Langsung ke konten utama

Sheryl Budak Napsu Gurunya

By : Analconda13

Sheryl Tanoto berjalan menyusuri koridor SMA Swasta Nusa Harapan yang sudah mulai sepi di sore hari. Atasan biru cerahnya masih rapi meski rok coklat mudanya sengaja dibuat lebih pendek dari standar agar terlihat lebih feminin dan menonjolkan kaki jenjangnya yang mulus. Gadis keturunan Tionghoa-Indonesia berusia delapan belas tahun itu memiliki kulit putih seperti porselen yang membuat banyak teman iri. Tubuhnya padat berisi dan berlekuk sempurna karena latihan renang rutin. Payudaranya kencang menekan lembut atasan biru cerahnya sementara bokong bulatnya bergoyang pelan saat ia melangkah. Ia adalah bintang klub renang sekolah sekaligus gadis idaman banyak cowok.

Setiap pagi Sheryl bangun pukul lima untuk lari pagi di kompleks perumahan mewahnya di Jakarta Selatan. Ia mandi cepat dengan sabun beraroma bunga sehingga kulitnya semakin halus lalu berangkat ke sekolah dengan mobil sopir keluarga sambil memeriksa chat dari pacarnya yang kuliah di Singapura. Di sekolah ia tersenyum manis ke setiap orang dan mengobrol ringan di kantin dengan teman ceweknya tentang ujian serta gosip cowok. Setelah jam pelajaran usai ia langsung berganti ke swimsuit sekolah yang ketat di ruang ganti lalu menghabiskan dua jam penuh di kolam renang untuk latihan intensif. Tubuhnya basah keringat dan air klorin sementara rambut hitam panjangnya terikat rapi. Otot kakinya dan pinggulnya terlatih sempurna.

Hari itu latihan renang disekolah baru saja selesai. Sheryl masih mengenakan swimsuit basah yang menempel ketat di kulitnya. Di dalam kamar mandi ruang ganti ia mengambil foto seksi menggunakan ponselnya. Dengan handuk tipis yang hampir melorot ia memamerkan belahan payudaranya yang dalam serta kulit putih mulusnya lalu menambahkan caption "Miss you baby… ini buat kamu malam ini.

Setelah puas Sheryl buru-buru mengganti pakaian. Ia memakai atasan seragam sekolah biru cerah dan rok coklat muda cadangan di atas swimsuit yang masih basah. Rambutnya masih meneteskan air ke punggung. Karena terburu-buru ingin pulang tanpa sadar ia meninggalkan tas olahraga beserta ponselnya yang tidak terkunci di bangku ruang ganti. Ia sempat melirik cermin sekali lagi lalu tersenyum puas pada dirinya sendiri dan bergegas keluar. Ruang ganti pun kembali kosong dan sunyi.

Sementara itu di ruang ganti pria yang bersebelahan Pak Dika guru olahraga berusia tiga puluh delapan tahun dengan tubuh kekar penuh otot sedang mematikan lampu-lampu dan memeriksa apakah ada barang yang tertinggal sebelum mengunci pintu. Pria itu memiliki kulit sawo matang rahang tegas dan suara berat yang biasa memerintah murid-muridnya di lapangan. Sudah lama ia diam-diam memperhatikan Sheryl selama latihan renang. Gerakan tubuh atletis gadis itu yang lincah di air swimsuit sekolah yang selalu menempel ketat membentuk payudara kencang dan bokong bulatnya serta kulit putih mulus yang berkilau basah selalu membuatnya sulit berkonsentrasi.

Saat matanya tertumbuk pada tas olahraga Sheryl yang tertinggal sendirian di bangku kayu panjang ruang ganti cewek Pak Dika berhenti sejenak. Ia melirik ke koridor yang sudah sepi lalu melangkah masuk dengan langkah pelan dan hati yang mulai berdegup lebih cepat. Ia mengangkat tas itu merasakan beratnya dan tanpa pikir panjang membuka ritsletingnya karena penasaran. Jarinya langsung menyentuh HP Sheryl yang tidak terkunci. Layar masih menyala samar karena baterai hampir habis. Dengan napas tertahan Pak Dika membuka galeri foto dan dunia seolah berhenti sejenak baginya. 

Puluhan foto dan video hot terpampang di sana. Sheryl berdiri di depan cermin kamar mandi sekolah dengan handuk tipis yang hampir melorot memperlihatkan belahan payudara putihnya yang dalam dan puting yang samar terbayang. Pose lain di mana ia membungkuk sedikit pantat bulatnya terangkat tinggi dengan swimsuit basah menempel di celahnya. Bahkan ada satu video pendek di mana gadis itu menggigit bibir bawahnya sambil meremas payudaranya sendiri dengan suara desahan kecil samar terdengar dari speaker.

Pak Dika merasakan kejantanannya langsung mengeras di dalam celana pendek olahraganya. Jantungnya berdegup kencang karena campuran keterkejutan dan nafsu yang mendadak membara. 

"Sial… amoy ini ternyata punya sisi liar yang tersembunyi. Gumamnya pelan sambil tersenyum licik.

Ia cepat-cepat mem-forward semua foto dan video itu ke nomor HP-nya sendiri sebelum menyimpan kembali tas dan HP ke tempat semula seolah tak ada yang terjadi. Malam itu saat Sheryl tiba di rumah mewahnya dan hendak mengirim foto seksi itu ke pacarnya barulah ia sadar HP-nya hilang. Panik melanda wajah cantiknya memucat. Ia langsung menelepon nomor hpnya sendiri dan suara tenang Pak Dika menjawab di ujung sana.

