By : Analconda13
Hari ini adalah hari pernikahannya sebuah peristiwa besar yang telah direncanakan selama hampir satu setengah tahun. Sebenarnya pihak keluarga sempat ingin menunda pernikahan karena situasi politik yang semakin panas di Jakarta namun ayah Sherlin yang arogan dan kenal banyak pejabat keamanan kota menolak mentah-mentah hal ini. Ayahnya yang merupakan seorang pengusaha besar yakin semuanya akan baik-baik saja sehingga acara tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Sherlin menghela napas pelan lalu mencoba mengusir kegelisahan itu. Di luar jendela kaca tebal suite yang berada di lantai 35 kota Jakarta terlihat gelisah. Ia bisa melihat jauh di ufuk timur asap tipis mengepul dari arah pusat kota sebagai sisa demonstrasi kemarin yang belum benar-benar reda. Berita di televisi yang ia nyalakan pelan-pelan pagi itu masih penuh dengan liputan ketegangan politik sehingga mahasiswa dan massa buruh kembali turun ke jalan menuntut perubahan ekonomi sambil sesekali terdengar slogan-slogan yang menyiratkan kemarahan terhadap kelompok minoritas kaya termasuk etnis Tionghoa.
Paaa.. semalam aku denger di berita. Katanya demo makin meluas dan makin anarkis.. aku takut paa kalau nanti sampai terjadi sesuatu diacara pernikahanku. Ucap Sherlin dengan perasaan yang dipenuhi kekuatiran.
“Kamu gak usah kuatir Sherlin.. Papa kenal banyak pejabat keamanan dikota ini. Mereka bilang situasi kota masih aman dan terkendali. Kata papanya yang berusaha menenangkan putrinya.
Sherlin duduk diam di tepi ranjang sambil memandang bayangannya di cermin besar kamar. Ia tahu hari ini akan berjalan seperti apa yang direncanakan meski ketegangan di luar semakin terasa.
Ia melangkah ke kamar mandi marmer yang luas lalu mandi air hangat dengan sabun beraroma bunga melati mahal. Air mengalir lembut menyusuri lekuk tubuh rampingnya yang indah sehingga dada yang kencang dan montok pinggang yang kecil serta pinggul yang sedikit lebar terasa semakin feminin. Setelah mandi Sherlin duduk di depan meja rias besar yang sudah disiapkan. Tim make-up artist dan hair stylist yang datang khusus mulai bekerja dengan sangat teliti dan perlahan. Mereka menyapukan skincare berlapis-lapis agar kulit wajahnya semakin bercahaya dan mulus kemudian merias mata sipitnya dengan eyeshadow netral yang elegan lalu menambahkan bulu mata palsu tipis agar matanya terlihat lebih besar dan lembut. Rambut hitamnya yang lurus dan panjang disisir dengan hati-hati kemudian ditata naik sebagian dengan beberapa helai dibiarkan jatuh anggun di bahu sebelum akhirnya dipasang tiara berlian kecil yang berkilau lembut di bawah lampu suite.
Baru setelah itu datang gaun pengantinnya. Desainer ternama telah membuat gaun berwarna putih murni dengan model mermaid yang sangat ketat dari bahan sutra dan lace terbaik. Ketika dua asisten dengan hati-hati memakaikannya dari bawah Sherlin merasakan kain dingin dan halus itu merayap naik menyusuri betis paha pinggul lalu semakin ketat di bagian pinggang dan dada. Gaun itu menekan payudaranya sehingga terlihat lebih penuh dan menonjol sementara potongan belakang yang rendah memperlihatkan hampir seluruh punggung mulusnya yang putih. Sherlin berdiri di depan cermin besar lalu memutar tubuh pelan sehingga ia melihat bayangannya sendiri yang terlihat begitu sempurna begitu mahal dan begitu rapuh di tengah kota yang semakin gelisah di luar sana.
![]() |
| Sherlin |
Setelah gaun pengantin sudah terpasang sempurna di tubuhnya Sherlin berjalan perlahan keluar dari ruang bridal suite menuju ruang tamu pribadi di lantai yang sama. Langkahnya pelan dan hati-hati agar gaun ketat itu tidak robek atau kusut sebelum waktunya. Di sana mamanya yang elegan sudah menunggu dengan mata sedikit berkaca-kaca sambil memegang buket bunga mawar putih dan baby’s breath yang harum.
“Kamu cantik sekali Lin. Bisik mamanya sambil menyentuh pipi Sherlin dengan lembut. Suaranya penuh kebanggaan namun ada nada kekhawatiran yang tersembunyi. Sherlin hanya tersenyum kecil lalu merasakan jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.
Di luar jendela suite yang lebar langit sore Jakarta mulai berubah warna menjadi jingga keemasan tapi di kejauhan terlihat asap hitam yang semakin tebal mengepul dari arah selatan kota. Televisi di sudut ruangan masih menyala pelan sehingga menampilkan berita langsung tentang demonstrasi yang semakin besar di sekitar kawasan bisnis. Ribuan massa berkumpul membawa spanduk dan teriak-teriak menuntut keadilan ekonomi sementara sesekali terdengar kata-kata kasar yang ditujukan kepada kaum pejabat korup dan orang-orang kaya keturunan asing. Sherlin berusaha tidak terlalu memikirkannya karena security hotel sudah sangat ketat. Hampir seluruh lantai ballroom disewa keluarganya dan ada puluhan bodyguard berpakaian hitam yang bersiaga di setiap pintu masuk.
Suasana di ruangan persiapan masih tenang saat ayah Sherlin masuk dengan setelan jas mahal. Wajahnya tegas namun tersenyum bangga melihat putrinya yang sudah siap memakai gaun pengantin.
"Acara resepsinya akan dimulai satu jam lagi. Ayahnya berkata dengan suara tenang.
Sherlin mengangguk pelan sehingga tangannya terasa sedikit dingin saat memegang buket bunga. Di koridor hotel yang mewah dengan karpet tebal dan lampu kristal ia mendengar samar-samar suara tamu undangan mulai berdatangan. Tawa ringan para wanita denting gelas champagne yang disajikan di foyer serta musik harpa yang dimainkan pelan di dalam Grand Ballroom terdengar jelas. Para tamu Chindo yang hadir tampak anggun dan elegan. Vivian sepupunya yang berusia 23 tahun dengan tubuh ramping dan rambut panjang bergelombang mengenakan gaun cocktail warna peach yang lembut. Sandra Huang saudara iparnya yang berusia 28 tahun dengan tubuh lebih berisi dan pantat montok terlihat elegan dalam kebaya modern berwarna krem. Tiffany teman dekat Sherlin yang berwajah sangat imut dengan kulit putih porselen tersenyum malu-malu dalam gaun satin biru muda.
Mereka semua saling berpelukan ringan dan memberikan ucapan selamat sehingga suasana masih terasa hangat dan penuh harapan. Suasana tadi siang memang relatif aman dan terkendali karena tidak ada tanda demonstrasi berubah menjadi anarkis sehingga semua tamu tidak terlalu khawatir berlebihan meski sesekali ada bisik-bisik cemas tentang kerumunan di luar yang semakin dekat ke kawasan hotel.
Sebelum menuju Grand Ballroom pihak hotel menyediakan ruangan keluarga yang nyaman di lantai yang sama untuk prosesi minum teh ala tradisi Chinese. Sherlin dan Steven berjalan menuju ruangan itu diiringi kedua pasang orang tua mereka serta kerabat dekat. Di dalam ruangan yang hangat itu sudah disiapkan meja kayu jati dengan taplak merah dan seperangkat poci teh porselen halus beserta cangkir-cangkir kecil. Aroma teh jasmine yang harum langsung tercium saat pelayan menuangkan teh panas dengan hati-hati.
Sherlin berlutut perlahan di depan orang tua Steven lalu menyodorkan cangkir teh dengan kedua tangan sambil menundukkan kepala penuh hormat. Steven melakukan hal yang sama di depan orang tua Sherlin. Mereka bergantian memberi salam dan menerima angpao merah tebal dari kedua orang tua sebagai simbol berkah. Vivian Sandra dan Tiffany ikut menyaksikan prosesi itu dari sisi ruangan dengan senyum lembut. Suasana di ruangan keluarga terasa penuh kehangatan dan khidmat meski hanya berlangsung singkat.
Setelah prosesi minum teh selesai Sherlin dan Steven berjalan kembali menuju Grand Ballroom. Suasana di dalam ballroom semakin hidup saat para tamu undangan memasuki ruangan yang luas itu. Lampu kristal gantung besar menyinari lantai marmer mengkilap dan meja-meja bundar yang ditutup taplak sutra putih. Setiap meja dihiasi vas bunga segar serta lilin-lilin kecil yang menyala lembut.
Sherlin berdiri di foyer ballroom dengan tangan masih memegang buket bunga. Jari-jarinya terasa agak tegang. Steven calon suaminya yang tampan dan mengenakan tuksedo hitam rapi mendekat lalu mencium pipinya dengan lembut. "Kamu cantik sekali seperti tuan putri sayang. Steven bisik dengan penuh kehangatan.
Sherlin tersenyum kecil dan merasakan dada gaun pengantinnya yang ketat naik turun mengikuti napasnya yang mulai tidak teratur. Di sekelilingnya para tamu Chindo bergerak dengan anggun. Vivian berjalan pelan sambil mengobrol ringan dengan beberapa sepupu sehingga gaun peach-nya menempel lembut di tubuh rampingnya. Sandra tertawa pelan saat berbincang dengan kerabat sehingga bokong montoknya yang terbalut kebaya krem sedikit bergoyang saat ia bergerak. Tiffany berdiri agak malu-malu di dekat dinding. Kulit putihnya yang halus terlihat semakin cerah di bawah cahaya lampu dan gaun satin biru mudanya membuatnya seperti boneka kecil yang anggun.
