Langsung ke konten utama

Bisnis Consultant Rendahan 2


Kadang kehidupan itu berputar, ada saatnya aku duduk dengan wine dan cowok-cowok kelas ataspun berusaha mendekatiku dan aku dengan gampangnya memainkan mereka. Diantara jas-jas mahal dan jam tangan miliaran aku mengendalikan mereka dengan kerlinganku. Tapi hidup juga ada di bawah, dimana ketika aku bahkan dipermainkan tanpa busana dan harga diri oleh para kuli yang penghasilannya di bawah UMR.

"Ampun...." jeritku..... ketika penis lain memasuki vaginaku lagi. Aku sudah kehilangan hitungan berapa banyak penis yang sudah memasuki tubuhku dan berapa banyak sperma yang sudah kuminum. Sudah berjam-jam mereka memperkosaku tanpa henti dan setiap kali sperma keluar dari penis yang memakai lubangku aku harus selalu mempermalukan diriku dengan mengucapkan terima kasih dan meminta lagi.

"t-terima...khasih...........uhuk...uhuk...." ucapku ketika ada sperma yang dimuncratkan di dalam rahimku. "terima kasih tuan telah menggunakan tempat penampungan peju ini seperti fungsinya," ujarku dengan linangan air mata keterhinaan.

"kamu gak meminta diperkosa ? sini biar gw hukum loe !" sebuah tendangan yg kuat menghantam vaginaku dan sperma yang ada di dalam vaginaku keluar dari dalam vagina.

"Nih kotor ! jilat lantainya sampe bersih Lonte !" ujar kuli yang lain menyeret mukaku ke tumpahan sperma dari dalam liang vaginaku. Aku hanya bisa menangis menjilati sperma yag tumpah ke lantai sembari kepalaku diinjak dan tubuhku didera.

Seorang kuli kemudian menjambak rambutku dan meludahi wajahku. "Ulangi SOPmu ****** !" perintahnya.

"Saya Erva, hanya boleh telanjang dan merangkak di gudang ini. Saya harus terus memohon untuk selalu disiksa dan direndahkan. Salah satu dari ketiga lubang saya ini harus selalu terisi kontol."

"Sekarang ada kontol ga di lubang lu ?" tanyanya.

aku hanya menangis. "T-tuan... tolong.....tolong masukan penis tuan dan mohon siksa budak yang melanggar SOP ini..... huhuhuhuhu.... mohon tuan siksa budak ini....."

"hukuman apa yang cocok buat loe Lonte ?" tanya Kuli yang sekarang sudah menghujam anusku dengan penisnya.

"M-mungkin tuan mau membuat budak lonte ini jera dengan memasukan sikat kloset ke dalam vagina budak ini sehingga budak ini kapok jika tubuhnya tidak terisi penis...." ujarku merendahkan diriku serendah yang aku bisa.

Tidak lama kemudian jeritanku terdengar menggema di tengah malam itu. Kengerian disodok oleh sikat kloset tidak hanya terjadi satu kali, tapi beberapa kali karena ada kalanya tidak ada penis yang masuk dalam lubangku. Setelah 3 kali diperkosa oleh sikat kloset, aku menjadi sangat termotivasi untuk memohon.

"t-tuan tolong berikan penis tuan ke mulut hamba ini...." ujarku memohon pada seorang kuli sementara vaginaku sedang di doggy style oleh seorang kuli yang lain. Kuli yang lewat tersebut duduk jongkok dan memainkan buah dadaku.

"please tuan.... ijinkan budak cina kafir ini menjilati keperkasaan penis tuan... hamba memohon....... " ujarku ketakutan si pemerkosa vaginaku segera beres dan mencabut penisnya dari dalam tubuhku yang sudah terasa remuk. Vaginaku terasa perih dan panas karena dipakai terus menerus dan didera oleh sikat kasar kloser.


"Crottt..." kuli itu mencabut penisnya dan seorang kuli berteriak "Kena hukuman lagi deh nih lonte. Suka amat sama sikat kloset !" ejeknya.

Jeritanku kembali menghias malam dan aku tak henti-hentinya mengutuki diriku yang dipakai dan disiksa sampai pagi oleh puluhan kuli dan supir truk. Para kuli sangat kreatif dalam menyiksaku, mereka memastikan aku sangat menderita malam itu. Semua terasa begitu gelam dan kelam karena para kuli yang aku tidak kenali itu meniksaku tanpa henti. Yang kutahu aku pingsan berkali-kali dan ketika aku sadar hari sudah berganti.

Sebelum mereka bosan dan pulang, mereka menyeretku yang sudah tidak berdaya ke halaman.

Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi bahakan untuk sekedar berteriak ketika vaginaku diobok-obok sikat kloset. Aku hanya terdiam diseret ke halaman dengan sikat kloset amsih menancap di vaginaku. Kemudian mereka ramai-ramai mengencingiku sehingga seluruh tubuhku dipenuhi sperma dan air kencing. Kemduian mereka mengangkatku dan memasukan kepalaku ke dalam drum berisi sampah. Kepalaku di dalam dan kakiku mengangkang di menghadap langit dengan sikat kloset menancap menghiasi vaginaku.

Sekarang hari sabtu dan nampaknya sudah siang. Tidak ada lagi kuli-kuli, hanya ada aku yang penuh dengan sperma kering dan bau pesing, terikat dengan vagina terisi sikat kloset. kepalaku ada di dalam drum tong sampah sedangkan kakiku melambai di luar drum. Sikat kloset tentunya masih setia memenuhi vaginaku yang terasa sangat perih. Wajahku sudah bercampur dengan sampah botol, plastik dan makanan nasi bungkus sisa. Bau dan jijik tapi aku nampaknya memang berada di tempatku seharusnya, sampah.

Tidak lama dari aku sadar dan terbuang di tong sampah drum itu, seseorang menendang tong sampah dan tong sampah itu jatuh menghamburkan sisi sampahnya termasuk aku. Aku tersentak keluar dari sampah-sampah dengan perasaan sangat terhina dan jijik terhadap diriku sendiri.

Suri yang hari ini menggunakan gaun pendek cantik melihatku dengan tatapan jijik sementara tuan F ada berdiri di sampingnya.

Tuan F memberikanku pisau lipat agar aku bisa membebaskan diri dariku sendiri dari tali yang mengikatku.

Dengan tangan yang terikat di belakang aku mencoba meraih pisau lipat dan membuka ikatan lakban yang mengikat tanganku. Seluruh tubuhku terasa remuk karena dipermainkan semalaman. Aku masih sangat letih tapi aku tahu penderitaanku baru akan dimulai kembali. dan kali ini Suri sendiri yang akan menyiksaku. Gadis yang kubilang psikopat ini pasti akan menyiksaku habis-habisan.

