Riko duduk di kamarnya lalu menatap layar ponselnya dengan mata yang setengah tertutup. Jarinya bergerak gesit di atas layar sehingga membuka folder rahasia yang ia sembunyikan dengan rapi. Di dalamnya tersimpan puluhan foto Alena ibu tirinya yang ia ambil diam-diam. Foto-foto itu menampilkan Alena dalam berbagai pose seperti saat ia mengenakan gaun ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya saat ia berbaring di sofa dengan rambut panjangnya yang hitam legam terurai bahkan saat ia tertawa sambil memegang gelas anggur di pesta tetangga. Riko merasakan detak jantungnya meningkat setiap kali ia melihat foto-foto itu. Alena begitu cantik begitu sempurna dan Riko tidak bisa berhenti membayangkannya.
Alena wanita Chinese berusia 27 tahun itu memang selalu menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada. Tubuhnya yang tinggi dan langsing kulitnya yang putih mulus dan wajahnya yang cantik dengan fitur-fitur yang sempurna membuatnya terlihat seperti model. Rambut panjangnya yang hitam berkilau selalu terurai bebas sehingga menambah kesan seksi yang ia pancarkan. Namun di balik kecantikannya Alena dikenal sebagai wanita yang judes dan materialistis. Ia sering bergosip dengan tetangga membicarakan hal-hal yang menurut Riko tidak penting. Tapi bagi Riko Alena adalah wanita paling menggiurkan yang pernah ia temui.
Riko remaja berusia 16 tahun itu adalah anak yang pendiam. Tubuhnya tinggi dan kurus dengan kulit sawo matang yang dipenuhi jerawat di wajahnya. Ia sering merasa tidak percaya diri di depan Alena tetapi di balik kesunyiannya ia menyimpan birahi yang tinggi. Setiap kali Alena lewat di depannya dengan pakaian yang minim Riko tidak bisa menahan diri untuk tidak meliriknya. Baju tidur tipis yang sering dikenakan Alena di rumah membuat imajinasi Riko liar. Ia sering membayangkan bagaimana rasanya menyentuh kulit Alena yang halus atau mencium aroma wangi tubuhnya yang selalu memabukkan.
Malam itu Riko tidak bisa tidur. Ia berbaring di tempat tidurnya mencoba untuk memejamkan mata tetapi pikirannya terus melayang ke Alena. Ia ingat bagaimana Alena tadi sore keluar rumah dengan gaun pendek yang menonjolkan pahanya yang jenjang. Riko telah mengintipnya dari jendela kamarnya sehingga melihat bagaimana Alena tersenyum manis kepada tetangga yang mengantarnya. Rasanya Riko ingin berlari ke luar dan menarik Alena kembali ke dalam rumah jauh dari pandangan pria lain.
Tanpa sadar tangan Riko bergerak ke bawah selangkangannya. Ia mulai membayangkan Alena di depannya dengan gaun yang sama dan tersenyum menggoda. Riko menutup matanya lalu membiarkan imajinasinya mengalir. Ia membayangkan dirinya mendekati Alena menyentuh bahu mulusnya dan menariknya ke dalam pelukannya. Dalam bayangannya Alena tidak menolak dan sebaliknya ia tersenyum nakal serta membiarkan Riko melakukan apa yang ia inginkan. Riko menggeram pelan sehingga merasakan panas yang menyebar di tubuhnya. Ia mulai menggosok-gosok kemaluannya dengan pelan lalu membiarkan sensasi itu semakin intens. Dalam pikirannya Alena ada di depannya dengan gaun yang sudah terbuka sehingga menampilkan tubuhnya yang sempurna. Riko membayangkan dirinya mencium leher jenjang Alena merasakan aroma wangi tubuhnya yang memabukkan. Tangannya bergerak semakin cepat dan mengikuti irama napasnya yang semakin memburu.
