Penderitaan tak berujung sang majikan.
Setelah kepergian Mang Yusuf dan yang lainnya Lizzy kembali termenung sendirian. Air mata mengalir membasahi pipinya karena dia masih tidak habis pikir dengan nasib yang sedang dialaminya sekarang. Terbayang kedua orang tuanya membuat hatinya semakin sakit. Mungkin keadaannya tidak akan seburuk ini kalau kedua orang tuanya masih selalu berada di sisinya. Bahkan sejak beberapa hari lalu Lizzy sudah tidak bisa merasakan hidup bebas lagi.
Hari-harinya kini selalu dipenuhi penderitaan dan kesedihan. Dia harus tunduk seperti peliharaan bagi para pembantu itu. Tidak ada harapan dan tidak ada celah bagi Lizzy untuk bisa bebas dari orang-orang yang sekarang memegang kendali penuh atas hidupnya.
Di rumah mewah yang biasanya sunyi itu kini sayup-sayup terdengar alunan musik yang menandakan ada pesta. Sesekali terdengar tawa para pejantan yang sedang asyik mabuk-mabukan. Obrolan mereka tidak jauh dari sang majikan yang kini sudah menjadi peliharaan mereka.
Kang Yadi : Gimana ya tuh amoy ditinggal tapi ga dikasih makan haha..
Kang Samsul : Paling kelaparan doang besok ngemis-ngemis makan sama kita hahah"
Pak Yanto : Asal jangan sampai mati aja tuh amoy mubazir banget memek legitnya haha"
Celotehan Pak Yanto langsung memecah tawa keempatnya.
Mang Yusuf : Nanti kita buat tuh amoy yang ngemis-ngemis minta di ewe haha..
Kang Samsul : "Jadi orang yang bahagia dong kita-kita hahaha"
Pesta miras itu berlanjut hingga matahari terbit. Keempat kacung tersebut akhirnya mabuk berat dan terlelap begitu saja saat pagi menyapa.
Di sisi lain Lizzy yang tidur tanpa alas pun terbangun. Perutnya terasa perih karena lapar. Dia hanya bisa menanti kedatangan keempat kacung bandot itu sebab tidak ada makanan yang disiapkan untuknya di rusun tersebut. Untuk makan saja Lizzy harus menunggu belas kasihan dari Mang Yusuf. Sangat miris nasib Lizzy sekarang. Tidak ada yang bisa dilakukan Lizzy saat ini selain mendengar derit pintu yang dibuka. Tanpa makanan tanpa pakaian dan dikunci dari luar.
Waktu terus berlalu hingga jarum jam menunjukkan pukul 15.00 Lizzy mendengar pintu rusun yang ditempatinya berderit pertanda ada orang masuk. Perutnya sejak pagi belum terisi apa pun sehingga terasa sangat lapar. Begitu tahu kedatangan keempat majikannya Lizzy langsung mengerahkan seluruh tenaga untuk merangkak menyambut mereka.
Mang Yusuf : Duh si anjing udah jinak aja tau kalo majikannya datang hahah"
Pak Yanto : Lapar ya belum makan ya haha..
Mang Yusuf : "Ini kita bawain makanan sisa kita tadi pasti lu suka hihi"
Kang Samsul : Tapi ga gratis loh ya karna ga ada yang gratis di dunia ini kecuali memek lu moy haha..
Kang Yadi meludah dengan suara cuuiihhh dan ludahnya mendarat tepat di wajah Lizzy seraya tertawa keras.
Lizzy yang sudah terbiasa dengan hinaan semacam itu hanya diam dan menurut saja. Dia bahkan berusaha memperlihatkan wajah bahagia meski hatinya sangat sedih. Untuk makan saja dia harus menjadi bulan-bulanan para kacung itu terlebih dahulu.
Lizzy : Ampun tuan anjing sudah lapar sekali tuan mohon Lizzy pada Kang Samsul.
Kang Samsul : Lu punya apa sih njing kalo gua kasih lu makan.
Lizzy : "Anjing akan lakukan semua perintah tuan dengan tulus tubuh anjing milik tuan.
Pak Yanto : Jadi memek ini boleh kita obrak-obrik gitu hehe"
Lizzy : Iya tuanku obrak-abrik semua lubang anjing tuan tapi anjing mohon tuan anjing sangat lapar.
Kang Yadi : Sabar dulu atuh dimana-mana kerja dulu baru makan haha..
Kang Yadi langsung menduduki punggung Lizzy yang sedang merangkak. Lizzy menahan berat tubuh Kang Yadi dengan susah payah namun tak seorang pun dari mereka peduli dengan penderitaannya. Sementara Lizzy masih menanggung Kang Yadi di punggungnya Kang Samsul dengan santai menumpukan kakinya di atas kepala Lizzy. Posisi merangkak Lizzy menjadi benar-benar sulit.
Seorang gadis belia kini merangkak di hadapan para pribumi dengan satu orang duduk di punggungnya dan satu lagi menumpukan kaki di kepalanya. Sangat miris nasib gadis yang dulu adalah majikan mereka.
Tanpa perasaan Mang Yusuf menaburkan makanan sisa ke lantai. Lizzy harus makan seperti anjing hanya dengan mulutnya. Badan Lizzy bergetar melihat nasi yang dibuang ke lantai. Rasa lapar membuatnya hampir tak tertahan tapi posisinya masih terjepit di bawah Kang Yadi dan kaki Kang Samsul sehingga dia tak bisa bergerak.
Mang Yusuf kemudian menginjak makanan itu dan mengacungkan kakinya ke mulut Lizzy. Lizzy terpaksa makan langsung dari kaki Mang Yusuf. Hal itu berulang dilakukan Mang Yusuf dan dilanjutkan Pak Yanto. Kaki Pak Yanto bau karena selalu memakai sepatu sehingga aroma tidak enak menyengat. Lizzy nyaris muntah tapi dia takut dimarahi. Dengan terpaksa dia memasang raut wajah menikmati setiap suapan dari kaki mereka.
Kang Yadi : Enak ya moy nasi sisa rasa kaki haha..
Pak Yanto : Asem-asem dikit gpp ya moy haha..
Kang Samsul : Nikmatin aja moy nanti lama-lama juga terbiasa makan kaki haha..
Mendengar ejekan rekan-rekannya terhadap anak majikannya hati Mang Yusuf terasa sangat puas. Namun semua itu masih belum cukup untuk membalas dendamnya kepada keluarga Lizzy. Dia ingin menghancurkan hidup Lizzy sebagai pelampiasan.
Tak lama berselang Kang Yadi berdiri dan menendang keras pantat Lizzy yang masih merangkak. Dari depan Lizzy juga mendapat satu tendangan di kepalanya dari Kang Samsul.
Kang Yadi : "Sana moy lu bersihin tu badan lu bau pesing haha udah cukup lu jadi anjingnya sekarang waktunya lu jadi lonte hahaha"
Lizzy : "Baik tuan
Pak Yanto : Iyah nih udah ga sabar pengen denger rintihan ni amoy.
Kang Samsul : Tapi kasihan tu amoy udah makan ga dikasih minum haha..
Kang Samsul berjalan menuju kamar mandi. Mang Yusuf hanya tertawa.
Kang Samsul : Biasa aja lu haha semenjak ada mulut tu amoy rasanya mubazir mang kalo kencing gua ga diminum hahah"
Tawa keempat kacung itu pecah mendengar ucapan Kang Samsul.
Sesampainya di depan kamar mandi Kang Samsul langsung masuk dan menarik pundak Lizzy ke bawah.
Kang Samsul : Gua kasihan lu makan doang ga dikasih minum jadi ini gua kasih lu minum moy buruan buka mulut lu.
Lizzy pun dengan sigap membuka mulutnya lebar-lebar siap menampung kencing Kang Samsul sebagai pelepas dahaganya.
Syyyuuuuurrrrrrrr syurrrrrrrr
Cairan kuning yang keluar dari Kang Samsul langsung masuk ke perut Lizzy. Cairan itu sangat banyak dan pesing namun Lizzy tidak keberatan karena ini bukan kali pertama dia meminum kencing para kacung itu.
Kang Samsul : Telan semua moy kalo ga gua kurung lu seharian di kamar mandi haha..
Lizzy hanya diam dan fokus menelan semua kencing Kang Samsul.
Gloookkk gloookkk terdengar suara dari tenggorokan Lizzy yang berusaha menelan semuanya.
Setelah selesai Kang Samsul meninggalkan Lizzy yang lalu membersihkan diri.
Tak berapa lama kemudian Lizzy keluar dari kamar mandi dengan merangkak. Tubuhnya terlihat lebih segar dan harum. Semua itu dilakukan Lizzy semata-mata untuk memuaskan nafsu keempat tuannya.
Pertama-tama Lizzy menuju ke hadapan Mang Yusuf seraya bersujud dan memohon.
Lizzy : Tuanku anjing hina ini siap untuk memuaskan tuan.
Mang Yusuf : Tapi lu cebokin pantat gua dulu yah tadi kurang bersih kayaknya hehe..
Mang Yusuf mempelototkan celananya lalu menunggingkan pantatnya tepat di muka Lizzy. Aroma tidak sedap langsung menerpa hidung Lizzy. Meski begitu Lizzy tetap harus menuruti semua perintah tuannya tanpa terkecuali. Dengan perlahan Lizzy menjulurkan lidahnya mendekati belahan pantat hitam Mang Yusuf. Ssssllluurrppp lidah Lizzy menyentuh lipatan pantat Mang Yusuf dan rasanya tak terlukiskan.
Melihat Lizzy yang ragu-ragu tapi tetap melakukannya membuat ketiga tuan yang lain tertawa terbahak-bahak.
Kang Yadi : Hahah udah jadi penyedot tinja aja ni amoy serba bisa haha..
Tak lama berselang Pak Yanto ikut tertawa.
Pak Yanto : Iyah nih kapan-kapan jadi males cebok deh gua minta ni amoy aja yang cebokin pakai lidah haha..
Kang Yadi : Hangat banget tu pasti pak sensasinya pasti beda haha..
Mang Yusuf : Udah hangat lembut lagi jilatannya haha..
Berulang kali Lizzy menjilat pantat burik Mang Yusuf. Beruntung ketiga majikan lainnya tidak meminta hal yang sama seperti biasanya. Setelah merasa puas Mang Yusuf membalikkan badannya. Pantat burik itu kini berganti menjadi batang besar yang sudah sangat keras siap membobol mulut Lizzy. Tanpa menunggu perintah Lizzy langsung membuka mulutnya lalu memasukkan batang keras panjang dan berurat kepunyaan Mang Yusuf hingga menembus tenggorokannya. Lizzy terus melakukannya sampai mulutnya terasa pegal namun belum mendapat perintah berhenti dari Mang Yusuf.
Dengan gerakan maju mundur kepalanya Lizzy merasakan memeknya sedang di colok-colok. Dia tidak tahu tangan siapa yang memainkan memeknya tapi jari itu semakin kencang keluar masuk. Lizzy mendesah di sela-sela mulutnya yang tersumpal kontol Mang Yusuf. Kedua puting susunya juga di plintir-plintir dengan keras sehingga perlahan menjadi tegang. Entah karena nikmat dari kemaluannya yang dimainkan atau karena Lizzy mulai menikmati perlakuan kasar dari tuan-tuannya.
Semakin kuat mulutnya disodok semakin keras putingnya di plintir dan semakin dalam jari memasuki memeknya tubuh Lizzy mulai kejang-kejang tanda dia hampir mencapai orgasme. Tapi semakin dekat Lizzy dengan orgasmenya semua kegiatan itu tiba-tiba berhenti. Lizzy menjadi lemas dan tidak bisa mencapai klimaks. Hal itu justru menjadi mainan bagi Mang Yusuf dan yang lainnya.
