Langsung ke konten utama

Aplikasi XBang Oriental 3

⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️

Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu.

Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata.


Seminggu berlalu lagi seperti mesin motor tua yang nyaris mogok. Aku melakukan ojol dari pagi sampai siang merokok di pinggir jalan dan tidur gelisah di kasur busa yang semakin tipis. Bayangan Vanessa masih nempel di kepala bersama aroma air laut di atas kapal pesiar serta desahan yang manis.

Aku membuka aplikasi XBang Oriental hanya sekali lalu memeriksa countdown. Kali ini aplikasi tersebut cukup pelit sehingga bukan lima nama segar melainkan hanya dua profil baru yang muncul di bagian Fresh Batch dengan label merah kecil bertuliskan Limited Stock – Take It or Leave It.

Aku menggeser layar hitam pekat itu dengan pelan. Profil pertama adalah Lina berusia 37 tahun. Profesi dia pemilik toko bangunan di Cakung. Foto pertamanya memperlihatkan dia memakai dress sederhana di depan rak cat tembok dengan rambut didanggul ke atas serta senyum khas enci-enci yang kesepian. Foto keduanya menunjukkan dia di gudang toko dalam keadaan telanjang kecuali sarung tangan kerja. Tangannya diikat ke rak besi. Badannya penuh debu semen. Mulutnya terbuka seolah meminta pasir kasar. Alasan dia ikut adalah dia capek mengurus tukang dan suami yang lemot. Dia ingin merasakan yang kasar dari pria-pria pribumi yang biasa angkat material berat. Toko tutup jam delapan malam sehingga gudang belakang terbuka. Jumlah peserta enam sampai delapan orang. Boleh pakai tali tambang dan semen basah sebagai mainan. Ratingnya New dengan keterangan badan masih kencang untuk umur tersebut serta suka ditarik rambut sambil bilang Ibu mau diisi semen.

Profil kedua adalah Sherlin Wijaya yang kini berusia empat belas tahun. Sepertinya dia masih sekolah. Foto pertamanya memperlihatkan wajah imut dengan ekspresi yang manja. Matanya sipit dan  menggoda. Rambut panjang sepundak dengan poni serta senyum kekanak-kanakan di depan cermin kamar. Foto kedua dan ketiganya menunjukkan dia telanjang di ranjang pink. Tangannya terikat pita satin merah muda. Kemaluan sudah basah. Matanya memohon ke kamera. Alasan dia ikut adalah dia tidak sengaja membuka video gangbang di internet. Sejak itu dia sering membayangkan dirinya ditindih banyak cowok sampai nangis. Dia manja di rumah tetapi malam ini ingin dianggap dewasa. Kamar tidurnya full pink. Apartemen sepi karena pembantu sedang pulang kampung sementara orang tua kerja sampai malam. Mulai di kamar lalu lanjut ke taman bermain anak di lantai lima apartemen. Jumlah peserta delapan sampai sepuluh orang. Rekam boleh tetapi jangan disebar. Dia ingin digenjot sampai nangis minta ampun tetapi tetap dipanggil dek atau sayang. Ratingnya New dengan keterangan wajah imut badan kecil liang kewanitaan super sempit serta suka nangis manja.


Aku duduk diam di kasur dengan rokok menyala di tangan. Pilihan kali ini tipis sekali. Enci Lina terlalu dewasa untuk selera aku yang biasa dengan cewek muda Chindo. Sherlin memiliki wajah imut banget yang kekanak-kanakan tetapi fantasinya ekstrim sehingga aku ragu. Jari aku berhenti di atas tombol Pesan Paket. Aku membuka chat grup aplikasi pesan lalu mengirim screenshot dua profil tersebut.

"Bro.. minggu ini cuma dua. Enci Rina atau Sherlin? Gue ragu nih.

Balasan cepat dari Budi langsung muncul di grup. Gue udan liat Sherlin. Mukanya imut banget kayak boneka cina tapi tatapannya kayak minta digenjot sampe nangis. Daripada kontol nganggur mending kita sikat aja sekalian. Lumayan juga tuh.. mukanya manja banget kayak minta ditampar sambil dikasih yang enak enak.

Bang Joko membalas dengan cepat. Setuju. Yang Enci enci nanti aja kalau lagi pengen yang kasar banget. Sherlin gas.

Doni ikut menimpali. Gue juga ikut. Soalnya gak tahan bayangin amoy manja yang imut dihancurin di kamarnya yang pink dan penuh boneka.

Aku menarik napas panjang lalu akhirnya mengetik balasan. Oke. Kita semua sepakat pilih Sherlin. Lokasinya apartemen mewah di Jakbar. Jam sembilan pagi ini pas ortunya pada sibuk kerja diluar. Katanya dia sengaja bolos sekolah karena pura pura sakit padahal pengen ngerasain enak. Pintu unit 1703 terbuka.