“Sheryl? HP-mu tertinggal di ruang ganti ya ? Datang besok pagi sebelum jam pertama ke ruang olahraga. Bapak yang jaga malam ini. Jangan khawatir ponselmu aman kok ditangan bapak.

Keesokan paginya sebelum matahari Jakarta naik terlalu tinggi dan koridor sekolah masih sepi hanya diisi suara sapu tukang kebersihan yang jauh Sheryl sudah tiba di depan ruang olahraga dengan napas sedikit tersengal karena ia berjalan cepat dari gerbang sekolah. Gadis itu mengenakan atasan biru cerah yang sedikit ketat di bagian dada rok coklat muda yang ia setel sedikit lebih pendek dari biasanya kaus kaki putih setinggi betis dan sepatu hitam mengkilap. Tapi hatinya gelisah sejak semalam takut foto-foto pribadinya yang vulgar itu dilihat orang lain. Ia mengetuk pintu ruang olahraga pelan suara ketukan kecilnya terdengar di ruangan yang masih redup dan tak lama kemudian pintu terbuka. Pak Dika berdiri di sana dengan kaos polo hitam ketat yang membalut dada dan lengan berototnya celana training abu-abu longgar serta senyum tenang tapi ada kilatan licik di matanya yang tak bisa disembunyikan.

“Masuklah Sheryl. HP-mu sudah bapak simpan aman di laci meja. Katanya dengan suara berat yang biasa ia gunakan saat memimpin latihan sambil melangkah mundur memberi jalan.

Sheryl melangkah masuk. Ruangan itu masih harum campuran aroma keringat lama dan pembersih lantai. Rak-rak trofi dan bola olahraga tersusun rapi di sudut. Pak Dika menutup pintu di belakangnya dengan pelan suara klik kunci terdengar samar lalu ia berjalan ke meja kerjanya yang besar membuka laci dan mengeluarkan HP Sheryl. Gadis itu langsung mengulurkan tangan dengan lega.

“Terima kasih banyak pak. Semalam saya sempat kuatir diambil orang.

Tapi Pak Dika tidak langsung menyerahkan. Ia memegang HP itu lebih tinggi jarinya menyentuh layar dan membuka galeri foto dengan gerakan lambat. Layar menyala terang menampilkan salah satu foto paling berani Sheryl. Dirinya di kamar mandi sekolah handuk tipis melorot hingga hampir memperlihatkan puting pinknya yang mengeras bibirnya menggigit sensual dan caption mesra untuk pacarnya. Wajah Sheryl langsung memucat total lututnya terasa lemas tangannya yang terulur bergetar di udara.

“Pak… itu… itu hanya untuk pacar saya tolong jangan bilang siapa-siapa… saya mohon. Bisiknya dengan suara kecil yang gemetar mata indahnya mulai berkaca-kaca karena malu dan ketakutan yang mendadak membanjiri.

Pak Dika mendekat selangkah lagi. Aroma maskulin keringat paginya bercampur parfum ringan langsung menyeruak ke hidung Sheryl. Tubuhnya yang tinggi kekar membuat gadis itu merasa sangat kecil dan terpojok. Ia menatap Sheryl dari atas ke bawah dengan mata yang sudah terbuka lebar penuh nafsu, tanpa berusaha menyembunyikan lagi.

“Kamu tahu ini bisa berakhir buruk kan, Sheryl?” suaranya pelan tapi tegas. “Foto-foto seperti ini… kalau nyebar ke seluruh sekolah, habislah reputasi kamu. Orang tua kamu yang terpandang pasti marah besar. Bisa-bisa kamu di-skors, bahkan dikeluarkan. Klub renang impianmu juga langsung hancur. Semua latihan keras selama ini sia-sia.

Sheryl menelan ludah susah payah. Tangannya gemetar meremas ujung rok coklat mudanya sendiri. Jantungnya berdegup kencang sekali sampai terasa di telinga. Wajahnya memucat.

“Pa… Pak Dika… tolong jangan begini,” suaranya bergetar. “Saya… saya gak mau. Itu foto-foto itu kan cuma… cuma iseng-iseng waktu itu. Saya mohon hapus aja Pak. Saya janji gak akan ulangi lagi.

Pak Dika tersenyum tipis, suaranya semakin rendah dan intim, hampir seperti bisikan.

“Tapi kamu tahu sendiri kan, Bapak ini aslinya bukan orang jahat. Bapak bisa aja langsung lapor ke kepala sekolah besok pagi. Tapi… gini aja. Bapak punya tawaran yang adil biar kita sama-sama enak.

Ia mendekat lagi, hampir menyentuh bahu Sheryl.

"Gini aja Sheryl. Bapak akan kasih solusi yang tepat untuk kamu. Mulai hari ini, kamu bakal bapak jadiin asisten pribadi di ruang olahraga sama gudang peralatan sekolah. Tiap sore setelah latihan renang, kamu harus datang. Patuh sama semua perintah Bapak. Apapun itu. Kalau kamu setuju, semua foto-foto seksi dan mesum kamu ini aman. Rahasia kita berdua aja. Tapi… Matanya menyipit tajam.

“Kalau kamu berani nolak… ya sudah. Besok pagi Bapak terpaksa kasih laporan lengkap beserta fotonya ke kepala sekolah dan orang tua kamu.

Sheryl mundur selangkah, punggungnya menempel ke lemari peralatan. Matanya berkaca-kaca.

“Tidak Pak! Saya gak mau! Ini… ini gak benar! Bapak guru kok ngelakuin hal kayak gini sama murid sendiri?!” suaranya naik, campur takut dan marah. “Saya akan lapor ke BK! Atau ke orang tua saya!”

Pak Dika tertawa kecil, tidak terlihat terancam sama sekali.

