Penderitaan tak berujung sang majikan. Setelah kepergian Mang Yusuf dan yang lainnya Lizzy kembali termenung sendirian. Air mata mengalir membasahi pipinya karena dia masih tidak habis pikir dengan nasib yang sedang dialaminya sekarang. Terbayang kedua orang tuanya membuat hatinya semakin sakit. Mungkin keadaannya tidak akan seburuk ini kalau kedua orang tuanya masih selalu berada di sisinya. Bahkan sejak beberapa hari lalu Lizzy sudah tidak bisa merasakan hidup bebas lagi.