Musik harpa dan string quartet dimainkan pelan di sudut ruangan sehingga menciptakan suasana romantis yang elegan. Pelayan-pelayan berpakaian seragam hitam berkeliling menyajikan gelas-gelas champagne dingin dan canape mewah. Sherlin dan Steven berjalan perlahan menyusuri aisle yang dibuat di tengah ballroom. Karpet merah tipis terbentang di bawah kaki mereka. Tamu-tamu berdiri dan bertepuk tangan pelan dengan senyum bahagia di wajah mereka.
Upacara sipil singkat pun dimulai di panggung kecil yang didekorasi bunga putih. Suara pembawa acara yang tenang membacakan janji pernikahan. Sherlin merasakan jantungnya berdegup kencang saat ia mengucapkan “Ya” dengan suara lembut. Mata sipitnya menatap Steven penuh harap. Cincin emas putih dengan berlian kecil melingkar di jari manisnya sebagai simbol ikatan yang baru saja resmi.
Resepsi Yang Dipenuhi Ketegangan
Satu jam kemudian kedua mempelai pengantin memasuki Grand Ballroom diiringi suara musik khas pernikahan yang elegan. Suara MC acara terdengar meriah melalui microphone "Selamat datang kepada Bapak dan Ibu sekalian. Dengan penuh kebahagiaan mari kita sambut pasangan pengantin baru Steven dan Sherlin. MC menyambut dengan suara hangat dan bersemangat.
Para tamu undangan dari berbagai usia menyaksikan mereka dengan senyum bahagia. Sherlin dan Steven berjalan di atas karpet merah yang mewah menuju panggung pelaminan yang didekorasi dengan sentuhan warna pink dan putih yang elegan.
Setelah itu resepsi pernikahan resmi dimulai. Sherlin dan Steven berjalan ke meja pelaminan yang tinggi lalu duduk di kursi utama dibagian tengah sambil menerima ucapan selamat dari tamu satu per satu. Para gadis chindo lainnya yaitu Vivian.. Sandra.. Tiffany dan beberapa orang kerabat dekatnya lagi duduk di meja-meja terdekat. Wajah mereka cerah dan penuh tawa ringan. Gaun-gaun mahal mereka berkilau di bawah cahaya kristal. Kue pengantin setinggi tujuh tingkat berdiri megah di tengah ruangan dikelilingi gelas-gelas kristal dan botol-botol champagne impor. Semua terasa sempurna mewah dan penuh kebahagiaan.
Namun di balik dinding megah ruangan ballroom yang kedap suara terdengar suara samar dari luar hotel yang semakin jelas. Raungan dari kerumunan massa. teriakan-teriakan yang mendekat dan sirene mobil pengendali massa milik polisi sesekali memecah malam. Beberapa tamu mulai saling berbisik tapi suasana di dalam masih berusaha dijaga tetap meriah meski udara perlahan terasa lebih berat lebih tegang dan lebih rapuh dari sebelumnya.
Malam semakin larut. Jarum jam di dinding ballroom sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Dan suasana resepsi masih berlangsung dengan tenang meski ada ketegangan samar yang mulai merayap diantara para tamu u yang hadir. Sherlin duduk anggun di pelaminan utama yang megah di bagian tengah ballroom bersama Steven di sisinya dan kedua orang tuanya yang duduk di kursi elegan di sebelah kiri dan kanan mereka.
Gaun pengantin putih ketatnya masih terlihat sempurna. Kain sutra yang membalut tubuh rampingnya berkilau lembut setiap kali ia bergerak kecil untuk menerima ucapan selamat dari tamu yang mendekat. Payudaranya yang montok tertekan indah oleh potongan gaun. Pinggang kecilnya terlihat semakin ramping. Dan pinggul lebarnya membuat siluet tubuhnya terlihat sangat feminin di bawah cahaya lampu kristal. Ayahnya duduk dengan postur tegas namun bangga. Sesekali ia tersenyum sambil mengangguk ke arah tamu. Sementara ibunya duduk lebih dekat ke Sherlin. Tangan ibunya sesekali menyentuh lengan putri sulungnya dengan lembut. Mata ibunya penuh kebanggaan namun juga sedikit was-was.
Steven memegang tangan Sherlin dengan lembut. Keduanya tersenyum saat tamu-tamu resepsi datang bergantian untuk berfoto dan mengucapkan selamat. Di bagian depan ballroom tepat di dekat pintu masuk utama yang lebar berdiri tiga gadis muda cantik jelita yang bertugas menjaga meja tamu resepsi. Mereka masih berstatus siswi sekolah menengah atas. Berusia sekitar tujuh belas hingga delapan belas tahun. Dengan wajah segar dan tubuh yang masih terlihat ranping namun sudah mulai berlekuk indah. Ketiganya mengenakan gaun pesta berwarna pink elegan yang serasi. Gaun panjang satin halus dengan potongan off-shoulder yang memperlihatkan bahu mulus dan tulang selangka mereka yang halus. Kainnya menempel lembut di tubuh ramping mereka. Memberikan kesan manis anggun dan sedikit polos.
Gadis pertama bernama Caroline. Berambut hitam lurus sebahu dengan wajah oval yang lembut. Mata sipit yang besar dan bibir penuh alami. Gadis kedua bernama Beatrice. Memiliki kulit putih sangat cerah. Rambut bergelombang panjang hingga punggung dan senyum manis yang mudah membuat orang nyaman. Sementara gadis ketiga bernama Jennifer. Paling tinggi di antara mereka dengan rambut hitam lurus panjang. Tubuh proporsional dengan pinggang ramping serta buah dada yang sedang tapi kencang. Wajahnya imut dengan pipi yang masih sedikit chubby seperti anak remaja. Ketiga gadis itu berdiri anggun di belakang meja tamu. Senyum mereka ramah dan profesional meski masih terlihat agak gugup karena baru pertama kali membantu acara sebesar ini.
Tangan mereka sibuk menyambut tamu-tamu yang datang terlambat. Mengatur daftar tamu serta membagikan kartu ucapan dan souvenir kecil pernikahan. Gaun pink mereka yang elegan berkilau lembut di bawah cahaya. Kontras indah dengan karpet merah dan dekorasi putih di ballroom. Di meja-meja terdekat Vivian tertawa pelan sambil mengangkat gelas champagne. Rambut panjangnya yang bergelombang tergerai anggun di bahu rampingnya. Sandra mengobrol dengan suara lembut. Tubuhnya yang lebih berisi membuat gaun pestanya terisi penuh. Terutama di bagian dada dan bokong montoknya yang menonjol saat ia duduk.
Tiffany duduk dengan sikap malu-malu. Wajah imutnya yang seperti boneka tersenyum tipis. Kulit putihnya yang sangat halus terlihat hampir transparan di bawah pencahayaan ruangan. Gaun satin warna pinknya menempel lembut di lekuk tubuhnya yang kecil. Musik live masih mengalun pelan. Campuran lagu-lagu romantis dan klasik. Sementara pelayan-pelayan terus berkeliling menyajikan hidangan pembuka yang mewah. Foie gras oyster segar dan lobster yang diimpor khusus.
Beberapa tamu mulai berdiri untuk first dance. Dan Sherlin pun diajak Steven ke tengah lantai dansa. Mereka bergerak perlahan mengikuti irama musik. Tubuh Sherlin yang terbalut gaun ketat menempel lembut pada Steven. Veil panjangnya menjuntai anggun di belakangnya. Tiara berlian kecil di rambutnya berkilau setiap kali cahaya menyentuhnya. Tamu-tamu bertepuk tangan pelan. Suasana masih penuh kehangatan dan kebahagiaan. Namun di luar ballroom suara dari dunia luar mulai semakin sulit diabaikan. Teriakan massa yang tadinya samar kini terdengar lebih jelas meski dinding tebal mencoba meredamnya. Raungan kerumunan yang semakin besar. Dentuman sesuatu yang jatuh dan teriakan-teriakan kasar yang sesekali menyusup masuk seperti angin dingin. Beberapa security hotel terlihat berbicara serius di dekat pintu masuk. Wajah mereka tegang. Sementara beberapa tamu mulai saling berpandangan dengan kekhawatiran yang mulai terlihat jelas di mata mereka.
Sherlin merasakan sedikit dingin di punggungnya yang terbuka. Tapi ia berusaha tetap tersenyum. Meyakinkan diri bahwa pengamanan hotel sangat ketat dan acara akan segera selesai dengan selamat. Lampu ballroom masih menyala terang. Kue pengantin tujuh tingkat masih berdiri megah di tengah ruangan. Dan gelas-gelas champagne terus terangkat untuk bersulang. Semua masih terasa indah mewah dan penuh mimpi. Meski bayangan kegelapan di luar semakin mendekat. Perlahan. Tak terhindarkan. Seperti badai yang sedang mengumpulkan kekuatannya tepat di ambang pintu hotel mewah itu.
Sherlin masih duduk di pelaminan utama ballroom itu. Ia merasakan getaran samar di dadanya meski dinding tebal ballroom dan musik live masih berusaha menutupi suara teriakan dari luar. Sherlin berusaha tetap tenang. Tangannya memegang erat tangan Steven di sampingnya sementara ayah dan ibunya duduk dengan wajah yang mulai khawatir. Lampu kristal di langit-langit masih menyala terang. Cahaya itu menerangi gaun pengantin putih Sherlin yang ketat serta kulit putih mulusnya yang terlihat di belahan punggung rendah. Wajah cantiknya masih tersenyum sopan meski matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk.
Di depan Caroline Beatrice dan Jennifer masih berdiri di belakang meja tamu resepsi. Ketiganya mulai gelisah. Mereka saling berpandangan. Gaun pink satin mereka yang elegan terlihat kontras dengan suasana yang berubah. Caroline menggigit bibir bawahnya pelan. Tangannya yang halus masih memegang daftar tamu. Beatrice mencoba tersenyum ramah meski suaranya mulai bergetar saat menyambut tamu terakhir yang datang tergesa-gesa. Jennifer yang paling tinggi berdiri lebih tegak tapi jari-jarinya memilin ujung gaun pinknya sendiri. Matanya sesekali melirik ke arah security yang berkerumun di dekat pintu.
