By : XBang
Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta seolah langit ikut meratapi perubahan besar yang terjadi di keluarga kecil mereka. Ibu Evelyn Setiadi seorang janda dari keturunan Tionghoa-Indonesia telah menikah lagi hanya enam bulan lalu dengan Khalid Al-Mansour seorang pengusaha minyak asal Lebanon berusia 47 tahun.
Khalid adalah pria bertubuh tegap tinggi dengan janggut hitam tebal yang selalu rapi kulit sawo matang dan mata hitam tajam yang seolah bisa menembus jiwa siapa pun. Pernikahan itu awalnya terasa seperti keselamatan finansial bagi ibu Evelyn tapi bagi Evelyn sendiri gadis berusia 20 tahun dengan kulit putih pucat khas chindo rambut hitam lurus panjang hingga pinggang mata sipit yang indah dan tubuh ramping berlekuk lembut kehadiran ayah tirinya terasa seperti badai yang mendadak menerpa kehidupannya yang bebas dan manja.Evelyn adalah anak tunggal yang dimanja sejak kecil. Ia mahasiswi semester lima jurusan komunikasi di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta suka berpesta clubbing dan pulang subuh dengan bau alkohol dan parfum pria lain. Ibunya sering memperingatkan tapi Khalid langsung mengambil alih kendali begitu ia resmi menjadi kepala keluarga. Di rumah ini ada aturan baru katanya dengan suara dalam dan berat khas Timur Tengah pada malam pernikahan mereka. Evelyn hanya tertawa sinis saat itu tidak menyangka bahwa kata-kata itu bukan ancaman kosong. Malam ini setelah ketahuan pulang jam tiga pagi dalam keadaan mabuk berat dan gaun mini yang robek di bagian bahu Evelyn akhirnya akan merasakan betapa kerasnya aturan rumah baru yang diberlakukan ayah tirinya.
Khalid berdiri di depan pintu kamar Evelyn dengan tangan disilangkan di dada bidangnya. Cahaya lampu koridor yang redup membuat bayangannya semakin mengancam. Evelyn duduk di tepi tempat tidur kepalanya masih pusing karena alkohol gaun hitam pendeknya naik hingga paha memperlihatkan kulit putih mulusnya yang kontras dengan kulit sawo matang Khalid.
"Kamu pikir kamu bisa terus hidup seperti pelacur murahan di luar sana !! suara Khalid rendah tapi penuh otoritas mata hitamnya menatap tajam ke arah Evelyn. Mulai malam ini kamu belajar apa artinya disiplin. Berdiri.
Evelyn menelan ludah jantungnya berdegup kencang. Ia mencoba bersikap keras kepala seperti biasa. Kamu bukan ayahku yang sebenarnya. Aku tidak
Belum sempat ia menyelesaikan kalimat Khalid melangkah cepat ke depannya tangan besarnya mencengkeram rahang Evelyn dengan kuat tapi tidak sampai melukai. Di rumah ini kamu panggil aku Ayah atau Master. Mengerti kata Khalid jari-jarinya menekan pipi lembut gadis itu memaksa Evelyn mengangguk pelan. Sekarang stripping. Lepaskan semua pakaianmu. Sekarang juga.
Tangan Evelyn gemetar saat ia menarik resleting gaunnya. Kain hitam itu meluncur turun ke lantai memperlihatkan bra hitam tipis dan celana dalam matching yang sudah basah karena campuran keringat dan ketakutan. Khalid mengamati tubuh rampingnya dengan tatapan lapar dan dingin sekaligus payudara sedang yang kencang pinggang ramping dan bokong bulat yang masih tertutup kain tipis.
"Bra dan celana dalam juga. Jangan sampe aku mengulang !! Kata Khalid.
Evelyn melepaskan bra-nya payudara putihnya meloncat keluar dengan puting kecil berwarna pink muda. Lalu ia menurunkan celana dalamnya memperlihatkan vagina mulusnya yang dicukur rapi. Ia berdiri telanjang di depan ayah tirinya tangan berusaha menutupi dada dan selangkangan tapi Khalid langsung menepis tangannya.
"Letakan kedua tangan di belakang kepala !! Buka lebar kakimu !! Tunjukan badan pelacurmu itu padaku !! Bentak Khalid.
Evelyn patuh dengan tubuh gemetar. Udara dingin AC menyapu kulitnya yang telanjang membuat putingnya mengeras. Khalid berjalan mengelilinginya perlahan seperti predator yang sedang mengamati mangsanya. Tangan besarnya menyentuh punggung Evelyn lalu turun ke bokongnya meremas kasar.