“Lapor? Silakan. Tapi ingat, bukti fotonya ada di tangan Bapak. Kamu yang rugi besar nanti. Mau jadi bahan omongan sekolah seumur hidup? Mau klub renang kamu bubar? Mau orang tua kamu malu besar sampai gak bisa ngadepin tetangga ?

Sheryl berdiri membeku di tengah ruang olahraga yang sepi. Jantungnya berdegup kencang, pipinya memerah hebat, dan matanya berkaca-kaca menatap lantai. Ia tak berani menatap Pak Dika yang berdiri tegak di depannya.

Pikirannya kacau. Foto-foto itu kalau tersebar, reputasinya hancur. Orang tuanya yang terpandang pasti marah besar, impiannya di klub renang lenyap, dan ia bisa diusir dari sekolah.

“Saya… saya tidak punya pilihan, Pak,” bisiknya dengan suara kecil yang hampir hilang. Tangannya masih meremas ujung rok coklat mudanya hingga kusut.

Pak Dika tersenyum puas. Ia meletakkan HP Sheryl di meja dengan tenang.

“Bagus. Kamu pintar, Sheryl. Mulai hari ini kamu adalah asisten pribadiku. Aturannya sederhana: setiap sore setelah latihan renang selesai, kamu harus datang ke sini atau ke gudang peralatan tanpa terlambat. Kamu tetap memakai swimsuit di bawah seragam, dan mulai sekarang… tidak boleh pakai celana dalam ke sekolah lagi. Itu perintah pertama.

Sheryl merasa lututnya lemas. Bayangan rok tipisnya tanpa pelindung sepanjang hari membuat perutnya bergejolak karena malu.

Pak Dika melangkah lebih dekat. Tangan besarnya menyentuh bahu Sheryl dengan tegas.

“Hari ini kita mulai pelan-pelan supaya kamu terbiasa. Bersihkan gudang alat seperti biasa, tapi lakukan dengan cara yang lebih menyenangkan bagiku. Angkat rokmu sedikit dan tunjukkan padaku bahwa kamu sudah mematuhi aturan pertama.

Sheryl menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga terasa sakit air mata malu menggenang di pelupuk matanya tapi ia tahu tak ada jalan mundur. Dengan tangan gemetar ia meraih ujung rok coklat mudanya mengangkatnya perlahan hanya beberapa senti memperlihatkan paha mulusnya yang masih hangat dari mandi pagi dan di atasnya hanya ada swimsuit renang sekolah yang tipis dan ketat menempel di tubuhnya. Tidak ada celana dalam seperti yang diperintahkan. Pak Dika menatap dengan mata menyipit penuh nafsu napasnya menjadi sedikit lebih berat.

“Bagus sekali… bokongmu memang secantik yang aku bayangkan selama latihan. Sekarang balik badan bersihkan rak bola-bola itu sambil rokmu tetap terangkat sedikit. Aku ingin melihatmu bekerja.

Sheryl berbalik dengan langkah gugup tubuhnya yang atletis bergerak pelan menuju gudang kecil di belakang ruang olahraga roknya masih sedikit terangkat memperlihatkan garis bokong bulatnya yang sempurna di balik swimsuit basah keringat pagi sementara Pak Dika duduk di kursi kayu sambil memperhatikan setiap gerakannya dengan tatapan lapar yang tak disembunyikan. Udara di antara mereka mulai terasa tebal dengan ketegangan yang baru saja dimulai dan Sheryl merasakan untuk pertama kalinya sensasi aneh itu. Malu yang membara bercampur dengan getaran hangat yang samar di antara pahanya meski ia berusaha keras menyangkalnya.

Sore harinya setelah latihan renang yang melelahkan di kolam sekolah yang sudah mulai sepi Sheryl merasa tubuhnya basah keringat dan air klorin. Swimsuit hitam ketat sekolah masih menempel lengket di kulit putih mulusnya payudaranya yang kencang naik-turun mengikuti napas lelahnya sementara bokong bulatnya terasa sedikit pegal dari gerakan renang intensif tadi. Ia sudah berganti atasan biru cerah dan rok coklat muda di ruang ganti cewek yang kosong tapi sesuai perintah Pak Dika pagi tadi ia tidak memakai celana dalam sama sekali. Hanya swimsuit tipis yang basah di bagian intimnya karena keringat dan sisa air kolam membuatnya merasa sangat rentan setiap kali rok coklat mudanya bergoyang saat berjalan menuju ruang olahraga. Koridor sekolah sudah mulai lengang hanya ada suara langkah sepatunya sendiri yang pelan dan detak jantungnya yang kembali berdegup kencang karena tahu apa yang menunggunya. Ia mengetuk pintu gudang alat di belakang ruang olahraga dengan tangan gemetar suara ketukan kecilnya terdengar gugup di ruangan yang redup dan Pak Dika langsung membuka pintu dengan senyum yang kini lebih percaya diri tubuh kekarnya memenuhi ambang pintu kaos polo-nya sedikit basah keringat karena ia baru saja selesai mengatur peralatan.

“Masuklah asisten kecilku. Tutup pintu dan kunci dari dalam” perintahnya dengan suara rendah yang tegas membuat Sheryl menurut tanpa banyak kata.

Gudang itu sempit penuh tumpukan matras gym rak bola basket tali skipping dan bau karet serta keringat samar yang membuat udara terasa pengap dan intim. Pak Dika duduk di atas tumpukan matras tebal kakinya terbuka lebar dan menatap Sheryl dari atas ke bawah dengan tatapan lapar yang tak ditutupi lagi.

“Hari ini kita lanjut pelan-pelan. Pertama angkat rokmu seperti pagi tadi tapi kali ini lebih tinggi. Biarkan aku lihat betapa patuhnya kamu seharian tanpa celana dalam.”


