Kuparkirkan mobil di parkiran sekolah, namun hari ini aku tidak melihat pak parno mengatur parkiran. Hari ini aku pakai rok ketat di atas lutut dan baju dengan belahan dada yang rendah, entah kenapa aku hari merasa agak sedikit canggung dengan pakaian seperti ini, padahal biasanya aku biasa saja ke sekolah antar anakku dengan pakaian yang terbilang seksi. Kulirik kiri kanan setelah keluar dari mobil "emmm tumben, kemana ya pak parno" gumamku, mataku melihat pos jaganya juga tidak ada orang "yok nak kita masuk kelas" aku menjinjing tas anakku dan masih melihat ke sekitar mencari keberadaan pak parno.
Aku berjalan kembali ke mobil setelah mengantar anakku ke dalam kelas dan masih melihat sekitar, tidak ada yang berjaga dan mataku tertuju ke pos jaga biasanya di diami oleh satpam sekolah itu. Entah kenapa aku tidak langsung menuju mobil dan melangkahkan kakiku ke arah pos. Kulihat ke dalam pos tidak ada orang "sebenarnya ngapain sih aku cari pak parno" bingung dengan sikapku pagi ini "ah sudahlah mungkin dia gak masuk hari ini" ujarku sambil meninggalkan pos itu dan melangkahkan kakiku ke mobil.
Ku hidupkan hp ku dan kubuka kembali WA pak parno tadi malam. "Ngapain juga ya aku kirim foto selfie ke pak parno, mana seksi gini lagi" sambil jariku menaikkan pesan-pesan sebelumnya dari pak parno. "ooo… jangan sampai tau dong, rahasia kita aja Cece cantik, eh ngmng2 emang boleh tongkat bapak masuk ? Haha" kembali ku baca WA pak parno semalam "ya gak boleh pak, aku ini punya suami" gumamku menjawab pertanyaan pak parno semalam "rahasia ?" Aku berfikir dengan kata-kata ini "berarti cuma kita yang tau ya pak" otakku sedang berkecamuk dengan apa yang sudah di lakukan pak parno. "Jangan melangkah lebih jauh neli, nanti rumah tanggamu hancur" otakku seakan tidak singkron dengan hatiku saat ini. "Fiuhhh" aku menghembuskan nafas dan menyalakan mobilku.
Sudah sekitar seminggu aku tidak melihat pak parno lagi di sekolah dan hari ini sepertinya ada orang baru yang mengatur parkir di sekolah. Terlihat pria itu sedikit masih muda, mungkin sekitar usia 35 tahunan, badannya hitam dan berkumis. Bibirnya hitam seperti orang yang sering merokok. "Silahkan Bu" sapanya saat aku keluar dari mobil "terimakasih" jawabku "perkenalkan Bu, saya Agus satpam baru di sekolah ini" sambil menundukan kepalanya "oh iya makasih ya pak Agus" ucapku membalas sapanya dan berlalu meninggalkan nya. "Lah berarti pak parno gak kerja disini lagi dong" gumamku dalam hati "kok aku jadi gelisah ya" langkahku sedikit terburu.
Aku melihat kepala sekolah keluar dari ruangannya setelah mengantar anakku kekelas aku menghampiri nya "pagi ce Jesica" tegurku. Kepala sekolah disini kebetulan orang Chinese juga. "Eh neli, apa kabarnya neli ?" Jawab Jesica ramah. "Baik, Cece sehat kan ?" Tanyaku balik pada Jesica "emm.. baik, makin cantik aja ya mami nya Nico ni" tawa Jesica dengan ramah memujiku. Ya begitulah aku akrab dengan kepala sekolah disini karena mungkin sesama orang keturunan China. "Eh itu satpam baru ya ce?" Langsung aku bertanya mengenai satpam baru di sekolah tersebut "iya itu Agus baru hari ini mulai kerja" terang Jesica "pak parno kemana ce ?" Menanyakan kemana pak parno kalau satpam sekolah di gantikan dengan Agus "eee…. Eee…. Kemana ya… ktnya balik kampung nel" jawab Jesica sedikit kebingungan "emmm aneh.. kenapa ce Jesica kayak org bingung" gumamku dalam hati "yuk ngobrol di dalam aja" ajak Jesica ke dalam ruangan kantornya.
"Bentar ya nel, Cece suruh ob buatin minum" kemudian Jesica pergi meninggalkanku di ruangan itu sendiri. Ruangan ini luas dan rapi, ya namanya ruangan pribadi kepala sekolah, apalagi sekolah nya ini kan sekolah mahal tempat banyak orang kaya sekolah disini dan rata-rata anak orang keturunan China. "Drrrtttt….drrrttt….drrrttt" Terdengar getaran hp dari dalam laci meja yang di ruangan Jesica. "Eh hp ce Jesica lupa di bawa sepertinya" aku sebenarnya ingin mengambil hp itu dan menyusul ce Jesica ketika aku membuka laci "lohh ini kan wa pak parno, ngapain dia nelpon ce Jesica" kulihat layar hp yang memunculkan foto pak parno yang senyum. Seketika aku ingat kejadian di mobil waktu itu "hemmm…" ku hembuskan nafasku. Tiba-tiba saja panggilan itu mati dan ada wa masuk. Karena hpnya terkunci aku hanya bisa baca dari luar "jam 2 ke toilet lama ya" begitu pesan dari WA pak parno.
"Ceklek" suara pintu terbuka aku langsung meletakan hp ke dalam laci dan buru-buru duduk di kursi kembali "eh ce Jesica jadi ngerepotin. Kulirik jam tangan baru jam setengah 9 pagi "Nico sama velin pulang jam 1 aku harus balik lagi ke sekolah setelah antar pulang mereka" bisiku dalam hati karena penasaran dengan isi WA pak parno tadi.
Waktu menunjukkan pukul 12:30, aku sudah menunggu anakku di mobil, ya hari ini aku datang lebih cepat karena harus buru-buru balik ke sekolah lagi "mau ngapain ya mereka" otakku menerka-nerka apa yang mereka kerjakan di toilet belakang. Terlihat berhamburan anak-anak keluar sekolah dan aku bergegas masuk ke sekolah dan langsung mengajak Nico dan velin pulang. "Pih, mami mau ke sekolah lagi ya, tadi ce Jesica ajak pertemuan orang tua anak kelas 3" ucapku berbohong kepada Hendri, jujur baru sekali ini aku berbohong kepadanya "terus ngapain anter anak-anak pulang mending tadi langsung aja" jawab Hendri yang heran karena aku terburu-buru siang itu "kasian anak-anak capek jadi mami antar pulang aja pih, dahhh bye" ucapku bergegas menuju mobil.
Sekolah sudah sepi siang itu karena tidak ada aktifitas lagi, hanya ada pak Agus yang berjaga di pos dan beberapa mobil guru mungkin yang terparkir di sekolah. "Siang Bu ada yang bisa saya bantu ?" Sapa pak Agus melihat aku datang lagi ke sekolah "enggg… enggak pak.. tas anak ketinggalan di kelas.. gapapa aku ambil sendiri" ucapku mencari alasan. Kulihat jam sudah menunjukkan sekitar jam 2 "saya duluan ya pak" berlalu meninggalkan pak Agus. "Toilet lama, dimana ya itu" gumamku mencari-cari letak toilet di setiap sudut sekolah. Aku berdiri di tengah sekolah dan melihat kiri kanan, kulihat ada tulisan petunjuk arah ke gudang "mungkin Deket situ kali ya" langkah kaki kupercepat dan benar dari jauh kulihat ce Jesica berjalan menuju ke arah gudang tersebut. Aku lekas bersembunyi di dalam ruangkelas, kulihat ce Jesica melirik kiri kanan dan masuk ke dalam ruangan tersebut. "Ngapain ya ce Jesica kesitu" pikiranku kemana-mana, kemudian aku berjalan perlahan sesampainya di pintu gudang aku mencari celah untuk mengintip, hanya ada celah pintu sedikit kulihat tidak ada apa-apa di dalam kemudian dengan perlahan ku dorong pintu tersebut ternyata di dalam hanya ruangan kosong. Kulihat sekitar tidak ada orang dan aku ikut masuk ke dalam gudang ternyata di dalam ada jalan kecil dan sempit karena ada tumpukan barang-barang sekolah yang tidak terpakai. Sampailah aku di sebelah ruangan yang sepertinya itu toilet "plak…" terdengar suara tamparan dari dalam ruangan tersebut "eh… dengar ya orang tua, lu jangan kesini lagi, hampir aja aku di ceraikan laki ku karena kamu kirim gambar kontol mu malam-malam, terus ngapain kamu kesini lagi" terdengar suara ce Jesica menghardik seseorang "hahaha.. kamu gak kangen sama ini sayang" terdengar jelas itu suara pak parno. Aku memajukan kepala ku melirik ke arah dalam dari celah pintu Yang sedikit terbuka "ya ampun" aku seketika menutup mulutku di dalam nampak pak parno sedang berdiri berhadapan dengan ce Jesica.
Terlihat pak parno memajukan bibirnya ingin menangkap bibir ce Jesica, namun ce Jessica memundurkan kepalanya "kenapa sayang, kamu gak ingat ini tempat pertama kita ngentot ?" Ucap pak parno yang tangan mengelus pipi ce Jesica. "Aku takut pak…hiks" terdengar ce jes tersedu sepertinya dia menangis "iya bapak teledor, abis malam-malam ingatnya tubuh seksi kamu sayang" pak parno memajukan kepalanya kembali
"cupp.." pak parno mengecup bibir ce Jesica "pak udah ya.. aku gak mau lagi melakukan ini.. aku takut kehilangan keluarga ku, bapak pergi ya dari hidupku, kemaren kan aku sudah TF bapak 200 jt aku rasa cukuplah untuk hidup bapak" sedu suara ce Jesica "baiklah bapak akan menjauh, tapi izinkan bapak ngentot sekali lagi ya dengan kamu" kepala pak parno mendekat menyosor bibir ce jes, namun yang tak ku sangka ce jes langsung melumat bibir pak parno "slurrpp…mmhhh…slurrpp…" Suara peraduan bibir mereka terdengar jelas dari tempat aku berdiri, aku melihat tangan pak parno meremas-remas bongkahan pantat ce Jesica dan ce Jesica pun mengalungkan lengannya di leher pak parno jemarinya yang lentik meremas-remas rambut pak parno yang memutih itu
"sluurppp…sluurppp…." Lidah ce Jesica tertarik keluar di sedot oleh bibir pak parno "ahhh….ouhhhh pakkhhh…..ahhhh…" desah ce Jesica pak parno tanpa melewatkan 1 inci pun kulit mulus pada leher ce Jesica terlihat leher itu basah oleh liur pak parno kembali pak parno mengarahkan bibirnya ke bibir mungil ce jesica dan langsung di sambut oleh ce Jesica "mmmhhh….mhhhh….." desah ce Jesica tertahan oleh bibir pak parno "bapak buka ya sayang" ujar pak parno membuka kancing demi kancing kemeja yang di gunakan Jesica, ce Jesica meloloskan kemejanya dan langsung tergeletak di lantai toilet. Toilet itu cukup besar dengan satu WC jongkok dan bak mandi yang lumayan besar, toilet yang sepertinya sudah lama tidak di gunakan.
