Langsung ke konten utama

Postingan

Budak Tuan Kusumo

By : Analconda13 Namaku Clarissa Tanuwijaya. Saat ini usiaku sudah menginjak dua puluh dua tahun dan aku adalah seorang gadis chindo lulusan desain grafis dari sebuah kampus swasta yang cukup dikenal. Walaupun bukan dari universitas top aku tetap berusaha keras sejak lulus setahun lalu untuk mendapatkan pekerjaan. Bukan hanya untuk mengejar mimpi tapi karena aku berasal dari keluarga sederhana. 

Kenikmatan Dibalik Mata Sipitnya

Namaku Arbi. Aku seorang pria berusia 35 tahun, bekerja di sebuah bank swasta nasional ternama yang berpusat di Jakarta. Posisi yang kupegang sekarang cukup strategis yakni Manager Marketing Regional. Untuk seorang pria seusiaku, pencapaian ini tentu bukan hal kecil. Tapi di balik jabatan yang tampak mentereng, ada tekanan yang terus menghimpit. Target bulanan, presentasi dengan data yang harus selalu sempurna, dan relasi bisnis yang tidak pernah boleh rusak. Semuanya membentuk pusaran stres yang terus berputar dalam kepalaku.

Desah Kenikmatan Dilorong Pecinan

By : Analconda13 Siang itu udara kota terasa lebih panas dari biasanya. Teriknya terasa seperti memantul dari permukaan aspal yang mulai retak dan menembus hingga ke kulit. Suasana semakin sesak karena aliran udara terperangkap di antara bangunan-bangunan tua yang berdiri rapat. Dinding-dinding bangunan dipenuhi lumut. Catnya mengelupas dan kabel-kabel hitam menggantung tanpa teratur di atas kepala. Pada ujung deretan bangunan tampak asap tipis dari dupa sebuah klenteng kecil yang bercampur dengan aroma minyak goreng sisa sarapan sehingga menambah kesan pengap di sekitarnya.

Amoy Kimcil Peliharaanku

By : Elder Keltir Setelah mempertimbangkan banyak hal, dari soal biaya hidup yang makin tidak masuk akal, hingga kebutuhan akan ruang personal yang benar-benar aman dan tidak terganggu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah kecil di sebuah gang tua di kawasan Pecinan, tepat di jantung kota. Rumah itu tak besar bahkan bisa dibilang sempit dan agak lembap tapi justru itu yang membuatnya terasa… tersembunyi. Seperti tempat yang ingin dilupakan orang tapi diam-diam menyimpan banyak cerita.

Balas Dendam Nikmat

By : Ruins Of Agony Kisah yang akan aku ceritakan kali ini bukanlah hasil rekaan atau sekadar imajinasi semata. Ini adalah potongan nyata dari kehidupanku, sebuah pengalaman yang sampai sekarang masih meninggalkan jejak dalam pikiranku. Semuanya bermula dari hubungan asmaraku yang sudah berjalan cukup lama dengan seorang perempuan yang kita sebut saja namanya Rani. Kami sempat merencanakan banyak hal bersama, dari rencana masa depan, pekerjaan, hingga impian-impian kecil yang kami rajut berdua.

Satu Suapan Dua Hisapan

Haii.. namaku Liliana seorang mahasiswi berusia 20 tahun. Aku mau bercerita tentang pengalaman nakalku beberapa waktu yang lalu. Aku adalah seorang gadis chinese yang memiliki hyperseksual yang dalam hal ini kecanduan akan kebiasaan sepongan (melakukan oral seks terhadap kemaluan pria). Sudah lama sekali aku waktu pertama kali menghisap kemaluan pria. Waktu itu umurku sekitar 17 tahun dan melakukannya bersama seorang oknum guru disekolah.  Waktu itu nilai ujianku sangat jelek dan beliau mengatakan aku bisa tidak naik kelas kalau seperti ini terus. Entah apa yang ada dalam pikirannya kemudian beliau menawarkan sebuah solusi praktis padaku untuk melakukan oral seks yang akhirnya kami sepakati untuk dilakukan didalam kelas yang sudah sepi.

