Tidak akan Mang Yusuf sampai sebegitu ingin anak majikannya menderita tanpa alasan. Berawal dari 19 tahun yang lalu saat pertama kali Mang Yusuf dan Bik Inah menginjakkan kaki di Jakarta untuk merubah nasib. Bosan hidup dalam kemiskinan membuat Mang Yusuf dan Bik Inah mencoba mencari kerja di kota lain dan memulai mencari-cari pekerjaan serta menyewa bedeng kecil di pinggiran Jakarta Utara. Mang Yusuf mencoba mencari kerja ke sana kemari dan tetap hasilnya nihil. Begitu pula Bik Inah yang juga berusaha mencari pekerjaan. Karena pintar masak dan beres-beres Bik Inah berniat menjadi ART. Sampai kejadian naas terjadi kepada Bik Inah yang kala itu hari sudah mulai gelap sedang berjalan pulang ke bedeng. Karena tidak juga mendapat pekerjaan dan saat ingin menyebrang jalan dari kejauhan tampak sebuah mobil sedan hitam melaju dengan kencang. Brakkkkkk daaaaarrrrrrr. Terpendal Bik Inah tertabrak mobil yang melaju kencang itu. Di dalam mobil Tony dan Liana pun kaget. Melihat keadaan sepi dan kondisi Liana yang kontaksi karena memang Tony memicu mobil dengan kecepatan tinggi.
Alasannya Liana harus segera dibawa ke rumah sakit karena ingin melahirkan. Mang Yusuf melihat istri nya dari kejauhan sontak berteriak dan meminta tolong. Berserakan Inah di tengah jalan dengan luka yang cukup parah. Disisi lain Tony ingin turun dan bertanggung jawab tapi Liana seperti nya sudah tidak dapat menahan perih karena sudah waktunya melahirkan. Dengan berat hati Tony langsung kembali melakukan mobil nya ka rah rumah sakit dan meninggal kan Inah yang baru saja ditabrak nya. Mang Yusuf tentu menghampiri Inah yang tidak sadar ka n diri ditepi jalan. Seraya berteriak meminta tolong dan pada akhir nya org yang berada di sekitar situ menolong Mang Yusuf dengan membawa Inah ke rumah sakit.
Mang Yusuf yang sempat melihat plat mobil Tony tentu saja geram dan berjanji akan menemukan Tony. Di rumah sakit Tony penuh rasa penyesalan dengan kejadian sewaktu berangkat ke rumah sakit. Ia hanya dapat merenung. Sedangkan di dalam ruang bersalin Liana sedang bertarung nyawa untuk melahirkan. Sampai beberapa jam kemudian Liana berhasil melahirkan seorang bayi mungil yang diberi nama Lizzy. Terbaring tak sadarkan diri Inah membuat Mang Yusuf frustrasi. Seakan hancur dunia ini melihat istri tercinta ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ditambah kabar buruk dari dokter yang membuat Mang Yusuf bersumpah akan membalas dendam kepada pelaku tabrak lari istri-nya tersebut yaitu Tony.
Dokter : benar dengan suaminya Ibu Inah. Mang Yusuf : benar Dok saya suaminya. Dokter : maaf Pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kami hanya dapat menyelamatkan istri bapak saja atau kata lain ibuk Inah mengalami keguguran.
Hancur hati Yusuf mendengar kabar dari dokter yang mana dia sendiri tidak tahu kalau Inah sedang hamil muda.
Mang Yusuf : lalu bagaimana Dok dengan keadaan istri saya. Tanya Mang Yusuf. Dokter : bapak bisa ikut saya sebentar ke ruangan saya ada yang ingin saya bicara kan keduanya pun berjalan menuju ruangan dokter.
Dokter : benar pak ibu Inah mengalami keguguran , dan seperti nya ibu Inah mengalami benturan keras pada bagian perut nya , sehingga ada beberapa organ yang mengalamin cidera dan kehilangan fungsi nya ..
Mang yusuf : maksudnya dok ? Saya kurang mengerti .. mang yusuf menimpali .
Dokter : dengan kata lain ibu Inah seperti nya sudah tidak bisa mengandung lagi pak ..
Mendengar itu pupus harapan mang yusuf untuk menjadi seorang ayah dari wanita yang amat sangat dia cintai ,
Belum lagi harus membayar biaya rumah sakit , mang Yusuf harus meminjam uang kepada rentenir sebesar 100 juta dengan jaminan rumah orang tuanya di kampung ,dan hutang itu belum terlunaskan sampai dengan saat ini ..
