By : ReyhanErwin
Malam itu aku terus memikirkan cara menjamah tubuh montok seksi Dewi. Aku memutar otak mencari jalan agar bisa menyetubuhinya bagaimanapun caranya. Akhirnya ide muncul. Karena aku senior yang cukup terpandang di kampus aku mulai mendekatinya. Awalnya aku mengajak Dewi ikut kegiatan sosial supaya ia tertarik. Ia langsung setuju dan senang karena merasa kegiatan itu bermanfaat. Sesekali aku ajak nongkrong di kafe atau nonton film berdua. Perlahan kedekatan kami semakin akrab.
Dua minggu kemudian Dewi sudah sangat dekat denganku. Tapi aku tahu satu hal penting. Dewi sangat tidak suka hal-hal berbau nakal. Setiap aku coba ngobrol soal seks ia langsung ngambek dan bilang tidak suka. Itu membuatku semakin penasaran. Aku memutuskan untuk merencanakan sesuatu yang lebih berani. Aku harus memperkosanya tapi dengan hati-hati supaya tidak ketahuan.
Aku ajak Dewi nongkrong di kafe berdua seperti biasa. Aku jemput ia di kosannya dan tidak lupa bawa obat perangsang dosis tinggi yang akan kucampur ke minuman botolnya. Karena kami sudah akrab setiap jalan aku selalu belikan ia minuman botol kesukaannya.
Sesampainya di depan kosan Dewi langsung menghampiriku dan masuk ke mobil.
"Jalan kemana kita" tanya Dewi sambil tersenyum manis.
"Ada kafe baru di daerah Menteng kebetulan ada live music dan temenku yang perform" jawabku berbohong supaya ia percaya.
"Oke jalan kita" kata Dewi antusias.
"Siap Dew" balasku lalu langsung mengemudi.
"Oiya Dew ini minuman kesukaanmu rasa teh madu kan" kataku sambil membuka tutup botol yang sudah kucampur obat tadi.
"Makasih Kak tau aja kesukaanku" jawab Dewi lalu langsung minum tanpa curiga.
Beberapa menit kemudian aku pura-pura teringat sesuatu.
"Aduh Dew aku kelupaan malam ini harus kirim email tugas ke dosen file-nya di kosanku. Kita mampir bentar ya kan deket" kataku.
"Ouuh ya udah Kak gak apa-apa kok" jawab Dewi tanpa curiga sama sekali.
Sesampainya di kontrakanku wajah Dewi mulai terlihat aneh seperti menahan sesuatu.
"Kamu kenapa Dew" tanyaku pura-pura khawatir.
"Nggak apa-apa Kak" jawabnya pelan tapi napasnya mulai berat.
"Dew kamu masuk ke kontrakanku gpp kok filenya lumayan besar uploadnya bakal lama tapi gak nyampe berjam-jam" bujukku lembut.
"Iya deh Kak" jawab Dewi meski wajahnya semakin memerah dan tubuhnya mulai gelisah.
Dewi masuk lalu duduk di ruang tamu. Aku pura-pura masuk ke kamar.
"DEWW tolong donk bantuin" teriakku memanggilnya.
"Iya Kak" jawab Dewi lalu berjalan masuk ke kamarku.
Begitu ia masuk aku langsung menutup pintu dan mengunci keras.
"Kak ada apa" tanya Dewi suaranya mulai gemetar.
"Gak apa-apa kok cuma aku ada hadiah buat kamu" jawabku sambil memandang payudaranya yang naik-turun karena napas cepat.
"Hadiah apa Kak" tanya Dewi sambil mundur pelan wajahnya penuh ketakutan.
Tanpa basa-basi aku langsung menerkamnya memeluk erat dan menahan tubuhnya yang mencoba memberontak. Tenaganya lemah sekali mungkin karena efek obat perangsang sudah bekerja. Aku ikat tangannya ke ujung tempat tidur dengan tali yang sudah kusiapkan. Ia meronta-ronta mencoba minta tolong tapi aku cepat menyumpal mulutnya dengan kain.
Wajah cantiknya mulai mengucurkan air mata tapi birahiku sudah membara. Aku buka kaosnya dengan kasar lalu gunting tali BH-nya. Payudara montoknya terbebas aku langsung remas-remas kuat sambil mengisap puting susunya bergantian. Aku jilat dadanya sampai ke pusar tubuhnya menggeliat hebat.
Aku lepas celana dan celana dalam Dewi. Memeknya mulus tanpa bulu terawat rapi dan sudah basah mengkilap. Tanpa ragu aku langsung menjilati memeknya terus-menerus lidahku menari di klitoris dan menyusup masuk ke liang kewanitaannya. Dewi meronta tapi geliat tubuhnya semakin liar seolah mengangkat memeknya ke arah mulutku. Birahinya sudah naik tinggi. Aku lepas sumpalan mulutnya.
"Jangan Kak please jangan aku masih perawan Kak" katanya menangis.
Mendengar ia masih perawan aku semakin bergairah. Aku lanjut menjilat memeknya dengan buas.
"Akkhh ss hh Kak cukup ka Dewi gak tahan" tolak Dewi sambil tubuhnya menggeliat hebat tangan terikat tak bisa menolak.
"Tenang Dewi sayang ini hadiah kok buat kamu dan gak akan terlupakan" rayuku sambil terus menjilat.
Aku ambil obat perangsang lagi lalu paksa ia minum dengan menutup hidungnya.
"MINUM" bentakku keras.
Dewi tersedak tapi akhirnya menelan juga. Setelah itu aku lepas celanaku sodorkan kontol keras ke memeknya.
"Jangan Kak please jangan" pintanya lagi.
Aku hanya gesek-gesek kontolku ke memek basahnya. Dewi mulai mendesah pelan tubuhnya bereaksi kuat.
"Mau ku masukin ya Dew" kataku.
Dewi memalingkan muka meram mata menahan. Tiba-tiba aku tusuk masuk dengan kencang sampai tembus selaput dara.
"AAAKKHHHHHH SAAAKITT" teriak Dewi keras.
Aku mulai menggenjot tubuhnya keras.
"SAAKIT KAK UDAHH" jeritnya tapi aku terus memompa.
Aku kecup bibirnya sesekali sambil terus menggenjot. Lama-kelamaan teriakannya berubah jadi desahan pelan. Kakinya mulai menjepit pinggangku seolah tak mau lepas kontolku.
"Kak udah Kak sshh ahhhh" desahnya.
"Enak gak" tanyaku sambil terus menggenjot.
"Sshhh ahhhh" desahnya tanpa jawab.
PLAK Aku tampar pipinya pelan.
"Jawab enak gak" bentakku.
"Ihh ihh yaa sshh" jawabnya lirih.