Kunikmati Tubuh Mulusnya Diruang Kantor

Gentlemen, this is Anita, our new creative director, kata Mr. Jansen, chief executive media memperkenalkan cewek semampai bersetelan jas pantalon resmi di sisinya. Si cewek tersenyum kecil pada kami. Sombong amat! Makiku dalam hati. Dia ngoceh dalam bahasa Inggris pada Mr. Jansen yang menunjukkan mejanya, persis di seberang mejaku. Si Tanti melirik sekilas padaku, angkuh. Ill use my own laptop, katanya, seakan meragukan kapasitas deretan Macintosh biro iklan kami. Dari balik monitorku sesekali kutengok ia. Tidak cantik amat, tapi.. apa ya? Chic? Sensual? Bibirnya itu lho! Terpikir olehku, bagaimana rasanya.

Gairah Dibalik Seragam Sekolah

Jantungku berdegub kencang ketika aku sedang melintasi sebuah jalan sepi didalam sebuah komplek perumahan yang terlihat cukup asri. Apakah kalian tahu hal apa yang membuat diriku merasa ketakutan saat itu? Ya.. dugaan kalian benar !! ternyata memang ada seekor anjing hitam berukuran cukup besar dengan wajah garang yang menghadang jalanku didepan sana.

Mahasiswi Baru

Pagi ini mataku terasa begitu bersemangat menyambut mentari. Aku terbangun dengan tubuh yang segar dan penuh semangat. Udara pagi yang sejuk langsung menyapa saat aku membuka jendela kecil di kamarku. Dari sana terlihat taman kecil yang menghiasi rumah sederhana tempatku tinggal selama setahun terakhir. Rasanya menyenangkan bisa menikmati pagi yang tenang di kawasan perumahan sederhana di pinggiran kota Palembang.

Draft Barang Jarahan 2

⚠️  DISCLAIMER / ATTENTION  ⚠️ Cerita ini  murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata.  Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan  tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan  bijak dalam menyikapi konten ini  dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. Tak terasa malam semakin larut. Hujan masih turun di luar dan menampar genting rumah tua di kawasan pecinan seperti dentuman tambur yang tak kunjung reda. Lien akhirnya memutuskan menutup laptopnya dengan satu hentakan cepat. Ia seolah berharap semua kata-kata kotor serta ancaman brutal di layar tadi ikut terkubur bersama bunyi tutup laptop yang menutup rapat.

Keponakan Seksi

Keponakanku yang baru menikah tinggal bersamaku karena mereka belum memiliki rumah sendiri. Tidak menjadi masalah bagiku karena aku tinggal sendiri setelah lama bercerai dan aku tidak memiliki anak dari perkawinan yang gagal itu. Sebagai pengantin baru, tentunya keponakanku dan istrinya, Ines, lebih sering menghabiskan waktunya di kamar. Pernah satu malam, aku mendengar erangan Ines dari kamar mereka.

Draft Barang Jarahan

⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️ Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. By : Analconda13 Udara pagi di kawasan pecinan masih menyisakan bau lembab sisa hujan tadi malam. Aroma tanah basah bercampur wangi kayu tua dan batu-batas licin yang mengilap terkena embun. Lorong-lorong sempit yang melintang seperti urat nadi kota mulai ramai oleh kehidupan. Suara sandal kayu yang berdecit.. lolongan pedagang yang menghampar dagangan dan denting sendok dari warung bakmi yang baru buka.

Ditunggangi Tukang Becak

Namaku Sandra , seorang mahasiswi tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta bergengsi di kota ini. Aku gadis keturunan Tionghoa, dibesarkan di tengah keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari kios sembako di pinggir pasar tradisional. Meski hidup tak pernah mudah, orangtuaku selalu menanamkan nilai kerja keras dan kesederhanaan sejak kecil.

Napsu Diusia Senja

By : GrottoGolem Pak Yudhi mengusap peluh di dahinya. Usianya sudah 62 tahun, tapi ia masih tampak segar untuk pria seusianya. Rambutnya memang sudah banyak memutih, tapi tubuhnya tetap tegap. Ia adalah pemilik perusahaan bus antarkota yang melayani jalur antar provinsi. Sejak istrinya meninggal sepuluh tahun lalu, hidupnya berjalan datar. Sepi. Ia membesarkan tiga anak lelaki seorang diri—semuanya kini sudah dewasa, dua sudah menikah, satu lagi masih bekerja di bengkel.