Mang Yusuf : "Kenapa moy mau keluar lu ya haha ingat ya lu ga boleh keluar sebelum kita semua crot paham ga lu kalo sampe lu keluar gua sodok memek lu pakai sikat wc hahah"
Mang Yusuf bisa saja mengurung Lizzy seharian di kandang anjing atau membiarkannya di bagasi mobil. Apalagi hanya memasukkan sikat kamar mandi ke memeknya. Hal itu tentu sangat mungkin dilakukan. Sekilas terlintas hal itu di benak Lizzy dan langsung membuatnya bergidik ketakutan.
Lizzy : "Baik tuan anjing tidak akan keluar sesuai perintah tuan"
Mang Yusuf : "Bagus lu makin persis kayak anjing hidup lu sekarang di tangan gua sebagai majikan lu heh"
Tak sedikit pun terasa pedih kalimat itu bagi Lizzy saat ini karena itu memang kebenaran. Lizzy juga merasa bahagia mendengar apapun yang keluar dari mulut Mang Yusuf.
Setelah mengatakan hal itu Mang Yusuf mengedipkan mata ke arah rekan-rekannya memberi isyarat untuk melanjutkan penyiksaan kepada wanita muda di hadapan mereka.
Mang Yusuf mulai mengarahkan penis besarnya ke lubang kenikmatan Lizzy. Hanya dengan sekali dorong kontol Mang Yusuf langsung tertelan semua. Desah Lizzy terdengar pilu. Memek Lizzy yang masih kering dipaksa masuk oleh batang besar dan panjang Mang Yusuf. Bahkan terlihat air mata Lizzy menetes seakan tak sanggup menahan perih yang melanda pangkal pahanya. Berbeda dengan Mang Yusuf yang sangat menikmati jepitan memek Lizzy. Di dalam hatinya dia berkata ini belum seberapa dibanding apa yang dia dan Inah alami. Namun di sela kebencian dan kemarahan Mang Yusuf pada keluarga majikannya dia juga mengakui kenikmatan tubuh Lizzy yang sedang digenjotnya. Mang Yusuf bahkan berencana membuat Lizzy hamil anaknya yang nanti akan diasuh bersama Inah sebagai ganti dari Inah yang tidak bisa memiliki anak lagi.
"Aaaaahhhhh.. desah Lizzy membuyarkan pikiran Mang Yusuf.
Sadar Lizzy mulai mendesah Mang Yusuf pun memaju mundurkan pantatnya. Dia menarik kontolnya hingga tersisa kepala lalu mendorongnya kembali hingga membenam sepenuhnya. Hal itu dilakukan berulang-ulang hingga Lizzy tampak kewalahan menahan nikmat setiap gesekan kontol Mang Yusuf. Tak boleh keluar dulu hanya itu yang ada di kepala Lizzy. Dia berusaha keras menahan diri agar tidak kebablasan akibat sodokan demi sodokan yang nikmat. Namun pertahanan Lizzy semakin menipis ketika Kang Yadi dan Kang Samsul mendekati payudaranya lalu mencaplok kedua gunung kembar itu dengan rakus. Lizzy semakin kalut dan menggeliat menahan perlakuan para majikannya. Sodokan di memeknya saja sudah sangat berat untuk ditahan agar tidak klimaks ditambah kedua teteknya kini mendapat kenyotan brutal. Belum cukup sampai di situ Pak Yanto meminta Lizzy mengemut batang keras panjang miliknya sehingga Lizzy kembali berada dalam posisi terjebak dan terjepit.
Mang Yusuf yang pertama kali crot dan disusul rekan-rekannya. Tak terasa hari pun mulai gelap. Lizzy terkapar tak berdaya di lantai tanpa mencapai klimaks sekali pun. Tak terhitung ronde yang dilaluinya tapi dia harus menahan diri dan melayani dengan memek yang kering perih sakit serta lecet yang hanya dirasakannya sendiri.
Kang Yadi : "Puas banget yah ngentotin memek gini terasa banget gesekannya haha"
Pak Yanto : "Iyaaa bener besok-besok jangan kasih keluar la ini amoy nagih banget memek gitu haha"
Kang Yadi : "Haha tapi yah kasihan juga sama ni amoy"
Kang Yadi menunjang kepala Lizzy dengan kakinya.
Kang Samsul : "Yah bodo amat si hehe yang penting kita enak kalo ni amoy gua sih ga peduli hehe..
Mang Yusuf : Betul tu kata Samsul kepuasan kita itu nomor satu yang lain ga usah dipikirin.
Meskipun lemas Lizzy masih bisa mendengar obrolan keempat pembantunya itu. Air mata kembali mengalir mengingat tempat ini benar-benar neraka baginya. Mereka bahkan sama sekali tidak peduli dengan dirinya. Sebelum pulang meninggalkan Lizzy sendirian mereka menyatukan sisa makanan yang mereka pesan setelah menggenjot Lizzy sebagai santapan malamnya. Kang Yadi merasa belum lengkap jika tidak menambahkan bumbu spesialnya.
Kang Yadi meludah dengan suara cuiiihhh cuiihh ke dalam makanan sisa itu.
Kang Yadi : Ini bumbu rahasianya biar tu amoy makin nurut kayak anjing haha..
Tak lama kemudian terdengar pintu tertutup rapat. Seorang gadis terbaring tak bergerak di lantai akibat terlalu lelah seharian melayani Mang Yusuf dan yang lainnya. Tubuhnya tanpa busana dan aroma peju yang sangat menyengat tercium kuat di seluruh tubuhnya.
Sang majikan yang semakin tak berdaya.
Selepas meninggalkan lizzy sendirian di rumah susun , mang yusuf , kang yadi , kang samsul dan pak yanto ternyata tidak langsung menuju rumah mewah sang majikan , tak ada hari tanpa mabuk2an bagi mereka skrang , yang dulu waktu untuk bersenang2 saja mereka tidak punya , tapi skrg kemewahan fasilitas dan uang lizzy sudah menjadimilik mereka seutuh nya , dan malam itu mereka lewatin dengan mabuk sampai dengan menjelang pagi barulah keempat orang pembokat ini pulang ..
Tapi setiba dirumah , betapa kaget nya mang yusuf , kang yadi , kang samsul dan pak yanto mengetahui bahwa toni berada dirumah , memang toni pulang sendirian karna ada urusan mendadak di dalam negri , sekalian bertujuan untuk membuat kejutan kepada lizzy , tapi malah hal seperti ini yang dia dapatin , kondisi rmah kosong semalaman , tak terlihat pula putri nya yang dari dulu sepengetahuan toni lizzy bukan tipe gadis yang suka keluyuran malam-malam , ditambah dengan bik inah yang seperti nya sudah tidak ada dirumah , hal itu terlihat dari kondisi rumah yang terlihat cukup berantakan !!
bagaimana tidak kaget , pertama inah yang sedang berada di kampung akibat akal2an toni , dan kedua apa yang harus mereka jelaskan kalau toni mempertanyakan tentang putri semata wayang nya , terlebih lagi mobil yang mereka gunakan dalam keadaan mabuk , dan tidak menunggu waktu lama , toni yang terlihat cukup kesal mendatangin keempat pembantu nya itu dengan kondisi amarah atas tingkah laku mereka ..
Toni : apa yang kalian lakukan di luar sampai harus pulang pagi ? saya bayar kalian bukan untuk hal itu. cercah toni dengan sedikit menahan amarah
mang yusuf dkk hanya menunduk ketika ditanya toni !!
Toni : mang yusuf , saya amanah kan untuk jaga rumah ini yah , mana tanggung jawab kamu ha ? bentak toni kepada mang yusuf ..
Mang yusuf : maaf tuan !
Toni : kemana lizzy mang ? dan dimana bik inah ?
Selepas meninggalkan lizzy sendirian di rumah susun , mang yusuf , kang yadi , kang samsul dan pak yanto ternyata tidak langsung menuju rumah mewah sang majikan , tak ada hari tanpa mabuk2an bagi mereka skrang , yang dulu waktu untuk bersenang2 saja mereka tidak punya , tapi skrg kemewahan fasilitas dan uang lizzy sudah menjadimilik mereka seutuh nya , dan malam itu mereka lewatin dengan mabuk sampai dengan menjelang pagi barulah keempat orang pembokat ini pulang ..
Tapi setiba dirumah , betapa kaget nya mang yusuf , kang yadi , kang samsul dan pak yanto mengetahui bahwa toni berada dirumah , memang toni pulang sendirian karna ada urusan mendadak di dalam negri , sekalian bertujuan untuk membuat kejutan kepada lizzy , tapi malah hal seperti ini yang dia dapatin , kondisi rmah kosong semalaman , tak terlihat pula putri nya yang dari dulu sepengetahuan toni lizzy bukan tipe gadis yang suka keluyuran malam-malam , ditambah dengan bik inah yang seperti nya sudah tidak ada dirumah , hal itu terlihat dari kondisi rumah yang terlihat cukup berantakan !!
bagaimana tidak kaget , pertama inah yang sedang berada di kampung akibat akal2an toni , dan kedua apa yang harus mereka jelaskan kalau toni mempertanyakan tentang putri semata wayang nya , terlebih lagi mobil yang mereka gunakan dalam keadaan mabuk , dan tidak menunggu waktu lama , toni yang terlihat cukup kesal mendatangin keempat pembantu nya itu dengan kondisi amarah atas tingkah laku mereka ..
Toni : apa yang kalian lakukan di luar sampai harus pulang pagi ? saya bayar kalian bukan untuk hal itu. cercah toni dengan sedikit menahan amarah
mang yusuf dkk hanya menunduk ketika ditanya toni !!
Toni : mang yusuf , saya amanah kan untuk jaga rumah ini yah , mana tanggung jawab kamu ha ? bentak toni kepada mang yusuf ..
Mang yusuf : maaf tuan !
Toni : kemana lizzy mang ? dan dimana bik inah ?
Mang Yusuf berdusta dengan tenang di hadapan tuannya : Non Lizzy kemarin ikut Inah pulang kampung tuan. Kebetulan ada keluarga yang sakit jadi Inah pulang dan Non Lizzy mau ikut katanya. Jadi mereka pergi berdua tuan.
Dalam hati Mang Yusuf berkata dengan penuh dendam. Mampus kau. Tanggung jawab yang kau maksud itu adalah kau rebut kebahagiaan keluargaku. Begitu pula yang akan aku lakukan. Anakmu sekarang gundik gua. Senyum tipis Mang Yusuf tampak di ujung bibirnya.
Toni merasa sangat kecewa mendengar berita itu.
"Tak terkatakan kekecewaan yang saya rasakan sekarang. Untuk Kang Yadi Kang Samsul dan Pak Yanto saya rasa kalian cukup sampai dengan hari ini saja bekerja dengan saya. Karena saya dan Liana kerap di luar negeri jadi saya hanya bisa memperkerjakan Mang Yusuf dan Bik Inah saja."
Toni berdiri lalu meninggalkan keempat pembantunya tersebut. Kekesalan terlihat jelas di wajah Kang Yadi Kang Samsul dan Pak Yanto namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan Toni sebagai majikan. Sementara Mang Yusuf merasa sedikit lega karena Toni tidak memecatnya. Toni mempertimbangkan hal itu karena putrinya Lizzy sangat dekat dengan Bik Inah dan merasa Mang Yusuf tidak berbohong. Itu membuat Toni semakin yakin. Kalau dia memecat Mang Yusuf juga maka Lizzy akan bersedih. Terbukti Lizzy memilih ikut ke kampung bersama Bik Inah yang memang merawatnya sejak kecil. Tanpa disadari Toni semua itu hanya bualan yang dikarang oleh Mang Yusuf.