Konfirmasi dari aplikasi langsung muncul. Pesanan diterima. Sherlin sudah nunggu di kamar pinknya. Dia bilang Aku pengen dianggap dewasa hari ini. Genjot aku sampe aku lupa caranya manja.


Aku mematikan rokok di asbak lalu segera mengganti baju dengan cepat. Aku memakai kaos hitam yang pas di badan celana cargo pendek serta jaket hoodie tebal. Setelah itu aku keluar dari kosan naik motor Supra lalu langsung gas menuju daerah Jakbar yang terkenal ramai dengan komunitas chindo.

Di tengah perjalanan grup chat semakin ramai dengan pesan yang masuk terus menerus. 

"Dik.. lu yakin tuh amoy kimcilnya mau diobrak abrik sama kita semua.. secara dia kan masih smp.. hehe..

"Ya awalnya gue juga kurang yakin sih.. tapi kalau dilihat dari sesi gangbang yang udah udah kan emang beneran begitu. Jawabku.

"Iya dulu  gue juga sempet ragu sama aplikasinya. Tapi sekarang gua baru sadar kalau ternyata banyak juga amoy amoy diluar sana yang punya birahi tinggi dan pengen ngerasain nikmatnya kontol pribumi. Kata Budi.

Total sembilan orang yang akan datang yaitu aku.. Budi.. Joko Doni Asep Edo serta tiga ojol lain yang biasa ikut gabung. Setelah tiba di apartemen mewah itu kami semua memarkir motor di basement. Tukang parkir sudah menunggu dan langsung menyerahkan kartu khusus pemilik apartemen yang sudah dititipkan sebelumnya. Kami lalu naik lift bersama menggunakan kartu itu. Di dalam lift udara terasa dingin dan suasana agak tegang karena tidak ada yang banyak bicara. Aku berdiri di tengah mereka sambil memegang tas kecil. Aku gesekkan kartu khusus itu ke panel lift lalu tekan tombol lantai tujuh belas. Lift naik pelan hingga lantai tersebut dan pintu terbuka dengan suara pelan.

Koridor apartemen sepi sekali hanya ada suara AC yang berhembus pelan. Kami berjalan menyusuri lorong hingga sampai di depan unit 1703. Pintu unit itu memang sedikit terbuka seperti janji sebelumnya. Aku merasakan jantung berdegup lebih kencang tapi tetap melangkah masuk diikuti yang lain.

Aku mendorong pintu itu dengan pelan. Di dalam apartemen terasa dingin karena AC. Furniture minimalis mahal langsung terlihat. Bau parfum manis menyambut kami. Sherlin berdiri di tengah ruang tamu memakai tank top pink pastel dan rok pendek plisket yang sama pinknya. Rambut bob pendek dengan poni rapi membuat wajahnya terlihat imut seperti gadis SMA. Pipinya chubby mata bulat bibir kecil mengatup malu-malu. Badannya masih mungil dengan tinggi hanya sekitar seratus lima puluh lima sentimeter karena masih SMP tapi kulitnya putih mulus kayak kebanyakan gadis chindo lainnya.

Bang Dika suaranya kecil manja tapi ada getar excited. Aku Sherlin. Kamar aku di ujung koridor. Semua pink seperti yang di foto.

Kami masuk berjejer. Sherlin melihat jumlah kami sehingga mata bulatnya melebar sebentar lalu pipinya langsung merah. Tapi dia tidak mundur malah menggigit bibir bawah dan tangannya memainkan ujung roknya.

Aku pengen dianggap dewasa hari ini Jangan panggil aku dek terus ya meski aku suka. Mulai di kamar dulu.

Dia berjalan di depan dengan pinggul kecilnya yang bergoyang pelan. Kami mengikuti ke kamar tidurnya.

Ruangan itu benar-benar dunia pink. Dinding cat pink pastel ranjang king size dengan seprai satin pink bantal-bantal berbentuk hati serta boneka unicorn meja rias pink dengan lampu LED heart shape bahkan lampu gantung berbentuk awan pink. Di tengah ranjang ada boneka kelinci pink besar berbulu lembut dengan mata hitam mengkilap seperti teman tidur Sherlin setiap malam.

Sherlin berdiri di depan ranjang lalu menarik tank topnya ke atas dengan pelan. Bra pink renda kecil terlihat sehingga payudaranya yang kecil tapi kencang tampak jelas dengan puting sudah mengeras. Dia membuka rok plisketnya yang kemudian jatuh ke lantai. Celana dalam pink tipis sudah basah di tengah.

