Langsung ke konten utama

Kontraktor Proyek


By : BurhanPetot

Pak Warju adalah pria paruh baya berusia 55 tahun yang bekerja sebagai kontraktor bangunan. Ia dikenal tegas ulet dan pandai bergaul sehingga jarang kesulitan mendapatkan proyek besar. Kehidupannya mapan dengan istri yang setia dua anak lelaki yang sedang kuliah dan seorang putri remaja yang masih duduk di bangku SMA.

Suatu hari Pak Warju mendapatkan proyek pembangunan jalan di Dusun Jeruk sebuah desa terpencil yang dihuni mayoritas masyarakat tionghoa miskin. Mereka hidup dari berkebun jeruk dan tinggal di rumah-rumah sederhana dari kayu yang sudah lapuk. Pak Warju menyewa sebuah rumah kecil milik warga desa itu.

Setiap sore ia rutin mengunjungi sebuah warung sederhana di sudut desa. Di sanalah ia pertama kali bertemu Aling seorang gadis tionghoa berusia 17 tahun yang menjaga warung tersebut.

"Selamat sore pak. Mau beli apa ? Aling tanya sambil tersenyum ramah.

"Sore juga. Tolong buatkan saya kopi hitam. Pak Warju jawab singkat sambil memperhatikan wajah Aling.

Gadis itu memiliki wajah oriental dengan kulit putih bersih khas gadis chinese yang tinggal di daerah terpencil. Rambutnya hitam dan panjang diikat sederhana sementara matanya tampak sayu namun memancarkan ketegaran. Setiap kali Pak Warju datang ia selalu melihat Aling sibuk melayani pembeli menyapu lantai atau menyusun barang-barang di rak warung yang terbuat dari kayu.

"Kamu sendirian aja nih jaga warungnya ? Pak Warju tanya pada suatu sore.

"Iya pak. Mama biasanya di rumah mengurus adik-adik. Aling jawab yang rumahnya tepat berada di belakang warung.

"Keliatannya kamu masih sekolah ya.. Emang sekolahnya di mana ? Pak Warju tanya lagi.

"Saya sudah tidak sekolah pak. Soalnya harus bantu mama jaga warung. Aling jawab sambil tersenyum kecil.

Pak Warju tertegun mendengar jawaban itu. Dalam hatinya ia merasa kasihan pada Aling. Namun ada sesuatu yang lain juga. Entah kenapa setiap kali melihat gadis itu jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Seiring berjalannya waktu Pak Warju semakin sering datang ke warung itu. Ia bolak-balik membeli kopi rokok atau sekadar berbasa-basi dengan Aling. Namun di balik alasan-alasan itu ia mulai merasakan ketertarikan yang tak bisa ia jelaskan.

"Semenjak ada proyek pembangunan jalan itu. warung kami jadi lebih ramai loh pak. Kata Aling suatu hari karena para pekerja proyek banyak yang berbelanja di sana.

Selain karena ada proyek kopi di sini juga lumayan nikmat kok. Udah gitu yang jualannya juga ramah Pak Warju jawab sambil tersenyum.

Mendengar hal itu Aling hanya tertawa kecil dan tidak menyadari kalau ada makna tersirat di balik ucapan lelaki tersebut.

Selama tinggal di sana Pak Warju pun mulai menggali informasi tentang Aling dari penduduk desa. Ia mendengar kisah tentang ayah Aling yang meninggal akibat dipatuk ular di kebun dan bagaimana ibunya harus bekerja keras menghidupi empat anak seorang diri. Kisah itu semakin membuat Pak Warju merasa tergerak.

Suatu malam hujan deras mengguyur Dusun Jeruk. Pak Warju sedang duduk di teras rumah sewanya ketika terdengar suara ketukan pintu. Ketika ia membuka pintu ia terkejut melihat Aling berdiri di sana dengan wajah cemas.

Pak Warju. Saya mau minta tolong Aling kata dengan suara bergetar karena panik.

Ada apa ling. Sini masuk dulu biar nggak kehujanan Pak Warju jawab.

Ibuku sakitnya kambuh lagi pak. Aku butuh obat sekarang tapi obatnya mahal dan harus dibeli di kota. Saya nggak punya uang dan nggak bisa pergi sendiri ke sana Aling jelas.

Pak Warju tidak berpikir dua kali. Dengan cepat ia segera mengambil jaket dan kunci mobil pickupnya yang biasa dipakai untuk mengawasi proyek.

Ayo kita ke kota sekarang aja. Pasti ibumu sangat memerlukan obat itu. Kalau soal uang mah kamu gak usah pikirin Pak Warju meyakinkan gadis itu.

Dengan terburu-buru Pak Warju mengendarai mobilnya kendaraan itu melaju dengan cepat menembus derasnya hujan sementara Aling yang duduk di sampingnya terlihat gelisah dan cemas. Perjalanan ke kota membutuhkan waktu hampir dua jam melewati jalan berlumpur yang gelap dan sepi.