Malam itu begitu nikmat darah perawan Dewi membekas di kasur. Aku terus menggenjot sambil remas payudaranya.
"Aahhhh sshhh ahhhh enakk" desah Dewi matanya merem-melek menikmati.
Aku lepas ikatan tangannya dan buka semua bajunya. Dewi sudah ketagihan.
"Aahhhhh terus Kak teruss" pintanya sambil memelukku erat.
"Sshh ahh ahhhh Kak enakk" erangnya tubuhnya mulai mengkejang.
Aku tarik kontolku tiba-tiba saat ia hampir orgasme.
"Kak kok berhenti" tanya Dewi kaget.
"Udah ya hadiahnya cukup" jawabku.
"Kak please ayok" bujuknya.
"Ayo apa Dew"
"Lanjutin Kak"
"Kamu siapa kalau kamu budak sex aku ku lanjutin" kataku tegas.
"Iya Kak aku budak sex kamu Kak" jawab Dewi tanpa pikir panjang.
"Apa gak denger"
"AKU BUDAK SEX KAMU KAK" teriak Dewi keras.
Aku tersenyum lalu langsung entot dia lagi. Persetubuhan kami berlangsung berjam-jam sampai pagi. Aku buat ia orgasme berkali-kali dengan kejam sampai tubuhnya lemas penuh keringat dan lendir kawin. Malam itu benar-benar nikmat dan tak terlupakan bagi kami berdua.
Part 2
Pagi itu aku melihat Dewi masih tertidur pulas dengan tubuh telanjang bulat. Memeknya terlihat bercak darah perawan yang sudah kering bercampur sperma kering dariku. Hasil pemerkosaan semalam berjalan sukses sesuai rencana. Tubuhnya lemas sekali mungkin karena hantaman kontolku bertubi-tubi sampai ia orgasme berkali-kali sepanjang malam.
Aku cek kamera yang kupasang diam-diam semalam. Hasilnya bagus sekali. Dewi terekam jelas berteriak menyatakan dirinya budak sex milikku. Suaranya penuh nafsu dan pasrah. Aku tersenyum puas lalu menghampirinya. Aku ambil tisu membersihkan bercak darah dan sperma kering di memeknya dengan pelan.
"Sekarang kamu jadi milikku" kataku pelan pada Dewi yang masih tertidur sambil terus membersihkan memeknya.
Entah kenapa melihat tubuh telanjang Dewi begitu dekat langsung membuat kontolku keras lagi. Aku keluarkan kontol dari celana kolor tanpa pikir panjang lalu arahkan langsung ke lubang memeknya yang masih basah.
JLEEBB PLAK PLAK PLAK PLAK.
Aku benamkan kontolku sampai pangkal lalu langsung menggenjot kencang. Dewi terbangun kaget tubuhnya tersentak.
"Aauuhh ahhh ahhh ahhhh" desahnya sambil mata merem-melek.
"Sshhh ahhh Kak aaahhhh sss emhhmmnn ahhh" erang Dewi suaranya membuat birahiku semakin memuncak.
Aku lihat wajahnya memerah sesekali aku kecup bibirnya. Dewi balas kecupanku lalu menjulurkan lidah untuk aku emut sambil terus aku genjot. Ia mulai menikmati setiap dorongan meski semalam masih menolak. Sekarang ia agresif mengikuti irama genjotanku dengan pinggul yang ikut bergoyang.
"Dew ganti posisi donk" mintaku.
"Iya Kak" jawab Dewi singkat. Ia sudah pasrah mengikuti nafsu.
Aku posisikan ia berdiri lalu menungging menghadap cermin lemari besar. Tanganku pegang pinggangnya kuat kemudian langsung genjot dari belakang.
"Aahhh sshhh ahhh emmnnnn ahhhh" desah Dewi keras.
Dari pantulan cermin aku lihat wajahnya menahan nikmat mata merem-melek bibir terbuka lebar.
"Akhhh akhh akkhh" desahannya semakin kencang seiring genjotanku yang makin brutal. Sesekali aku remas payudaranya kuat lalu cubit puting susunya keras sampai memerah.
Beberapa menit kemudian aku ganti posisi lagi. Kali ini woman on top. Tanpa aku suruh Dewi sudah mulai menggoyangkan pinggulnya naik-turun sendiri.
"Bagus Dew sekarang cepat belajar ya" pujiku.
Dewi terdiam hanya memperlihatkan muka menahan nikmat sambil terus menggoyang pinggul. Goyangannya belum cepat tapi sudah cukup nikmat. Aku ambil HP yang tak jauh dari tempat tidur lalu mulai rekam Dewi yang naik-turun menikmati kontolku.
"Dew liat kamera dan bilang kalau kamu itu lonte berkali-kali" perintahku.
"Sshhh aku lonte.. aku lonte ahhh aku lonte" jawab Dewi tanpa pikir panjang sambil terus menggoyang.
Lama-kelamaan goyangannya semakin cepat. Sepertinya ia akan orgasme lagi. Aku gulingkan tubuhnya lalu naik ke atas dan langsung genjot cepat.
"Akkhhh sss Kak nikmat sekali Kak sshhh aemmmmmnnnnnn" erang Dewi.
Aku lumat bibirnya sambil terus menggenjot. Tak lama kemudian tubuh Dewi mengkejang hebat orgasme kuat. Aku hampir klimaks juga jadi cepat tarik kontol dari memeknya lalu paksa masukkan ke mulutnya.
"EMUUT ISEPPP !! bentakku.
Dewi tersedak-sedak mulutnya penuh dengan kontolku yang berdenyut keras. Air liurnya menetes deras ke dagu dan lehernya sementara aku tekan kepalanya lebih dalam lagi sehingga kepala kontolku menyentuh pangkal tenggorokannya. Napasnya tersengal melalui hidung matanya berair karena refleks muntah tapi aku tidak lepaskan tekanan.
Akhirnya aku tidak tahan lagi.
CROOOOOOT CROOOT CROOOT.
Spermaku menyembur deras langsung ke dalam mulut Dewi peju hangat itu memenuhi rongga mulutnya sampai penuh. Cairan kental itu mengalir deras beberapa kali dorongan kuat membuat kontolku bergetar di dalam mulutnya. Dewi tersedak lagi tubuhnya menggeliat mencoba menarik kepala tapi tanganku masih mengunci rambutnya erat.
Aku tarik kontolku sedikit keluar supaya ia bisa bernapas lalu sumpal hidungnya dengan jari telunjuk dan tengah.
"TELAN DEW" perintahku tegas sambil tatap matanya yang basah.