Aku sering bayangin video itu aku yang di tengah ditindih banyak cowok. Hari ini tolong buat aku nangis tapi tetep peluk aku setelahnya ya.

Budi nyengir lebar dari belakang. Gas aja Dik. Mukanya imut banget nih pasti enak digenjot sampe nangis.

Di kamar pink itu Sherlin mulai dihukum secara kasar karena dia anak nakal. Aku maju ke depan lalu memegang dagu Sherlin dengan keras sampai pipinya terjepit. 

"Kamu manja banget ya. Pasti sering tidur sambil meluk boneka kelinci ini. Hari ini boneka kesayanganmu itu bakal liat kamu dihukum seperti anak nakal yang bandel.

Tanpa buang waktu aku langsung mendorong tubuh mungilnya dengan kasar ke ranjang sehingga Sherlin terjengkang. Aku mengambil boneka kelinci pink besar itu lalu menekannya ke dada dan wajahnya. Peluk bonekamu erat-erat. Jangan lepas. Biar dia liat kamu digenjot kayak anak kecil yang lagi dihukum.

Sherlin langsung memeluk boneka kelinci itu dengan erat. Tangan kecilnya mencengkeram bulu pink lembut sehingga mukanya setengah tenggelam di dada boneka. Matanya sudah berkaca-kaca.

Aku membalik tubuhnya dengan kasar lalu menarik pinggulnya ke pinggir ranjang sampai bokong kecilnya menggantung di udara dan kaki mungilnya menggantung lemas. Posisinya nelungkup brutal karena badan atasnya masih menempel di kasur mukanya menempel boneka sementara bokong dan vagina terpampang sempurna di pinggiran ranjang. Aku berdiri di belakangnya dengan kedua kaki kokoh di lantai sehingga posisi ini memudahkan aku menghajar dari belakang dengan tenaga penuh.

Siap-siap dihukum dek nakal.

Aku menampar bokong putih mulusnya dengan keras sekali sehingga suara tamparan menggema di kamar pink. Bekas lima jari merah langsung muncul. Sherlin menjerit ke dalam boneka tapi pinggulnya malah naik sedikit.

Aku menampar lagi dengan lebih keras sehingga bokong kecilnya cepat memerah terang dan bergoyang setiap tamparan. Kamu nakal ya. Suka bayangin digangbang. Ini hukumannya.

Tanpa aba-aba aku memosisikan kejantanan di depan vagina sempitnya lalu menghantam masuk dengan keras sekali sampai pangkal. Aku berdiri tegap di belakang sambil kedua tangan memegang pinggul kecil Sherlin erat-erat. Sherlin menjerit nyaring ke boneka kelinci sehingga tubuh kecilnya kejang hebat. Vaginasnya super ketat seperti mau meremukkan kejantananku. Aku langsung menggenjot dengan brutal menghajar dari belakang dengan hantaman panjang dan kuat. Setiap dorongan membuat seluruh badannya maju sehingga mukanya semakin tenggelam ke boneka pink.

Bunyi basah hantaman pangkal memenuhi ruangan. Aku memegang pinggul kecilnya dengan erat jari menekan kulit sampai memutih lalu menarik rambut bob pendeknya ke belakang dengan kasar supaya mukanya terangkat. Lihat bonekamu. Bilang ke kelinci pink kamu lagi dihukum karena nakal.

Sherlin nangis sesenggukan sehingga air mata membasahi bulu boneka. Suaranya pecah-pecah. Aku nakal lagi dihukum ahh. Genjot lebih keras.

Budi naik ke ranjang di depan lalu mengangkat kepala Sherlin dengan paksa dan memasukkan kontolnya ke mulut yang masih terbuka karena jeritan. Sekarang Sherlin benar-benar terjepit karena aku menghajar vagina dari belakang seperti palu godam sementara Budi memompa mulut dari depan tanpa ampun. Badan kecilnya bergoyang maju mundur dengan hebat dan boneka kelinci masih dipeluk erat di dada seperti pelindung satu-satunya.

Bang Joko dan Edo bergantian menampar bokong Sherlin yang sudah merah membara. Setiap tamparan disertai hantaman dari aku yang semakin kasar. Anak nakal. Ini hukuman buat yang suka fantasi kotor.

Tamparan bertubi-tubi membuat bokong Sherlin panas dan bengkak. Asep memindahkan kamera close-up ke wajah sehingga merekam air mata deras yang membasahi boneka bibir kecil yang meregang di sekitar kontol Budi poni rambut yang acak-acakan dan lengket keringat.