"Kulitnya sangat bersih Evelyn.. tapi selama ini kamu terlalu dimanja. Malam ini aku akan ubah aturannya !! Kata Khalid.
Ia menarik lengan Evelyn kasar membawanya keluar kamar menuju ruang makan di lantai bawah. Meja makan kayu mahoni panjang sudah disiapkan tali kulit hitam tebal tergeletak di atasnya. Khalid mendorong tubuh Evelyn hingga perutnya menempel di permukaan meja yang dingin. Ia merentangkan tangan gadis itu ke depan mengikat pergelangan tangannya dengan tali kulit ke kaki meja di ujung sana. Lalu ia membuka kaki Evelyn lebar-lebar mengikat mata kakinya ke kaki meja yang lain sehingga tubuh ramping chindo itu terbuka sempurna dalam posisi terlentang di atas meja.
Khalid mengambil paddle kayu tebal yang sudah ia siapkan. Kayu itu berat permukaannya halus tapi di bagian belakang ada ukiran nama Khalid dalam huruf timur tengah.
"Sepuluh pukulan untuk setiap jam kamu terlambat pulang. Kamu pulang jam tiga berarti tiga puluh pukulan di pantat lontemu ini !! Kata Khalid.
Paddle pertama mendarat keras di bokong kiri Evelyn dengan bunyi PLAACK yang nyaring. Gadis itu menjerit keras tubuhnya tersentak. Rasa panas dan perih langsung menyebar di kulit putihnya. Pukulan kedua ketiga dan keempat menyusul tanpa ampun meninggalkan jejak merah terang di bokong bulatnya. Setiap pukulan semakin keras membuat daging bokongnya bergoyang dan memerah semakin gelap.
"Hitung keras-keras !! perintah Khalid.
S-satu dua tiga Evelyn menangis air mata mulai mengalir di pipinya. Bokongnya sudah terasa panas membara saat pukulan kesepuluh mendarat.
Khalid berhenti sejenak tangannya mengelus welts merah yang mulai muncul. Bagus warnanya cantik di kulit putihmu kata Khalid.
Ia berjalan ke dapur sebentar kembali dengan sepotong jahe segar yang sudah ia ukir menjadi bentuk plug kecil tapi tebal. Evelyn membelalak ketakutan saat melihatnya.
Ini figging. Jahe akan membuat lubang belakangmu terbakar seperti api. Ini untuk mengajarkanmu bahwa setiap kesalahan akan terasa menyakitkan!! kata Khalid.
Khalid melumasi plug jahe dengan sedikit minyak lalu menekannya perlahan ke anus Evelyn yang masih perawan. Gadis itu menggeliat dan menjerit saat jahe masuk sensasi panas menyengat mulai menyebar di dalamnya semakin membara setiap detik. Rasa terbakar itu membuat sfingternya berkedut tidak terkendali dan cairan mulai menetes dari vaginanya meski ia malu sekali. Sambil plug jahe masih tertanam dalam Khalid mengambil cane bamboo tipis dan fleksibel.
"Sekarang caning. Dua puluh kali. Setiap kali kamu menjerit terlalu keras aku tambah lima kata Khalid.
Cane pertama menyabet bokongnya yang sudah merah dan terbakar jahe. SWISH CRACK rasa sakit tajam seperti api langsung menusuk. Evelyn menggigit bibirnya kuat-kuat hanya mengerang tertahan. Pukulan demi pukulan menyusul meninggalkan garis-garis merah tipis yang silang menyilang di bokong dan paha belakangnya. Rasa terbakar jahe di anusnya semakin gila membuatnya basah semakin deras cairannya menetes ke meja makan.
Setelah caning selesai bokong Evelyn sudah penuh welts merah dan ungu panas membara. Khalid melepaskan tali di kaki kirinya sebentar hanya untuk memutar tubuh gadis itu sehingga punggungnya menempel di meja kaki masih terbuka lebar. Ia berdiri di antara kaki Evelyn membuka resleting celananya memperlihatkan kontol tebal dan panjangnya yang sudah keras berurat dengan kepala besar berwarna gelap.
"Mulutmu sekarang. Coba lakukan deepthroat !! Kalau muntah aku akan cambuk payudaramu sampai bengkak. Kata Khalid.
