⚠️ PERINGATAN KONTEN EKSTREM ⚠️
Cerita fiksi ini mengandung konten ekstrem dan gelap yang sangat sensitif, termasuk pemerkosaan beramai-ramai, penyiksaan seksual, kekerasan fisik, penyisipan benda kasar, non-konsensual, trauma dan bahasa vulgar.
Semua isi cerita murni fiksi semata dan tidak dimaksudkan untuk mendukung atau membenarkan kekerasan di dunia nyata.
Hanya ditujukan untuk pembaca dewasa berusia 18+ yang sadar dan ingin membaca cerita bertema dark extreme. Jika Anda merasa tidak nyaman, terganggu atau tidak suka dengan jenis konten ini.. mohon segera berhenti membaca.
Lanjutkan dengan risiko Anda sendiri
⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️
Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu.
Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata.
Setelah berhasil menjadikan Lilian sebagai objek fantasi liarnya yang sulit terpuaskan. Gairah terpendam yang ada dalam diri Andika bukannya reda tapi malah semakin menjadi jadi. Belakangan ini.. pemuda pribumi yang kaya raya namun haus seks itu malah semakin sering menghabiskan waktu luangnya dengan mencari informasi berbagai rekaman video gelap tentang kerusuhan di masa lalu yang ada didunia maya. Matanya yang biasanya dipenuhi ambisi seorang pebisnis sukses kini dipenuhi gairah liar saat membaca cerita-cerita kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa sambil membayangkan Lilian sebagai salah satu korban yang tak berdaya. Semakin lama gairah ekstrimnya terhadap gadis Chindo innocent itu membuatnya ingin menyeret Lilian semakin dalam masuk ke jurang fantasinya yang gelap.
Malam itu Andika baru saja selesai membaca sebuah thread di forum gelap dewasa yang banyak dikomentari para anggotanya. Disitu ada sebuah thread tentang seorang gadis amoy yang tinggal di sebuah perumahan mewah yang konon katanya.. kediamannya pernah diserbu gerombolan massa perusuh yang beringas.. seluruh harta benda yang ada didalam rumah mewah tsb dijarah hingga tak bersisa.. keluarganya yang mencoba menolong dipukuli ketika gadis muda itu diperkosa belasan orang tanpa belas kasihan. Gadis Chindo itu dijambak.. ditampar dan digarap secara bergiliran sampai pingsan dan mirisnya kejadian itu dilakukan di depan orang tuanya.
Selain itu Andika juga melihat sebuah thread lain yang tak kalah mengerikan yang menceritakan seorang amoy yang masih remaja digarap sekelompok massa tak dikenal yang menerobos masuk ke dalam apartemen keluarganya.. gadis belia berkulit putih mulus yang masih mengenakan piyama tidurnya itu digilir dengan berbagai macam gaya yang brutal.. didoggy di atas ranjang dengan rambut dijambak dan kepala dibenturkan ke dinding sampai gadis itu meraung-raung kesakitan. Dalam thread itu juga disisipkan berbagai foto dan rekaman videonya.. seakan ingin membuktikan keaslian peristiwa itu. Tentu saja cerita-cerita itu semakin membakar gairah Andika untuk menyalurkan fantasi gelapnya kepada Lilian.
Kebetulan saat itu Andika memang masih berada di luar negeri untuk urusan bisnis otomotifnya sehingga ia tak bisa bertemu langsung dengan Lilian. Meski demikian ia tetap ingin menyalurkan fantasi liarnya melalui video call yang tak biasa. Nafsunya yang membara membuatnya segera menghubungi Lilian untuk mewujudkan fantasi gelap yang ada di benaknya.
Tak lama kemudian Andika yang berada didalam kamar hotelnya terlihat sudah sange berat dan langsung meraih smartphonenya untuk menghubungi Lilian.
Sialan.. !! kenapa gak diangkat teleponnya.. gue butuh lu malam ini Lilian.. umpatnya dalam hati sambil menahan napsu yang meledak ledak setelah membaca thread dalam forum gelap tsb.
Andika sempat kesal karena beberapa kali panggilan videonya tak dijawab hingga akhirnya Lilian menjawabnya dengan suara khasnya yang lembut. Seketika wajah Lilian muncul di layar dengan ekspresi malu-malu tapi penuh damba.
"Maaf Dika.. tadi aku lagi di kamar mandi. Katanya.
Seperti biasanya malam itu Lilian sedang sendirian di kamar tidurnya yang sederhana di atas lantai dua rumahnya di kawasan pecinan. Ia mengenakan piyama tidur tipis warna pink. Disebagian tubuhnya masih tersisa bekas memar samar dari malam brutal sebelumnya. Andika yang hasratnya sudah memuncak langsung tersenyum kecil melihat wajah Lilian di layar. Ia mulai dengan dialog basa-basi untuk mencairkan suasana.