Tiba-tiba Riko mendengar suara dari lantai bawah. Ia membuka matanya dengan cepat lalu mendengarkan dengan saksama. Suara itu datang dari kamar tidur utama tempat ayahnya dan Alena tidur. Riko merasa jantungnya berdebar kencang. Apakah mereka masih bangun. Apakah mereka sedang. Tanpa berpikir panjang Riko bangkit dari tempat tidurnya. Ia bergerak dengan hati-hati sehingga mencoba untuk tidak membuat suara. Ia mendekati pintu kamarnya lalu merangkak ke arah tangga. Suaranya semakin jelas sehingga Riko bisa mendengar desahan pelan dan suara ranjang yang berderit. Dadanya terasa sesak. Ia tahu apa yang sedang terjadi di lantai bawah.
Dengan hati-hati Riko merangkak ke arah kamar tidur utama. Ia berhenti di depan pintu lalu mendengarkan dengan saksama. Suara desahan Alena semakin jelas dan diiringi dengan suara napas ayahnya yang berat. Riko merasa panas di tubuhnya tetapi bukan karena birahi. Ini adalah campuran antara rasa penasaran kecemburuan dan sesuatu yang ia tidak bisa jelaskan.
Riko mengintip melalui celah pintu sehingga matanya langsung tertuju pada Alena yang berbaring di tempat tidur dengan tubuhnya yang setengah telanjang. Gaun tidurnya sudah terangkat ke atas pinggang sehingga menampilkan kulit putih mulusnya. Ayahnya ada di atasnya dan bergerak dengan cepat. Alena mendesah pelan matanya terpejam dan wajahnya terlihat menikmati setiap sentuhan.
Riko merasa dadanya sesak sehingga ia ingin berteriak dan ingin menghentikan apa yang sedang terjadi. Tapi ia tidak bisa dan hanya bisa berdiri di sana menatap adegan di depannya dengan mata yang membelalak. Tangannya bergerak ke bawah selangkangannya lagi tanpa sadar. Ia merasakan panas yang menyebar di tubuhnya tetapi kali ini itu bukan karena imajinasinya. Ini adalah sesuatu yang lebih nyata dan lebih gelap.
Alena membuka matanya seolah merasakan tatapan Riko. Untuk sesaat mata mereka bertemu sehingga Riko merasa jantungnya berhenti berdetak. Alena tersenyum kecil seolah mengerti apa yang sedang terjadi. Ia tidak mencoba untuk menghentikan ayahnya dan malah sebaliknya ia mendesah lebih keras seolah mengundang Riko untuk terus menonton.
Riko merasa kepalanya berputar sehingga ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Apakah ia harus iri. Apakah ia harus pergi. Tapi ia tidak bisa bergerak dan hanya bisa berdiri di sana menatap Alena yang sedang digauli oleh ayahnya sambil merasakan panas yang semakin intens di tubuhnya.
Tiba-tiba Riko merasakan sesuatu yang hangat mengalir di tangannya. Ia menatap ke bawah sehingga melihat cairannya sendiri yang menodai celana dalamnya. Ia merasa malu tetapi juga terangsang. Alena masih menatapnya sehingga senyumannya semakin lebar. Riko merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk yang indah.
Akhirnya Riko memutuskan untuk pergi. Ia berbalik dengan cepat sehingga mencoba untuk tidak membuat suara. Ia kembali ke kamarnya dengan hati yang berdebar kencang. Ia berbaring di tempat tidurnya lalu mencoba untuk menenangkan diri. Tapi pikirannya terus melayang ke Alena dan apa yang baru saja ia lihat.
Riko tahu ini baru awal. Ia tidak bisa berhenti membayangkan Alena dan apa yang ia lihat malam itu. Ia merasa seperti terjebak dalam permainan yang berbahaya tetapi ia tidak bisa menolak godaan itu. Alena adalah buah terlarang dan Riko tahu ia tidak akan bisa berhenti sampai ia mencicipinya.
Suatu hari ketika sedang menemani ibu tirinya belanja di supermarket Riko diajak Alena untuk liburan ke pantai ketika ayahnya ada tugas di luar kota. Alena berjalan di samping Riko dengan gaun musim panas tipis yang menempel di tubuhnya sehingga menonjolkan lekuk pinggul dan payudaranya yang montok. Rambut panjangnya yang hitam terurai bebas dan aroma wangi tubuhnya selalu mengikuti setiap gerakannya. Riko berusaha menjaga jarak tetapi matanya terus melirik ke arah ibu tirinya itu tanpa bisa dicegah.