Sheryl berdiri di depannya pipinya kembali memerah hebat tangannya meraih ujung rok coklat muda itu dengan jari-jari yang masih dingin karena gugup lalu mengangkatnya perlahan hingga pinggang memperlihatkan paha mulusnya yang jenjang garis swimsuit hitam yang ketat menempel sempurna di celah bokong bulat putihnya dan tonjolan lembut bagian depan yang sudah sedikit basah karena campuran keringat dan sensasi aneh yang tak ia mengerti. Pak Dika mendesah pelan matanya menyipit menikmati pemandangan itu tangan besarnya terulur dan menyentuh paha Sheryl dengan lembut tapi penuh kuasa jari-jarinya naik pelan menyusuri kulit halus itu hingga menyentuh pinggiran swimsuit.

“Bagus… kulitmu benar-benar seperti sutra Sheryl. Sekarang berbalik tekuk pinggangmu sedikit dan bersihkan rak bola di depanmu sambil posisi seperti ini. Aku ingin melihat bokongmu bergerak saat kamu bekerja.

Sheryl menurut dengan napas tersengal berbalik membelakangi Pak Dika tubuh atletisnya membungkuk pelan di depan rak rendah roknya tetap terangkat tinggi bokong bulatnya terpampang jelas hanya terhalang swimsuit tipis yang basah garis celahnya terlihat samar. Saat ia mulai menyusun bola-bola basket dengan tangan gemetar Pak Dika berdiri di belakangnya tubuh kekarnya mendekat hingga Sheryl bisa merasakan panas napasnya di punggung tangan kasarnya menyentuh bokong gadis itu dari luar swimsuit meremas pelan dengan gerakan melingkar yang membuat Sheryl menggigit bibir kuat-kuat untuk menahan desahan kecil yang hampir lolos.

“Kamu patuh sekali hari ini… rasanya enak ya bokong renangmu ini” bisik Pak Dika di telinganya jari telunjuknya menyusuri celah bokong melalui kain tipis itu dengan tekanan ringan membuat Sheryl merasakan getaran hangat yang semakin kuat di perut bawahnya lututnya lemas dan untuk pertama kalinya ia merasakan betapa basahnya swimsuitnya bukan hanya karena keringat. Pak Dika tidak buru-buru ia hanya meremas dan menyentuh dengan sabar selama beberapa menit sesekali memuji dengan suara rendah.

“Lambat laun kamu akan terbiasa Sheryl. Besok kita akan coba lebih jauh… tapi hari ini cukup sampai di sini. Pulanglah dan ingat. Besok sore datang lagi tanpa celana dalam dan siap melayani Tuanmu.

Sheryl menurunkan roknya dengan tangan gemetar tubuhnya masih panas dan bergetar karena sentuhan pertama yang begitu intim itu malu yang membara bercampur dengan sensasi baru yang membuatnya bingung dan takut sekaligus lalu ia keluar dari gudang dengan langkah pelan meninggalkan Pak Dika yang tersenyum puas sendirian di dalam sementara di benak Sheryl mulai terbayang hari esok yang semakin gelap dan tak terhindarkan.

Malam itu Sheryl pulang dengan pikiran kacau tubuhnya masih terasa panas di tempat-tempat yang disentuh Pak Dika tadi dan meski ia berusaha tidur mimpi buruk bercampur sensasi aneh membuatnya gelisah sepanjang malam. Keesokan sorenya setelah latihan renang berakhir lebih lambat dari biasanya karena coach menambah set latihan kolam renang sekolah sudah benar-benar sepi. Lampu utama dimatikan hanya lampu temaram di tepi kolam yang menyala redup air kolam bergoyang pelan tanpa suara dan udara malam Jakarta yang lembab membuat semuanya terasa lebih intim dan berbahaya. Sheryl sudah berganti atasan biru cerah dan rok coklat muda di ruang ganti tapi swimsuit basahnya masih menempel di tubuh atletisnya di bawah rok dan atasan. Ia berjalan menuju kolam dengan langkah ragu sesuai perintah chat singkat dari Pak Dika tadi siang. “Malam ini di kolam jam 7. Jangan pakai apa-apa di bawah seragam.” Pak Dika sudah menunggu di pinggir kolam duduk di bangku panjang tepi kolam dengan celana training longgar tubuh kekarnya terlihat jelas di bawah cahaya temaram matanya langsung menyala saat melihat Sheryl mendekat.

“Bagus kamu datang tepat waktu. Sekarang lepas seragammu pelan-pelan biarkan aku lihat tubuh renangmu yang sempurna di bawah lampu ini” perintahnya dengan suara rendah yang bergema pelan di ruangan kosong itu.

Sheryl menelan ludah tangannya gemetar saat membuka kancing atasan biru cerah satu per satu memperlihatkan kulit putih mulusnya yang masih berkilau sisa air kolam payudaranya yang kencang terbalut swimsuit hitam ketat putingnya sudah mengeras karena dingin dan gugup. Rok coklat mudanya jatuh ke lantai berikutnya meninggalkan gadis itu hanya dengan swimsuit renang sekolah yang basah menempel sempurna di tubuh ramping berlekuknya. Payudara montok pinggang ramping dan bokong bulat yang selalu jadi pusat perhatian. Pak Dika berdiri mendekat hingga tubuhnya hampir menyentuh Sheryl tangan kasarnya langsung menyentuh pinggang gadis itu naik pelan ke pinggiran swimsuit lalu dengan gerakan tegas ia menarik tali swimsuit di bahu Sheryl ke bawah membiarkan kain tipis itu melorot hingga payudaranya yang putih kencang terpapar sepenuhnya di udara malam puting pink kecilnya mengeras karena sentuhan angin dan tatapan lapar Pak Dika.