Dewi menggeleng pelan matanya memohon tapi birahinya masih membara dari efek obat dan kenikmatan sebelumnya. Ia tidak bisa bicara mulutnya penuh peju kental yang mulai terasa asin dan hangat di lidahnya. Dengan tangan gemetar ia akhirnya menelan pelan demi pelan tenggorokannya bergerak naik-turun. Beberapa tetes peju menetes keluar sudut bibirnya tapi ia paksa telan semuanya sampai habis.
Setelah beberapa detik Dewi akhirnya berhasil menelan semuanya napasnya tersengal-sengal wajahnya memerah. Aku lepaskan sumpalan di hidungnya lalu elus pipinya lembut.
"Bagus Dew.. lonte pintar" kataku sambil tersenyum puas.
Dewi seperti mau muntah setelah itu wajahnya terlihat bingung dan lemas. Aku suruh ia ke kamar mandi membersihkan diri. Dewi hanya diam berjalan pelan ke kamar mandi karena memeknya masih sakit.
Aku kumpulkan baju Dewi yang berserakan celana kaos BH dan celana dalam lalu iseng gunting BH serta celana dalamnya jadi robek-robek. HP Dewi tergeletak aku cek ternyata tidak pakai password. Banyak missed call dan WA dari teman kosnya bernama Aprilia. Foto profil Aprilia pakai baju karate wajahnya sipit imut. Lumayan juga kalau bisa ku entot temannya Dewi nanti.
Aku hampiri Dewi di kamar mandi lalu entot dia lagi di bawah shower. Kami mandi bersama sambil terus bercinta sampai puas.
Sekitar pukul 11 siang kami akhiri aksi nikmat itu. Aku suruh Dewi pakai bajunya tapi tanpa BH dan celana dalam karena sudah kugunting. Puting susunya menonjol jelas di balik kaos tipis. Aku antar ia pulang tapi mampir dulu ke KFC untuk makan.
Di mobil aku kirim video desahan dan erangannya ke HP Dewi sendiri.
"Kita rahasiakan hubungan kita kalau ada yang tahu kamu bakal hancur. Kamu bakal dicap cewek nggak bener masa depanmu rusak" ancamku sambil tunjukkan rekamannya.
"Iya Kak" jawab Dewi menunduk patuh.
Sesampainya di parkiran KFC aku elus rambutnya lalu cium bibirnya. Dewi balas ciuman dan tanpa kusadari tangannya mulai elus selangkanganku. Aku sudahi ciuman lalu keluar mobil.
"Yuk kita makan" ajakku.
Kami duduk di pojok. Dewi terus tutup dadanya pakai tas takut putingnya terlihat orang. Kami ngobrol tapi Dewi jawab seadanya. Sesekali tanganku masuk ke dalam kaosnya lewat bawah lalu puntir putingnya keras. Dewi hanya menahan desahan agar tak terdengar orang lain.
"Dew sekarang kamu sudah jadi milikku dan jadi lonte pribadiku" kataku tegas.
"Iya Kak" jawabnya lirih.
"Kamu harus nurut aku sekarang kalau nggak kamu yang hancur. Aku mau minta tolong sekarang."
"Minta tolong apa Kak" tanya Dewi.
"Kenalkan aku dengan Aprilia temen kos kamu. Kamu bilang hal baik tentang aku sampai dia mau deket dan percaya sama aku. Kalau nggak kamu yang kena" ancamku lagi.
"B-baik Kak" jawab Dewi patuh.
Sesampainya di kosan Dewi ia minta aku tunggu di ruang tamu. Aku terkejut tapi menurut saja lalu duduk di sofa. Dewi berjalan pelan ke kamarnya karena masih menahan sakit di memeknya. Tak lama Aprilia lewat di depanku lalu masuk ke kamar Dewi.
Tak lama kemudian Dewi keluar tarik Aprilia ke ruang tamu.
"Sini Pril gw kenalin senior anak komunikasi" kata Dewi.
Mereka menghampiriku.
"April" katanya sambil sodorkan tangan.
"Oh aku Rey" jawabku sambil jabat tangan.
Dewi mulai cerita karangan bahwa ia jatuh semalam lalu aku tolong. Alasannya kenapa jalannya pincang karena jatuh itu. Akting Dewi cukup bagus Aprilia seperti percaya dan terkagum-kagum. Kami ngobrol cukup lama. Dewi bersikap biasa sehingga Aprilia tidak curiga. Sesekali Dewi tunjukkan keakraban kami berdua.
Setelah itu aku pamit pulang ke kontrakan. Di jalan Dewi chat aku.
"Kak aku bantu Kakak bisa tidur sama April tapi please aku masih mau kontol Kakak aku pengen di entot Kakak lagi."
Aku tersenyum puas lalu lanjut nyetir.
Sesampainya di depan kontrakan ada gadis mungil manis bernama Suci anak pemilik kontrakan. Suci masih kelas 1 SMA tapi tubuhnya sudah lumayan menggoda. Orang tua Suci single mom kerja di luar kota jadi ia tinggal dengan sepupu perempuan dan pembantu.
"Mas tadi aku lihat Mas di KFC sama pacarnya ya cieee" canda Suci.
"Apaan sih Ci udah ah Mas capek nih" jawabku ketus.
Suci pergi ke rumahnya. Aku masuk kamar lalu mulai rencanakan cara mengentot Aprilia. Tapi sekilas pikiran muncul kenapa Suci tidak ku entot juga. Masih rapet pasti nikmat.
Part 3
Seminggu telah berlalu sejak aku memperkosa Dewi Puspa. Kami sekarang sering bersetubuh entah di mana saja. Kadang aku suruh ia mengoral kontolku saat macet di mobil. Kami juga sempat ngentot di toilet kampus yang sepi. Meski Dewi sudah punya pacar ia tetap binal sekali di hadapanku. Bahkan sesekali ia yang memulai ingin ngentot denganku. Ia sangat penurut kalau aku sedang pengen ia langsung datang ke kontrakanku dengan cepat.
Karena Dewi sudah jadi budakku aku selalu suruh ia terus membujuk Aprilia supaya lebih dekat denganku. Aku dan April sudah mulai akrab. Beberapa kali kami jalan bareng aku antar ia latihan karate atau sekadar nongkrong. Dari situ aku tahu April gadis sederhana sekali. Ia tidak boros selalu bawa bekal makanan atau minuman sendiri. Ia juga cukup galak kalau sudah bicara. Aku berniat ajak April pergi denganku cari buku di hari Minggu nanti. Aku sudah rencanakan matang-matang dengan bantuan Dewi. Tapi sebelum itu pada malam Sabtu setelah pulang kuliah aku lihat Suci duduk sendirian di teras rumahnya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Aku hampiri ia.
"Kenapa Ci kok sendirian" tanyaku.
"Iya Mas lagi bete di dalam sendirian" jawab Suci pelan.
