Langsung ke konten utama

Postingan

Draft Pengantin Brutal 4

Pagi itu suasana rumah masih tenang dan hanya terdengar suara burung dari halaman belakang. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar dan membuat udara di dalam terasa hangat. Aku baru selesai mandi dan masih mengeringkan rambut dengan handuk ketika Meilin mengambil sesuatu dari lemari pakaian.
Postingan terbaru

Draft Jebakan Minimarket 4

Pagi itu aku bangun tidur dengan dipenuhi rasa malas. Sementara cahaya matahari menembus tirai jendela kamar hingga membuat mataku terasa silau. Aku menarik selimut lagi beberapa detik sebelum akhirnya duduk dan menatap keadaan disekitar kamar yang masih berantakan. Kulihat diatas meja belajar ada buku catatan dan beberapa lembar tugas kuliah yang belum kuselesaikan. Aku menarik napas pelan lalu berdiri dan menuju kamar mandi.

Jebakan Minimarket 3

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian malam itu tapi bayangannya tak pernah bisa kulupakan. Setiap kali aku mencoba sibuk dengan urusan kuliah atau membantu orang tua di rumah tetap saja pikiranku kembali ke sana. Semakin hari bukannya memudar malah semakin jelas dan semakin mendetail hingga membuatku gelisah setiap malam. Karena itu aku sering terbangun lalu duduk di depan cermin dan memperhatikan wajahku yang memerah entah karena lelah atau karena sesuatu yang lebih liar terus berputar di kepalaku.

Aku Pasrah Dikerjai Majikan Ibuku

Namaku Anggi usiaku sembilan belas tahun dan aku baru saja lulus sekolah. Aku anak kedua dari tiga bersaudara dan keluargaku sudah lama retak sejak orangtuaku memutuskan bercerai ketika aku masih duduk di bangku smp. Sejak saat itu hidupku berubah sepenuhnya.

Pengantin Brutal 3

Pagi itu sinar matahari terasa lembut dan angin dari halaman membuat suasana tetap segar menyenangkan. Aku duduk santai di kursi kayu di teras rumah sambil menyalakan sebatang rokok dan menatap kearah jalanan depan rumah yang sepi. Asapnya perlahan naik ke udara lalu terbawa angin hingga hilang di antara pepohonan yang bergoyang pelan. Beberapa menit kemudian pintu rumah terbuka dan suara engselnya terdengar jelas di tengah sepinya pagi. Meilin keluar dengan langkah pelan. Gerakannya terlihat tenang dan penuh pesona sementara rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah saat angin menyapu pelan.

Nyonya Majikanku Senang Diikat

By : Analconda13 Namaku Asep  dan umurku empat puluh lima tahun. Sehari hari aku bekerja sebagai pegawai serabutan di sebuah rumah besar di kawasan elit Jakarta Utara. Tugasku berbeda beda karena kadang aku harus mengurus taman dan menyiram bunga sampai bersih dan rapi, lalu kadang aku membantu supir saat majikan pergi, dan kalau ada barang berat aku juga ikut mengangkatnya.  Aku tinggal di kamar kecil di bagian belakang rumah agar selalu siap ketika dibutuhkan. Kamar itu sederhana karena hanya ada dipan kayu dan lemari tua tetapi aku sudah terbiasa dan tidak banyak mengeluh. Hidupku sederhana karena aku hanya butuh makan dan tempat tinggal yang layak. Setiap pagi aku bangun lebih cepat daripada orang rumah agar bisa membersihkan halaman sebelum mereka keluar. Setelah itu aku biasanya duduk sebentar di kursi bambu sambil minum kopi hitam dan menikmati udara segar sebelum mulai bekerja lagi.