“Lihat ini… payudaramu sempurna Sheryl. Sudah lama aku ingin menyentuhnya langsung” bisiknya sambil meremas kedua payudara itu dengan tangan besarnya jari-jarinya memilin puting pelan hingga Sheryl mengeluarkan desahan kecil yang tak bisa ditahan lututnya lemas sensasi listrik menjalar dari dada ke perut bawahnya. Pak Dika tidak berhenti di situ tangannya turun ke bawah menyelinap ke dalam swimsuit di bagian bawah jari tengahnya langsung menemukan celah intim Sheryl yang sudah basah licin bukan hanya karena air kolam meraba klitoris kecilnya dengan gerakan melingkar lambat yang membuat gadis itu menggigit bibir kuat-kuat pinggulnya tanpa sadar bergoyang pelan mengikuti ritme jari gurunya.

“Kamu sudah basah sekali… ternyata kamu menikmati ini ya? Budak kecilku yang polos” gumam Pak Dika puas jarinya masuk lebih dalam sebentar mengaduk pelan di dalam vagina ketat Sheryl hingga gadis itu gemetar hebat cairan beningnya menetes pelan ke paha. Setelah beberapa menit menyiksa dengan sentuhan intim itu Pak Dika mundur sedikit dan duduk kembali di bangku tepi kolam menurunkan celana training-nya hingga kejantanannya yang tebal panjang dan sudah mengeras sepenuhnya terpapar di depan Sheryl.

“Sekarang berlutut di sini di pinggir kolam. Gunakan mulutmu untuk melayaniku. Mulai pelan hisap ujungnya dulu lalu masukkan lebih dalam. Ini bagian dari tugas asistenmu.

Sheryl berlutut di lantai ubin dingin yang basah wajah cantiknya hanya beberapa senti dari batang tebal itu aroma maskulin kuat tercium jelas membuatnya ragu dan malu luar biasa tapi ketakutan foto-foto itu dan sensasi basah di antara pahanya membuatnya menurut. Ia membuka bibir tipisnya lidahnya menyentuh ujung kepala kejantanan Pak Dika dengan ragu-ragu merasakan rasa asin dan panas yang asing lalu perlahan memasukkan ujungnya ke dalam mulut hangatnya menghisap pelan sambil lidahnya berputar di sekitar. Pak Dika mendesah keras tangannya memegang rambut hitam panjang Sheryl dengan lembut tapi tegas mendorong kepalanya lebih dalam sedikit demi sedikit hingga batangnya masuk lebih jauh ke tenggorokan gadis itu.

“Bagus… hisap lebih kuat Sheryl. Gunakan lidahmu di bawahnya. Kamu akan belajar menjadi ahli dalam melayaniku.

Sheryl berusaha menelan lebih dalam air mata malu mengalir di pipinya karena sensasi penuh di mulut dan tenggorokannya tapi ia terus bergerak naik-turun dengan gerakan pelan yang semakin teratur suara isapan basah samar bercampur dengan desahan Pak Dika yang semakin keras di pinggir kolam renang yang sepi itu air kolam bergoyang pelan seolah ikut menyaksikan bagaimana gadis chindo populer itu mulai benar-benar menjadi budak seks gurunya mulutnya bekerja lebih dalam dan patuh di bawah kendali tangan Pak Dika.

Sheryl terus berlutut di pinggir kolam renang yang temaram lututnya terasa dingin dan sakit di ubin basah mulutnya yang hangat dan basah bekerja naik-turun di batang tebal Pak Dika dengan gerakan yang masih kaku tapi semakin patuh lidahnya berputar pelan di bawah kepala kejantanan itu setiap kali ia naik mencoba menelan lebih dalam meski tenggorokannya sering tersedak dan air liurnya menetes deras ke lantai. Pak Dika mendesah panjang tangannya yang besar memegang rambut hitam panjang Sheryl lebih erat tidak memaksa terlalu keras tapi cukup tegas untuk mengendalikan irama sesekali mendorong kepala gadis itu lebih dalam hingga ujung kejantanannya menyentuh belakang tenggorokan Sheryl membuat mata gadis itu berkaca-kaca dan hidungnya tersumbat napas.

“Lebih dalam Sheryl… hisap seperti kamu mencium pacarmu. Gunakan tanganmu di pangkalnya gerakkan pelan sambil mulutmu bekerja” bisiknya dengan suara serak penuh kenikmatan mata pria itu tak lepas menatap wajah cantik Sheryl yang memerah bibir tipisnya yang meregang mengelilingi batangnya dan air liur yang mengalir di dagunya. Sheryl menurut dengan patuh tangan kecilnya yang halus meraih pangkal kejantanan yang tak muat masuk ke mulutnya mengocok pelan naik-turun selaras dengan gerakan kepalanya suara isapan basah dan desahan kecil dari tenggorokannya semakin terdengar jelas di ruangan kosong itu. Sensasi aneh di antara pahanya semakin kuat swimsuit bagian bawahnya sudah basah sekali cairan kewanitaannya bercampur air kolam menetes pelan ke paha dalamnya setiap kali Pak Dika memuji dengan suara rendah.

"Ternyata kamu bukan cuma pintar dalam pelajaran saja Sheryl.. kamu juga pinter nyepongin kontol lelaki. Hehe..

Setelah beberapa menit yang terasa lama bagi Sheryl Pak Dika menarik kepala gadis itu pelan hingga mulutnya terlepas dengan suara “plop” basah benang air liur masih menghubungkan bibir Sheryl dengan ujung kejantanannya yang mengkilap. Ia berdiri menarik Sheryl ikut berdiri dengan tangan di lengannya lalu membalik tubuh gadis itu menghadap kolam membengkokkannya di pinggir tepi kolam yang dingin.