Di dalam mobil Aling duduk diam sambil memeluk tas kecilnya. Pak Warju meliriknya sesekali melihat wajah lugu gadis itu yang tampak lelah namun tetap cantik.

Aling Pak Warju memecah keheningan.

Iya pak Aling sahut.

Emangnya kamu nggak takut malam-malam seperti ini pergi sama saya Pak Warju tanya.

Aling menoleh dan tersenyum kecil. Bapak orangnya baik. Saya percaya sama bapak Aling jawab.

Pak Warju tertegun mendengar jawaban itu. Kepercayaan yang diberikan Aling justru membuatnya merasa bersalah atas perasaan yang selama ini ia pendam.

Selama perjalanan menuju kota hujan pun turun semakin deras. Lampu mobil Pak Warju menyinari jalan berlumpur yang sepi sementara suara derasnya hujan terdengar seperti irama yang tak henti menghantam kaca depan.

Di dalam mobil suasana nampak canggung. Aling duduk dengan tenang menggenggam tas kecil di pangkuannya. Pak Warju sesekali melirik gadis itu. Kecantikan Aling begitu memikat dan di bawah cahaya redup dari dashboard mobil kulit putihnya yang halus terlihat bercahaya.

Pakai seatbeltnya ling. Soalnya jalannya licin Pak Warju ujar mencoba memecah kesunyian.

Oh baik pak Aling jawab dengan cepat memasang seatbelt lalu kembali diam.

Pak Warju menggenggam setir dengan erat tapi pikirannya bergejolak. Pandangannya melirik Aling lagi yang saat itu sedang menatap keluar jendela.

Aling Pak Warju panggil pelan.

Iya pak Aling jawab sambil menoleh.

Kamu ini cantik sekali loh Pak Warju kata dengan suara yang lebih pelan dari biasanya.

Aling tersenyum kecil tanpa menaruh curiga. Ah bapak bercanda. Banyak orang yang bilang kalau saya ini biasa aja Aling jawab.

Pak Warju terkekeh. Tidak saya serius. Kamu memang cantik dan kelihatan pekerja keras. Gadis seperti kamu itu jarang ditemui Pak Warju lanjut.

Aling hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.

Setibanya di kota hujan pun mulai reda. Pak Warju memarkir mobil tepat di depan sebuah apotek yang masih buka. Tanpa menggunakan payung ia segera turun dan meminta Aling tetap di dalam mobil.

Pak saya ikut saja. Nanti saya bisa pilih obatnya Aling yang memaksa untuk turun.

Enggak usah kan saya udah pegang contoh obatnya. Mending kamu di sini saja ling biar bisa cepat pulang ke rumah Pak Warju jawab tegas.

Pak Warju masuk ke apotek dan membeli obat racikan sesuai permintaan Aling. Setelah selesai ia segera kembali ke dalam mobil.

Ling pasti kamu belum makan ya daritadi. Nih kebetulan tadi apoteknya jualan roti dan air minum juga Pak Warju ujar sambil menyodorkan sebungkus roti dan sebotol air mineral.

Iya terimakasih banyak pak. Maafin Aling udah ngerepotin bapak Aling jawab.

Gapapa kok. Bapak emang paling gak tega kalau ngeliat orang lagi kesusahan. Oh iya kalau air minumnya kurang kamu ambil lagi aja ling di dalam kantong plastiknya Pak Warju tambah.

Gak usah pak udah cukup kok Aling sahut sambil meneguk air yang ada di dalam botolnya.

Perjalanan pulang terasa lebih sunyi karena hari sudah hampir larut malam. Aling tampak lega karena sudah mendapatkan obat untuk ibunya tapi ia juga tampak lelah dan mulai mengantuk setelah meminum air yang diberikan kepadanya.

Sambil terus mengemudi Pak Warju sesekali mengarahkan pandangannya kepada gadis chinese itu. Suasana jalan yang sepi dan gelap malam itu membuat dirinya semakin blingsatan.

Di tengah jalanan yang sepi Pak Warju menepikan mobilnya sebentar. Ia berupaya memanggil gadis itu namun tak ada reaksi apapun darinya.

Tokcer juga tuh obat tidurnya. Padahal baru diminum setengah airnya tapi nih amoy udah teler aja batin Pak Warju kegirangan.

Setelah merasa aman Pak Warju pun memberanikan dirinya untuk menyentuh lengan gadis itu sambil sesekali memanggil namanya. Ling aling kamu ketiduran ya katanya mencoba meyakinkan kalau gadis itu benar-benar sudah tertidur pulas.

Menyadari kondisi ini maka Pak Warju mencoba untuk menyentuh paha Aling yang saat itu tengah duduk di sebelahnya dan memakai celana pendek berwarna putih.

Mulus bener nih paha. Akhirnya kesampean juga gue pegang paha amoy batinnya bergejolak.