Evelyn baru saja membuka mulutnya ketika Khalid mendorong pinggulnya maju memasukkan kontolnya dalam-dalam hingga menyentuh tenggorokan gadis itu. Tangan besarnya memegang kepala Evelyn mulai memompa kasar. Air liur dan air mata Evelyn mengalir deras saat ia tersedak tapi Khalid tidak memberi ampun. Ia menidurinya dengan ritme brutal sambil sesekali menampar pipi atau meremas payudara putihnya dengan kasar.
"Hisap lebih dalam lagi pelacur kecil !! Belajar menjadi budak Ayah !! kata Khalid.
Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya Khalid menarik kontolnya keluar meninggalkan benang liur panjang. Ia mengambil vibrator hitam tebal industrial dari laci menyalakannya di level tinggi dan menekannya kuat-kuat ke klitoris Evelyn yang sudah membengkak.
"Kamu dilarang cum tanpa izin. Kalau berani cum duluan malam ini kamu tidur dengan chastity belt dan denial sampai besok malam !! kata Khalid.
Vibrator itu bergetar ganas di klitorisnya membuat pinggul Evelyn menggeliat tidak terkendali. Rasa terbakar jahe di anus welts di bokong dan getaran kuat di klitorisnya membuatnya hampir gila. Ia memohon dengan suara parau
"Ayaah.. tolooong aaaku tidak tahan. kata Evelyn.
Khalid tersenyum dingin mata hitamnya penuh kepuasan melihat tubuh putih ramping Evelyn yang sudah hancur karena disiplin pertamanya.
"Belum cukup Evelyn. Malam ini baru permulaan. Kamu akan belajar bahwa di rumah ini tubuhmu bukan lagi milikmu. Kata Khalid.
Hukuman pertama di malam itu berhenti setelah sesi di meja makan dengan Evelyn yang sudah hancur menangis dan tubuhnya penuh welts merah serta sensasi terbakar jahe yang perlahan mereda. Khalid melepaskannya membersihkan tubuh gadis itu dengan handuk basah secara kasar lalu memerintahkan ia tidur telanjang tanpa selimut malam itu sebagai pengingat.
Beberapa hari kemudian tepatnya pada malam Jumat Evelyn mulai memberontak lagi. Ia merasa hukuman pertama itu hanya ancaman sementara dan kebebasannya yang dulu terlalu manis untuk ditinggalkan begitu saja. Malam itu ia pulang jam dua dini hari mengenakan baju seksi yang sangat provokatif crop top hitam ketat yang hanya menutupi sebagian payudaranya memperlihatkan perut rata dan pusarnya yang kecil dipadukan dengan rok mini denim super pendek yang hampir tidak menutupi bokongnya. High heels merah menyala membuat kakinya tampak jenjang rambut hitam panjangnya terurai acak-acakan dan makeup tebal dengan lipstik merah menyala. Bau parfum murahan bercampur alkohol dan asap rokok menempel di tubuhnya. Ia berusaha menyelinap masuk rumah diam-diam tapi Khalid sudah menunggu di ruang tamu duduk di sofa kulit hitam dengan lampu redup memegang gelas whiskey.
Khalid berdiri perlahan saat pintu depan tertutup. Tubuh tingginya yang tegap terlihat semakin mengancam dalam kemeja hitam yang lengan bajunya digulung memperlihatkan lengan berotot dan berbulu halus. Matanya menyipit tajam melihat penampilan Evelyn. Evelyn Setiadi suaranya dalam dan dingin dengan aksen Arab yang tegas. Kamu benar-benar tidak belajar apa-apa dari malam itu ya? Baju seperti pelacur jalanan. Pulang jam dua. Kamu pikir aturan rumah ini main-main kata Khalid.
Evelyn mencoba bersikap sombong meski kakinya sedikit goyah karena alkohol. Ia melempar tasnya ke sofa dan berkata dengan nada manja Aku sudah dewasa Khalid. Ini hidupku. Kamu bukan
Belum sempat ia menyelesaikan kalimat Khalid sudah melangkah cepat dan mencengkeram lengan Evelyn kuat-kuat menariknya mendekat hingga wajah gadis itu hampir menempel di dada bidangnya. Bau tubuh pria dewasa yang maskulin campuran cologne kayu cedar dan feromon langsung menyerbu hidung Evelyn. Panggil aku Ayah atau Master. Sudah kukatakan berkali-kali kata Khalid tangan besarnya menampar pipi Evelyn pelan tapi tegas cukup untuk membuat kepala gadis itu tersentak. Kamu mau hukuman yang lebih berat malam ini? Baiklah. Lepaskan bajumu di sini sekarang. Semua.