“Sekarang tekuk pinggangmu lebih dalam pegang pinggir kolam dan buka kakimu lebar-lebar” perintahnya sambil menarik swimsuit bagian bawah Sheryl ke samping dengan kasar tapi terkendali memperlihatkan vagina pink ketat yang sudah mengkilap basah dan bokong bulat putihnya yang sempurna. Jari Pak Dika kembali menyentuh celah intim itu kali ini lebih berani dua jari masuk perlahan ke dalam lubang sempit Sheryl mengaduk pelan sambil ibu jarinya menekan klitoris membuat gadis itu mengeluarkan desahan panjang yang tak bisa ditahan pinggulnya bergoyang kecil tanpa sadar.

"Memek amoy sekolahan seperti kamu ternyata peret sekali ya.. udah basah juga nih.. cocok buat dipake muasin gurunya.. kata Pak Dika sambil terus memainkan jarinya dengan ritme lambat yang menyiksa tubuh kekarnya menempel di punggung Sheryl kejantanannya yang basah oleh air liur gadis itu menyentuh celah bokongnya dengan tekanan ringan. Sheryl hanya bisa mengangguk lemah napasnya tersengal air mata malu dan kenikmatan bercampur di pipinya.

“Ya… Pak… tolong… jangan terlalu keras…

Tapi Pak Dika hanya tersenyum menarik jarinya keluar dan menggantinya dengan ujung kejantanannya yang tebal menggesek pelan di celah basah Sheryl tanpa langsung memasukkan hanya menggoda pintu masuk vagina ketat itu dengan gerakan maju mundur yang membuat Sheryl gemetar hebat sensasi penuh dan panas yang mendekat membuatnya takut sekaligus ingin lebih. Malam itu di pinggir kolam renang yang sepi Sheryl mulai merasakan batas antara penyerahan dan ketagihan mulai kabur tubuh atletisnya yang basah berkilau di bawah lampu temaram siap untuk langkah selanjutnya yang lebih dalam di tangan gurunya yang kini sepenuhnya menguasainya.

Pak Dika terus menggesek ujung kejantanannya yang tebal dan panas di celah intim Sheryl yang sudah sangat basah gerakan maju-mundur pelan itu membuat kepala batangnya berulang kali menyentuh lubang sempit vagina gadis itu membuka sedikit bibir pinknya tanpa langsung masuk sementara tangan kirinya memegang pinggang ramping Sheryl dengan kuat dan tangan kanannya meremas payudara kencangnya dari belakang memilin puting yang mengeras dengan jari kasar. Sheryl memegang pinggir kolam renang dengan kedua tangan erat-erat tubuh atletisnya membungkuk dalam bokong bulat putihnya terangkat tinggi menghadap gurunya napasnya tersengal-sengal dan campur dengan desahan kecil yang tak bisa ia tahan lagi.

"Aduhh.. Pelan.. pelan ajaa.. pakk… saya takut… bisiknya dengan suara gemetar air mata malu mengalir pelan di pipinya yang memerah.

Pak Dika mendekatkan mulutnya ke telinga Sheryl napas panasnya menyapu kulit leher gadis itu.

“Ini hukuman sekaligus hadiah untuk budak kecilku yang ceroboh meninggalkan HP-nya. Kamu milikku sekarang Sheryl. Santai aja… biarkan punya bapak masuk pelan-pelan.

Ia menekan pinggulnya maju dengan sangat perlahan ujung kepala kejantanannya yang besar mulai merenggangkan lubang vagina ketat Sheryl masuk hanya satu senti saja sebelum berhenti memberi gadis itu waktu untuk menyesuaikan dengan sensasi penuh dan meregang yang menyakitkan sekaligus nikmat. Sheryl menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga hampir berdarah tubuhnya menegang otot-otot dalamnya berkontraksi hebat mencoba menolak benda asing yang besar itu tapi cairan kewanitaannya yang melimpah membuat gesekan semakin licin. Pak Dika mendesah panjang karena kenikmatan luar biasa.

“Sempit sekali… milikmu Sheryl.. punya bapak rasanya kayak lagi dijepit. kata pak Dika sambil menarik napas dalam-dalam.

Ia mendorong lagi sedikit demi sedikit dua senti tiga senti batang tebalnya perlahan menghilang ke dalam tubuh Sheryl yang gemetar dinding vagina gadis itu meregang maksimal mengelilingi setiap urat dan pembuluh darah kejantanan Pak Dika sensasi terisi penuh membuat Sheryl mengeluarkan erangan panjang yang bergema pelan di ruangan kosong kolam renang. Saat sudah setengah masuk Pak Dika berhenti sejenak tangannya mengusap punggung mulus Sheryl dengan lembut untuk menenangkan memberi waktu gadis itu bernapas sambil merasakan denyut kejantanannya di dalam tubuhnya.

“Bagus… kamu sudah melakukannya dengan baik.. sekarang bapak akan berikan sesuatu yang lebih nikmat lagi.. bisiknya lalu dengan dorongan mantap tapi terkendali ia mendorong pinggulnya hingga pangkal seluruh batang tebalnya tenggelam sepenuhnya ke dalam vagina Sheryl yang ketat dan panas bola-bolanya menyentuh klitoris gadis itu dari belakang. Sheryl menjerit kecil suaranya pecah antara sakit dan kenikmatan yang luar biasa kakinya gemetar hebat hingga lututnya hampir goyah sensasi terisi total dan tekanan di dinding dalamnya membuat matanya berputar cairan beningnya melimpah keluar mengalir di paha dalamnya yang mulus. Pak Dika tetap diam sejenak menikmati sensasi vagina Sheryl yang berkontraksi liar mengelilingi kejantanannya tangannya memeluk pinggang gadis itu dari belakang sambil berbisik lembut tapi penuh dominasi.