Alena memilih beberapa barang di rak lalu menoleh ke arah Riko dengan senyum manis.
"Riko ayo kita liburan ke pantai berdua saja minggu depan ya. Ayahmu sedang tugas keluar kota selama seminggu jadi kita bisa santai di sana.
Riko merasa jantungnya berdegup kencang sehingga ia hanya bisa mengangguk pelan tanpa berani menatap langsung ke mata Alena. Bayangan malam itu ketika ia mengintip Alena bersama ayahnya masih membayangi pikirannya. Kini kesempatan untuk berdua dengan Alena di pantai membuat birahinya semakin membara. Alena tertawa kecil melihat wajah Riko yang memerah lalu mendekatkan tubuhnya sehingga bahu mereka hampir bersentuhan.
"Kamu pasti suka kan. Kita bisa main air seharian dan nikmati matahari bersama. Aku sudah pesan villa kecil di pinggir pantai yang sepi.
Suaranya lembut namun ada nada menggoda yang membuat Riko sulit bernapas. Ia hanya bisa menelan ludah dan mengikuti Alena yang terus berjalan sambil mendorong troli belanja. Pikiran Riko sudah melayang jauh membayangkan tubuh Alena yang putih mulus di pantai dengan bikini tipis. Liburan ini terasa seperti jebakan manis yang tidak bisa ia tolak.
Petualangan di Pantai
Pantai yang sepi itu menjadi saksi bisu akan hasrat yang mulai memuncak antara Riko dan Alena. Langit biru yang cerah dan deburan ombak yang lembut menciptakan suasana yang sempurna untuk petualangan mereka. Riko dengan tubuhnya yang tinggi kurus merasa grogi saat Alena ibu tirinya yang cantik dan seksi berdiri di depannya dengan senyum menggoda.
"Ayo Riko.
Bisik Alena sehingga matanya berbinar-binar dengan godaan.
"Kita berenang telanjang seperti yang kamu inginkan.
Riko menelan ludah sehingga merasa jantungnya berdetak kencang. Ia tidak percaya Alena benar-benar menyetujui ide gila ini tetapi di dalam hatinya ia merasa senang dan penasaran sekaligus. Mereka berdua mulai melepas pakaian mereka dengan perlahan. Alena dengan tubuhnya yang tinggi dan putih terlihat seperti dewi yang turun dari langit. Rambut panjangnya yang hitam berkilau di bawah sinar matahari dan payudaranya yang montok serta kencang membuat Riko terpesona.
"Kamu sudah siap sayang.
Tanya Alena sehingga suaranya lembut tapi penuh dengan janji. Riko mengangguk sehingga merasa mulutnya kering. Ia tidak bisa berbicara tetapi matanya berbicara untuknya. Alena tersenyum lalu dengan gerakan yang anggun ia melangkah ke dalam air dan diikuti oleh Riko yang masih grogi.
Air laut yang segar dan asin membelai kulit mereka sehingga menciptakan sensasi yang menggairahkan. Mereka berenang semakin jauh dari pantai di mana tidak ada orang yang bisa melihat mereka. Alena berhenti lalu dengan gerakan tiba-tiba ia menarik Riko mendekat.
"Kamu tahu Riko. Saya selalu tahu kamu memandang saya dengan cara tertentu.
Bisik Alena sehingga napasnya hangat di telinga Riko. Riko merasa wajahnya memerah tetapi ia tidak bisa menyangkal. Alena tersenyum lalu dengan gerakan cepat ia mencium Riko. Ciuman itu panas dan basah penuh dengan gairah yang selama ini mereka pendam. Tangan Alena mulai menjelajahi tubuh Riko sehingga meraba otot-ototnya yang kencang. Riko merasa listrik mengalir di tubuhnya dan ia tidak bisa menahan desahan yang keluar dari mulutnya.
"Kamu suka.
Tanya Alena sehingga suaranya penuh dengan godaan. Riko mengangguk sehingga merasa tidak mampu berbicara. Alena tersenyum lagi lalu dengan gerakan lambat ia mulai menurunkan celana renang Riko. Air laut membelai kulit mereka sehingga menciptakan sensasi yang menggairahkan saat Alena mengambil alih.
