By : 5thsymphony
Cecilia adalah mahasiswi semester awal di sebuah kampus bergengsi. Ia gadis chindo seksi dengan paras oriental yang cantik. Kulit putih mulusnya rambut hitam lurus yang panjang dan tubuh ramping berlekuk membuat banyak pria sulit mengalihkan pandangan. Setiap akhir pekan atau saat libur ia suka melakukan staycation untuk melampiaskan hobi terpendamnya yaitu eksibisionis. Suatu akhir pekan ia pergi ke mall di pusat kota untuk memperbaiki laptopnya yang rusak. Ia mengenakan hanya kaos tipis tanpa dalaman dan rok pendek ketat. Pakaian itu membuat payudaranya yang kencang hampir transparan terlihat dan paha mulusnya terekspos dengan jelas. Dengan pakaian seperti itu ia mendatangi toko servis laptop.
Karena perbaikan laptop memakan waktu lama. Cecilia memutuskan untuk sekalian menginap di sebuah hotel dekat mall tersebut. Supirnya mengantar ia sampai ke lobby hotel. Ia segera check in. Hotel itu bukanlah hotel mewah bahkan terlalu sederhana sehingga kehadiran seorang perempuan amoy secantik Cecilia langsung menjadi pusat perhatian di lobby yang sedang ramai.
Cecilia menyuruh supirnya pulang ke rumah untuk mengambil pakaian ganti dan keperluan lainnya untuk staycation mendadak ini. Ia sudah memberi kabar kepada orang tuanya. Sebelum supir pergi Cecilia memberikan kartu akses kamar hotel kepadanya. Itu sebagai jaga-jaga kalau ia ketiduran atau sedang di kamar mandi saat supir datang membawa barang.
Kesempatan eksibisi pertama pun tiba. Itulah alasan sesungguhnya mengapa Cecilia ingin staycation.
Sewaktu supirnya tiba dan memencet bel kamar hotel untuk mengantarkan barang Cecilia sengaja diam di kamar mandi. Ia berendam di bathtub. Supirnya kemudian menggunakan kartu akses untuk masuk ke kamar. Sesaat setelah mendengar langkah kaki supir di dalam kamar Cecilia keluar dari kamar mandi dengan telanjang bulat. Ia pura-pura tidak tahu ada orang lain di kamarnya.
"Kyaaa bapak!" teriak Cecilia pelan.
Supirnya terperangah melihat kemolekan tubuh anak majikannya itu. Kulit basah Cecilia yang putih mulus terlihat jelas. Payudaranya yang kencang dan paha mulusnya membuat supir terpaku sejenak. Namun kacaunya pintu kamar yang dibuka supir sampai mentok sehingga pintu tetap terbuka lebar. Beberapa orang yang baru mau check in di kamar seberang berdiri di sana dan memandangi tubuh Cecilia yang telanjang bulat.
Cecilia menyadari itu. Ia langsung menyuruh supirnya cepat meletakkan barang-barangnya.
"Tutup pintunya lain kali pak!" tegur Cecilia.
Ia menyuruh supir pulang karena tugas sudah selesai. Sebelum menutup pintu kamar salah seorang yang baru check in di kamar seberang bertanya.
"Itu siapanya mbak?"
"Itu supir aku nganterin barang" jawab Cecilia.
"Oh kirain siapa tadi mbaknya sampe teriak" balas orang itu lagi.
"Nggak kok gpp sorry ya" ucap Cecilia sebelum menutup pintunya.
Ketika jam makan malam tiba Cecilia memesan makanan untuk diantar ke kamar. Pengantar makanan datang. Cecilia tidak langsung membuka pintu. Ia hanya membuka kuncinya saja sehingga daun pintu tetap tertutup.
"Masuk aja" ucap Cecilia dari dalam kamar mandi.
Setelah pengantar makanan masuk ke kamar dengan trolinya Cecilia keluar dari kamar mandi dalam keadaan bugil. Ia berpapasan dengan pengantar makanan persis di depan pintu kamar mandi.
"Eh aduhh sori mas. Aku kirain yang nganter makanan perempuan. ucap Cecilia.
Setelah makanan selesai dihidangkan ia menyuruh mas-mas pengantar itu menunggu sebentar. Ia mengobek-obek tas untuk mencari receh sebagai uang tips. Ia melakukannya dalam keadaan telanjang bulat. Payudaranya yang kencang bergoyang pelan saat ia membungkuk mencari uang. Paha mulusnya terlihat jelas dan liang kewanitaannya masih sedikit basah karena suasana gairah yang ia rasakan sejak tadi. Mas-mas itu cukup sopan sehingga ia inisiatif keluar kamar dan menunggu di luar pintu.
Setelah makanan selesai dihidangkan ia menyuruh mas-mas pengantar itu menunggu sebentar. Ia mengobek-obek tas untuk mencari receh sebagai uang tips. Ia melakukannya dalam keadaan telanjang bulat. Payudaranya yang kencang bergoyang pelan saat ia membungkuk mencari uang. Paha mulusnya terlihat jelas dan liang kewanitaannya masih sedikit basah karena suasana gairah yang ia rasakan sejak tadi. Mas-mas itu cukup sopan sehingga ia inisiatif keluar kamar dan menunggu di luar pintu.
Cecilia pun harus ke pintu kamar dalam keadaan telanjang untuk memberikan tipsnya. Ia berjalan ke ambang pintu dengan langkah santai. Tubuh chindo seksi itu terpapar sepenuhnya. Kulit putih mulusnya yang masih agak lembab terlihat menggoda di bawah lampu koridor. Tepat saat itu dua orang lelaki penghuni kamar seberang baru kembali dari luar. Mereka berdua berpapasan langsung dengan Cecilia yang sedang memberikan tips kepada pegawai hotel dengan bertelanjang bulat di ambang pintu kamarnya.