Tidak menunggu waktu lama sore itu juga Kang Samsul Kang Yadi dan Pak Yanto berkemas lalu berpamitan kepada Toni. Mereka tidak pulang kampung melainkan pergi ke rumah susun tempat Lizzy menjadi peliharaan mereka. Dengan leluasa mereka akan melampiaskan kemarahan kepada Lizzy akibat orang tua Lizzy memecat mereka. Tak seperti biasanya Lizzy keluar rumah menggunakan mobil kali ini ketiga pria pribumi lusuh itu berjalan meninggalkan kediaman Toni dengan angkutan umum menuju rumah susun di pinggir kota Jakarta.
Di dalam perjalanan kekesalan Kang Samsul belum hilang sama sekali : Gila tu cina main pecat-pecat aja. Bertahun-tahun kita di situ emang beneran ga dihargai.
Pak Yanto menimpali dengan kesal : Mau ngomong apa ni sama bini gua. Ga ada angin ga ada hujan kerjaan hilang.
Kang Yadi menambahkan dengan nada mengancam : Awas aja tu cina. Bakal gua bikin nyesal udah giniin kita.
Kang Samsul langsung menjawab penuh dendam : Gua hancurin tu nanti anaknya. Lihat aja.
Kang Yadi tertawa keras : Haha.. bapaknya buat kita begini kita jadikan anaknya pelampiasan. Haha."
Pak Yanto ikut tertawa : Haha.. jangan kasih ampun tu anjing nanti. Haha..
Perjalanan yang panjang akhirnya sampai di tempat tujuan. Mereka membawa tas besar berisi pakaian masing-masing seolah akan tinggal lama di rumah susun. Berangsur-angsur melewati gang sempit mereka tiba di depan pintu rusun pojokan lalu langsung masuk. Lizzy menyambut mereka dengan gaya patuh seperti anjing peliharaan yang menanti majikannya datang. Lizzy mendekati ketiganya dengan wajah sedikit heran karena hanya Kang Samsul Kang Yadi dan Pak Yanto yang datang. Mang Yusuf tidak ikut seperti biasanya. Ditambah bawaan mereka terlihat banyak. Belum sempat Lizzy bertanya apa-apa.
Plakkkk… plakkkk. Tamparan sangat keras melayang ke kedua pipi Lizzy hingga ia tersungkur ke lantai. Kang Samsul sengaja menginjak kepala Lizzy yang berada di lantai tepat di hadapannya. Lizzy yang tidak tahu alasan Kang Samsul sangat marah hanya pasrah saja. Ini bukan kali pertama Kang Samsul menamparnya tapi kali ini benar-benar sangat keras seakan Kang Samsul meluapkan seluruh emosinya.
"Makin bertambah kebencian gua kepada orang lu anjing. Mentang-mentang banyak duit bisa seenak jidatnya aja memperlakukan orang kecil kayak kita. Mampus deh lu. Mulai sekarang gua bikin hidup lu seperti di neraka."
Kang Samsul meludah ke kepala Lizzy. Cuiiiihhh. Ludah pak Samsul mengenai kepala Lizzy.
Sembari menahan sakit akibat kepalanya yang terus diinjak Kang Samsul Lizzy masih berpikir keras mencari alasan mengapa Kang Samsul begitu emosi kepadanya. Tekanan kaki Kang Samsul terasa semakin kuat sehingga kepala Lizzy semakin sakit. Namun Lizzy tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan semuanya dan menunggu sampai Kang Samsul mau melepaskan kakinya dari kepala Lizzy.
Berbeda dengan Pak Yanto yang juga merasa marah di dalam hati. Melihat perlakuan Kang Samsul terhadap Lizzy justru membuatnya iba. Apalagi ia mengenal Lizzy sejak kecil. Tak pernah terlintas di benak Pak Yanto untuk menjadikan Lizzy bulan-bulanan kekerasan. Menikmati tubuh majikan yang putih mulus tentu saja tidak ada pria yang mampu menolak. Tapi untuk bagian menyiksa Pak Yanto merasa tidak tega. Bahkan ketika Kang Samsul mengatakan akan membuat Lizzy hidup seperti di neraka Pak Yanto memilih meninggalkan ruang tamu lalu berjalan menuju kamar untuk istirahat.
Sementara Kang Yadi yang sejak tadi hanya melihat Kang Samsul melampiaskan emosinya tiba-tiba melepas gesper kulit yang melilit di pinggangnya. Ditahan-tahan tak tahan juga ujar Kang Yadi dalam hati sambil kembali mengingat bagaimana ayah Lizzy memecatnya dengan cara yang tidak baik.
Ctarrrr… ctaarrrr. Ayunan gesper kulit itu tepat mengenai pantat mulus Lizzy.
Aaaahhhhh… ampun tuan. Jerit Lizzy yang sedari tadi hanya diam dan pasrah. Baru ketika cambukan gesper Kang Yadi melayang ke tubuhnya Lizzy tak tahan lagi untuk meminta ampun.
Ctaaarrr… ctarrrr. Dua ayunan lagi mendarat di badan Lizzy yang diiringi jeritan putus asa dari gadis malang itu.
Mampus lu. Badan lu emang pantas dicambuk ujar Kang Yadi sambil tertawa.
Trus Yad kalo perlu sampai ni anjing mampus hahah. Kang Samsul ikut tertawa melihat Lizzy yang menjerit-jerit kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa karena kepalanya terus diinjak.
Ampunnn tuan… ampunnn. Lirih Lizzy memohon kepada Kang Yadi agar tidak melanjutkan cambukan ke tubuhnya. Tapi Kang Yadi tidak menggubrisnya dan terus mencambuk tubuh Lizzy. Bekas merah semakin jelas terlihat di sekitar punggung Lizzy yang putih mulus. Aktivitas itu berlanjut sampai Lizzy benar-benar tak mampu menahan perih. Bahkan bersuara pun Lizzy sudah tidak mampu lagi. Di antara sadar dan tak sadarnya Kang Yadi masih terus mencambuk tubuh Lizzy. Ia baru berhenti ketika merasa sudah puas meluapkan emosinya lalu berjalan meninggalkan Lizzy yang sudah tidak bergerak lagi. Hanya air mata yang keluar dari sela-sela mata sipit Lizzy. Tanpa sadar Lizzy pun tertidur dengan menahan perih dan pedih di tubuhnya sepanjang malam.
Gelap malam berangsur menjadi terang. Matahari mulai menampakkan cahayanya di pagi hari.
Di dalam rusun kecil itu tampak sesosok tubuh tergeletak lemah dengan memar menghiasi sekujur badannya. Lizzy yang meringkuk terbangun dari tidurnya. Pedih sekali tubuhnya. Sembari menangis ia melihat bekas siksaan yang dialaminya semalam oleh Kang Samsul dan Kang Yadi. Dengan sigap Lizzy segera bangun menahan kesakitan di tubuhnya lalu cepat-cepat menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia harus selalu siap dan bersih agar tidak menimbulkan kemarahan para majikannya.
Tapi jelas saja Lizzy tak bisa menyembunyikan penderitaannya. Matanya sembab pipinya lecet akibat tamparan keras Kang Samsul dan setiap kali bergerak ia selalu merasa perih di punggung paha serta kakinya.
Mendengar langkah kaki majikannya saja Lizzy langsung bergidik ketakutan. Pak Yanto yang terbangun lebih dulu daripada dua majikannya yang lain membuat Lizzy cepat-cepat sujud di hadapannya. Entah itu untuk memberi salam atau memohon ampunan agar tidak disiksa lagi. Kejadian semalam benar-benar membuat Lizzy seperti kehilangan jati dirinya.
Pak Yanto berkata dengan nada biasa : Udah udah ngapain lu sujud-sujud. Emang gua raja !!
Pak Yanto meninggalkan Lizzy lalu berjalan menuju kamar mandi.
Lizzy masih sujud sambil memohon : Ampun tuan. Maafkan anjing hina ini.
Kang Samsul yang sudah bangun tanpa Lizzy sadari tertawa mengejek : Haha..
Lizzy menyadari hal itu lalu kembali sujud di hadapan Kang Samsul.
Kang Samsul langsung hardik dengan kasar : Bangun lu. Ingat ya kita bukan tuhan jadi lu ga perlu sujud-sujud kayak gitu. Cukup lu taruh aja kepala lu buat jadi keset. Paham.
Kang Samsul tertawa : Haha..
Lizzy menjawab patuh : Baik tuan. Anjing hina ini siap jadi keset buat tuan.
Kang Yadi ikut mengejek : Yah karena emang lu pantas jadi keset tolol. Haha..
Kang Yadi melanjutkan perintahnya.
"Sekarang lu bikinin kita sarapan yang enak. Awas kalo ga enak gua gigit pentil lu sampai putus.
Lizzy ketakutan mendengar ancaman itu seakan tidak ada yang tidak mungkin dilakukan kedua orang itu terhadap dirinya.
"Baik tuan baik.
Namun Lizzy baru ingat bahwa ia tidak biasa memasak. Dari kejauhan Pak Yanto hanya melihat perlakuan kedua rekannya terhadap Lizzy. Entah apa yang dipikirkan Pak Yanto. Yang tadinya bernafsu melihat Lizzy kini berubah menjadi kasihan. Bagaimanapun Pak Yanto juga seorang ayah yang masih memiliki hati nurani. Sejauh ini ia hanya ingin bersenang-senang tapi semakin lama rasa senang itu hilang dan berganti iba. Pak Yanto pun memutuskan untuk meninggalkan rusun pada siang nanti bertujuan pulang kampung lalu mencari pekerjaan baru. Sudah tidak ada yang bisa dipertahankan di sini. Pikiran Pak Yanto kini bercampur aduk.
Sementara di dapur Lizzy yang sama sekali tidak bisa memasak merasa bingung harus melakukan apa terlebih dahulu. Cukup lama ia termenung lalu kembali merangkak ke hadapan Kang Yadi dan Kang Samsul.
Lizzy memohon dengan suara pelan.
"Mohon maaf tuanku. Anjing hina ini tidak tahu bagaimana cara memasak."
Plakkkk. Tamparan keras kembali melayang ke kedua sisi pipi Lizzy.
Kang Samsul hardik dengan marah : Lu harus ada gunanya di sini anjing. Ga bisa cuma modal memek aja lu di sini. Ngerti lu."
Lizzy menunduk sambil meminta maaf.
"Maaf tuan. Maafkan anjing ini."
Pak Yanto menghentikan aktivitas mereka dengan bertanya.
"Sul di mana?"
Kang Yadi langsung bertanya.
"Pak Yanto mau ke mana pake bawa-bawa tas segala?"
Pak Yanto menjawab dengan alasan bohong.
"Gua mau pulang kampung dulu. Semalam bini gua nelpon katanya anak gua sakit."
Kang Samsul bertanya.
"Berarti tinggal kita berdua dong di sini. Trus kapan balik ke sini lagi pak?
yah paling kalo anak gua udah mendingan , gua pasti balik lagi , yah kali gua ninggalin memek legit ini anjing , haha
hahaha , tawa ketiga bandot tua itu memenuhi rusun sempit itu .
okok , yaudah kalo gitu , pak yanto mau berangkat skrg yah , Tanya kang yadi ..
pak yanto : iyah ni takut nanti ga ada mobil lagi kalo sore , jadi gua jalan dulu yah , jagain ni anjing biar tambah nurut , hehe
kang yadi : aman pak , itu aja udah ga bentuk orang gua lihat , haha
kang samsul : jadi bentuk apa yad ?
yah udah bentuk anjing beneran , haha telanjang sepanjang hari , kembali tawa lepas dri ketiga bandot tua itu …
yowes , tak jalan dulu yah , ujur pak yanto sembari berjalan meninggalkan kang yadi , kang samsul dan lizzy yang malang itu untuk selama nya , karna memnag pak yanto tak akan kembali lagi ke rusun itu ..