"Sekarang giliranmu.
Bisik Alena sehingga matanya penuh dengan keinginan. Riko dengan tangan yang gemetar mulai melepas bikini Alena. Payudaranya yang montok dan kencang terbebas dari kain sehingga Riko merasa napasnya terengah-engah. Mereka berdua sekarang telanjang sehingga tubuh mereka yang basah berkilau di bawah sinar matahari. Alena menarik Riko mendekat lalu dengan gerakan cepat ia duduk di atasnya. Air laut membelai kulit mereka saat Alena mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Batang kontol Riko menghujam dalam memek Alena yang basah dan hangat.
Riko merasa seperti di surga sehingga tubuh Alena yang indah bergerak melonjak-lonjak di atasnya dengan ritme yang lambat tapi pasti. Desahan mereka bercampur dengan suara ombak sehingga menciptakan simfoni yang erotis. Alena memompa tubuhnya semakin cepat sehingga payudaranya yang montok bergoyang-goyang di depan wajah Riko. Riko mencengkeram pinggul Alena lalu ikut menghentak dari bawah sehingga kontolnya masuk semakin dalam ke liang kewanitaan Alena yang licin.
"Kamu tahu Riko. Saya selalu ingin melakukan ini.
Bisik Alena sehingga napasnya terengah-engah. Riko tidak bisa berbicara tetapi ia mengangguk sehingga merasa seperti mimpinya menjadi kenyataan. Alena tersenyum lalu dengan gerakan yang lebih cepat ia meningkatkan ritme. Tubuh mereka bergerak selaras sehingga menciptakan harmoni yang sempurna. Air laut membelai kulit mereka dan sinar matahari yang hangat membuat suasana semakin menggairahkan. Riko merasa seperti akan meledak sehingga ia tidak bisa menahan diri lagi.
"Alena.
Desis Riko sehingga suaranya penuh dengan gairah. Alena tersenyum lalu dengan gerakan terakhir yang kuat mereka mencapai klimaks bersama sehingga tubuh mereka bergetar dalam kepuasan yang intens. Mereka berdua terdiam sejenak dan menikmati sisa-sisa kepuasan mereka. Air laut membelai kulit mereka dan sinar matahari yang hangat membuat suasana semakin romantis.
"Kita harus kembali.
Bisik Alena sehingga suaranya lembut. Riko mengangguk sehingga merasa tidak ingin meninggalkan momen ini. Tapi ia tahu Alena benar sehingga mereka tidak bisa tinggal di sini selamanya. Mereka berenang kembali ke pantai sehingga tubuh mereka yang basah berkilau di bawah sinar matahari. Alena tersenyum lalu dengan gerakan anggun ia mengambil tangan Riko.
"Kita harus melakukan ini lagi.
Bisik Alena sehingga matanya penuh dengan janji. Riko tersenyum sehingga merasa seperti mimpinya menjadi kenyataan. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tetapi ia tahu satu hal yaitu ia tidak akan pernah melupakan momen ini. Mereka berjalan kembali ke pantai sehingga tangan mereka bersentuhan dan menciptakan ikatan yang tidak bisa diucapkan. Langit biru yang cerah dan deburan ombak yang lembut menjadi saksi bisu akan rahasia mereka sebuah rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. Dan saat mereka berjalan menjauh dari pantai Riko merasa seperti ada sesuatu yang baru saja dimulai sebuah petualangan yang akan membawa mereka ke tempat-tempat yang tidak pernah mereka bayangkan. Tapi untuk saat ini mereka hanya menikmati sisa-sisa kepuasan mereka dan berjanji untuk bertemu lagi di bawah sinar matahari yang hangat.


Akhirnya web ini diupdate
BalasHapusTeruskan pertualangan Riko
Mantap suhu
Akhir-akhir ini banyak cerita vanila ya hu, kaya cerita romansa + sex scene
BalasHapuspadahal genre macem APB lebih seru buat ane
Setuju gan, ane jg lebih suka genre seperti seri APB
HapusMungkin admin dan penulisnya merasa jenuh setelah bertahun2 menulis APB hingga lebih dari 20 chapter, jadi perlu selingan cerita vanilla dan genre lainnya sebelum melanjutkan APB lg