Mereka berdua langsung berhenti dan berdiri memandangi tubuh Cecilia dengan tatapan lapar. Mata mereka menelusuri payudara Cecilia yang montok puting susunya yang mengeras karena angin koridor. Pandangan mereka turun ke perut rata lalu ke paha mulus dan kemaluan Cecilia yang terbuka. Cecilia merasakan birahi semakin kuat saat merasakan tatapan itu tapi ia berpura-pura biasa saja. Pegawai hotel menerima tips lalu pergi dengan cepat. Dua lelaki itu masih berdiri di tempat memandangi Cecilia sampai ia akhirnya menutup pintu kamarnya pelan.
Cecilia tersenyum sendiri di dalam kamar. Hatinya berdegup kencang karena kesempatan eksibisi yang berhasil lagi. Ia merasa puas dengan reaksi orang-orang yang melihat tubuh telanjangnya.
POV Cecilia
Kebetulan hari ini aksi eksibisinya cukup asyik. Total ada empat pria yang menyaksikan tubuh telanjangku. Aksi eksib terakhir hari ini akan kulakukan dengan menaruh piring sisa makanan di lorong hotel sambil keluar kamar tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Aku mengendap-endap keluar kamar dalam keadaan bugil lalu meletakkan piring di lantai. Tiba-tiba pintu kamarku tertutup otomatis karena tidak kubuka sampai mentok. "Oh shitt !! ucapku. Aku terjebak dalam keadaan bugil di lorong hotel. Mana mungkin aku ke resepsionis. Suasana lantai itu sangat sepi karena hotel tua. Tidak ada hp dompet dan apapun. Aku terpaksa mengetuk pintu kamar seberang untuk minta tolong.
"Tok tok tok. Aku ketuk pintu kamar mereka. Dari peephole pintu pasti sudah terlihat aku yang sedang telanjang bulat berdiri kedinginan. Pintu pun dibuka. Kedua pria itu berdiri di hadapanku.
"Sori ganggu aku kekunci pas naroh piring kotor. Duhh malu banget nih. Tolongin dong" kataku.
"Ya udah masuk dulu mba. Ntar diliat orang telanjang gitu di luar. balas salah satu pria.
Aku pun masuk ke kamar mereka. "Permisi" kataku.
"Bisa tolong panggilin pegawai hotelnya ke sini ngga. Aku mau minta kunci cadangan. pinta aku.
"Waduh udah malem gini. Hotel kayak gini biasanya gak 24 jam pegawainya mba.. jawab mereka.
"Iya mesti nunggu besok pagi sih kayaknya. tambah yang lain.
"Yahh gitu ya. Terus gimana dong ? tanya aku kebingungan.
"Mba tidur di sini aja malem ini besok pagi baru urus kamarnya. usul mereka.
Sepanjang percakapan kedua pria itu memandangi tubuhku dengan penuh nafsu. Kalau aku mengiyakan bisa dipastikan mereka akan ngerjainku semalaman. Aku kemudian agak memaksa untuk meminjam pakaian supaya bisa turun ke resepsionis. Tapi kedua pria itu seperti ogah-ogahan untuk membantu. Akhirnya aku terpaksa mengeluarkan kalimat pamungkas.
"Nanti aku bayar deh. kataku.
Mereka saling pandang lalu membalas.
"Gimana kalau sekarang aja bayarnya. kata mereka.
"Tapi.. Dompet aku ada didalam kamar. jawabku.
"Bayar pake yang lain kan bisa.. balas mereka lagi sambil mengusap-usap selangkangan mereka.
"Ya memang sudah pasti arahnya ke situ. Salahku juga nyamperin kamar orang lain dengan telanjang bulat seperti ini.
Kemudian aku menyadari ada handuk tergantung di sampingku persis. Langsung kuambil kemudian lari keluar menuju lift. Untungnya kedua orang itu tidak mengikuti. Begitu pintu lift terbuka Aku langsung buru buru masuk kedalam liftnya dan turun ke lobby hotel.
Pukul dua belas malam situasi sangat sepi. Hanya tampak seorang resepsionis laki-laki bertugas di sana. Untungnya dia bersedia membantu aku. Kami pun kembali ke elevator dengan dia membawa kunci akses khusus untuk membukakan pintu kamarku.
Pukul dua belas malam situasi sangat sepi. Hanya tampak seorang resepsionis laki-laki bertugas di sana. Untungnya dia bersedia membantu aku. "Terima kasih mas sudah mau bantu aku malam-malam begini" kataku sambil menahan malu.
"Iya mba santai saja. Kebetulan aku lagi shift malam. Biasa ada tamu yang lupa kunci atau kejadian seperti ini" jawabnya dengan suara ramah tapi matanya sesekali melirik ke arah handuk yang membungkus tubuhku.
Kami pun kembali ke elevator dengan dia membawa kunci akses khusus untuk membukakan pintu kamarku. Elevatornya agak sempit untuk dua orang karena hotel tua dan murah. Ketika naik lift itu berhenti di setiap lantai tanpa alasan jelas.
"Lift ini kadang suka bandel ya mas ? kataku mencoba basa-basi.
"Malam gini emang kadang suka eror liftnya mba. Soalnya udah lama gak dilakukan perawatan rutin. Katanya.
Memang ada hawa horor juga di hotel ini. Aku pun sempat membetulkan posisi handukku dengan melepaskannya terlebih dahulu. Meskipun mas resepsionis ini membelakangi aku sepertinya ia bisa melihat sekilas lewat cermin ketika aku melepaskan handukku sesaat. Tubuh telanjangku yang masih agak basah terpapar sebentar di udara dingin lift. Payudaraku yang kencang dan memekku yang mulus sempat terlihat jelas sebelum aku buru-buru membungkus tubuhku lagi dengan handuk tipis itu. Aku merasa malu tapi juga ada sensasi aneh yang mulai muncul di perutku.
Pintu kamar ku pun terbuka. Senangnyaaa. Kedua orang di kamar seberang pun keluar dr kamarnya berbasa basi, "udah bisa pintunya, mba?" tanya mereka ramah. Sepertinya sih mereka khawatir kalau-kalau aku mengadukan kekurang ajaran mereka. "iya, nih" jawab ku.
Kemudian aku melepaskan handuk, sehingga tubuh ku telanjang bulat di hadapan kedua orang itu dan mas resepsionis yg membantu ku.