"Malam ini kamu cantik sekali Fei chen..
"Makasih Dika.. tapi... kamu tidak mengatakan hal itu.. pada semua wanita yang kamu dekati kan ? jujur aku.. aku.. sering cemburu kalau kamu dekat dengan wanita lain..
"Kamu gak usah kuatir sayang.. mereka semua.. sama sekali tak bisa dibandingkan dengan kamu.. para mantanku sebelumnya terlalu matre.. selalu memandang tinggi tentang uang dan kekayaan.. Aku suka gadis innocent seperti dirimu Fei Chen.. kamu keliatan sederhana dan begitu polos.. kecantikanmu benar benar alami. Itu yang bikin aku jadi sulit berpaling dari kamu.. Aku pasti akan lupain mereka semua buat kamu Fei Chen..
"Makasih Dika. Aku senang.. kamu suka lihat aku apa adanya seperti ini. katanya dengan suara lembut penuh damba
"Tapi Fei Chen.. kamu juga harus tau.. dibalik wajah sayu orientalmu yang klasik itu.. dan dibalik sikapmu yang kalem dan lembut itu.. sebenarnya.. ada api yang bisa membakar gairah para pria pribumi yang sedang memandangmu.. api gairah yang bikin mereka penasaran dan ingin memilikimu seutuhnya..
"Bukankah.. Kamu sudah mendapatkan semua itu Dika.. aku sudah serahkan semuanya padamu malam itu.. Aku janji akan jadi milikmu sepenuhnya.. tapi kamu juga harus janji kalau kamu tak akan menyimpan wanita lain dihatimu..
"Itu pasti sayang.. aku pasti akan lupain mereka semua.. lagipula.. aku juga sudah mendapatkan apa yang kucari selama ini.. lalu untuk apalagi aku mempertahankan hubungan yang munafik dengan mereka.. yang pura pura mencintaiku hanya karena harta. Dan satu lagi Fei Chen.. aku bener benar puas denganmu malam itu..
"Makasih Dika.. aku percaya sama kamu.. mulai hari ini aku janji akan jadi milikmu sepenuhnya.. aku mau nurut sama kamu.. aku rela dijadiin objek fantasi kamu.. kalau memang itu bisa membuatmu bahagia seperti yang sudah kamu lakukan padaku malam itu..
"Bagus.. aku suka sikapmu yang pasrah seperti itu dan ingin jadi milikku sepenuhnya.. tapi kamu juga harus tau fei chen.. menjadi milikku sepenuhnya bukan hanya sekedar menjadi seorang kekasih. Kamu harus patuh sama aku seperti seorang budak yang patuh sama tuannya.. mungkin suatu hari aku bisa memperlakukan dirimu lebih kasar dan lebih brutal daripada yang pernah kulakukan malam itu.. apa kamu bersedia menjadi seperti itu Fei Chen ?
"Iii...iiyaaa aku bersedia tuan.. aku rela dijadiin kekasih sekaligus budak tuan.. aku bersedia direndahkan sama tuan asal tuan puas dan bahagia.. tapi kalau boleh tau.. budak apa yang tuan maksudkan..
"Haha.. kenapa kamu masih bertanya Fei Chen.. kamu amoy.. kamu begitu cantik dan lembut. Tubuhmu begitu putih dan halus.. wajah orientalmu sangat menggirahkan.. kamu pikir budak apa yang diinginkan oleh seorang pria pribumi jika sudah berhasil menaklukkan gadis chindo innocent yang penurut seperti dirimu ?
"Bu.. budak napsu tuan.. tuan mau aku wujudin semua fantasi liar tuan bukan ? Apa benar seperti itu.. Sahut Lilian dengan jantung berdetak keras karena dirinya berada dalam situasi yang serba salah. Disatu sisi gadis itu takut mendengar fantasi liar kekasihnya namun disisi lain dia harus mempertahankan hubungan itu walau bagaimanapun caranya.
"Haha.. budak yang pintar.. kamu sangat pengertian Fei Chen.. kamu jelas tahu apa yang kumau dan apa yang ku harapkan selama ini dari gadis chinese innocent seperti dirimu.. kata Andika.
"Kamu harus tau fei chen.. dan kamu juga harus sadar kalau gadis cina innocent seperti dirimu.. memang sudah kodratnya menjadi pemuas napsu pribumi seperti aku.. gadis sepertimu bukan hanya pantas untuk dimiliki.. tapi juga.. untuk dihancurkan !! Dihancurkan oleh napsu terpendam seorang pria pribumi yang selama ini tak pernah bisa tersalurkan pada mantan mantan kekasihnya dulu.