“Sekarang kamu benar-benar milikku Sheryl. Rasakan bagaimana gurumu mengisi tubuhmu sepenuhnya.

Setelah Sheryl mulai terbiasa dengan napas yang lebih teratur meski masih tersengal Pak Dika mulai bergerak sangat pelan menarik keluar hingga hampir lepas lalu mendorong masuk lagi dengan ritme lambat dan dalam setiap dorongan membuat suara basah “plok-plok” pelan bercampur dengan desahan Sheryl yang semakin keras dan tak terkendali bokong bulatnya bergoyang mengikuti irama payudaranya bergoyang di udara malam yang dingin. Penetrasi pertama itu berlangsung lama dan perlahan di pinggir kolam renang yang sepi tubuh Sheryl yang basah berkilau keringat dan air kolam kini sepenuhnya menyerah pada ritme gurunya sensasi sakit awal perlahan berubah menjadi gelombang kenikmatan yang membuatnya tak lagi bisa berpikir jernih hanya mampu mendesah sambil memanggil Pak… berulang-ulang dengan suara lemah dan patuh.

Pak Dika mulai meningkatkan ritme perlahan pinggulnya yang kuat bergerak maju mundur dengan irama yang lebih mantap setiap dorongan dalam membuat seluruh batang tebalnya menghilang ke dalam vagina Sheryl yang ketat dan licin ujung kejantanannya menyentuh titik paling dalam di dalam tubuh gadis itu berulang kali. Suara basah “plok… plok… plok” yang ritmis semakin jelas bergema pelan di ruangan kolam renang yang sepi bercampur dengan desahan Sheryl yang semakin sulit ditahan. Suara kecil yang manja dan pecah setiap kali Pak Dika mendorong kuat.

“Ahh… Pak… terlalu dalam…

Gadis itu memegang pinggir kolam lebih erat kuku jarinya memutih bokong bulat putihnya bergoyang mengikuti setiap hantaman kulitnya yang halus sudah basah oleh keringat dan cairan yang melimpah dari persatuan mereka. Sensasi sakit awal yang meregang telah sepenuhnya berubah menjadi gelombang kenikmatan yang panas dan membara di perut bawah Sheryl. Setiap kali batang Pak Dika menarik keluar hampir sepenuhnya lalu mendorong masuk lagi hingga pangkal klitorisnya tergesek oleh bola-bola pria itu membuat tubuhnya mengejang hebat dan cairan beningnya terus mengalir deras membasahi paha dalamnya yang mulus. Pak Dika mendesah kasar tangan kirinya mencengkeram pinggang ramping Sheryl dengan kuat untuk menahan tubuh gadis itu tetap stabil sementara tangan kanannya turun ke depan jari tengahnya menemukan klitoris yang sudah membengkak dan memainkannya dengan gerakan melingkar cepat.

“Kamu semakin basah Sheryl… dengar suara vagina kecilmu yang rakus ini. Apakah budak gurumu sudah mulai menikmati kontol Tuan?

Sheryl hanya bisa mengangguk lemah di antara desahan suaranya pecah.

“Ya… Pak… enak… tapi malu… ahh!

Tubuh atletisnya yang biasanya lincah di air kolam kini gemetar tak terkendali otot-otot dalam vaginanya berkontraksi liar menggigit kejantanan Pak Dika setiap kali dorongan mencapai titik paling dalam membuat pria itu semakin bergairah dan mendorong lebih kuat. Pak Dika mempercepat sedikit iramanya hantaman pinggulnya kini lebih dalam dan lebih cepat suara tabrakan kulit basah semakin keras payudara Sheryl bergoyang liar di udara malam yang dingin putingnya yang mengeras bergesekan dengan angin. Sensasi orgasme pertama mulai membangun di dalam tubuh Sheryl seperti ombak besar yang tak terbendung. Perut bawahnya panas kakinya lemas pandangannya kabur dan tanpa bisa dicegah ia menjerit kecil dengan suara tinggi yang manja.

“Pak… saya… saya mau keluar… ahhhh!

Tubuhnya mengejang hebat vagina ketatnya berkontraksi kuat sekali menggenggam kejantanan Pak Dika cairan orgasmenya menyembur pelan membasahi batang gurunya dan menetes ke lantai ubin di pinggir kolam. Pak Dika tidak berhenti ia terus mengentot Sheryl melalui orgasmenya dengan gerakan stabil memperpanjang kenikmatan gadis itu hingga Sheryl hampir pingsan karena gelombang demi gelombang yang menghantamnya desahannya menjadi isak tangis kenikmatan yang tak terkendali. Saat kontraksi Sheryl mulai mereda Pak Dika mendekatkan mulutnya ke telinga gadis itu lagi suaranya serak dan penuh dominasi.

“Bagus sekali… orgasme pertama budakku di kontol Tuan. Sekarang giliran Tuan yang mau keluar. Kamu akan terima semuanya di dalam.

Ia mempercepat hantaman terakhirnya pinggulnya bergerak cepat dan kuat suara “plok-plok-plok” menjadi sangat intens di ruangan sepi itu hingga akhirnya dengan erangan panjang yang dalam Pak Dika mendorong hingga paling dalam dan meledak sperma panasnya menyembur deras ke dalam rahim Sheryl gelombang demi gelombang cairan kental yang memenuhi vagina gadis itu hingga penuh sebagian bahkan meluber keluar mengalir di paha putihnya saat Pak Dika masih bergerak pelan untuk mengosongkan semuanya. Sheryl merasakan sensasi hangat yang aneh dan penuh di dalam tubuhnya tubuhnya masih gemetar sisa orgasme napasnya tersengal-sengal dan di benaknya hanya tersisa pikiran kabur bahwa ia kini benar-benar telah menjadi budak seks gurunya di dalam sekolah yang sepi ini.

