Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Draft Pengantin Brutal 4

Pagi itu suasana rumah masih tenang dan hanya terdengar suara burung dari halaman belakang. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar dan membuat udara di dalam terasa hangat. Aku baru selesai mandi dan masih mengeringkan rambut dengan handuk ketika Meilin mengambil sesuatu dari lemari pakaian.

Draft Jebakan Minimarket 4

Pagi itu aku bangun tidur dengan dipenuhi rasa malas. Sementara cahaya matahari menembus tirai jendela kamar hingga membuat mataku terasa silau. Aku menarik selimut lagi beberapa detik sebelum akhirnya duduk dan menatap keadaan disekitar kamar yang masih berantakan. Kulihat diatas meja belajar ada buku catatan dan beberapa lembar tugas kuliah yang belum kuselesaikan. Aku menarik napas pelan lalu berdiri dan menuju kamar mandi.

Jebakan Minimarket 3

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian malam itu tapi bayangannya tak pernah bisa kulupakan. Setiap kali aku mencoba sibuk dengan urusan kuliah atau membantu orang tua di rumah tetap saja pikiranku kembali ke sana. Semakin hari bukannya memudar malah semakin jelas dan semakin mendetail hingga membuatku gelisah setiap malam. Karena itu aku sering terbangun lalu duduk di depan cermin dan memperhatikan wajahku yang memerah entah karena lelah atau karena sesuatu yang lebih liar terus berputar di kepalaku.

Aku Pasrah Dikerjai Majikan Ibuku

Namaku Anggi usiaku sembilan belas tahun dan aku baru saja lulus sekolah. Aku anak kedua dari tiga bersaudara dan keluargaku sudah lama retak sejak orangtuaku memutuskan bercerai ketika aku masih duduk di bangku smp. Sejak saat itu hidupku berubah sepenuhnya.

Pengantin Brutal 3

Pagi itu sinar matahari terasa lembut dan angin dari halaman membuat suasana tetap segar menyenangkan. Aku duduk santai di kursi kayu di teras rumah sambil menyalakan sebatang rokok dan menatap kearah jalanan depan rumah yang sepi. Asapnya perlahan naik ke udara lalu terbawa angin hingga hilang di antara pepohonan yang bergoyang pelan. Beberapa menit kemudian pintu rumah terbuka dan suara engselnya terdengar jelas di tengah sepinya pagi. Meilin keluar dengan langkah pelan. Gerakannya terlihat tenang dan penuh pesona sementara rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah saat angin menyapu pelan.

Nyonya Majikanku Senang Diikat

By : Analconda13 Namaku Asep  dan umurku empat puluh lima tahun. Sehari hari aku bekerja sebagai pegawai serabutan di sebuah rumah besar di kawasan elit Jakarta Utara. Tugasku berbeda beda karena kadang aku harus mengurus taman dan menyiram bunga sampai bersih dan rapi, lalu kadang aku membantu supir saat majikan pergi, dan kalau ada barang berat aku juga ikut mengangkatnya.  Aku tinggal di kamar kecil di bagian belakang rumah agar selalu siap ketika dibutuhkan. Kamar itu sederhana karena hanya ada dipan kayu dan lemari tua tetapi aku sudah terbiasa dan tidak banyak mengeluh. Hidupku sederhana karena aku hanya butuh makan dan tempat tinggal yang layak. Setiap pagi aku bangun lebih cepat daripada orang rumah agar bisa membersihkan halaman sebelum mereka keluar. Setelah itu aku biasanya duduk sebentar di kursi bambu sambil minum kopi hitam dan menikmati udara segar sebelum mulai bekerja lagi.

Guru Sekolahku Yang Brutal

By : Analconda13 Namaku Lena Sulistio . Aku siswi kelas dua SMA dan kehidupanku jauh dari kata tenang. Papa jarang pulang bahkan kadang menghilang berhari-hari tanpa kabar sedangkan Mama selalu sibuk bekerja dari pagi sampai malam untuk menutup kebutuhan rumah tangga. Kalau kebetulan mereka bertemu di rumah yang terdengar bukan canda hangat melainkan pertengkaran yang memekakkan telinga. Aku terbiasa menutup telinga dengan bantal supaya tidak mendengar namun rasa sesak tetap menghimpit dada. Karena itu aku sering mencari pelarian dengan membiarkan pikiranku melayang ke dunia lain yang terasa lebih damai dan jauh dari teriakan maupun amarah. Dunia itu hanya ada di dalam kepalaku namun di sanalah aku bisa bernapas lega.

Pengantin Brutal 2

Matahari pagi masuk menembus tirai tipis kamar dan membuat cahaya hangat jatuh di atas tubuh Meilin yang masih terlelap di sampingku. Rambut hitamnya terurai berantakan menutupi sebagian wajahnya sementara kulit putihnya terlihat jelas kontras dengan sprei yang kusut setelah malam panjang semalam.