Catatan Mengerikan Ditengah Magang Sekolah

By : Kuclux67 Vina Marlina adalah seorang gadis keturunan tionghoa yang tinggal di kota kecil pinggir pantai bersama keluarganya. Ia adalah siswi kelas sebelas di sebuah SMA negeri lokal, dikenal sebagai gadis ceria, mudah bergaul, dan memiliki penampilan yang selalu rapi. Dengan rambut panjang yang selalu diikat setengah ke belakang, kulit cerah bersih, dan senyum manis yang hampir tak pernah lepas dari wajahnya, Vina sering menarik perhatian, meski ia sendiri tak pernah menggubris hal itu.

Sampah Sampah Cinta

Pagi itu aku bangun jauh lebih awal dari biasanya. Padahal kuliahku baru mulai jam sebelas siang, tapi entah kenapa jam di kamarku baru menunjukkan setengah tujuh dan aku sudah terjaga sepenuhnya. Sempat coba merem lagi, tapi percuma. Kantuknya udah kabur entah ke mana. Mungkin karena semalam aku ketiduran terlalu cepat—sekitar setengah delapan malam. Kebiasaan kalau udah kecapekan seharian.

Hadiah Perpisahan

Pagi itu aku duduk di ruang kerjaku, membereskan barang-barang yang sebenarnya sudah tidak penting lagi. Dua puluh miliar—angka yang pantas untuk semua kebohongan, manipulasi, dan permainan kotor selama tiga tahun terakhir. Tiga tahun, dua partner licik, dan satu sistem busuk yang terlalu mudah dibodohi. Tapi ya, akhirnya berhasil juga. Dan sekarang, saatnya keluar dari panggung sandiwara ini.

Kisah Binal Dibalik Kulit Putihku

Hari Sabtu jadi hari terakhir kuliahku di minggu ini. Untung jadwalnya nggak terlalu padat karena cuma sampai jam 12 siang aja. Dari pagi aku udah semangat banget, apalagi cuaca hari ini cerah. Matahari nggak terlalu terik, angin yang berembus pelan bikin suasana jadi adem dan nyaman. Dari jendela kosan, aku masih bisa dengar suara burung yang berkicau di pohon sebelah, membuat suasana tambah tenang. Rasanya pengin cepet-cepet kelar kuliah, terus nikmatin waktu buat istirahat dan melepaskan penat setelah seminggu penuh menjalani kesibukan kampus. Rencananya sih aku akan menyewa motor, karena aku memang tidak punya motor sendiri di kostku. Aku ingin jalan-jalan malam nanti, menikmati waktu sendirian—me time. Setelah selesai mandi, aku mulai memilih pakaian terbaikku. Mood-ku sedang bagus, jadi aku ingin tampil cantik. Aku memilih kemeja motif bunga-bunga dan rok span hitam dengan belahan samping yang cukup tinggi.

Kisah Binal Dibalik Kulit Putihku

By : Mbah Jenggot Sebelum memulai cerita, perkenalkan namaku Erika. Usia aku 20 tahun dan saat ini sedang menjalani tahun kedua kuliah di salah satu kampus swasta ternama yang ada di ibukota. Aku adalah gadis keturunan Chinese. Kulitku putih mulus dan wajahku dibilang cantik, bahkan nggak sedikit temanku yang bilang kalau aku mirip artis Korea. Tinggi badanku sedang, nggak terlalu tinggi tapi juga nggak pendek. Badanku berisi tapi nggak gendut, dengan payudara yang lumayan besar dan bokong yang semok. Banyak cowok yang suka melirik diam-diam setiap aku lewat, bahkan ada yang sampai kelihatan ngiler. Hehe, ya boleh lah bangga dikit.

Selina Amoy Petualang Seks 4

Saat aku baru selesai menutup pintu dan ingin berjalan ke lift, aku berpapasan dengan pamanku. Waduh, gawat kalau sampai pamanku memergoki bibiku yang sedang main gila dengan 2 OB itu. Aku pun memutar otak dengan cepat lalu bilang ke pamanku bahwa bibiku sedang istirahat dan minta ditakeaway saja. Aku bilang aku baru akan berangkat ke restoran dan kuajak pamanku untuk makan malam di restonya supaya dia tidak jadi ke unit condoku. Beruntung pamanku setuju karena baginya memang makan itu lebih enak kalau langsung dimakan saat baru selesai dimasak oleh kokinya.