"Sana bersihkan dirimu dan sampah2 ini !" bentak Suri sambil meludah ke arahku.

Aku dengan pasrah kembali memberdirikan tong sampah yang terguling. Kemudian aku hendak memungut sampah menggunakan tanganku tapi Suri membentakku. "Pake mulut ! siapa yang ijinin loe ambil sampah pake tangan !?

Aku hanya bisa menjawab "maaf...nona...." ujarku pasrah dengan air mata berlinang dan harga diri yang terinjak-injak. Aku akhirnya dengan enggak menggunakan mulutku membersihkan sampah yang berserakan di lantai tak berubin itu. Rasa sampah menjijikan yang menyatu dengan debu menghajar harga dkriku yang sudah hancur berkeping-keping, memaksaku meneteskan air mata kesedihan.

Satu demi satu sampah yang berserakan aku pungut sementara Suri memvideokan diriku yang begitu hina. Sampah-sampah dari bungkusan dan tempat minuman cukup mudah kugigi dan kubuang kembali ke dalam tong, tapi serakan nasi dari nasi bungkus jadi perkara lain. aku harus menjilatinya dan memasukannya ke dalam mulutku dan membuangnya dengan rasa yang lebih menjijikan karena entah bekas siapa dan mungkin sudah berbusuk.

Menangis tidaklah menolong, aku tahu itu tapi aku mengutuki nasib sialku dan tidak bisa berhenti menangis walaupun dengan itu membuat Suri semakin tertawa puas. "Mending gw yang lulusan SMA dan ngelonte aja gak pernah tuh makan sampah kayak loe yang lulusan luar negeri. lebih hina dari pelacur" ketusnya sambil menginjak kepalaku yang sedang 'memunguti' sampah dengan mulutku.

Setelah hampir setengah jam, akhirnya Suri menendangku dan memaksaku merangkak seperti anjing ke kamar mandi dimana aku harus mandi sambil direkam olehnya. Aku membersihkan diriku menggunakan air dingin seadanya. Sungguh terasa sangat menyiksa rasa dingin yang menusuk dan juga keletihanku yang sangat ingin dimanja air panas.

"Bersihin tuh memek lacur loe !"

Suri melemparkan sabun khusus kewanitaan yang sangat kusyukuri. Aku memngorek dan membersihkan liang kewanitaanku dan juga lubang anusku yang sudah habis disiksa berkali-kali semalaman.

Setelah itu aku digiring Suri dalam keadaan telanjang. Suri menarik puting dada kananku dengan kasar sementara tanganku diborgol dibelakang.

Suri menarikku ke lantai 3 ke ruangan tuan F. Aku dimintanya mengigit bajuku yang sudah kulipat rapi dan membawanya turun ke lantai satu sembari masih ditarik putingku. Aku emrasa sangat malu skeali berjalan dengan putingku ditarik dan mengigit bajuku dan tidak boleh sampai jatuh.

"Kalo kamu sampai jatuhkan baju ini, maka baju ini akan aku sobek-sobek dengan gunting" ujarnya sambil mengantongi Gunting dari meja tuan F.

Tuan F sendiri dengan tenang hanya merekam kehinaanku dengan HPnya.

beberapa kali Suri meanrikku dengan kasar di perjalanan dari lantai 3 tapi aku bersuaha sekuat tenaga menahannya.

Aku berjalan dengan menyedihkan dan ketika sudah hampir sampai ke lantai 1, Suri menarik putingku dengan kasar dan memelintirnya dengan sadis sehingga aku terkaget dan berteriak menjatuhkan bajuku.

"Bego memang kamu !" ia menarik putingku dan menarikku kasar ke anak tangga terakhir lalu melemparku sehingga aku terjatuh.

Kemudian gadis gila dan sadis itu menendang vaginaku 3 kali secara kasar. "Ampunnn.... ampunnn.... ampunnnnn nona... ampuni budak bego ini.....ampuni...." ujarku menangis menahan sakit dan malu.

"Berdiri !" Suri menarik puting kiriku sampai aku berdiri kembali sambil menahan rasa sakit di vagina dan di putingku. "ampun..." ujarku memelas.

"Kamu tau kan apa yang akan terjadi dengan bajumu ?

"Please....." ujarku memohon tapi Suri dengan bengis menggunting-gunting bajuku dihadapanku sampai hampir tidak menutupi apa-apa lagi jika kugunakan.

"Nih pake bajunya," Suri melemparnya. Aku mengutki diriku yang begitu bodoh sehingga bajuku kini sudah tergunting sobek-sobek dan compang-campaing. Aku menggunakannya dan sama sekali tidak menutupi payudara maupun vaginaku. Wujudnya sudah seperti kain tak berwujud di badanku dan sangat menyedihkan seperti gembel.

Kemudian Suri mengambil HPnya dan berwefie bersama aku yang sudah compang-camping itu. "Nah sekarang buang baju kamu, kamu gak pantes pakai baju !"

"Eh ?"

"Kamu pikir kamu bakal boleh pake baju ? baju itu cuma buat Wefie aja koq. Buang sana !"

Aku dengan berat hati membuka kembali bajuku dan mengigit bajuku yang sudah sobek-sobek dan membuangnya ke tempat sampah.

Aku hanya bisa pasrah membayangkan bagaimana aku pulang hr senin nanti setelah penyiksaan weekend ini berakhir.

Kemudian Suri membawaku berjalan ke mobil alphard tuan F masih dengan cara menggiring putingku. Tuan F duduk di kursinya dan Suri di samping sebelahnya smeentara aku berbaring di lantai mobil menjadi sandaran kaki tuan F dan Suri.

Bagian kepala dan dadaku diinjak sepatu tuan F selayaknya keset murahan, sedangkan Suri menyilangkan kakinya dan menyelipkan heelsnya ke belahan bibir vaginaku yang membuatku semakin menyedihkan.

Posisiku sudah tidak karuan dan sangat tidak nyaman dengan kaki terlipat. Entah supir tuan F memandangku seperti apa. Karena saat tiba di rumah tuan F nanti, Suri sudah mengijinkan aku untuk dipakai supir selama 1 jam bebas.

Mobil mulai bergerak dan Tuan F sibuk dengan HPnya sementara Suri juga sibuk dengan re-touch make upnya.

"Ke pet shop !" ujar tuan F dingin ketika kami meninggalkan komplek pergudangan.

Ke Pet shop ? aku dalam hati bertanya-tanya tapi aku tidak berani membayangkan apayang terjadi sampai mobil alphard itu berhenti.

"Pak tolong plastik sampah dibelakang dibawakan ya ke pintu saya." perintah Suri. Pak supir yang kurus dan tinggi dan berkumis itu segera turun dan membuka pintu bagian belakang dan membuka pintu samping mobil. Kemudian melemparkan sehelai plastik besar sudah bolong bagian atas dan bawahnya.