Anak bosku Keenakan Diewe

Malam itu aku sedang nongkrong bersama beberapa temanku di sebuah cafe langgananku. Beberapa hari ini pekerjaan di kantor memang sangat melelahkan sehingga banyak menguras tenaga dan pikiranku. Aku merasa kepala pusing dan tubuh pegal karena harus lembur hampir setiap hari. Setelah beberapa jam bermain dan bercanda dengan teman-teman, aku pun memutuskan untuk segera pulang karena rasa ngantuk yang mulai menguasai tubuhku.

Istri Anak Buahku

Hari itu salah seorang direktur perusahaan Pak Freddy sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan. Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

Buku Harian Kakek Angkatku

By : Analconda13 Di gang sempit pecinan aku tinggal di sebuah rumah tua dengan arsitektur campuran tiongkok dan kolonial. Dindingnya kusam, catnya banyak yang mengelupas dan beberapa kayu jendela sudah lapuk dimakan usia. Bagian kusen pintu juga sering berdecit setiap kali dibuka, sementara lantai ubin tua di ruang tengah terasa dingin kalau diinjak tanpa alas kaki. Atap gentengnya kerap bocor saat hujan deras, karena itu ember dan baskom selalu siap di sudut ruangan untuk menampung tetesan air. Gang tempatku tinggal tidak lebar, hanya cukup dilalui satu motor dengan hati hati. Dinding rumah rumah berdempetan dan di siang hari sinar matahari hanya bisa masuk tipis menembus sela sela atap. Di pagi hari aroma bawang goreng, kue tradisional, dan kopi sering bercampur memenuhi udara karena hampir semua tetangga membuka usaha kecil di depan rumah mereka. Suara anak anak berlarian, ibu ibu berbelanja ke pasar, dan orang tua yang duduk di kursi bambu sambil merokok kretek, semua itu menjadi p...

Napsu Terpendam Penjaga Kost

By : Analconda13 Namaku Regina Apriliani Halim, usiaku 20 tahun. Aku seorang mahasiswi keturunan chinese yang lahir dan besar di Lasem. Sejak kecil aku terbiasa hidup di lingkungan keluarga chinese yang cukup disiplin tapi juga hangat. Papa bekerja di toko kelontong milik keluarga, sementara mama lebih banyak mengurus rumah. Aku anak pertama dari dua bersaudara dan terbiasa menjadi teladan bagi adikku. Namun setelah lulus SMA aku memilih melanjutkan kuliah ke Surabaya. Itu berarti aku harus meninggalkan rumah dan mencoba hidup mandiri di kota yang jauh lebih besar.

Tragedi Pasar Pecinan

By : Analconda13 Namaku Vivian, usiaku dua puluh dua tahun. Aku tinggal di rumah tua dua lantai di kawasan Pecinan, tidak jauh dari pasar tradisional. Lantai bawah rumahku dijadikan toko kecil yang menjual buah manisan khas Tionghoa, sementara lantai atas untuk tempat tinggal. Papa dan Mama sudah puluhan tahun merawat toko itu, dan setiap sore aku sering membantu melayani pembeli karena memang saat itulah toko paling ramai.

Jebakan Minimarket 2

Hidupku jadi berantakan sejak kejadian di gudang minimarket malam itu. Setiap kali mataku terpejam. Bayangan tubuh mereka muncul lagi. Suara kasar dan ejekan mereka masih terdengar jelas di kepalaku. Dadaku sering merasa sesak dan penyesalan yang mendalam berulang kali menyiksaku. Bagaimana bisa aku merendahkan diriku sendiri hanya karena dorongan sesaat ?

Pengantin Brutal

By : Analconda13 Namaku Rizal. Aku lahir dan besar di keluarga pribumi sederhana. Hidupku berjalan biasa saja tanpa ada kemewahan dan tanpa nama besar. Sejak remaja aku sudah terbiasa mandiri, bekerja serabutan sambil kuliah dan bergaul dengan banyak orang tanpa peduli status.

Begal payudara

By : Analconda13 Namaku Angelica Santoso.  Seorang gadis tionghoa berusia tujuh belas tahun. Aku lahir dari keluarga sederhana. Papa punya usaha toko bahan bangunan kecil kecilan depan rumah sementara mama seorang ibu rumah tangga yang kadang menerima pesanan kue dari tetangga. Kehidupan kami pas-pasan, tidak berlebih, tapi juga tidak sampai kekurangan.

Hukuman Les Privat 2

Beberapa hari setelah kejadian di rumahku, Dika tiba-tiba mengirim pesan: Hari ini kita belajar di tempat lain. Aku tunggu di perpustakaan umum jam 4 sore. Jangan telat.  Aku membaca pesannya berkali-kali. Perpustakaan umum? Itu kan tempat terbuka. Bagaimana kalau ada orang yang melihat kami? Tapi anehnya jantungku malah berdebar lebih cepat. Ada rasa takut sekaligus penasaran.