Resepsi Yang Dijarah
Tiba-tiba dari luar pintu ballroom yang besar terdengar suara dentuman keras sekali seperti pintu kaca lobi yang dihancurkan. Musik live langsung terhenti. Beberapa tamu berteriak kaget. Sherlin langsung menoleh cepat. Jantungnya berdegup kencang. Ayahnya berdiri dari kursi pelaminan. Suaranya tegas tapi sudah mulai panik.
"Apa itu? Security! Tutup pintu!" kata ayahnya.
Namun sudah terlambat. Suara langkah kaki berat dan teriakan massa yang kasar mulai membahana dari koridor luar.
"Buka pintunya! Yang kaya di dalam sini semua!" teriak seseorang dengan suara parau penuh amarah.
Beberapa security hotel berusaha menghalangi tapi dalam hitungan detik gerombolan massa yang marah dan haus menerobos masuk ke dalam Grand Ballroom dengan kasar. Puluhan pria bertubuh kasar berpakaian lusuh bau keringat dan asap langsung menyerbu. Meja tamu resepsi di bagian depan menjadi sasaran pertama. Caroline.. Beatrice dan Jennifer yang berdiri tepat di sana langsung berteriak ketakutan. Seorang pria besar dengan kaos robek langsung menyambar lengan Caroline dengan kasar. Ia menarik gadis itu ke arahnya sambil tertawa mesum.
"Wah disini lagi ada resepsi pernikahan rupanya..
"Iya bro.. bisa panen barang jarahan kit kali ini.. liat tuh.. yang datang orang kaya semua.. pasti duitnya banyak buat kita rampokin.
"Haha.. jangan cuma duitnya bang.. amoy amoynya juga cakep banget tuh.. mending kita jarah aja sekalian.. biar mereka bisa ngerasain nikmatnya kontol pribumi..
Beatrice Menyambut Para Penjarah
Beatrice merasa ketakutan semakin memuncak saat ia mencoba mundur dari kerumunan itu. Sekelompok pria berbadan kekar langsung menyergapnya dengan cepat. Mereka menangkap lengan Beatrice dengan kuat sehingga gadis itu tidak bisa lepas sama sekali. Gaun pink off-shoulder yang dikenakannya tertarik kasar hingga bahu mulusnya terbuka lebar dan memperlihatkan kulit putihnya yang halus.
Para pria yang beringas itu mengepung Beatrice lebih rapat. Tangan-tangan kasar meraih pinggangnya lalu menarik tubuh gadis itu mendekat. Beatrice meronta namun pegangan mereka terlalu kuat. Gaunnya semakin melorot sehingga payudaranya yang kencang terpapar. Tangan kasar langsung meremas buah dadanya dengan rakus. Jari-jari mereka memilin puting susunya yang mengeras perlahan. Beatrice melenguh pelan karena sensasi itu.
Mereka terus mencumbui tubuh Beatrice dengan penuh nafsu. Satu pria mencium lehernya sementara yang lain meraba paha mulusnya dari bawah gaun. Tubuh Beatrice dijarah paksa. Mereka merobek gaunnya lebih lanjut hingga hampir robek seluruhnya. Payudara putihnya terbebas sepenuhnya dan tangan-tangan kasar itu bergantian meremas serta menjilatnya. Birahi para pria semakin memuncak. Mereka menyentuh liang kewanitaannya yang mulai basah meski Beatrice berusaha menutup kakinya.
Dua pria bertubuh kekar kemudian mengangkat Beatrice. Satu orang di kanan dan satu orang di kiri menggendongnya dengan mudah. Mereka memegang paha Beatrice lebar-lebar sehingga posisi gadis itu terbuka di udara. Beatrice menggeleng ketakutan namun tubuhnya tidak bisa bergerak bebas.
Beberapa perusuh lain langsung berjongkok di lantai di depan Beatrice. Mereka bergantian mendekatkan wajah ke kemaluannya. Lidah kasar pertama menyentuh liang kewanitaannya lalu menjilatnya perlahan dari bawah ke atas. Beatrice mengerang saat sensasi hangat itu menyerang tubuhnya. Pria berikutnya menggantikan posisi dan menjilat lebih dalam dengan rakus. Mereka bergantian menjilat dan menghisap bagian sensitif Beatrice. Lendir kawin mulai mengalir keluar karena aksi mereka yang terus menerus. Tubuh Beatrice bergetar di gendongan kedua pria itu sementara erangan keluar dari mulutnya.
Salah satu perusuh berbisik kasar sambil menjilat.
"Kau rasanya sangat manis.
Beatrice hanya bisa melenguh dan mendesis karena kenikmatan paksa yang datang bergelombang. Para pria itu terus bergantian menjilat kemaluannya dengan penuh nafsu di posisi berjongkok tersebut.
Beatrice masih tergantung di udara dengan tubuhnya yang diangkat oleh dua pria kekar di kanan dan kiri. Kakinya terbuka lebar sehingga kemaluannya terpapar jelas. Lidah-lidah kasar para perusuh yang berjongkok tadi sudah membuat liang kewanitaannya basah oleh lendir kawin yang terus mengalir.
Seorang perusuh bertubuh tinggi dan kekar kemudian berdiri tepat di depan Beatrice. Ia membuka celananya dengan cepat lalu mengeluarkan kejantanan yang sudah tegang dan besar. Pria itu mendekatkan batangnya ke kemaluan Beatrice. Dengan satu tangan ia memegang kejantannya dan mulai menyodok pelan ke mulut liang kewanitaannya yang sudah licin. Ia mendorong batangnya masuk perlahan namun pasti sehingga Beatrice merasakan tekanan yang kuat di dalam tubuhnya.
Kedua tangan pria itu kemudian berpegangan erat pada pinggang Beatrice. Ia menatap tajam ke wajah gadis itu dengan mata penuh nafsu yang gelap. Tatapan itu membuat Beatrice semakin ketakutan dan histeris. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala sambil mencoba meronta namun pegangan di pinggang dan kakinya terlalu kuat
Pria itu mulai memompa pinggulnya dengan gerakan yang kuat. Batangnya menghujam masuk keluar dari liang kewanitaannya secara ritmis. Setiap dorongan membuat payudara Beatrice bergoyang-goyang. Beatrice mengerang keras dan tubuhnya bergetar hebat.
Pria itu terus menatap wajah Beatrice tanpa berkedip. Nafsunya semakin membara saat ia menggenjot tubuh gadis itu lebih kasar dan brutal. Tangan-tangannya mencengkeram pinggang Beatrice lebih kuat sehingga kulit putihnya memerah di bekas pegangan. Beatrice menjerit dan melenguh bergantian karena sensasi campuran ketakutan dan kenikmatan paksa yang menyerang tubuhnya.
Salah satu perusuh yang menggendong Beatrice berbisik kasar.
"Dia basah sekali. Terus genjot saja.
Pria yang berdiri di depan Beatrice hanya tersenyum licik lalu mempercepat gerakan memompanya. Batangnya menghunjam lebih dalam dan cepat. Lendir kawin Beatrice semakin banyak keluar dan membasahi paha mulusnya. Tubuh gadis itu semakin lemas di gendongan kedua pria itu namun erangan dan jeritannya terus terdengar di ruangan tersebut.
Beatrice masih tergantung di udara dengan kakinya terbuka lebar. Pria yang berdiri di depannya terus memompa pinggulnya dengan semakin kasar. Batangnya menghujam dalam dan cepat ke liang kewanitaannya.
Akkhh.. ampun.. udaahh brentii.. jerit Beatrice saat pria itu makin brutal menggaulinya. Gerakan memompanya semakin kuat dan cepat sehingga tubuh gadis itu bergoyang hebat. Payudaranya naik turun dengan liar. Beatrice meronta dan menjerit namun pegangan di pinggang serta kakinya tidak tergoyahkan. Sensasi itu terus membesar hingga akhirnya Beatrice mencapai klimaks. Tubuhnya mengejang keras. Liang kewanitaannya berdenyut dan mengeluarkan banyak lendir kawin yang membasahi batang pria itu.
Pria pertama itu mendesis puas lalu menarik kejantannya keluar. Sperma campur lendirnya menetes dari kemaluan Beatrice. Segera pria lain yang tak kalah buas menggantikan posisinya. Pria kedua ini langsung menyodok batangnya yang tegang ke dalam liang kewanitaannya yang masih berdenyut. Ia menggenjot Beatrice dengan ritme kasar dan dalam.
Tangan pria itu naik ke leher Beatrice lalu mencekiknya dengan kuat. Beatrice gelagapan kehabisan napas. Wajahnya memerah dan matanya melebar karena ketakutan. Pria itu terus memompa pinggulnya tanpa henti sambil menatap wajah gadis itu dengan nafsu liar.
Kemudian pria itu menampar wajah Beatrice dengan kasar. Tamparan itu meninggalkan bekas merah di pipinya.
Muka cina lu napsuin banget moy.. uuhhh.. nikmatin nih kontol pribumi.. kata pria itu sambil terus menggenjot tubuh Beatrice dengan brutal.
Beatrice hanya bisa melenguh dan mendesis karena cekikan di lehernya yang sesekali longgar. Tubuhnya digenjot tanpa ampun. Batang pria itu menghunjam masuk keluar dengan keras sehingga suara pertemuan tubuh mereka terdengar basah dan nyaring. Payudara Beatrice bergoyang liar dan tangan pria itu sesekali meremas buah dadanya kasar.
Pria itu mempercepat gerakannya semakin buas. Ia mencekik leher Beatrice lebih kuat sesaat lalu melepaskan sedikit agar gadis itu bisa bernapas. Tamparan ringan kembali mendarat di wajahnya. Beatrice menjerit pelan dan tubuhnya kembali gemetar mendekati klimaks kedua.