Kemudian aku melepaskan handuk, sehingga tubuh ku telanjang bulat di hadapan kedua orang itu dan mas resepsionis yg membantu ku.
"nih handuknya makasih ya.. ucap ku.
Kemudian aku mengajak mas resepsionis masuk ke kamar ku.
"Sini mas masuk bentar aku kasih tip.
Dia pun mengikuti ku masuk ke kamar. Sebenarnya tujuan ku cuman buat bikin kedua orang di kamar seberang ku itu kesel dan gregetan. Dan sepertinya berhasil, aku ngintip dr peephole pintu kamar ku, wajah mereka tampak kesal dan komat kamit.
Sedangkan mas resepsionis di kamar ku cuman ku kasih tip 50 ribu, terus abis itu aku suruh keluar.
Pengalaman Singkat dan Pertama Cecilia Jadi Perempuan Bayaran
Suatu ketika, Cecilia pergi ke luar negeri bersama kedua orang tuanya untuk urusan bisnis mereka. Orang tuanya sibuk ngurusin pekerjaan, sedangkan Cecilia boring sendirian di kamar hotel. Dia pun mengisi kebosanannya dengan membuat konten seksi depan kamera sambil direkam untuk kemudian diupload sebagai konten sosial media nya yg followers nya berjumlah ratusan ribu itu.
Dengan mengenakan bikini seksi, ia merekam dirinya sendiri keluar kamar menuju elevator. Di hotel yg ia tempati itu, ada pintu akses dr restoran ke kolam renang, ia berencana untuk berjalan dengan hanya mengenakan bikini melewati restoran untuk menuju kolam renang di saat jam makan siang.
Ketika di dalam elevator, Cecilia baru teringat kartu akses kamarnya ketinggalan. Ia pun terpaksa ke lobby hotel dahulu untuk minta kartu ekstra. Tapi karena musim liburan, lobby hotel pun ramai, para tamu mengantri untuk dilayani oleh resepsionis.
Ketika Cecilia baru keluar lift, semua orang yg ada di lobby terperangah dan terpaku memandangi kemolekan tubuhnya yg hanya dibalut bikini.
Cecilia terpaksa duduk di lobby sambil nunggu. Supaya ngga mati gaya, dia pun live streaming sosial media, ngobrol2 dengan followers onlinenya dengan menggunakan bikini sambil duduk di lobby hotel yg sedang ramai itu.
"Om yg di pojok mupeng banget tuh", tulis seorang netizen di kolom chat. Cecilia pun tertawa kemudian noleh melirik om-om yg dimaksud. "Dance dong, kak", pinta netizen lain. "Ntar ya pas sepi, sekarang lagi rame banget", balas Cecilia.
Resepsionis sudah tampak sepi, Sambil tetap live streaming pake handphone, Cecilia mengurus kartu akses kamarnya, setelah beres ia pun kembali ke elevator, "mau liat aku dance kan?" ucapnya ke para penonton online.
Pas banget elevator lagi kosong. Sambil lift bergerak naik, ia senderkan hape di lantai, lalu mulai ngedance. Cecilia meliuk-liukan tubuhnya yg seksi dan hanya dibungkus bikini itu di dalam sebuah lift hotel.
Tengah asik ngedance, tiba-tiba ikatan bikini terlepas, ia pun buru-buru menahan dengan tangannya. Di saat bersamaan, pintu lift terbuka. Seorang lelaki paruh baya berdiri di sana. Ia cukup kaget melihat ada perempuan muda cantik jelita setengah telanjang sedang membetulkan posisi behanya di dalam lift.
"Sori" ucap Cecilia karena mempersembahkan pemandangan yg cukup vulgar kepada orang asing di dalam lift, sambil tetap berusaha mengikat kembali tali bikininya, dia tampak kewalahan.
"Boleh saya bantu?" ucap si lelaki ramah
Tanpa menjawab, Cecilia berjalan mendekati lelaki tsb kemudian berbalik untuk memberikan punggungnya. Dia pun mengikat rambutnya sambil si lelaki mengikatkan tali bikininya, sambil curi-curi kesempatan mengusap lembut kulit Cecilia dengan punggung jemarinya.
"Kamu keringetan banget" ucap si lelaki.
"he eh, panas banget tadi di lobby" balas Cecilia.
Memang kawasan yg sedang dikunjungi oleh Cecilia dan kedua orang tuanya ini adalah kawasan tropis dan berpantai.
Sambil mengusap-usap punggung Cecilia, si lelaki berbisik pelan "saya kasih 200 juta, temenin saya malam ini". Cecilia diam saja, tentu ini bukan pertama kalinya ia mendapat tawaran seperti itu, mengingat kecantikan dan keseksiannya yg luar biasa, serta gaya berpakaiannya yg terbuka. Meskipun ia selalu menolak tawaran-tawaran aneh itu, tapi ini baru pertama kalinya ia ditawari dengan nominal sebesar itu.
Pintu lift terbuka di lantai kamar hotel Cecilia. "Makasih ya" ucap Cecilia meskipun tali bikininya belom selesai diikat lantaran si lelaki itu lebih fokus mengusap-ngusap punggung Cecilia. Dia pun keluar lift, tapi sebelumnya, si lelaki sempat memberikan kartu namanya dan diterima oleh Cecilia. Baru saja pintu lift tertutup, dia baru ingat handphonenya masih tergeletak di lantai lift. Dan live streamnya masih menyala. "Oh shit" gumam Cecilia. Selain karena hapenya yg ketinggalan, ia juga panik karena berarti aksinya barusan termasuk negosiasi tawaran 200 juta itu disaksikan oleh para viewers. "Semoga aja obrolannya ga kedengeran" batinnya.
Pintu elevator terbuka lagi. kosong. tidak ada siapa-siapa di sana, termasuk hapenya. Ia pun meyakini bahwa lelaki tadi yg membawa hapenya. Cecilia memeriksa kartu nama yg diberikan. Ia pun turun lagi ke lobby untuk menanyakan pemilik kartu nama tersebut nginep di kamar nomor berapa.