"Pakai ini sebagai bajumu !" perintah Suri. "Kamu ikut kita turun !

aku hanya bisa pasrah dan mengambil plastik merah sampah yangs udah dilubangi bagian bawahnya itu dan kulilitkan di tubuhku sebagai pakaian.

Kemudian aku turun bersama tuan F dan Suri memasuki petshop itu. Pet shop itu berada di pinggir jalan di daerah ruko yang lumayan sepi dan nampaknya baru saja buka.

Kami bertiga masuk dan aku melihat beberapa anjing kecil di kandangnya, ada juga kucing yang imut dan beberapa ekor anjing yang sudah cukup dewasa.


Aku dengan malu-malu masuk karena aku hanya menggunakan plastik sebagai pakaianku dan panjangnya sangat minim sehingga salah gerak sedikit saja, mungkin vaginaku akan terekspos bebas.

"Pilih collarmu dan juga rantai leash yang akan kamu kenakan ! sana pilih !" perintahnya.

Rasanya hatiku begitu hancur ketika aku diminta membeli collar dan leash ku di petshop. sungguh memalukan dan menyedihkan rasanya memilih sendiri collar dan leash. Aku akhirnya dengan berat hati memilih collar berwarna hitam dan leash dari rantai yang kemudian dibayar oleh tuan F menggunakan kartu kredit yang diambilnya dari tasku.

Aku menandatanganinya.

"Pakai !" perintahnya saat aku selesai menandatangani bonnya. Aku tersentak kaget.

"Pakai !" bentak Suri. Suri menarikku dan berbisik "Pakai, dan persembahkan diri loe ke gw.Ato loe lebih suka ngewe sama semua anjing yang ada di sini !? Oh kalo lama gw bakal telanjangin loe juga !"

Aku hanya bisa pasrah dengan air mata berlinang mengambil collar dari plastik yang diserahkan kasir. Si pria di kasir tampak memandangku dengan heran. dia sudah memperhatikan keanehanku yang hanya memakai plastik sebagai pakaian dan kini harus menggunakan collar anjing di hadapannya. Setelah aku menggunakan collar anjing aku juga mengaitkan tali leash ke kalung anjingku dan aku berlutut dihadapan suri dan mempersembahkan talinya untuk Suri sambil menahan malu.

"Anjing pintar !" ujar Suri

"Sekarang kita perlu pilih anjing untuk satpam kita. Itu loh yang tiap Jumat harus kamu puasin sebelum masuk ke gedung !" ujar Suri menarikku ke beberapa anjing yang besar dan di kandang.

Aku hanya bisa merangkak menahan malu dan sudah jelas vaginaku sudah jelas-jelas terpampang bagi si kasir.

Aku akhirnya melihat beberapa anjing di sana. Ada beberapa jenis yang ada di sana, Suri menanyakan mana saja anjing yang jantan dan si Kasir menunjukan hanya ada 4 ekor. Golden, German Shepherd, Doberman dan Pittbull. "Pilih mau yang mana yang u puasin tiap jumat Lonte," ujar Suri. "Kamu suka kontol anjing yang segede apa ?

Aku sangat malu dan terhina sekali tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa aku ini hanya budak, budak dari Lonte yang sangat rendah nilainya.

Jelas aku ingin memilih Golden dibanding anjing jenis 3 lainnya yang nampak berbahaya. "G-golden saja miss..." ujarku pelan.

"Bilang, aku mau kontol Golden aja !" bisik Suri.

"A-aku mau..k-kontol golden....." ujarku pada suri.

"Apa gak kedengeran ?"

"Aku mau kontol golden" ujarku

"Apa ? Gak kedengeran ! Yang keras donk !"

"AKu mau kontol Golden," uajrku setengah berteriak. Si kasir menahan tawa dan melihatku dengan tatapan ingin memperkosaku.

"Bilang ke tuan F" kata Suri.

"Tuan F, budak lonte ini ingin kontol anjing Golden," ujarku merendahkan diriku serendah-rendahnya dengan wajah memerah karena malu dan terhina.

"Kamu coba dulu aja semua ! Baru pilih ! Ini anjing kan mahal !" ujar tuan F yang membuatku tersentak.

"Lonte saya ini mau kontol anjing untuk dijilat-jilat, dia boleh coba empat-empatnya dulu kan ya ?" tanya tuan F ke si kasir. Kasirnya hanya bingung dan mengiyakan saja.

"Tentunya kamu boleh pake dulu lontenya kalo kamu mau." ujar tuan F menawarkan aku sambil membuka plastik hitam yang membungkus tubuhku dan merobeknya sampai aku telanjang bulat kembali di pet shop.

Si Kasir cuma bertanya "gratis ?"

"Iya gratis ! Erva, layani dulu tuan kasir ini !"

Aku dengan pasrah merangkak ke dekatnya dan menyembah dia "Silahkan pakai tubuh saya sesukanya !" ujarku pasrah dengan rasa malu yang diinjak-injak.

Langsung saja Suri menyerahkan tali kekangku dan aku digiring oleh kasir ke belakang meja kasir dan di sana ia memelorotkan celananya lalu memasukan penusnya ke mulutku. Aku hanya bisa pasrah menjilatinya dan menservis dia sebisaku, setelah beberapa menit aku menjilatinya, ia memposisikan tubuhku dan melakukan penetrasi dengan gaya doggy style dan menyemburkan spermanya di dalam rahimku. sejak menjadi budak aku memang sudah di KB karena terlalu sering diperkosa.

Setelah diperkosa kasir aku harus merangkak dan kali ini aku harus melayani keempat anjing jantan.

Menyedihkan ketika Suri membenamkan kepalaku untuk mengoral penis anjing Golden sementara si Kasir memegang anjing itu dan memasukan penisnya ke dalam mulutku. Harga diriku kini berasa benar-benar terhina. Ingin aku muntah dan mati saja rasanya tapi aku hanyalah budak yang tidak punya pilihan apa-apa.

Lebih menyedihkan lagi ketika akhirnya sperma dari penis golden itu mulai membasahi mulutku, Suri menahan posisi kepalaku dan membentakku untuk meminum peju anjing Golden itu. Aku hanya bisa menangis dan menelannya dan berusaha tidak muntah walau aku nyaris tidak tahan untuk tidak memuntahkannya. Jika aku memuntahkannya maka Suri akan akan memastikan anjing Golden itu untuk memperkosa liang vaginaku. Kengerian itulah yang membuatku bertahan untuk tidak muntah. Dan penis anjing ketika mau berejakulasi akan membesar di bagian batangnya, gunanya untuk menyumpal vagina betina biar peju-nya tidak langsung keluar sehingga pembuahan lebih efisien. Pada saat ini aku hanya menjilati tipis-tipis dan mencengkram penis anjing itu dengan tanganku, membiarkan dia akhirnya menyemprotkan spermanya amsuk ek dalam mulut kecilku.