Aku mengganti ritme menjadi pendek dan super cepat seperti mesin bor. Setiap hantaman pendek membuat vagina sempitnya berdenyut liar. Sherlin mengalami orgasme pertama yang datang keras sehingga tubuhnya menegang hebat jeritan teredam di mulut Budi dan cairannya menyembur keluar membasahi paha kami. Tapi aku tidak berhenti. Aku terus menghajar dengan lebih brutal menarik rambutnya lagi sambil menampar bokong yang sudah memerah total.

Kamu masih manja. Masih nakal. Bilang.

Sherlin lepas sebentar dari mulut Budi sehingga suaranya pecah sambil nangis. Masih nakal. Hukum aku lagi. Aku mau nangis lebih banyak.

Kami mengganti posisi tanpa ampun. Aku mengangkat Sherlin sebentar lalu membalik badannya hingga telentang sambil tetap memeluk boneka kelinci di dada. Lalu aku mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi sampai lutut menyentuh bahu sehingga posisi mating press brutal terjadi di pinggir ranjang. Aku menindih seluruh berat badan lalu menggenjot dalam-dalam dengan hantaman penuh tenaga. Boneka kelinci terjepit di antara dada kami sehingga mata hitamnya seolah menatap Sherlin yang sedang dihancurkan.

Doni mengganti di mulut Bang Joko di samping menampar payudara kecil dan mencubit puting keras sampai Sherlin menjerit tanpa suara. Orgasme kedua ketiga dan keempat datang bertubi-tubi. Sherlin sudah nangis tanpa kendali badannya lemas seperti boneka rusak tapi vagina kecilnya masih berdenyut rakus setiap hantaman.

Akhirnya setelah hampir empat puluh lima menit hukuman kasar yang tak henti aku keluar di dalamnya sehingga semprotan sperma hangat kental memenuhi rahimnya sampai meluber keluar. Satu per satu yang lain ikut menyemprot ke wajah imut yang basah air mata ke boneka kelinci pink yang sekarang kotor noda ke dada kecil dan ke rambut bob acak-acakan.

Sherlin terbaring lemas di ranjang yang berantakan memeluk boneka kelinci erat-erat badan penuh bekas tamparan merah noda putih kental dan air mata. Bibirnya bergetar sehingga suara kecil serak terdengar. Makasih aku dihukum beneran nangisnya enak aku udah dewasa sekarang.

Aku mengangkat tubuh kecilnya yang gemetar lalu memeluk dia sebentar bersama boneka kelincinya sambil berbisik di telinga. Hukuman selesai dek nakal. Tapi kita belum selesai. Sekarang ke taman bermain.

Kami membersihkan dia sebisa mungkin lalu membawa Sherlin yang masih lemas ke Playground terbuka yang ada dilantai lima apartemen tsb.

Taman Bermain Rooftop dengan Satpam & Hukuman Merangkak

Kami meninggalkan kamar pink yang sudah hancur berantakan. Seprai satin robek di beberapa tempat boneka kelinci pink sekarang penuh noda putih kental dan air mata serta lantai berceceran cairan. Sherlin berjalan tertatih di antara kami sehingga kakinya masih gemetar hebat bokong kecilnya merah membara penuh bekas tamparan dan vagina sempitnya masih menetes campuran cairan kami.

Di ruang tamu apartemen aku membuka tas kecil yang kubawa. Ganti baju dulu dek nakal. Kita lanjut ke taman bermain. Penghuni apartemen ini jarang apalagi siang hari kerja. Rooftop pasti sepi total.

Sherlin mengangguk lemah sehingga matanya masih sembab. Dia mengambil dari lemari pakaiannya celana pendek ketat berwarna pink pastel yang super ketat membungkus bokong kecilnya seperti kulit kedua serta kaos ketat crop top pink yang biasa dia pakai untuk olahraga ringan di rumah. Begitu dia memakai baju itu badannya yang mungil langsung terlihat vulgar karena payudara kecil menonjol jelas di balik kain tipis dan puting masih keras bekas cubitan.

Kami turun dengan lift khusus menuju Playground. Pintu kaca terbuka sehingga angin pagi yang hangat menyambut. Taman bermain anak di apartemen mewah ini kecil tapi lengkap yaitu ayunan besi berwarna pastel perosotan melengkung rumah-rumahan mini plastik bangku taman dan rumput sintetis hijau yang lembut. Karena jam kerja dan penghuni apartemen yang sedikit tempat ini seharusnya benar-benar sepi. Tidak ada suara anak-anak tidak ada pengasuh hanya angin dan suara bising yang samar.

Sherlin berjalan di depan kami sehingga langkahnya masih goyah. Aku mengambil gunting kecil dari tas. Berdiri di sini.