"Ii..iya tuan.. terserah tuan mau perlakuan aku seperti apa.. sejak malam itu aku sudah jadi milik tuan sepenuhnya.. aku siap dihancurkan kapanpun dan dimanapun yang tuan mau.. asalkan tuan janji tak akan berpaling pada wanita lain.. karena.. karena aku sangat mencintaimu tuan.. Ucap Lilian dengan wajah memelas penuh harap.
"Bagus.. aku suka budak yang patuh seperti ini.. ooiyaa.. Apa kamu sudah tahu kejadian tadi malam.. ada demo anarkis dimana mana.. massa rusuh.. kendaraan dibakar.. situasi kota jadi kacau.. suasananya bener bener mirip seperti kejadian rusuh dimasa lalu.. apa kamu takut sayang ?
"Iya tuan.. akuu.. aku sudah liat beritanya.. aku takut.. lokasinya juga tak jauh dari toko keluargaku.. tapi aku gak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa pasrah.. berharap kejadian rusuh seperti dulu tidak terulang lagi..
"Bagus.. sangat alami sekali Fei Chen.. amoy seperti dirimu memang sudah sepatutnya kuatir kalau ada kerusuhan seperti itu.. karena mereka bisa saja menjarah tokomu hingga habis tak bersisa.. sekaligus menjadikan amoy sepertimu sebagai barang jarahanya.. apa kamu tahu Fei Chen.. saat mendengar berita rusuh itu aku malah berharap kamu ada disana..
"Jangan Dika.. fantasi itu terlalu mengerikan.. apa kamu rela melihat aku diperlakukan sebagai barang jarahan seperti itu ?
"Kenapa tidak rela.. sayang ? Bukankah amoy sepertimu terlahir memang untuk memuaskan napsu pribumi seperti aku dan para penjarah itu.. haha.. Dengar baik baik Fei Chen.. kalau kamu mau hubungan kita tetap berlanjut.. maka kamu harus nurut sama aku.. karena aku ingin kamu membuktikan betapa cintanya kamu sama aku.. aku tidak menginginkan hal hal yang lain ? Aku hanya ingin kamu nurut !!
Andika sepertinya memang sudah sangat berpengalaman dalam menaklukkan wanita.. selain kaya raya dia juga pandai memikat hati wanita.. sehingga dia tahu benar kalau gadis chindo innocent itu sudah terlanjur bucin padanya dan rela melakukan apapun untuknya.
"Ingat Fei Chen.. bukannya tadi kamu sendiri yang mengatakan bersedia menjadi budak napsuku.. aku ingin kamu jadi boneka seks yang bisa menyalurkan semua fantasi terpendam dalam diriku.. kalau kamu keberatan mungkin aku bisa berubah pikiran dan hubungan kita bisa berakhir kapan saja..
"Jangaaan dika.. kumohon jangan tinggalin akuu.. baiklah.. Aku.. aku.. mau nurut sama kamu.. aku akan lakuin apa yang kamu mau..
"Bagus.. amoy cantik.. aku jamin hubungan kita akan tetap berlanjut selama kamu nurut sama aku.. tapi kamu juga perlu tahu.. sebenarnya aku bukan sekedar ingin memilikimu saja Fei Chen.. aku ingin kamu jadi objek fantasi liarku yang selama ini sulit tersalurkan.. Aku.. akuu.. ingin sekali melihatmu hancur.. seperti gadis gadis amoy yang terjebak dalam kerusuhan itu.. aku ingin kamu tunduk sepenuhnya ditangan pribumi..
Andika tersenyum miring. Suaranya rendah dan vulgar saat mulai merangsang. Kemudian dia mengirimkan sejumlah video gelap tentang kerusuhan dimasa lalu yang sangat brutal dan menakutkan dimana massa berteriak teriak rasis sambil mendobrak pintu toko dan menjarah semua isinya lalu membakarnya hingga tak bersisa.
"Bayangin Lilian.. kamu sedang jaga toko seperti biasanya. Tiba-tiba toko keluargamu dijarah puluhan orang perusuh. Papa kamu dipukuli habis-habisan di depan mata kamu lalu mereka semua giliran memperkosa kamu di dalam toko itu. Memek Cina kamu yang masih perawan dihajar rame-rame sama kontol pribumi yang sedang marah. kata Andika dengan pikirannya yang mulai dipenuhi fantasi liar.