Ternyata lelaki itu adalah pemilik hotel tersebut. Ia tinggal di lantai paling atas. Lelaki itu sudah berpesan ke resepsionis untuk memberikan Cecilia akses ke lantainya kalau dia datang mencari hapenya. Cecilia pun menerima kartu khusus untuk sebagai akses ke lantai paling atas hotel. Dia kembali lagi ke lift dan menggunakan kartu khusus tersebut. Cecilia bercermin. Rambutnya ia rasa lepek dan kusam, wajah tanpa make-up, dan kulit yg berkeringat. Ia merasa tidak siap. Di sisi lain, lelaki pemilik hotel itu ternyata memantau gerak-gerik Cecilia di elevator dari ruangan monitor khusus di kamarnya. Ia menyaksikan gelagat Cecilia yg ingin terlihat cantik di hadapannya.
Baru saja ia kepikiran untuk balik ke kamar dulu buat dandan, pintu lift sudah terbuka. Cecilia keluar lift dan melangkah ke depan satu-satunya pintu yg ada di lantai itu. Tidak tampak tombol bell, jadi Cecilia mengetuknya. Si lelaki pun membuka pintu, dan tanpa basa basi mempersilahkan Cecilia masuk, tapi Cecilia menolak masuk. "Aku cuman mau ambil hape ku" ucap Cecilia.
"Apa 200 juta kurang?" balas si lelaki
"Aku lagi sama papa mama ku..." jawab Cecilia
"Ah, i see. Berapa lama kalian menginap di sini?" balasnya lagi
"mmmhh... masih 12 hari lagi" kata Cecilia
"Kalau begitu, selama sisa waktu itu kamar kalian diupgrade ke kamar paling mewah di hotel ini, plus 200 juta untuk kamu. Kalau menolak tidak apa-apa, ini hape kamu" ucap lelaki owner hotel tsb. Ia meletakan hape Cecilia di meja ruang tamu dan kemudian duduk di sofa. Cecilia yg tampak malu-malu pun perlahan melangkah masuk dan mengambil hapenya. Tapi Cecilia tidak langsung pergi, ia masih berdiri di situ. Pintu kamar pun tertutup otomatis.
Melihat kesempatan itu, si lelaki tidak menyia-nyiakannya. "Saya ngga akan nyentuh kamu. Saya cuman pingin liat kamu telanjang" ucap si lelaki.
Cecilia sama sekali tidak keberatan, tapi dia tidak menunjukkannya. "Ok... cuman liat aja ya, ngga boleh megang" ucap Cecilia. Dia pun mulai melepaskan bikininya dengan malu-malu tapi mau.
Si lelaki geleng-geleng kepala karena takjub. "Saya melihat banyak tamu hotel ini, tidak pernah ada yang seindah kamu" ucapnya. Cecilia pun tersipu. "Udah kan? apalagi?" kata Cecilia.
"Wait..." ucap si lelaki. Kemudian dia pun melepaskan pakaiannya dan kembali duduk. Cecilia cukup terkejut melihat penisnya yg besar meskipun belum mengeras. Si lelaki itu kemudian mulai mengusap-ngusap dan mengocok penisnya sambil terus memandangi Cecilia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"I hope this is okay with you" ucap si lelaki.
Bukan hanya owner hotel itu yg terangsang oleh tubuh telanjang Cecilia, tapi diam-diam Cecilia juga sebenarnya ingin menikmati dan dinikmati. Dia berdiri dengan gelisah, bingung harus ngapain. Penis lelaki di hadapannya itu mulai mengeras, sebuah pemandangan yg membuat Cecilia makin gelisah. Instinct nya mengambil alih. Ia tidak lagi hanya berdiri diam, tapi juga meremas payudaranya dengan perlahan sambil menggigit bibir.
Spoiler: Cecilia
Lelaki owner hotel tersebut jelas sudah berpengalaman. Ia paham dengan uang, kekuasaan, dan kejantanannya, ia bisa dengan mudah mengontrol perempuan muda seperti Cecilia. Ia sadar betul bahwa Cecilia pun menginginkan dirinya.
"Saya mau mandi. Kamu mau ikut?" tanya si lelaki.
Cecilia mengangguk.
Sisa waktu menginap di hotel 12 hari bukan berarti Cecilia harus berurusan dengan pria pemilik hotel tersebut selama itu pula. Karena ketika mereka sedang asik ciuman, telepon berdering. Sang istri dr pria itu mengabarkan bahwa dia dan anaknya yg bernama Nadya sudah boarding, mereka pulang seminggu lebih cepat dr yg dijadwalkan dikarenakan pergolakan politik di negara yg sedang mereka kunjungi.
"Aku sama mama otw pulang, Pah!" suara perempuan dari telepon turut terdengar oleh Cecilia.
Perjalanan pesawat akan memakan waktu sekitar 7 jam. Minus 2 jam untuk si pria menjemput anak dan istrinya itu di bandara. Jadi dia dan Cecilia hanya memiliki waktu sekitar 5 jam untuk bersama.
Sedangkan mas resepsionis di kamar ku cuman ku kasih tip 50 ribu, terus abis itu aku suruh keluar.
Pengalaman Singkat dan Pertama Cecilia Jadi Perempuan Bayaran
Suatu ketika, Cecilia pergi ke luar negeri bersama kedua orang tuanya untuk urusan bisnis mereka. Orang tuanya sibuk ngurusin pekerjaan, sedangkan Cecilia boring sendirian di kamar hotel. Dia pun mengisi kebosanannya dengan membuat konten seksi depan kamera sambil direkam untuk kemudian diupload sebagai konten sosial media nya yg followers nya berjumlah ratusan ribu itu.
Dengan mengenakan bikini seksi, ia merekam dirinya sendiri keluar kamar menuju elevator. Di hotel yg ia tempati itu, ada pintu akses dr restoran ke kolam renang, ia berencana untuk berjalan dengan hanya mengenakan bikini melewati restoran untuk menuju kolam renang di saat jam makan siang.