Hilang la penyesalan Toni seketika mengetahui Liana berhasil melahirkan anak nya dengan selamat , sementara mang Yusuf harus mengubur mimpi nya untuk menjadi seorang ayah ulah orang yang tidak bertanggung jawab ,
Mang yusuf : maksudnya dok ? Saya kurang mengerti .. mang yusuf menimpali .
Dokter : dengan kata lain ibu Inah seperti nya sudah tidak bisa mengandung lagi pak ..
Mendengar itu pupus harapan mang yusuf untuk menjadi seorang ayah dari wanita yang amat sangat dia cintai ,
Belum lagi harus membayar biaya rumah sakit , mang Yusuf harus meminjam uang kepada rentenir sebesar 100 juta dengan jaminan rumah orang tuanya di kampung ,dan hutang itu belum terlunaskan sampai dengan saat ini ..
Hilang la penyesalan Toni seketika mengetahui Liana berhasil melahirkan anak nya dengan selamat , sementara mang Yusuf harus mengubur mimpi nya untuk menjadi seorang ayah ulah orang yang tidak bertanggung jawab ,
Tanpa disadari, ternyata kedua keluarga tersebut berada di rumah sakit yang sama, karena Inah memang harus mendapatkan perawatan yang intensif. Itulah alasan Mang Yusuf meminjam uang kepada rentenir agar Inah bisa dirawat dengan baik di rumah sakit yang bagus. Setiba di parkiran, Mang Yusuf tanpa sadar kembali mengingat melihat mobil sedan hitam yang menabrak istrinya; nomor polisinya sama.
Terpikir oleh Yusuf, dia harus mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, apalagi dia akan berhadapan dengan orang kaya. Tentu tidak mudah baginya mendapatkan keadilan. Berhari-hari Yusuf gelisah memikirkan cara balas dendam terhadap keluarga Toni. Sementara itu, Inah yang keadaannya mulai membaik pun perlahan mulai mencari kerja lagi. Mang Yusuf memang sengaja tidak memberi tahu Inah bahwa Inah sudah tidak bisa mengandung anaknya lagi. Sampai mati, rahasia ini akan disimpan Mang Yusuf. Tidak pernah pula terlintas di pikiran Mang Yusuf untuk meninggalkan Inah. Inah adalah cinta mati Mang Yusuf!
Lizzy Terjebak Birahi
Sementara Lizzy masih terkurung di gudang keempat kacungnya itu mengatur rencana. Kesepakatan pun tercapai di mana mereka akan menyiksa Lizzy dengan tidak membiarkan Lizzy orgasme sampai Lizzy benar-benar binal. Tersentak Lizzy ketika Mang Yusuf datang sambil menarik kekang yang melingkari lehernya. Dengan jalan merangkak Lizzy mengikuti Mang Yusuf yang sengaja berjalan cepat. Sesampainya di ruang tamu Lizzy langsung dihadapkan oleh ketiga kacung lainnya.
Majikan Yang Malang
Tidak satu hal pun yang bisa dilakukan saat ini , kecuali menunggu kemurahan hati Para pembantu nya itu , dengan tubuh telanjang , nafsu yang memuncak , dan dengan kekang yang masih melingkarin leher nya dengan ujung yang mengait di tiang halaman belakang rumah nya itu sampai dengan Lizzy yang begitu lelah hingga tertidur dengan meringkuk kedinginan di terpa angin malam , tidak sehelai benangpun menutup tubuh Lizzy , sungguh malang nasih sang majikan ini ..
Sementara di dalam rumah , para kacung nya itu sedang berpesta miras dengan uang Lizzy dan bersenang-senang , sembari merencanakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya kepada Lizzy , hahaha...
Pagi harinya Lizzy tersadar karna terasa basah dan hangat tubuh nya , yang dimana ketika sang majikan membuka mata , ternyata keempat pembantu nya itu tengah mengelilingi Lizzy yang tengah mngencingin Lizzy secara bersamaan , sedangkan dibawah Lizzy pasrah saja menerima perlakuan tidak senonoh dari para pembantunya ini , setelah menyelesaikan kencing bersama , mang Yusuf menyuruh Lizzy untuk membersihkan kontol mereka dengan mulut Lizzy , perlahan bangkit dan langsung melahap kontol mang Yusuf , kang Samsul , kang Yadi dan pak Yanto sampai bersih , setelah selesai barulah kang Samsul membuka kekang pada leher Lizzy , dan langsung meminta Lizzy membersihkan diri
Teringat waktu itu Toni dan Liana membawa seorang bayi ketika kluar dri mobil , mang yusuf seperti mendapat angin segar , mang yusuf berniat ingin melamar kerja di ke kediaman Toni , dengan Inah sebagai perawat sekaligus ART , mang yusuf sendiri dengan keahliannya pernah menjadi sopir ketika masih lajang pun berniat melamar menjadi sopir di keluarga Toni. Dengan begitu Toni dapat membalas dendam atas apa yang sudah di perbuat Toni kepada istri nya..