Lilian menggigit bibir bawahnya. Wajah orientalnya yang polos memerah hebat di layar video call. Demi menyenangkan kekasih pribuminya yang semakin menguasai hatinya ia pun mulai membayangkan skenario gelap itu sambil memejamkan matanya yang sipit. Napasnya mulai tersengal pelan. Tangan kanannya naik meraba leher jenjangnya yang putih lalu turun ke buah dadanya yang kecil. Ia meremas pelan melalui kain piyama tipis.
"Iya Dika.. bisik Lilian dengan suara gemetar penuh malu dan takut.
"Kamu juga pribumi. Kamu sama puluhan perusuh ikut jarah toko keluargaku. Semua barang diambil sampai gak bersisa. Aku cuma bisa nangis lihat papa dipukuli lalu kalian semua tarik aku ke belakang toko. Robek bajuku dan bergiliran memperkosa aku di lantai yang kotor. kata Lilian dengan suara bergetar.
Uuhh.. Andika mengerang puas di ujung video call. Tangannya sudah memegang kontolnya yang tegang.
"Bagus Fei Chen. Lanjutkan. Ceritain apa yang mereka lakuin ke memek cina lu yang masih perawan itu. Katanya berfantasi.
Lilian terlihat duduk menyandar di kepala ranjang kamarnya yang sempit. Punggungnya bersandar pada bantal-bantal yang ditumpuk. Ia meletakkan ponselnya di tripod kecil di depan ranjang agar Andika bisa melihat seluruh tubuhnya dengan jelas melalui video call. Piyamanya sudah diturunkan hingga pinggang sehingga payudara kecilnya terpapar. Tangan kanannya menyusup ke dalam celana pendek piyama. Jari-jarinya mengusap kemaluannya yang basah dengan gerakan lambat. Matanya sipit terpejam. Wajahnya memerah. Bibirnya terbuka sambil mendesah-desah pelan.
"Iya Dika.. aahh.. aku dipaksa telentang di lantai toko yang kotor. Barang-barang berantakan di sekitar aku. Massa yang lain masih sibuk menjarah. Aku meronta dan menjerit ketakutan.. Tangan dan kaki aku dipegangi kuat-kuat sama mereka. Nggak bisa gerak. Mereka gantian memperkosa aku. Umpat-umpat kasar. Dasar lonte Cina !! Memek Cina lu udah milik pribumi sekarang !! Mereka dorong kontol mereka kasar bergantian. Sakit rasanya tapi memek aku malah makin basah.. kata Lilian yang mulai terbawa suasana video call mesum tsb.
Andika tersenyum puas di layar. Kontolnya sudah dipegang erat. "Lanjutkan Fei Chen. Ceritain ke aku bagaimana para perusuh itu memperkosa kamu didalam toko yang sudah berantakan.. katanya.
Lilian semakin terhanyut. Posisinya kini bergeser menjadi duduk mengangkang lebar di atas ranjang. Celana piyamanya sudah terlepas.. Punggungnya bersandar pada kepala ranjang. Kakinya terbuka lebar menghadap kamera tripod. Tangannya yang halus sibuk mengusap memeknya yang sudah basah kuyup. Dua jarinya bahkan mulai masuk keluar pelan sambil ia mendesah-desah tanpa malu. Suaranya terputus-putus penuh nafsu dan malu.
"Aku.. aaahh.. dientot gantian sama mereka Dika. Dua orang perusuh klimaks di memek aku. Peju mereka hangat dan banjir di dalam. Lalu rambut aku dijambak kasar.. dipaksa doggy di lantai toko yang kotor. Mulut aku disumpal celana dalamku sendiri.. Memek aku digenjot gantian sama tiga orang pribumi. Kontolnya keras banget. Sakit.. tapi memek aku malah makin kuat menjepit.. katanya.
Andika di layar video call menonton dengan mata gelap penuh nafsu. Tangannya mengocok penisnya yang besar dan tegang dengan ritme stabil. Ia tersenyum ganas dan menambah fantasi dengan suara kasar.
"Bukan cuma tiga orang amoy. Tiga orang terlalu sedikit.. Lu digilir sepuluh orang. Cina sipit kayak lo dientot kasar sambil ditamparin pantatnya. Lu nggak bisa jerit karena mulut lu disumpal celana dalam. Lu diperkosa brutal sampe memek lu banjir peju pribumi.. katanya.
Lilian mendesah semakin keras. Jari-jarinya bergerak lebih cepat di memeknya. Tubuhnya yang putih mulus menggeliat di ranjang.
"Iya Dika.. ahhh.. sepuluh orang. Mereka tamparin pantatku sambil tertawa mengejek.. Aku cuma bisa nangis waktu memek aku dirusakin sama kontol kontol pribumi yang gede itu.. sampai akhirnya memek aku penuh peju pribumi.. katanya.