Merasa belum puas Pak Warju melanjutkan niatnya dengan cara menyingkap kaos putih gadis itu ke atas dan juga bh-nya. Tanpa pikir panjang tangannya langsung meremas buah dada Aling yang tidak terlalu besar namun terasa begitu kencang.

Tak berhenti sampai di situ kemudian Pak Warju memilin puting susu gadis itu dengan kedua jari tangannya. Ia pilin pilin secara lembut dan perlahan agar gadis itu tak terbangun dari tidurnya.

Hehe kena juga lu gua kerjain pikirnya lagi.

Pak Warju kemudian mendekatkan wajahnya ke buah dada gadis itu yang kaos putihnya masih tersingkap ke atas. Kemudian tanpa basa-basi ia pun langsung melumat puting susu Aling dengan mulutnya yang besar. Srottt. Pak Warju hanya berani mengulum dan mengenyot pelan puting susu Aling karena khawatir gadis itu akan terbangun dari tidurnya.

Tangan selembut ini kalau dipake buat ngocokin kontol pasti enak banget nih pikirnya sambil mengelus-elus telapak tangan gadis itu lalu membuka resleting celananya sendiri.

Karena suasana masih kondusif maka Pak Warju pun meraih tangan kanan Aling dan digunakan untuk menggenggam batang penisnya yang sudah dikeluarkan dari balik resleting celananya.

Uuuh darahnya langsung berdesir kencang ketika tangan lembut gadis chinese itu menyentuh penisnya yang sangat sensitif. Sambil menggenggam tangan gadis itu kemudian Pak Warju mulai menggerak-gerakan tangan Aling ke atas dan ke bawah seperti sedang mengocok kemaluannya.

Dalam posisi menyandar di bangku kemudi mobil pickupnya Pak Warju pun melenguh sambil merem melek keenakan tatkala penisnya dikocok-kocok oleh tangan seorang gadis amoy yang selama ini diidam-idamkannya.

Semakin lama penis Pak Warju semakin mengeras saja batangnya yang begitu kokoh kini mulai berkedut-kedut di bagian kepalanya.

Uuhh uugghhh nikmatnya dikocokin sama tangan amoy erangnya sambil mendongakkan kepalanya ke belakang dan tak lama kemudian crott spermanya yang hangat dan kental pun membasahi telapak tangan Aling yang begitu halus dan lembut.

Sebenarnya Pak Warju ingin sekali berlama-lama memainkan tubuh Aling yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri namun tiba-tiba naluri kemanusiaannya bekerja ketika teringat akan ibunya Aling yang sedang menunggu obat di rumahnya.

Karena alasan inilah maka Pak Warju pun terpaksa menghentikan perbuatannya bejad pada gadis muda itu dan berjanji akan mengulangi lagi suatu hari nanti.

Setelah puas mempermainkan dan mencumbui tubuh gadis muda itu kemudian Pak Warju pun merapikan kembali pakaian Aling yang sempat acak-acakan membersihkan tangannya dengan kain lap dan melanjutkan perjalanannya pulang ke desa.

Sesampainya di sana Aling masih tertidur lelap sehingga Pak Warju pun terpaksa harus membangunkannya.

Bangun ling kita sudah sampai nih Pak Warju kata sambil memanggil-manggil namanya dan juga menepuk-nepuk lengannya agar gadis itu terbangun dari tidur lelapnya.

Ketika tersadar Aling merasa tubuhnya sangat lelah sekali namun ia langsung teringat akan kondisi kesehatan ibunya yang sedang membutuhkan obat sehingga ia pun menguatkan diri untuk membuka pintu mobil tersebut.

Terima kasih pak. Kalau tidak ada bapak saya tidak tahu harus bagaimana Aling kata ketika turun dari mobil.

Sudah tugas saya membantu Aling. Apalagi kalau orang seperti kamu yang meminta Pak Warju jawab sambil tersenyum kecil.

Setelah tiba di rumah Aling ibunya menyambut dengan wajah cemas. Aling kamu lama sekali. Ibu khawatir ibunya kata.

Maaf bu. Tapi ini ada Pak Warju yang bantu. Ini obatnya Aling jawab sambil menyerahkan obat itu.

Ibunya memandang Pak Warju dengan mata berkaca-kaca. Terima kasih banyak pak. Kami tidak tahu harus bagaimana tanpa bantuan bapak ibunya ucap.

Ah tidak usah berterima kasih bu. Semoga cepat sembuh ya Pak Warju jawab dengan sopan.

Pak Warju pamit dan kembali ke rumah sewanya. Namun malam itu pikirannya terus dipenuhi oleh wajah Aling.

Beberapa hari kemudian Pak Warju mulai mendekati keluarga Aling dengan menawarkan bantuan keuangan untuk warung mereka dan biaya sekolah adik-adiknya. Ia semakin sering menghabiskan waktu dengan Aling dengan dalih membantu.

Suatu sore Pak Warju datang lagi ke warung dan berbicara serius dengan Aling.

