehh.. sekarang malah jualan daging import kayak gini.. Haha..

"Aduuhhh.. lepasinnn !! Akuu mauuu diapainnn lagiii.. Jeritku sambil meronta ketika kedua tanganku direntangkan secara paksa kedua arah yang berlawanan.

"Iket tangannya !! Kita bikin nih amoy kelojotan diatas freezer. Perintah Pak Roy sementara Raka yang juga ada disana malah terlihat cengengesan sambil merekam dengan smartphonenya.

Diatas freezer besar itu tubuhku dipaksa menelungkup diatas butiran es halusnya. Seorang pegawai supermarket bernama Dika yang biasa bekerja diarea itu langsung mengambil posisi berlutut dibelakang dan berusaha untuk menduduki kedua pahaku.

"Hehe.. lu pasti gak nyangka kan moy kalau kita bakalan ngegilir lu diatas freezer kayak gini.

"Aduuuhh.. dingiinn baaang.. jangaann disini.. Aku menggigil bukan hanya karena udara dingin yang menyembur dari dasar freezer terbuka itu tapi juga karena getaran nafsu yang makin tak terbendung. 
Tumpukan serpihan es batunya terasa menusuk kulit dan pahaku yang hanya ditutupi rok mini tipis yang sudah tersingkap. Pipiku menempel pada butiran-butiran es batu halus yang memenuhi dasar freezer, seperti kerikil-kerikil kristal yang meleleh pelan di bawah panas tubuhku.

Beberapa saat kemudian tangannya yang kasar mencengkeram erat pinggangku, mendorong tubuhku lebih dalam ke dalam kubangan dingin itu. Nafasnya berat, berasap putih di udara dingin area supermarket yang sepi itu dan terdengar mendesis di dekat telingaku.

"Lu belum pernah kan diewe dalam freezer supermarket kayak gini !! Katanya dengan suara yang parau dan penuh kendali. Mendengar hal itu aku hanya bisa mengerang kecil sementara kedua tanganku hanya bisa mencengkeram tepian freezer sampai sendiku putih.

Lalu dengan dengan satu hantaman yang dalam dan tanpa kompromi, dia langsung menghujam tanpa ampun yang membuat aku tercekik, mulut terbuka lebar menelan udara dingin. Sebuah hentakan yang keras, mendesak, mengisi—bercampur dengan sensasi dingin yang membakar dari es di bawahku. Setiap dorongannya kasar dan berniat, mendorong tubuhku maju di atas hamparan es yang berderit, membuat butiran-butiran itu berpindah dan meleleh di bawah panas yang kami hasilkan.

Irama hentakan pinggul pria itu makin liar dan tak beraturan seperti gairah yang dipenuhi amarah kebencian. Tangan kanannya mencengkram pinggangku dengan kuat sementara tangan kirinya berpegangan dipundakku. Semua ini terasa seperti menekan tubuhku ke permukaan yang beku, memastikan aku tak bisa bergerak kecuali mengikuti arus dorongannya. Setiap kali dia menarik badan untuk kemudian menghujam lagi, bunyi gesekan kulitku dengankresek es yang remuk terdengar jelas.

Semakin lama dinginnya mulai tak kurasakan. Yang ada hanya panas yang membara dari dalam, menyebar dari titik dimana tubuh kami bersatu, melawan setiap embusan udara freezer yang menyembur ke punggungku yang terbuka. Dia menekan wajahku ke bantalan es, butiran-butiran itu meleleh oleh air mataku yang hangat.

Pria itu mendesah keras, cengkeramannya di pinggangku semakin kencang, hampir menyakitkan. Hantamannya menjadi lebih dalam, lebih cepat, lebih putus asa—seperti ingin menyatukan sesuatu yang tak pernah bisa benar-benar menyatu. Freezer bergetar di bawah kami, suaranya berdenting lemah menahan beban.

Lalu, dengan geram terakhir yang dalam dari kerongkongannya, dia mengeras, berhenti, dan menancap sedalam-dalamnya. Sebuah kehangatan yang kontras tiba-tiba membanjiri bagian dalamku, melawan segala dingin yang mengurung kami. Tubuhnya gemetar hebat di atas punggungku sebelum akhirnya lunglai, nafasnya yang berat masih berdesis di telingaku.

Perlahan lahan kulitku yang menempel di serpihan es mulai terasa mati rasa tapi bekas cengkeramannya di pinggang dan bahuku terasa seperti tattoo yang baru dicetak. Terasa hangat dan akan meninggalkan jejak. Selama beberapa saat aku hanya bisa menelungkup diam dengan wajah yang masih terbenam dalam es yang telah meleleh menikmati ketidakberdayaan ini.





Komentar

  1. Akhirnya di update..makasih suhu

    Raka & gang bakal beraksi lagi haha

    BalasHapus
  2. Finally...
    Lusi.... Enjoy....

    BalasHapus
  3. Lusi...
    Asyiknya, rame-rame, hahahaha

    BalasHapus
  4. Selamat menikmati, Lusi....
    You wanted this....

    BalasHapus
  5. Ayo...gang bang lagi yuk..gaskeun

    BalasHapus
  6. Hot like fireeeeeeee

    BalasHapus
  7. Hot as F*ck!
    Awesome!
    Lusi is the best slut! Ever!

    BalasHapus
  8. pembudakan yang mantap

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Draft Pengantin Brutal 4

Draft Kisah Tragis Keluarga Majikanku

Draft Amarah Para Buruh 23

Amarah Para Buruh 14

Ditunggangi Tukang Becak

Amarah Para Buruh 20

Birahi Seorang Satpam

Amarah Para Buruh 17

Jebakan Minimarket 3