Dia berhenti di tengah rumput sintetis. Aku memegang kaos ketatnya dari depan lalu menyobeknya dengan kasar ke bawah sehingga kain tipis robek vertikal di tengah dan membelah kaos jadi dua bagian. Payudara kecil Sherlin langsung terpampang sehingga puting merah muda yang masih bengkak menonjol jelas di udara terbuka. Sherlin menggigil sehingga tangan kecilnya refleks mau menutup tapi Budi langsung menepuk tangannya dengan keras.

Jangan tutup. Biar semua bisa liat puting anak nakal ini.

Lalu aku jongkok di depannya menarik celana pendek ketat itu sedikit ke bawah di bagian selangkangan. Dengan gunting aku melubangi kain persis di atas vagina sehingga lubang oval cukup besar terbentuk dengan tepian kain robek kasar. Vagina Sherlin yang masih merah dan basah langsung kelihatan jelas dari depan sehingga bibir kecilnya sedikit terbuka karena pembengkakan tadi.

Bagus. Sekarang kamu resmi jadi menu taman bermain.

Sherlin berdiri di sana sehingga kaos sobek memperlihatkan payudara celana pendek ketat dengan lubang vulgar di kemaluan wajah imutnya masih sembab air mata tapi matanya sudah mulai berkaca-kaca lagi karena excited dan malu.

Aku mengeluarkan dildo ukuran sedang dari tas yang hitam matte bertekstur urat dan panjang sekitar delapan belas sentimeter. Duduk di ayunan. Ngangkang lebar.

Sherlin berjalan ke ayunan yang paling besar dengan tali rantai besi yang kuat. Dia duduk di dudukan plastik lalu membuka kaki lebar-lebar sampai celana pendek ketatnya tertarik maksimal. Lubang yang aku buat semakin lebar sehingga vagina sempitnya terpampang jelas di bawah sinar matahari siang.

Coba kamu mainin sendiri dulu. Perlahan. Biar kami liat.

Sherlin menggigit bibir bawah sehingga tangan kecilnya gemetar mengambil dildo. Dia mengarahkan ujungnya ke lubang vagina lalu menekannya dengan pelan. Ujung dildo masuk sedikit sehingga dia mendesah kecil. Ahh masih sensitif.

Tapi aku memberi kode mata ke Budi. Budi maju memegang tangan Sherlin lalu mendorong dildo masuk lebih dalam dengan paksa sekaligus sampai setengah panjang.

Uhhhaaa. Sherlin menjerit sehingga pinggulnya naik tapi Budi menahan supaya tetap duduk. Gerakkan sendiri. Naik-turun. Perlahan dulu.

Sherlin mulai menggerakkan tangannya sehingga mendorong dildo masuk keluar pelan di vagina sempitnya. Setiap kali masuk bunyi basah kecil terdengar dan cairan sisa dari kamar tadi ikut keluar menetes ke rumput sintetis. Payudaranya naik-turun mengikuti gerakan sehingga puting keras bergoyang di udara. Kami berdiri melingkari ayunan memperhatikan setiap detik.

Lebih cepat perintah Bang Joko.

Sherlin menurut sehingga ritme tangannya naik. Napasnya mulai tersengal mata bulatnya setengah terpejam dan air liur menetes dari sudut bibir. Dildo keluar masuk semakin lancar sehingga vagina sudah basah lagi.

Aku maju memegang tali ayunan lalu menggoyangkannya pelan maju mundur. Setiap goyangan membuat dildo semakin dalam karena gravitasi. Sherlin mengerang lebih keras. Ahh ahh goyangnya bikin dalam.

Doni mengambil alih dildo dari tangan Sherlin. Dia mendorong lebih kasar sekarang sehingga keluar hampir penuh lalu masuk keras sampai pangkal. Sherlin menjerit kecil setiap hantaman sehingga tubuh kecilnya bergoyang di ayunan seperti boneka. Asep sudah memasang tripod di samping sehingga kamera merekam close-up lubang celana yang robek dan dildo yang basah mengkilap.

Setelah beberapa menit aku menarik dildo keluar dengan bunyi plop basah. Vagina Sherlin sekarang terbuka sedikit merah dan basah sekali.

Sekarang giliran kami. Turun dari ayunan.

Sherlin berdiri goyah. Kami membawa dia perlahan ke perosotan melengkung yang warnanya pastel cerah. Aku mengangkat tubuh kecilnya merebahkan dia telentang di seluncuran plastik yang licin. Kakinya aku buka lebar-lebar lutut ditekuk dan telapak kaki menapak di pinggir seluncuran. Lubang di celana pendek ketatnya tepat berada di posisi mudah diakses. Badannya yang mungil terbaring miring sedikit karena bentuk seluncuran sehingga payudara kecilnya terpampang dari kaos yang sobek.