Selamat sore pak Warju sapa Aling dengan ramah seperti biasa.

Sore Aling. Apa kamu punya waktu sebentar? Saya mau bicara serius Pak Warju ujar sambil duduk di kursi kayu di sudut warung.

Aling tampak sedikit ragu tetapi ia mengangguk. Boleh pak. Memangnya ada apa Aling tanya.

Pak Warju menarik napas panjang. Aling kamu tahu kan saya sangat peduli pada kamu dan keluargamu. Saya ingin membantu lebih banyak. Tidak hanya untuk pengobatan ibumu tapi juga untuk sekolah adik-adikmu. Bahkan kalau kamu mau saya juga bisa biayai kamu untuk sekolah lagi sampai kuliah Pak Warju jelas.

Aling menatap Pak Warju dengan mata berbinar. Benarkah pak? Saya tidak tahu harus berkata apa itu terlalu baik Aling jawab.

Tapi Aling Pak Warju menghentikan kalimatnya sejenak. Saya punya satu syarat.

Wajah Aling berubah. Syarat apa pak Aling tanya hati-hati.

Syaratnya kamu harus bersedia menjadi kekasih saya selama saya di sini sampai proyek saya selesai Pak Warju kata.

Hening. Kata-kata itu jatuh seperti petir di siang bolong bagi Aling. Ia memandang Pak Warju dengan mata lebar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Pak apa maksud bapak suaranya bergetar Aling tanya.

Pak Warju tetap tenang. Saya tidak memaksa ling. Saya hanya menawarkan ini sebagai kesepakatan. Saya akan memastikan keluargamu tidak kekurangan apa-apa tapi saya juga ingin kamu ada di sisi saya Pak Warju lanjut.

Aling berdiri menundukkan kepala merasa hatinya seperti diremas. Ia tahu keluarganya sangat membutuhkan bantuan itu terutama untuk biaya pengobatan ibunya dan pendidikan adik-adiknya. Tapi ia juga merasa berat hati menerima syarat yang diberikan Pak Warju.

Pak saya Aling suaranya tercekat. Saya tidak tahu harus bagaimana. Bapak sudah banyak membantu saya dan keluarga. Saya merasa sangat berutang budi Aling jelas.

Jangan pikirkan itu sebagai hutang budi. Anggap saja ini kesepakatan. Kamu masih muda Aling. Masa depanmu bisa jauh lebih baik kalau ada yang membantumu. Dan saya bisa jadi orang itu Pak Warju kata dengan suara meyakinkan.

Air mata mulai menggenang di mata Aling. Ia merasa terjebak. Pak bolehkah saya berpikir dulu Aling tanya akhirnya.

Tentu saja jawab Pak Warju sambil tersenyum tipis. Tapi jangan terlalu lama Aling. Keluargamu tidak punya banyak waktu untuk menunggu.

Keesokan harinya ketika Pak Warju datang lagi ke warung Aling sudah mengambil keputusan. Dengan suara pelan dan mata yang tak berani menatap Pak Warju ia berkata Pak saya setuju. Saya akan menjadi kekasih bapak asalkan bapak benar-benar menepati janji untuk membantu keluarga saya Aling ucap.

Pak Warju tersenyum puas. Kamu tidak akan menyesal Aling. Saya akan memastikan kamu dan keluargamu hidup lebih baik Pak Warju jawab.

Pagi itu dengan senyuman penuh kepura-puraan Pak Warju mendatangi warung Aling. Ia berbicara ramah kepada ibu Aling mengatakan bahwa ia akan membawa gadis itu ke kota untuk berbelanja kebutuhan.

Bu saya pikir Aling butuh waktu untuk bersantai. Lagipula sekalian saya ingin membelikannya beberapa barang untuk membantu di warung ini Pak Warju kata dengan nada meyakinkan.

Oh tentu pak Warju. Terima kasih banyak sudah peduli pada kami ibu Aling jawab tersenyum penuh rasa terima kasih.

Aling hanya diam sambil menunduk. Ketika mereka melangkah ke mobil gadis itu mencoba menenangkan dirinya meyakinkan bahwa ini demi keluarganya.

Selama perjalanan Pak Warju berbicara panjang lebar tentang peluang hidup yang lebih baik. Aling hanya merespon seadanya. Mereka berhenti di pusat perbelanjaan di kota kecil terdekat.

Aling sekarang giliran kamu. Pilih pakaian apa pun yang kamu suka Pak Warju ujar sambil tersenyum lebar.

Pak saya tidak butuh pakaian baru Aling kata dengan lembut tapi ragu.

Ah jangan begitu. Kamu harus mulai memikirkan dirimu sendiri juga. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik Pak Warju jawab sambil memaksanya masuk ke sebuah butik.

Di dalam butik Pak Warju membimbingnya memilih pakaian namun ia lebih sering menunjuk baju-baju yang terlihat seksi rok pendek gaun ketat hingga blus berpotongan rendah. Aling merasa tak nyaman tapi ia tak punya keberanian untuk menolak.