Ketika di dalam elevator, Cecilia baru teringat kartu akses kamarnya ketinggalan. Ia pun terpaksa ke lobby hotel dahulu untuk minta kartu ekstra. Tapi karena musim liburan, lobby hotel pun ramai, para tamu mengantri untuk dilayani oleh resepsionis.
Ketika Cecilia baru keluar lift, semua orang yg ada di lobby terperangah dan terpaku memandangi kemolekan tubuhnya yg hanya dibalut bikini.
Cecilia terpaksa duduk di lobby sambil nunggu. Supaya ngga mati gaya, dia pun live streaming sosial media, ngobrol2 dengan followers onlinenya dengan menggunakan bikini sambil duduk di lobby hotel yg sedang ramai itu.
"Om yg di pojok mupeng banget tuh", tulis seorang netizen di kolom chat. Cecilia pun tertawa kemudian noleh melirik om-om yg dimaksud. "Dance dong, kak", pinta netizen lain. "Ntar ya pas sepi, sekarang lagi rame banget", balas Cecilia.
Resepsionis sudah tampak sepi, Sambil tetap live streaming pake handphone, Cecilia mengurus kartu akses kamarnya, setelah beres ia pun kembali ke elevator, "mau liat aku dance kan?" ucapnya ke para penonton online.
Pas banget elevator lagi kosong. Sambil lift bergerak naik, ia senderkan hape di lantai, lalu mulai ngedance. Cecilia meliuk-liukan tubuhnya yg seksi dan hanya dibungkus bikini itu di dalam sebuah lift hotel.
Tengah asik ngedance, tiba-tiba ikatan bikini terlepas, ia pun buru-buru menahan dengan tangannya. Di saat bersamaan, pintu lift terbuka. Seorang lelaki paruh baya berdiri di sana. Ia cukup kaget melihat ada perempuan muda cantik jelita setengah telanjang sedang membetulkan posisi behanya di dalam lift.
"Sori" ucap Cecilia karena mempersembahkan pemandangan yg cukup vulgar kepada orang asing di dalam lift, sambil tetap berusaha mengikat kembali tali bikininya, dia tampak kewalahan.
"Boleh saya bantu?" ucap si lelaki ramah
Tanpa menjawab, Cecilia berjalan mendekati lelaki tsb kemudian berbalik untuk memberikan punggungnya. Dia pun mengikat rambutnya sambil si lelaki mengikatkan tali bikininya, sambil curi-curi kesempatan mengusap lembut kulit Cecilia dengan punggung jemarinya.
"Kamu keringetan banget" ucap si lelaki.
"he eh, panas banget tadi di lobby" balas Cecilia.
Memang kawasan yg sedang dikunjungi oleh Cecilia dan kedua orang tuanya ini adalah kawasan tropis dan berpantai.
Sambil mengusap-usap punggung Cecilia, si lelaki berbisik pelan "saya kasih 200 juta, temenin saya malam ini". Cecilia diam saja, tentu ini bukan pertama kalinya ia mendapat tawaran seperti itu, mengingat kecantikan dan keseksiannya yg luar biasa, serta gaya berpakaiannya yg terbuka. Meskipun ia selalu menolak tawaran-tawaran aneh itu, tapi ini baru pertama kalinya ia ditawari dengan nominal sebesar itu.
Pintu lift terbuka di lantai kamar hotel Cecilia. "Makasih ya" ucap Cecilia meskipun tali bikininya belom selesai diikat lantaran si lelaki itu lebih fokus mengusap-ngusap punggung Cecilia. Dia pun keluar lift, tapi sebelumnya, si lelaki sempat memberikan kartu namanya dan diterima oleh Cecilia. Baru saja pintu lift tertutup, dia baru ingat handphonenya masih tergeletak di lantai lift. Dan live streamnya masih menyala. "Oh shit" gumam Cecilia. Selain karena hapenya yg ketinggalan, ia juga panik karena berarti aksinya barusan termasuk negosiasi tawaran 200 juta itu disaksikan oleh para viewers. "Semoga aja obrolannya ga kedengeran" batinnya.
Pintu elevator terbuka lagi. kosong. tidak ada siapa-siapa di sana, termasuk hapenya. Ia pun meyakini bahwa lelaki tadi yg membawa hapenya. Cecilia memeriksa kartu nama yg diberikan. Ia pun turun lagi ke lobby untuk menanyakan pemilik kartu nama tersebut nginep di kamar nomor berapa.
Ternyata lelaki itu adalah pemilik hotel tersebut. Ia tinggal di lantai paling atas. Lelaki itu sudah berpesan ke resepsionis untuk memberikan Cecilia akses ke lantainya kalau dia datang mencari hapenya. Cecilia pun menerima kartu khusus untuk sebagai akses ke lantai paling atas hotel. Dia kembali lagi ke lift dan menggunakan kartu khusus tersebut. Cecilia bercermin. Rambutnya ia rasa lepek dan kusam, wajah tanpa make-up, dan kulit yg berkeringat. Ia merasa tidak siap. Di sisi lain, lelaki pemilik hotel itu ternyata memantau gerak-gerik Cecilia di elevator dari ruangan monitor khusus di kamarnya. Ia menyaksikan gelagat Cecilia yg ingin terlihat cantik di hadapannya.
Baru saja ia kepikiran untuk balik ke kamar dulu buat dandan, pintu lift sudah terbuka. Cecilia keluar lift dan melangkah ke depan satu-satunya pintu yg ada di lantai itu. Tidak tampak tombol bell, jadi Cecilia mengetuknya. Si lelaki pun membuka pintu, dan tanpa basa basi mempersilahkan Cecilia masuk, tapi Cecilia menolak masuk. "Aku cuman mau ambil hape ku" ucap Cecilia.