Evelyn gemetar tapi rasa bandelnya masih ada. Ia melepaskan crop top-nya dengan tangan lambat memperlihatkan bra push-up merah yang membuat payudaranya terlihat lebih penuh. Lalu rok mini denimnya turun meninggalkan ia hanya dengan bra celana dalam string tipis dan high heels. Kulit putih pucatnya berkilau di bawah lampu redup bekas welts samar dari hukuman sebelumnya masih terlihat tipis di bokongnya.
Semua Evelyn. Bra dan celana dalam juga. Kamu tidak pantas memakai apa pun malam ini kata Khalid.
Dengan tangan gemetar Evelyn melepaskan bra-nya. Payudara sedangnya yang kencang meloncat keluar. Puting pink muda langsung mengeras karena udara dingin dan ketakutan. Celana dalam string-nya menyusul memperlihatkan vagina mulusnya yang sudah mulai basah meski ia malu. Ia berdiri telanjang di ruang tamu hanya mengenakan high heels merah tangan berusaha menutupi dada dan selangkangan.
Khalid berjalan mengelilinginya perlahan seperti singa yang mengamati mangsa. Tangan besarnya meremas bokong Evelyn yang masih agak sensitif membuat gadis itu meringis. Bokongmu sudah hampir sembuh sayang sekali. Malam ini aku akan pastikan bekasnya bertahan lebih lama kata Khalid.
Ia menarik Evelyn ke basement rumah mewah mereka ruang hukuman pribadi yang Khalid siapkan khusus. Ruangan itu dingin dinding bata ekspos dengan lampu merah redup. Di tengah ada rangka suspension bondage dari besi hitam tali shibari sutra merah berbagai alat cambuk cane dan meja punishment. Khalid mendorong Evelyn ke tengah ruangan.
"Posisi sujud. Lutut dan dahi menyentuh lantai !! Tangan di depan !! bokong terangkat tinggi !! Kata Khalid.
Evelyn patuh dengan tubuh gemetar. Ia berlutut menempelkan dahi ke lantai dingin bokongnya terangkat memperlihatkan lubang anus dan vagina yang masih rapat. Khalid mengambil tali shibari merah tebal. Ia mengikat tangan Evelyn di belakang punggungnya dengan ikatan ketat yang membuat payudaranya terdorong maju. Lalu ia mengikat tali di sekitar dada binding payudara secara sederhana tapi kuat sehingga payudara putih Evelyn membengkak dan putingnya menonjol. Tali lain mengikat paha dan betisnya memaksa posisi bokong terbuka lebar.
Khalid mengambil flogger kulit hitam dengan banyak ekor. Kamu pulang terlambat dua jam. Dua puluh pukulan flogger untuk setiap jam. Empat puluh total di bokong dan paha. Hitung keras-keras kata Khalid.
Flogger pertama mendarat dengan suara SWISH-THWACK di bokong kiri Evelyn. Rasa panas menyebar luas tidak setajam cane tapi lebih dalam. Evelyn menjerit pelan Satu kata Evelyn. Pukulan demi pukulan menyusul ritmis membuat bokong putihnya semakin merah terang welts lebar mulai muncul. Saat pukulan ke-25 air mata Evelyn sudah mengalir deras ke lantai. Bokong dan paha belakangnya penuh jejak merah panas membara.
Setelah flogger Khalid mengambil nipple clamps berat dengan rantai. Ia meremas payudara Evelyn dari belakang lalu memasang clamps di putingnya yang sudah sensitif. Rasa sakit tajam membuat Evelyn menggeliat dan mengerang. Rantai dihubungkan ke collar kulit yang Khalid pasang di leher gadis itu.
Malam ini kamu tidur dengan clamps ini. Besok pagi baru dilepas kalau kamu patuh kata Khalid.
Khalid kemudian mengambil plug anal besar dari silikon hitam lebih tebal dari sebelumnya. Ia melumasi dengan minyak lalu menekannya perlahan ke anus Evelyn yang masih rapat. Gadis itu menggeliat hebat Ayah terlalu besar ahh kata Evelyn. Plug itu masuk sepenuhnya dengan bunyi pelan membuat sfingternya teregang lebar sensasi penuh dan perih yang membuat vaginanya berkedut dan menetes cairan bening.
Khalid berdiri di depan wajah Evelyn membuka celananya dan memasukkan kontol tebalnya ke mulut gadis itu. Hisap sambil bokongmu terbuka seperti ini. Belajar menjadi lubang untuk Ayah kata Khalid.