Beatrice masih tergantung di udara dengan kakinya terbuka lebar. Pria yang sedang menggenjotnya terus mencekik leher gadis itu dengan tangan yang kuat. Cekikan itu membuat jepitan kemaluan Beatrice makin erat sehingga liang kewanitaannya semakin menjepit batang kejantanan pria tersebut.
Pria itu mendesis keras karena sensasi yang semakin nikmat. Ia mempercepat gerakan pinggulnya dengan kasar dan brutal. Setiap hujaman batangnya masuk sangat dalam hingga pangkal.
Sialan nih cina memeknya makin peret aja.. kata pria itu sambil terus menggenjot Beatrice tanpa ampun.
Beatrice gelagapan kehabisan napas. Wajahnya memerah dan matanya berkaca-kaca karena cekikan yang sesekali menguat. Tubuhnya bergetar hebat. Liang kewanitaannya yang semakin erat membuat pria itu semakin birahi. Ia memompa pinggulnya lebih cepat dan kasar. Tangan satunya tetap mencekik leher Beatrice sementara tangan yang lain meremas buah dadanya dengan rakus. Payudara putih gadis itu bergoyang liar mengikuti setiap hantaman.
Pria itu terus menggenjot dengan ritme yang semakin liar. Batangnya menghujam masuk keluar dari liang kewanitaannya yang basah dan licin oleh lendir kawin. Suara pertemuan tubuh mereka terdengar basah dan nyaring di ruangan itu. Beatrice hanya bisa melenguh dan menjerit pelan karena campuran sesak napas dan kenikmatan paksa yang datang bergelombang.
Akhirnya pria itu mendengus keras. Tubuhnya mengejang. Ia mendorong batangnya sangat dalam ke dalam kemaluan Beatrice lalu melepaskan air mani yang panas dan banyak. Sperma itu menyembur kuat di dalam liang kewanitaannya hingga meluap keluar. Pria itu terus memompa pelan beberapa kali lagi sambil menikmati denyutan klimaksnya. Setelah itu ia menarik kejantannya keluar perlahan. Campuran air mani dan lendir kawin Beatrice menetes deras dari kemaluannya yang merah dan bengkak.
Pria itu tersenyum puas sambil melepaskan cekikan di leher Beatrice. Gadis itu langsung menghirup napas dengan rakus dan tubuhnya tergantung lemas di gendongan kedua pria yang masih memeganginya.
Beatrice masih tergantung lemas di udara dengan kakinya terbuka lebar. Tubuhnya bergetar setelah klimaks paksa yang baru saja ia alami. Pria yang baru saja melepaskan air maninya di dalam kemaluan Beatrice ternyata masih belum puas. Ia menatap liang kewanitaannya yang basah dan penuh campuran sperma lalu tersenyum licik.
Pria itu mengulurkan tangan kanannya dan langsung memasukkan tiga jarinya sekaligus ke dalam kemaluan Beatrice. Ia mulai mengocok kasar dengan gerakan cepat dan kuat. Jari-jarinya keluar masuk tanpa ampun sambil sesekali menggesek dinding dalam yang sensitif. Lendir kawin bercampur air mani keluar semakin banyak dan membasahi tangannya serta paha mulus Beatrice.
Bener bener doyan ngewe nih cina.. haha.. kata pria itu sambil terus mengocok kemaluan Beatrice dengan kasar.
Beatrice menjerit dan melenguh keras. Tubuhnya yang masih sensitif setelah klimaks pertama langsung bereaksi hebat. Setiap gerakan jari pria itu membuatnya semakin gila. Payudaranya bergoyang-goyang liar di udara. Liang kewanitaannya menjepit jari-jari itu dengan kuat namun pria itu justru semakin mempercepat kocokannya. Suara basah terdengar nyaring setiap kali jarinya menghunjam masuk.
Beatrice menggeleng-gelengkan kepala. Napasnya tersengal-sengal dan matanya berkaca-kaca. Sensasi itu terlalu kuat sehingga ia tidak bisa menahan lagi. Tubuhnya mengejang hebat untuk kedua kalinya. Liang kewanitaannya berdenyut-denyut kuat dan menyemburkan lendir kawin yang banyak. Beatrice menjerit panjang saat klimaks kedua datang dengan dahsyat. Kakinya mengejang di gendongan kedua pria yang masih memeganginya erat.
Pria itu tertawa puas sambil terus mengocok pelan beberapa kali lagi untuk memperpanjang kenikmatan gadis itu. Setelah itu ia menarik ketiga jarinya keluar. Cairan bening dan putih menetes deras dari kemaluan Beatrice yang sudah merah dan bengkak. Tubuh gadis itu tergantung lemas sekali. Hanya erangan lemah yang keluar dari mulutnya.
Tubuh Seksi Jennifer diatas Meja Tamu Resepsi
Jennifer berusaha lari ke belakang tapi kakinya tersandung. Tubuh tingginya jatuh ke meja tamu sehingga kartu ucapan dan souvenir berhamburan.
Jennifer merasa ketakutan saat sekelompok perusuh menyeretnya kasar menuju meja tamu yang panjang dan besar. Tubuh tingginya dibanting telentang ke atas meja sehingga kartu ucapan dan souvenir berhamburan ke segala arah. Punggungnya terbentur keras membuatnya meringis kesakitan.
Kedua tangannya segera diikat menggunakan tali sepatu milik salah satu perusuh. Ikatan itu dilakukan di belakang kepalanya sehingga lengan Jennifer terentang dan tidak bisa digerakkan. Dua orang perusuh lain kemudian memegangi kedua kakinya lalu membentangkan paksa ke arah yang berlawanan. Paha mulus Jennifer terbuka lebar dan roknya tersingkap tinggi hingga memperlihatkan kemaluannya yang masih tertutup tipis oleh celana dalam.
Salah satu perusuh tersenyum licik sambil menatap tubuh Jennifer dari atas.
"Badan seksi lu harus muasin kita semua malam ini..
Jennifer menggeleng ketakutan dan mencoba meronta namun ikatan di tangan serta pegangan di kakinya terlalu kuat. Para pria itu mulai meraba paha mulusnya dengan tangan kasar. Satu tangan menarik celana dalamnya hingga robek dan melemparnya ke lantai. Liang kewanitaannya yang halus langsung terpapar di depan mereka. Beberapa pria mendekat dan bergantian meremas buah dadanya yang besar. Jari kasar memilin puting susunya hingga mengeras.
Jennifer melenguh pelan saat sensasi itu menyerang tubuhnya. Para perusuh tertawa puas melihat reaksi gadis itu. Mereka terus menjamah setiap bagian tubuh Jennifer dengan rakus. Aroma tubuhnya bercampur dengan bau keringat pria-pria kasar yang semakin mendekat. Salah satu pria membuka celananya lalu mengeluarkan kejantanan yang sudah tegang. Ia mendekatkan batangnya ke mulut liang kewanitaannya dan mulai menyodok masuk ke dalamnya.
Jennifer terbaring telentang di meja tamu yang panjang dengan tangan terikat di belakang kepala. Kakinya dibentangkan lebar oleh dua perusuh sehingga kemaluannya terbuka sepenuhnya. Tubuh putihnya yang tinggi dan seksi terpapar jelas di bawah cahaya ruangan membuat para pria semakin bernafsu.
Salah satu perusuh bertubuh kekar langsung mendekat. Ia membuka celananya lalu mengeluarkan kejantanan yang sudah tegang dan besar. Tanpa banyak bicara pria itu menyodok batangnya kasar ke liang kewanitaannya yang masih kering karena ketakutan. Ia mendorong pinggulnya kuat hingga batangnya masuk separuh dengan satu hentakan. Jennifer menjerit kesakitan.
Pria itu tidak peduli. Ia langsung menggenjot kasar dengan gerakan cepat dan brutal. Batangnya menghujam masuk keluar tanpa ampun. Setiap dorongan membuat tubuh Jennifer bergoyang hebat di atas meja. Payudaranya yang besar naik turun liar mengikuti ritme kasar itu. Kulit putih Jennifer yang halus dan mulus semakin membuat pria itu bernafsu liar. Tangan kasarnya meremas buah dada Jennifer dengan rakus sambil terus memompa pinggulnya.
Tubuh putih lu bikin kontol gue makin ngaceng.. kata pria itu sambil menggenjot lebih keras.
Jennifer melenguh dan mengerang keras. Liang kewanitaannya mulai basah oleh lendir kawin meski ia berusaha menahan. Suara basah pertemuan tubuh mereka terdengar nyaring setiap kali batang pria itu menghunjam dalam. Paha mulus Jennifer gemetar di pegangan kedua perusuh yang masih membentangkannya lebar-lebar.
Pria itu semakin buas. Ia memegang pinggang Jennifer dengan kedua tangan lalu mempercepat hentakannya. Batangnya menghujam sangat dalam hingga pangkal setiap kali. Jennifer menjerit dan melenguh bergantian. Tubuh putihnya yang indah berkeringat dan memerah di bekas remasan serta hantaman. Para perusuh lain berdiri mengelilingi meja sambil meraba paha dan buah dada Jennifer bergantian. Nafsu mereka semakin membara melihat tubuh Jennifer yang terus digenjot kasar.
Pria yang sedang menggenjotnya mendesis puas. Ia terus memompa tanpa henti dengan ritme brutal. Lendir kawin Jennifer semakin banyak keluar dan membasahi batang kejantanan pria itu serta permukaan meja di bawahnya.
Jennifer terbaring lemas di meja tamu setelah digilir empat pria secara bergantian di posisi telentang dengan kakinya dibentangkan lebar. Liang kewanitaannya sudah penuh campuran air mani dan lendir kawin yang menetes ke permukaan meja. Tubuh putihnya berkeringat dan penuh bekas remasan.