Disuatu pagi 19 tahun yang lalu ..
Tampak sepasang suami istri dengan ragu-ragu memencet bel rumah megah kediaman Toni dan Liana. Inah berkata kamu yakin mas dirumah ini lagi cari ART. Mang Yusuf berkata di tanya dulu dong nah kalau ga ditanya kan kita ga tau. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki dari Balik gerbang karna memang gerbang rumah bermodel kan tertutup menyeluruh muncul bapak seorang bapak pria paruh baya yang bernama Pak Yanto.
Disuatu pagi 19 tahun yang lalu ..
Tampak sepasang suami istri dengan ragu-ragu memencet bel rumah megah kediaman Toni dan Liana. Inah berkata kamu yakin mas dirumah ini lagi cari ART. Mang Yusuf berkata di tanya dulu dong nah kalau ga ditanya kan kita ga tau. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki dari Balik gerbang karna memang gerbang rumah bermodel kan tertutup menyeluruh muncul bapak seorang bapak pria paruh baya yang bernama Pak Yanto.
Pak Yanto berkata : cari siapa yah mas. Mang Yusuf berkata permisi pak perkenal kan saya Yusuf dan ini istri saya Inah kedatangan kita kesini mau menawarkan diri barang kali di rumah ini sedang mencari pembantu dan tukang kebun. Jelas Mang Yusuf.
Toni berkata : siapa Pak. Tanya Toni dari kejauhan yang sedang bersiap berangkat kerja.
Pak Yanto berkata : sebentar yah kata Pak Yanto pada Yusuf dan Bik Inah. Pak Yanto pun kembali masuk untuk mendekati Toni.
Pak Yanto berkata : ini tuan ada yang mau mencari kerja katanya barang kali ada kerjaan sebagai pembantu.
Toni pun teringat bahwa pembantu sebelumnya baru saja mengundurkan diri karna harus pulang kampung merawat keluarga. Toni pun meminta Pak memanggil Inah dan Yusuf kedalam agar bisa sekaligus bertanya kepada Liana apakah butuh pembantu baru. Pak Yanto berlari keluar untuk memanggil Yusuf dan Inah. Toni pun menuju dalam rumah untuk menanyakan Liana tentang pembantu baru. Mendengar penjelasan Toni Liana pun langsung mengiyakan karna memang mereka sedang butuh pembantu. Tapi dengan Yusuf Liana sempat bingung karna sudah ada Samsul dan Yadi yang menjadi tukang bersih-bersih rumah dan halaman. Bertemu la Mang Yusuf Inah Toni dan Liana di dalam rumah.
Sekedar ingin tahu Toni sempat mengajukan beberapa pertanyaan kepada Yusuf dan dari situ la Toni mengetahui kalau Mang Yusuf pernah berkerja sebagai sopir dan memutuskan untuk memperkerjakan Toni sebagai sopir Liana dan anak nya kelak yaitu Lizzy. Liana juga meminta Bik Inah dan Yusuf untuk tinggal di mess belakang rumah mereka tanpa pikar panjang Mang Yusuf menyetujui karna dengan begitu dia tidak perlu lagi memikirkan biaya kontrak bedeng setiap bulan nya. Dan dimulai la hari ini Bik Inah dan Mang Yusuf sebagai pembantu di rumah itu.
Lizzy Terjebak Birahi
Sementara Lizzy masih terkurung di gudang keempat kacungnya itu mengatur rencana. Kesepakatan pun tercapai di mana mereka akan menyiksa Lizzy dengan tidak membiarkan Lizzy orgasme sampai Lizzy benar-benar binal. Tersentak Lizzy ketika Mang Yusuf datang sambil menarik kekang yang melingkari lehernya. Dengan jalan merangkak Lizzy mengikuti Mang Yusuf yang sengaja berjalan cepat. Sesampainya di ruang tamu Lizzy langsung dihadapkan oleh ketiga kacung lainnya.
"Eh lonte sekarang tugas lu banyak ya. Selain muasin kita berempat lu juga harus bersih-bersih ni rumah. Haha. Kata Pak Yanto.
"Baik tuan. Sahut Lizzy dengan suara lirih.
"Yaudah sini lu lonte sepong ni kontol kita. Haha. Kata Yadi.