Ia memompa mulut Evelyn dengan ritme lambat tapi dalam sambil tangan besarnya sesekali menarik rantai clamps di putingnya membuat rasa sakit bercampur pleasure aneh di tubuh gadis chindo itu. Setelah beberapa menit Khalid menarik keluar dan mengeluarkan spermanya yang kental panas ke wajah dan payudara Evelyn sebagai tanda kepemilikan.
Malam ini kamu tidur di sini terikat seperti ini dengan plug di lubang belakangmu dan clamps di puting. Besok pagi kita lanjut pelajaran. Kalau kamu masih bandel aku akan bawa kamu ke ruang electro-play kata Khalid.
Evelyn hanya bisa menangis pelan tubuhnya gemetar karena sakit malu dan sensasi aneh yang mulai ia rasakan di dalam dirinya campuran ketakutan dan hasrat gelap yang perlahan tumbuh.
Pagi itu sinar matahari Jakarta menyusup lemah melalui jendela kecil basement menerangi ruang hukuman yang dingin dan lembab. Evelyn terbangun dengan tubuh kaku dan nyeri luar biasa. Ia masih dalam posisi sujud yang memalukan dahi menempel lantai dingin bokong terangkat tinggi tangan terikat erat di belakang punggung dengan tali shibari merah yang sudah meninggalkan jejak merah di kulit putihnya. Plug anal tebal masih tertanam dalam di lubang belakangnya membuatnya merasa penuh dan teregang sepanjang malam. Setiap gerakan kecil membuat plug itu bergeser menekan dinding dalamnya dan menimbulkan sensasi perih yang panas. Nipple clamps berat masih menggigit puting pink mudanya dengan kejam payudaranya yang terikat tali terasa bengkak panas dan berdenyut nyeri. Rantai di antara clamps bergoyang setiap ia bernapas menarik putingnya lebih keras.
Wajah dan dada Evelyn masih lengket dengan sisa sperma kering Khalid dari malam sebelumnya. Bau maskulin itu bercampur keringat dan cairan tubuhnya sendiri membuatnya malu luar biasa. Bokong dan paha belakangnya penuh welts merah lebar dari flogger sebagian sudah berubah ungu kehitaman. Ia mencoba menggeliat pelan tapi ikatan tali hanya membuat tali shibari semakin menggigit kulitnya. Air mata mengalir lagi di pipinya saat ia sadar betapa hancur dirinya saat ini gadis chindo manja yang dulu bebas kini terikat seperti hewan di basement rumah sendiri.
Langkah berat Khalid terdengar menuruni tangga basement. Ia masuk dengan secangkir kopi hitam di tangan masih mengenakan celana training hitam longgar dan kaos ketat yang memperlihatkan dada bidang dan otot perutnya. Janggut tebalnya terlihat rapi mata hitamnya menatap Evelyn dengan campuran kepuasan dan dingin. Pagi Evelyn. Tidur nyenyak dengan lubang belakangmu penuh dan putingmu dicapit kata Khalid.
Ia meletakkan kopi di meja kecil lalu berjongkok di depan wajah Evelyn. Tangan besarnya mengangkat dagu gadis itu paksa memaksa mata sipit Evelyn bertemu dengan tatapannya. Kamu sudah belajar sedikit? Atau masih mau bandel seperti pelacur murahan kata Khalid.
Evelyn menggigit bibir suaranya parau dan lemah karena semalaman menangis. Ayah sakit tolong lepas aku janji tidak akan pulang malam lagi kata Evelyn.
Khalid tersenyum tipis tapi senyum itu tidak sampai ke matanya. Janji dari mulut pelacur tidak ada artinya. Hari ini aku akan lepaskan ikatanmu tapi hukuman belum selesai. Kamu harus bayar harga untuk baju seksi dan kelakuanmu semalam kata Khalid.
Ia berdiri dan mulai melepaskan tali shibari secara perlahan. Tali merah itu meluncur dari kulit Evelyn dengan suara pelan meninggalkan garis-garis merah tipis di dada pinggang dan paha. Saat tangan Evelyn dilepas gadis itu langsung meringis karena bahu dan lengan yang kaku. Khalid kemudian memegang rantai nipple clamps dan menariknya pelan membuat Evelyn menjerit keras. Ahhh sakit Ayah kata Evelyn.
Tenang. Ini bagian yang paling menyenangkan kata Khalid. Dengan gerakan cepat dan kejam Khalid membuka kedua clamps sekaligus. Darah mengalir deras kembali ke puting yang tadinya dicapit menyebabkan rasa sakit membara yang luar biasa. Evelyn menjerit dan tubuhnya tersentak hebat air mata mengalir deras. Payudaranya yang bengkak terasa seperti terbakar putingnya merah gelap dan menonjol sangat sensitif.