Para perusuh kemudian mengangkat tubuh Jennifer dan memposisikannya berdiri menelungkup di atas meja tamu resepsi. Payudaranya menempel dingin ke permukaan meja sementara pinggulnya terangkat ke belakang. Kakinya masih dibentangkan dan pinggulnya ditarik mundur sehingga kemaluannya terpapar jelas dari belakang.
Seorang perusuh berbadan gemuk langsung mendekat dari belakang. Ia membuka celananya lalu mengeluarkan kejantanan yang tebal dan panjang. Tanpa aba-aba pria itu menyodok batangnya kasar ke dalam liang kewanitaannya yang sudah licin. Ia mendorong pinggulnya kuat hingga batangnya masuk sepenuhnya dalam satu hentakan brutal.
Pria gemuk itu langsung menggenjot kasar dari belakang dengan ritme cepat dan kuat. Setiap hantaman membuat tubuh Jennifer bergoyang keras ke depan. Payudaranya bergesekan di meja dan pantatnya bergetar menerima benturan. Tangan gemuknya menjambak rambut Jennifer dengan kuat lalu menarik kepalanya ke belakang sehingga leher gadis itu melengkung.
Pria itu mengumpat rasis sambil terus memompa pinggulnya tanpa ampun.
"Sialan nih memek cina ketat banget. Badan putih lu cuma buat dimakan pribumi kayak gue!"
Jennifer melenguh dan menjerit kesakitan bercampur sensasi paksa. Rambutnya ditarik kuat membuat kepalanya terangkat. Pria gemuk terus menggenjot lebih brutal. Batang tebalnya menghujam masuk keluar dengan suara basah yang nyaring. Tangan satunya meremas pinggul Jennifer kasar hingga meninggalkan bekas merah di kulit putihnya. Ia mempercepat gerakan sambil terus menarik rambut gadis itu dan mengumpat kata-kata rasis yang kasar.
Tubuh Jennifer yang tinggi dan seksi terguncang hebat setiap kali pria itu menghantam dari belakang. Lendir kawin bercampur sperma pria-pria sebelumnya keluar semakin banyak dan membasahi paha mulusnya. Pria gemuk itu mendesis dan mengerang puas saat ia semakin buas menggenjotnya.
Jennifer masih menelungkup di atas meja tamu resepsi dengan pinggul terangkat tinggi. Pria berbadan gemuk itu tiba-tiba berhenti menggenjot sejenak. Batangnya masih tertanam dalam di liang kewanitaannya yang sudah penuh lendir.
Perusuh itu menarik napas kasar lalu mengangkat tangan gemuknya. Ia menampar pantat Jennifer berkali-kali dengan keras. Tamparan demi tamparan mendarat di kulit putih mulusnya sehingga pantat Jennifer memerah dan bergetar. Suara tamparan itu nyaring memenuhi ruangan. Setiap tamparan membuat tubuh Jennifer tersentak dan ia melenguh kesakitan. Pria itu tertawa puas melihat pantat Jennifer yang memerah.
"Pantat putih lu enak banget ditampar. Merah gini bikin kontol gue makin ngaceng.
Setelah puas menampar pantat Jennifer berkali-kali pria gemuk itu langsung menggenjot lagi dengan kekuatan penuh. Ia memegang pinggul Jennifer erat lalu mendorong batang tebalnya dengan brutal. Gerakan memompanya kali ini jauh lebih kuat dan cepat. Setiap hantaman masuk sangat dalam hingga pangkal. Tubuh Jennifer terguncang hebat ke depan. Payudaranya bergesekan kasar di permukaan meja sementara pantatnya yang memerah terus menerima benturan keras.
Pria itu menggenjot tanpa ampun. Batangnya menghujam masuk keluar dengan ritme liar. Lendir kawin bercampur sperma pria-pria sebelumnya keluar semakin banyak dan membasahi paha mulus Jennifer. Ia menjambak rambut Jennifer lagi sambil terus memompa pinggulnya dengan kekuatan maksimal. Napasnya mendengus kasar dan keringatnya menetes ke punggung gadis itu.
Jennifer hanya bisa mengerang dan menjerit pelan. Tubuh tingginya yang putih bergoyang hebat menerima serangan brutal dari belakang. Liang kewanitaannya yang sudah lelah semakin erat menjepit batang pria itu. Pria gemuk itu semakin mendesis dan mempercepat gerakannya. Akhirnya ia mendengus keras. Tubuhnya mengejang hebat saat mencapai klimaks. Air mani panasnya menyembur kuat dan banyak ke dalam liang kewanitaannya hingga meluap keluar. Ia terus memompa pelan beberapa kali lagi sambil menikmati denyutan klimaksnya sebelum akhirnya menarik batangnya keluar.
Campuran sperma dan lendir kawin menetes deras dari kemaluan Jennifer yang bengkak dan merah. Tubuh gadis itu tergantung lemas di atas meja dengan napas tersengal-sengal.
Caroline Diburu Massa Perusuh
Caroline sempat melarikan diri dari kerumunan perusuh itu. Gadis itu berlari menuju arah pintu keluar dengan panik. Namun malang sekali Caroline terjatuh tersandung karpet tebal karena memakai sepatu hak tinggi. Tubuhnya tersungkur ke lantai dengan cepat.
Para perusuh yang mengejarnya langsung menyergap Caroline di lantai. Mereka menekan tubuh gadis itu agar tidak bisa bangun lagi. Caroline dipaksa menelungkup di karpet dengan kedua tangan dibentangkan ke kanan dan kiri. Dua pria memegangi lengannya kuat-kuat sehingga gadis itu tidak bisa meronta bebas. Wajahnya menempel di karpet lembut sementara pinggulnya masih terangkat sedikit.
Satu pria bertubuh kekar datang dari belakang Caroline. Ia mengangkat pinggang gadis itu dengan kasar hingga posisi Caroline seperti anjing. Rok Caroline tersingkap tinggi dan celana dalamnya ditarik paksa hingga robek. Pria itu membuka celananya lalu mengeluarkan kejantanan yang sudah tegang. Tanpa aba-aba ia menyodok batangnya kasar ke liang kewanitaannya dari belakang.
Pria itu langsung menggenjot Caroline dengan gerakan brutal. Batangnya menghujam masuk keluar dengan ritme cepat dan kuat. Setiap hantaman membuat pinggul Caroline bergoyang keras dan pantatnya bergetar. Tangan pria itu mencengkeram pinggang gadis itu erat sambil terus memompa tanpa ampun.
Caroline melenguh dan menjerit pelan ke karpet. Tubuhnya yang putih terguncang hebat menerima serangan dari belakang. Liang kewanitaannya yang sempit mulai basah oleh lendir kawin meski ia ketakutan. Pria itu semakin bernafsu dan mempercepat genjotannya. Suara basah pertemuan tubuh mereka terdengar nyaring di ruangan tersebut. Pria itu mendesis kasar sambil terus menggenjot.
"Memek lu ketat banget. Enak digenjot gini."
Caroline hanya bisa mengerang lemah. Payudaranya bergesekan di karpet setiap kali tubuhnya didorong ke depan. Paha mulusnya gemetar di pegangan pria itu. Pria tersebut terus memompa pinggulnya dengan kasar dan dalam hingga lendir kawin Caroline semakin banyak keluar
Pria yang pertama terus menggenjot Caroline dengan kasar dari belakang. Akhirnya ia mendengus keras dan tubuhnya mengejang. Air mani panasnya menyembur banyak ke dalam liang kewanitaannya hingga meluap keluar. Ia memompa beberapa kali lagi sebelum menarik batangnya keluar. Cairan putih kental menetes deras dari kemaluan Caroline yang sudah bengkak.
Segera temannya menggantikan posisi. Pria kedua ini berdiri setengah di belakang Caroline yang masih nungging di lantai karpet. Ia mengangkat pinggang gadis itu lebih tinggi lalu menyodok kejantannya yang tegang langsung ke liang kewanitaannya yang licin oleh sperma pria sebelumnya.
Tambah seksi aja lu moy kalau lagi nungging dilantai kayak gini.. kata pria itu sambil tersenyum licik.
Pria itu langsung menggenjot Caroline dengan kasar dan brutal. Batangnya menghujam masuk keluar dengan ritme kuat dari belakang. Setiap dorongan membuat tubuh Caroline tersentak maju di karpet. Ia menampar pantat Caroline berkali-kali dengan tangan kasar. Tamparan demi tamparan mendarat keras di kulit putih mulusnya sehingga pantat gadis itu memerah dan bergetar hebat.
Caroline melenguh dan menjerit pelan ke karpet. Tubuhnya terguncang setiap kali pria itu memompa pinggulnya. Liang kewanitaannya yang sudah penuh sperma semakin basah oleh lendir kawinnya sendiri. Pria itu terus menggenjot tanpa ampun sambil sesekali menampar pantatnya lagi dengan suara nyaring. Tangan satunya mencengkeram pinggang Caroline erat agar gadis itu tetap dalam posisi nungging.
Gerakan pria itu semakin cepat dan dalam. Batangnya menghunjam sampai pangkal setiap kali sehingga suara pertemuan tubuh mereka terdengar basah dan keras. Pantat Caroline yang memerah terus menerima tamparan bertubi-tubi. Caroline hanya bisa mengerang lemah dan tubuhnya gemetar karena serangan kasar tersebut.
Caroline masih nungging lemas di karpet dengan pinggul terangkat tinggi. Pria kedua itu akhirnya mendengus keras dan mencapai klimaks. Air maninya menyembur panas ke dalam liang kewanitaannya sebelum ia menarik batangnya keluar. Cairan kental menetes deras dari kemaluan Caroline.
Segera perusuh lainnya yang lebih beringas menggantikan posisi. Pria ini bertubuh lebih besar dengan kejantanan yang sangat tebal dan panjang. Ia berlutut di belakang Caroline lalu mengarahkan ujung batangnya yang besar ke lubang anus gadis itu. Caroline meronta ketakutan saat merasakan tekanan di belakang.