Budi maju duluan. Dia berdiri di antara kaki Sherlin memegang pinggul kecilnya lalu mendorong kontolnya masuk pelan tapi dalam ke vagina yang sudah basah. Sherlin mendesah panjang sehingga tangan kecilnya mencengkeram tepi seluncuran. Budi mulai bergerak maju mundur perlahan. Setiap dorongan membuat badan Sherlin meluncur pelan ke bawah seluncuran lalu Budi menarik pinggulnya kembali ke atas. Ritme itu berulang sehingga genjot pelan sambil badannya naik turun di permukaan licin. Sherlin mengerang kecil setiap kali pangkal kontol menyentuh dalam. Ahh pelan tapi dalam banget.

Setelah beberapa menit Budi menarik keluar dan memberi tempat ke Edo. Edo langsung menggas dengan lebih cepat. Dorongannya kuat sehingga membuat Sherlin meluncur lebih jauh ke bawah seluncuran sampai hampir jatuh. Edo menarik dia kembali dengan kasar lalu menghajar lagi. Sherlin menjerit kecil air mata mulai mengalir lagi tapi pinggulnya malah naik minta lebih. Doni dan Asep bergantian setelahnya sehingga satu genjot sambil badan Sherlin meluncur pelan yang lain menahan supaya tidak jatuh. Payudaranya bergoyang mengikuti gerakan seluncuran puting keras bergesek angin siang dan vagina kecilnya sudah semakin merah serta basah sehingga cairan menetes ke permukaan perosotan.

Setelah semua yang ingin mencoba di perosotan selesai kami pindah lagi ke ayunan. Kali ini Sherlin disuruh berdiri menghadap ke belakang memegang tali rantai besi dengan kedua tangan kecilnya. Kakinya mengangkang lebar di dudukan ayunan sehingga bokong kecilnya menonjol ke belakang. Lubang di celana pendek ketatnya terbuka sempurna.

Bang Joko berdiri di belakangnya memegang pinggul dari samping lalu mendorong masuk dari belakang. Ayunan langsung bergoyang pelan maju mundur karena dorongannya. Setiap kali ayunan maju kontol Bang Joko masuk lebih dalam setiap mundur dia menarik hampir keluar. Sherlin memegang tali erat-erat sehingga badannya ikut bergoyang dan mengerang tanpa henti. Ahh goyangnya bikin goyang di dalam juga. Kaos sobeknya terbuka lebar sehingga payudara kecil bergoyang bebas di udara.

Kami bergantian lagi. Budi menggantikan Bang Joko lalu Doni lalu Edo sehingga semua menikmati ritme ayunan yang otomatis memperdalam hantaman. Sherlin sudah lemas lututnya gemetar tapi tangannya tetap mencengkeram tali. Air mata mengalir deras di pipi chubbynya tapi suaranya tetap memohon. Lagi jangan berhenti.

Tiba-tiba dari arah pintu akses rooftop terdengar langkah sepatu berat. Seorang satpam paruh baya muncul dengan usia sekitar lima puluhan badan agak gemuk seragam abu-abu kusam dan tangan memegang senter meski masih siang. Matanya melebar melihat pemandangan di depannya yaitu Sherlin yang mungil dengan kaos sobek memperlihatkan payudara celana pendek ketat berlubang di vagina dan dikelilingi sembilan cowok yang sedang bergantian menggenjotnya di ayunan.

Eh apa-apaan ini. Anak kecil kok main di sini eh tunggu ini ini bukan main biasa. Suaranya tegas tapi langsung tercekat ketika melihat lebih jelas. Wajahnya memerah sehingga tangan yang memegang senter gemetar sedikit.

Kami semua berhenti sejenak. Sherlin masih bergoyang pelan di ayunan napas tersengal matanya melebar ketakutan tapi juga ada sedikit excited. Aku maju satu langkah mengangkat tangan dengan pelan.

Pak santai. Ini permainan pribadi. Apartemen sepi kok. Tidak ada yang ganggu.

Satpam itu menelan ludah sehingga matanya tidak bisa lepas dari payudara Sherlin yang bergoyang dan lubang celana yang basah mengkilap. Ini melanggar aturan apartemen harus saya lapor.

Budi nyengir lebar sehingga langsung paham situasinya. Lapor gimana Pak. Kalau Pak ikut aja tidak usah lapor. Ceweknya manja imut lagi pengen digenjot banyak orang. Lumayan kan Pak. Jarang-jarang dapat jatah segini.