"Emang sodara sama pembantumu kemana"
"Pembantu izin Mas anaknya sakit. Mba Tias kayaknya pulang besok dia lagi banyak urusan bentar lagi mau nikah" jawab Suci.
"Ooo jadi Suci sendirian sampai besok"
"Iya Mas jadi bete aja lampu kamar mati pula" keluhnya.
"Mas bisa masangin lampu gak" mohon Suci.
"Bisa" jawabku.
Aku merasa beruntung kesempatan bagus malam ini sebelum ngentot April lumayan dulu ngentot Suci. Aku pasang lampu di kamar Suci sampai selesai dan lampu menyala terang. Aku turun dari tangga.
"Mas makasih ya" kata Suci.
"Makasih doang Ci"
"Emang apaan" tanya dia bingung.
Tanpa basa-basi aku cepat menghampiri Suci lalu peluk erat tubuhnya.
"Mas jangan Mas Suci masih kecil" teriak Suci panik.
Aku terus jamah bagian sensitifnya. Untung ia pakai baju minim sehingga mudah kugapai. Aku dorong tubuhnya ke kasur lalu tindih ia. Aku lepas celanaku sodorkan kontol keras di depan mukanya.
"MAAS AMPUN" teriak Suci ketakutan saat lihat kontolku.
Bagi Suci itu pertama kali lihat kontol lelaki langsung sebelumnya hanya di video bokep.
"PEGANG CI" bentakku.
Suci penasaran lalu pegang kontolku pelan.
"EMUT" bentakku lagi.
Suci julurkan lidah lalu hanya tempelkan ke ujung kontolku karena masih ragu. Aku kesal lalu ubah posisi naikkan roknya siap hantam memeknya.
"Mas jangan aku belum pernah aku takut" mohon Suci.
Tanpa ragu aku dorong kontol masuk ke memeknya yang masih rapat.
"AAKKHHHH SSSAAAAKIIITTT MASSS" teriak Suci keras.
"Uchhh matap kamu Ci sempit banget makanya tadi emut yang bener" kataku sambil terus genjot.
Suci menahan kesakitan karena ini pertama kali kontol masuk kedalam memeknya.
"Sakit Mas.. udah Mas udah.. mohonnya.
Aku terus menggenjot sambil jilat lehernya.
"Mmmass sakit emhhhmmm Mas" desah Suci.
Sedikit demi sedikit rasa sakit berubah jadi nikmat. Suci mulai hanyut dalam genjotanku.
"Ehhmnn emmnn ehhmmnnn akhhh" desahnya pelan.
"Enak Ci" tanyaku.
"Iya Mas" jawabnya lirih.
Aku ganti posisi pangku ia lalu Suci jepit pinggangku dengan kakinya. Ia sudah larut mulai goyang bokong ikuti irama genjotanku seperti belajar dari bokep.
"Ahhhh Mas aahhhhh Mas ehhmmnnnn Mas enak Mas" desah Suci nikmat.
"Memek kamu sempit Ci" kataku sambil terus genjot.
Darah perawan Suci sudah tak kelihatan lagi. Ia seperti lonte binal bukan gadis polos. Kami lakukan berjam-jam Suci orgasme sekitar tujuh kali. Suci puas sekali lalu sarankan ngentot di kamar kontrakanku takut Mba Tias pulang tiba-tiba. Aku setuju kami lanjut ngentot sampai pagi di kamarku.
Pukul delapan pagi Suci pamit pulang ke rumahnya. Ia sudah bukan cewek polos lagi suka sekali hubungan badan. Ia minta rahasiakan ini dari siapa pun. Sabtu itu melelahkan aku belum sempat tidur karena semalaman sibuk entot Suci. Aku terlelap dengan tubuh telanjang dan lupa tutup pintu kamar. Beberapa jam kemudian aku rasakan sesuatu di kontolku. Aku buka mata ternyata Dewi sedang mengoral kontolku.
"Aemmnnnn sruupp aemnnnn emnnnnmnnnn aemnnn" suara Dewi lihai sekali. Aku elus rambutnya.
"Pinter sekali kamu Dew.. lonte pintar.. kataku.
Tenagaku langsung bangkit aku posisikan Dewi nungging lalu pelorot celana dan celana dalamnya. Aku doggy ia keras.
"Ahhh ahhh ahhh ahhh" desah Dewi.
"Enak Dew" tanyaku.
"Ehh nakk ehhnakk Kak" jawabnya.
"Besok April bakal jadi lonte kayak kamu jangan lupa campur obat perangsang di minumannya" gumamku sambil terus sodok memeknya.
Dewi hanya mikir kenikmatan kontolku persahabatan dengan April sudah tak ada artinya lagi baginya. Kami ngentot sampai jam enam sore Dewi orgasme berkali-kali. Sebelum pulang aku beri serbuk obat perangsang untuk dicampur ke minuman April nanti.
Malam Minggu aku hanya duduk di kontrakan. Sekitar jam tujuh datang perempuan berhijab masuk ke rumah Suci. Ternyata sepupunya Suci Mba Tias yang katanya akan nikah bulan depan.
"Assalamualaikum Mas Rey" salam Mba Tias sambil tersenyum manis. Wanita alim itu cukup cantik penampilannya beda sekali dengan Suci.
Keesokan harinya aku dan April jalan bareng ke toko buku. Alibiku berhasil aku rencanakan bawa ia ke gubuk kecil yang sangat sepi. Di perjalanan April tanya.
"Toko bukunya jauh ya"
"Iya Pril lumayan soalnya bukunya udah susah ditemukan" jawabku.
April percaya saja. Di jalan ia belum minum botol minumannya yang sudah kucampur obat. Kalau tidak terangsang nanti bisa gawat. Perjalanan hampir sampai tapi April masih belum minum sedikit pun. Aku putuskan nekat saja. Sesampainya di gubuk April bingung.
"Tempat apa ni Kak katanya ke toko buku" tanyanya.
"Aku jawab di sini ada orang yang pernah ku tolong dan tinggal di sini aku mau nengok sebentar gpp kan"
"Ohhh keren banget kamu" sanjung April.
"Ya udah kamu turun gih"
April turun lalu jalan masuk ke gubuk tanpa curiga. Begitu ia masuk aku langsung tutup dan kunci pintu dari dalam.
"Kok gak ada siapa-siapa kok dikunci" tanya April mulai waspada.
Dengan cepat aku coba lumpuhkan ia. April yang pernah belajar karate sempat melawan tapi sulit karena pakai rok. Ia coba pukul wajahku aku hindar lalu aku pukul perutnya keras sampai ia kesakitan dan lemas. Ia masih coba lawan aku pukul perutnya lagi ia tersungkur tak berdaya.
"Nah gini kan enak" kataku.