Pak Dika tetap menempel erat di belakang Sheryl selama beberapa saat yang terasa lama kejantanannya yang masih berdenyut di dalam vagina gadis itu perlahan melunak tapi tetap terbenam dalam sperma panasnya yang kental terasa penuh dan meluber pelan dari celah persatuan mereka setiap kali otot dalam Sheryl berkontraksi sisa orgasme. Napas pria itu yang berat menyapu punggung mulus Sheryl tangan kasarnya mengusap pinggang dan perut rata gadis itu dengan gerakan pelan yang hampir lembut seolah memberi waktu bagi tubuh atletis yang gemetar itu untuk pulih. Sheryl masih membungkuk di pinggir kolam tangannya mencengkeram ubin dingin dengan lemah kakinya gemetar hebat hingga lututnya hampir tak mampu menopang tubuh cairan campuran sperma dan cairan orgasmenya sendiri terus menetes pelan dari vagina yang masih terbuka lebar merah muda dan berdenyut mengalir hangat di sepanjang paha dalam putih mulusnya hingga ke lantai ubin di tepi kolam. Sensasi hangat yang aneh dan penuh di rahimnya membuat Sheryl merasa kotor sekaligus anehnya puas air mata malu masih mengalir di pipinya yang memerah bibirnya terbuka mengeluarkan napas tersengal yang pendek-pendek.

“Pak… keluar… banyak sekali…” bisiknya dengan suara lemah dan pecah suaranya hampir hilang karena desahan-desahan tadi.

Pak Dika tersenyum puas di belakangnya perlahan menarik kejantanannya keluar dengan suara basah yang pelan ujung batangnya yang masih mengkilap oleh campuran cairan meninggalkan vagina Sheryl yang kini terbuka sedikit merah muda dan berdenyut sperma kental berwarna putih susu langsung meluber lebih deras dari lubang yang baru saja diregangkan itu. Ia membalik tubuh Sheryl dengan lembut tapi tegas agar gadis itu menghadapnya punggung Sheryl bersandar di pinggir kolam payudaranya yang kencang naik-turun mengikuti napas lelah. Pak Dika menatap wajah cantik Sheryl yang kusut oleh air mata dan kenikmatan jempolnya menyeka air mata di pipi gadis itu dengan gerakan pelan.

“Kamu melakukannya dengan baik untuk pertama kali Sheryl. Lihat betapa penuhnya vagina kecilmu sekarang… ini tandanya kamu sudah benar-benar menjadi budak seks gurumu.

Sheryl menunduk malu tak berani menatap mata Pak Dika tapi tubuhnya masih bereaksi secara naluriah saat jari Pak Dika turun lagi menyentuh bibir vagina yang basah dan memasukkan dua jari perlahan mengaduk pelan sperma yang ada di dalamnya hingga bunyi “slosh” kecil terdengar membuat Sheryl menggigit bibir dan mengeluarkan desahan kecil lagi.

“Jangan buang dulu… biarkan sperma Tuan tetap di dalam tubuhmu sampai kamu pulang nanti” perintah Pak Dika dengan suara rendah yang tak bisa dibantah lalu ia menarik swimsuit Sheryl kembali ke tempatnya kain tipis itu langsung basah dan menempel ketat di vagina yang masih penuh menahan sebagian besar cairan di dalam. Ia membantu Sheryl berdiri kaki gadis itu masih lemas sehingga ia harus memegang pinggangnya agar tak jatuh lalu menyeka air mata dan keringat di wajah Sheryl dengan sapu tangan dari saku celananya.

“Sekarang pakai seragammu lagi. Besok sore kamu datang ke gudang alat seperti biasa. Dan ingat. Tidak ada celana dalam dan kamu harus merasakan sperma Tuan di dalam tubuhmu sepanjang malam ini.

Sheryl hanya bisa mengangguk lemah tubuhnya masih bergetar sisa kenikmatan dan malu yang mendalam pikirannya kabur antara rasa bersalah pada pacarnya ketakutan ketahuan dan sensasi baru yang anehnya membuatnya ingin kembali merasakan sentuhan gurunya. Ia mengenakan atasan biru cerah dan rok coklat muda dengan tangan gemetar roknya terasa lebih pendek dan rentan sekarang karena tahu tak ada yang melindungi di bawahnya sementara sperma Pak Dika masih terasa hangat dan lengket di dalamnya setiap kali ia melangkah. Pak Dika mengantarnya hingga pintu kolam dengan tangan di punggungnya bisik terakhir sebelum Sheryl pulang.

“Pulanglah dengan hati-hati budak kecilku. Besok kita akan lanjut pelajaran yang lebih dalam..

Sheryl berjalan pulang dalam kegelapan koridor sekolah yang sepi setiap langkah membuat cairan hangat itu sedikit meluber lagi ke swimsuit-nya tubuhnya lelah tapi pikirannya tak bisa berhenti memutar ulang apa yang baru saja terjadi di pinggir kolam renang malam itu. Ia kini benar-benar telah melangkah lebih jauh menjadi budak seks rahasia gurunya di dalam tembok sekolah swasta elit tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Jarahan 3

Draft Kisah Tragis Keluarga Majikanku

Nasib Fenny Yang Malang

Draft Pengantin Brutal 4

Jebakan Minimarket 4

Aplikasi XBang Oriental

Ai Ling Budak Napsu Pribumi

Basement Rahasia Putri Konglomerat

Boneka Oriental

Draft Amarah Para Buruh 23