Bagaimana bisa aku harus melakukan ini setiap jumat sebelum bertemu tuan F ? Neraka apa lagi ini yang akan kuhadapi kedepannya ?

Kenyataan pahit menamparku ketika anjing kedua yaitu dobrman muncul dihadapanku. Anjing ini tampak lebih beringas walau penisnya sedikit lebih kurus daripada golden.

Aku kembali harus menjilati penis anjing ini dan meminum pejunya dalam kehinaanku. Tuan F merekamku dan mengirimkan videonya ke hpku. Dia bahkan mengirimkan videoku ke email perusahaan dimana mungkin saja orang IT mungki bisa melihatnya.

Kengerian yang kedua selesai dan anjing ketiga muncul. Ketika aku mengulum penis German Shepherd dan berusaha menelan pejunya aku tidak sanggup lagi menahan diri sehingga aku muntah setelahnya.

Tuan F begitu amrah dan menginjak-injak kepalaku "Bego ! Tolol gitu aja gak bisa ! Minta maaf kamu menyakiti hati tuan German Shepherd !" bentaknya

"Bereskan muntahanmu !" bentak Suri melemparkan bra dan celana dalamku yang ternyata disimpan olehnya di dalam tasnya. Dengan pedih aku menyapu muntahanku dengan bra dan celana dalamku dan membuangnya ke tempat sampah.

"Minta maaf !" bentak tuan F

Aku bersujud menyembah anjing berwajah galak itu "Maafkan budak ini tuan German Shepherd," ujarku sambil mencium paw tangannya.

Berikutnya hukumanku sudah jelas, untuk pertama kalinya aku ditahan oleh tuan F dan Suri sementara si Kasir memasukan penis anjing German Shepherd itu ke dalam liang vaginaku. Aku Seperti anjing betina yang diperkosa oleh anjing itu. Dalam posisi Doggy style dengan anjing beneran. Rasanya sudah ingin mati saja. Habis sudah diriku. Tidak ada lagi yang akan menikahiku karena aku sudah dipakai oleh anjing. Bahkan pelacurpun tidak melakukannya dengan anjing.

Aku menangis meraung-raung ketika penis German Shepherd itu membengkak dan mengunci diriku. Rasanya sangat sakit ekali dan tidak bisa terbayangka olehku sebelumnya ketika penis anjing itu membengkak di dalam vaginaku. Aku menjerit dan menangis.

"Sobek miss V ku... sobek missV ku... aarrrghhh !!! Arrghhh Rusak sudah...rusak vaginaku...Aaargh..." aku enjerit-jerit memohon pertolongan dari Tuan F dan Suri yang justru semakin menikmati adegan mengerikan itu. Hampir 25 menit aku tidak bisa bergerak dan merasakan rasa sakit yang amat sangat dan konstan di vaginaku. Pada saat ini aku berpikir bahwa vaginaku akan sobek.

setelah 25 menit mimpi buruk yang tampak seperti menahun di pikiranku, akhirnya anjing itu memuncratkan spermanya di dalam rahimku dan mereka tertawa terbahak-bahak melihat kepedihanku.

Aku masih menangis dan tersedu-sedu ketika bentakan dari Suri menghantamku kembali dengan kenyataan pittbull yang masih harus kuminum pejunya.

Aku dengan pedih dan rendahnya menjilati penis pittbull besar itu dan menelannya, kali ini aku udah pasrah dan berusaha tidak muntah apapun yang terjadi.

"Jadi kamu pilih siapa ?" tanya tuan F

Aku hanya terdiam....

"jawab kalo ditanya ! mau mencoba sekali lagi semuanya ya ?" tanya Suri


"Golden....aku mau kontol Golden" ujarku cepat-cepat.


"Bilang yang benar !" perintah tuan F


"Budak Erva si lonte pemuas kontol anjing ini menginginkan kontol Golden setiap hari jumat. Mohon tuan F mengijinkan budaknya melayani kontol Golden." ujarku sambil menyembah tuan F dihadapan rekaman HPnya. Tuan F, Suri dan Kasir tertawa terbahak-bahak melihat kepedihan dan kehinaanku yang sudah berantakan.

"Panlok ini koq murahan sekali ya," ujar Kasirnya sambil meludah ke mukaku.

"Iya memang. Kalo gitu kita ambil German Shepherdnya...." ujar tuan F

"T-tapi tuan hamba ingin Golden..." ujarku kaget tidka percaya apa yang dikatakan tuan F

"Kamu cuma budak, kamu gak punya suara !" bentak tuan F sambil menendang vaginaku dan dari vaginaku keluar cairan-cairan sisa sperma german shepherd yang belum ku bersihkan. Sungguh hina rasanya dan memalukan sekali.

Akhirnya Tuan F dan Suri mengatur agar anjing German Shepherd itu dikirim ke kantor Tuan F sebelum jumat. Sementara aku kembali digiring merangkak bagai anjing ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan kembali ke mobil untuk kembali diinjak-injak tuan F dan Suri.

Dan tentunya aku yang membayar dan mereka menamai anjingku : Tuan Golden untuk menghina aku yang menginginkan kontol anjing Golden.

-------------------------

Ketika aku sampai di ruamh Tuan F, kini giliran Supir yang kulayani. Supir tuan F ini bernama Asep. Asep ini memintaku untuk mandi dan bersih-bersih kemudian aku diminta untuk memijat dirinya dan bersenggama dengannya, aku mulai dengan menjilati penis dan buah zakarnya kemudian menaikinya dengan WOT dan ditutup dengan Doggy Style. Asep memkaiku 3 ronde dan kemudian mengusirku dari kamarnya.

Jam menunjukan pukul 12 siang saat aku beres digunakan oleh Asep. Aku sangat kelaparan dan keletihan. Aku merangkak dan mendapati Suri dan tuan F sedang makan di ruang makan. Mereka telah membuang sisa-sisa makanan di lantai meja.

"Anjing Erva, makan di sini !" teriak Suri saat melihatku masuk. Aku merangkak dengans edih mendekati makananku tapi kemudian Suri menginjak-injak makanan di lantai itu.

"Nah baru kamu makan ya ! Awas kalo gak habis" ujarnya dengan tatapan bengis.

Hari itu menjadi hari yang mengerikan bagi hidupku. Setelah makan siang Suri menyiksaku tanpa alasan dengan jepitan jemuran, cambukan, dan raket listrik sampai aku pingsan di halaman belakang rumah. Aku yang sudah sangat emosional breakdown dan keletihan karena dipakai semalaman akhirnya pingsan dan terbangun sore hari.