"ANJINGGG BANGSAT LU" teriak April marah.
"Tenang aja nanti kita main gaya anjing dasar lonte" ejekku.
Aku lepas celanaku dengan cepat kemudian turunkan celana dalam April yang tipis itu sampai ke mata kaki. Tubuh April terlentang di lantai gubuk yang dingin dan berdebu kakinya aku angkang lebar sehingga memeknya terbuka sempurna di depanku. Bibir memeknya yang rapat dan masih tertutup rapat terlihat merah muda polos tanpa bulu sama sekali. Aku pegang kontolku yang sudah keras banget lalu arahkan kepalanya tepat di bibir memek April yang masih kering.
"Pril lu kan suka main kasar gw kasih tau rasanya permainan kasar gw" kataku dengan suara rendah penuh ancaman sambil tatap matanya yang penuh ketakutan.
April coba dorong dadaku dengan tangan lemah tapi aku pegang pergelangan tangannya kuat lalu tekan ke lantai. Tanpa tunggu lagi aku dorong pinggul maju dengan satu hentakan keras. Kepala kontolku langsung merobek selaput dara April yang tipis itu. Darah perawan langsung keluar sedikit membasahi batang kontolku yang tebal. Memek April yang sempit dan kering terasa sangat ketat seperti mencengkeram kontolku kuat sekali sampai aku mendesis nikmat.
"AAAAAKKHHHHHHHHHH ANJIIINGGG SAKIIIITTTTTT" jerit April keras tubuhnya melengkung ke atas karena rasa sakit yang menusuk. Air matanya langsung mengalir deras ke pipi wajahnya yang memucat. Kakinya bergetar hebat mencoba menutup tapi aku pegang paha dalamnya kuat agar tetap terbuka lebar.
Aku tidak berhenti meski memeknya masih kering dan darah mulai menetes. Aku langsung mulai menggenjot dengan ritme kasar pinggulku maju mundur cepat sehingga kontolku keluar-masuk memek April yang baru saja robek. Setiap dorongan dalam kepala kontolku menabrak dinding memeknya yang rapat membuat April menjerit lagi.
"Sssaaakitttt udah pleaseeee sakit banget" mohon April sambil menggeleng-geleng kepala air matanya terus mengalir. Napasnya tersengal-sengal dadanya naik-turun cepat karena kesakitan.
Tapi aku malah tambah semangat. Aku pegang pinggul April kuat lalu genjot lebih dalam lagi. Suara daging bertabrakan mulai terdengar plak-plak pelan di gubuk sepi itu. Darah perawan bercampur lendir kawin yang perlahan mulai keluar karena gesekan membuat kontolku semakin licin. Memek April yang tadinya kering sekarang mulai basah meski masih disertai rasa sakit. Dinding memeknya meregang lebar menelan kontolku sampai pangkal setiap kali aku tusuk dalam.
"Mantep Pril perawanmu enak banget sempit gini" kataku sambil mendesis nikmat. Aku lihat wajah April yang menahan sakit mata merem-melek bibirnya menggigit keras sampai memutih. Tangan April mencoba dorong lagi tapi tenaganya sudah habis. Ia hanya bisa mengerang pelan setiap kali kontolku menghujam masuk.
Aku terus memompa tanpa ampun gerakanku semakin brutal. Setiap tusukan kontolku tabrak serviks April yang dalam membuat tubuhnya tersentak-sentak. Rasa sakit April perlahan bercampur dengan sensasi aneh yang mulai muncul. Napasnya yang tadinya tersengal kesakitan sekarang mulai berubah jadi desahan pendek. Puting susunya di balik kaos mulai mengeras terlihat menonjol meski ia masih berusaha menahan.
Aku pegang payudaranya dari luar kaos lalu remas kasar sambil terus genjot. Jempolku cubit puting susunya keras melalui kain sehingga April mendesis lagi.
"Akhhh ahhh sakit ahh" desah April suaranya mulai campur antara sakit dan sesuatu yang lain.
Aku tahu efek obat perangsang dari minuman tadi mulai bekerja pelan-pelan. Memek April semakin basah lendir kawinnya mengalir lebih banyak membasahi kontolku dan paha kami. Genjotanku semakin lancar suara plak-plak semakin keras bergema di gubuk kecil itu. April mulai menggeliat pelan pinggulnya seolah ikut bergerak meski masih ragu.
Tangan April mendorong tubuhku tapi tak berdaya. Di pikiran April ia merasa hina sudah tak perawan lagi. Rasa sakit terus merasuk ia hampir tak tahan.
"Sssaaakit udh please" mohon April.
Aku lepas kontolnya April lega sebentar tapi aku ubah posisi jadi nungging lalu genjot lagi dari belakang.
"Akkhh ahhh sakit ahh" desah April.
"Nah sekarang gaya anjing yang lu mau ayok mendesah kencang" kataku.
"Akhhh ahh aahhh" desah April mulai kencang seiring genjotanku semakin cepat.
Aku genjot sambil pegang payudaranya tangan masuk ke kaos dari bawah puntir putingnya. Puting April mulai mengeras sepertinya mulai terangsang.
"Udh sakitt please gw gak kuat" desah April.
"Gak kuat apa bukannya enak ya Pril" jawabku.
Aku makin kencang doggy April. April merem-melek mulut membentuk huruf O menahan nikmat. Rasa sakit mulai hilang April hanya tahan nafsu agar tak lepas kendali.
Aku ubah posisi jadi woman on top. April lemas hanya pasrah. Dalam pikirannya mulai ingin menikmati. Aku goyang tubuhnya April desah pelan.
"Ahhhh ahhhh ahhh" desah April sudah menikmati.
"Enak Pril" tanyaku sambil hentikan goyangan.
Ia diam lalu goyang badannya sendiri.
"Hahahah gitu donk Pril" kataku.
Aku bangunkan badan supaya bisa emut payudaranya. April rangkul aku mulai nikmati.
"Aahhhh sshhh ahhhhh" desah April saat ku isap putingnya.
Aku goyang lagi tubuhnya menggeliat menahan nikmat. April rasakan kenikmatan luar biasa tubuhnya seperti melayang. Aku tatap wajahnya yang terus mendesah.
"Shhh ahhh ahh emnnn aemmnn" desah April lalu tiba-tiba cium bibirku.
"Aemnnn mmmhhh ahhhhss hhhh ahhh" erangnya.
Aku kencangkan goyangan April peluk aku erat.
"Aahhhhhh ahhhssss ahhh ahhkkk ahhknnna haaaahhhhha ahhhh" desah April tak beraturan.
Tak lama tubuh April geliat keras.
"AKHHHHSSSSS" April orgasme pertama dalam hidupnya.