Kini terpampang lah tubuh putih ce Jesica dengan masih memakai bra berwarna hitam tangan pak parno berada di pinggang ce Jesica dan ce Jesica sayu menatap mata pak parno "terakhir ya pak, habis itu bapak pergi dari kehidupan aku" ucap ce Jesica menatap pak parno sayu. Tanpa menjawab pak parno langsung menyosor kan lidahnya ke leher putih ce Jesica "ouhhhhh…….." lenguh panjang ce Jesica menerima jilatan pak parno di lehernya, pak parno semakin turun ke arah payudaranya dan terlihat pak parno menurunkan bra ce Jesica kini payudara ce Jesica menggantung menahan dua buah payudara indah miliknya, ukurannya yang bulat dengan puting yang kecil dan berwarna sedikit gelap
Kini terpampang lah tubuh putih ce Jesica dengan masih memakai bra berwarna hitam tangan pak parno berada di pinggang ce Jesica dan ce Jesica sayu menatap mata pak parno "terakhir ya pak, habis itu bapak pergi dari kehidupan aku" ucap ce Jesica menatap pak parno sayu. Tanpa menjawab pak parno langsung menyosor kan lidahnya ke leher putih ce Jesica "ouhhhhh…….." lenguh panjang ce Jesica menerima jilatan pak parno di lehernya, pak parno semakin turun ke arah payudaranya dan terlihat pak parno menurunkan bra ce Jesica kini payudara ce Jesica menggantung menahan dua buah payudara indah miliknya, ukurannya yang bulat dengan puting yang kecil dan berwarna sedikit gelap
"sluurpp….slurppp…." Pak parno menjilat, mengigit dan melahap payudara itu dengan rakus "ahhh….pakhhh….ouhhh…" ce Jesica hanya mendesah dia menatap pak parno yang berada di payudaranya, sayu dan hampir tertutup Matanya jemarinya yang lentik mengelus kepala pak parno seakan menyuruh pak parno menelan seluruh payudara nya "pakkhh…..ahhh….. ahhhh…." Erang ce Jesica.
Pak parno mendorong pelan tubuh Jesica ke arah tembok dan mengangkat kedua lengan ce Jesica ke atas melihatkan ketiak mulusnya "bapak mau keluarin di dalam sebagai kenangan terakhir untuk kamu sayang" ucap pak parno menatap ke arah wajah ce Jesica, terlihat ce Jesica memalingkan wajahnya kesamping, matanya di pejamkan mungkin karena dia berfikir dia adalah istri dan sekaligus kepala sekolah di situ, dia adalah wanita terhormat yang kini sedang menikmati cumbuan dari mantan satpam sekolahnya. "Ahhh……….. geli pakhhh.. " seketika kulihat pak parno menjilat ketiak ce Jesica, ketiak mulus itu basah oleh liur pak parno seketika pak parno kembali menjulurkan lidahnya ke bibir ce jesica dan di sambut dengan sedotan bibirnya yang mungil, ya lidah pak parno di sedot oleh ce Jesica.
Tangan pak parno terlihat meraih belakang kaitan bra ce Jesica dan meloloskan bra itu dari lengan ce Jesica dan melemparkan nya kesamping, kini terpampang lah kedua bukit payudara ce Jesica. Kulihat payudara itu begitu kencang dan tidak ada kendur sama sekali putingnya sudah mengeras mengacung mungkin karna sedang terangsang hebat. Terlihat jari pak parno mengarah menuju vagina ce Jesica, aku teringat jari itu pernah mengobok vaginaku kini jari itu masuk ke dalam celana dalam ce Jesica dan dengan sekali tarik kini ce Jesica berada di pelukan pak parno dari belakang, pak parno mencium pundak ce Jesica dan jarinya menjalar di vagina ce Jesica sementara tangan satunya meremas-remas payudara ce Jesica "ahhh……ouhhhh… ampunnhhh" desah ce Jesica panjang karna tidak kuat menerima rangsangan yang di berikan pak parno.
Pak parno mendorong pelan tubuh Jesica ke arah tembok dan mengangkat kedua lengan ce Jesica ke atas melihatkan ketiak mulusnya "bapak mau keluarin di dalam sebagai kenangan terakhir untuk kamu sayang" ucap pak parno menatap ke arah wajah ce Jesica, terlihat ce Jesica memalingkan wajahnya kesamping, matanya di pejamkan mungkin karena dia berfikir dia adalah istri dan sekaligus kepala sekolah di situ, dia adalah wanita terhormat yang kini sedang menikmati cumbuan dari mantan satpam sekolahnya. "Ahhh……….. geli pakhhh.. " seketika kulihat pak parno menjilat ketiak ce Jesica, ketiak mulus itu basah oleh liur pak parno seketika pak parno kembali menjulurkan lidahnya ke bibir ce jesica dan di sambut dengan sedotan bibirnya yang mungil, ya lidah pak parno di sedot oleh ce Jesica.
Tangan pak parno terlihat meraih belakang kaitan bra ce Jesica dan meloloskan bra itu dari lengan ce Jesica dan melemparkan nya kesamping, kini terpampang lah kedua bukit payudara ce Jesica. Kulihat payudara itu begitu kencang dan tidak ada kendur sama sekali putingnya sudah mengeras mengacung mungkin karna sedang terangsang hebat. Terlihat jari pak parno mengarah menuju vagina ce Jesica, aku teringat jari itu pernah mengobok vaginaku kini jari itu masuk ke dalam celana dalam ce Jesica dan dengan sekali tarik kini ce Jesica berada di pelukan pak parno dari belakang, pak parno mencium pundak ce Jesica dan jarinya menjalar di vagina ce Jesica sementara tangan satunya meremas-remas payudara ce Jesica "ahhh……ouhhhh… ampunnhhh" desah ce Jesica panjang karna tidak kuat menerima rangsangan yang di berikan pak parno.
"Plak…plak…plak…." Terdengar jari pak parno semakin cepat mengobok vagina ce Jesica "ah.ah..ah…ahh…" hanya desahan yang keluar dari bibir ce Jesica. Tangan pak parno kuat meremas payudara ce Jesica terlihat payudara itu memerah karna di remas-remas oleh jari kasar pak parno " ahh… pak aku gak tahan…ahhh" desah ce, terlihat kakinya menjinjit dan badannya semakin disenderkan ke pak parno "ahhhhh pakkhhhh" erang ce Jesica sepertinya dia mengalami orgasme hebat hanya oleh jari pak parno.
Ada perasaan aneh yang aku rasakan saat itu, tubuhku memanas menyaksikan persetubuhan ce Jesica dan pak parno, terasa cairan gatal mengalir membasahi vaginaku "mmhhh…" aku mengigit bibir bawahku , tanpa kusadari jemariku meremas payudara ku sendiri "mmhhh…" aku pun mendesah dan mengigit bibirku berusaha tidak mengeluarkan suara.
Pak parno menurunkan celananya terpampang lah penisnya, aku terkejut melihat ukurannya, bentuknya seperti tidak terawat bulunya lebat menutupi pangkal penisnya. Ce Jesica yang lemas bersimpuh di lantai di depan wajahnya telah berdiri penis besar pak parno seketika ce Jesica melihat ke wajah pak parno seakan mengerti apa yang harus dia lakukan jemari lentiknya menggenggam penis itu ce Jesica bangkit dan berlutut di depan pak parno jemarinya mengurut penis itu terlihat jemarinya yang putih menggenggam penis Hitam pak parno, memaju mundurkan penis itu dan perlahan kepalanya mengarah mendekat ke penis pak parno. Lidah ce Jesica menjilat bawah penis pak parno hingga ke kepala penis itu, penis itu mulai basah oleh liur ce Jesica. Wajah dan tubuh putih khas orang China itu kini berlutut di hadapan penis Hitam dan besar pak parno, walaupun badannya keriput karna sudah tua aku masih melihat penis itu masih tegak sempurna bahkan nampak jelas ada urat-urat kecil di pinggir-pinggir penis itu. Mulut ce Jesica perlahan mencoba menelan penis itu namun terlihat hanya setengah nya yang masuk.
Ada perasaan aneh yang aku rasakan saat itu, tubuhku memanas menyaksikan persetubuhan ce Jesica dan pak parno, terasa cairan gatal mengalir membasahi vaginaku "mmhhh…" aku mengigit bibir bawahku , tanpa kusadari jemariku meremas payudara ku sendiri "mmhhh…" aku pun mendesah dan mengigit bibirku berusaha tidak mengeluarkan suara.
Pak parno menurunkan celananya terpampang lah penisnya, aku terkejut melihat ukurannya, bentuknya seperti tidak terawat bulunya lebat menutupi pangkal penisnya. Ce Jesica yang lemas bersimpuh di lantai di depan wajahnya telah berdiri penis besar pak parno seketika ce Jesica melihat ke wajah pak parno seakan mengerti apa yang harus dia lakukan jemari lentiknya menggenggam penis itu ce Jesica bangkit dan berlutut di depan pak parno jemarinya mengurut penis itu terlihat jemarinya yang putih menggenggam penis Hitam pak parno, memaju mundurkan penis itu dan perlahan kepalanya mengarah mendekat ke penis pak parno. Lidah ce Jesica menjilat bawah penis pak parno hingga ke kepala penis itu, penis itu mulai basah oleh liur ce Jesica. Wajah dan tubuh putih khas orang China itu kini berlutut di hadapan penis Hitam dan besar pak parno, walaupun badannya keriput karna sudah tua aku masih melihat penis itu masih tegak sempurna bahkan nampak jelas ada urat-urat kecil di pinggir-pinggir penis itu. Mulut ce Jesica perlahan mencoba menelan penis itu namun terlihat hanya setengah nya yang masuk.
Pak parno melihat ke bawah melihat seorang wanita China yang cantik putih mulus sedang mengoral penis hitamnya. Tangan nya meraba kepala ce jesica, rambut Jesica di uraikannya kebelakang melihat kan wajah cantiknya sedang mengoral penis pak parno "mmhh…slorppp ..slorppp" suara bibir mungil ce Jesica terdengar jelas ketika penis itu keluar masuk mulutnya jemarinya pun ikut mengurut batang penis itu dari dengan cepat. Kulihat matanya berusaha menatap wajah pak parno "hahaha bibir kamu emang nikmat sayang" pak parno tertawa merasakan sensasi di oral oleh orang Chinese yang berstatus istri orang.
Pak parno mengangkat tubuh ce Jesica dan mencumbu bibirnya yang di sambut langsung oleh bibir ce Jesica. Lidah pak parno menjelajah setiap rongga dan menghisap bibir ce Jesica nampak liur pak parno berlepotan di wajah Jesica hingga ada yang jatuh ke payudara ce Jesica, seketika pak parno membalikan tubuh ce Jesica dan "plak" bunyi tamparan tangan pak parno pada pantat mulus ce Jesica "plak..plak" kembali pantat ce Jesica di tampar oleh tangan kasar pak parno sehingga meninggalkan bekas merah "ahh……ahhhh…" hanya desahan yang keluar dari bibir ce Jesica. Kini pak parno memposisikan penisnya pada lubang vagina ce Jesica namun pak parno hanya menggesek an ke atas bawah sehingga lubang anus dan vaginanya terasa di gesek oleh penis pak parno.