Tidak ada harapan bagi sang majikan !!!
Sepeninggalan pak yanto tentu sedikitpun tidak merubah penderitaan lizzy ,
Siang itu lizzy di mintai oleh kang samsul untuk menelpon ayah nya , guna untuk meyakinkan kalua dia benar sedang di kampong mang yusuf bersama dengan bik inah , dan yang paling terpenting , kang samsul menyuruh lizzy meminta sejumlah uang kepada mantan majikannya itu , yang mana akan digunakan oleh dirinya dan yadi.
Eh moy , sekarang lu telpon bapak lu yang pelit itu , bilang aja kalua lu lagi dikampung sama bik inah , trus sekalian lu minta duit juga , kalo mau ngasih makan lu pakai duit pribadi gua mah sorry-sorry aja yah , ujar kang samsul .
Bahkan untuk memberi makan lizzy saja kang samsul tidak sudi , memang hanya tubuh lizzy yang di ingikan nya , ditambah lagi selama ini semua tabungan lizzy di habiskan oleh mereka , sementara lizzy hanya makan sisa makanan dri mereka , yang bias dikatakan makanan tidak layak di konsumsi lagi ..
Bangun lizzy dri sujud nya untuk menerima telpon yang disodorkan kang samsul dan langsung menekan nomo handphone sang ayah yang sudah lizzy hapal diluar kepala .
Toni tampak terkejut seusai menerima telpon dari seseorang misterius yang mengatakan bagaimana keadaan putri nya saat ini , serta seseorang misterius itu pun juga menyebutkan lokasi dimana putri nya berada , yang jelas bukan di kampong mang yusuf bersama bik inah , hanya beberpa km saja dri tempat tinggal nya , dan tentu saja hal itu tidak langsung membuat toni percaya oleh orang misterius tersebut , seketika lamunan toni buyar dikejutkan dengan handphone nya yang kembali bordering .
Hallo , sapa toni .
Hallo pah , jawab lizzy di ujung telpon ,
Saying ? kamu lagi dimana ? kenapa nomor hp kamu ga bisa di hubungin ? Tanya toni gelisah
Lizzy lagi di kampong bik inah pah , hp lizzy rusak kemarin jatuh dikamar mandi , bohong lizzy
Are you okay dear ? Tanya toni untuk meyakinkan keadaan sang putri nya
Lizzy oke pah , jawab lizzy datar
Seketika toni terdiam mendengar respon lizzy yang berbeda dri biasa nya , apakah lizzy sedang bersama seseorang ? apakah lizzy sedang terancam ? apakah lizzy terluka . banyak pertanyaan yang memenuhi kepala toni akan keadaan putri tersayang nya itu .
Pahhh ? panggil lizzy dri sebrang telpon
Iyah sayang , kalo gitu kapan kamu pulang sayang ? mana bik inah nya , papah mau ngomong sama bik inah , jawab toni ..
Bik inah sedang dirumah pah , sekarang lizzy sedang diluar , karan kalua dirumah jaringan nya ga stabil pah , kembali lizzy membohongin sang ayah ..
Yasudah , kamu baik2 disana yah sayang , papa juga seperti nya minggu depan terbang lagi , kasihan mama kamu papa tinggalin lama2 , jawab toni seraya menasehati putri kesayangan nya ,
Baik pah , lizzy aman2 aja kok disini , ucap lizzy yang ingin mengakhiri telpon sang ayah , tapi tiba2 pentil lizzy di plintir sangat kuah oleh kang samsul , membuat lizzy kesakitan , aaauuwww , jerit kecil lizzy ..
Kamu kenpa sayang ? Tanya toni cepat mendengar lizzy seperti sedang kesakitan , cemas toni
Lizzy yang kaget akibat plintiran tangan kang samsul pun teringat akan perintah nya untuk meminta sejumlah uang kepada sang ayah ,
Gpp pah , jalanan licin habis hujan , hampir lizzy jatuh , oh iyah pah lizzy juga mau bilang , uang jajan lizzy udah hamper habis pah , kirimin lizzy buat jajan yah pah , jawab lizzy sambal ketakutan salah bicara , karna kang samsul sudah siap saja untuk mengulang memelintil putting nya lagi ..
Oh iyah sayang , nanti papah kirimin yah , kalo gitu kamu balik ke rumah bik inah skrg yah , bahaya kalo diluar apalagi habis hujan jalanan licin , bye sayang , ucap toni sebelum menutup telpon sang putri nya
Oke pah , makasih pahh , lizzy pun segera menutup telpon juga .
Melihat kepolosan anak dari mantan majikannya itu , kang samsul tersenyum puas , selain bias menikmati tubuh nya , kang samsul juga merasa tetap stabil akan kebutuhan harian nya , tidak kerja pun tidak masalah , cukup ngentotin ini amaoy aja tiap hari , hahahah , pikiran jahat samsul mulai tumbuh , untuk hidup selayaknya seorang raja ..
Disebuah rusun kecil yang terletak di ujung lorong ,
Aaaahhhhh , enak sekali tuan , desah lizzy yang dengan nikmat nya menaik turun kan badan nya di atas tubuh kang samsul , yang sesekali mulut nya menyambut kontol panjang kang yadi , aktifitas itu tampak nya di nikmati lizzy , remasan demi remasan pada payudaranya seakan semakin membawa nya k surge dunia .. sementara di bawah kang samsul hanya diam saja menikmati lizzy yang aktif menggenjot kontol nya , ditambah memek lizzy yang ntah mengapa terasa sempit dan berdenyut denyut sangan menjepit ..
Goyang terus lu yah , jangan berhenti , kalo ga gua kurung lu di teras , biar mampus kedinginan lu ,, haha , ancam kang samsul , dan wajar saja lizzy berusaha menggenjot dengan semangat , ternyata ancaman kang samsul tersebut cukup membuat lizzy ketakutan ..
Aaaahhh , baik tuan , anjing akan memuaskan tuan, jerit lizzy kenikmatan yang melanda tubuh nya ,
Hahaha , ga nyangka gua lu bias kekuat ini moy , haha , ejek kang yadi ,
Hahah , iya ni , emang terpaksa atau suka ga tau juga deh , timpal kang samsul ,
Udah mirip pecun beneran ni amoy , haha kembali kedua pria itu tertawa mengejek lizzy ,
Itu semua karna lizzy yang sudah hamper 1 jam menggenjot kontol kang samsultanpa henti , dan akan terus berlanjut sampai dengan perintah kang samsul untuk berhenti ,,
Sementara bagi lizzy sendiri , kenikmatan yang kali ini dia rasakan sangat berbeda dengan sebelum nya , yang mana kali ini dia benar2 seperti bukan diri nya lagi , tak tahu ntah kekuatan dri mana lizzy bahkan tak merasakan lelah akibat orgasme yang diraih nya berkali-kali akibat menggejot kontol besar kang samsul , ditambah sensasi dri kang yadi yang beberapa kali menyodok hingga kepangkal mulut nya , dapat disimpulkan lizzy sangat menikmati situasi seperti ini ..
Aaaaahhhhhhh , tuannnnnnn , anjing mau kencing lagi tuan ,,, aaahhhh , jerit lizzy , yang menandakan dirinya segera mencapai orgasme ,
Mendengar lizzy seperti itu , dengan sigap kang samsul meraih pinggang lizzy , langsung menghentakan dengan kuat ke bawah agar kontol nya tertelan sempurna , dan di tas kang yadi juga tak tinggal dia , jeritan lizzy itu seketika tak terdengar karna kang yadi memamasukan kontol nya ke mulut lizzy dengan brutal , membuat lizzy tampak kesusahan bernafas , tapi diperlakukan seperti itu malah membuat tubuh lizzy semakin kejang , dan syyuuuuuuurrrrr , syuuuurrrr . akhir nya lizzy mencapai orgasme nya untuk kesekian kali nya , ternyata permainan tak berhenti sampai disitu , kang yadi dengan tidak memperdulikan lizzy , terus saja menyodok mulut lizzy , ditambah kang samsul yang juga dengan kasar menyodok memek lizzy , kedua pria itu seperti nya ingin mengakhiri permainan malam ini ,
Tubuh lizzy hanya menerima saja perlakuan kedua majikannya itu , yang kali ini , lizzy yang menerima genjotan kontol kang samsul pada memek nya yang brutal ..
Hmmmm ,, hmmmm desah lizzy , yang tak jelas karna mulut nya dipenuhi kontol kang yadi yang tertanam hingga kepangkal .
Kenpa lu hah ? Tanya kang yadi melihat lizzy yang kesusahan sambal tangan nya menahan kepala lizzy akan semakin dalam kontol nya masuk .
Bola mata lizzy sampai berubah warna menjadi putih semua , namun itu semua tidak membuat kang yadi melepaskan kontol nya dri mulut lizzy ,
Belum habis dengan derita yang dirasa pada mulut dan tenggorokan nya , lizzy merasakan panas sekali pada memek nya , genjotan kang samsul tambah cepat dan kuat , lagi-lagi ditengah penderitaan yang dialami nya , tubuh lizzy kembali merespon kedua majikan nya itu , pinggul lizzy perlhan bergoyang mengikutin genjotan kan samsul ,
Hahaha , emang jiwa lonte yad , malah keenakan lu sodok gitu , haha ejek kang samsul .
Iyah kang , lihat tu tangan nya , malah remas tetek nya dewe , hahah , kang yadi menimpali ,
Namun kedua pria itupun , dengan bersamaan mempercepat ritme untuk mencapai orgasme masing2 .
Aaaaaarrrgggghhhh , arrggghhh . erang kang samsul yang dengan sangat brutal menggenjot memek lizzy , sambal mulut nya degan geram mencaplok payudara lizzy dan menggigit putting lizzy dengan keras , crrroooootttttt ,,croooottt , semburan hngat terasa di memek lizzy ,
Begitu pula kang yadi , glloookkkk ,, gllooookk , lizzy yang dri tadi susah bernafas karna kepala nya di tahan olah tangan kang yadi tanpa jeda langsung di bombardir dengan bringas , sangat banyak liur berhamburan dri sela-sela bibir lizzy , mampuuuuusssss lu anjinggg , teriak kang yadi dan crrrooooottt , crooottt tentu saja tembakan peju kang yadi langsung bersarang di perut lizzy ,
Bagaimana dengan lizzy ?
Mendapat serangan dri berbagai sisi , lizzy pun akhir nya mendapatkan orgasme nya lagi , memek nya yang di genjot dengan brutal , mulut nya di sodok dengan bringas , ditambah putting nya di gigit oleh kang samsul dengan kuat , lizzy mendapat 3 kenikmatan sekaligus , bagaimana mungkin lizzy tidak mencapai orgasme , segala perlakuan kasar yang dilakukan kedua majikannya itu , sekarang berubah menjadi rangsangan yang mempu membawa nya sampai kepada puncak orgasme ,
Hhmmmmmm ,, hmmmm , hanya gumaman ini yang keluar dri mulut lizzy , tapi kepuasan benar tampak dri wajah lizzy , bahkan tak perlu perintah , lizzy langsung kembali merangkak ke hadapan kedua majikannya yang duduk di sofa , dan langsung menjilatin kontol kedua nya sampai tak terlihat setetespun lagi kluar dri ujung kontol majikannya itu ,
Di tempat yang berbeda
Toni tengah bersiap-siap untuk mendatangin rusun yang dimaksud org misterius yang menelpon nya ,
Mang yusuf , kamu ikut saya yah malam ini , ajak toni kepada mang yusuf ,
Kemana tuan ? tumben tuan mengajak saya ? Tanya mang yusuf .