Coba ini Pak Warju kata sambil menyerahkan sebuah gaun merah. Pasti cocok untukmu.

Dengan berat hati Aling mencoba pakaian itu. Ketika ia keluar dari ruang ganti wajah Pak Warju tampak puas. Lihat kan kamu terlihat cantik sekali. Jangan takut menunjukkan kecantikanmu Pak Warju lanjut.

Setelah selesai berbelanja Pak Warju membawa Aling ke sebuah salon. Ia memintanya melakukan perawatan lengkap facial manicure pedicure hingga styling rambut.

Pak semua ini tidak perlu Aling kata suaranya penuh kegelisahan.

Aling kamu harus percaya padaku. Ini bukan hanya soal penampilan. Ini soal bagaimana kamu memandang dirimu sendiri Pak Warju jawab dengan suara tenang tapi penuh kendali.

Setelah hampir seharian di kota mereka kembali ke Dusun Jeruk. Di perjalanan Aling duduk diam dengan tangan mengepal di pangkuannya.

Aling Pak Warju memecah kesunyian.

Iya pak Aling jawab tanpa menoleh.

Kamu tahu saya melakukan semua ini karena saya peduli padamu. Kamu adalah gadis yang istimewa dan saya ingin kamu merasa istimewa juga Pak Warju kata.

Aling tidak menjawab.

Setelah tiba di depan rumah Aling Pak Warju masih ada di dalam mobil yang sengaja diparkir agak jauh dari warung.

Lihat Aling. Ibu dan adik-adikmu pasti akan senang sekali jika kamu membawakan pakaian ini untuk mereka Pak Warju kata.

Terima kasih banyak pak atas semuanya Aling jawab sambil berupaya membuka pintu mobil pickupnya.

Eeh tunggu dulu ling. Sepertinya kamu melupakan sesuatu Pak Warju kata sambil memegang pergelangan tangannya berusaha menahan gadis itu agar tak segera turun dari mobil.

Maksud bapak apa Aling tanya keheranan.

Kita ini sepasang kekasih. Saya ingin mencium kamu sebelum berpisah Pak Warju kata sambil menyeringai mesum dan mencoba mengambil kesempatan.

Tapi pak aku takut nanti terlihat oleh ibuku Aling berusaha menolak dengan halus.

Akh tidak akan. Ibumu sedang sibuk melayani pembeli di warungnya. Dia tidak melihat hal ini Pak Warju bujuk dengan nada memaksa.

Dengan sangat terpaksa dan demi kebahagiaan keluarganya akhirnya Aling pun menuruti permintaan pria itu. Tak lama kemudian Pak Warju pun langsung menyosor bibirnya.

Di dalam mobil pickup itu keduanya pun berciuman meskipun awalnya terpaksa namun karena ini adalah pertama kalinya Aling dicium oleh seorang lelaki maka tak heran kalau di dalam dirinya langsung muncul sensasi yang tak biasa.

Kamu cantik sekali Aling. Gadis sepertimu memang layak untuk hidup bahagia Pak Warju kata.

Beberapa hari kemudian Pak Warju mengajak Aling memancing ke tempat yang sepi di pinggir hutan dekat desa. Mereka duduk di tepi kolam di sebuah pondok kayu sederhana.

Aling sepertinya kamu sedang banyak masalah. Apakah kamu sedang memikirkan biaya sekolah adik-adikmu di rumah Pak Warju tanya.

Iya pak biaya sekolah mereka terasa berat bagi saya. Tapi saya tidak mau kalau mereka sampai putus sekolah Aling jawab.

Aling saya tahu kamu sangat sayang dengan keluargamu. Kamu tentu ingin melihat mereka semua bahagia bukan Pak Warju lanjut.

Iya pak. Saya ingin melihat mereka semua bahagia tapi saya tidak sanggup untuk mewujudkannya sekarang Aling jelas.

Kenapa tidak bisa. Kalau kamu mau tentu kamu bisa mewujudkannya dengan bantuan saya Pak Warju kata.

Maksud bapak Pak Warju mau bantu biaya sekolah adik saya Aling tanya.

Saya tidak keberatan dengan hal itu. Asal kamu mau sedikit berkorban maka mereka akan mendapatkan kebahagiaannya Pak Warju jawab.

Berkorban gimana maksudnya pak Aling tanya.

Pak Warju tersenyum tipis lalu memindahkan duduknya lebih dekat ke arah Aling. Kamu tahu kan betapa kesepiannya saya selama kerja merantau di tempat terpencil ini. Saya ini pria yang sudah berkeluarga yang butuh kehangatan seorang wanita dan kamu bisa menjadi wanita itu Pak Warju jelas.

Aling langsung membeku dan tidak tahu harus berkata apa. Wajahnya memerah tapi bukan karena senang melainkan karena gugup dan takut.