Lilian semakin larut dalam fantasi gelap itu. Tubuhnya menggeliat hebat di atas ranjang sambil tetap duduk menyandar di kepala ranjang dengan kedua paha terbuka lebar menghadap kamera. Jari-jarinya bergerak semakin cepat di kemaluannya yang sudah basah. Suaranya mendesah-desah tanpa kendali. Sementara itu Andika mengocok penisnya lebih cepat. Urat-urat di lehernya menonjol karena nafsu yang membara.
"Itu semua belum cukup amoy !! Lu udah resmi jadi barang jarahannya perusuh.. Perusuh yang masuk ke toko lu bakalan makin banyak. Mereka sengaja panggilin perusuh yang lain yang ada dijalanan.. yang lagi sibuk bakarin mobil didepan toko keluarga lu.. sambil teriak rasis... Bantaiii cinaaa !! Mereka bukan cuma mau jarah barang tapi pengen juga ngejarah memek amoy-amoy kayak lu. Yang selama ini hidup enak dan gak pernah bisa dijamah oleh mereka.. Katanya.
Lilian mengangguk lemah. Matanya sipit hampir terpejam total. Bibirnya terbuka lebar sambil mendesah panjang.
"Iya Dika.. aaakhh... mereka belum puas. Mereka semua benci sama cina sipit sepertiku.. Aku diseret paksa sama perusuhnya.. Diikat di rak toko sambil berdiri nungging lalu diperkosa sama lima perusuh lagi. Aku sampe gak tahan. Sakittt rasanya.. Aku jerit-jerit minta ampun tapi mereka malah makin beringas.. Rambut aku dijambak. Memek aku digenjot kasar gantian sampe aku klimaks kayakk gini.. aakakhh.. kata Lilian sambil mengerang keenakan.
Pada saat yang sama tubuh Lilian yang masih diatas ranjang langsung mengejang hebat. Kedua pahanya mengangkang lebar ke arah kamera. Pinggulnya terangkat sedikit dari ranjang saat ia mencapai klimaks yang kuat. Memeknya berdenyut-denyut. Crett... Crett.. lendir kawinya menyembur kecil membasahi jari-jarinya dan sprei katun halus di bawahnya. Ooughh.. akuuu klimaks lagiii tuaann.. Lilian menjerit pelan dan panjang. Tubuhnya gemetar hebat. Air mata kenikmatan mengalir di pipinya yang bersemu merah.
Andika mengerang puas melihatnya. Tangannya mengocok penisnya semakin cepat. "Bagus sekali Fei Chen. Sekarang ceritain apa yang terjadi setelah itu.. Mereka semua benci sama lu.. Mereka gak mungkin puas sampai disitu aja kan.. katanya.
Lilian masih gemetar hebat setelah klimaksnya. Napasnya tersengal-sengal. Dada kecilnya naik-turun cepat. Memeknya masih berdenyut dan basah di antara paha yang terbuka lebar menghadap kamera. Suaranya lemah dan putus-putus saat ia melanjutkan dengan patuh.
"Aaahh.. setelah puas menjarah.. mereka tinggalin aku di dalam toko yang berantakan. Tubuh aku penuh peju. Memek aku udah banjir sperma pribumi.. Aku cuma bisa mengerang dan tergeletak lemas di lantai.. katanya.
Andika yang belum klimaks terus mengocok penisnya dengan ritme lambat tapi kuat. Matanya tertuju pada layar Smartphone dengan napsu yang semakin ekstrim.
"Belum selesai amoy.. Muka Cina lu yang innocent dan napsuin itu gak akan pernah bisa bikin perusuhnya puas. Mereka akan ngentotin badan lu yang putih itu sampe hancur. Tangan lu diikat ke belakang. Lu dipaksa berlutut di lantai toko.. nyepongin kontol bapak lu yang matre itu.. dan juga tiga pegawai toko lu sendiri.. sampe peju mereka muncrat di muka dan mulut lu.. uuughh..
"Bayangin Fei chen.. bayangin.. muka cina lu dipejuin sama pegawai toko lu sendiri... Yang tiap hari cuma bisa disuruh suruh sama lu.. dan dibentak bentak sama bapak lu.. katanya.
Aaahh.. Lilian mendesah panjang. Tangannya masih pelan mengusap memeknya yang sudah basah dan sensitif. Wajahnya memerah semakin dalam mendengar hinaan baru itu. "Iya Dika.. ahh... Perusuhnya sangat kejam dan beringas.. mereka bukan cuma benci sama cina sipit seperti keluargaku.. tapi mereka juga napsu sama amoy amoy seperti diriku.. mereka paksa aku berlutut. Tangan diikat kebelakang... Aku harus ngisep kontol papa sendiri dan pegawai toko. Mereka ejek aku. Lonte cina murahan.. barang jarahan massa.. lalu mereka muncrat semua di muka dan mulut aku. Kata Lilian yang berusaha memuaskan hasrat liar kekasihnya.