Ketika aku terbangun, aku mendapatkan tubuhku tidur di rumput halaman belakang dalam keadaan telanjang dan tanganku diborgol ke belakang. Tak Lama Suri dan Tuan F muncul, tuan F hanya menggunakan celana pendek dan Suri menggunakan lingerie seksi yang sudah tercabik. Aku dapat melihatnya mereka habis melakukan hubungan seks yg cukup brutal. Suri digiring tuan F dengan ditarik rambutnya.

"huhu maaf Tuan, Suri gak lagi bertindak seenaknya...." ujar Suri

Tuan F melempar Suri dan Suri mencium-cium kaki Tuan F. Aku tersenyum tipis.

"Apa kamu tersenyum ?!" bentak tuan F mengejutkanku. Ia menatap tajam ke arahku.

Suri memandangku dan dia cukup malu karena dia juga seakrang setengah telanjang.

"Suri, budak tidak tahu diri itu tersenyum ! hukum dia !" bentak tuan F kepada Suri.


"Sini Lonte !" bentak Suri menarikku untuk melampiaskan kekesalannya. Aku masih tidak tahu apa yang Suri lakukan sampai membuat tuan F marah tapi aku hanya bisa pasrah.

"Kamu ngetawain aku ? Inget kamu tuh budak, jauh lebih rendah dari aku !" bentak Suri sambil meludahiku.

"Suri mendapatkan 10 cambukan !" ujar tuan F

"Tapi boleh diwakilkan oleh Erva menjadi 20 cambukan !" ujar tuan F membuak ikat pinggangnya.

"terima kasih tuan F" ujar Suri yang langsung memeluk kaki tuan F. Kemudian Suri dengan kejam menarik putingku agar aku berdiri dan menyuruhku melebarkan kakiku dan diam menerima 20 cambukan sebagai ganti dirinya. Aku hanya bisa pasrah. dalam hatiku aku mengutuki kenapa aku tersenyu....


"Aaaaargh !!!!! aku terpelanjat ketiak tuan F mencambuk buah dadaku. Aku merasakan rasa sakit yang membuatku kembali berkunang-kunang.

"S...satu...." ujarku buru-buru. "Terima kasih tuan....

"D-Dua!!!" teriakku ketika sengatan berikutnya menghajar bibir vaginaku. "Terima kasih tuan....

Aku dicambuk terus menerus, dan ketika cambukan ke sembilan aku sudah jatuh dan tidak bisa bangun kembali, dan penyiksaan terus berlanjut. Tuan F hanya menghajar buah dada dan vaginaku secara bergantian. Jika tidak mengenai sasaran, aku tidak boleh mengitungnya.

"Sembilan belas.....!" teirakku yang sudah sangat ingin mengusap dadaku tapi aku tidak bisa apa-apa karena tanganku terborgol di belakang.

"mana terima kasihnya ?" Tuan F menambahkan satu cambukan lagi di dadaku lagi.

"Makasih... teriam kasih.... terima kasih..." ujarku komat kamit menahan rasa sakit.

"AAAAAAaaarghhhh"

"Du-du-.......dua puluh !" jeritku "Makasih....tuan.... makasih....tuan.... huhuhuhu...." aku masih menangis menanggung hukuman Suri.

"Bereskan dia, kita mau jalan !" ujar tuan F sambil menginggaklan aku dan Suri.

"Berdiri Lonte !" Suri menarik putingku sampai aku berdiri kembali. Rasanya sangat perih setelah didera kini ditarik.

"karena tersenyum vaginamu akan kutendang 3 kali sebagai peringatan" jelas Suri. "Ini adalah hukumanmu karena tersenyum !

Aku langsung menangis sejadi-jadinya dan dengan kejam Suri menendangku sekuat tenaganya membuatku menjerit dan terjatuh. Ia kemudian menarik putingku kembali dan melakuakan tendangan ke dua dimana aku hanya bisa pasrah membuka kakiku lebar-lebar untuk memudahkannya menendangku.

Ketika tendangan terakhir diberikan ke vaginaku, aku hanya bisa mengaduh dan tidak percaya bahwa semua ini terjadi pada diriku.

penghasilanku hampir 50juta perbulan, aku dari keluarga kaya. lulusan dari luar negeri, punya posisi dan punya kedudukan. kenapa aku menjalani peneritaan yang menyedihkan ini. Aku sendiri tidak mengerti lagi. Aku hanya bisa pasrah menanti malam panjang kedua dibawah kengerian Suri.

Kehidupan memang sulit ditebak, dan dibalik gemerlapnya cahaya, ada bayangan yang semakin gelap. Dibalik kehidupan Istagramku yang hidup dengan socialita, baju-baju seksi bermerk mahal, pakaian renang, dan makanan-makanan mewah, ada kegelapan yang sangat gelap yang terjadi.

"Aarrgh..." aku keluar dari bagasi mobil camry ketika Suri menarik putingku sampai aku keluar. Rasanya putingku sudah terasa sangat pedas dan perih karena terus disiksa oleh Suri. belum sempat aku melihat ke sekeliling mataku ditutup menggunakan karung. Rasa-rasanya aku sempat mengenali basement parkir yang sempat kuliaht saat turun dari mobil tapi karena rasa sakit dan keadaan yang cepat aku tidak tahu pastinya. Aku mendiga ini adalah klub dimana Suri bekerja, tempat aku baisa disiksa oleh mami Nike. Biasanya memang sekiranya 1 bulan sekali, tuan F pasti mampir.

Dalam keadaan telanjang hanya memakai collar anjing dan mata yang tertutup karung aku digiring. Tanganku diikat borgol di belakang dan aku berjalan di lantai yg kotor tanpa alas kaki. Tentunya putingku yang ditarik oleh Suri sebagai kekang sampai aku merasakan aku menginjak lantai seperti keramik dan mendengar pintu terbuka ada suara orang yang kaget karena melihatku.

"Eh ada apa ini ?" tanya suara pria dengan galak.
"tenang pa, temen kami ini lagi pengen cari cowok, dia pengen dientot dan ngisep kontol makanya dia kayak gini. iya kan ?" tanya Suri kepadaku sambil memijit putingku dengan lebih keras.

"i-iya...." ujarku.....
"Bapa mau dilayani lonte ini ?" tanyanya menjajakanku dan aku hanya bisa pasrah.

Suri berbisik di telingaku. "perkenalkan dirimu tanpa menyebut nama," bisiknya

Aku dengan berat hati mempermalukan diriku, "Tuan, saya adalah lonte pecun cina kafir yang bisa dipakai siapa saja. Saya hidup hanya untuk memuaskan kontol-kontol. Saya pantas diperlakukan seperti toilet umum pembuangan peju." ujarku mempermalukan diriku ke orang asing yang bahkan wajahnyapun tidak aku ketahui.