Satpam itu diam sebentar sehingga napasnya berat. Matanya bolak-balik ke Sherlin yang masih terengah-engah di ayunan. Akhirnya dia mengangguk pelan dengan suara serak. Ya ya sudah tapi cuma sekali ya jangan lama-lama.

Kami memberi tempat. Sherlin diturunkan dari ayunan sehingga kakinya lemas. Aku berbisik di telinganya. Ada tamu baru dek. Panggil Om Satpam ya.

Satpam duduk di bangku taman yang kokoh. Celananya sudah setengah turun sehingga kontolnya sedang-sedang saja tapi sudah keras karena nafsu. Sherlin disuruh naik ke pangkuannya berhadapan langsung sehingga posisi enjot-enjotan turun naik klasik terjadi. Badan kecil Sherlin menghadap satpam kakinya mengangkang lebar di kedua sisi paha satpam yang gemuk. Aku memegang pinggul Sherlin dari belakang membantu arahkan vagina yang sudah basah ke kontol satpam.

Pelan-pelan Sherlin turun. Ujung kontol satpam masuk ke lubang celana pendek ketat yang robek lalu Sherlin turun lebih dalam sambil mendesah panjang. Ahh Om besar juga.

Satpam langsung mendesah kasar sehingga tangan besarnya memegang pinggang kecil Sherlin. Gila sempit banget anak ini.

Sherlin mulai bergerak sendiri sehingga naik turun pelan dulu dan payudara kecilnya yang terpampang dari kaos sobek bergoyang tepat di depan wajah satpam. Satpam tidak tahan lalu langsung menghisap puting kirinya dengan rakus sambil tangan kanannya meremas payudara kanan. Sherlin mengerang lebih keras sehingga ritme naik turunnya semakin cepat. Badannya yang mungil naik turun di pangkuan satpam vagina sempitnya menelan kontol satpam habis-habisan setiap turun.

Aku berdiri di belakang Sherlin memegang bahunya membantu dorong turun lebih dalam setiap kali dia naik. Budi dan yang lain melingkari mereka bergantian memegang rambut Sherlin atau menampar bokong kecilnya yang masih merah. Enak ya dek. Om Satpam ikut genjot kamu juga.

Satpam mulai mendesah kasar sehingga pinggulnya naik menyambut setiap turun Sherlin. Ah ah enak sempit Om jarang dapat yang kayak gini. Gerakan mereka semakin cepat sehingga bunyi basah plok plok plok dari pertemuan tubuh mereka bergema di rooftop sepi. Sherlin sudah nangis lagi air mata mengalir di pipi chubby tapi pinggulnya tetap turun naik rakus.

Tak lama satpam menegang mendesah panjang dan menyemprot di dalam Sherlin sehingga hangat dan banyak. Sherlin ikut orgasme kecil tubuhnya gemetar di pangkuan satpam vagina berdenyut erat.

Satpam menarik napas tersengal sehingga wajahnya puas tapi agak malu. Cukup cukup terima kasih ya jangan bilang siapa-siapa. Dia buru-buru merapikan celana lalu berjalan cepat ke pintu akses rooftop sambil sesekali menoleh ke belakang.

Kami tertawa pelan. Sherlin masih lemas di pangkuanku setelah turun dari satpam napasnya tersengal.

Kami belum puas. Aku membuka tas lagi mengeluarkan kalung anjing kulit hitam yang sudah kubawa dari kosan lengkap dengan rantai panjang dan cincin logam. Sekarang hukuman merangkak dek nakal. Keliling lapangan bermain ini. Biar semua alat bermain liat kamu jadi anjing kecil yang bandel.

Sherlin mata bulatnya melebar tapi dia tidak protes. Aku memasang kalung anjing di lehernya yang kecil mengencangkannya pas lalu mengaitkan rantai panjang di tanganku. Sherlin berdiri dulu badannya membungkuk ke depan lalu turun bertumpu pada kedua telapak tangan dan kakinya sehingga posisi menungging sempurna. Bokong kecilnya yang sudah merah terangkat tinggi lubang celana pendek ketat terbuka lebar vagina basah mengkilap menggantung di udara.

Jalan merangkak. Keliling ayunan perosotan rumah-rumahan. Pelan-pelan.

Sherlin mulai merangkak pelan di rumput sintetis sehingga rantai di tanganku aku tarik pelan supaya dia tetap maju. Aku maju duluan dari belakang memegang pinggulnya lalu mendorong kontol masuk ke vagina sempitnya sambil dia merangkak. Setiap langkah merangkak membuat hantamanku semakin dalam. Sherlin langsung menjerit kecil. Ahh. Rantainya tarik sakit leher tapi enak.