Andika mengerang puas. Tangannya mengocok lebih cepat. "Bagus.. lanjutkan Fei Chen. Ceritain bagaimana rasa peju mereka di mulut lu.. katanya.
Lilian masih duduk mengangkang lebar di kepala ranjang. Tubuhnya berkeringat tipis. Napasnya tersengal-sengal setelah klimaks tadi. Fantasi Andika makin liar. Suaranya semakin kasar dan penuh nafsu saat tangannya terus mengocok penisnya yang tegang dengan ritme cepat.
"Lu harus tau Fei Chen.. saat kerusuhan.. amoy kayak lu tuh cuma sekedar barang jarahan buat mereka. Massa yang lagi ngamuk bisa bebas lakuin apa aja sama badan lu. Mereka bisa gunain linggis atau kunci roda dan sisa barang sparepart yang ada di toko sparepart lu.. masukin semua barang barang kotor ke memek lu yang masih sempit itu.. katanya.
Awalnya Lilian ngeri. Mata sipitnya membuka lebar dengan ekspresi takut yang jelas. Tubuhnya sedikit menegang. Tapi demi menyenangkan kekasih pribuminya yang sudah menguasai seluruh hatinya ia menelan ludah dan kembali tenggelam dalam fantasi itu. Suaranya gemetar tapi patuh. "Ini semua salahku sendiri Dika.. Kenapa punya badan mulus kayak gini. Aku layak mendapatkan semua perlakuan ini.. aku cinaaa.. aku layak diperkosa.. katanya.
Andika tersenyum ganas. Tangannya mengocok penisnya semakin cepat. "Bukan cuma layak tapi lu harus terima semua perlakuan itu amoy... Muka Cina lu yang klasik itu bikin perusuh gak mau berhenti nyiksa badan lu. Amoy innocent kayak lu bakal dikasih klimaks paksa berkali-kali.. sampai lu lemes dan gak bisa berdiri lagi. Lu ditelentangin di atas meja.. Memek lu disodok-sodok kasar sama linggis dan kunci roda sampe memek lu muncrat lagi lonte.. katanya.
Lilian mendesah pelan. Tangannya kembali turun mengusap memeknya yang sensitif meski ada ketakutan di matanya. "Iya Dika.. ahh.. aku layak diperlakukan seperti itu. Mereka sodok memek aku pakai barang barang yang dijual di toko. Akkhh.. aku meronta dan menjerit.. tapi tanganku direntangkan dan dipegangi.. pahaku dibuka lebar mengangkang.. memek aku dirojok kasar pakai gagang obeng yang sangat besar.. aku banting banting kepalaku ke kanan dan kiri sambil jerit minta ampun.. tapi mereka malah sodok makin cepat.. Haaah.. aku klimaks lagi dan lagi.. katanya.
Lilian gemetar hebat mendengar kata-kata Andika tapi ia tetap patuh. Tangannya terus mengusap memeknya yang sensitif sambil mendesah pelan. Andika dengan mata gelap penuh nafsu liar terus mengocok penisnya semakin cepat. Urat-urat di lengannya menonjol.
"Klimaks terlalu enak buat lu amoy.. desis Andika dengan suara berat. "Gue sama perusuh yang ngejarah toko sparepart lu bakal lakuin yang lebih gila.. Puluhan orang bakal coli bareng dan buang peju di muka lu amoy... Mulut lu dipaksa menganga lebar dan telan berliter-liter peju pribumi yang lagi marah. Kalau lu muntah gue bakalan tambah marah. Gua akan lilit leher lu pakai kabel telpon. Gue suruh mereka gantung lu di plafon toko... katanya.
Lilian mendesah tersengal. Tubuhnya menggeliat di ranjang. Jari-jarinya bergerak lebih cepat di memeknya. "Iya Dika.. ahh aku telan semua peju mereka. Haaa.. kalau muntah aku pantas digantung.. Leher aku diikat kabel. Ahhn.. badan aku tergantung di plafon toko sementara mereka masih tertawa dan coli di bawah.. katanya.
Andika mengerang keras. Tangannya mengocok penisnya dengan gerakan brutal mendekati klimaksnya sendiri. "Bagus lonte Cina. Bayangin leher lu yang putih itu dililit kabel yang dijual di toko lu sendiri.. katanya.