Pak saya saya tidak bisa melakukan hal seperti itu Aling gumam pelan.

Kenapa tidak bisa. Kamu seorang wanita yang sudah beranjak dewasa dan saya seorang pria yang matang tentu kita bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi Pak Warju kata sambil menatapnya dalam-dalam.

Aling saya hanya ingin kamu berperan sebagai seorang istri yang bisa mengisi rasa kesepian saya selama bekerja di sini Pak Warju tambah.

Aling merasa dadanya sesak dengan perkataan tak masuk akal itu. Ia mencoba berdiri secara tiba-tiba dan berjalan menjauh ke tepi kolam. Pak saya rasa kita harus pulang. Sudah terlalu lama di sini Aling kata.

Tak perlu menyiksa perasaanmu seperti itu Aling. Bukannya kamu pernah mengatakan rela melakukan apa saja demi kebahagiaan keluargamu. Sekarang saat yang tepat untuk mewujudkan semua impianmu. Saya pasti akan membantu mengatasi semua masalah hidupmu asalkan kamu menuruti semua perintah saya Pak Warju bujuk.

Karena terdesak akan kebutuhan ekonomi keluarganya maka Aling pun mengiyakan permintaan lelaki itu. Dengan berat hati gadis chindo yang wajahnya terlihat polos dan lugu itu segera berlutut di hadapan Pak Warju yang menyeringai mesum penuh kemenangan.

Ayo tunggu apalagi. Kerjakan perintah saya Pak Warju kata yang wajahnya terlihat tak sabar sementara burung dalam celananya sudah mulai meronta.

Dalam posisi berlutut di atas rumput yang ada di pinggiran kolam pemancingan kemudian Aling membuka resleting celana Pak Warju dan matanya terbelalak ketika melihat penis lelaki itu sudah mengacung tegak ke arahnya.

Pak tolong kasih saya perintah yang lain saja saya gak bisa melakukan hal seperti ini Aling kata yang merasa jijik dengan benda tersebut.

Ayolah sebentar saja Aling. Semua ini gak akan lama kok Pak Warju pinta yang terus mendesaknya.

Karena terus didesak dan teringat akan kesulitan keluarganya maka gadis itu pun meraih penis Pak Warju dengan tangan kanannya. Digenggamnya penis itu dengan mantap lalu mulai mengocoknya pelan-pelan.

Sshhh ooughhh nikmat sekali Aling kocok lebih cepat lagi sayaaanng Pak Warju kata sambil membelai rambut hitamnya yang panjang dan tergerai.

Aling pun berusaha menuruti perintah Pak Warju dan semakin mempercepat kocokan tangannya.

Ooughh nikmaaatnya ssshhhh sudah cukup Aling uuhh sekarang kocokin kontol saya pakai mulut kamu Pak Warju pintanya sedikit memaksa.

Awalnya gadis chindo itu menolak namun karena terus didesak maka Aling pun membuka mulutnya dan memasukkan kejantanan pria itu ke dalam rongga mulutnya.

Uuhh gadis pintar adik-adikmu pasti bangga punya kakak yang rela berkorban seperti kamu Pak Warju kata sambil merem melek keenakan ketika penisnya sedang dijilat dan dikulum-kulum oleh seorang gadis chinese yang usianya seumuran dengan putrinya.

Sebagai seorang lelaki tulen tentu saja Pak Warju tak puas hanya dilayani seperti itu maka ia pun mengajak Aling ke sebuah pondok kayu yang letaknya tak jauh dari tempat itu.

Sekarang cepat buka bajumu Aling. Kalau keluargamu ingin bahagia kamu harus bisa memuaskan saya Pak Warju kata.

Tolong jangan paksa saya berbuat seperti ini pak. Saya gak mau kehilangan kegadisan saya dengan cara seperti ini Aling mohon.

Sudahlah Aling tak perlu berpikiran seperti itu. Semua gadis seperti kamu pada akhirnya juga akan kehilangan keperawanannya. Ini hanya masalah waktu saja Pak Warju jawab yang sudah tak memakai celana namun masih mengenakan kaos oblongnya.

Akkhh jangan pak lepasin saya Aling kata sambil meronta ketika pakaiannya hendak dibuka paksa oleh pria tersebut. Di bekas tempat pemancingan yang sudah terbengkalai itu Pak Warju berusaha melampiaskan semua hasrat terpendam yang ada dalam dirinya. Setelah melucuti paksa kaos putih dan juga celana pendeknya kemudian Pak Warju mendekap kuat-kuat tubuh telanjang gadis itu dan melumat bibirnya.

Mmmpm Aling hanya bisa menggumam ketika bibirnya diserbu dan payudaranya diremas-remas kasar secara bergantian oleh pria itu. Aling berusaha menolak semua perlakuan yang ada tapi tubuhnya malah berkata lain perlahan-lahan cumbuan dan rangsangan yang diterimanya membuat gadis itu mabuk kepayang gairah asing memenuhi dadanya dan degub jantungnya bertambah kencang.