"Apa 200 juta kurang?" balas si lelaki
"Aku lagi sama papa mama ku..." jawab Cecilia
"Ah, i see. Berapa lama kalian menginap di sini?" balasnya lagi
"mmmhh... masih 12 hari lagi" kata Cecilia
"Kalau begitu, selama sisa waktu itu kamar kalian diupgrade ke kamar paling mewah di hotel ini, plus 200 juta untuk kamu. Kalau menolak tidak apa-apa, ini hape kamu" ucap lelaki owner hotel tsb. Ia meletakan hape Cecilia di meja ruang tamu dan kemudian duduk di sofa. Cecilia yg tampak malu-malu pun perlahan melangkah masuk dan mengambil hapenya. Tapi Cecilia tidak langsung pergi, ia masih berdiri di situ. Pintu kamar pun tertutup otomatis.
Melihat kesempatan itu, si lelaki tidak menyia-nyiakannya. "Saya ngga akan nyentuh kamu. Saya cuman pingin liat kamu telanjang" ucap si lelaki.
Cecilia sama sekali tidak keberatan, tapi dia tidak menunjukkannya. "Ok... cuman liat aja ya, ngga boleh megang" ucap Cecilia. Dia pun mulai melepaskan bikininya dengan malu-malu tapi mau.
Si lelaki geleng-geleng kepala karena takjub. "Saya melihat banyak tamu hotel ini, tidak pernah ada yang seindah kamu" ucapnya. Cecilia pun tersipu. "Udah kan? apalagi?" kata Cecilia.
"Wait..." ucap si lelaki. Kemudian dia pun melepaskan pakaiannya dan kembali duduk. Cecilia cukup terkejut melihat penisnya yg besar meskipun belum mengeras. Si lelaki itu kemudian mulai mengusap-ngusap dan mengocok penisnya sambil terus memandangi Cecilia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"I hope this is okay with you" ucap si lelaki.
Bukan hanya owner hotel itu yg terangsang oleh tubuh telanjang Cecilia, tapi diam-diam Cecilia juga sebenarnya ingin menikmati dan dinikmati. Dia berdiri dengan gelisah, bingung harus ngapain. Penis lelaki di hadapannya itu mulai mengeras, sebuah pemandangan yg membuat Cecilia makin gelisah. Instinct nya mengambil alih. Ia tidak lagi hanya berdiri diam, tapi juga meremas payudaranya dengan perlahan sambil menggigit bibir.
Spoiler: Cecilia
Lelaki owner hotel tersebut jelas sudah berpengalaman. Ia paham dengan uang, kekuasaan, dan kejantanannya, ia bisa dengan mudah mengontrol perempuan muda seperti Cecilia. Ia sadar betul bahwa Cecilia pun menginginkan dirinya.
"Saya mau mandi. Kamu mau ikut?" tanya si lelaki.
Cecilia mengangguk.
Sisa waktu menginap di hotel 12 hari bukan berarti Cecilia harus berurusan dengan pria pemilik hotel tersebut selama itu pula. Karena ketika mereka sedang asik ciuman, telepon berdering. Sang istri dr pria itu mengabarkan bahwa dia dan anaknya yg bernama Nadya sudah boarding, mereka pulang seminggu lebih cepat dr yg dijadwalkan dikarenakan pergolakan politik di negara yg sedang mereka kunjungi.
"Aku sama mama otw pulang, Pah!" suara perempuan dari telepon turut terdengar oleh Cecilia.
Perjalanan pesawat akan memakan waktu sekitar 7 jam. Minus 2 jam untuk si pria menjemput anak dan istrinya itu di bandara. Jadi dia dan Cecilia hanya memiliki waktu sekitar 5 jam untuk bersama.
Mendengar kabar itu, bukan hanya si pria yg berat hatinya, tapi Cecilia juga. Sepertinya di benak mereka berdua sudah terbayangkan hal-hal hot yg bisa mereka lakukan berdua selama 12 hari ke depan. Namun, sayang harapan itu sirna.
Cecilia tidak mau buang waktu. Dia melangkah kemudian naik ke atas kasur. "Cepetan, kamu udah bayar lho..." ucapnya sambil berpose menantang.
Si pria pun menjawab tantangan itu. Dia mendekat pada Cecilia yg duduk di ujung kasur. Cecilia tanpa banyak bicara langsung memasukan penis pria itu ke mulutnya dan memberikannya oral seks.
Pria itu merem melek dibuatnya. Di tengah blowjob nya, Cecilia menatap si lelaki sambil memberikan ekspresi-ekspresi wajah yg menggemaskan. Cecilia benar-benar tahu cara membuat lelaki terpesona oleh kecantikan maupun kenakalannya.
"Ini pertama kalinya aku jd perempuan bayaran" ucap Cecilia di tengah blowjobnya. "Tapi seandainya ngga dibayar pun aku ngga keberatan, abis kamu ganteng sih" tambahnya.
Mendengar itu, si pria langsung klimaks. Pejunya berceceran di wajah Cecilia. Si pria tampak malu karena ejakulasi dini. Sementara Cecilia dengan telaten membersihkan sisa-sisa peju di penis pria itu dengan menjilatinya.
"Sori.. saya jarang olahraga.." ucap si pria.
"It's okay" balas Cecilia. "Sini..." Cecilia mengajak pria itu rebahan di kasur.
"Aku coba bikin bangun lagi ya..." ucap Cecilia. Dia pun kemudian menciumi dan menjilati tubuh pria itu. Gerak gerik Cecilia sangat natural. Ini bukan hasil pengalaman atau meniru adegan film, tapi memang instinct-nya sangat fasih dalam hal beraksi secara sensual dan erotis. Dia tidak butuh pelajaran atau pengalaman, karena bakatnya sangat alami.
Lelaki itu berbaring sambil dijilati dan diciumi seluruh tubuhnya oleh Cecilia, perlahan dari atas ke bawah. Ketika sampai area selangkangan, penisnya sudah berdiri lagi.
"Yeeeyy aku berhasil" ekspresi girang Cecilia semakin bikin pria itu gemas. Cecilia lanjut memberikan pria itu blowjob sebentar, kemudian ia melangkah ke meja yg ada foto keluarga pria itu. "Ini anak kamu ya? cantik juga. Siapa namanya? Umur berapa?" tanya Cecilia. "Nadya. Umur 19" jawab lelaki itu singkat sambil tetap berbaring di kasur. "Oh, seumuran sama aku" balas Cecilia. "Bentar ya minum dulu, aus" ucap Cecilia.