Khalid tidak memberi waktu istirahat. Ia menarik plug anal dari lubang belakang Evelyn dengan gerakan lambat tapi tegas. Plug besar itu keluar dengan bunyi basah meninggalkan anusnya menganga sebentar sebelum perlahan menutup masih berkedut karena teregang semalaman. Sensasi kosong yang aneh bercampur perih membuat Evelyn menggeliat tidak terkendali.
Bangun. Berdiri di tengah ruangan kaki dibuka lebar tangan di belakang kepala kata Khalid.
Evelyn bangkit dengan susah payah kakinya gemetar. Ia berdiri telanjang di tengah basement high heels merah dari semalam masih melekat di kakinya. Kulit putih pucatnya sekarang penuh tanda welts merah di bokong garis tali di dada puting bengkak merah dan sisa sperma kering di wajah dan payudara.
Khalid mengambil handuk basah hangat dari baskom yang sudah disiapkan. Ia membersihkan wajah dan dada Evelyn dengan gerakan kasar mengusap sperma keringnya sendiri sambil berkata Kamu harus bersih sebelum hukuman lanjutan. Tubuhmu milik Ayah sekarang. Setiap inci kulit putihmu ini harus patuh kata Khalid.
Setelah dibersihkan Khalid memasang collar kulit hitam tebal di leher Evelyn dengan cincin besi di depan. Ia mengaitkan rantai pendek ke collar itu dan menariknya ke arah meja punishment di sudut ruangan. Meja itu rendah dengan permukaan kulit hitam. Evelyn dipaksa berbaring telentang di atasnya kakinya direntangkan lebar dan diikat ke stirrup besi di ujung meja sehingga vagina mulusnya dan anus yang masih agak terbuka terpampang sempurna di depan Khalid.
Kamu akan belajar bahwa pleasure juga bisa menjadi hukuman kata Khalid.
Khalid mengambil vibrator wand besar berdaya tinggi. Ia menyalakannya di level rendah dulu menekannya pelan ke klitoris Evelyn yang sudah membengkak karena semalaman denial. Getaran itu langsung membuat pinggul gadis itu tersentak. Sensasi pleasure yang kuat bercampur dengan nyeri di puting bokong dan anusnya membuat Evelyn mengerang tidak terkendali. Ayah ahh tolong kata Evelyn.
Jangan berani cum perintah Khalid tegas sambil menaikkan level vibrator menjadi sedang. Kalau kamu cum tanpa izin aku akan pasang chastity belt selama seminggu dan denial total. Mengerti kata Khalid.
Ia terus menggerakkan vibrator di klitoris dan bibir vagina Evelyn dengan gerakan lambat dan menyiksa sesekali menampar ringan payudara atau menarik puting yang sensitif. Evelyn menggeliat hebat pinggulnya naik turun mencari lebih tapi Khalid selalu menjaga ia di ambang orgasme tanpa membiarkannya meledak. Air mata dan cairan vagina menetes deras ke meja. Tubuh ramping chindo itu berkeringat kulit putihnya mengkilap napasnya tersengal-sengal.
Setelah hampir dua puluh menit edge play yang menyiksa Khalid akhirnya mematikan vibrator. Evelyn memohon dengan suara pecah Ayah please aku mau cum aku janji patuh kata Evelyn.
Khalid tersenyum dingin tangan besarnya mengelus paha dalam Evelyn yang basah. Belum. Hukuman pagi ini baru selesai setengah. Kamu akan pakai chastity belt sepanjang hari ini. Malam nanti kalau kamu patuh seharian mungkin Ayah izinkan kamu cum. Kalau tidak kita ulang semuanya besok dengan cane dan wax play kata Khalid.
Ia mengambil chastity belt stainless steel yang sudah disiapkan alat pengunci kelamin wanita dengan plat logam yang menutup vagina dan anus hanya menyisakan lubang kecil untuk buang air. Khalid memasangnya ketat di pinggul Evelyn mengunci dengan gembok kecil berbunyi klik. Kunci digantung di lehernya sendiri.
Sekarang mandi pakai baju rumah yang sopan dan siapkan sarapan untuk Ayah. Kalau ada satu kesalahan kecil saja hari ini malamnya kamu akan menyesal kata Khalid.