Pak parno mengangkat tubuh ce Jesica dan mencumbu bibirnya yang di sambut langsung oleh bibir ce Jesica. Lidah pak parno menjelajah setiap rongga dan menghisap bibir ce Jesica nampak liur pak parno berlepotan di wajah Jesica hingga ada yang jatuh ke payudara ce Jesica, seketika pak parno membalikan tubuh ce Jesica dan "plak" bunyi tamparan tangan pak parno pada pantat mulus ce Jesica "plak..plak" kembali pantat ce Jesica di tampar oleh tangan kasar pak parno sehingga meninggalkan bekas merah "ahh……ahhhh…" hanya desahan yang keluar dari bibir ce Jesica. Kini pak parno memposisikan penisnya pada lubang vagina ce Jesica namun pak parno hanya menggesek an ke atas bawah sehingga lubang anus dan vaginanya terasa di gesek oleh penis pak parno.
"Pakhhh.." lenguh Jesica menatap pak parno sayu "iya sayang ?" Jawab pak parno "ayo pakhh" ucap ce Jesica wajahnya memelas kepada pak parno "ayo apa sayang ?" Sambil tangannya menampar kan penisnya pada pantat mulus ce Jesica "masuskinhh…. Ahhhhhhhh….." desah ce Jesica panjang ketika penis itu tiba-tiba terdorong ke dalam vagina ce jesica namun kulihat hanya masuk dan di tarik lagi oleh pak parno "ouuuhhhhhh……" desah ce Jesica ketika penis itu terdorong masuk dan di tarik lagi oleh pak parno "akkkhhhhh……pakkhhhh" dan kulihat penis itu tenggelam sepenuhnya ke dalam vagina ce jesica. Pak parno mendiamkan penisnya di dalam vagina ce Jesica nampak mata ce Jesica memejam menahan nikmat penis itu di dalam vaginanya "aahhhh….." lenguh ce Jesica ketika pak parno mulai menggoyangkan pantatnya tangannya menggenggam kedua pinggul ce Jesica "plak…plak…plak…" tiga kali pak parno menghantam kuat penisnya ke dalam vagina ce Jesica "ouhhhhh….." kepala ce Jesica mengadah ke atas dan bibirnya terbuka.
Tanpa sadar aku meremas payudara ku sendiri dan menyilang kan pahaku karna cairan juga mengalir dari vaginaku. Namun tiba-tiba ku rasakan ada tangan yang meremas payudaraku dari belakang "ehh…." Aku terkejut ternyata Agus tiba-tiba berada di belakang ku dan tanganya memegang pinggul ku, sebelah tangannya meremas payudara ku "ssstt… diam Bu" bisik Agus di telingaku "eh mau ngapain kamu" berusaha menghindar dari pelukan Agus. "Mending diam Bu dari pada kita ketahuan" bisiknya di telingaku, bisikannya membuat badanku merinding "ahh…. Jangan…" ucapku ketika Agus tiba-tiba mencium bibirku "mmhhh….mhhhh lepashh…" aku berusaha mendorong Agus "ssttt…. Diam nanti ketahuan Bu" jari telunjuk Agus berada tepat di bibirku menyuruh ku jangan berisik "sini Bu kesebelah" ucap Agus menggiring tanganku dan menarikku ke gudang. Aku di dorong dan kini terududuk di lantai gudang "dari pada nonton mending sama saya Bu" ucap Agus merangkak di atas tubuhku dan seketika Agus menjilat leherku dan tanganku di tariknya ke atas. "Lepas pak lepas" kepalaku menggeleng saat Agus berusaha mencecar bibirku dengan bibir hitam nya "jangan berisik Bu nanti mereka dengar" ucap Agus menenangkan kan ku.
Tanpa sadar aku meremas payudara ku sendiri dan menyilang kan pahaku karna cairan juga mengalir dari vaginaku. Namun tiba-tiba ku rasakan ada tangan yang meremas payudaraku dari belakang "ehh…." Aku terkejut ternyata Agus tiba-tiba berada di belakang ku dan tanganya memegang pinggul ku, sebelah tangannya meremas payudara ku "ssstt… diam Bu" bisik Agus di telingaku "eh mau ngapain kamu" berusaha menghindar dari pelukan Agus. "Mending diam Bu dari pada kita ketahuan" bisiknya di telingaku, bisikannya membuat badanku merinding "ahh…. Jangan…" ucapku ketika Agus tiba-tiba mencium bibirku "mmhhh….mhhhh lepashh…" aku berusaha mendorong Agus "ssttt…. Diam nanti ketahuan Bu" jari telunjuk Agus berada tepat di bibirku menyuruh ku jangan berisik "sini Bu kesebelah" ucap Agus menggiring tanganku dan menarikku ke gudang. Aku di dorong dan kini terududuk di lantai gudang "dari pada nonton mending sama saya Bu" ucap Agus merangkak di atas tubuhku dan seketika Agus menjilat leherku dan tanganku di tariknya ke atas. "Lepas pak lepas" kepalaku menggeleng saat Agus berusaha mencecar bibirku dengan bibir hitam nya "jangan berisik Bu nanti mereka dengar" ucap Agus menenangkan kan ku.
Aku menatap Agus dengan perasaan takut namun tiba-tiba agus meremas payudara ku, aku hanya terdiam menggenggam tangan Agus berusaha menyingkirkannya dari payudara ku. Agus dengan cepat menarik baju ku ke atas dan menampilkan kedua payudaraku yang putih "mimpi apa aku semalam bisa ngentot Cece Cece cina hahah" seketika Agus membenamkan wajahnya pada kedua payudaraku "ahh….lepashhh …. " Kepalaku menggeleng ketika kedua payudaraku kini tengah di kuasai Agus, putingku terasa kuat di tarik oleh bibirnya dan terasa di gigit oleh Agus, terasa putingku di sedot oleh nya "aaahhh…..mmmhhh… lepashh…" aku masih mendorong pundak Agus agar menjauh namun tenagaku tidak cukup kuat di tambah nafsuku sepertinya sudah mengalir di darahku "slurpp…slurpp…" terdengar bibir Agus melahap payudaraku kiri dan kanan, aku menatap Agus yang sedang meremas payudaraku dan kepalanya menyedot puting ku
"ouhhh……….." aku mulai mendesah mendapat perlakuan seperti itu. Nafsuku kini mulai naik kini tidak ada dorongan lagi agar tubuh Agus menjauh aku hanya memejamkan mataku dan merasakan jilatan Agus menjalar ke leherku dan kupingku pun di jilat oleh Agus "ihhh … gelihhh… auhhh" ketika kupingku di jilat oleh Agus, basah bercampur keringat dan air liur mulai dari payudara leher hingga kupingku. Bibir Agus menyosor kedalam bibirku dan tanpa aku sadari aku membuka bibirku memepersilahkan lidah itu masuk ke dalam bibirku, terasa aneh bau rokok bibir ini namun Agus terus menjelajah kedalam rongga bibirku lidahku kini di Sedot oleh Agus "mhhh….mhhhh….mhhh…" lenguhku tertahan oleh bibir Agus.
Tanpa kusadari penis Agus sudah berdiri tepat di hadapan vaginaku "jangan… jangan di masukin…." Agus menarik celanaku ke bawah namun tidak sampai lepas hanya sebatas paha dan menampilkan bongkahan pantat ku dan vaginaku. Agus menggesek-gesek kepala penisnya dari atas ke bawah terasa vaginaku basah oleh rangsangan Agus "ahh…. Janganhhh dimasukinhhhh" Agus mendorong kepala penisnya perlahan namun kurasakan baru masuk kepalanya saja dan menarik mundur lagi penisnya "anjing sempit banget ni memek" ucapnya kesusahan menerobos vaginaku di dorongnya sekali lagi "ahhh……." Lenguhku panjang ketika penis itu perlahan nerobos vaginaku "ahhh…….ouhhhh" di tarik lagi keluar oleh Agus dan ketika Agus ingin mengetakan seluruh penisnya aku berusaha mundur dan tanpa sengaja menyenggol kursi yang tersusun di gudang dan kursi itu tiba-tiba berjatuhan "siapa itu hey" teriak suara pak parno dari dalam toilet. Aku segera bangkit dan menaikan celanaku dan menurunkan bajuku, nampak Agus sudah berlari keluar duluan dari ruangan itu dan disusul olehku.
Aku berlari ke lapangan dan kuambil kunci mobil lalu langsung membuka pintu mobil. Nafasku sengal karna berlari dari ruangan itu kesini cukup jauh. Setelah nafasku sedikit teratur aku menyilang kan kedua tanganku di atas setir mobil dan air mataku menetes "maafin aku Pi.. hampir saja penis itu masuk.. hiks…" aku menangis di dalam mobil. Aku nyalakan mobilku dan bergegas pergi meninggalkan sekolah itu, "maafin mami, maafin mami" ucapku memukul setir mobil. Aku kesal, marah pada diriku sendiri "ya ampun untung akal sehatku masih ada" gumamku karna saat itu aku berhasil di rangsang oleh Agus "penis itu sudah masuk… pi maafin mami, mami sudah di masukin penis lain yang seharusnya ini hanya untuk papi" aku melamun saat menyetir mobil menyalahkan diriku sendiri "aaaaa…….brak…" aku menginjak rem sekuatnya, tanpa sengaja aku menabrak seorang ibu-ibu yang sedang naik motor. Aku buru-buru turun dari mobil dan melihat keadaan ibu itu "tolongin… tolongin…" teriak warga yang berkerumun disitu aku terdiam saat itu karna shock apa yang terjadi denganku hari ini "eh kamu tanggung jawab dong jangan liatin doang" teriak salah seorang pemuda "eh iya iya pak ayo naikin ke mobil saya biar saya antar kerumah sakit" ucapku sambil berlari ke pintu belakang dan membukanya. Nampak beberapa pemuda menggotong ibu itu masuk ke dalam mobilku "eh kamu tanggung jawab ya, sini KTP kamu saya sita dulu" ucap seorang sepertinya dia pemuda setempat dan aku langsung menyerahkan KTP itu "eh nanti aku ambil sama siapa ktpku" ucapku ke pemuda itu "udah nanti kamu kesitu di pos itu kami tungguin disini" pemuda itu menunjuk pos di seberang jalan. Tanpa pikir panjang aku tancap mobilku ke rumah sakit karna takut terjadi apa-apa terhadap ibu yang barusan aku tabrak.
Penyesalan
"Tolong….tolong… sus… ada ibu-ibu di mobil saya butuh pertolongan"
Aku berlari ke ruang resepsionis sebuah rumah sakit meminta pertolongan cepat untuk ibu yang tak sengaja ku tabrak.
Aku terduduk di ruang tunggu UGD. Tatapan ku kosong memikirkan kejadian di sekolah siang tadi. Hampir saja aku tadi di perkosa oleh Agus satpam sekolah. tapi kenapa ce Jesica bisa selingkuh dgn pak parno, kapan dia mulai selingkuh dan berapa lama sudah hubungannya dengan satpam itu, penis pak parno "ahh….. kenapa aku ngebayangin itu sih" ku gelengkan kepala ku menghilangkan ingatan siang tadi di toilet.
"Selamat sore" sapa seorang suster
"Benar dengan ibu neli ?" Tanya suster itu sambil melihat catatan.
"Iya sus ? saya neli, gimana keadaan ibu tadi ?" Aku langsung berdiri menanyakan kondisi ibu yang barusan ku tabrak.