Ke rusun XXX ga jauh dri sini , jawab tony
Mendengar rusun yang di sebutkan majikannya itu adalah rusun tempat lizzy dan rekan2 nya , membuat kang yusuf sedikit gugup ,,
Ayok mang , ajak toni melamun memecahkan kegugupan mang yusuf , namun tak dapat menolak perintah sang majikan .
Segera mang yusuf dan toni meluncur ke lokasi rusun dipinggiran kota Jakarta itu dan selama di perjalanan tentu saja fikiran mang yusuf tak karuan , sekilas terfikir oleh nya bagaimana kalau apa sang majikan mengetahui anak nya menjadi budak seks nya , bisa2 rumit nanti urusannya
Karna memang rusun yang di tuju tidak la jauh , sebentar saja sampai toni dan mang yusuf di lokasi tersebut , dan dengan langkah cepat toni menaikin tipa2 lantai sampai dengan lantai dimana kamar yang di maksud penelpon misterius maksud seraya menelusuri lorong ke arah pintuyang terletak paling ujung .
Mang yusuf yang mengikuti majikannya itupun tambah gusar karna dugaan nya benar , sang majikan menuju tempat dimana lizzy berada ….
Tok tok tok …
Lizzy yang tengah bersujud sembari menjilatin kaki kang samsul dan kang yadipun kaget , tiba2 ada yang mengetuk pintu rusun ,
Eh moy , lu masuk ke kamar mandii , bersihin diri lu , barangkali itu mang yusuf mau make memek lu , haha , tawa kang samsul
Kang yadipun beranjak dri duduk untuk membukakan pintu . baru memutar handle pintu saja , toni langsung menerobos masuk , dan kaget melihat kedua mantan karyawan yang dipecat nya berada disini
Melihat toni , bukan nya kaget , malah kang samsul dengan santai menanyakan kenapa toni mendatangin mereka .
Ehh , ada mantan boss , ada apa ni nyariin kita sampai kesini hehe , Tanya toni .
Melihat kang samsul yang santai berhadapan dengan toni , kang yadipun ikut berubah dan tidak segan lagi kepada toni ,
Duduk dulu boss , seperti nya ada sesuatu yang serius ni , kata kang yadi
Mang yusuf malah yang kaget dengan respon kedua rekan nya itu ,
Dengan siapa kalian disini ? Tanya toni tegas .
berdua aja kok , seperti yang boss lihat , sama 1 peliharaan si hehe , dengan kata lain kang samsul menyamakan lizzy dengan peliharaan , jelas kang samsul .
peliharaan ? toni bertnya dalam hati ,
mang yusuf , coba kamu periksa ke dalam , saya mendapat info lizzy berada di sini .
baik tuan , jawab mang yusuf berjalan ke arah dapur dan kamar mandii , dan menyadari ada seseorang dikamar mandi jelas mang yusuf langsung berfikir itu lizzy ,dan langsung membuka pintu kamar mandi itu ,
lizzy yang sedang mandi hanya diam saja melihat mang yusuf masuk , dan langsung menghentikan aktifitas nya , berlutut lalu bersujud dikaki mang yusuf ,
eh moy , tu di luar ada bapak lu , kata mang yusuf kepada lizzy ,
lizzy yang mendngar nya langsung senang merasa diri nya sebentar lagi akan terbebas ,
tapi ingat yah , lu itu anjing , mau di depan bapak lu juga , lu tetap harus kayak anjing , paham ga lu ? ancam mang yusuf ,
pupus harapan lizzy , mendengar ucapan mng yusuf ..
dan 1 lagi , paturan yang gua buat ga sedikitpun brubah , kalo lu berulah , kita bakal bunuh tu bapak lu , gertak mang yusuf menakut-nakutin lizzy yang mulai terlihat cemas ,
baik tuaku , anjing hina ini mengerti , ucap lizzy seraya mencium kaki mang yusuf ..
mang yusuf dengan kasar meraih tali kekang yang melilit di leher lizzy , membuat lizzy yang masih basah pun mengikutin tarikan mang yusuf menuju ruang tengah dimana disitu sudah ada sang ayah , dan muncul la mang yusuf di antara rekan2 dan majikannya , tangan tangan yang memegang tali kekang dan di ikuti lizzy dengan gaya anjing merangkak …
betapa kaget nya toni melihat sang anak kesayangan nya harus di perlakukan seperti itu , bahkan yeng lebih mengejutkan toni , terlihat memar pada tubuh lizzy yang jelas , karna lizzy memang tidak mengenakan sehelai benang pun pada tubuh nya , sedangkan lizzy yang memang mengetahui sang ayah melihat nya hanya menunduk saja , tanpa berkata apa-apa !!
yusuf ? apa yang kamu lakukan itu ha ? cerca toni dengan sangat marah ..
ini peliharaan yang saya maksud boss , timpal kang samsul !!
kurang aja kalian semua , ucap toni seraya ingin berjalan ke arah lizzy untuk melepaskan sang putri ny !
ehhhh , tiba-tiba kang yadi mendorong toni hingga terjengkal ke belakang ..
dripada tuan marah-marah ga jelas . mending tuan nonton aja pertunjukan dri peliharaan kami , haha ejek mang yusuf kepada toni .
sesak dada toni mendengar ucapan para kacung nya itu , tapi disatu sisi toni juga tidak dapat berbuat apa-apa , dia merasa juga sudah terjebak dalam situasi rumit ini
Malam yang panjang part 1
Di sebuah apartement mewah. Liana tampak sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam , namun pemandangan yang tak biasa terlihat jelas , tubuh sintal liana tak tertutup benang sehelai pun , sementara di belakang nya , tampak seorang pria pribumi menggenjot liana dengan bringas , membuat liana sedikit sesusahan untuk menyelesaikan aktifitas memasak nya tersebut , sementara di meja makan yang letak nya tak jauh dri liana dan pria itu bercinta , ada seorang pria sedang menunggu masakan yang sedang di siap kan liana …
Pria yang menggenjot liana adalah , maman , atau lebih sering di sapa bang maman , seorang tki llegal yang berasal dri medan , berperawakan tinggi berkulit hitam dan berusia sekitar 45 tahun , saat ini bang maman berkerja disebuah bengkel kecil tak jauh dri apartement tempat liana dan tony tinggal . sementara pria yang berada di meja makan adalah amir dan berusia 38 tahun , sama seperti bang maman , amir yang berasal dri aceh ini juga tki ilegal yang awal nya di janjikan pekerjaan yang bagus , tapi malah di tipu , dan sempat luntang lantung karna memang tidak ada sanak saudara , sampai dengan akhir nya amir bertemu dengan bang maman yang memang lebih dulu berada disana , dan setelah mendengar cerita amir , bang maman pun mencoba membantu amir untuk mendapatkan pekerjaan ,
POV LIANA
Hari ini aku memulai dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aku mengenakan dress yang cukup pendek sehingga lekuk tubuhku tampak seksi. Sembari bercermin aku merasa di usia 45 tahun ini tubuh dan wajahku masih awet muda. Selama di sini Toni memang menyiapkan kendaraan pribadi untukku. Berbeda dengan di Indonesia yang mana-mana aku diantar Mang Yusuf sebagai sopir pribadi dan juga anakku Lizzy.
Dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan tiba-tiba mobil yang aku kendarai mogok. Aku sendiri tidak tahu kenapa mobil itu tiba-tiba tidak bisa menyala lagi. Bukan karena kehabisan bahan bakar karena ini mobil listrik. Tak menunggu lama aku segera mencari kontak bengkel terdekat agar mereka datang ke lokasiku sekarang untuk memperbaiki mobil ini.
Sekitar tiga puluh menit aku menunggu akhirnya datang dua orang montir yang menghampiriku. Saat itu aku sedang menelpon sahabatku dengan bahasa Indonesia sehingga kedua montir itu bisa mendengar.
Bang Maman bertanya dengan yakin.
"Benar dengan Ibu Liana?"
Liana menjawab sambil kaget karena montir yang datang ternyata orang Indonesia.
"Benar Mas."
Amir menyeringai : Hehe wah orang Indonesia juga Bang ibu ini.
Liana bertanya sedikit senang karena sesama orang Indonesia : Kok Mas-Mas bisa tahu ya saya orang Indonesia?
Maman menjelaskan : Maaf Bu tadi saya sempat dengar Ibu ngobrol di handphone pakai bahasa Indo. Oh iya Bu saya Maman dan ini rekan saya Amir montir yang ditugaskan ke sini.
Liana menjawab sambil tersenyum : Oh iya Mas.
Maman melanjutkan : Kalo gitu boleh saya cek ya Bu mobilnya.
Entah kenapa setelah tahu Maman dan Amir adalah orang Indonesia ingatanku langsung tertuju pada Mang Yusuf. Aku kembali mengenang betapa gagahnya Mang Yusuf menyetubuhi aku dulu. Apalagi Bang Maman ini memiliki perawakan kekar tinggi dan kulit hitam karena terpapar matahari. Sementara Amir berperawakan kecil kulitnya tidak terlalu hitam dengan jenggot panjang serta tanda hitam di kening seperti orang yang rajin ibadah. Wajahnya sedikit sayu dan pendiam.
Melihat kedua montir itu mengecek mobilku pikiranku malah melayang ke mana-mana. Memekku seketika terasa gatal karena aku memang ketagihan kontol pribumi. Apalagi setelah kepergian Toni ke Indonesia untuk urusan bisnis selama seminggu ini membuatku sedikit kesepian. Tanpa berpikir panjang aku menawarkan kedua pria itu untuk singgah makan malam di apartemenku. Tawaran itu langsung disetujui Bang Maman dan Amir untuk datang ke kediamanku nanti malam yang memang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal.
Hari ini terasa begitu cepat bagiku. Sembari menunggu malam tiba pikiranku cukup kacau. Nafsu ku seakan ingin meledak membayangkan Bang Maman dan Amir. Haruskah aku menggoda mereka? Haruskah aku yang meminta mereka menggauliku? Tidak mungkin. Apalagi aku baru mengenal mereka dengan cara yang tidak sengaja. Bisa saja nanti mereka berniat jahat ketika tahu aku hanya seorang diri di sini. Dengan otak yang berpikir ke mana-mana tanpa sadar memekku malah basah. Tubuhku seolah menolak semua pikiranku padahal sebenarnya aku sedang haus akan belaian tangan-tangan kasar serta sodokan-sodokan brutal seperti yang dulu pernah aku rasakan ketika Mang Yusuf tanpa ampun menyiksa tubuhku dengan kenikmatan.
Aku perlahan menggesek-gesek memekku yang mulai basah karena pikiranku. Tubuhku semakin terbungkus nafsu. Dengan pelan aku menusuk memekku dengan jari lalu mulai memainkan itilku. Desahan demi desahan keluar dari bibirku yang menandakan betapa nikmatnya yang aku rasakan sekarang. Aku mempercepat gerakan di memekku sehingga getaran semakin terasa menderu di dalam diri ini. Desahan pun terdengar semakin keras. Hampir saja aku mendapatkan orgasme dengan jari-jariku sendiri.
Tiba-tiba dering handphone berbunyi dan cukup mengagetkanku. Seketika konsentrasiku buyar padahal aku hampir mencapai orgasme. Aku baru ingat ada janji dengan Bang Maman dan Amir.