"Berlutut...." bentak Suri.
"iya nona," ujarku menurut. Aku berlutut dan menengadahkan kepalaku kemudian membuka mulutku seperti siap menampung apapun. Dalam hatiku aku menangis dan tersiksa dengan perlakuan seperti ini, tapi pilihanku mudah, menurut atau disiksa lebih parah lagi oleh Suri dan tuan F.

"Gratis nih ?" tanya si Bapa
"iya gratis, bapa boleh panggil temen-temen bapa juga semua sekuriti buat pake dia koq, dia emang suka banget sama kontol" ujar Suri.

"Putih mulus gini, sayang lonte." ujar si bapa sambil aku merasakan ada penis yang masuk ke mulutku. Seketika itu juga dia menarik rambutku dan memaksaku menservis dia secara oral. Dia menjambak rambutku dan memakaiku dam memaksaku deep throat dengan kasar.
"Biasa liat penghuni sini doank yang bening-bening, gak nyangka bisa nyicip yang kayak gini," ujarnya

Aku merasakan penisnya masuk dan mencekikku, tapi aku hanya apsrah berusaha rileks agar tidak tersedak dan menikmati semua perlakuannya sekuriti yang tidak bisa kunikmati.

"apa liat-liat ? Sana lewat !"

"ih...... hiii...." ujar suara orang asing lagi dan terdengar langkah buru-buru dari higheels. Aku merasa ada 2 orang dan salah satunya perempuan yang menangkap kegiatan menjijikan kami. Aku tidak bisa melihatnya karena penutup mataku, tapi rasa malu rasanya menyelimutiku dan membuat harga diriku semakin tercabik-cabik.

Aku hanya bisa pasrah saat orang asing ini dengan sadis mempercepat genjotan ke mulutku dan kemudian dia mencabut penisnya dari mulutku dan membuatku terbatuk-batuk. Kemudian aku merasakan dia membalikanku dan menyuruhku menungging. Aku hanya pasrah saja menurutinya.

Dalam keadaan menungging Suri menginjak wajahku sampai ke lantai sementara pantatku menunggung siap digunakan si sekuriti. Suri menyuruhku memiringkan wajahku dan ada seperti sepatu yang menghampiri mulutku. "Jilat sepatu saya !" perintah tuan F dingin.

Jadi posisiku diinjak higheel Suri di kepala sedangkan lidahku menjilati sepatu tuan F dengan kondisi tersungkur dan menungging. Sekuriti kemudian mulai memasukan penisnya ke lubang Vagina ku.

"Mau anal juga boleh pa !" ujarnya menambah kehororanku.

"wah semua lubang bs dipake ya non ?"
"jawab kalo ditanya...." ujar tuan F

"budak ini hanyalah seonggok daging pemuas nafsu yang tidak boleh menolak apapaun. SIlahkan tuan pakai sesukanya," ujarku lirih.

Dan benar saja tak lama dia memasukan penisnya ke lubanga anusku dan membuatku meronta-ronta karena sakit. Semalaman entah berapa kuli yang menyiksaku dan belum kembali pulih aku sudah diperkosa kembali.

Aku merasakan ada lagi orang yang lewat. Aku tidak tahu bagaimana ekspresinya tapi sepertinya mereka
"Gila ih.... orang gila ngewe di sini." komentarnya melecehkanku.
"Cewek ini emang cuma budak seks, kamu mau pake juga ?" tanya Suri menjajakanku tanpa malu,"gratis loh"

"Gila kalian !" ujarnya lagi sambil menjauh langkahnya.

Sementara itu aku masih disodok di anus dan kadang dia beralih ke vaginaku dan kembali lagi ke anus sambil memukul-mukul pantatku dan meremas buah dadaku dari belakang.

Aku amsih terus menjilati sepatu tuan F dan Suri tak henti-hentinya merendahkanku dengan kata-kata yang sangat menyakitiku. "Lulusan luar negeri jurusan ngelonte ya ? Kasian digedein cuma buat jadi tempat penampungan peju umum. kasian mama papa kamu capek-capek gedein kamu cuma jadi tempat pembuangan peju. Temen-temenmu pasti udah bosen ya pake memek kamu sampe kamu pengen dipake sekuriti segala ?" ujarnya merendahkanku.

"Wah ada barnag bagus gak bagi-bagi !" ujar seorang pria lagi yang masuk.

"Eh Bos Anton," ujar si sekuriti yang mendadak malu.
"Mau bos, ini barnag bagus bos, gratsi lagi dikasih mbak ama bos yang ini," ujar si sekuriti.

"Halo," ujar Suri ramah menggoda si Anton ini. "Mau pake budak ini juga pa ? Temen saya lonte ini super kegatelan dan lagi pengen dilecehkan makanya saya bawa ke sini," ujar Suri seenaknya

"Kalo bro mau pake, boleh bro, abis ini kita bawa aja ke tempat bro," ujar tuan F. Kemungkinan keduanya sambil berjabat tangan dan kebirkutnya mereka berbicara seolah aku tak ada di sana sementara pikiranku semakin blur karena sekuriti menaikan ritmenya dan mempercepat keluar masuknya dari lubang-lubang kenikmatanku sementara aku masih menjilati sepatu dan Suri menekan wajahku dengan sepatunya semakin keras.

"Wah boleh juga nih, kebetulan capek nih," ujar Anton. "Bisa disuruh mijit bro ?"
"Disuruh minum pipis aja dia bisa koq bro," ujar tuan F

"hahaha bener-bener perek nih," ujar si Sekuriti, "memek sama anusnya enak banget"
Aku sendiri sudah merasakan kenikmatan dan rasa sakit yang sedang terjadi melanda diriku dan kemudian aku merasakan ada sperma hangat yang dihembuskan di dalam vaginaku.

Kemudian si sekuriti mencabut penisnya. "Bersihkan kontolnya bapa ini," ujar Suri menarik rabutku dan mengarahkan wajahku ke kontolnya si sekuriti yang masih belepotan sperma. Aku dengan menurut menjilati penisnya dengan perasaan jijik dan rendahan. "telen semua !" ujar si Suri. aku hanya apsrah dan menelannya sambil setengah menangis.

"bilang apa ?" tanya Suri lagi sambil memelintir buah dadaku.
"M-makasih !... makasih...." jeritku. Ketika Suri melepaskan cengkraman dari dadaku aku langsung tersungkur menyembah ke lantai. "Terima kasih telah menggunakan tempat pembuangan peju ini seperti semestinya." ujarku merendahkan diriku.

"banyak bacot emang dia !" ujar tuan F yang kemudian menyepak kemaluanku dengan kasar sehingga aku tersentak kaget dan jatuh dengan sperma yang langsung menetes keluar dari liang vaginaku ke lantai.

"Ah kotor lagi lantainya karena tetesan sperma. Bersihiin !" ujar Suri menarik rambutku dan mendorong wajahku ke lantai yang ada spermanya, "jilat sampai bersih ! telen !" perintah Suri yang hanya bisa kupatuhi dalam keadaan menyedihkan.