Pria itu memegang pinggang Caroline erat dengan kedua tangan. Ia mendorong pinggulnya perlahan namun kuat. Ujung penisnya yang besar menekan lubang anus Caroline yang masih rapat dan kering. Karena ukurannya yang terlalu besar penis itu sulit masuk. Hanya kepala batangnya yang masuk sedikit dan membuat Caroline menjerit kesakitan ke karpet.
Pria itu tidak berhenti. Ia meludahi batangnya sendiri agar lebih licin lalu mendorong lagi dengan lebih kuat. Lubang anus Caroline meregang perlahan dan terasa sangat sesak. Penis besar itu masuk sedikit demi sedikit dengan tekanan yang kuat. Dinding anus Caroline yang sempit dipaksa terbuka lebar oleh batang tebal tersebut. Setiap senti yang masuk membuat Caroline melenguh dan tubuhnya gemetar hebat.
Akhirnya setelah beberapa kali dorongan kuat penis pria itu berhasil masuk separuh. Pria itu mendesis puas lalu mendorong lebih dalam hingga pangkal. Lubang anus Caroline sudah teregang maksimal dan terasa penuh sekali. Pria itu mulai menggenjot kasar dengan gerakan keluar masuk yang brutal. Setiap hantaman membuat pantat Caroline bergoyang keras dan lubang anusnya semakin longgar karena gesekan kasar.
Pria itu menggenjot tanpa ampun sambil menampar pantat Caroline sesekali.
"Lubang belakang lu ketat banget. Enak juga."
Caroline hanya bisa mengerang lemah dan menjerit pelan. Tubuhnya terguncang hebat setiap kali pria itu menghunjam anusnya dengan penis besar tersebut. Lendir kawin dari kemaluannya terus menetes ke karpet karena sensasi paksa yang ia rasakan.
Pria itu menggenjot anus Caroline dengan kekuatan penuh. Tenaganya sebagai kuli panggul pelabuhan sangat kuat sehingga setiap hantaman terasa seperti pukulan berat. Batangnya yang tebal menghujam masuk keluar dari lubang anus gadis itu tanpa ampun. Setiap dorongan membuat tubuh Caroline tersentak keras ke depan dan pantatnya bergoyang hebat.
Caroline melenguh dan menjerit pelan ke karpet. Awalnya ia merasakan hanya sakit yang menusuk namun lama kelamaan sensasi aneh itu berubah. Gesekan kasar di dinding anusnya yang teregang maksimal mulai membangkitkan kenikmatan paksa. Pria itu terus memompa pinggulnya dengan ritme brutal. Tangan kasarnya mencengkeram pinggang Caroline erat dan menarik tubuh gadis itu ke belakang setiap kali ia mendorong maju.
Anehnya sodomi kasar itu justru membuat Caroline klimaks. Tubuhnya mengejang hebat. Liang anusnya berdenyut-denyut kuat menjepit batang pria itu sementara liang kewanitaannya menyemburkan lendir kawin yang banyak ke karpet. Caroline menjerit panjang dan seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali.
Pinggulnya ambruk ke lantai karena tenaganya habis. Caroline tergeletak lemas menelungkup di karpet dengan lubang anusnya yang masih teregang dan terbuka sedikit. Cairan lendir bercampur air mani menetes keluar dari kedua lubangnya. Napasnya tersengal-sengal dan wajahnya basah oleh air mata.
Pria itu mendesis puas sambil menarik batangnya keluar perlahan. Ia menatap Caroline yang sudah tak berdaya di lantai lalu tersenyum licik.
Caroline masih tergeletak lemas menelungkup di karpet setelah klimaks paksa yang membuat tubuhnya bergetar hebat. Napasnya tersengal-sengal dan lubang anusnya masih terbuka sedikit dengan cairan yang menetes keluar. Pria bertubuh kekar sebagai kuli panggul pelabuhan itu belum puas. Ia menduduki paha mulus Caroline dengan beratnya sehingga gadis itu tertekan ke lantai.
Pria itu mengarahkan batangnya yang masih tegang dan besar kembali ke lubang anus Caroline. Ia menyodok dengan kuat hingga masuk lagi meski lubang itu sudah longgar. Kemudian ia mulai memompa lebih kasar dan dalam. Setiap hantaman terasa sangat kuat karena tenaganya yang besar. Caroline menjerit jerit antara sakit dan nikmat yang bercampur aduk. Suaranya pecah dan tubuhnya kembali gemetar.
Pria itu memegang kedua lengan atas Caroline dengan kuat lalu menariknya ke belakang. Tubuh gadis itu terangkat sehingga dada dan payudaranya terangkat dari karpet. Posisi ini membuat punggung Caroline melengkung dan pantatnya terdorong lebih ke atas. Pria itu terus memompa kasar lagi dengan ritme brutal. Batangnya menghujam masuk keluar dari anus Caroline tanpa henti.
Setiap dorongan membuat payudara Caroline bergoyang liar di udara. Caroline menjerit dan melenguh keras karena sensasi penuh di lubang belakangnya yang terus digenjot. Pria itu mendengus kasar sambil menarik lengan Caroline lebih kuat sehingga dada gadis itu semakin terangkat. Ia memompa pinggulnya dengan kekuatan penuh. Suara pertemuan tubuh mereka terdengar basah dan keras di karpet.
Caroline hanya bisa menjerit jerit tak beraturan. Campuran sakit dan kenikmatan paksa membuatnya semakin lemah namun tubuhnya bereaksi dengan lendir kawin yang terus keluar dari kemaluannya. Pria itu terus menggenjot anusnya dengan kasar dan dalam dalam posisi tarik lengan itu.
Pria itu terus memompa anus Caroline dengan kasar dari belakang. Tubuh gadis itu masih dalam posisi dada terangkat karena lengan atasnya ditarik kuat ke belakang. Caroline menjerit jerit antara sakit dan kenikmatan paksa yang datang bergelombang.
Pria lain kemudian ikut bergabung. Ia berlutut tepat di depan wajah Caroline yang sudah basah oleh air mata. Pria itu mengeluarkan penisnya yang sudah tegang lalu menamparkan batangnya berkali-kali ke wajah gadis itu. Kepala penis yang besar dan panas menyentuh pipi mulus Caroline dan bibirnya bergantian.
Buruan isepin kontol gue.. kalau nggak mau.. nanti gue gorok leher lu... kata pria itu dengan suara mengancam sambil menekan ujung penisnya ke mulut Caroline.
Caroline menggeleng ketakutan namun pria di belakangnya terus menggenjot anusnya dengan brutal sehingga ia tidak punya pilihan. Pria di depan memegang rahang Caroline lalu memaksa mulutnya terbuka. Ia mendorong batangnya masuk ke dalam mulut gadis itu hingga separuh. Caroline langsung tersedak namun pria itu terus mendorong lebih dalam sambil memegang kepalanya kuat.
Pria di belakang semakin beringas memompa pinggulnya. Batangnya menghujam anus Caroline tanpa henti. Sementara itu pria di depan mulai memompa mulut Caroline dengan gerakan kasar. Kedua pria itu menggenjot tubuh gadis itu secara bersamaan dari depan dan belakang. Caroline hanya bisa melenguh dan mendesis tertahan karena mulutnya penuh penis. Air liurnya menetes keluar dari sudut bibirnya setiap kali batang di mulutnya keluar masuk.
Pria di depan mendesis puas sambil terus memompa.
"Enak juga mulut cina ini.
Tubuh Caroline terguncang hebat di antara kedua pria tersebut. Payudaranya bergoyang liar di udara dan lubang anusnya terus diregang kasar. Ia kesulitan bernapas namun kedua pria itu tidak memberi ampun dan terus menggenjotnya tanpa henti.
Caroline masih dalam posisi nungging dengan lengan atas ditarik ke belakang oleh pria di belakang. Pria di depan memegang kepala Caroline kuat lalu mendorong batangnya lebih dalam ke dalam mulut gadis itu. Ia memaksa penisnya masuk hingga pangkal sehingga deepthroat terjadi. Batang tebal itu menghunjam kerongkongan Caroline dan membuatnya tersedak hebat.
Mata sipit Caroline mendelik lebar karena sesak dan mual yang datang tiba-tiba. Air matanya mengalir deras. Pria itu tidak peduli dan langsung menggenjot mulutnya dengan kasar. Ia memompa pinggulnya maju mundur dengan ritme brutal sehingga batangnya keluar masuk dari mulut dan kerongkongan Caroline tanpa ampun.
Caroline melenguh tertahan dan tubuhnya kejang. Air liurnya menetes banyak dari sudut bibirnya yang teregang lebar. Pria di belakang terus menggenjot anusnya dengan kuat sehingga gerakan dari depan dan belakang membuat tubuh gadis itu terguncang hebat. Pria di depan semakin beringas memompa mulutnya. Setiap hantaman membuat kepala Caroline tersentak.
Akhirnya Caroline tidak tahan lagi. Ia muntah hebat di sekitar batang pria itu. Muntahan keluar dari mulutnya dan membasahi penis pria tersebut serta karpet di bawahnya. Pria itu mendesis kasar namun justru terus menggenjot mulut Caroline yang kotor oleh muntahan itu dengan lebih dalam dan kasar.
Sialan !! Amoynya sampe muntah gini.. pasti gara gara keenakan disodok kontol.. haha.. kata pria itu sambil terus memompa tanpa memberi kesempatan Caroline bernapas lega.
Pria di belakang tertawa puas dan mempercepat genjotan di anus Caroline. Tubuh gadis itu semakin lemas di antara kedua pria tersebut. Air liur bercampur muntahan menetes deras dari mulutnya sementara lubang anusnya terus diregang kasar.