Lizzy merangkak mendekatkan diri ke depan selangkangan para kacungnya. Bau busuk langsung terasa menyengat di hidung Lizzy.
"Enak kan lonte. Kita sengaja ga mandi dari kemarin biar lu terbiasa sama aroma kontol kita. Haha.
Kata Mang Samsul. Tawa bergema dari keempat kacung itu. Melihat Lizzy yang ragu Mang Yusuf langsung memegang kepala Lizzy dan mendorong kontolnya masuk hingga mentok di tenggorokan Lizzy. Tangan Mang Yusuf memegang kepala Lizzy lalu menggerakkan kepala Lizzy maju mundur mengikuti irama kontol besarnya. Glokk glokkk. Suara dari mulut Lizzy terdengar karena mulai terbiasa dengan sodokan itu.
Pak Yanto tidak tinggal diam dan langsung memainkan puting Lizzy. Sesekali ia mencubit dengan kuat sehingga Lizzy merasakan sakit di puting susunya. Sementara itu tangan kanan Lizzy dibimbing Mang Samsul untuk mengocok kontolnya dan tangan kiri Lizzy mengocok kontol Mang Yadi.
"Duuhh kenyal banget si Non. Bapak suka banget tetek modelan gini. Udah serasa mimpi aja. Haha. Kata Pak Yanto.
"Iyah nih pak. Tangannya juga lembut banget. Kata Yadi.
"Mentokin dalam-dalam Non. Jangan dilawan. Kata Mang Yusuf sambil mendorong habis seluruh batang kontolnya ke dalam mulut Lizzy dan mendiamkannya beberapa saat. Mata Lizzy sampai berubah putih dan ia merasakan sesak karena mulutnya disodok sangat dalam.
"Mang lihat tu si lonte sampe keenakan gitu. Haha. Kata Mang Samsul. Benar saja di balik rasa sakit dan tersiksa Lizzy ternyata merasakan kenikmatan. Terbukti dari memek Lizzy yang sudah mulai becek.
"Iyah nih memeknya udah becek aja padahal belum diapa-apain. Haha. Kata Pak Yanto sambil mengarahkan kontolnya ke memek Lizzy. Tubuh Lizzy bergetar seperti tersengat ketika kepala kontol Pak Yanto menyentuh memeknya. Pak Yanto buru-buru berbaring di bawah Lizzy lalu langsung memasukkan kontolnya ke memek Lizzy. Masih perih yang dirasakan Lizzy tetapi ia harus tetap melayani karena hidupnya sekarang benar-benar berada di tangan mereka.
"Gimana pak. Masih legit kah. Kata Yadi.
"Memek terenak deh pokoknya ini. Punya ABG lagi mulus. Haha.
Sahut Pak Yanto. Mendapat serangan di mulut dan di memeknya semakin membuat Lizzy merasakan sesuatu yang membara di tubuhnya. Tubuh Lizzy seakan bergoyang sendiri menyambut kontol Pak Yanto. Dirasa akan segera orgasme desahan Lizzy terdengar samar karena kontol Mang Yusuf masih bermain di mulutnya.
Mengetahui hal itu Pak Yanto segera mendorong tubuh Lizzy ke atas. Kontol Pak Yanto lepas dari memek Lizzy. Lizzy hanya bisa melirik ke arah Pak Yanto sambil mendesah seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak sanggup bicara.
"Mau keluar yah lu lonte. Tanya Pak Yanto pada Lizzy yang hanya dijawab dengan tatapan sayu karena hampir dilanda orgasme.
"Kenapa lu ha. Gatel ya memek lu ini. Kata Yadi sambil memasukkan tiga jarinya ke dalam memek Lizzy. Memeknya diam tetapi tubuh Lizzy malah terdorong turun seolah meminta jari Yadi masuk lebih dalam. Yadi pun tertawa lalu perlahan mengobok memek Lizzy sehingga Lizzy kembali mendesah kenikmatan. Tubuh Lizzy bergetar karena gejolak birahi yang semakin kuat dan hampir mencapai orgasme. Namun Yadi langsung mencabut jarinya sehingga Lizzy benar-benar tersiksa oleh birahinya sendiri.
Di atas Mang Yusuf mempercepat sodokan ke mulut Lizzy sebagai tanda ia akan segera mencapai orgasme. Croottt crooottt. Lizzy menelan semua peju Mang Yusuf tanpa tersisa setetes pun. Mang Yusuf pun mundur dan duduk di sofa sambil melihat aksi rekan-rekannya. Walaupun sudah beberapa kali menelan sperma Lizzy tetap merasa mual dan ingin muntah.