Cecilia memang orangnya supel, dia merasa seperti sudah di rumah sendiri. Dia pun mondar-mandir sambil telanjang mencari dapur di tempat yg besar ini. Pembawaannya yg ceria dan childish itu membuat si pria semakin gemas. Ia pun mengikuti Cecilia ke dapur.
Dia tidak mau menyia-nyiakan ngacengnya itu. Cecilia sedang nungging sambil ngubek-ngubek kulkas mempertontonkan keseksian tubuh telanjangnya dari belakang. Si pria itu pun langsung memasukan penisnya ke vagina Cecilia dr belakang. Cecilia sempat kaget sebentar, terutama karena ukurannya. Tapi kemudian ia menikmati.
"ngghh.. ahh... buru-buru banget..." ucap Cecilia yg belum sempat minum.
"waktu kita ngga banyak.." balas si pria sambil terus menyodoknya.
Cecilia menyesuaikan ritme goyangan pinggul pria yg jauh lebih tua darinya itu. "anghh... enak banget, sayang" Cecilia memanggil pria itu dengan sebutan "sayang". Pria itu pun makin bernapsu. Sebagai orang kaya raya yg sudah pernah ditemani banyak wanita, baru kali ini dia bertemu yg seperti Cecilia. Di matanya, Cecilia tidak sedang acting atau pura-pura untuk memuaskannya, melainkan menjadi diri sendiri apa adanya. Dan memang iya, Cecilia adalah perempuan langka itu.
Tiba-tiba Cecilia berhenti, lalu berkata dengan ekspresi kaget "eh, kamu gak pake kondom ya??". Si pria menjawab "nggak, is that a problem?"
"Mmmm, ya udah deh gpp..." balas Cecilia sambil kembali menggoyangkan pinggulnya.
Sepertinya semesta memang tidak merestui aksi mereka. Handphone Cecilia berdering nyaring dengan nada dering khusus yg menandakan bahwa itu panggilan dr orang tuanya.
"Ngghh... bentar, ortu ku nelpon..." ucap Cecilia sambil berusaha melepaskan penis pria itu dr liang vaginanya. Dia pun setengah berlari ke ruang tamu untk mengangkat panggilan tsb.
Orang tuanya menanyai perihal sudah makan belum, dll. Si pria kembali terpaku memandangi kecantikan perempuan muda di hadapannya. Dia merasa sangat beruntung sekali.
Menyadari dirinya sedang dipandangi, Cecilia sambil tetap telponan merenggangkan kedua kakinya dan memainkan vaginanya dengan jemarinya. Ia mempersembahkan tontonan yg membuat pria manapun merasa ingin segera merangkak dan menciumi vaginanya. Dan hal itu persis yg dilakukan oleh pria pemilik hotel. Ia mengendus-endus vagina Cecilia yg sedang duduk sambil teleponan, dan kemudian menjilatinya.
"nghh... iyaa, tenang... aku bisa jaga diri, kok... ngghh" Cecilia meladeni percakapan telepon sambil berusaha untuk tidak mendesah sambil menjambak-jambak rambut pria itu.
"Nakal ya kamu" ucap Cecilia seusai teleponan.
"Kamu yg mancing-mancing" balas si pria.
Mereka pun kemudian ciuman dengan mesra sambil berpelukan erat. Sebuah aksi yg tak wajar jika dilihat dr perbedaan usia mereka. Tapi tanpa disangka-sangka, ternyata Cecilia sangat menikmatinya.
Mereka pun melanjutkannya di atas kasur. Gantian kini tubuh Cecilia yg penuh keringat dijilati dan diciumi oleh pria itu. Cecilia menggelinjang kegelian sambil tertawa kecil. Cecilia memang cantik natural. Bibirnya yg merah merona meski tanpa lipstick dilumat habis pria itu. Lidah mereka bertautan. Sambil ditindih, Cecili berusaha menggapai penis lelaki itu untuk mengarahkannya masuk ke vaginanya. "Entotin aku, sayang" ucap Cecilia.
"Call me daddy" ucap si lelaki sambil menyodok-nyodok memek Cecilia.
"Ahngg.. daddy, fuck me daddy, fuck me hard... ahnggg" Cecilia mendesah keenakan.
Aslinya Cecilia bukan perempuan nakal. Memang iya dia suka eksib, tapi soal berhubungan badan, seumur hidupnya bisa dihitung jari. Tapi kali ini dia membiarkan tubuhnya mengambil alih kesadarannya. Ia bukan lagi sekadar Cecilia yg gemar eksib, tapi Cecilia yg kerasukan Succubus. Si pria pun tau persis bahwa Cecilia sungguh-sungguh menikmati ini. Hal itu terasa di setiap inci ekspresi tubuh dan wajah Cecilia.
"Saya boleh keluarin di dalem ngga?" tanya si pria. Cecilia pun mengangguk sebelum kemudian mencipok bibir pria itu.
Selama 5 jam mereka bercinta dengan ganti-ganti gaya dan lokasi, seperti layaknya pasangan pengantin bary. Padahal usia mereka terpaut sangat jauh.
Ketika dia nyodokin memek ku dr belakang di ruang tamu dan aku menghadap pintu. Ada suara ketukan pintu. "Permisi, nyonya dan non Nadya sudah akan mendarat pesawatnya, Pak" ucap suara dari balik pintu.
"Masuk" ucap si pria yg sedang ngentotin aku. Aku kaget mendengar itu, tapi bingung mesti ngapain di kondisi kayak gini. Pintu pun terbuka. Dari pakaiannya orang itu sepertinya ajudan atau supirnya si pria ini. Dia melihat kami berdua yg sedang telanjang bulat bersenggama ini.
"Mobil sudah siap?" tanya si pria sambil terus menggenjot ku. Aku pun mendesah keenakan, tapi pandangan ku tertuju ke ajudannya yg ada di hadapan ku. Dia pun turut ngeliatin aku.
Sepertinya pria yg ngentotin aku ini tipe orang yg suka memamerkan keperkasaannya dalam menaklukan wanita kepada para anak buahnya.