Pria di depan Caroline menarik batangnya keluar sejenak dari mulut gadis itu yang kotor oleh muntahan. Ia menatap wajah Caroline yang basah oleh air mata lalu memasukkan penisnya lagi dengan kasar. Batang itu menghunjam masuk hingga pangkal sekali lagi sehingga deepthroat terjadi lebih dalam.
Pria itu langsung menggenjot mulut Caroline dengan lebih kasar dan cepat. Ia memegang kepala gadis itu kuat dengan kedua tangan lalu memompa pinggulnya tanpa ampun. Setiap hantaman membuat batangnya masuk keluar dari kerongkongan Caroline dengan ritme brutal. Caroline tersedak hebat dan air liur bercampur muntahan semakin banyak keluar dari sudut bibirnya.
Pria di belakang masih terus menggenjot anus Caroline dengan kuat sehingga tubuh gadis itu terguncang dari dua arah. Pria di depan semakin beringas. Ia mempercepat gerakan memompanya hingga akhirnya tubuhnya mengejang keras. Air mani panas dan banyak menyembur langsung ke dalam kerongkongan Caroline.
Ia menekan kepala Caroline kuat ke pangkal batangnya agar gadis itu tidak bisa melepaskan diri. Caroline terpaksa menelan semua sperma yang menyembur deras itu. Beberapa tetesan lolos dari sudut mulutnya namun pria itu memaksa ia menelan hampir semuanya. Rasa asin dan pahit memenuhi tenggorokan Caroline hingga ia tersedak lagi.
Pria itu mendengus puas sambil memompa pelan beberapa kali terakhir sebelum menarik batangnya keluar. Ia menampar wajah Caroline dengan penisnya yang masih basah.
"Telan semuanya moy. Bagus.
Caroline batuk-batuk lemas dengan sisa sperma yang menetes dari mulutnya. Tubuhnya semakin lemah di antara kedua pria tersebut. Pria di belakang masih memompa anusnya dengan kasar sementara pria di depan tersenyum puas melihat kondisi gadis itu.
Pria di belakang terus menghujam anus Caroline dengan kasar tanpa henti. Pria di depan sudah menarik penisnya keluar lalu berdiri tegak. Ia menginjak kepala Caroline dengan sepatu kotornya yang berat.
"Begini nih nasib cina yang sok kaya kalau ada kerusuhan.. ledek pria itu sambil menekan sepatu lebih kuat ke kepala gadis tersebut.
Anehnya Caroline malah klimaks lagi. Tubuhnya mengejang hebat di karpet. Liang anusnya berdenyut kuat menjepit batang pria yang masih menghunjam di dalamnya sementara lendir kawin menyembur deras dari kemaluannya.
"Sialan. Nih amoy diperkosa malah keenakan" kata pria yang menyodomi anus Caroline dengan suara kasar.
Ia lalu menggenjot keras dengan tenaga penuh. Batangnya yang tebal menghujam masuk keluar dari lubang dubur gadis itu dengan ritme brutal. Setiap hantaman membuat pantat Caroline bergoyang liar. Pria itu mendengus keras lalu tubuhnya mengejang. Air mani panas menyembur deras memenuhi dalam anus Caroline hingga meluber keluar.
Caroline tergeletak lemas di karpet dengan napas tersengal. Tubuhnya basah oleh keringat.. lendir kawin dan air mani para perusuh. Lubang anusnya teregang lebar dan terus meneteskan cairan putih kental. Wajahnya masih terinjak sepatu kotor pria di depan. Kedua pria itu tertawa puas sambil melihat kondisi gadis yang sudah tak berdaya.
Tamu Tak Diundang
Kelompok pertama itu akhirnya pergi setelah puas meninggalkan Caroline tergeletak lemas di karpet. Tubuh gadis itu penuh cairan lengket dan lemah tak berdaya. Tak lama kemudian pintu ruangan hotel itu terbuka lagi. Kelompok perusuh baru yang lebih banyak masuk dengan sorak sorai kasar. Mereka langsung melihat Jennifer Beatrice dan Caroline yang masih telanjang dan lemas.
Para perusuh itu menyeret ketiga gadis tersebut ke meja panjang penerima tamu yang masih dihiasi bunga bunga dekorasi. Mereka memaksa Jennifer Beatrice dan Caroline berdiri membungkuk menungging di depan meja. Pergelangan tangan masing masing diikat dengan kain sobekan dekorasi lalu diikatkan ke kaki meja di depan sehingga tubuh mereka terbentang rapat dan pantat mereka terdorong ke belakang.
Posisi itu membuat ketiga gadis tak bisa bergerak banyak. Payudara mereka tergantung dan paha mulus mereka terbuka lebar. Para perusuh berbaris rapi seperti antrian tamu resepsi yang baru datang. Mereka tertawa sambil membuka celana satu per satu.
Pria pertama mendekati Caroline yang masih di tengah. Ia langsung mengarahkan batangnya yang sudah tegang ke lubang anus gadis itu yang masih basah dan teregang. Dengan satu dorongan kuat ia menghujam masuk hingga pangkal. Caroline menjerit pelan karena sensasi penuh itu kembali datang.
Pria itu menggenjot Caroline dengan gerakan kasar dan cepat. Tangan kasarnya menampar pantat gadis itu berkali kali sehingga kulit putihnya memerah. Sementara itu pria kedua mendekati Jennifer di sebelah kiri. Ia memilih liang kewanitaan Jennifer yang masih kering ketakutan lalu memaksa masuk dengan brutal. Jennifer melenguh keras tubuhnya tersentak setiap kali batang tebal itu menghunjam.
Di sebelah kanan Beatrice mendapat giliran dari pria ketiga. Pria itu memegang pinggang Beatrice erat lalu menyodok ke dalam anusnya tanpa banyak kata. Beatrice mendesis kesakitan namun ikatan di tangannya membuatnya hanya bisa menahan setiap hantaman.
Para perusuh berikutnya tetap berbaris sabar menunggu giliran. Mereka saling ledek sambil melihat ketiga gadis yang terguncang hebat. Suara basah pertemuan tubuh terdengar keras di lobi hotel yang sepi itu. Setiap pria yang selesai menggenjot akan mundur dan memberi tempat bagi yang berikutnya sehingga antrian terus berjalan tanpa henti.
Caroline merasakan batang baru menghujam anusnya lagi setelah pria pertama klimaks di dalam. Tubuhnya sudah lemas tapi sensasi paksa itu membuat lendir kawinnya terus keluar. Jennifer dan Beatrice juga mengalami hal serupa. Payudara mereka bergoyang liar setiap kali tubuh mereka didorong maju mundur oleh hantaman kuat dari belakang.
Para perusuh itu bergantian menggenjot ketiga gadis tanpa ampun. Beberapa memilih lubang kewanitaan yang lain memilih anus. Tangan mereka meraba buah dada dan menjepit puting susu gadis gadis tersebut sambil terus memompa pinggul dengan ritme brutal. Ruangan mulai dipenuhi aroma tubuh bercampur keringat dan air mani.
Penjarahan Dibasement hotel
Kericuhan juga terjadi di tempat lain dalam gedung tersebut. Sepasang muda mudi tamu undangan yang baru saja tiba di parkiran basement hotel langsung disergap oleh belasan perusuh beringas. Pria muda itu mencoba melawan dengan memukul salah satu perusuh namun ia segera dipukuli habis habisan oleh yang lain. Tubuhnya ambruk ke lantai parkiran dengan wajah berdarah dan napas tersengal.
Gadis kekasihnya yang cantik dengan paras oriental langsung ditangkap dan diseret ke dalam mobil mereka sendiri. Para perusuh membuka pintu jok belakang lalu melemparkan gadis itu ke dalam. Mereka bergantian naik ke jok belakang sambil menahan tubuh gadis tersebut. Pakaian gadis itu disobek paksa hingga robek total sehingga payudara dan kemaluannya terbuka.
Pria pertama langsung menduduki gadis itu dan mengarahkan batangnya yang tegang ke liang kewanitaan yang masih kering. Dengan satu dorongan kasar ia menghujam masuk hingga pangkal. Gadis itu menjerit keras merasakan sakit yang menusuk. Pria itu menggenjot tanpa ampun sambil menampar payudara gadis tersebut.
"Lubang lu masih sempit banget.
Gadis itu hanya bisa melenguh lemah karena mulutnya ditutup tangan salah satu perusuh. Tubuhnya terguncang hebat setiap kali batang tebal itu memompa masuk keluar. Lendir kawin mulai keluar dari kemaluannya meski ia menangis ketakutan. Para perusuh lain berdiri di sekitar mobil sambil tertawa dan bergantian menunggu giliran.
Setelah pria pertama klimaks dan menyemburkan air mani di dalam liang kewanitaan gadis itu ia keluar. Pria kedua langsung menggantikan posisi lalu memilih lubang anus gadis tersebut. Ia menyodok dengan brutal hingga masuk penuh. Gadis itu menjerit jerit antara sakit dan sensasi paksa yang datang. Pria itu menggenjot dengan ritme kasar sambil mencengkeram paha mulus gadis itu kuat.
Di jok belakang yang sempit itu tubuh gadis tersebut terus digenjot bergantian. Beberapa perusuh memompa liang kewanitaannya yang sudah penuh air mani sementara yang lain memaksa masuk ke mulutnya hingga deepthroat. Payudara gadis itu diremas kasar dan puting susunya dijepit jari jari kasar. Suara basah pertemuan tubuh dan jeritan tertahan gadis itu memenuhi basement parkiran.
Pria ketiga dan keempat naik bersama lalu satu menggenjot anus dari belakang sementara yang lain memompa mulut gadis itu secara bersamaan. Tubuh gadis tersebut terguncang hebat di antara dua batang besar. Air liurnya bercampur air mani menetes dari sudut bibirnya. Ia klimaks paksa beberapa kali hingga seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali.