Pak Yanto pun kembali mengambil posisi lalu melesakkan kontolnya ke memek Lizzy dengan tempo cepat. Sementara itu Yadi menggantikan Mang Yusuf dengan menyodok mulut Lizzy secara brutal. Di bagian tengah Mang Samsul dengan kasar menampar-nampar buah dada Lizzy. Sayangnya setiap kali Lizzy nyaris mencapai orgasme ketiga kacung itu secara serentak menghentikan aktivitas mereka. Lizzy pun harus menanggung derita karena tidak diizinkan orgasme. Melihat sang majikan tersiksa keempat kacung itu hanya tersenyum licik karena rencana mereka untuk membuat Lizzy semakin binal berhasil.
Selang beberapa saat kontol Yadi berdenyut di dalam mulut Lizzy sehingga Lizzy harus kembali menelan peju. Croottt crooott. Menerima semburan peju hangat Mang Yadi di tenggorokannya Lizzy kembali bergetar dan menandakan ia juga akan orgasme. Sedikit lagi mencapai puncak Pak Yanto segera menarik kontolnya. Croottt croott. Pak Yanto menembakkan pejunya di atas perut Lizzy. Lizzy yang sudah di ambang kenikmatan kembali dibiarkan begitu saja tanpa peduli.
Sekarang hanya tersisa Mang Samsul yang masih berada di sampingnya dan masih memegang puting Lizzy. Pak Yanto dan Mang Yadi sudah bergabung dengan Mang Yusuf di sofa untuk menyaksikan pertunjukan selanjutnya. Tatapan Lizzy terhadap Mang Samsul seolah meminta agar Mang Samsul mengaduk memeknya yang gatal. Namun Mang Samsul dengan santai melepas tangan dari tubuh Lizzy karena ingin melihat reaksi Lizzy. Mang Samsul pura-pura mau berdiri dan meninggalkannya.
Dengan refleks Lizzy berusaha menahan Mang Samsul. Lizzy mencoba meraih kaki Mang Samsul tetapi tangan Mang Samsul langsung melayang dan menampar wajahnya. Sakit yang dirasakan Lizzy justru membuat dirinya semakin birahi. Sejenak Lizzy berpikir entah ada apa dengan tubuhnya ini yang seolah menikmati setiap siksaan dari kacung-kacungnya.
Lizzy lalu merangkak menuju halaman belakang rumah sambil diikuti Mang Samsul di belakangnya. Beberapa saat kemudian Mang Samsul meminta putri majikannya itu terlentang di atas rumput. Mang Samsul pun mulai menggenjot Lizzy di halaman dengan beralaskan rumput secara brutal. Sembari menggenjot memek Lizzy Mang Samsul kerap menampar pipinya dan memencet puting susunya dengan keras. Tubuh Lizzy seakan menerima semua perlakuan itu. Tamparan yang seharusnya menyakitkan malah terasa nikmat bagi Lizzy.
Namun tanpa Lizzy sadari keinginannya untuk mencapai orgasme hanyalah sia-sia. Sudah dua kali Lizzy gagal orgasme semenjak digenjot Mang Samsul dan hal itu semakin membuatnya frustrasi. Mang Samsul mempercepat tempo genjotannya. Lizzy merasakan sesuatu yang akan meledak di tubuhnya. Sudah hampir sepuluh kali ia gagal orgasme sehingga tatapannya bertemu dengan Mang Samsul seolah memohon pelepasan.
Namun ploop Mang Samsul lagi-lagi mencabut kontolnya sehingga kenikmatan yang dinantikan Lizzy buyar. Masih dalam keadaan tidak karuan Mang Samsul langsung memompa memeknya lagi dan crooottt crooottt. Mang Samsul menembakkan pejunya ke dalam memek Lizzy tanpa peduli Lizzy yang belum mencapai orgasme sama sekali. Mang Samsul masih ngos-ngosan lalu meraih kekang Lizzy dan menyeret tubuhnya yang dilanda birahi ke sudut halaman belakang. Mang Samsul mengikat kekang itu pada tiang besi kemudian meninggalkan Lizzy yang masih tersiksa birahi.
Gatal sekali rasanya memek Lizzy. Tangan Lizzy pun mencoba menusuk-nusuk memeknya sendiri tetapi tidak ada rasanya sehingga terasa hambar. Mang Samsul menuju rumah dan menutup pintu belakang sehingga membiarkan Lizzy sendirian di luar dalam keadaan dilanda birahi.
"Haha.. gua kurung tu lonte di luar. Haha. Kata Mang Samsul.
"Haha biar mampus tu lonte. Sahut Mang Yusuf.