Lilian menggigit bibirnya kuat-kuat. Tubuhnya kembali panas mendengar fantasi Andika yang semakin mengerikan meski ada ketakutan di matanya. Nafsunya yang sudah terlatih oleh Andika membuatnya semakin basah.
"Tapi itu belum cukup buat amoy seperti lu Fei Chen.. lanjut Andika dengan suara parau sambil mengocok penisnya semakin cepat dan kasar.
"Meskipun lu lagi kelojotan waktu leher lu digantung.. gue sama perusuh yang lain bakalan perkosa lu lagi dari belakang. Gue naik ke bangku buat sodok anus lo yang masih perawan pakai kontol gue. Gue genjot kasar. Lu tambah kesakitan dan kelojotan gak bisa napas.. kata Andika.
Mendengar kata-kata mengerikan itu Lilian malah kembali bergairah. Ia mengaduk memeknya dengan dua jari lebih dalam dan cepat. Tubuhnya menggeliat hebat di posisi duduk mengangkang. Suaranya pecah-pecah penuh desahan.
"Iya Dika.. ahhh.. amoy kayak aku cuma barang jarahan kerusuhan. Haaah.. aku pantas menerima semua itu. Anusku disodok kasar sama kontol kamu.. sambil leher aku digantung. Aku kelojotan.. Sakit tapi memek aku malah banjir lagi.. katanya.
Tak lama kemudian Lilian mencapai klimaks keduanya dengan hebat. Tubuhnya mengejang kuat. Paha mengangkang lebar ke kamera. Memeknya menyembur cairan bening sambil ia menjerit panjang.
"Aaahhhhh.. Dika Aku keluar lagi. Katanya.
Andika masih mengocok penisnya dengan gerakan lambat tapi kuat. Matanya tertuju tajam ke layar ponsel sambil melihat Lilian yang masih tersengal-sengal setelah klimaks keduanya. Wajah tampannya penuh kepuasan dominan saat ia melanjutkan dengan suara rendah dan kasar.
"Sekarang lu baru sadar kan amoy.. kalau lu itu bukan amoy innocent yang sehari-hari kerjanya cuma jaga toko sparepart. Lu itu lebih pantas jadi lonte Cina yang memeknya bisa dipake gratis sama pribumi.. Lu bayangin diri lu diperkosa massal saat kerusuhan.. tapi lu malah klimaks berkali-kali. Lu itu amoy masokhis.. Fei Chen. Lu suka kalau badan lu dijadiin objek fantasi kerusuhan sama pribumi kayak gue.. katanya.
Lilian masih duduk mengangkang lebar di kepala ranjang. Tubuh putih mulusnya berkeringat. Memeknya basah dan berdenyut. Kata-kata Andika membuatnya semakin malu tapi juga semakin bergairah. Ia menggigit bibir. Suaranya lemah dan penuh penyerahan.
"Iya Dika.. aku masokhis. Haaah.. aku suka... Suka kalau badan aku dijadikan objek fantasi kerusuhan sama pribumi kayak kamu... Aku pantas jadi lonte cina. Memek aku milik pribumi.. katanya.
Andika tersenyum puas. Tangannya masih mengocok penisnya perlahan. "Bagus sekali lonte. Sekarang lu udah berani bilang ke kamera siapa lu sebenarnya.. katanya.
"Iya tuan.. memek aku udah jadi milik perusuh.. terserah mereka mau dimasukin apa aja.. aku cuma bisa nurut sambil nikmatin semuanya..
Andika gairahnya kembali memuncak dengan hebat. Napasnya tersengal kasar. Tangannya mengocok penisnya semakin cepat dan brutal. Wajahnya memerah. Urat lehernya menonjol saat ia melanjutkan fantasi dengan suara parau penuh kegilaan nafsu.
"Lu hampir mampus digantung sama perusuhnya Fei Chen. Tapi gue belum puas. Gue ambil linggis buat nyodokin memek lu. Badan lu yang tergantung di toko cuma bisa kelojotan.. karena klimaks yang berulang ulang..
Meskipun akhirnya lu mampus sama perusuh.. Gue bakal tetap sodok memek dan anus lo sampe sobek sambil ditonton dan diketawain massa yang ngejarah toko lu...
Jlebb.. Jlebb.. uuhh.. gua sodok kasar memek lu dalem dalem.. Sampe akhirnya badan putih lu cuma bisa diem dan tersentak sentak diatas gantungan.. mata sipit lu mendelik karena sakit dan nikmat.. Setelah lu jadi mayat baru kita tinggalin badan lu yang tergantung di toko lu sendiri.. katanya.