Ia lemas sekali aku yang belum klimaks terus genjot tanpa henti. Tak butuh waktu lama aku capai puncak. Aku cabut kontol lalu CROOOT CROOOT tumpahkan sperma di perutnya. Ronde pertama cukup memuaskan. Aku pakai baju lalu gendong April yang lemas tak sanggup jalan. Aku tinggal celana dalamnya di gubuk bawahan hanya rok saja. Aku starter mobil lalu bawa pulang ke kosan April.
Di jalan April mulai sadar ia kehausan lalu ambil botol minuman dan habiskan. Tak lama ia mulai geliat lagi menahan birahi efek obat. Ia tatap aku dengan mata nakal ingin tubuhnya dijamah lagi. Tatapan galaknya berubah jadi tatapan haus nafsu.
Part 4
Siang itu jalanan begitu macet sehingga mobil berhenti total. Aku lihat April sudah gerah birahinya memuncak. Ia menatap selangkanganku dengan mata lapar sesekali tangannya mengusap memeknya sendiri melalui rok tipis itu. Napasnya berat wajahnya memerah dan kakinya gelisah saling bergesek.
"Heh lonte lu mau ini" kataku sambil buka resleting celana lalu keluarkan kontol yang sudah keras.
April hanya mengangguk-angguk cepat tanpa bicara. Pikirannya sudah penuh bagaimana menyalurkan birahi yang membakar tubuhnya.
"Sempong dulu lah kontolku bisa gak lu" tanyaku.
Tanpa ucap sepatah kata April langsung pegang kontolku lalu masukkan ke mulutnya. Ia mengemut seperti permen lolipop lidahnya menari di kepala kontolku.
"Aemmnnn sruupp clap emmnn" suara sempongan April terdengar lihai sekali mulutnya basah dan hangat.
"Lu jago juga nyempong gw belajar dari mana" tanyaku.
April terus menyempong tanpa jawab. Aku kesal lalu jambak rambutnya keras.
"HEHH GW TANYA LU" bentakku.
"Iya iya maaf gw sering nonton video bokep di laptopnya Dewi" jawab April cepat sambil napas tersengal.
"Mantap lu Pril" kataku puas.
Aku masukkan kontol lagi lalu tekan kepala April dalam-dalam sampai kontol menyentuh pangkal tenggorokannya. April tersedak-sedak air liurnya menetes tapi aku tahan kepalanya. Macet masih lama aku terus siksa April dengan oral. Beberapa kali ia hampir muntah karena kepala kontolku menekan tenggorokan tapi aku tidak peduli.
Tak lama jalanan mulai lancar. Aku jalankan mobil lalu cari tempat sepi. Akhirnya aku parkir di area mall yang sepi jarang orang lewat. Aku jambak rambut April lalu tarik ia yang dari tadi terus menyempong.
"Lu masih mau kontol kan" tanyaku.
April mengangguk.
PLAAAK tamparanku mendarat di pipinya.
"JAWAB YANG BENER" bentakku.
"Iyaaa" jawab April lirih.
"Bagus sekarang lu harus nurutin gw" kataku.
Aku turunkan jok kursi mobil sampai hampir rata sehingga aku bisa berbaring.
"Lu sekarang naik masukin kontol gw ke memek lu sendiri trus lu goyang sendiri sambil remes-remes puting lu sendiri dan teriak kalau lu itu lonte doyan kontol berulang-ulang" perintahku.
April naik ke atas badanku lalu pegang kontolku hati-hati. Ia arahkan ke memeknya lalu turunkan pelan sampai kontol masuk penuh.
"AKKhhhh sshhhhh" desah April sambil mulai goyang bokong pelan.
"Sshhhhh aahhhh aahhh akuuu lontthheee sshhhhh dhoooyan kkoooonthhoolll" gumannya menahan nikmat suaranya bergetar.
Aku rekam aksi binal April pakai HP. Tapi goyangannya lambat sekali mobil hampir tidak bergoyang.
"Lama ni" kataku kesal lalu pegang pinggangnya kuat dan goyang badannya cepat dari bawah.
April langsung mendesah lebih kencang.
"Akhhh akhh akhhh akhh akhh" desahannya semakin keras.
Shockbreaker mobil ikut membantu irama sehingga kontolku terus gesek rongga memek April yang sudah basah. Aku bangunkan badan lalu lepas kaos April yang sudah tersingkap ke atas dan lempar ke belakang. April sekarang hanya pakai rok saja payudaranya terbuka bebas.
"Aahhh sss ahhh teruss anjing jangan lepas enakk shhh aahhh ahhh" kata April liar.
"Memek lu enak dasar lonte" balasku.
Kami berciuman sambil terus goyang badan.
"Enak njing akkhhh hamili aku" ungkap April sudah tak terkendali nafsunya lalu goyang bokongnya semakin kencang.
Beberapa menit kami nikmati itu. Aku buka pintu mobil lalu lihat sekitar parkiran masih sepi.
"Pril keluar lu jadi anjing gw sekarang" kataku.
April keluar lalu aku tuntun ia posisi nungging di depan mobil. Aku langsung hantam memeknya dari belakang kontolku masuk dalam sekali.
"Akkhh akhh shhh ahh akkhhh ehh akkh" desah April sambil julurkan lidah seperti anjing kehausan.
"Enak Pril" tanyaku.
"AAKHHH EHHNAKK BHHHANGET KHHONTOLNYA" teriak April mendesah keras.
Aku terus genjot sambil remas payudaranya tanpa berhenti.
"UCCHHHH NIKK MHAATTTT akkhhh shhh" desah April liar.
Menit berganti posisi doggy ini cukup lama April semakin liar saat dientot begini. Dari kejauhan seorang gadis SPG Honda kaget lihat kami. Ia bersembunyi lalu intip aksi ngentotku dengan April.
Aku sadar tapi cuek saja. Aku lepas kontol dari memek April lalu suruh ia jongkok dan oral lagi.
"Aemmm sruppp aemnnn emnn" April jilat dan isap kontolku seperti makan es krim.
Aku lirik gadis SPG itu ternyata ia terpana lihat kontolku yang disempong April. Sesekali tangannya raba selangkangan dan payudaranya sendiri. Aku putar badan menghadap gadis itu April ikut bergerak terus sempong. Aku tatap gadis itu sambil elus rambut April lalu genjot mulut April kencang. April terkejut coba lepas tapi aku tahan.
Beberapa menit kemudian aku sudahi oral lalu suruh April nungging lagi. Genjotanku langsung brutal April mendesah kencang.
"Akhhh yes bangsat ni kontol shhh akhhh anjing enak teruss shhh ahhhhh ahhhh" desah April membuatku percepat genjot dan remas dadanya lebih keras.
Tak lama April geliat nikmat.