Para perusuh terus bergiliran memperkosa gadis itu di jok belakang mobil tanpa henti. Kekasihnya yang sudah babak belur hanya bisa melihat dari lantai parkiran sambil dipukuli lagi jika mencoba bangun. Ruangan basement dipenuhi aroma tubuh bercampur keringat dan cairan kawin.
Perusuh berikutnya menarik gadis itu keluar dari jok belakang mobil dengan kasar. Tubuhnya yang lemas dan penuh cairan lengket langsung dibawa ke depan sedan. Ia memposisikan gadis tersebut telentang di atas kap depan mobil yang masih hangat. Punggung gadis itu menempel di kap sementara kepalanya tergantung sedikit di ujung.
Kedua tangan gadis itu direntangkan paksa ke samping lalu dipegang erat oleh dua perusuh lainnya. Paha mulusnya dibuka lebar dan kakinya tergantung di udara. Pria yang membawanya naik ke kap mobil lalu mengarahkan batangnya yang tegang ke liang kewanitaan gadis itu yang sudah basah oleh air mani sebelumnya.
Dengan satu hantaman kuat ia menghujam masuk hingga pangkal. Gadis itu menjerit panjang merasakan batang tebal itu memenuhi kemaluannya lagi. Pria itu menggenjot kasar tanpa ampun. Setiap dorongan membuat tubuh gadis tersebut terguncang hebat di atas kap mobil. Payudaranya bergoyang liar ke segala arah sementara tangannya ditahan kuat oleh kedua perusuh lain.
"Lubang lu makin enak setelah diisi banyak"
Gadis itu hanya bisa melenguh lemah dan menjerit pelan. Sensasi paksa itu membuat lendir kawinnya terus keluar bercampur air mani yang sudah ada di dalam. Pria itu memompa pinggulnya dengan ritme brutal. Tangan kasarnya meremas buah dada gadis itu sambil menjepit puting susunya keras.
Para perusuh di sekitar tertawa sambil menonton. Mereka bergantian memegang tangan gadis itu agar tetap terentang. Pria yang menggenjot terus menghunjam tanpa henti. Batangnya keluar masuk dari liang kewanitaan dengan suara basah yang keras. Gadis itu klimaks paksa lagi. Tubuhnya mengejang hebat di atas kap mobil dan liang kewanitaannya berdenyut kuat menjepit batang pria tersebut.
Pria itu mendengus kasar lalu mempercepat genjotannya. Akhirnya ia mengejang dan menyemburkan air mani panas yang banyak ke dalam rahim gadis itu. Setelah puas ia menarik batangnya keluar perlahan. Cairan putih kental langsung menetes dari kemaluan gadis tersebut ke kap mobil.
Perusuh lain sudah siap menggantikan posisi selanjutnya. Gadis itu masih terbaring telentang dengan napas tersengal dan tubuh gemetar. Kedua tangannya tetap direntangkan dan dipegang erat.
Perusuh itu menarik gadis tersebut turun dari kap mobil dengan kasar. Tubuhnya yang lemas dan penuh cairan langsung diseret ke lantai parkiran di samping pacarnya yang sudah telentang lemas dengan wajah berdarah. Para perusuh tertawa sambil memaksa gadis itu naik ke atas tubuh pacarnya.
"Maju lu. Ngentot sama pacar lu sendiri sekarang"
Gadis itu menangis namun tak berdaya. Ia diposisikan duduk di atas pinggul pacarnya lalu tangan kasar perusuh memegang kejantanan pacar yang anehnya sudah tegang meski tubuhnya babak belur. Batang itu dimasukkan paksa ke liang kewanitaan gadis yang sudah basah oleh air mani banyak pria sebelumnya.
Gadis itu mulai menggerakkan pinggulnya naik turun dengan pelan karena takut. Pacarnya hanya bisa mendesis lemah di bawahnya. Tubuh gadis itu masih terguncang karena baru saja digenjot kasar.
"Liat tuh kontol cowok lu aja sampe tegang gitu. Liatin lu digilir sama kita" kata salah satu perusuh sambil tertawa keras.
Para perusuh lain berdiri mengelilingi mereka sambil menonton. Mereka menampar pantat gadis itu agar gerakannya semakin cepat. Gadis itu melenguh pelan saat batang pacarnya menghunjam masuk keluar di dalam liang kewanitaannya. Meski pacarnya lemas ia tetap menggenjot tubuh gadis itu dari bawah dengan sisa tenaga.
Salah satu perusuh mendekat lalu memegang kepala gadis itu dan memaksa mulutnya terbuka. Ia memasukkan batangnya sendiri ke dalam mulut gadis tersebut sambil gadis itu terus naik turun di atas pacarnya. Gerakan itu membuat tubuh gadis terguncang dari dua arah. Payudaranya bergoyang liar dan lendir kawin terus menetes ke tubuh pacar di bawahnya.
Perusuh lain ikut meremas buah dada gadis itu kasar sambil menjepit puting susunya. Gadis itu mendesis dan mengerang tertahan karena mulutnya penuh. Ia klimaks paksa lagi di atas tubuh pacarnya. Liang kewanitaannya berdenyut kuat menjepit batang pacar hingga pacarnya juga menyemburkan air mani di dalamnya dengan lemah.
Para perusuh tertawa puas melihat pemandangan itu. Mereka belum puas dan siap melanjutkan giliran berikutnya di lantai parkiran yang dingin.
Pacar gadis itu makin nafsu melihat mulut kekasihnya yang terus digenjot para perusuh. Dengan sisa tenaganya yang masih ada ia ikut menghentak penisnya dari bawah dengan kuat. Batang pacarnya menghunjam naik ke liang kewanitaan gadis itu sehingga tubuh gadis makin melonjak liar di atasnya. Setiap hantaman dari bawah membuat payudara gadis bergoyang hebat dan pantatnya naik turun dengan cepat.
Gadis itu melenguh keras dan menjerit pelan. Sensasi dua arah itu membuatnya semakin kewalahan. Lendir kawinnya bercampur air mani yang sudah banyak di dalamnya menetes deras ke tubuh pacar di bawah. Ia merasakan campuran sakit nikmat paksa yang datang bergelombang.
Perusuh lain datang dari belakang lalu mendorong punggung gadis itu. Ia membungkukkan tubuh gadis ke depan sedikit sehingga posisi nungging di atas pacarnya semakin sempurna. Pria itu mengarahkan batangnya yang tebal dan keras ke lubang anus gadis yang masih basah oleh cairan sebelumnya. Dengan satu dorongan brutal ia menusuk masuk hingga pangkal.
Gadis itu menjerit panjang karena anusnya diregang penuh lagi. Kini ia merasakan dua batang besar sekaligus. Batang pacarnya menghunjam liang kewanitaannya dari bawah sementara batang perusuh menghunjam anusnya dari belakang. Kedua pria itu mulai menggenjot secara bersamaan dengan ritme kasar.
Tubuh gadis itu terguncang hebat di antara mereka. Setiap hantaman membuatnya melonjak maju mundur seperti boneka. Payudaranya bergoyang liar dan paha mulusnya gemetar tak terkendali. Perusuh di belakang memompa pinggulnya dengan kuat sambil menampar pantat gadis itu berkali-kali. Pacar di bawah juga terus menghentak dengan sisa tenaganya meski tubuhnya lemah.
"Liat tuh pacar lu ikut enak juga
Gadis itu hanya bisa mengerang dan mendesis tertahan. Liang kewanitaannya dan lubang anusnya terisi penuh bergantian. Sensasi penuh dari dua arah itu membuatnya klimaks paksa lagi. Tubuhnya mengejang hebat dan berdenyut kuat menjepit kedua batang tersebut. Lendir kawin menyembur keluar dari kemaluannya membasahi tubuh pacar di bawah.
Para perusuh lain di sekitar tertawa puas sambil menonton pemandangan itu. Mereka siap menunggu giliran berikutnya setelah kedua pria tersebut puas menggenjot gadis itu secara bersamaan.





Apa bakal jadi rusuhan & gangbang...
BalasHapusArahnya bisa macem-macem ini. Setelah digerebek massa calon suaminya bisa dipaksa merkosa nyokapnya sampe crot di dalem sambil ditonton Sherlin dan bokapnya, udah gitu bokapnya dipaksa merawanin Sherlin sampe crot di dalem juga. Semuanya sambil ditonton dan disorakin massa, beberapa orang malah udah coli sambil nonton dari deket. Udah selesai urusan sama bokap dan calon suaminya, mereka kemudian diiket di kursi masih dalam keadaan telanjang untuk jadi penonton acara utama di mana Sherlin diperkosa bergiliran secara kasar di semua lubangnya. Meski diperkosa, Sherlin diperintah untuk betingkah dan ngomong layaknya pelacur yang kecanduan kontol, Sherlin juga kadang diperintah untuk minta maaf ke calon suaminya kalo semua lubangnya sekarang udah jadi lubang bekas, diminta tuk mohon ke calon suaminya supaya masih mau kawin sama dirinya dan juga mau ngurus anak haramnya nanti dsb. Di sisi bokap dan calon suaminya yang terikat di kursi dalam keadaan telanjang, melihat Sherlin diperkosa habis-habisan malah bikin kontol keduanya ngaceng lagi. Massa yang sadar bikin Sherlin nyepong kontol bokap dan calonnya sambil terus diperkosa begiliran dari belakang. Sambil nyepong Sherlin yang lagi nangis juga bisa disuruh ngedeskripsiin gimana enaknya kontol-kontol yang lagi ngegenjot memek ato pantatnya, bokap dan calonnya berusaha nahan crot tapi akhirnya kalah
BalasHapusmana ni lanjutannya? gimana cara jadi kontributor cerita yaa?
BalasHapusKirim di kolom komentar aja hu..
Hapusemang cukup?
HapusBisa dikirim bertahap kalau gak cukup
HapusMantap akhirnya amarah nya dilampiaskan juga
BalasHapus