"Bu neli kami tidak menemukan identitas ibu itu, apa ibu kenal siapa ibu itu ? Kondisinya kini belum sadar. Di kepalanya ada luka dalam mungkin butuh di rawat disini" terang suster tersebut
"Saya gak kenal sus ? Tadi saya gak sengaja nabrak ibu itu" ujarku bingung
"Kalau begitu kami minta data Bu neli ya untuk penanggung jawabnya dan bisa ikut saya untuk mengurus administrasi nya Bu" terang suster tersebut.
"Baik sus" aku merasa bersalah atas kejadian ini mengapa aku begitu ceroboh, harusnya ngapain aku ngintip apa yang di lakukan ce jesica, itu kan urusan dia mau selingkuh atau apa akibat nya aku hampir di perkosa "ahhh… hampir saja penis Agus menerobos vaginaku, tidak sudah masuk, aku sempat menikmati nya kenapa aku terangsang dengan perkosaan satpam sekolah tadi" aku melamun memikirkan perlakuan Agus yang penisnya masuk ke vaginaku.
"Bu neli, Bu neli ?? Mari Bu ikut saya" tegur suster karna aku seketika melamun.
Setelah mengurus administrasi tiba-tiba Hendri menelpon. "Mi dimana sih kenapa lama banget di sekolah ?" Hendri menanyakan keberadaan ku karna sudah hampir jam 7 malam aku belum pulang.
"Iya pih, tadi ce Jesica ajak makan. Ini sudah jalan pulang kok" aku berbohong lagi pada suamiku, sebelumnya aku tidak pernah berbohong. Aku gak mau kejadian hari ini di ketahui Hendri, aku takut rumah tanggaku hancur bagaimana nasib anak-anakku.
Keesokan harinya aku kerumah sakit lagi menjenguk keadaan ibu itu, ibu itu belum sadar dari komanya. Seketika aku teringat dengan KTP yang aku tinggal dengan pemuda di tempat kejadian itu.
Ketika sampai di pos dimana lokasi aku menabrak ibu kemaren.
"Mas saya mau ambil KTP" aku berdiri di hadapan beberapa pemuda, mereka sedang bermain domino ada sekitar 5 orang yang berada di pos itu.
"Oh iya ada, tapi dirumah kemaren sih kamu gak datang" ucap seorang pemuda yang sedang main domino itu.
"Ayo ikut kerumah ku mbak, cep ku gantiin gue bentar" seketika pemuda itu berdiri dan berjalan ke arah motornya.
"Sini mbak naik motor aku aja, Deket kok" ucap pemuda itu sambil menurunkan stepnya kiri dan kanan.
Aku ngikut aja perkataan pemuda itu dan aku naik di atas motor pemuda itu. Karna hari ini aku pakai rok jadi aku duduk menyamping "pegangan ya mbak ntar jatuh" ucap pemuda itu menjalankan motornya. Karna aku takut jatuh aku memegang baju pemuda itu "jagain tuh calon bini gue ahaha" teriak seorang pemuda dari pos "enak aje lu, gak cocok lu dgn org China haha" tawa pemuda itu.
Ternyata aku di bawa ke sebuah kostan "ayo masuk" ajak pemuda itu ke dalam kamar kost nya yang berada di lantai 2. Aku hanya ikut dari belakang. Ketika sampai pintu kamar aku hanya berdiri di depan pintu kamar "masuk aja mbak" ucap pemuda itu yang tanpa sadar aku mengikuti nya. Kamar kost itu hanya sepetak dan ada kamar mandi di dalam,Terlihat sedikit berantakan
"maaf ya berantakan maklum cowok hehe" ucap pemuda itu sambil memberikan ku beer kaleng

Sukri
"Minum mbak, oh ya namaku Sukri, nama mbak siapa ?" Sukri menjulurkan tangan nya memperkenalkan namanya
"Neli" jawabku singkat
"Bentar ya, aku lupa ni naronya dimana, duduk aja mbak di kasur juga gapapa" ucap Sukri membuka lemarinya.
"Oh ya gimana keadaan ibu kemaren ?" Tanya Sukri sambil membongkar-bongkar isi lemarinya.
"Sudah dirawat di rumah sakit" ku jawab singkat sambil memperhatikan isi kamarnya. Ada beberapa pakaian tergantung sepertinya Sukri ini kuli bangunan karna kulihat beberapa celana kotor bekas semen di gantung di kamarnya.
Aku mulai gerah karna kamar itu begitu panas "udah ketemu mas ?" Jawabku sambil mengepaskan tangan ku ke leher dan mengelap keringat ku di leher dan keningku.
"Iya ini lagi di cari, panas ya mbak ?" Sukri pun juga sudah bercucuran keringat "mungkin disitu" ucap Sukri menuju ke pakaian yang di gantung kebetulan pakaian itu berada di dekatku.
"Geser dikit mbak" ucap Sukri tiba-tiba merangkul pundak ku, terasa genggaman nya kasar pada pundakku karna hari itu aku pakai baju dan rok tanpa lengan terasa tangan Sukri pada kulitku
"Ehh…." Aku terkejut ketika Sukri tiba-tiba merangkul ku tapi tiba-tiba dia lepas dan mengambil celana yang di gantung dan merogoh saku-saku celana itu.
Ada perasaan aneh saat tangan Sukri bergesekan dengan kulit ku, tubuhku seakan memanas dan ruangan itu kurasakan semakin membawa hawa panasnya ke dalam tubuhku. Tiba-tiba rasanya ada perasaan gatal pada bagian vaginaku.
Saat aku melamun "mbak…mbak..ini" Sukri menunjukkan KTP ku namun saat itu tatapan matanya bertemu dengan mataku.
"Mbak.." ujar Sukri ketika aku akan meraih KTP itu dari tanganya.
Dia menatapku kembali aku segera menunduk kan kepalaku dan tiba-tiba Sukri memegang kedua pundakku, seketika KTP itu jatuh dan Sukri menyosor bibirku.
"Emmhhh….." erangku saat Sukri berusaha menerobos bibirku dengan lidahnya.
"Emm..emm…jangan" ucapku menggeleng kan kepalaku agar lidah Sukri tidak berada di bibirku.
"Ayolah sekali ini mbak, aku belum pernah ngentot dgn Cece, Cece China kayak mbak" ucap Sukri dan langsung menyosor kan kembali bibirnya ke bibirku.
"Ahh…. Lepashh…." Teriakku menolak apa yang di lakukan Sukri.
"Jangan berisik dong mbak nanti ketahuan nih" Sukri meletakan telunjuknya di bibirku. Aku menatap matanya dan menggeleng kan kepala bertanda aku tidak mau melakukan itu.
"Tolong lah mbak…. Sekali aja ya hehe" Sukri berbisik di kupingku lalu menjilatinya.
"Ihhhh geli… ahhh.." seketika rasa geli menjalar ke seluruh tubuhku saat lidah Sukri bermain di kupingku .
"Slurppp..slurpp…" terdengar bibir Sukri dengan rakus menjilati daun kuping dan sesekali lidahnya menggeliti kupingku.
Sukri memegang kedua pipiku dan menatapku "ouhhh….mhhhh…." Tiba-tiba Sukri menciumku dan aku tidak bisa menghindar. Bibir Sukri kini melahap bibir ku dan lidahnya menari di dalam rongga mulutku, lidahku di sedotnya. Terasa lidah Sukri menjelajah mulai dari bibir, gigiku dan menyedot keluar lidahku.
Liur Sukri berceceran di bibirku "ahh…ahhhh….ahhhh…mmhhhppp" deru nafasku mulai tak beraturan menerima cumbuan Sukri.
Kini terasa jemari kasarnya meremas bokongku. Aku menggeleng kan kepala dan tangan ku menepis tangannya namun semakin kuat Sukri meremas bokongku "ouhhhhh……" aku melenguh menerima perlakuan Sukri, terasa nafsu menguasai tubuhku.
Sukri menurunkan jilatannya ke leher mulusku "uuuhhhhh……" aku mendesah panjang. keringatku di sapu oleh lidah Sukri dan tanpa sadar aku merapatkan tubuhku ke tubuh Sukri, aku seakan lupa siapa diriku.
"Kenapa ini, kenapa rasanya ouhhhh" otakku seakan tidak bisa bekerja di kuasai oleh nafsu yang sudah menguasai diriku. "Ahhh…..janghhhan…." Terasa jari Sukri masuk ke dalam celana dalamku dan meraba bagian sensitif ku, Terasa basah di bawah cairan itu begitu gatal.
"Maaf sayang, maafin mami, maafin aku Hendri" ucapku dalam hati, aku merasa bersalah karna aku tidak menjaga kehormatan sebagai istri, entah kenapa aku bisa berada disini di kos kuli bangunan yang sudah menguasai tubuhku.
Bajuku sudah terangkat ke atas terlihat payudaraku tertahan oleh bra yang ku pakai, dengan sekali tarik ke atas Sukri berhasil melempar bajuku ke sudut ruangan dan dengan cepat Sukri melepaskan kaitan bra ku dan melepaskannya lalu melemparkannya entah kemana.
"Emmmhhhh……pelanhh… ahh.." tiba-tiba Sukri melahap payudaraku dengan rakus, aku mengadah ke atas mulutku terbuka tidak tahan dengan apa yang di lakukan ya pada area sensitif ku.
"Sluurppp….. slurppp…." Terdengar bibir Sukri menjilati dan menyedot payudaraku, putingku terasa mengeras.
"Ahhhh……..cukuphhh….cukuphhh… sudah…" aku masih menjaga namun jemariku menekan kepala Sukri seakan menyuruh Sukri menelan lebih dalam payudaraku.
Jilatan Sukri turun ke bawah ke perut, lubang pusat ku pun di jilat Sukri, hingga Sukri kini berlutut di bawah kakiku, tanganku masih memegang kepala Sukri.
Sukri menatap mataku, aku hanya sayu melihatnya bertanda nafsu sudah menguasai diriku.
Sukri menaikan rokku ke atas dan menurunkan celana dalamku. Entah kenapa aku tidak ada perlawanan lagi "anjingg… memek China emang mulus" ujar Sukri mengusap jarinya di tengah belahan vaginaku.
Sukri memainkan jemarinya di vaginaku, di elusnya atas bawah "ahhhh…gelihhh… ouhhhh…." Aku mulai mendesah mendapatkan perlakuan seperti itu oleh Sukri.
"Jangan keras-keras nanti denger orang" Sukri menatap ke wajahku, jarinya masih menggesek vaginaku.
Aku seketika menutup mulutku dengan tangan dan menatap wajah Sukri, tangan sebelahku meremas rambutnya. Sukri kini memajukan kepalanya ke arah vaginaku membuat badanku harus mundur dan bersandar di tembok.
"Ahhh…………" tak sengaja aku mendesah keras ketika lidah Sukri sekali menyapu vaginaku.
"Ssstttt ….. jangan berisik Cece" ucap Sukri menatap kembali ke wajahku.
Aku masih menutup mulutku dengan tangan dan entah kenapa aku membalas nya dengan mengangguk.
Sukri menyeringai dan "mmmhhhh…..mmhhhhh…." Aku mendesah tertahan tiba-tiba dengan kasar Sukri menjilati vaginaku, terasa lidahnya menusuk-nusuk lubang vaginaku.