"AKKHHHHSS AKKHHSSSS THHHRRUUSSSSSS JANGAN BERHENTII" jerit April.
Beberapa detik kemudian April orgasme tubuhnya mengejang mulut terbuka lebar lalu jatuh lemas.
"Akhhh sss uuhhhh daahhh capeekk" desah April.
Aku masih genjot PLAKK PLAAKK PLAAKK suara benturan semakin kencang lalu aku capai puncak. Aku cabut kontol tarik tubuh April jadi jongkok muka menghadap kontolku.
CROOOTTT CROOTTTT CRROOOOTTTT
Spermaku sembur basahi muka April. Ia terlalu lelah untuk bersihkan lalu jatuh tersungkur. Aku lihat gadis SPG tadi sudah hilang. Aku gendong April yang telanjang hanya pakai rok ke dalam mobil lalu lanjut perjalanan pulang ke kosannya. April tertidur lelap karena kelelahan.
Sesampainya di kosan April aku gendong ia masuk. Dewi bantu aku bawa ke kamar. Setelah itu Dewi minta dientot. Karena aku lelah aku layani Dewi satu ronde saja. Jam sudah pukul empat aku pulang ke kontrakan. Hari Minggu ini nikmat sekali April sekarang jadi maniak seks.
Di perjalanan aku terjebak macet lagi dan haus sekali. Aku cari air minum tapi tidak ada. Lama menunggu jalanan lancar aku sampai kontrakan. Saking hausnya aku lihat botol minuman April yang tersisa sedikit lalu minum habis. Baru sadar itu minuman yang kucampur obat perangsang. Libidoku langsung naik birahi membara. Kontrakan sepi Suci biasanya masih les jam segini.
Masalah selesai saat aku lihat Mba Tias duduk sendirian di teras rumahnya baca buku. Aku hampiri sambil tahan nafsu.
"Sore Mba Tias Mba apa kabar denger-denger mau nikah ya Mba" sapaku.
"Ehhh Mas Rey sore juga iya nih" jawab Tias lembut.
Ia pakai baju langsing dibalut hijab terlihat alim dan cantik.
"Kapan Mba akad nikahnya" tanyaku.
"Tiga minggu lagi nih tapi cape banget makanya pengen nyantai dulu" jawabnya.
"Wah bentar lagi bulan madu donk heheh" candaku.
"Apa-an si kamu Mas Rey ehh Mas mau minum apa aku ambilin ya" tanya Tias.
"Air putih aja Mba" jawabku.
Tias letakkan buku lalu masuk ke dalam. Diam-diam aku ikut masuk lalu tutup pintu pelan. Dengan sigap aku peluk Tias dari belakang lalu remas payudaranya kuat.
"EEHHH MASSS APAAN STOP MAS" teriak Tias kaget coba lepas.
Aku terus peluk gesek kontol keras ke bokongnya sambil remas dadanya lagi. Perlawanan Tias lemah tenagaku lebih kuat. Ia mulai ketakutan.
"JANGAN MAS STOP" teriak Tias.
Aku dorong tubuhnya ke sofa ruang tamu lalu tindih ia.
"Jangan Mas jangan" mohon Tias air matanya menetes.
Aku angkat rok panjangnya paksa kakinya mengangkang lalu tarik celana dalamnya ke samping agar memeknya terbuka. Aku keluarkan kontol tegang taruh di bibir memeknya.
"JANGAN DISITU JANGAN TOLONG" teriak Tias.
Tanpa basa-basi JLEEBB kontolku tusuk masuk robek selaput dara Tias.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHHHH" rintih Tias keras karena keperawanannya robek.
Aku tekan dalam-dalam.
"AAOOOKKKKKHHHHHHHHHHHHHHH" rintih Tias lagi wajahnya di balik hijab mulut membentuk huruf O.
Aku mulai genjot cepat.
"AaAAAkkk aaAAAkkhh ssSSaakit berheEntii" mohon Tias coba dorong tapi tenaganya lemah.
Aku tindih tubuhnya sambil genjot lalu cium bibirnya. Tias rapatkan mulut tolak ciuman. Aku rangkul ia sambil tarik resleting punggung bajunya terus entot. Tubuh Tias tak berdaya.
"Jangan Mas jangan" katanya sambil tahan baju.
Aku tarik bajunya KREEEEKK baju robek BH putih terlihat. Aku naikkan BH lalu emut puting susunya kencang.
"Aakkhhhhhh Mas jangan" desah Tias saat putingnya disedot.
Aku genjot lagi kencang.
"AKKHHHSS AKHHHSSS STOPPP MAS SAAAKIIITTT" teriak Tias.
"Nanti juga kamu nikmatin kok anggap aja belajar bentar lagi kamu bakal diginiin" kataku.
"Uhhhdaahhh Mas uhhhdahhh" desah Tias menahan.
"Ehhmmmm ehhhmmmmmm" desahannya tertahan perlahan rasa sakit hilang diganti nikmat. Tapi kesadaran kesetiaannya pada kekasih masih ada. Tias pejam mata menahan rangsangan.
Tiba-tiba pintu terbuka.
"Aku pulang" kata Suci lalu kaget lihat adegan di sofa.
"SSUUCCIIII TOLONG MBAAA SUCII TOLONGGGG" teriak Tias.
Suci tatap aku.
"Enakan Ci kayak gini" tanyaku ke Suci.
"Iiyaa Mas enak banget" jawab Suci santai. Tias syok dengar sepupunya bilang begitu.
"Ci ambil HPku di celana tu donk rekam aku sama Mba Tias ya" perintahku.
"JANGAN CIII JANGAAANNN" teriak Tias.
Aku genjot kencang.
"AKKHHHSSS AAAKHHHSSS" desah Tias keras.
Aku coba cium tapi Tias tutup mulut rapat.
"Kalo kamu gak nurut aku semburin sperma di dalam biar kamu hamil" ancamku.
Wajah Tias ketakutan. Akhirnya ia nurut. Suci terus rekam.
"Aemmnnn mmnnnhhmmm hhmnnn hhmnn" suara ciuman Tias kaku karena ini pertama kali cium lelaki.
Aku ubah posisi Tias nungging angkat rok panjangnya pelorot celana dalamnya lalu genjot dari belakang sambil remas dadanya.
"Akkhhhss akkhhhsss akhhhssss sshhh" desah Tias.
"Lihat ke kamera bilang kamu pecinta kontol kamu pelacur" paksaku.
"Nngghhhhhaaaakk maaaahhuuu" tolak Tias.
Aku genjot kencang hijabnya sampai berantakan.
"Ayok bilang kalo ngga ku hamilin kamu !! ancamku.