"Kejem bener lu ahh. Udah memeknya lu obrak-abrik malah lu suruh tidur di luar. Haha. Kata Pak Yanto.
"Hahah enak banget yah hidup kita sekarang. Haha. Sahut Yadi.
Majikan Yang Malang
Tidak satu hal pun yang bisa dilakukan saat ini , kecuali menunggu kemurahan hati Para pembantu nya itu , dengan tubuh telanjang , nafsu yang memuncak , dan dengan kekang yang masih melingkarin leher nya dengan ujung yang mengait di tiang halaman belakang rumah nya itu sampai dengan Lizzy yang begitu lelah hingga tertidur dengan meringkuk kedinginan di terpa angin malam , tidak sehelai benangpun menutup tubuh Lizzy , sungguh malang nasih sang majikan ini ..
Sementara di dalam rumah , para kacung nya itu sedang berpesta miras dengan uang Lizzy dan bersenang-senang , sembari merencanakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya kepada Lizzy , hahaha...
Pagi harinya Lizzy tersadar karna terasa basah dan hangat tubuh nya , yang dimana ketika sang majikan membuka mata , ternyata keempat pembantu nya itu tengah mengelilingi Lizzy yang tengah mngencingin Lizzy secara bersamaan , sedangkan dibawah Lizzy pasrah saja menerima perlakuan tidak senonoh dari para pembantunya ini , setelah menyelesaikan kencing bersama , mang Yusuf menyuruh Lizzy untuk membersihkan kontol mereka dengan mulut Lizzy , perlahan bangkit dan langsung melahap kontol mang Yusuf , kang Samsul , kang Yadi dan pak Yanto sampai bersih , setelah selesai barulah kang Samsul membuka kekang pada leher Lizzy , dan langsung meminta Lizzy membersihkan diri
Mang Samsul berkata : lu gua lepasin dulu sementara waktu pelacur sana lu mandi bersih bersih trus dandan yang cakep. Suruh Mang Samsul.
Yadi berkata : kita mau ajak lu jalan jalan moy.
Jalan la Lizzy dengan tetap merangkak menuju lantai atas kamar nya seraya berfikir kemana pada kacung nya ini akan membawa nya. Sekitar satu jam berlapa akhirnya Lizzy keluar dari kamar dengan tubuh yang sudah bersih dan wangi.
Tapi tetap saja Lizzy keluar dengan jalan yang merangkak. Begitu sulit bagi nya berjalan seperti itu ketika menuruni atau menaiki tangga. Melihat itu malah dengan kejam nya Mang Yusuf tak peduli.
Yang ada di benak nya Lizzy adalah peliharaan nya dan harus tetap merangkak di hadapan nya. Sesampai di hadapan tuan nya Lizzy kembali dipasang kan kekang pada leher nya oleh Mang Samsul.
Dan langsung di seret ke garasi.
Yang mana Pak Yanto sudah lebih dulu keluar dan sedang memanaskan mobil.
Lizzy di paksa masuk ke dalam bagasi belakang mobil dengan bagasi yang kecil.
Lizzy harus meringkuk agar bisa masuk ke dalam bagasi. Melajulah mereka menuju keluar Jakarta dan dengan menempuh perjalanan yang cukup lama.
Di dalam bagasi tentunya Lizzy bertanya tanya dalam hati kemana tujuan sebenarnya. Sampai pintu bagasi terbuka muncul Kang Yadi memberi nasi yang seperti sisa kepada Lizzy. Bahkan tampak ada abu rokok di dalam makanan itu. Memang benar Lizzy belum makan dari kemarin. Tapi melihat nasi yang sudah menjadi bekas dari pembantunya itu seketika Lizzy tidak merasakan lapar lagi dibanding harus makan makanan sisa tersebut. Kesal melihat Lizzy yang tidak juga memakan nasi pemberian nya itu Kang Yadi langsung menampar Lizzy dengan keras.
Yadi berkata lu mau makan ini ga lonte.
Air mata Lizzy menetes akibat menerima tamparan keras Kang Yadi.
Lizzy berkata : ampun tuann...
Yadi berkata : gua ga butuh lu minta ampun sekarang lu mau makan ini atau gua injak injak itu nasi trus lu makan haha..
Lizzy berkata : iyah tuan Lizzy akan makan ini sambil melihat kearah luar bagasi Lizzy melihat Mang Yusuf yang hanya tertawa melihat keadaan nya. Ingin memulai makan dengan cepat Kang Yadi menginjak telapak tangan Lizzy dengan sepatu nya.