Segera aku mengangkat telepon dari Bang Maman yang mengabarkan bahwa mereka sudah sampai dan tinggal menunggu aku menjemput mereka di basement. Apartemen tempatku tinggal ini memang tidak sembarang orang bisa masuk. Hanya dengan dijemput oleh penghuni baru bisa masuk. Aku buru-buru menjemput Bang Maman dan Amir ke bawah tanpa mengenakan celana dalam karena aku melepasnya tadi saat colmek.
Setibanya di dalam apartemen Liana mengajak Bang Maman dan Amir mengobrol dulu di ruang tamu agar suasana tidak terlalu canggung. Akhirnya Liana memutuskan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Liana berkata sambil tersenyum.
"Oh iya Bang Maman Bang Amir saya ke dapur dulu ya mau menyiapkan makan malamnya."
Bang Maman menjawab : Iya Bu silahkan.
Liana langsung meralat : Jangan panggil ibu dong Bang. Panggil Liana aja biar akrab. Hehe...
Bang Maman menjawab gugup.
"Baik Bu eh maaf. Baik Liana."
Liana pun berjalan menuju dapur meninggalkan kedua pria yang baru dikenalnya tadi siang. Tatapan Bang Maman dan Amir tertuju pada tubuh Liana yang berjalan membelakangi mereka. Liana masih menggunakan mini dress tanpa lengan yang semakin menambah keseksiannya. Apalagi sekarang Liana tidak memakai celana dalam.
Bang Maman dan Amir saling memandang ketika menyadari tidak ada celana dalam di balik dress Liana.
Bang Maman tersenyum simpul.
"Kayaknya ni Enci mau mancing kita Mir."
Amir cengengesan.
"Hehe iya nih Bang. Kayaknya minta di obrak-abrik tu memeknya. Hihi..
Bang Maman mengajak : Atau langsung kita hajar aja nih Mir.
Amir ragu : Duh agak ngeri juga Bang kalo main hajar-hajar aja."
Seketika mata Amir tertuju pada celana dalam bekas Liana yang tergeletak di bawah meja ruang tamu.
bang ? itu kancut ga si ? Tanya amir sambal menunjuk ke bawah meja ..
maman pun langsung mengambil celana dalam itu ..
anjinggggg , basah mir , ujar bang maman bersemangat ..
amir langsung mengambil celana dalam liana tersebut dan mendekatkan ke hidung nya .
aduuuuuhhhh , segeerr banget bang , hehehe
kalo udah depan mata aja lu semngat , hilang nya ngeri lu ? ejek bang maman kepada amir .
rezeki nomplok bang , kata amir sambal mengendus kancut basah milik liana itu .
hahaha , gua si mau nya langsung jilatin memek tu si enci mir , kayak nya udah sange berat tu , haha
sementara di dapur , liana yang tengah asik menyiapkan makanan itu teringat akan celana dalam nya di sofa tempat dia colmek tadi , dengan tergesa-gesa liana kembali menuju ruang tamu , namun betapa kaget nya liana melihat amir sedang mengendus-endus celan dalam nya serta liana juga menguping pembicaraan kedua pria itu , membuat memek nya terasa gatal membayangkan di genjot oleh bang maman dan amir .
liana tidak mungkin kembali keruang tamu dengan kondisi celana dalam nya yang sedang di endus-endus oleh amir , jadi ada baik nya dia pura-pura tidak tau saja , melanjutkan memasak dan menyiapkan untuk makan mereka bertiga nanti , sampai dengan sepasang tangan menglingkari pinggang ramping nya merayap keatas menuju payudara nya , liana yang cukup kaget berusaha menoleh ke arah belakang untuk melihat orang yang meraba tubuh nya dengan tidak sopan , tapi ketika menoleh tiba-tiba saja bibir nya dikecup oleh bang maman dengan bringas , sementara amir terlihat sedang merekam diri nya yang di dekap oleh bang maman ..
ciuman bang maman semakin brutal , sehingga membuat liana sedikit susah bernafas namun tangan bang maman begitu aktif bermain di kedua payudara liana , membuat liana mau tak mau membalas kecupan bang maman ditambah oleh dorongan nafsu akibat remasan tangan bang maman ,
trus bang , hehe amir menyemangati bang maman .
tak mendapat penolakan dari liana , bang maman pun menarik dress liana sedikit demi sedikit sehingga ketika dress itu melewati pinggang liana , langsung terpampang memek liana yang memang tidak menggunakan celana dalam , ditengah ciuman ganas yang di lakukan bang maman terdengar desahan liana yang di sebebkan tangan bang maman mulai menari di atas memek nya , bahkan terlihat bang maman mulai memamsukan jari tengah nya ke liang memek liana dan di sambut dengan tubuh liana yang bergetar , rangsangan demi rangsangan yang di dera liana membuat diri nya menatap sayu kepada bang maman , mengisyarat kan bang maman untuk terus mendorong jari nya lebih dalam ..
bang maman yang melihat liana sudah di dera nafsu pun dengan santai melepas ciumannya , dan meminta liana untuk membuka baju nya sendiri , di satu sisi bang maman juga melepas pakaian nya menyisakan kolor saja , liana yang melihat itu cukup terbelalak karna gundunkan ditengah selengkangan bang maman sangat besar , yang sudah di pastikan sesuatu yang terkurung di dalam kolor bang maman adalah kontol berukuran besar , dengan keadaan yang sudah di liputi nafsu , liana dengan sendiri nya merangkak mendekat kepada bang maman , dan langsung mengendus kolor dan selengkangan bang maman yang sedikit bau pesing , namun sungguh aroma ini yang di rindukan liana .
hahaha , liat mir , apa gua bilang , ni enci emang mancing-mancing , ujar bang maman penuh kemenangan ,
haha , iya bang , ga disangka , kita di undang buang makan sama ngentot , tawa amir ..
liana yang mendengar ejekan itu seakan tak peduli dan terus saja mengendus dan menjilat-jilat kolor bang maman yang dengan tidak sabar liana menarik kolor bang maman dan keluar la sebatang kontol berukuran 20cm dengan urat yang nimbul mengelilingin batang besr itu , ditambah ada 2 buah tasbih menghiasi kegagahan kontol bang maman ..
anjiirrrr , gede banget bang , apa ga hancur tu meki si enci , hahah , ujar amir
hehe , gapapa kan memek lu ini gua hancurin ? Tanya bang maman pada liana ,
nafsu yang sudah tak terkontrol menghilangkan kesadaran liana , membuat dia hanya mengangguk ketika ditanya bang maman .
lu liat kan mir , yang punya lobang aja ngebolehin buat di hancurin haha , kata bang maman .
bener-bener dah si ni enci , hahah , kembali tawa kedua pria itu memenuhi ruangan itu .
bang maman pun memposisikan liana tepat di depan kontol nya , dan mulai menyodok mulut liana , yang awal nya pelan namun berangsur gerakan pinggul bang maman makin kencang sehingga kontol besar nya sesekali menerobos ke bagian terdalam mulut liana , tapi meskipun mendapat perlakuan seperti itu , liana tampak sangat menikmati walaupun ketika kontol bang maman masuk terlalu dalam membuat liana tersedak dan susah bernafas ,
gloookkkk ,,, gloooolll ..
glllooookkk gloookkk .
hanya itu yang terdengar nyaring di ruangan dapur itu , bang maman ternyata sangat menikmati posisi itu , tanpa memperdulikan liana yang lama-lama tentu saja lemas menahan kontol besar bang maman menghantam mulut nya ,
enak banget mirr ni mulut , lu ga mau nyoba ? Tanya bang maman ..
nanti aja bang , kita selesai kan 1 film dulu , haha ujar amir yang memang sejak awal merekam aktifitas liana dan bang maman .
okok mir , rekam yang bagus ya , hahaha
liana sebenar nya sedikit tak nyaman karna amir merekam dirinya di lecehkan seperti ini , tak pernah terfikir juga oleh nya bahwa kedua pria ini akan nekat apalagi sampai harus mengabadikan dirinya di genjot , tapi semua sudah terlambat . untuk memberontakpun skrg rasanya tidak mugkin , selain takut , liana juga tak ingin kedua pria ini nanti gelap mata menyakiti diri nya atau bias saja mereka akan membunuh dirinya jika dia melawan ..
cukup lama bang maman memompa mulut liana , kemudian bang maman menarik liana untuk berdiri dan membelakangin diri nya , tangan bang maman kembali memainkan memek liana , dan mulai mengarahkan kontol jumbo milik nya k arah memek liana .
liana sedikit merasa sakit saat kontol bang maman berusaha menerobos memek nya , ditambah dengan tasbih yang ada itu cukup membuat kontol itu sedikit berbeda , dorongan bang maman pun seakan tak peduli akan keadaan liana ,
blesssss … tertanam lah kontol jumbo bang maman di memek liana ,
aaaaaahhhhhhhhh , liana merasa memek nya lecet akibat kontol itu , sungguh penuh rasa nya memek liana .
hahaha , mentok mir , kata bang maman sambal tertawa .
haha , jangan kasih ampun bang , amir kembali menyemangati bang maman .
aman mir , gua bikin ni enci mati keenakan , haha ejek bang maman ,
enjoy yah sayang , bisik bang maman kepada liana yang langsung direspon anggukan oleh liana ,
bang maman menarik kontol nya nyaris sepenuh nya dan langsung mendorong dengan kuat menerobos memek liana yang belum terbiasa dengan kontol milik nya ,
aaaaaaahhhhhh , ampun bang , ampun .. jerit liana .
minta ampun mir . hahaha , bang maman yang terus berkomunikasi dengan amir sambal menggenjot liana ,
hahaha , tadi kata nya boleh dihancurin nci ? gimana si kata amir .
tanpa sadar berlinang air mata di pipi liana , ntah karna rasa sakit yang mendera memek nya , atau karna menyesal sudah membawa kedua pria itu ke kediaman nya ,
pelan-pelan bang , ujar liana memohon ,
lah , kok ngatur , balas bang maman sewot .
memek ini skrg udah resmi milik kita , jadi bebas dong mau di apain , hahah bang maman mulai mendoktrin fikiran liana .
ngerti ga ? Tanya bang maman sambal melakukan hal serupa tadi yang membuat liana kembali mejerit kesakitan ..
ngerti bang , ampunnn , jawab liana .
hahah , udah jngan ampun-ampun mulu , nikmatin aja setiap sodokan gua .
liana hanya diam saja mendengar ucapan bang maman ..
beberapa kali bang maman menarik kontol nya nyari keluar lalu dengan keras mendorong ke dalam memek liana , dan tak lagi mendapat protes dri liana kecuali desahan dan jeritan pilu ,
bang maman yang bosan dengan posisi itu dan merasa nafsu nya cukup tinggi , merubah ritme sodokan tadi berubah menjadi genjotan yang brutal , namun tetap di tengah-tengah memek liana di genjot , sesekali bang maman ingin mendengar liana menjerit seperti tadi , hehe
memek liana terlihat memerah akibat di bombardir oleh kontol jumbo bang maman , namun tak bisa dipungkiri oleh liana , perlakuan seperti ini la yang sungguh dia ingin kan , yang tak berpa lama sodokan kasar bang maman membawa nya ke orgasme pertama nya yang sempat tertunda sebelum bang maman dan amir datang ,,
aaaaaaarrrrggghhhh ,,, jerit liana di iringin tubuh nya bergetar dan seketika lemas , namun dengan sigap bang maman menopang tubuh liana , dan terus menggenjot memek liana yang sedang orgasme itu ..
angettt mir , hehe , banyak juga semburan ni enci nyemprot kontol gua , ujar bang maman memberitahu amir .
duhhh , jadi ga sabar ni bang , kata amir .