Guru Sekolahku Yang Brutal

By : Analconda13 Namaku Lena Sulistio . Aku siswi kelas dua SMA dan kehidupanku jauh dari kata tenang. Papa jarang pulang bahkan kadang menghilang berhari-hari tanpa kabar sedangkan Mama selalu sibuk bekerja dari pagi sampai malam untuk menutup kebutuhan rumah tangga. Kalau kebetulan mereka bertemu di rumah yang terdengar bukan canda hangat melainkan pertengkaran yang memekakkan telinga. Aku terbiasa menutup telinga dengan bantal supaya tidak mendengar namun rasa sesak tetap menghimpit dada. Karena itu aku sering mencari pelarian dengan membiarkan pikiranku melayang ke dunia lain yang terasa lebih damai dan jauh dari teriakan maupun amarah. Dunia itu hanya ada di dalam kepalaku namun di sanalah aku bisa bernapas lega.

Pengantin Brutal 2

Matahari pagi masuk menembus tirai tipis kamar dan membuat cahaya hangat jatuh di atas tubuh Meilin yang masih terlelap di sampingku. Rambut hitamnya terurai berantakan menutupi sebagian wajahnya sementara kulit putihnya terlihat jelas kontras dengan sprei yang kusut setelah malam panjang semalam.

Anak bosku Keenakan Diewe

Malam itu aku sedang nongkrong bersama beberapa temanku di sebuah cafe langgananku. Beberapa hari ini pekerjaan di kantor memang sangat melelahkan sehingga banyak menguras tenaga dan pikiranku. Aku merasa kepala pusing dan tubuh pegal karena harus lembur hampir setiap hari. Setelah beberapa jam bermain dan bercanda dengan teman-teman, aku pun memutuskan untuk segera pulang karena rasa ngantuk yang mulai menguasai tubuhku.

Istri Anak Buahku

Hari itu salah seorang direktur perusahaan Pak Freddy sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan. Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

Buku Harian Kakek Angkatku

By : Analconda13 Di gang sempit pecinan aku tinggal di sebuah rumah tua dengan arsitektur campuran tiongkok dan kolonial. Dindingnya kusam, catnya banyak yang mengelupas dan beberapa kayu jendela sudah lapuk dimakan usia. Bagian kusen pintu juga sering berdecit setiap kali dibuka, sementara lantai ubin tua di ruang tengah terasa dingin kalau diinjak tanpa alas kaki. Atap gentengnya kerap bocor saat hujan deras, karena itu ember dan baskom selalu siap di sudut ruangan untuk menampung tetesan air. Gang tempatku tinggal tidak lebar, hanya cukup dilalui satu motor dengan hati hati. Dinding rumah rumah berdempetan dan di siang hari sinar matahari hanya bisa masuk tipis menembus sela sela atap. Di pagi hari aroma bawang goreng, kue tradisional, dan kopi sering bercampur memenuhi udara karena hampir semua tetangga membuka usaha kecil di depan rumah mereka. Suara anak anak berlarian, ibu ibu berbelanja ke pasar, dan orang tua yang duduk di kursi bambu sambil merokok kretek, semua itu menjadi p...

Napsu Terpendam Penjaga Kost

By : Analconda13 Namaku Regina Apriliani Halim, usiaku 20 tahun. Aku seorang mahasiswi keturunan chinese yang lahir dan besar di Lasem. Sejak kecil aku terbiasa hidup di lingkungan keluarga chinese yang cukup disiplin tapi juga hangat. Papa bekerja di toko kelontong milik keluarga, sementara mama lebih banyak mengurus rumah. Aku anak pertama dari dua bersaudara dan terbiasa menjadi teladan bagi adikku. Namun setelah lulus SMA aku memilih melanjutkan kuliah ke Surabaya. Itu berarti aku harus meninggalkan rumah dan mencoba hidup mandiri di kota yang jauh lebih besar.

Tragedi Pasar Pecinan

By : Analconda13 Namaku Vivian, usiaku dua puluh dua tahun. Aku tinggal di rumah tua dua lantai di kawasan Pecinan, tidak jauh dari pasar tradisional. Lantai bawah rumahku dijadikan toko kecil yang menjual buah manisan khas Tionghoa, sementara lantai atas untuk tempat tinggal. Papa dan Mama sudah puluhan tahun merawat toko itu, dan setiap sore aku sering membantu melayani pembeli karena memang saat itulah toko paling ramai.