Lilian mendengarnya dengan tubuh gemetar. Matanya sipit melebar ngeri tapi memeknya kembali berdenyut. Ia hanya bisa mendesah lemah. "Iya Dika.. aku mati digantung sama perusuhnya.. tapi mati dalan keadaan klimaks dan nikmat.. sperma perusuhnya ngalir keluar dari memek dan anusku melalui paha dan netes kelantai toko yang udah hancur berantakan seperti badanku..
Andika mengerang keras. Tangannya mengocok dengan kecepatan maksimal. Tubuhnya mengejang hebat. "Arghhh.. nikmaatt sekali Fei chen.. gue.. belum pernah gue coli sampai ngerasa sepuas ini.. katanya. Peju panasnya menyembur keluar berkali-kali memuncrat ke perut dan dada kekarnya sendiri saat ia mencapai klimaks yang kuat membayangkan akhir fantasi gelap itu.
Setelah klimaks Andika tersenyum puas sambil bernapas berat. Ia menatap Lilian yang masih lemas di layar. "Bagus sekali.. malam ini Fei Chen. Lain kali kita lanjut fantasi yang lebih liar lagi.. katanya.
Keesokan harinya Andika yang masih berada diluar negeri mencoba mengupload video rekaman masturbasi Lilian di forum internet gelap yang biasa membahas tentang kerusuhan. Gairahnya semakin meledak ketika membaca komentar para anggota forum yang sangat mesum dan rasis.
Kalian pikir amoy tuh bakalan takut kalau ada kerusuhan.. kali ini gue mau buktiin kalau ada amoy yang doyan dientot sama Perusuh. Kata Andika sambil memposting video rekaman Lilian yang sedang masturbasi sambil mengucapkan kata kata yang menantang.
Anjirr.. bole juga tuh amoy.. pasti amoy pecinan ya bro.. soalnya muka cinanya klasik banget.. kata seorang anggota forum setelah menonton rekaman video itu.
Haha.. iya bro.. amoy pecinan mah tampangnya doang yang kalem. Padahal napsunya gede.. amoy kayak gitu mah kalau ada kerusuhan pasti bakalan langsung ngangkang di trotoar..
Haha.. udah gua duga.. kalian semua pasti bakalan sange kalau liat amoy model begini.. gue denger katanya tuh amoy mau open house dirumahnya kalau ada kerusuhan lagi.. Kalian berminat gak tuh buat datang kesana.. Komentar Andika memancing birahi para anggota forum mesum tsb.
Waduh.. kalau amoy model begini mah.. kagak perlu diundang juga kita bakalan datang ke sana hu.. liat aja tuh tampang cinanya innocent banget.. napsuin kayak minta digilir orang sekampung..
Kelamaan hu kalau nunggu rusuh mah.. kasih tau aja alamat rumahnya ke kita.. atau minimal alamat toko keluarganya lah.. biar bisa kita serbu rame rame.. jarah tokonya.. sekalian jarah amoy amoynya.. mamanya.. cicinya atau adiknya sekalian.. biar mereka bisa ngerasain nikmatnya kontol pribumi.. haha.. komentar anggota forum lainnya.
Haha.. belum saatnya bro.. gue masih pengen mainin amoynya pelan pelan. Nanti kalau gua udah bosen.. pasti semua suhu yang ada di forum ini bakalan kebagian nyicipin deh.. soalnya nih amoy usah bucin banget sama gue.. nurut kayak anjing peliharaan.. gue suruh apa aja gak bakalan nolak dia..
Aduh.. mantep banget itu mah hu.. kasih tau tipsnya doang ke kita.. gimana caranya biar bisa naklukin amoy innocent kayak gitu.. tapi suhu gak pake pelet kan buat dapetin amoynya..
Gue akui emang gak gampang buat naklukin amoy model begini. Dulu aja bapaknya selalu nolak dan anggap remeh gue.. tapi dasar emang bapaknya matre begitu gue tunjukin mobil dan duit segepok langsung nyosodorin anak gadisnya buat dipacarin sama gue.. tapi yaa.. sejak awal kan gue emang kagak niat buat dapatin cintanya.. gue tuh cuma ngarepin tubuhnya. Haha..
"Kalau udah bosen... jangan lupa sama kita semua ya hu.. kita masih mau kok nampung amoynya.. yang penting bikin amoynya ketagihan diperkosa dulu aja hu.. biar nanti bisa kita obrak abrik rame rame..
Setelah puas membaca komentar para anggota forum yang memiliki fantasi hampir sama dengan dirinya kemudian Andika pun mulai merencanakan berbagai macam skenario untuk kekasihnya. sementara Lilian yang sudah terlanjur bucin pada pemuda pribumi itu mulai terseret kedalam fantasi ekstrim kekasihnya yang semakin gelap dan mengerikan.

Komentar
Posting Komentar