Yadi berkata : anjing ga ada yang makan pakai tangan ngarti kaga lu lonte haha.
Lizzy mendekatkan kepalanya pada makanan sisa itu. Hidungnya mencium aroma tidak sedap dari makanan itu.
Ketika Lizzy mengunyah pertama kali Lizzy menyadari bahwa nasi itu bukan hanya bekas tapi banyak abu rokok. Makanan itu juga sudah bercampur ludah dari para pembantunya.
Mang Yusuf berkata : haha enak kan moy itu banyak loh vitaminnya haha.. sambil Mang Yusuf mendekat.
Lizzy tidak bisa menelan nasi itu karena ada rasa ingin muntah. Tidak dapat digambarkan betapa tidak enaknya nasi itu. Kang Samsul berkata : lu muntahin gua seret lu nanti jalan pulang.
Ketakutan Lizzy memang sudah sangat besar kepada mereka. Perlahan tapi pasti Lizzy benar benar dapat menghabiskan nasi bekas pemberian dari Kang Yadi.
Mang Yusuf berkata : kok tiba tiba gua sange yah haha buka tu memek lu lontee gua mau ngerasain ngewek di bagasi haha.
Lizzy dengan berat hati membuka CD nya dan segera mengangkangi keluar dengan posisi kepala masih di dalam bagasi.
Pak Yanto memang sengaja memilih jalan yang sepi sehingga kalau saja di perjalanan mereka ingin menggauli Lizzy bisa berhenti di jalan yang sepi itu. Pak Yanto juga sering berpasal pasalan dengan orang lain.
Mang Yusuf mulai memasukan kontolnya yang jumbo itu ke dalam memek Lizzy.
Bleeeessssshhh. Rasa sudah mentok Mang Yusuf langsung saja memompa memek Lizzy dengan brutal. Terjadi desahan Lizzy yang mana bukan karena nikmat tapi karena kesakitan. Tidak diberi ruang oleh Mang Yusuf untuk Lizzy dapat menikmati persetubuhan itu. Tubuh Lizzy yang sudah terbiasa dengan kekerasan pun berangsur berubah. Kesakitan yang awal nya di rasa detik demi detik menjadi nikmat kebrutalan. Mang Yusuf memompa memek nya kini di sambut nya dengan hentakan pinggul nya.
Mang Yusuf berkata : liat ni si non udah kayak lonte beneran haha.. sambil Mang Yusuf memberitahu kepada tiga rekannya itu.
Yadi berkata : hahah enak yah non di mentokin kentot gini tak lupa tangan Kang Yadi menampar nampar payudara Lizzy.
Lizzy berkata : Iyaaa tuan entot anjing ini tuan.. perkosa Lizzy tuan.. racau Lizzy yang mulai merasakan nikmat di entot.
Mang Yusuf berkata : lu terima ya ini gua bikin bunting lu trus Mang Yusuf memompa Lizzy dengan brutal dan tempo yang sangat cepat.
Lizzy berkata : anjing mau kencing tuan ampun tuan.
Melihat Lizzy yang nyaris orgasme Mang Yusuf dengan cepat menghentak hentakan pinggulnya. Creettt.. creeett seketika tubuh Lizzy mengejang dan napasnya ngos ngosan. Mang Yusuf yang sudah di ujung pun langsung menembakan benih cinta nya di dalam memek Lizzy. Belum selesai Lizzy menikmati orgasme nya itu dia ditarik paksa oleh Kang Yadi dan langsung meminta Lizzy menungging. Blessssshhhh kontol Kang Yadi dengan gampang masuk ke memek Lizzy yang sudah licin akibat cairan cinta nya yang bersatu dengan peju Mang Yusuf.
Tubuh dan pikiran Lizzy kini sudah terbiasa dengan segala bentuk pelecehan kekerasan atau penghinaan dari kacung kacung nya itu. Bahkan Lizzy yang baru saja orgasme kembali digenjot Kang Yadi. Tak sampai beberapa menit kembali tubuh Lizzy mengejang dan creettt creeett Kang Yadi merasakan ada yang menyembur di dalam memek Lizzy. Yang menyirami kepala kontol nya.
Yadi berkata : anjing ini lontee udah croot lagi aja anget euyy hahaha tawa Kang Yadi.
Tampak Lizzy sudah mulai tidak dapat mengontrol diri nya lagi. Kenikmatan yang baru saja di rasakan nya membuat dia menginginkan nya lagi dan lagi.
Kang Yadi yang belum klimak pun mempercepat goyangan pinggul nya.
Menyentuh bagian terdalam memek Lizzy.
Creeeeettt creeeeetttt..