yaudah , gabung aja sini , mulut nya kan masih ada tu , kata bang maman
nanti aja deh bang , kata amir yang mulai meloloskan satu persatu pakaian nya ,
okdeh , gua juga udah hampir selesai ni , memek nya sempit banget uey , ga tahan gua , heheh
setelah menyelesaikan pembiacaraan nya dengan amir . bang maman kembali menggenjot memek liana , tapi kali ini dengan ritme yang cukup sepat dan kasar , tangan bang maman juga tak tinggal diam , payudara liana menjadi sasaran remasan dan bang maman juga menampar payudara liana dengan keras , sehingga kini payudara liana terlihat merah dan panas , sementara nafsu liana naik lagi mendapat perlakuan kasar bang maman , memek liana berdenyut-denyut di dalam ..
anjinnngg mir , ni enci ternyata suka dikasarin , kontol gua kayak di pijit di dalam , haha kata bang maman
trusss bang , terus ,, sodok yang kencang bang aaaahhhh , desah liana .
mendengar liana mendesah membuat bang mamakn semakin brutal , bahkan sampai menampar pipi liana berulang kali dengan keras ,
arrrrgggghhhh , lonte lu bangsat , erang bang maman dengan sodokan nya yang makin tak beraturan ,,
crrrroooooottt ,,, crrroooottt .
creeeeettt,,,creeeetttt..
bang maman dan liana pun mencapai puncak bersamaan , bang maman pun melepaskan kontol nya yang mulai menciut dri memek liana , sementara liana yang sudah tidak di topang oleh bang maman , seketika terkulai dilantai dengan kondisi acak-acakan , pipi dan payudara liana masih terasa panas , sedangkan di bawah terlihat memek tampat bucat merah dan penuh akan mani bang maman .
tanpa memberikan jeda , kepala liana di tendang oleh bang maman ..
udah enak-enak nya , kata lu mau ngajak makan malam , buruan sana , gua lapar .
bagai sapi yang di cucuk lubang hidung nya , liana berusaha berdiri meski masih terasa lemas ingin mengambil pakaian nya ,
aduuhhh , lu ngerti orang lapar ga si ? ketus bang maman .
ga usah pakai baju lah , orang kita juga udah liat , udah dipake lagi . hahah
lianapun mengurungkan niat nya mengambil baju nya dan bergegas menyiapkan makan untuk kedua tamu nya itu ….
Malam yang panjang part 2
Rencana makan malam Liana bersama kedua montir yang baru dikenalnya tadi siang berubah total. Bang Maman dan Amir memang mendapat makan malam spesial namun Liana sama sekali tidak ikut makan. Ia justru diminta menari bugil sambil menghibur keduanya yang sedang makan.
Bang Maman bertanya dengan nada kasar.
"Duh lu ngapain duduk di sini ?
Amir menambahkan sambil menunjuk space dapur yang agak luas.
"Lu kan udah ngundang kita. Minimal kasih hiburan lah. Joget-joget kayak di situ.
Mendengar perintah itu Liana yang tadinya ingin duduk langsung berdiri lalu berjalan ke tempat yang ditunjuk Amir. Ia mulai menggerakkan lekuk tubuh bugilnya di hadapan Bang Maman dan Amir yang sedang makan.
POV Liana
Sebenarnya aku merasa sangat malu harus bergoyang dengan keadaan bugil seperti ini. Apalagi seolah aku hanya menjadi mainan bagi Bang Maman dan Amir. Namun naluriku malah membantah perasaan itu. Setiap kali diperlakukan seperti ini hasratku justru mulai memuncak lagi sehingga setiap gerakan tubuhku menjadi sangat eksotis untuk menggoda kedua pria pribumi TKI ilegal tersebut.
Aku menari terus selama Bang Maman dan Amir makan. Mereka bahkan tidak meninggalkan sedikit pun makanan untukku yang sudah lelah setelah digenjot Bang Maman tadi. Ditambah lagi aku harus menari dan bergoyang menjadi tontonan mereka. Setelah hampir tiga puluh menit aku terus bergoyang Amir mulai bergerak. Dari awal ia hanya menonton dan merekam semua aktivitas aku dan Bang Maman. Amir yang bertubuh sedikit lebih pendek dariku meraih tubuh bugilku lalu langsung melumat bibirku dengan ganas. Aku yang tak mau kalah membalas ciuman Amir dengan hebat. Bang Maman menyemangati dengan keras. "Hajar Mirrr !!
Amir melepas lumatan bibirnya lalu berkata dengan tegas. "Buka mulut lu.
Seakan sudah tahu apa yang akan dilakukan Amir aku pun membuka mulutku lebar-lebar.
Cuuuiiihhh !! Ludah Amir langsung mengenai bagian terdalam mulutku dan aku segera menelannya.
Cuihhh… cuihhh !! Amir meludahi mulutku berkali-kali. Awalnya aku menuruti dan langsung menelan semuanya. Namun Amir kemudian menarik semua ludah dari tenggorokannya lalu cuiiihh. Sebuah gumpalan dahak tebal menempel di lidahku sehingga aku nyaris muntah.
Bang Maman berteriak mengingatkan : Telan woy !!
"Amir berbisik mengancam : Buruan telan atau gua gorok leher lu !!
Seketika rasa mual akan dahak yang berada dimulutku hilang diikuti air mataku menetes dengan sendiri nya , dan perlahan aku berusaha menelan dahak yang menggumpal di mulutku itu , pada akhir ya sampai dititik ini aku merasa kesal kepada bang maman dan amir , niat hati ini bersenang-senang meski aku harus di permainkan , tapi untuk menelan dahak amirr ini sungguh nafsuku hilang seketika . dengan kesal aku mencoba mendorong amir yang masih mendekapku sambil terus tertawa mengejekku .
cukup bang , ini sudah keterlaluan , cercaku kepada bang maman dan amir .
sebaik nya kalian kluar dri sini , sambungku lagi saraya berjalan untuk mengambil dressku dilantai .
loh loh , kok si enci marah mir , hehe , Tanya bang maman seolah mengejekku .
tepat aku membelakangin amir , tiba-tiba amir menjambak rambutku dengan kasar , menyentakku kembali ke hadapan nya .
kalau kita ga mau pergi kenapa hah ? bentak amir tepat di mukaku .
memek lu aja belum gua sodok udah mau main usir-usir aja , amir kembali menimpali
"Lepasin gua , kalo ga gua akan lapor polisi , ancamku kepada amir yang tangan nya masih menjambak kuat rambutku .
ohh gitu , jadi lu mau pakai cara kasar yah , jawab amir berlagak tak takut atas ancamanku ,
si encii , dia yang ngundang malah dia yang ga sanggup , haha bang maman lagi-lagi mengejekku ,
bahkan kalau gua suruh lu makan taik gua , yah lu harus makan , paham ? bantak amir kepadaku .
kalua ditanya itu jawab dong , ucap bang maman yang terdengar santai , namun membuat aku semakin tersudut dengan situasi ini ,
paham bang , jawabku dengan raut wajah yang mulai ketakutan .
bagus , kalau lonte yah lonte aja , ga usah banyak tingkah , kata amir yang mendorongku dengan kuat sehingga aku harus tersungkur di hadapan nya .
tak ada guna nya menyesalin semua yang telah terjadi , toh akulah yang memulai semua ini , jadi apapun resiko nya , mau tak mau aku harus siap . aku hanya berharap malam ini cepat berlalu , ditengah-tengan aku berfikir terlihat amir sedang melucuti pakaian nya sendiri meninggalkan kolor nya saja yang tampak sudah basah di bagian depan nya karan sudah pasti dri awal menemukan celana dalamku kontol nya ereksi , ditambah lagi tontonan langsung antara bang maman dan aku sebelum makan tadi .
amir memintaku mendekati nya hanya dengan petunjuk jari nya saja , yang langsung aku turutin mendekati nya dan tanpa babibu lagi amirr menarik kepala ku ke arah selengkangan nya den menahan kepalaku agar aku menghirup aroma tidak sedap selengkangannya namun itu membuat aku kesulitan bernafas apalagi amirr juga menekan-nekan kepalaku semakin dalam .
hahah , mampus lu , hirup tu aroma selengkangan 3 hari ga mandi . ledek amirrr .
hah ? serius lu ga mandi 3 hari , Tanya bang maman sedikit kaget
ohh gitu , jadi lu mau pakai cara kasar yah , jawab amir berlagak tak takut atas ancamanku ,
si encii , dia yang ngundang malah dia yang ga sanggup , haha bang maman lagi-lagi mengejekku ,
bahkan kalau gua suruh lu makan taik gua , yah lu harus makan , paham ? bantak amir kepadaku .
kalua ditanya itu jawab dong , ucap bang maman yang terdengar santai , namun membuat aku semakin tersudut dengan situasi ini ,
paham bang , jawabku dengan raut wajah yang mulai ketakutan .
bagus , kalau lonte yah lonte aja , ga usah banyak tingkah , kata amir yang mendorongku dengan kuat sehingga aku harus tersungkur di hadapan nya .
tak ada guna nya menyesalin semua yang telah terjadi , toh akulah yang memulai semua ini , jadi apapun resiko nya , mau tak mau aku harus siap . aku hanya berharap malam ini cepat berlalu , ditengah-tengan aku berfikir terlihat amir sedang melucuti pakaian nya sendiri meninggalkan kolor nya saja yang tampak sudah basah di bagian depan nya karan sudah pasti dri awal menemukan celana dalamku kontol nya ereksi , ditambah lagi tontonan langsung antara bang maman dan aku sebelum makan tadi .
amir memintaku mendekati nya hanya dengan petunjuk jari nya saja , yang langsung aku turutin mendekati nya dan tanpa babibu lagi amirr menarik kepala ku ke arah selengkangan nya den menahan kepalaku agar aku menghirup aroma tidak sedap selengkangannya namun itu membuat aku kesulitan bernafas apalagi amirr juga menekan-nekan kepalaku semakin dalam .
hahah , mampus lu , hirup tu aroma selengkangan 3 hari ga mandi . ledek amirrr .
hah ? serius lu ga mandi 3 hari , Tanya bang maman sedikit kaget
iyah bang , kolor ini aja udah ga aku ganti 3 hari ,hahah tawa amirr
pantas saja selengkangan amir benar-benar mengeluarkan aroma yang tidak enak , belum lagi bau pesing yang langsung menusuk ke dalam hidung membuat aku sedikit mual tapi tak mampu melepaskan kepalaku dri selengkangan amir .
gapapa lah bang , hitung-hitung ini hukuman karna sudah nyoba ngusir kita tadi , hehe ucap amir .
hahah , iya juga yah , kalo bias buat aja sampai mati lemas mir , kata bang maman ke amir .
jangan dong bang , kita kan masih butuh memek nya buat di hancurin . haha . kembali tawa bang maman dan amir terdengar begitu nyaring , sementara itu aku yang terus berusaha tetap bernafas di antara selengkangan amir .
panjang juga ni bang nafas si enci , kata amir yang tiba-tiba saja .
syyuuuurrrrrr ,ssyyuuurrrr , hahahah , tawa amir meledak karna sudah mengencingin muka ku .
akupun tersentak merasakan air kencing amir yang hangat membasahi mukaku yang masih menempel di selengkangan nya .
pantas saja selengkangan amir benar-benar mengeluarkan aroma yang tidak enak , belum lagi bau pesing yang langsung menusuk ke dalam hidung membuat aku sedikit mual tapi tak mampu melepaskan kepalaku dri selengkangan amir .
gapapa lah bang , hitung-hitung ini hukuman karna sudah nyoba ngusir kita tadi , hehe ucap amir .
hahah , iya juga yah , kalo bias buat aja sampai mati lemas mir , kata bang maman ke amir .
jangan dong bang , kita kan masih butuh memek nya buat di hancurin . haha . kembali tawa bang maman dan amir terdengar begitu nyaring , sementara itu aku yang terus berusaha tetap bernafas di antara selengkangan amir .
panjang juga ni bang nafas si enci , kata amir yang tiba-tiba saja .
syyuuuurrrrrr ,ssyyuuurrrr , hahahah , tawa amir meledak karna sudah mengencingin muka ku .
akupun tersentak merasakan air kencing amir yang hangat membasahi mukaku yang masih menempel di selengkangan nya .