Liat Aling pentil tetekmu sudah mengacung seperti ini. Kamu sangat menikmatinya bukan Pak Warju ledek yang terus meremasi buah dadanya secara bergantian baik yang kiri maupun yang kanan.

Ooughh tiba-tiba Aling melenguh panjang ketika badannya dibaringkan paksa di atas dipan gubuk kayu yang lembab dan payudaranya sekal dikenyot dengan buas oleh Pak Warju.

Sambil menindih tubuh putihnya kemudian Pak Warju kembali mencumbui badan gadis itu mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kakinya. Seluruh bagian tubuh Aling tak ada yang lepas dari serbuan mulut dan kedua tangannya. Ia remas-remas buah dada gadis itu sambil tetap melumat mulutnya kemudian terus turun ke bawah mencumbui lehernya sambil memberikan cupangan yang sangat kuat hingga memerah.

Aling gadis cina seperti kamu memang sudah kodratnya untuk menjadi pemuas napsu pribumi seperti saya bisik Pak Warju di telinganya yang membuat Aling semakin gemetar ketakutan.

Cumbuan tanpa henti dan umpatan kata-kata rasis dari mulut Pak Warju ternyata sangat berdampak kuat pada diri gadis itu. Aling merasa dirinya sudah berada di dalam kendali penuh pria itu dan hanya bisa pasrah membiarkan tubuhnya dipermainkan sedemikian rupa.

Pak Warju terus turun ke arah bawah dan mulai membuka paksa kedua paha Aling yang semula sedang dirapatkan. Paha gadis itu yang begitu putih dan mulus membuat gairah Pak Warju semakin meledak-ledak tak pelak lagi pengusaha mesum itu pun langsung meraba-raba dan mencumbui kedua paha Aling seperti seekor kucing liar yang baru saja mendapatkan ikan segar.

Slurpp eenghh tiba-tiba terdengar suara lenguhan panjang dari mulut Aling ketika Pak Warju dengan seenaknya menjilati kemaluannya dan menyentil-nyentilkan lidahnya ke dalam vagina gadis chindo itu.

Ssshh udaah paakk tolong jangan lakukan ini pada saya lenguh Aling ketika Pak Warju semakin buas memainkan lidahnya menjilat dan menusuk-nusukannya hingga berulang kali. Sebagai seorang gadis remaja yang masih perawan tentu saja perlakuan tak senonoh ini membuat Aling semakin blingsatan tubuh putihnya yang sudah telanjang menggeliat-geliat di atas dipan kayu yang sudah lapuk sementara mulutnya terus mengeluarkan suara rintihan kenikmatan. Oouhh oooghh suddaaah paaakk cukuuup.

Pak Warju rupanya sudah tak tahan lagi kemudian ia pun segera berlutut sambil memegang penisnya. Dengan tatapan yang buas dan dipenuhi napsu diarahkannya penis itu ke vagina Aling yang kondisinya masih terbaring di atas dipan kayu dengan kedua kakinya yang dipaksa mengangkang lebar.

Aling benda ini bukan hanya akan memberikan kepuasan padamu tapi juga kebahagiaan untuk keluargamu kelak. Hehe Pak Warju kata sambil menekan kepala penisnya yang licin dan bulat seperti jamur.

Slebb penis yang sudah menegang hebat itu ditusukan dengan sedemikian rupa ke sasarannya namun menjebol pertahanan seorang gadis perawan memang tak semudah yang dibayangkan. Berkali-kali tusukan penis itu meleset keluar namun Pak Warju tak menyerah dan semakin penasaran.

Pak Warju kembali menekan kejantanannya dengan sedikit paksaan membuat Aling menjerit. Aaarrgh sakittt udaah pak jangan diterusin lagi Aling jerit.

Hal ini membuat Pak Warju menghentikan sejenak serangannya sampai ia lihat Aling sudah siap kembali barulah secara perlahan-lahan ia kembali memasukkan batang rudalnya yang membuat Aling langsung menggeliat.

Tahan sebentar ling. Saya jamin nanti kamu bakal keenakan deh Pak Warju bujuk.

Setelah melewati perjuangan yang melelahkan akhirnya Pak Warju pun berhasil memasukkan setengah batang kejantanannya di dalam sana. Ia mendiamkan penis itu sejenak dan tak melakukan apa-apa sambil memandangi wajah Aling yang sedang meringis kesakitan.

Beberapa saat kemudian pengusaha mesum itu merasakan dari kemaluan Aling keluar darah segar yang menandakan keperawanannya sudah hilang. Dinding vagina gadis chinese itu yang lembut dan hangat terasa seperti sedang memijat-mijat batang penisnya di dalam sana.

Pak Warju memang tidak terlalu memaksa untuk membenamkan seluruh rudal ke dalam kemaluan Aling karena ia tahu ukuran penisnya lumayan panjang sehingga membuat sakit vagina Aling yang baru pertama kali melakukan hubungan intim seperti ini.