"Ya sudah, saya mandi dulu" ucapnya. Kemudian ia melepaskan penisnya dr dalam memek ku. Huh, enak aja. Aku langsung mendorongnya rebahan di sofa dan kemudian menungganginya, "kan tanggung belum keluar, daddy" ucap ku manja.
Sambil ditonton oleh ajudannya. Aku menunggangi pria pemilik hotel ini sampe dia klimaks dan orgasme untuk kesekian kalinya di memek ku.
Kemudian ajudannya disuruh menunggu sambil kami berdua mandi bareng. Dia selesai dluan karena harus buru-buru ke bandara. Sedangkan cewe mandinya lama, jd dia membiarkan ku berlama-lama, tapi intinya aku harus sudah pergi sebelum dia dan keluarganya kembali. Dia memberikan credit card, aku disuruh belanja shopping sampai nominal yg dijanjikan, tapi lebih dikit ngga apa-apa katanya. Ajudannya ternyata disuruh menemani ku belanja, kalau sudah selesai nanti kartunya kasih ke ajudannya itu. Ketika aku masih mandi, si pria itu sudah berangkat menuju bandara. Ajudannya nungguin aku yg sedang mandi ini.
Aku keluar kamar mandi dengan telanjang bulat. Toh dia udah ngeliat semuanya ini. Mukanya mupeng amat ngeliat aku.
"Sori ya mas.. hari ini aku capek banget.. ucapku menjawab isi pikirannya. Dia pun tertunduk lesu. Tapi karena kasian maka akupun duduk di sebelahnya, "mana sini, aku kocokin aja ya, ngga lebih" ucap ku.
"Di kamar mandi aja, biar ngga berceceran" balasnya. Mungkin dia takut ketahuan.
Kami berdua pun masuk ke kamar mandi. Di bawah shower aku mengocok kontolnya dengan tangan. Dia pun melepas semua pakaiannya karena takut berantakan katanya. Niatku sih cuma mengocok tapi namanya manusia entah gimana ceritanya tiba-tiba dia sudah menggerayangi tubuhku dan menciumi leher serta payudaraku. Meskipun aku males-malesan tapi tetap aku ladeni ciumannya itu. Bibirnya panas menempel di kulitku yang basah. Tangannya meremas buah dadaku dengan kasar lalu turun meraba memekku yang mulai basah.
"Di kamar mandi aja, biar ngga berceceran" balasnya. Mungkin dia takut ketahuan.
Kami berdua pun masuk ke kamar mandi. Di bawah shower aku mengocok kontolnya dengan tangan. Dia pun melepas semua pakaiannya karena takut berantakan katanya. Niatku sih cuma mengocok tapi namanya manusia entah gimana ceritanya tiba-tiba dia sudah menggerayangi tubuhku dan menciumi leher serta payudaraku. Meskipun aku males-malesan tapi tetap aku ladeni ciumannya itu. Bibirnya panas menempel di kulitku yang basah. Tangannya meremas buah dadaku dengan kasar lalu turun meraba memekku yang mulai basah.
Entah gimana aku sudah berlutut di depannya dan memberikannya blowjob seperti yang kuberikan kepada bosnya dulu. Mulutku menghisap kejantanan yang tegang itu dengan gerakan naik turun. Lidahku menjilat batangnya yang berdenyut sambil tanganku memainkan buah zakarnya. Dia mengerang pelan dan memegang kepalaku. Tak lama kemudian dia muncrat sekali. Air mani panasnya menyembur ke dalam mulutku dan sebagian menetes di payudaraku. Aku menelan sebagian pejunya sambil merasakan aroma tubuhnya yang kuat di kamar mandi yang sempit itu.
Setelah selesai kami segera beres-beres. Aku kembali kedalam kamarku untuk ganti baju sebelum pergi shopping ke mall.
Di mobil setelah belanja sebelum mengantarkan aku pulang dia membawa aku ke parkiran sepi. Di sana dia meminta lebih dari sekadar dikocok atau blowjob. Aku pun bersetubuh dengannya di mobil.
Saat itu kami berdua naik ke kursi belakang mobil yang agak gelap. Ia langsung menarikku ke pangkuannya lalu mencium bibirku dengan penuh nafsu. Tangan kasarnya meremas payudaraku keras sambil jarinya menyusup kedalam kemaluanku yang sudah basah. Aku mendesah pelan saat ia memasukkan dua jarinya dan mengaduk liang kewanitaanku dengan gerakan cepat. Tak lama kemudian ia menurunkan celananya. Batang kejantanannya yang tegang dan besar sudah berdiri tegak.
"Buruan moy.. naik kesini.. perintahnya dengan wajah sange.
Aku naik ke atasnya lalu memasukkan kontolnya ke dalam memekku yang licin. Aku mulai menggenjot naik turun dengan ritme semakin cepat. Payudaraku bergoyang-goyang di depan wajahnya. Ia mengerang dan meremas pantatku kuat sambil membantu memompa dari bawah. Gerakan kami semakin kasar. Mobil bergoyang pelan mengikuti irama persetubuhan kami.
Tak lama kemudian dia mengubah posisiku menjadi doggy di kursi belakang. Batangnya menghujam memekku dari belakang dengan kuat dan brutal. Setiap dorongan membuat aku melenguh keras. Ia memegang pinggulku erat lalu memompa tanpa henti. Tak lama kemudian ia mencapai klimaks pertama. Air maninya menyembur panas memenuhi liang kewanitaanku.
Kami istirahat sebentar tapi nafsunya belum reda. Ia kembali menyetubuhiku dengan posisi missionary. Kontolnya masuk lagi ke memekku yang penuh peju. Ia menggenjot dengan gerakan panjang dan dalam sampai akhirnya ia muncrat kali kedua. Sperma panasnya banjir di dalam tubuhku. Aku gemetar hebat merasakan kepuasan itu.
Ini pengalaman singkat pertama ku sebagai perempuan bayaran dan mungkin terakhir kali juga siapa tau.



Komentar
Posting Komentar