"Bangsat…bangsat… ni memek beda banget, wangi mulus" Sukri menatap vaginaku dan "slurpp…slurppp…." Langsung melahap kembali, terasa cairanku kini bercampur dengan liur Sukri, klitoris ku terasa di sedot-sedot.
Aku tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang aku rasakan saat ini. Seumur hidup belum pernah aku merasakan ini "papi maafin aku, aku sudah menodai pernikahan kita" gumamku di tengah kenikmatan yang di dapat dari perlakuan Sukri pada vaginaku.
"Mhhh…mhhhhh….mhhhhh…..mau pipishhh..ahhh…mashhh… gelihhh" lututku gemetar ada dorongan cairan yang mendesak keluar.
"Ihhh…..ahhh…. Mashhh….mau pipishhh…" aku tak kuat lagi menahan cairan cintaku.
"Keluarin.. aja ce… slurppp…slurppp" Sukri semakin kencang menjilat vaginaku.
"Ouuuhhhhh………" satu desahan panjang tak tertahan saat cairan ku keluar dan seketika aku ambruk di kasur.
Mataku terasa berkunang-kunang, badanku terasa mau terbang "papi maaf" hanya hatiku yang berbicara kini, aku tidak tau lagi aku siapa, status ku apa, yang ku tau rasa ini begitu nikmat.
Sukri berbaring di sebelah ku dan mengangkat kepalaku untuk berbaring di lengannya dia menarik lenganku untuk memeluk tubuhnya yang sedikit kurus.
Terasa aroma Sukri yang sebenernya menurutku sedikit bau, namun aku tidak menghiraukan itu.
Wajah Sukri berada di atas majahku kini, tangannya yang kasar mengelus pundakku, hingga lengan kadang meremas payudara ku. Kakinya di rapatkan ke pahaku, terasa ada batang penis yang bergesekan dengan pahaku.
Sukri sengaja mengelus-eluskan penisnya di paha mulusku. Terasa hangat dan ukurannya besar dan berurat, bulunya lebat dan kulihat sedikit kecil dari punya pak parno namun sepertinya ini lebih panjang.
"Cece sudah punya suami ?" Tanya Sukri sambil merapikan poniku dan menatap wajahku. Aku membuka mataku dan menatap wajahnya. Jarinya tak lepas memainkan putingku, aku hanya menggigit bibir bawahku bertanda nafsuku di buat naik lagi oleh Sukri.
"Emm…eeh" aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan Sukri.
"Hahaha bangsatt…maaf ya ko, bini lu gue entot dulu sekali" tawa Sukri yang langsung menyosor bibirku, aku kini langsung menerima ciuman Sukri, aku biarkan lidahnya menari di bibirku, menjilati setiap rongga bibirku.
Sukri mengarahkan tanganku ke arah penisnya dan menggenggamkan jemari ku ke penisnya, jemariku tak muat menggenggam penis itu "halus banget tangan lu ce, kocokinhh" Sukri berbalik dan tiba-tiba aku berada di atas tubuhnya.
Sukri memeluku aku tidak tau harus bagaimana di posisi ini, aku hanya terus mencium bibir Sukri kini aku ikut memainkan lidahku. Jemari ku hanya diam menggenggam penis Sukri "kocokinh ce" ucap Sukri dan reflek genggamanku naik turun.
"Hisap…" ucap Sukri berbisik.
"Ha ?" Aku bingung selama ini aku belum pernah melakukan itu.
"Hisap kontol aku ce" ucap Sukri
"Gak mau, gak pernah" ucapku tiba-tiba duduk, jemariku masih menggenggam penis Sukri.
"Pelan-pelan aja, cobain dulu" Sukri menyibakkan rambutku kesamping dan mengarahkan kepalaku ke arah penisnya.
Saat ini aku gak tau harus melakukan apa, penis itu aku genggam "coba keluarin lidah" Sukri memberikan instruksi.
Terasa bau penis itu menusuk hidung ku, selama ini Hendri tidak pernah menyuruh ku menjilati penisnya. Kami hanya melakukan hubungan sewajarnya.
Aku menjulurkan lidahku dan mulai menjilati kepala penis Sukri terasa asin cairan yang keluar dari lubang penis itu. Terasa mual perutku namun aku tetap melakukannya "ahh…. Mantap bener ce jilatan bini orang, China lagi , anjing anjing" racau Sukri.
Aku gak tau lagi harus berbuat apa, di satu sisi aku sedang terbawa nafsu tapi aku kini di rendahkan oleh Sukri. Aku menjilati kepala penis "jilat kesampai ke bijinya" perintah Sukri.
Aku menjilati penis itu dari kepala sampai ke biji penisnya, terasa perutku mual "ueekkkk……" seketika aku ingin muntah.
"Hahahaha gak pernah di ajarin laki lu nyepong ya" Sukri duduk dan menekan-nekan punggung ku.
"Yaudah kamu baring sini" Sukri membaringkan tubuhku di kasur dia mencium bibirku kembali. Aku langsung menerima cumbuannya tanpa sadar lenganku merangkul leher Sukri.
Ciumannya turun ke leher ke payudaraku, payudaraku di sedotnya, puting ku pun di hisapnya nampak naik ke atas dan terasa gemas dia menggigit puting ku.
"Ouhhhh …. Sakithhh…pelan…" ujarku namun suara ku mendesah, terasa nafsu naik ke ubun-ubun ku kini.
Sukri tengah memposisikan penisnya di lubang vaginaku, pahaku telah terbuka.
Terbuka untuk seorang kuli bangunan yang jauh dari statusku. Seorang istri dan mempunyai dua anak.
Sukri menggesek-gesek penisnya atas bawah "mmmhhh….. ahhh….." terasa nafasku mulai berat merasakan rangsangan dari Sukri.
Ketika Sukri mendorong pelan penisnya "tunggu" aku menahan perut Sukri agar tidak melaju mendorong penis nya kedalam vaginaku.
"Pakai kondom mas" ujarku menatapnya sayu.
"Hahahaha mana ada gue kondom" tawa Sukri melihat tingkahku
"Ouhhhhh……….." aku melenguh panjang penis itu melesat masuk ke dalam vagina ku. Kepalaku mengadah ke atas bibirku terbuka.

(Gambar hanya pemanis hu hehe)
Terasa melayang tubuhku di masuki penis Sukri, panjang terasa langsung menusuk hingga dinding rahimku. Sukri mendiamkan penisnya di dalam dan menjilati puting payudaraku.
"Ouhhh masshhh..ahh..ahhh" aku mendesah ketika Sukri mulai menggenjot vagina ku dengan tempo pelan. Kepala ku menggeleng kiri dan kanan. Tangan ku di genggam Sukri.
Dia menatapku sambil melemparkan senyum, aku hanya menatapnya sayu dan menggigit bibir bawahku. "Rapet banget memekmu ce, kontol laki lu kecil ya haha" Hendri terus dihina oleh Sukri namun gak tau kenapa aku tidak memikirkan Hendri saat ini.
"Aahhhhhh………" aku mendesah kencang saat Sukri menghentakkan kuat penisnya ke dalam vaginaku.
"Ssstttt…. Jangan kuat-kuat desahnya ce, ntar kedengaran" Sukri menghentikan hentakannya dan menekan penisnya dalam-dalam.
Aku menatap Sukri sayu dan menganggukkan kepala ku, tanganku menutup mulutku agar tidak mengeluarkan suara.
Sukri kini memainkan tempo agak cepat "plak..plak ..plak…" terdengar bunyi peraduan antara paha kami "ahhh….mmhhhh….ouhh…" aku menahan desahanku mataku terpejam, kini aku tidak tau lagi dimana siapa diriku.
Kini pahaku bergantung di pundak Sukri, Sukri sedikit berjongkok dan menghujam kan penisnya. "Plak..plak .plak…" penis Sukri kini telah menguasai vaginaku, cairan semakin membasahi penis itu. Tangan Sukri pun bermain di putingku.
Sukri dan aku saling menatap, Sukri menatap ku dengan penuh nafsu dan tersenyum sementara aku hanya bisa menatapnya sayu. Tanganku terus menutup mulutku karna tidak mau desahanku terdengar oleh tetangga kost Sukri.
Kini tubuh Sukri terbaring di atasku, penisnya terus menggenjot vaginaku.
"Ahh… enakhh. Ce…" bisik Sukri di telingaku.
"Ahhh….ahhh… eehh" aku hanya mengangguk.
Kini aku pun memeluk tubuh Sukri dan tanpa kusadari aku menggigit pundak Sukri menahan desahan kenikmatan Hujaman penisnya.
"Ahh…ahhh… aku keluar lagi mashh..ahhh" semakin erat aku memeluk Sukri.
Terasa aku akan mencapai orgasme kedua kalinya. "Ahh…ahhhh… mashh….." seketika tubuhku mengejang. Sukri menghujam kan penisnya dalam-dalam.
Pinggulku bergetar dan kakiku melingkar di pinggang Sukri.
"Ouhhhh….ouhhh….." aku berusaha mengatur nafasku merasakan kenikmatan orgasme kedua kali.
Kurasakan penis sukri berkedut di dalam vaginaku "anjing… bisa remas-remas juga memek lu ce" Sukri pun menahan kenikmatan jepitan vaginaku.
Tampak Sukri belum mengeluarkan cairan nya dia membalikkan tubuhku.
Kini aku tengkurap dan tidak tau lagi apa yang akan di lakukan Sukri. Dia memasukan penisnya dari belakang dan memelukku dari belakang.
Tangannya memelukku melalui kedua ketiakku dan mencari payudaraku. Di remas-remasnya payudara ku, aku hanya bisa menggenggam lengannya.
Sukri mulai menggenjot vaginaku dari belakang "plak…plak…plak…plak…." Sukri menggenjot vaginaku dengan cepat.
Sesekali kami berciuman, jemarinya semakin kuat meremas payudaraku.
"Mmhhhh….mhhhh….mhhhh…." Desahku tertahan oleh bibir Sukri yang melumat bibirku.
"Ahhh aku keluar dimana ce… ahhh." Bisik Sukri di kupingku
Ahh...jangan di dalamhh….ahhh…." Desahku.
Terasa cairanku ingin keluar ketiga kalinya "ouhhhh….mau pipishhh lagi mashh… ahhh…" Sukri tidak menjawab kini dia semakin erat memeluk tubuhku dari belakang.
Keringat kami sudah bercampur, kasur ini pun sudah basah oleh keringat kami. Sukri mempercepat tempo genjotannya
"Ahhh…ahhh… gelihhh…. Mau pipishh… ahhh… " desahku tak karuan.
"Barenghh… ahhhhhh…." Seketika Sukri mencabut penisnya dan menumpahkan spermanya di punggung ku, tubuhku pun bergetar mendapatkan orgasme ketiga kali.
Aku terasa melayang, rasa ingin pingsan dan tulang-tulangku terasa lolos dari tubuhku.
Sukri memelukku dari belakang, sperma nya menempel di perutnya dan punggung ku.
Tangannya menggenggam tanganku.
"Ah….mantep bener, baru kali ini gue ngentotin orang amoy kayak lu" racau Sukri.
Sepertinya setelah itu aku tertidur, aku tersadar setelah mendengar suara HP ku berbunyi.