Tak lama kemudian Pak Warju mulai menaik-turunkan pantatnya secara perlahan dan beraturan. Dan secara perlahan-lahan ia membenamkan rudalnya sedalam-dalamnya hingga akhirnya seluruh batang kemaluannya amblas ke dalam vagina gadis itu. Setelah melewati waktu yang cukup lama Aling sepertinya mulai bisa menyesuaikan diri dengan ukuran kontol Pak Warju yang lumayan besar sehingga suara erangan kesakitan kini mulai tergantikan dengan suara lenguhan kenikmatan.

Pak Warju semakin bersemangat untuk memainkan penisnya dengan cepat. Tak disangka permainan itu juga diimbangi oleh Aling yang sudah terbakar napsu dengan menjepit pantat pria itu dengan kedua kakinya.

Karena diperlakukan seperti itu maka Pak Warju pun merasakan penisnya semakin mentok saja mengenai ujung rahimnya. Mereka berganti posisi dengan cara sambil duduk. Aling yang awalnya menolak kini semakin terlena karena posisi tersebut membuat kontol Pak Warju semakin bergesekan dengan klitorisnya sehingga hal itu membuatnya semakin terbakar birahinya.

Keduanya sempat beristirahat sejenak karena posisi tersebut banyak menguras tenaga keduanya. Sambil istirahat Pak Warju meremas-remas dan menjilati serta menghisap puting susunya secara bergantian. Setelah tenaga Pak Warju kembali terkumpul maka ia pun melanjutkan kembali pompaannya dengan lebih menggebu-gebu.

Setelah hampir setengah jam mereka bergumul hebat Pak Warju mulai merasakan spermanya akan segera keluar begitupun dengan Aling. Gadis itu mulai mendekati orgasmenya. Pak Warju merasakan dinding vaginanya yang berdenyut kencang dan semakin basah.

"Ling saya sudah mau keluar nih saya buang di dalam aja ya biar lebih nikmat. Pak Warju kata setengah berbisik.

"Jangan di dalam pak.. aku takut hamil nanti aku akan jadi omongan warga desa. Aling jawab.

"Ya udah kalau gitu saya keluarin di luar aja. Tapi saya mau keluarin di wajah kamu aja ya Pak Warju kata sambil mempercepat pompaan penisnya sehingga tubuh putih Aling kembali tersentak-sentak dengan hebat di atas dipan kayunya.

Sleebb sleebb rasa nikmat kembali memenuhi diri Pak Warju ketika penisnya menghujam tanpa ampun dan menggesek-gesek dinding vagina gadis cina perawan itu yang kenikmatannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Karena dikocok-kocok dengan sangat cepat maka kepala penis Pak Warju pun semakin terasa panas cairan kentalnya yang hangat naik ke atas dan terasa ingin membuncah keluar.

Uuughh saya udah gak tahan lagi ling aarggghh erangnya sambil menarik keluar penis itu dari kemaluan Aling lalu dikocoknya dengan sangat cepat menggunakan tangannya sendiri ke dekat wajah gadis itu. Crottt crett berkali-kali air maninya yang kental dan hangat memuncrat keluar membasahi wajah Aling yang sedang dalam posisi berbaring telentang di atas dipan kayunya.

Dalam posisi mengangkangi tubuh gadis itu perasaan bangga langsung menyelimuti diri Pak Warju. Ia merasa bangga karena sebagai seorang pria pribumi ia sudah berhasil menunjukkan superioritasnya terhadap gadis cina seperti Aling seorang gadis muda yang bisa direndahkan semaunya demi mendapatkan segelintir uang.

Pak Warju yang posisinya sedang mengangkangi gadis itu tersenyum puas lalu berkata dengan sangat kurang ajar.

"Dasar lonte cina !! ambil nih uang bayaranmu. Haha Pak Warju ledek sambil melemparkan begitu saja uang sejumlah tiga ratus ribu ke arah wajah gadis itu.

Di rumah Aling merasa hatinya semakin berat. Ia memikirkan kejadian tak terduga di tempat pemancingan tadi. Gadis itu tahu bahwa Pak Warju memiliki kekuasaan untuk mengubah hidup keluarganya tapi ia juga merasa takut dan jijik dengan niat tersembunyi pria itu.

Malam itu saat ibunya tertidur Aling duduk di tepi ranjang sambil menangis pelan. Ia merasa terjebak dalam situasi yang tidak bisa ia hindari.

Komentar

  1. Tenang ya Aling...Pak Warju ngak pasti kuat ya haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Jarahan 3

Draft Kisah Tragis Keluarga Majikanku

Nasib Fenny Yang Malang

Draft Pengantin Brutal 4

Jebakan Minimarket 4

Aplikasi XBang Oriental

Ai Ling Budak Napsu Pribumi

Basement Rahasia Putri Konglomerat

Boneka Oriental

Draft Amarah Para Buruh 23