Tiga kali Lizzy sudah orgasme sedangkan Kang Yadi masih dengan santai memompa memek Lizzy sampai mentok.
Melihat permainan yang semakin hot Pak Yanto pun mendekati Lizzy langsung menyodorkan kontol jumbo nya ke mulut Lizzy. Tentu saja langsung di sambut oleh Lizzy. Sedikit demi sedikit Lizzy sudah memahami cara mengulum dan dengan cekatan lidah Lizzy bermain mengitari kontol Pak Yanto. Membuat Pak Yanto sesekali menyodok jauh kedalam tenggorokan Lizzy. Sedangkan di bawah seperti nya Kang Yadi mulai mempercepat tempo genjotan pada memek Lizzy.
Menandakan Kang Yadi sudah hampir klimak. Hentakan Kang Yadi pun disambut dengan goyangan Lizzy.
Aaaaarrrrgggghhhh erang Kang Yadi.
Hhhhhmmmmm hhhmmmmm desah Lizzy yang mulut nya sedang di rojok oleh Pak Yanto. Crooottt crooottt.. Creetttt creeeett.
Tembakan peju Kang Yadi ternyata di sambut dengan Lizzy yang kembali orgasme yang keempat kali nya.
Yadi berkata : hahahahah ini lonte makin di sodok ternyata makin keenakan sampe croot lagi tu memeknya.
Pak Yanto merasa kontol nya pada mulut Lizzy pun berdenyut kuat. Akibat Lizzy yang mencapai orgasme membuat kontol Pak Yanto sangat terasa di jepit pada bagian dalam mulut Lizzy. Dan crooottt croooottt.. Pak Yanto menembakan peju nya ke dalam mulut Lizzy. Tak tersisa setetespun peju Pak Yanto masuk ke dalam perut Lizzy.
Melihat Lizzy yang masih kejang kejang dan lemas akibat orgasme empat kali Kang Samsul mendekatin Lizzy dan langsung menggantikan posisi Yadi. Dengan posisi Lizzy yang masih menungging Kang Yadi mencoba memasukan kontol jumbo nya ke bool Lizzy. Mengerti keinginan tuannya satu ini Lizzy pun membenarkan posisi nya agar tuannya dapat dengan mudah memasukan kontol jumbo nya ke dalam bool Lizzy.
Kang Samsul berkata : anjing pintarr udah paham yah kalau lu itu cuma lonte dan harus siap di entot haha.. ejek Kang Samsul pada Lizzy.
Beberapa saat kemudian kontol jumbo Kang Samsul mulai membelah pantat Lizzy.
Benar sakit tak tertahan yang di alami Lizzy mengeluhpun tak ada gunanya jadi Lizzy cukup menahan sakit yang mendera pantat nya itu sampai masuk seluruh batang jumbo Kang Samsul dalam anusnya. Mulai Kang Samsul memaju mundur kan batang jumbo nya. Serasa di tarik sebagian tubuh Lizzy kala Kang Samsul memompa anus nya itu.
Kang Samsul tampak menikmati jepitan anus Lizzy.
Perlahan rasa sakit yang di awal menjadi rasa nikmat. Mulai Lizzy mendesah akibat sodokan Kang Samsul yang mulai bergerak cepat. Beberapa menit tampak Lizzy mulai meracau hebat. Bahkan Lizzy merasa sodokan Kang Samsul mampu membawa nya lebih nikmat daripada Kang Yadi dan Mang Yusuf. Cukup lama Kang Samsul memborbardir lobang anus Lizzy tak terhitung ntah berapa kali Lizzy orgasme di buat Kang Samsul. Tubuh Lizzy sudah seperti tidak bertenaga lagi sedangkan Kang Samsul belum ada tanda tanda akan klimax.
Terakhir Lizzy yang sudah lemas tampak kejang kejang lagi dikarenakan orgasme untuk yang kesekian kalinya.
Pada akhirnya Lizzy yang sudah tidak bergerak lagi di situlah Kang Samsul merasakan akan orgasme. Crooottt crooott.
Crooottt crott.. Banyak sekali peju di tumpahkan Kang Samsul dalam memek Lizzy. Ploop.. akhirnya lepas sudah anus Lizzy dari siksaan yang membawa nikmat.
Tak terasa haripun sudah hampir sore.
Mengingat tujuan mereka masih jauh Lizzy yang tengah pingsan dan tidak bergerak itu pun dimasukan kedalam bagasi dengan keadaan telanjang. Kembali mereka melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat yang masih menjadi rahasia.
.png)

Mang Yusuf mengganas.. mantap cerita suhu.. hehe
BalasHapus