Sukri masih memeluk ku dari belakang, dia pun sepertinya tertidur, kuambil hpku ternyata ada panggilan dari Hendri sekitar 10 kali dan ada telpon dari WA pak parno 2 kali.
Ternyata hari sudah gelap dan lampu belum di hidupkan. Kunyalakan flash hpku dan mencari baju dan pakaian dalamku.
"Duhhh dimana ya…" aku bingung karna bra dan celana dalamku tidak ketemu.
"Eh.eh… bangun mas" aku menggoyangkan tubuh Sukri.
"Emmmm….." Sukri hanya bergumam
"Ayo anterin aku, suamiku nyari" aku terus menggoyangkan tubuh Sukri.
"Eh udah jam berapa ni ?" Sukri tiba-tiba terduduk
"Jam setengah 8 malam, mas dimana tadi bra sama celana dalamku" ucapku mencari di balik-balik kasur
"Plak…" tiba-tiba Sukri menampar bokongku
"Ahhh…. " Aku terkejut dengan perlakuan Sukri
"Makasih ya ce, yuk aku bantu cariin" Sukri pun bangkit dan menghidupkan lampu kamar, ternyata bra ku terlempar sampai pintu kamar mandi.
Aku sudah merapikan pakaianku, tampak Sukri juga sudah siap. Tiba-tiba dia langsung menyambar bibirku
"Emmmhhhh….. slurpp..ahh.. udah…" ucapku mendorong tubuh Sukri.
"Udah aku mau pulang" ucapku sambil mengelap liur Sukri dengan tanganku.
"Kreeeekkk…" terdengar suara perut Sukri.
"Hehe maaf lapar ce, tadi pagi cuma sarapan" tawa Sukri mendengar suara perut nya.
"Makan kalau lapar, anterin aku dulu cepetan" aku terburu-buru takut Hendri marah di rumah
"Pinjem duit boleh ?" Ujar Sukri mengadah tangannya.
"Aduhhh nih nih" aku mengeluarkan uang 500 rb dan memberikannya ke tangan Sukri
"Cepetan" aku berlalu keluar kost Sukri.
Setibanya di pos terlihat 2 orang sedang bernyanyi dan main gitar.
"Oiii lama bener lu dari siang, ngentot lu ya?" Ujar seorang pemuda teriak dari pos satpam
"Apaan sih lu brisik" balas Sukri
"Makasih ya ce, hehe" tawa Sukri puas setelah mengantar ku ke mobil
Aku pun berlalu meninggalkan Sukri dan bergegas menuju rumah.
Sesampainya dirumah
"Pih bukain pintu" ternyata pintu sudah di kunci
"Sudah di depan, tunggu?" Hendri mematikan telpon. Tak lama pintu terbuka dan aku memasukan mobil ku ke dalam garasi.
"Kemana aja mi ?" Tanya Hendri jam segini baru pulang
"Tar ya pih, mami kebelet pipis" aku langsung berlalu meninggalkan suamiku dan menuju ke toilet
Di toilet aku duduk di WC, aku meneteskan air mata. Rumah tanggaku sudah aku nodai dengan tidur sama kuli bangunan. Aku merasa tidak pantas lagi hidup di rumah ini, aku rasanya ingin mati namun terlintas wajah Nico dan velin
"Maafin mami Nico, velin, mami bukan ibu yang baik… hiksss…" aku tersedu menangis di dalam toilet
"Pi maafin mami, aku telah menodai pernikahan kita, maaf maaf hikss…" aku tidak kuat menahan tangis, sakit rasanya dada ini membayangkan apa yang aku lakukan hari ini.
Tanpa kusadari penis Agus sudah berdiri tepat di hadapan vaginaku "jangan… jangan di masukin…." Agus menarik celanaku ke bawah namun tidak sampai lepas hanya sebatas paha dan menampilkan bongkahan pantat ku dan vaginaku. Agus menggesek-gesek kepala penisnya dari atas ke bawah terasa vaginaku basah oleh rangsangan Agus "ahh…. Janganhhh dimasukinhhhh" Agus mendorong kepala penisnya perlahan namun kurasakan baru masuk kepalanya saja dan menarik mundur lagi penisnya "anjing sempit banget ni memek" ucapnya kesusahan menerobos vaginaku di dorongnya sekali lagi "ahhh……." Lenguhku panjang ketika penis itu perlahan nerobos vaginaku "ahhh…….ouhhhh" di tarik lagi keluar oleh Agus dan ketika Agus ingin mengetakan seluruh penisnya aku berusaha mundur dan tanpa sengaja menyenggol kursi yang tersusun di gudang dan kursi itu tiba-tiba berjatuhan "siapa itu hey" teriak suara pak parno dari dalam toilet. Aku segera bangkit dan menaikan celanaku dan menurunkan bajuku, nampak Agus sudah berlari keluar duluan dari ruangan itu dan disusul olehku.
Aku berlari ke lapangan dan kuambil kunci mobil lalu langsung membuka pintu mobil. Nafasku sengal karna berlari dari ruangan itu kesini cukup jauh. Setelah nafasku sedikit teratur aku menyilang kan kedua tanganku di atas setir mobil dan air mataku menetes "maafin aku Pi.. hampir saja penis itu masuk.. hiks…" aku menangis di dalam mobil. Aku nyalakan mobilku dan bergegas pergi meninggalkan sekolah itu, "maafin mami, maafin mami" ucapku memukul setir mobil. Aku kesal, marah pada diriku sendiri "ya ampun untung akal sehatku masih ada" gumamku karna saat itu aku berhasil di rangsang oleh Agus "penis itu sudah masuk… pi maafin mami, mami sudah di masukin penis lain yang seharusnya ini hanya untuk papi" aku melamun saat menyetir mobil menyalahkan diriku sendiri "aaaaa…….brak…" aku menginjak rem sekuatnya, tanpa sengaja aku menabrak seorang ibu-ibu yang sedang naik motor. Aku buru-buru turun dari mobil dan melihat keadaan ibu itu "tolongin… tolongin…" teriak warga yang berkerumun disitu aku terdiam saat itu karna shock apa yang terjadi denganku hari ini "eh kamu tanggung jawab dong jangan liatin doang" teriak salah seorang pemuda "eh iya iya pak ayo naikin ke mobil saya biar saya antar kerumah sakit" ucapku sambil berlari ke pintu belakang dan membukanya. Nampak beberapa pemuda menggotong ibu itu masuk ke dalam mobilku "eh kamu tanggung jawab ya, sini KTP kamu saya sita dulu" ucap seorang sepertinya dia pemuda setempat dan aku langsung menyerahkan KTP itu "eh nanti aku ambil sama siapa ktpku" ucapku ke pemuda itu "udah nanti kamu kesitu di pos itu kami tungguin disini" pemuda itu menunjuk pos di seberang jalan. Tanpa pikir panjang aku tancap mobilku ke rumah sakit karna takut terjadi apa-apa terhadap ibu yang barusan aku tabrak.
Penyesalan
"Tolong….tolong… sus… ada ibu-ibu di mobil saya butuh pertolongan"
Aku berlari ke ruang resepsionis sebuah rumah sakit meminta pertolongan cepat untuk ibu yang tak sengaja ku tabrak.
Aku terduduk di ruang tunggu UGD. Tatapan ku kosong memikirkan kejadian di sekolah siang tadi. Hampir saja aku tadi di perkosa oleh Agus satpam sekolah. tapi kenapa ce Jesica bisa selingkuh dgn pak parno, kapan dia mulai selingkuh dan berapa lama sudah hubungannya dengan satpam itu, penis pak parno "ahh….. kenapa aku ngebayangin itu sih" ku gelengkan kepala ku menghilangkan ingatan siang tadi di toilet.
"Selamat sore" sapa seorang suster
"Benar dengan ibu neli ?" Tanya suster itu sambil melihat catatan.
"Iya sus ? saya neli, gimana keadaan ibu tadi ?" Aku langsung berdiri menanyakan kondisi ibu yang barusan ku tabrak.
"Bu neli kami tidak menemukan identitas ibu itu, apa ibu kenal siapa ibu itu ? Kondisinya kini belum sadar. Di kepalanya ada luka dalam mungkin butuh di rawat disini" terang suster tersebut
"Saya gak kenal sus ? Tadi saya gak sengaja nabrak ibu itu" ujarku bingung
"Kalau begitu kami minta data Bu neli ya untuk penanggung jawabnya dan bisa ikut saya untuk mengurus administrasi nya Bu" terang suster tersebut.
"Baik sus" aku merasa bersalah atas kejadian ini mengapa aku begitu ceroboh, harusnya ngapain aku ngintip apa yang di lakukan ce jesica, itu kan urusan dia mau selingkuh atau apa akibat nya aku hampir di perkosa "ahhh… hampir saja penis Agus menerobos vaginaku, tidak sudah masuk, aku sempat menikmati nya kenapa aku terangsang dengan perkosaan satpam sekolah tadi" aku melamun memikirkan perlakuan Agus yang penisnya masuk ke vaginaku.
"Bu neli, Bu neli ?? Mari Bu ikut saya" tegur suster karna aku seketika melamun.
Setelah mengurus administrasi tiba-tiba Hendri menelpon. "Mi dimana sih kenapa lama banget di sekolah ?" Hendri menanyakan keberadaan ku karna sudah hampir jam 7 malam aku belum pulang.
"Iya pih, tadi ce Jesica ajak makan. Ini sudah jalan pulang kok" aku berbohong lagi pada suamiku, sebelumnya aku tidak pernah berbohong. Aku gak mau kejadian hari ini di ketahui Hendri, aku takut rumah tanggaku hancur bagaimana nasib anak-anakku.
Keesokan harinya aku kerumah sakit lagi menjenguk keadaan ibu itu, ibu itu belum sadar dari komanya. Seketika aku teringat dengan KTP yang aku tinggal dengan pemuda di tempat kejadian itu.
Ketika sampai di pos dimana lokasi aku menabrak ibu kemaren.
"Mas saya mau ambil KTP" aku berdiri di hadapan beberapa pemuda, mereka sedang bermain domino ada sekitar 5 orang yang berada di pos itu.
"Oh iya ada, tapi dirumah kemaren sih kamu gak datang" ucap seorang pemuda yang sedang main domino itu.
"Ayo ikut kerumah ku mbak, cep ku gantiin gue bentar" seketika pemuda itu berdiri dan berjalan ke arah motornya.
"Sini mbak naik motor aku aja, Deket kok" ucap pemuda itu sambil menurunkan stepnya kiri dan kanan.
Aku ngikut aja perkataan pemuda itu dan aku naik di atas motor pemuda itu. Karna hari ini aku pakai rok jadi aku duduk menyamping "pegangan ya mbak ntar jatuh" ucap pemuda itu menjalankan motornya. Karna aku takut jatuh aku memegang baju pemuda itu "jagain tuh calon bini gue ahaha" teriak seorang pemuda dari pos "enak aje lu, gak cocok lu dgn org China haha" tawa pemuda itu.