Kami bergantian tanpa henti. Budi mengambil alih rantai dan menggenjot dari belakang sehingga dorong kasar sambil tarik rantai supaya Sherlin merangkak lebih cepat. Doni Edo Bang Joko semua bergiliran sehingga satu orang pegang rantai dan tarik yang lain menghajar vagina dari belakang sambil Sherlin merangkak mengelilingi taman. Badan kecilnya bergoyang hebat payudara bergantung dari kaos sobek air mata mengalir deras ke rumput.

Sherlin menjerit dan menangis tanpa kendali sehingga suaranya pecah. Aduh capek aku tidak kuat berhenti dulu. Dia berhenti merangkak sebentar lutut dan tangannya gemetar. Langsung Budi menampar bokongnya dengan keras sehingga bekas tamparan baru bertumpuk di atas yang lama dan bokongnya semakin merah membara.

"Jalan lagi. Anjing nakal tidak boleh berhenti teriak Bang Joko sambil menarik rantai lebih kencang. 

Sherlin menangis sesenggukan tapi mulai merangkak lagi pinggulnya mendorong ke belakang minta genjotan. Kami lanjut bergantian setiap orang genjot lima sampai enam langkah merangkak sebelum ganti. Rantai berderit bunyi tamparan basah jeritan Sherlin dan desahan kami memenuhi outdoor playground yang sepi.

Setelah satu putaran penuh keliling lapangan bermain Sherlin sudah ambruk hampir ke rumput napas tersengal air mata membasahi wajah imutnya tapi vagina kecilnya masih berdenyut rakus.

Akhirnya setelah puas di ayunan hukuman merangkak dan tamu tak diundang kami membawa Sherlin ke rumput sintetis terbuka di tengah taman. Di sini tidak ada lagi alat bermain yang melindungi hanya rumput hijau lembut di bawah sinar matahari siang yang terang. Sherlin berlutut di tengah kaos sobek celana pendek ketat dengan lubang robek yang sudah basah kuyup wajah imut penuh air mata dan noda. Kami melingkarinya total.

Satu per satu kami keluar di mulut kecilnya yang terbuka lebar di payudara yang terpampang dari kaos sobek di lubang celana yang sudah penuh bahkan di rambut bob pendeknya yang acak-acakan. Sherlin menangis lagi tapi kali ini sambil tersenyum kecil lidahnya menjilat apa yang bisa dijangkau.

Akhirnya aku mengangkat tubuh kecilnya yang lemas memeluk erat di pangkuanku di tengah rumput. Angin outdoor playground meniup rambutnya yang acak-acakan.

"Sherlin.. Kamu sudah bukan gadis manja lagi sekarang..

Sherlin mengangguk lemah di dadaku sehingga suara serak manja terdengar. Oke capek tapi seneng aku beneran dianggap dewasa hari ini.

HP aku bergetar. Notifikasi XBang Oriental masuk. Session Sherlin Wijaya selesai. Rating updated 9.7 / 10 dari satu pengguna. Dia bilang mau lagi kalau ada kesempatan. Cooldown tujuh hari.

Kami membantu Sherlin berdiri membersihkan sebisa mungkin dengan tisu basah yang kubawa. Dia berjalan tertatih kembali ke unit kaos sobek ditutup jaket hoodie milik Budi celana pendek ketat masih memperlihatkan lubang robek di bawah.

Di basement sebelum pisah Budi nyengir lebar sambil naik motor. Lumayan kan Dik. Boneka pink yang kita hancurkan hari ini. Satpamnya sampe dapat bonus juga. Aku cuma tersenyum kecil menyalakan motor Supraku. Minggu depan semoga app kasih yang lebih banyak lagi. Tapi Sherlin dia memang spesial.

Malam itu di kosan aku membuka chat Vanessa mengirim foto singkat Sherlin dari medsos yang polos sebelum dihancurkan. Yang ini manja banget. Nangisnya di ayunan enak liatnya. Ada bonus satpam ikutan juga. Vanessa membalas cepat dengan emoji api. Cerita detail ya. Aku penasaran sama si imut yang suka dihukum. Aku tersenyum. Minggu ini tipis tapi tetap basah dan brutal. Dan masih ada Ibu Rina di toko bangunan yang menunggu giliran berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Draft Budak Napsu Sopir Bus Antarkota

Draft Kisah Tragis Dibalik Pudarnya Kajayaan Pertokoan Glodok

Draft Pemburu Amoy Pecinan

Draft Amukan Massa Ditengah Resepsi

Draft Pemburu Amoy Pecinan 2

Draft Rahasia Dibalik Seragam Sekolah

Draft Arisan sosialita Yang Brutal

Amarah Para Buruh 4

Draft Barang Jarahan