"Anjing lu mir !! malah lu kencingin si enci. apa ga mati lemas tuh cina nanti. haha.. bang maman yang sedang merekam terus saja meledek ku .
Ide gila Amir ternyata tidak berhenti sampai di situ. Kepalaku dilepaskan sedikit menjauh dari selangkangannya. Amir yang memang belum menyelesaikan kencingnya segera mengeluarkan batang kejantanan yang sangat besar dan panjang sehingga aku kaget. Tanpa menunggu perintah lagi mulutku seakan terbuka sendiri memberi jalan kepada kontol gagah Amir untuk mengencingi mulutku.
Amir bertanya kepada Bang Maman sambil melirikku yang sedang menampung kencingnya : Takluk kan Bang ?
Rasa kencing Amir terasa pekat pahit dan sangat tidak nyaman di mulut. Kencingnya yang deras mengguyur mulutku. Namun tubuhku malah kembali bernafsu. Tak ada penolakan seperti tadi ketika Amir meludahi dahaknya dan memintaku menelan. Berbeda dengan kencing ini. Memang aku tak berniat menelan kencingnya tapi sebagian kecil tetap merangsek ke tenggorokanku sehingga mau tak mau aku harus menelan.
Amir memberitahu Bang Maman sambil tertawa : Doyan kencing ni Enci Bang. Haha..
Bang Maman yang melihat Liana diperlakukan seperti itu kembali bernafsu lalu tertawa puas : Iyah Mir. Gua aja ngaceng lagi ni. Haha..
Amir melanjutkan dengan nada ejekan.
"Hehe liar banget kali ini Bang. Lonte-lonte pinggir jalan aja ga mau diginiin. Haha."
Bang Maman terus menghinaku : Berarti yang ini lebih rendah dari lonte pinggir jalan Mir. Haha.
Amir menambahkan sambil tertawa : Iya Bang. Udah kayak binatang aja yak minum kencing."
Cuuiiihh. Amir kembali meludahi mulutku yang masih menganga. Aku buru-buru menelan ludah Amir yang busuk itu.
POV AMIR
Selesai mengencingi Enci yang haus seks itu aku memerintahnya merangkak menuju kamar mandi. Itu karena Enci sudah bermandikan kencingku yang pesing. Hehe. Aku sendiri pun merasa jijik walaupun itu adalah kencingku sendiri. Makanya aku ingin Liana mandi terlebih dahulu sebelum aku mengeksekusinya.
Sesampai di kamar mandi aku menyetel shower dengan air suhu dingin lalu mengguyur seluruh tubuh Liana. Tubuhnya langsung menggigil kedinginan yang malah semakin membuatku bernafsu. Entah kenapa aku sangat suka dengan hal-hal seperti ini. Singkat cerita aku yang merantau jauh dari kampung halaman ini memang menyimpan tujuan mencari pendamping hidup. Aku kerap melihat video porno yang menunjukkan wanita bule sangat senang dengan kontol besar. Barangkali aku bisa mendapatkan wanita yang menerima aku apa adanya serta mampu melayani kehidupan seksku yang sedikit menyimpang ini.
Menjadi duda tiga kali pun bukan keinginanku. Ketiga mantan istriku yang meminta cerai karena tidak ada yang sanggup melayaniku di atas ranjang. Selain kontolku yang tebal sekitar empat jari ditambah panjangnya dua puluh enam senti aku juga memasang dua tasbih pada batang bagian atas dan bawah. Bahkan pernah mantan istriku harus dirawat karena kemaluannya tidak sanggup menampung kontolku dan tak sanggup menahan permainanku yang kasar sehingga ia langsung memutuskan untuk bercerai.
Aku meminta Liana untuk segera menyelesaikan mandinya lalu berjalan meninggalkannya dan menuju dapur yang tak jauh dari kamar mandi. Selama Liana mandi aku dan Bang Maman mengobrol santai dengan keadaan sama-sama bugil.
Bang Maman : Wah lu parah juga yah Mir fantasi lu sadis banget..
Amir : Hehe iyah bang biasa la fantasi doang
Bang Maman : Trus nanti mau lu apain lagi tu si Enci
Bang Maman : Mana kontol lu itu gede banget apa sanggup memeknya nanti nampung kontol lu
Hahaha tawaku mendengar pertanyaan Bang Maman. Salah sendiri dia bang bangunin macan tidur.
Amir : Itu mah bukan macan Mir anaconda itu haha..
Kami kembali tertawa bersama. Tawa kami berhenti ketika Liana keluar dari kamar mandi dengan tubuh menggigil. Tampaknya dia benar-benar mandi dengan air dingin sampai selesai yang artinya dia menuruti perintahku.
Amir : "Sini lu tapi merangkak ya.
Tak perlu dua kali dipanggil Liana langsung merangkak mendekatiku. Aku meminta dia menjilat selangkanganku yang sudah tak terkatakan aromanya setelah tiga hari tidak mandi. Perlahan lidah Liana menyapu lipatan selangkanganku dengan lembut dan hangat. Kemudian lidahnya bergerak ke dua biji ku yang menggantung. Sungguh nikmat sehingga kontolku yang semula lemas berangsur ereksi memperlihatkan kegagahannya.
Aku meraih kepala Liana dan mengarahkan kontolku untuk menyodok mulutnya. Tanpa kasihan aku mendorong kontolku sampai dalam membuat mata Liana terbelalak. Langsung saja aku memaju mundurkan pantatku dengan kasar yang semakin membuat Liana kelabakan dan kesulitan bernapas. Namun itu yang aku mau.
Sebelum mengakhiri deepthroat Liana aku benar-benar menekan kepalanya ke selangkanganku dan mendorong kontolku sangat dalam dengan waktu yang cukup lama. Liana sampai tak bergerak karena ulahku itu entah kehabisan napas atau sudah pingsan aku tak tahu. Yang jelas kontol jumboku ini sungguh menutup seluruh rongga mulutnya.
Hhhuuuuueeeeekkk hueeeekkk
Hanya itu yang terdengar saat aku melepaskan kontolku dari mulutnya.
Liana : Ampun bang ampunn aku ga sanggup bang"
Bang Maman : Hahaha parah lu Mir sampe minta ampun si Enci"
Amir : "Kalo gitu sekarang lu ngangkang lebar-lebar gua mau ngentotin memek lu sampe lu kejang-kejang"
Liana : "Jangan bang aku takut.
Amir : "Kok takut si paling rasanya kayak digigit semut hahahaha"
Bang Maman tak mampu menahan tawanya mendengar ucapanku.
Amir : Buruan anjing !!
Aku membentaknya disusul tamparan keras di pipi Liana. Plaaaaakkk !!
Amir : Apa mau pakai cara kasar hah !!
Mendengarku berkata seperti itu Liana dengan ragu mulai melebarkan paha memperlihatkan memeknya yang ternyata sudah basah.
Amir : Dasar lonte mulut bilang ga mau tapi memek banjir.
Aku meludahi memek Liana lalu memosisikan kontolku di depannya. Ku gesek-gesek untuk menarik kembali nafsunya sampai Liana terlihat cukup rileks. Aku pun mulai mendorong kontolku pelan-pelan sampai masuk setengahnya diiringi lolongan Liana yang menahan perih pada memeknya. Walaupun tadi Liana sudah digenjot Bang Maman tapi memeknya tetap sakit karena kontolku dua kali lebih lebar dibanding kontol Bang Maman. Desahan Liana terdengar sudah bukan karena sakit lagi. Menyadari hal itu aku mendorong kontolku dengan kuat sampai seluruhnya tertelan memek Liana.
Liana : "Aaaaaaarrrrrgggghhhh !! Jerit pilu Liana memenuhi ruangan dapur itu.
Liana : Ampun bang ampun.
Di sisi lain kontolku menjangkau bagian terdalam memek Liana yang terasa memijatnya. Aku mendiamkan beberapa saat sebelum menarik setengah kontolku dan mendorongnya kembali berulang-ulang. Darah segar mengalir di sela-sela memeknya yang sedang kugenjot tapi itu tidak membuatku berhenti. Aku terus memompa memek Liana dan semakin mempercepat genjotanku.
Di bawahku Liana sudah seperti mayat hidup. Hanya mulutnya yang masih mampu mendesah. Matanya memandang sayu kepadaku sedangkan badannya tak bergerak sedikit pun. Sangat berbeda dengan memeknya yang semakin kugenjot semakin menghisap kontolku dan berdenyut semakin cepat. Dengan kondisi Liana seperti ini aku tidak mengubah posisi. Aku makin cepat menggenjot memeknya dan tanganku meraih lehernya membuat wajah Liana menjadi sangat merah karena cengkramanku.
Aaaaaarrrrrgggggghhhhhh.. erangku.
Cccrrooottttt.. crooootttt.. creeettt creeett
Aku menembakkan maniku di dalam memeknya yang disambut memek Liana yang berdenyut kencang menandakan dia juga mencapai orgasme.
Amir : Anjinnggg bang udah kayak mayat hidup tetap aja memeknya ngecrott haha..
Bang Maman yang tadinya terlihat cemas ikut tertawa.
Merasa kontolku sudah mengecil aku menariknya dari memek Liana yang terus mengeluarkan darah segar dari dalamnya.
Tubuhku rasanya begitu hancur. Sakit sekali memekku dihajar Amir. Untuk menggerakkan tubuhku saja sekarang aku tak mampu. Memekku terlihat mengeluarkan darah yang tak kunjung berhenti dari sudut mata. Sementara Bang Maman dan Amir seakan tak memperdulikanku. Mereka bahkan terlihat sangat santai.
Bang Maman : "Terbaik ini memek bang bisa di mentokin padahal mantan-mantan aku dulu ga ada yang bisa bang.
Bang Maman : Haha mentok-si mentok Mir tapi noh liat ulah kontol lu"
Bang Maman menunjuk memekku yang bersimbah darah. Amir hanya menyengir melihatnya.
Bang Maman : Dah yuk kita balik lagi udah hampir pagi nih"
Amir : "Kalau si Enci ini kenapa-napa gimana bang"
Bang Maman : "Trus gimana mau lu bawa ke hospital gitu"
Amir tampak bingung.
Bang Maman : Udah lah kalo dia mati juga kita tinggal kabur aja repot banget.
Amir : Yaudah deh bang hayuk kita balik.
Setelah mengenakan pakaian mereka Bang Maman mendekatiku yang masih terbaring di dapur.
Bang Maman : Makasih yah Nci udah ngundang kita dinner yang menunya spesial hehe..
Amir : Kalau lu mati berarti bukan salah kita yah"
Bang Maman : Tapi kalau lu suka undang kita lagi kapan-kapan yah hehe..
Bang Maman : Oh iyah tadi gua ambil semua uang di dompet lu lumayan lah buat minum-minum hehe dadah lonteku.
Amir : Yuk bang
Mereka berjalan keluar rumah tanpa sedikit pun kasihan padaku. Pedih hatiku mendengar celotehan mereka. Setidaknya mereka seharusnya membantuku karena semua ini pun ulah mereka. Ternyata bagi mereka aku tak ubah seekor binatang. Matipun aku bukan urusan mereka. Air mata mengalir dari sudut mataku menandakan penyesalan yang teramat dalam atas diriku sendiri.



Komentar
Posting Komentar