Ternyata aku di bawa ke sebuah kostan "ayo masuk" ajak pemuda itu ke dalam kamar kost nya yang berada di lantai 2. Aku hanya ikut dari belakang. Ketika sampai pintu kamar aku hanya berdiri di depan pintu kamar "masuk aja mbak" ucap pemuda itu yang tanpa sadar aku mengikuti nya. Kamar kost itu hanya sepetak dan ada kamar mandi di dalam,Terlihat sedikit berantakan
"maaf ya berantakan maklum cowok hehe" ucap pemuda itu sambil memberikan ku beer kaleng

Sukri
"Minum mbak, oh ya namaku Sukri, nama mbak siapa ?" Sukri menjulurkan tangan nya memperkenalkan namanya
"Neli" jawabku singkat
"Bentar ya, aku lupa ni naronya dimana, duduk aja mbak di kasur juga gapapa" ucap Sukri membuka lemarinya.
"Oh ya gimana keadaan ibu kemaren ?" Tanya Sukri sambil membongkar-bongkar isi lemarinya.
"Sudah dirawat di rumah sakit" ku jawab singkat sambil memperhatikan isi kamarnya. Ada beberapa pakaian tergantung sepertinya Sukri ini kuli bangunan karna kulihat beberapa celana kotor bekas semen di gantung di kamarnya.
Aku mulai gerah karna kamar itu begitu panas "udah ketemu mas ?" Jawabku sambil mengepaskan tangan ku ke leher dan mengelap keringat ku di leher dan keningku.
"Iya ini lagi di cari, panas ya mbak ?" Sukri pun juga sudah bercucuran keringat "mungkin disitu" ucap Sukri menuju ke pakaian yang di gantung kebetulan pakaian itu berada di dekatku.
"Geser dikit mbak" ucap Sukri tiba-tiba merangkul pundak ku, terasa genggaman nya kasar pada pundakku karna hari itu aku pakai baju dan rok tanpa lengan terasa tangan Sukri pada kulitku
"Ehh…." Aku terkejut ketika Sukri tiba-tiba merangkul ku tapi tiba-tiba dia lepas dan mengambil celana yang di gantung dan merogoh saku-saku celana itu.
Ada perasaan aneh saat tangan Sukri bergesekan dengan kulit ku, tubuhku seakan memanas dan ruangan itu kurasakan semakin membawa hawa panasnya ke dalam tubuhku. Tiba-tiba rasanya ada perasaan gatal pada bagian vaginaku.
Saat aku melamun "mbak…mbak..ini" Sukri menunjukkan KTP ku namun saat itu tatapan matanya bertemu dengan mataku.
"Mbak.." ujar Sukri ketika aku akan meraih KTP itu dari tanganya.
Dia menatapku kembali aku segera menunduk kan kepalaku dan tiba-tiba Sukri memegang kedua pundakku, seketika KTP itu jatuh dan Sukri menyosor bibirku.
"Emmhhh….." erangku saat Sukri berusaha menerobos bibirku dengan lidahnya.
"Emm..emm…jangan" ucapku menggeleng kan kepalaku agar lidah Sukri tidak berada di bibirku.
"Ayolah sekali ini mbak, aku belum pernah ngentot dgn Cece, Cece China kayak mbak" ucap Sukri dan langsung menyosor kan kembali bibirnya ke bibirku.
"Ahh…. Lepashh…." Teriakku menolak apa yang di lakukan Sukri.
"Jangan berisik dong mbak nanti ketahuan nih" Sukri meletakan telunjuknya di bibirku. Aku menatap matanya dan menggeleng kan kepala bertanda aku tidak mau melakukan itu.
"Tolong lah mbak…. Sekali aja ya hehe" Sukri berbisik di kupingku lalu menjilatinya.
"Ihhhh geli… ahhh.." seketika rasa geli menjalar ke seluruh tubuhku saat lidah Sukri bermain di kupingku .
"Slurppp..slurpp…" terdengar bibir Sukri dengan rakus menjilati daun kuping dan sesekali lidahnya menggeliti kupingku.
Sukri memegang kedua pipiku dan menatapku "ouhhh….mhhhh…." Tiba-tiba Sukri menciumku dan aku tidak bisa menghindar. Bibir Sukri kini melahap bibir ku dan lidahnya menari di dalam rongga mulutku, lidahku di sedotnya. Terasa lidah Sukri menjelajah mulai dari bibir, gigiku dan menyedot keluar lidahku.
Liur Sukri berceceran di bibirku "ahh…ahhhh….ahhhh…mmhhhppp" deru nafasku mulai tak beraturan menerima cumbuan Sukri.
Kini terasa jemari kasarnya meremas bokongku. Aku menggeleng kan kepala dan tangan ku menepis tangannya namun semakin kuat Sukri meremas bokongku "ouhhhhh……" aku melenguh menerima perlakuan Sukri, terasa nafsu menguasai tubuhku.
Sukri menurunkan jilatannya ke leher mulusku "uuuhhhhh……" aku mendesah panjang. keringatku di sapu oleh lidah Sukri dan tanpa sadar aku merapatkan tubuhku ke tubuh Sukri, aku seakan lupa siapa diriku.
"Kenapa ini, kenapa rasanya ouhhhh" otakku seakan tidak bisa bekerja di kuasai oleh nafsu yang sudah menguasai diriku. "Ahhh…..janghhhan…." Terasa jari Sukri masuk ke dalam celana dalamku dan meraba bagian sensitif ku, Terasa basah di bawah cairan itu begitu gatal.
"Maaf sayang, maafin mami, maafin aku Hendri" ucapku dalam hati, aku merasa bersalah karna aku tidak menjaga kehormatan sebagai istri, entah kenapa aku bisa berada disini di kos kuli bangunan yang sudah menguasai tubuhku.
Bajuku sudah terangkat ke atas terlihat payudaraku tertahan oleh bra yang ku pakai, dengan sekali tarik ke atas Sukri berhasil melempar bajuku ke sudut ruangan dan dengan cepat Sukri melepaskan kaitan bra ku dan melepaskannya lalu melemparkannya entah kemana.
"Emmmhhhh……pelanhh… ahh.." tiba-tiba Sukri melahap payudaraku dengan rakus, aku mengadah ke atas mulutku terbuka tidak tahan dengan apa yang di lakukan ya pada area sensitif ku.
"Sluurppp….. slurppp…." Terdengar bibir Sukri menjilati dan menyedot payudaraku, putingku terasa mengeras.
"Ahhhh……..cukuphhh….cukuphhh… sudah…" aku masih menjaga namun jemariku menekan kepala Sukri seakan menyuruh Sukri menelan lebih dalam payudaraku.
Jilatan Sukri turun ke bawah ke perut, lubang pusat ku pun di jilat Sukri, hingga Sukri kini berlutut di bawah kakiku, tanganku masih memegang kepala Sukri.
Sukri menatap mataku, aku hanya sayu melihatnya bertanda nafsu sudah menguasai diriku.
Sukri menaikan rokku ke atas dan menurunkan celana dalamku. Entah kenapa aku tidak ada perlawanan lagi "anjingg… memek China emang mulus" ujar Sukri mengusap jarinya di tengah belahan vaginaku.
Sukri memainkan jemarinya di vaginaku, di elusnya atas bawah "ahhhh…gelihhh… ouhhhh…." Aku mulai mendesah mendapatkan perlakuan seperti itu oleh Sukri.
"Jangan keras-keras nanti denger orang" Sukri menatap ke wajahku, jarinya masih menggesek vaginaku.
Aku seketika menutup mulutku dengan tangan dan menatap wajah Sukri, tangan sebelahku meremas rambutnya. Sukri kini memajukan kepalanya ke arah vaginaku membuat badanku harus mundur dan bersandar di tembok.
"Ahhh…………" tak sengaja aku mendesah keras ketika lidah Sukri sekali menyapu vaginaku.
"Ssstttt ….. jangan berisik Cece" ucap Sukri menatap kembali ke wajahku.
Aku masih menutup mulutku dengan tangan dan entah kenapa aku membalas nya dengan mengangguk.
Sukri menyeringai dan "mmmhhhh…..mmhhhhh…." Aku mendesah tertahan tiba-tiba dengan kasar Sukri menjilati vaginaku, terasa lidahnya menusuk-nusuk lubang vaginaku.
"Bangsat…bangsat… ni memek beda banget, wangi mulus" Sukri menatap vaginaku dan "slurpp…slurppp…." Langsung melahap kembali, terasa cairanku kini bercampur dengan liur Sukri, klitoris ku terasa di sedot-sedot.
Aku tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang aku rasakan saat ini. Seumur hidup belum pernah aku merasakan ini "papi maafin aku, aku sudah menodai pernikahan kita" gumamku di tengah kenikmatan yang di dapat dari perlakuan Sukri pada vaginaku.
"Mhhh…mhhhhh….mhhhhh…..mau pipishhh..ahhh…mashhh… gelihhh" lututku gemetar ada dorongan cairan yang mendesak keluar.
"Ihhh…..ahhh…. Mashhh….mau pipishhh…" aku tak kuat lagi menahan cairan cintaku.
"Keluarin.. aja ce… slurppp…slurppp" Sukri semakin kencang menjilat vaginaku.
"Ouuuhhhhh………" satu desahan panjang tak tertahan saat cairan ku keluar dan seketika aku ambruk di kasur.
Mataku terasa berkunang-kunang, badanku terasa mau terbang "papi maaf" hanya hatiku yang berbicara kini, aku tidak tau lagi aku siapa, status ku apa, yang ku tau rasa ini begitu nikmat.
Sukri berbaring di sebelah ku dan mengangkat kepalaku untuk berbaring di lengannya dia menarik lenganku untuk memeluk tubuhnya yang sedikit kurus.
Terasa aroma Sukri yang sebenernya menurutku sedikit bau, namun aku tidak menghiraukan itu.
Wajah Sukri berada di atas majahku kini, tangannya yang kasar mengelus pundakku, hingga lengan kadang meremas payudara ku. Kakinya di rapatkan ke pahaku, terasa ada batang penis yang bergesekan dengan pahaku.
Sukri sengaja mengelus-eluskan penisnya di paha mulusku. Terasa hangat dan ukurannya besar dan berurat, bulunya lebat dan kulihat sedikit kecil dari punya pak parno namun sepertinya ini lebih panjang.
"Cece sudah punya suami ?" Tanya Sukri sambil merapikan poniku dan menatap wajahku. Aku membuka mataku dan menatap wajahnya. Jarinya tak lepas memainkan putingku, aku hanya menggigit bibir bawahku bertanda nafsuku di buat naik lagi oleh Sukri.
"Emm…eeh" aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan Sukri.
"Hahaha bangsatt…maaf ya ko, bini lu gue entot dulu sekali" tawa Sukri yang langsung menyosor bibirku, aku kini langsung menerima ciuman Sukri, aku biarkan lidahnya menari di bibirku, menjilati setiap rongga bibirku.
Sukri mengarahkan tanganku ke arah penisnya dan menggenggamkan jemari ku ke penisnya, jemariku tak muat menggenggam penis itu "halus banget tangan lu ce, kocokinhh" Sukri berbalik dan tiba-tiba aku berada di atas tubuhnya.
Sukri memeluku aku tidak tau harus bagaimana di posisi ini, aku hanya terus mencium bibir Sukri kini aku ikut memainkan lidahku. Jemari ku hanya diam menggenggam penis Sukri "kocokinh ce" ucap Sukri dan reflek genggamanku naik turun.
"Hisap…" ucap Sukri berbisik.
"Ha ?" Aku bingung selama ini aku belum pernah melakukan itu.
"Hisap kontol aku ce" ucap Sukri
"Gak mau, gak pernah" ucapku tiba-tiba duduk, jemariku masih menggenggam penis Sukri.