Evelyn hanya bisa mengangguk lemah tubuhnya masih gemetar karena denial dan sisa nyeri. Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi basement chastity belt dingin menekan klitorisnya yang sensitif setiap langkah mengingatkannya bahwa tubuhnya sekarang benar-benar berada di bawah kendali ayah tirinya yang kejam.
Sepanjang hari itu Evelyn berusaha patuh meski chastity belt stainless steel yang dingin dan ketat terus mengingatkannya akan hukuman. Setiap gerakan membuat plat logam menekan klitorisnya yang sensitif menimbulkan sensasi aneh antara gatal dan nyeri yang tak kunjung reda. Ia memakai baju rumah longgar seperti yang diperintahkan menyiapkan sarapan membersihkan rumah dan bahkan berusaha belajar di kamarnya tanpa keluar. Tapi saat sore menjelang malam rasa bandel dan amarahnya kembali muncul. Aku bukan budaknya gumamnya dalam hati sambil melihat dirinya di cermin collar di leher chastity belt tersembunyi di balik celana pendek dan bekas welts samar di bokongnya. Malam itu saat Khalid sedang di ruang kerjanya Evelyn diam-diam keluar rumah lewat pintu belakang. Ia hanya memakai tank top ketat dan rok pendek pergi ke club bersama teman-temannya minum lagi dan pulang jam satu dini hari dengan bau alkohol dan lipstik luntur.
Khalid sudah menunggu di depan pintu kamar tidur Evelyn saat gadis itu menyelinap masuk. Wajahnya gelap mata hitamnya penuh amarah yang terkendali. Kamu benar-benar tidak bisa diatur Evelyn Setiadi. Chastity belt seharian belum cukup mengajarkanmu kata Khalid.
Evelyn tersentak tapi ia masih mencoba melawan dengan nada tinggi. Aku bosan jadi tahanan di rumah sendiri kamu bukan ayahku Khalid aku mau hidup kata Evelyn.
Khalid tidak memberi kesempatan menyelesaikan kalimat. Tangan besarnya langsung mencengkeram rambut hitam panjang Evelyn dari belakang menjambak kuat hingga kepala gadis itu tertarik ke belakang. Evelyn menjerit kesakitan tubuh rampingnya tersentak. Di rumah ini kamu panggil aku Ayah atau Master bentaknya dengan suara dalam yang menggelegar. Ia menyeret Evelyn masuk ke kamar tidurnya sendiri kamar mewah dengan ranjang king size berseprai sutra putih yang kontras dengan kulit putih gadis itu.
Dengan kasar Khalid melempar tubuh Evelyn ke atas ranjang. Gadis itu terjatuh telentang rok pendeknya naik hingga pinggang memperlihatkan chastity belt yang masih terkunci. Khalid naik ke ranjang menindihnya dengan tubuh tegapnya yang berat. Tangan besarnya menampar pipi Evelyn keras PLAK membuat kepala gadis itu tersentak ke samping dan pipinya memerah seketika. Kamu pikir bisa kabur dan bersenang-senang seperti pelacur setelah aku beri peringatan kata Khalid.
Tamparan kedua mendarat di pipi satunya lebih keras. Air mata Evelyn langsung mengalir. Ayah sakit gumamnya suaranya gemetar kata Evelyn.
Khalid merobek tank top Evelyn dengan satu tarikan kuat kain tipis itu sobek memperlihatkan payudara putihnya yang masih sensitif dari kemarin. Ia mencengkeram kedua payudara itu kasar meremas dan memilin putingnya yang bengkak hingga Evelyn menjerit. Lalu ia membuka kunci chastity belt dengan kasar melempar alat logam itu ke lantai. Vagina mulus Evelyn langsung terpapar sudah basah meski ia menyangkal.
Malam ini hukuman di ranjangmu sendiri. Supaya setiap kali kamu tidur di sini kamu ingat siapa yang memiliki tubuh ini kata Khalid.
Ia menjambak rambut Evelyn lagi memaksa gadis itu berlutut di atas ranjang. Dengan tangan satunya ia menahan kedua pergelangan tangan Evelyn di belakang punggungnya sementara tangan lainnya menampar bokongnya berulang kali PLAK PLAK PLAK suara tamparan telanjang memenuhi kamar. Bokong putih ramping itu cepat memerah terang bekas tangan Khalid tercetak jelas di kulit halusnya.
Khalid membuka celananya mengeluarkan kontol tebalnya yang sudah keras penuh urat dan kepala besar gelap. Ia menarik kepala Evelyn mendekat dengan jambakan rambut dan memaksa kontolnya masuk ke mulut gadis itu. Hisap. Dalam. Kalau gigi kamu menyentuh aku tampar payudaramu sampai biru kata Khalid.