"buka mulutmu, tuan sekuriti mau pipis !" ujar Suri memerintahkan. Aku dalam tangisanku hanya bisa kembali berlutut dan menagdah serta membuka mulutku menanti air seni kotoran dari si sekuriti yang tak lama mengencingi mulutku.
"telan sampai habis" perintah Suri dan semakin terinjak-injaklah ahrga diriku. aku kini bahkan lebih rendah dari kebanyakan pelacur. Aku benar-benar tak lebih dari urinoir berjalan tempat pembuangan air seni dan peju.

"Wah jarang nih nemu barang bagus yang nurut. Nemu di mana bro ?" tanya Anton ke tuan F.

"Ada deh, yuk kita bawa ke unit lu." ujar tuan F.

"Makasih ya Pa udah mau muasin temen kita," ujar Suri ramah ke sekuriti. "Kita gak lama koq pa di dalem. paling sejam dua jam udah gitu nanti tengah malam mau keluar lagi. Kalo bapa masih di sini ajak beberapa sekuriti ke sini 2 jam lagi mungkin ketemu kita lagi dan bisa pake nih lonte lagi sebelum kita pergi keluar." ujar Suri.

"Oke non ! nanti bapak siapin kontol lebih buat muasin temen non yang lonte itu" ujarnya

"Bener nih gratis ?" tanya Anton
"Kita cuma bantuin temen aja, nih perek pengen kontol ya dia masochist akut gt" ujar Suri. Aku tidak tahu lagi mungkin saja aku memang masochist setelah selama ini disiksa dan dipermalukan.

Aku ditarik untuk berdiri kembali dengan putingku yang jadi bulan-bulanannya Suri kemudian ditarik ke lift. Tak lama kudengar suara pintu lift tertutup. Tak lama lift kembali terbuka dan ada suara pekikan kaget saat orang melihatku. sepertinya mereka menolak untuk naik bersama di satu lift.

Aku tahu ini bukan tempat mami nike, sepertinya ini mungkin apartemen tempat Suri. "tinggal di lantai berapa ?" tanya Anton kepada Suri yg masih memegang putingku. "Oh di lantai 20an" ujar Suri sok misterius.

"Lonte ini tinggal bareng kamu ?" tanya Anton
"gak koq, dia tinggal di kandang !" ujarnya lagi sekenanya.

Tak lama pintu kembali terbuka dan ada lagi saura kaget dari beberap cowok. "Masuk aja !" ujar Suri. "Lumayan selama di lift kalian bisa grepe-grepe lonte ini gratis loh"

Aku segera merasakan ada tangan-tangan menggerayangiku dan lift bergerak naik kembali. Payudaraku dan vaginaku langsung jadi objek permainan di lift itu untuk beberapa saat.

Perasaanku semakin hancur kini, entah sudah berapa banyak cowok-cowok asing yang melihat tubuh telanjangku, bahkan satu satpam sudah menikmatiku dan aku tak tahu yang mana.

"koq lontenya bau pipis ya" ujar seorang pemuda yang menggerayangiku.

"dia abis minum pipis," ujar Suri. "Ada yang mau pipis ? temen lonte saya ini suka sekali minum pipis."

Aku semakin menangis dan sekali lagi Suri memaksaku berlutut mengadah dan seorang pria mengencingi mulutku lagi di lift yang bergerak. Aku harus menelan air seni orang asing yang wajahnya saja aku tidak tahu.

Saat itu perasaanku benar-benar kacau rasanya, malu dan terhina sekaligus excited. Entah semuanya menjadi satu ditambah perasaan terhina dan kesedihan yang membuat air mataku tak bisa berhenti mengalir.

Tidak lama tangan-tangan yang memegangku berkurang ketika lift berhenti dan kudengar ada suara suara photo handphone yang berbunyi, seseorang memotretku. Bahkan mungkin beberapa memvideokanku tanpa kuketahui. Tapi malamku masih panjang dan aku hanya bisa pasrah saat pintu lift terbuka dan putingku kembali ditarik Suri untuk berjalan menyusuri lorong dan akhirnya masuk ke dalam sebuah ruangan.

Aku tak tahu ruangannya sebesar apa tapi kemudian Suri membawaku masuk ke dalam satu pintu yang lain dan aku merasakan aku masuk ke dalam kaamr mandi.
"ada liserin di dekat wastafel" ujar Anton dari luar.

"Oh ya.... kami akan mencuci pelacur ini supaya kau bisa menggunakannya," ujar Suri menyuruhku berlutut dan kemudian mendorong wajahku masuk ke toilet bowl lalu memflushku berkali-kali. "Kumur di sana !" bentaknya.

Aku merasakan sensasi yang lebih terhina saat aku harus berkumur menggunakan air dari toilet bowl. Dan kini penutup mata dari karung yang menutup mataku menjadi basah dan berasa sangat tidak nyaman untuk digunakan. Ingin aku melepasnya tapi tidak bisa karena tanganku terborgol dibelakang.

"amm....ppphhhhhhhhhhurrrhhrhrhrr" aku mencoba minta ampun karena dengan sadisnya Suri menaikan dan menyelupkan mukaku sesukanya sambil memflush berkali-kali.

Ketika air flush berhenti aku baru bisa bernafas lega dan kemudian dia menjambakku dan menggiringku beberapa langkah kemudian aku dipaksa berkumur liserin dan bersih-bersih. Ia menyiramku dengan jet washer dan dalam keadaan basah kuyup aku dibawa keluar dari wc ke ruangan berAC yang sangat dingin membuatku mengigigil.

Suri tidak lupa memasangkan nipple clamp di kedua putingku yang terkait dengan rantai "Kalo ditarik, gini dia akan nurut dan bro Anton dengan mudah bisa menggeser-geser dan menggerakan budak ini," ujar Suri sambil meanrik-narik rantainya membuat putingku tersiksa.

"nih, lontenya bro Anton," ujar Tuan F "Silahkan dipakai, nanti sejam lagi kami akan jemput dia." ujar tuan F dan aku mendengar keduanya meninggalkanku dengan orang asing ini. "Kamu kalo gak nurut sama tuan Anton bakal aku hukum !" ujar tuan F memperingatiku sesaat sebelum meninggalkan ruangan.

Aku merasa seperti barang yang dipinjamkan oleh tuanku dan rasanya sangat memalukan dan menyedihkan. Kedinginan karena basah aku akhirnya berlutut sambil mengigil karena ACnya sangat dingin sekali.

Suasana awkward terjadi, aku hanya mengigil kedinginan. dalam hatiku jikalau si Anton ini mau pakai aku, segeralah dia pakai aku, jangan diam seperti ini juga. Menunggu membuatku gelisah dan kedinginan ini membuatku sedikit gila.