"Pelan-pelan aja, cobain dulu" Sukri menyibakkan rambutku kesamping dan mengarahkan kepalaku ke arah penisnya.
Saat ini aku gak tau harus melakukan apa, penis itu aku genggam "coba keluarin lidah" Sukri memberikan instruksi.
Terasa bau penis itu menusuk hidung ku, selama ini Hendri tidak pernah menyuruh ku menjilati penisnya. Kami hanya melakukan hubungan sewajarnya.
Aku menjulurkan lidahku dan mulai menjilati kepala penis Sukri terasa asin cairan yang keluar dari lubang penis itu. Terasa mual perutku namun aku tetap melakukannya "ahh…. Mantap bener ce jilatan bini orang, China lagi , anjing anjing" racau Sukri.
Aku gak tau lagi harus berbuat apa, di satu sisi aku sedang terbawa nafsu tapi aku kini di rendahkan oleh Sukri. Aku menjilati kepala penis "jilat kesampai ke bijinya" perintah Sukri.
Aku menjilati penis itu dari kepala sampai ke biji penisnya, terasa perutku mual "ueekkkk……" seketika aku ingin muntah.
"Hahahaha gak pernah di ajarin laki lu nyepong ya" Sukri duduk dan menekan-nekan punggung ku.
"Yaudah kamu baring sini" Sukri membaringkan tubuhku di kasur dia mencium bibirku kembali. Aku langsung menerima cumbuannya tanpa sadar lenganku merangkul leher Sukri.
Ciumannya turun ke leher ke payudaraku, payudaraku di sedotnya, puting ku pun di hisapnya nampak naik ke atas dan terasa gemas dia menggigit puting ku.
"Ouhhhh …. Sakithhh…pelan…" ujarku namun suara ku mendesah, terasa nafsu naik ke ubun-ubun ku kini.
Sukri tengah memposisikan penisnya di lubang vaginaku, pahaku telah terbuka.
Terbuka untuk seorang kuli bangunan yang jauh dari statusku. Seorang istri dan mempunyai dua anak.
Sukri menggesek-gesek penisnya atas bawah "mmmhhh….. ahhh….." terasa nafasku mulai berat merasakan rangsangan dari Sukri.
Ketika Sukri mendorong pelan penisnya "tunggu" aku menahan perut Sukri agar tidak melaju mendorong penis nya kedalam vaginaku.
"Pakai kondom mas" ujarku menatapnya sayu.
"Hahahaha mana ada gue kondom" tawa Sukri melihat tingkahku
"Ouhhhhh……….." aku melenguh panjang penis itu melesat masuk ke dalam vagina ku. Kepalaku mengadah ke atas bibirku terbuka.

(Gambar hanya pemanis hu hehe)
Terasa melayang tubuhku di masuki penis Sukri, panjang terasa langsung menusuk hingga dinding rahimku. Sukri mendiamkan penisnya di dalam dan menjilati puting payudaraku.
"Ouhhh masshhh..ahh..ahhh" aku mendesah ketika Sukri mulai menggenjot vagina ku dengan tempo pelan. Kepala ku menggeleng kiri dan kanan. Tangan ku di genggam Sukri.
Dia menatapku sambil melemparkan senyum, aku hanya menatapnya sayu dan menggigit bibir bawahku. "Rapet banget memekmu ce, kontol laki lu kecil ya haha" Hendri terus dihina oleh Sukri namun gak tau kenapa aku tidak memikirkan Hendri saat ini.
"Aahhhhhh………" aku mendesah kencang saat Sukri menghentakkan kuat penisnya ke dalam vaginaku.
"Ssstttt…. Jangan kuat-kuat desahnya ce, ntar kedengaran" Sukri menghentikan hentakannya dan menekan penisnya dalam-dalam.
Aku menatap Sukri sayu dan menganggukkan kepala ku, tanganku menutup mulutku agar tidak mengeluarkan suara.
Sukri kini memainkan tempo agak cepat "plak..plak ..plak…" terdengar bunyi peraduan antara paha kami "ahhh….mmhhhh….ouhh…" aku menahan desahanku mataku terpejam, kini aku tidak tau lagi dimana siapa diriku.
Kini pahaku bergantung di pundak Sukri, Sukri sedikit berjongkok dan menghujam kan penisnya. "Plak..plak .plak…" penis Sukri kini telah menguasai vaginaku, cairan semakin membasahi penis itu. Tangan Sukri pun bermain di putingku.
Sukri dan aku saling menatap, Sukri menatap ku dengan penuh nafsu dan tersenyum sementara aku hanya bisa menatapnya sayu. Tanganku terus menutup mulutku karna tidak mau desahanku terdengar oleh tetangga kost Sukri.
Kini tubuh Sukri terbaring di atasku, penisnya terus menggenjot vaginaku.
"Ahh… enakhh. Ce…" bisik Sukri di telingaku.
"Ahhh….ahhh… eehh" aku hanya mengangguk.
Kini aku pun memeluk tubuh Sukri dan tanpa kusadari aku menggigit pundak Sukri menahan desahan kenikmatan Hujaman penisnya.
"Ahh…ahhh… aku keluar lagi mashh..ahhh" semakin erat aku memeluk Sukri.
Terasa aku akan mencapai orgasme kedua kalinya. "Ahh…ahhhh… mashh….." seketika tubuhku mengejang. Sukri menghujam kan penisnya dalam-dalam.
Pinggulku bergetar dan kakiku melingkar di pinggang Sukri.
"Ouhhhh….ouhhh….." aku berusaha mengatur nafasku merasakan kenikmatan orgasme kedua kali.
Kurasakan penis sukri berkedut di dalam vaginaku "anjing… bisa remas-remas juga memek lu ce" Sukri pun menahan kenikmatan jepitan vaginaku.
Tampak Sukri belum mengeluarkan cairan nya dia membalikkan tubuhku.
Kini aku tengkurap dan tidak tau lagi apa yang akan di lakukan Sukri. Dia memasukan penisnya dari belakang dan memelukku dari belakang.
Tangannya memelukku melalui kedua ketiakku dan mencari payudaraku. Di remas-remasnya payudara ku, aku hanya bisa menggenggam lengannya.
Sukri mulai menggenjot vaginaku dari belakang "plak…plak…plak…plak…." Sukri menggenjot vaginaku dengan cepat.
Sesekali kami berciuman, jemarinya semakin kuat meremas payudaraku.
"Mmhhhh….mhhhh….mhhhh…." Desahku tertahan oleh bibir Sukri yang melumat bibirku.
"Ahhh aku keluar dimana ce… ahhh." Bisik Sukri di kupingku
Ahh...jangan di dalamhh….ahhh…." Desahku.
Terasa cairanku ingin keluar ketiga kalinya "ouhhhh….mau pipishhh lagi mashh… ahhh…" Sukri tidak menjawab kini dia semakin erat memeluk tubuhku dari belakang.
Keringat kami sudah bercampur, kasur ini pun sudah basah oleh keringat kami. Sukri mempercepat tempo genjotannya
"Ahhh…ahhh… gelihhh…. Mau pipishh… ahhh… " desahku tak karuan.
"Barenghh… ahhhhhh…." Seketika Sukri mencabut penisnya dan menumpahkan spermanya di punggung ku, tubuhku pun bergetar mendapatkan orgasme ketiga kali.
Aku terasa melayang, rasa ingin pingsan dan tulang-tulangku terasa lolos dari tubuhku.
Sukri memelukku dari belakang, sperma nya menempel di perutnya dan punggung ku.
Tangannya menggenggam tanganku.
"Ah….mantep bener, baru kali ini gue ngentotin orang amoy kayak lu" racau Sukri.
Sepertinya setelah itu aku tertidur, aku tersadar setelah mendengar suara HP ku berbunyi.
Sukri masih memeluk ku dari belakang, dia pun sepertinya tertidur, kuambil hpku ternyata ada panggilan dari Hendri sekitar 10 kali dan ada telpon dari WA pak parno 2 kali.
Ternyata hari sudah gelap dan lampu belum di hidupkan. Kunyalakan flash hpku dan mencari baju dan pakaian dalamku.
"Duhhh dimana ya…" aku bingung karna bra dan celana dalamku tidak ketemu.
"Eh.eh… bangun mas" aku menggoyangkan tubuh Sukri.
"Emmmm….." Sukri hanya bergumam
"Ayo anterin aku, suamiku nyari" aku terus menggoyangkan tubuh Sukri.
"Eh udah jam berapa ni ?" Sukri tiba-tiba terduduk
"Jam setengah 8 malam, mas dimana tadi bra sama celana dalamku" ucapku mencari di balik-balik kasur
"Plak…" tiba-tiba Sukri menampar bokongku
"Ahhh…. " Aku terkejut dengan perlakuan Sukri
"Makasih ya ce, yuk aku bantu cariin" Sukri pun bangkit dan menghidupkan lampu kamar, ternyata bra ku terlempar sampai pintu kamar mandi.
Aku sudah merapikan pakaianku, tampak Sukri juga sudah siap. Tiba-tiba dia langsung menyambar bibirku
"Emmmhhhh….. slurpp..ahh.. udah…" ucapku mendorong tubuh Sukri.
"Udah aku mau pulang" ucapku sambil mengelap liur Sukri dengan tanganku.
"Kreeeekkk…" terdengar suara perut Sukri.
"Hehe maaf lapar ce, tadi pagi cuma sarapan" tawa Sukri mendengar suara perut nya.
"Makan kalau lapar, anterin aku dulu cepetan" aku terburu-buru takut Hendri marah di rumah
"Pinjem duit boleh ?" Ujar Sukri mengadah tangannya.
"Aduhhh nih nih" aku mengeluarkan uang 500 rb dan memberikannya ke tangan Sukri
"Cepetan" aku berlalu keluar kost Sukri.
Setibanya di pos terlihat 2 orang sedang bernyanyi dan main gitar.
"Oiii lama bener lu dari siang, ngentot lu ya?" Ujar seorang pemuda teriak dari pos satpam
"Apaan sih lu brisik" balas Sukri
"Makasih ya ce, hehe" tawa Sukri puas setelah mengantar ku ke mobil
Aku pun berlalu meninggalkan Sukri dan bergegas menuju rumah.
Sesampainya dirumah
"Pih bukain pintu" ternyata pintu sudah di kunci
"Sudah di depan, tunggu?" Hendri mematikan telpon. Tak lama pintu terbuka dan aku memasukan mobil ku ke dalam garasi.
"Kemana aja mi ?" Tanya Hendri jam segini baru pulang
"Tar ya pih, mami kebelet pipis" aku langsung berlalu meninggalkan suamiku dan menuju ke toilet
Di toilet aku duduk di WC, aku meneteskan air mata. Rumah tanggaku sudah aku nodai dengan tidur sama kuli bangunan. Aku merasa tidak pantas lagi hidup di rumah ini, aku rasanya ingin mati namun terlintas wajah Nico dan velin
"Maafin mami Nico, velin, mami bukan ibu yang baik… hiksss…" aku tersedu menangis di dalam toilet
"Pi maafin mami, aku telah menodai pernikahan kita, maaf maaf hikss…" aku tidak kuat menahan tangis, sakit rasanya dada ini membayangkan apa yang aku lakukan hari ini.


Komentar
Posting Komentar