"Akkhhh kuuu pheelllaacuur pehhhciinnttthhaaa ahhhh kkhhoonnttoollll akkhhh kuuu pheelllaacuur pehhhciinnttthhaaa.. ahhhh kkhhoonnttoollll" ungkap Tias mendesah.
"Bagus sekarang setelah ini isep kontolku dan telan spermaku" perintahku.
"Akkhhh akkhhh akhh akhhhhsss" geleng kepala Tias.
"Oke berarti ku semburin di dalem aja"
"JJAAAANGAN" teriak Tias.
"Terus gimana donk"
"IHhh iHhh yaaa aakhhuuu isshheepp" desah Tias.
"Hahahaha bagus setelah ini isep kontolku" kataku.
"Setelah ku hamilin kamu ya"
"JJAAANGAAANNN"
Aku dorong Tias ke sofa tindih lagi kaki mengangkang lalu sodok memeknya cepat.
"Akkh akhh akkhh akhhh" desah Tias.
Rasa sakit sudah hilang yang ia rasakan hanya nikmat kontolku maju mundur di memek basah. Aku tarik hijabnya rambut indah terurai aku lumat bibirnya. Kali ini ia terima ciuman sambil aku isap puting mengeras.
"Akakkkhhhh akkkhhhahhhhh ehmm" badan Tias mengejang desahannya ikut irama hentakan.
"Aaeeei iihhh ehhhmmnnnn akhhh" desah Tias menggeliat orgasme pertama seumur hidupnya. Ia lemas hampir pingsan tapi berusaha sadar.
Aku ubah posisi Tias menjadi woman on top di atas sofa. Tubuhnya sudah sangat lemas setelah orgasme pertama tadi sehingga mudah sekali aku atur. Aku duduk di sofa lalu angkat pinggul Tias pelan supaya ia naik ke pangkuanku. Kakinya aku buka lebar agar memeknya tepat di atas kontolku yang masih keras dan basah oleh lendir kawin serta peju sebelumnya. Tias hampir tidak bisa menahan berat tubuhnya sendiri kepalanya jatuh ke bahuku napasnya tersengal lemah.
Aku pegang pinggangnya dengan kedua tangan kuat lalu turunkan tubuhnya perlahan sampai kontolku kembali masuk ke memeknya yang sudah licin dan hangat.
"Akkhhh" desah Tias pelan saat kepala kontolku menyusup masuk lagi dinding memeknya yang masih sensitif langsung mencengkeram batangku erat.
Aku mulai goyang badannya dari bawah pinggulku naik-turun pelan tapi pasti sehingga kontolku keluar-masuk memek Tias dengan ritme teratur. Setiap dorongan atas kontolku menghujam dalam menyentuh titik sensitif di dalam liang kewanitaannya. Tias menggeliat lemah tangannya meraih bahuku mencengkeram kain bajuku yang sudah kusut. Payudaranya yang terbuka bergoyang-goyang mengikuti irama goyangan bokongnya yang aku kendalikan.
"Sshhh ahhh" desah Tias kecil suaranya parau karena kelelahan tapi ada nada nikmat yang mulai muncul lagi. Matanya sayup setengah tertutup bibirnya terbuka sedikit mengeluarkan napas panas ke leherku.
Aku percepat goyangan badannya tanganku meremas pinggulnya lebih kuat jari-jariku menekan kulit putihnya sampai meninggalkan bekas merah samar. Kontolku terus memompa masuk-keluar memek Tias suara basah lendir kawin terdengar jelas setiap kali aku tarik hampir keluar lalu dorong masuk lagi sampai pangkal.
"Ihhhh ahh" desah Tias semakin sering tubuhnya mulai bereaksi meski lemas pinggulnya perlahan ikut bergoyang sendiri mengikuti iramaku.
Aku angkat satu tangan lalu remas payudara kirinya kuat jempolku menggosok puting susu yang sudah mengeras keras. Puting itu terasa panas dan sensitif setiap kali aku cubit pelan Tias langsung mendesis dan menggeliat lebih hebat.
"Akhhh sshhh" erangnya napasnya semakin cepat dadanya naik-turun cepat.
Aku goyang badannya lebih cepat sekarang sofa bergoyang pelan mengikuti ritme hentakan kami. Memek Tias semakin basah lendir kawinnya mengalir deras membasahi paha kami berdua dan sofa di bawah. Kontolku terasa terjepit erat setiap kali ia turun penuh sampai buah zakarku menempel di bokongnya yang lembut. Aku rasakan dinding kemaluannya berdenyut pelan tanda ia mulai mendekati puncak lagi meski tubuhnya sudah kelelahan.
Aku peluk pinggangnya erat lalu tarik tubuhnya lebih dekat sehingga payudaranya menempel di dadaku. Aku cium lehernya pelan lalu turun ke bahu sambil terus goyang badannya tanpa henti.
"Sshhh akkhhh enakk" desah Tias lirih suaranya hampir hilang tapi penuh gairah.
Tubuh Tias mulai menggeliat lebih liar meski tenaganya minim pinggulnya naik-turun sendiri mengikuti irama kontolku yang terus menghujam. Aku biarkan ia ambil alih sedikit goyangan pantatnya semakin dalam dan cepat membuat kontolku terasa semakin terhisap kuat di dalam memeknya yang panas dan basah. Kami terus bergerak seperti itu lama sekali sofa berderit pelan di lantai ruang tamu yang sepi hanya diisi suara desahan napas berat dan benturan alat kelamin yang basah.
Aku ubah posisi tidur lagi.
"Akkhhh akhhh akhh" desah Tias mulai nikmati lagi.
"Sshhh akkhhhh aahhh enakk" ungkap Tias.
Aku percepat genjot sebentar lagi klimaks.
"AaaAAAaaAAaaAAahhh" desah Tias pegang tubuhku kencang kaki jepit badanku tanda orgasme kedua.
"AAAKKHHHHHSSS" jerit Tias sofa basah cairan muncrat dari memeknya.
PLOKK PLOKK PLOKK aku genjot cepat lalu CROOOOTTT CROOOOTTTT spermaku siram rahim Tias meluber keluar.
Aku cium bibir Tias ia balas ciuman air matanya menetes. Pikiran Tias hancur ia bukan wanita alim lagi melainkan pelacur yang nikmati pemerkosaannya. Tak lama Tias terlelap. Aku lepas kontol lihat Suci yang rekam terangsang. Aku dan Suci ngentot satu ronde di kamar sebagai imbalan. Setelah itu aku gendong Tias ke kamarnya telanjang bersihkan bercak darah di sofa buang baju robeknya.
Hari itu lelah sekali dalam sehari aku ngentot empat cewek Aprilia, Dewi, Tias dan Suci. Mungkin aku harus minum obat penambah stamina lagi.


Komentar
Posting Komentar