Evelyn tersedak saat kontol panjang itu mendorong hingga tenggorokannya. Air liurnya mengalir deras sementara Khalid memompa mulutnya dengan kasar pinggulnya maju mundur brutal. Setiap kali Evelyn tersedak Khalid menampar pipinya pelan tapi tajam sebagai peringatan. Bagus lubang mulut pelacur kecil ini mulai terlatih kata Khalid.
Setelah beberapa menit Khalid menarik kontolnya keluar benang liur panjang menghubungkan bibir Evelyn dengan kepala kontolnya. Ia mendorong tubuh gadis itu telentang lagi membuka kaki Evelyn lebar-lebar dengan lututnya. Tanpa foreplay lembut ia langsung mendorong kontol tebalnya masuk ke vagina Evelyn yang basah paksa. Gadis itu menjerit keras karena teregang mendadak kontol Khalid jauh lebih besar dan kasar daripada yang pernah ia rasakan.
"Aaahh Ayah terlalu besar pelan kata Evelyn.
Pelan? Khalid tertawa dingin. Ia menjambak rambut Evelyn lagi memaksa wajah gadis itu mendongak sambil pinggulnya mulai bergerak kasar dan cepat. Setiap hantaman dalam membuat tubuh ramping Evelyn bergoyang hebat di atas ranjang. Ini hukuman bukan bercinta. Tubuhmu adalah milikku untuk digauli sesuka hati kata Khalid.
Ia menampar payudara Evelyn berulang kali sambil terus menggoyang pinggulnya brutal tamparan di payudara kiri kanan lalu putingnya dicubit keras. Setiap tamparan meninggalkan jejak merah di kulit putih halusnya. Kontol Khalid menghantam dalam-dalam menyentuh titik paling sensitif Evelyn hingga gadis itu menangis campur mengerang. Rasa sakit dari jambakan rambut tamparan di pipi dan payudara bercampur dengan pleasure kasar dari penetrasi brutal membuat pikiran Evelyn kacau.
Khalid membalik tubuh Evelyn menjadi posisi doggy di atas ranjang. Ia menjambak rambutnya seperti tali kekang menarik kepala gadis itu ke belakang hingga punggungnya melengkung. Dari belakang ia memasuki vagina Evelyn lagi dengan hantaman keras dan cepat. Tangan satunya menampar bokongnya tanpa henti PLAK PLAK PLAK sementara kontolnya terus menggoyang ganas.
Katakan kamu milik Ayah perintahnya sambil menarik rambut lebih kuat kata Khalid.
Aku ahh milik Ayah Evelyn menjerit suaranya pecah karena setiap hantaman kata Evelyn.
Khalid semakin brutal pinggulnya beradu keras dengan bokong Evelyn yang sudah merah. Ia mencondongkan tubuhnya tangan besarnya mencengkeram leher Evelyn dari belakang sambil terus menggaulinya kasar. Napas panasnya menyapu telinga gadis itu. Kamu tidak akan pernah kabur lagi. Setiap malam kamu akan tidur dengan lubangmu penuh sperma Ayah kata Khalid.
Dengan hantaman terakhir yang sangat dalam dan kasar Khalid meledak di dalam vagina Evelyn menyemburkan sperma panas dan kental dalam jumlah banyak. Ia tetap di dalam sambil menjambak rambut gadis itu membiarkan tubuh Evelyn gemetar hebat di bawahnya.
Ia menarik kontolnya keluar perlahan sperma putih kental menetes dari vagina Evelyn yang merah dan bengkak. Gadis itu ambruk di ranjang napas tersengal wajah basah air mata pipi dan payudara penuh jejak tamparan merah rambut acak-acakan karena dijambak berulang.
Khalid membalik tubuh Evelyn telentang lagi menatapnya dengan mata dingin penuh kepemilikan.
"Hukuman malam ini sudah selesai. Besok pagi kamu akan merasakan cane di ranjang ini juga. Sekarang tidur telanjang dengan sperma Ayah masih di dalammu. Jangan berani membersihkan kata Khalid.
Ia bangkit dari ranjang meninggalkan Evelyn yang hancur dan gemetar di atas seprai sutra putihnya sendiri tubuh chindo rampingnya penuh tanda kasar tamparan jambakan dan sperma yang menetes pelan dari antara pahanya.





Komentar
Posting Komentar