Jebakan Minimarket 2

Hidupku jadi berantakan sejak kejadian di gudang minimarket malam itu. Setiap kali mataku terpejam. Bayangan tubuh mereka muncul lagi. Suara kasar dan ejekan mereka masih terdengar jelas di kepalaku. Dadaku sering merasa sesak dan penyesalan yang mendalam berulang kali menyiksaku. Bagaimana bisa aku merendahkan diriku sendiri hanya karena dorongan sesaat ?

Pengantin Brutal

By : Analconda13 Namaku Rizal. Aku lahir dan besar di keluarga pribumi sederhana. Hidupku berjalan biasa saja tanpa ada kemewahan dan tanpa nama besar. Sejak remaja aku sudah terbiasa mandiri, bekerja serabutan sambil kuliah dan bergaul dengan banyak orang tanpa peduli status.

Begal payudara

By : Analconda13 Namaku Angelica Santoso.  Seorang gadis tionghoa berusia tujuh belas tahun. Aku lahir dari keluarga sederhana. Papa punya usaha toko bahan bangunan kecil kecilan depan rumah sementara mama seorang ibu rumah tangga yang kadang menerima pesanan kue dari tetangga. Kehidupan kami pas-pasan, tidak berlebih, tapi juga tidak sampai kekurangan.

Hukuman Les Privat 2

Beberapa hari setelah kejadian di rumahku, Dika tiba-tiba mengirim pesan: Hari ini kita belajar di tempat lain. Aku tunggu di perpustakaan umum jam 4 sore. Jangan telat.  Aku membaca pesannya berkali-kali. Perpustakaan umum? Itu kan tempat terbuka. Bagaimana kalau ada orang yang melihat kami? Tapi anehnya jantungku malah berdebar lebih cepat. Ada rasa takut sekaligus penasaran.

Jebakan Minimarket

By : Analconda13 Namaku Lusi. Usia dua puluh tahun dan sekarang aku kuliah di semester pertengahan. Hidup sebagai mahasiswi punya ritme yang tidak pernah berhenti. Pagi aku kuliah bersama dosen dengan gaya yang berbeda beda lalu siang aku tenggelam dalam tumpukan tugas dan sore kadang harus membantu pekerjaan orang tua yang melelahkan. Ada saat saat ketika aku merasa tidak punya waktu untuk diriku sendiri tetapi entah bagaimana aku selalu berusaha menikmatinya. Yang sering membuatku tersenyum adalah banyak orang salah menebak umurku. Hampir setiap kali ada kenalan baru mereka mengira aku masih anak sekolahan. Wajahku terlihat lebih muda dari usiaku karena tubuhku ramping dan kulitku cerah dan gaya berpakaianku sederhana. Awalnya aku merasa risih setiap kali ada yang salah sangka sebab rasanya seperti tidak dianggap cukup dewasa. Tetapi seiring waktu aku belajar untuk tidak peduli dan malah menganggapnya hal lucu. Ada kepuasan kecil setiap kali orang kaget mendengar kalau aku sudah beru...

Pemulung Sadis

By : Analconda13 Siang itu panas terasa menyengat di jalanan kota. Bau aspal yang terbakar bercampur dengan aroma sampah yang menempel di gerobak reyot milik Budi. Tangannya kasar dan hitam karena debu sementara gerakannya tetap luwes saat memilah botol plastik, kaleng dan kertas bekas yang bisa dijual. Begitulah hari-hari yang dijalaninya, berkeliling dari satu gang ke gang lain sambil hidup dari sisa orang lain.

Fantasi Liar Taksi Online

By : Analconda13 Namaku Vanessa Lenadi, 27 tahun. Aku seorang gadis keturunan Tionghoa yang sudah lama tinggal di kota metropolitan ini. Orang-orang di kantor mengenalku sebagai pegawai yang rapi, ramah, dan bisa diandalkan. Aku selalu datang tepat waktu, berpakaian sopan, dan tidak pernah menimbulkan masalah. Semua itu memang aku tampilkan dengan sengaja, semacam topeng yang kususun rapi. Karena ada bagian lain dari diriku yang tak pernah mereka tahu.