"Er boleh kumainkan ini ?" tanyanya sambil memainkan nipple-clampku membuatku merintih kesakitan.

"Silahkan tuan lakukan apapun yang tuan inginkan, budak ini tidak memiliki hak apapun untuk menolak." ujarku pasrah.

Kemudian dia memainkan nipple clamp di dadaku sambil tangan satunya menyentuh vaginaku yang entah kenapa mulai becek.

"Buka mulutmu," perintahnya
Aku segera membuka mulutku dan tak lama mulutku dipenuhi penisnya. Aku segera memainkan lidahku menjilati penis yang memasukiku sementara ia sepertinya berdiri di depanku tangannya yang satu memegang kelapalu dan memajukan wajahku agar deepthroat.

Aku hanya bisa pasrah dipakai orang asing yang aku bahkan belum melihat wajahnya. Kemudian dia menggiringku dengan menarik rantai di nipple clmapku dan dia kemudian duduk di kursi atau ranjangnya dan aku berlutut di hadapannya. Kini tangannya bisa meraih rantaiku dan dia mengarahkan kepalaku ke penisnya. Ia melakukan ini sampai akhirnya setelah panjang dan mulutku pegal karena hampir dua puluh menit dia memaksaku untuk mengulum penisnya sebelum akhirnya dia berejakulasi di mulutku dan memaksaku menelannya.

"apalagi yang biasa budak seperti kamu lakukan ?" tanya Anton mulai bingung harus ngapain aku setelah dia memuncratkan spermanya.

"Terserah tuan, saya ada hanya untuk disiksa dan memuaskan tuan. Apakah tuan ingin menggunakan vagina atau menyodomi saya ?" tanyaku dan aku merasa sangat rendahan ketika selesai mengucapkan kalimat itu.

"gak mau, perek kayak kamu gak tau siapa aja yang pake. Penyakit juga saya gak tau !" ujarnya dengan nada agak merendahkanku. Entah kenapa aku merasa terpukul dan terhina sekali karenananya. Memang ebanr vaginaku ini sudah dipakai banyak orang dan mungkin emamng sudah tidak ada harganya lagi. Bahkan orang dikasih gratispun sudah tidak mau kecuali orang-orang kelas bawah mungkin yang mau.

"Jadi apa yang biasa kamu lakukan untuk menyenangkan tuanmu ?" tanya Anton lagi.

"Budak ini biasa disuruh bekerja tuan, tapi dengan kondisi tidak bisa melihat dan terikat seperti ini budak ini mungkin tidak bisa bekerja membersihkan tempat tuan. Mungkin.....Budak ini bisa menjadi pelampiasan kekesalan tuan juka tuan sedang kesal. Silahkan cambuk budak ini atau pukul budak ini untuk melampiaskan kekesalan tuan," ujarku pasrah

"Ah boleh juga gw lagi kesel sama bos gw, sini gw cambukin lu pake ikat pinggang gw"

Aku hanya pasrah dan menangisi nasibku yang sebentar lagi akan dipukuli tanpa alasan yang jelas.
"Buka lebar kaki loe," perintahnya "biar gw cambuk memek dan tete loe" ujar Anton

"B-berapa banyak tuan akan mencambuk hamba ini ?" tanyaku ketakutan

"yah 20 kali deh," ujar Anton enteng.

Aku berlutut dan melebarkan kakiku siap menerima yang terburuk di dada dan selangkanganku.

Cambukan pertama dari ikat pinggang segera menghantam dadaku yang berhiaskan nipple clamp, rasanya sangat sakit sekali seperti ada besi yang masuk mengahajar kedua putingku.

Belum sempat aku berteriak karena rasa sakit cambukan berikutnya sudah mendarat di vaginaku yang membuatku melolong kesakitan....

"mana kamu gak hitung ?" tanya Anton sadis. "ulai dari awal ya kalo gitu ?"

"....i...iya tuan...." ujarku pasrah masih merasakan rasa perihnya cambukan yang tidak dihitung itu.

"S-satuuu!!! " jeritku ketika cambuk itu kembali lagi menghajar buah dadaku. Menyentakan nipple clampku dan juga membuat dadaku terasa sangat sakit. ""M-makasih tuan....!" ujarku buru2 dengan harga diri yang sudah habis.

"DU.....DUAAA !!!" jeritku ketika cambukan kedua mendera vaginaku.

"T-te-terima kasih tuan....huhuhu......huaaaa Tiga !!!! T-teirma...."

Anton terus mencambuki aku hinga akhirnya,
""d-dua puluh !!! terima kasih......tuan...terima kasih tuan.....terima kasih tuan..." ujarku dan segera aku jatuh ke lantai merasakan perih luar biasa di kedua puting dan vaginaku. rasanya seperti terbakar dan aku entah bagaimana merasakan rasa sakit yang sangat luar baisa di area intimku itu.

"Ah lega juga !" ujar Anton sambil menarik rambutku dan kembali memposisikan aku untuk mengulum penisnya yang kembali menegang. Aku kemudian hanya dengan pasrah membiarkannya mendeepthroat mulutku dan membiarkannya menyemburkan sperma hangat lagi ke mulutku yang segera kutelan.

"Ya sudah aku jadi ngantuk," ujarnya sambil menarikku yang masih belepotan sperma di sekitar mulutku. kemudian dia membuka pintu menyuruhku duduk dan entah mengikatkan sesuatu dan juga menempelkan sesuatu seperti kertas dengan lakban di bawah payudaraku yang terekspos bebas.

"Ya sudah kamu tunggu tuanmu di sini ya budak !" ujar Anton. "sampaikan terima kasihku," aku mendengar suara pintu ditutup di belakangku dan aku sadar aku berada di lorong sekarang dalam keadaan telanjang tak berdaya.

Apa yang harus kulakukan sekarang ?

Oh aku mengenalinya. ini Tempat klub dimana Suri bekerja sebagai lonte. Tempat mami Nike langganan tuan F.

Aku akan memasuki klub dalam keadaan telanjang seperti ini ? Aku jadi panik dibuatnya ketika aku diseret oleh Suri dengan santainya mengarungi basement parkir. Tuan F juga tenang saja membiarkan Suri menarik putingku sedangkan aku dengan high heelsku tertatih dan mencoba melawan walau aku tak bisa berbuat banyak karena tanganku diborgol di belakang punggungku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantin Brutal 5

Aplikasi XBang Oriental 2

Aku Jadi Objek Fantasi Liar Suamiku

Sheryl Budak Napsu Gurunya

Nasib Fenny Yang Malang

Draft Amarah Para Buruh 23

Rahasia Seorang Istri

Draft Kisah Tragis Keluarga Majikanku

Ai Ling Budak Napsu Pribumi

Majikanku Kena Rampok