Jebakan Minimarket

By : Analconda13 Namaku Lusi. Usia dua puluh tahun dan sekarang aku kuliah di semester pertengahan. Hidup sebagai mahasiswi punya ritme yang tidak pernah berhenti. Pagi aku kuliah bersama dosen dengan gaya yang berbeda beda lalu siang aku tenggelam dalam tumpukan tugas dan sore kadang harus membantu pekerjaan orang tua yang melelahkan. Ada saat saat ketika aku merasa tidak punya waktu untuk diriku sendiri tetapi entah bagaimana aku selalu berusaha menikmatinya. Yang sering membuatku tersenyum adalah banyak orang salah menebak umurku. Hampir setiap kali ada kenalan baru mereka mengira aku masih anak sekolahan. Wajahku terlihat lebih muda dari usiaku karena tubuhku ramping dan kulitku cerah dan gaya berpakaianku sederhana. Awalnya aku merasa risih setiap kali ada yang salah sangka sebab rasanya seperti tidak dianggap cukup dewasa. Tetapi seiring waktu aku belajar untuk tidak peduli dan malah menganggapnya hal lucu. Ada kepuasan kecil setiap kali orang kaget mendengar kalau aku sudah beru...

Pemulung Sadis

By : Analconda13 Siang itu panas terasa menyengat di jalanan kota. Bau aspal yang terbakar bercampur dengan aroma sampah yang menempel di gerobak reyot milik Budi. Tangannya kasar dan hitam karena debu sementara gerakannya tetap luwes saat memilah botol plastik, kaleng dan kertas bekas yang bisa dijual. Begitulah hari-hari yang dijalaninya, berkeliling dari satu gang ke gang lain sambil hidup dari sisa orang lain.

Fantasi Liar Taksi Online

By : Analconda13 Namaku Vanessa Lenadi, 27 tahun. Aku seorang gadis keturunan Tionghoa yang sudah lama tinggal di kota metropolitan ini. Orang-orang di kantor mengenalku sebagai pegawai yang rapi, ramah, dan bisa diandalkan. Aku selalu datang tepat waktu, berpakaian sopan, dan tidak pernah menimbulkan masalah. Semua itu memang aku tampilkan dengan sengaja, semacam topeng yang kususun rapi. Karena ada bagian lain dari diriku yang tak pernah mereka tahu.

Jakarta Undercover

By : Analconda13 Di kota ini malam selalu punya dua wajah, satu berkilau dan satu lagi penuh bayangan. Jalanan protokol tampak ramai dengan lampu neon yang menyala terang dan deretan papan iklan yang terus berganti warna. Orang orang berjalan cepat sambil menunduk pada layar ponselnya sementara suara kendaraan saling bersahutan hingga membuat telinga terasa penuh. Namun hanya beberapa langkah dari sana suasana berubah drastis. Gang sempit di belakang ruko tua terlihat lengang dan basah karena air hujan yang belum kering. Bau gorengan bercampur asap rokok memenuhi udara sementara beberapa pria duduk di kursi plastik menatap kosong ke jalanan. Lampu kuning redup dari bohlam tua menggantung di kabel miring hingga bayangannya jatuh panjang di dinding kusam. Di balik hiruk pikuk dan kesunyian itu malam di kota ini seperti tak pernah tidur dan selalu menyimpan cerita berbeda di tiap sudutnya.

Hukuman Les Privat

By : Analconda13 Sore itu udara terasa lebih panas dari biasanya. Aku duduk di meja belajar sambil menunduk dan menatap buku matematika yang terbuka di depanku. Angka-angka itu seperti musuh yang nggak habis-habisnya, melompat-lompat di halaman seperti menertawakanku. Setiap kali aku mencoba mengerjakan soal, rasanya kepala ini makin berat dan mata ini seakan menolak untuk fokus. Aku menghela napas panjang lalu tanpa sadar tanganku mencoret-coret samping halaman, membuat garis-garis acak yang bahkan nggak ada hubungannya dengan matematika.

Pengakuan Cici Pik

By : Analconda13 Namaku Marcelline Huang . Umurku sudah dua puluh enam tahun. Orang-orang di lingkaran sosialku biasa memanggilku Cici PIK. Julukan itu bukan tanpa alasan: aku memang lahir dan besar di Pantai Indah Kapuk. Sebuah komplek perumahan yang lebih mirip etalase gaya hidup daripada tempat tinggal.  Jalanannya lebar dan sepi tapi tiap rumah berusaha saling pamer: lingkungan asri, lampu taman yang menyala sepanjang malam meski jarang ada tamu, garasi penuh mobil impor yang jarang keluar karena lebih sering dipajang daripada dipakai. Rumahku sendiri bercat putih dengan balkon kaca menghadap jalan, sekadar dekorasi tambahan biar tetangga tahu kalau keluarga Huang masih mampu ikut tren arsitektur.

AAV Amoy Adult Video

By : Analconda13 Malam itu hujan rintik sehingga aspal basah berkilau memantulkan cahaya lampu jalan. Aku menerima pesan dari Aldo dan seketika dadaku berdebar. "Datang ke hotel jam delapan. Aku sudah siapkan semuanya. Jangan telat. Namanya membuatku waspada tapi sekaligus penasaran karena Aldo adalah anak tunggal seorang pejabat tinggi yang memiliki koneksi hampir ke semua lini. Sejak remaja ia sudah terkenal nakal karena sering ikut balapan liar dan pesta yang berakhir kacau. Beberapa kali ia hampir tersangkut kasus kriminal namun setiap kali namanya muncul di berita, esoknya ia selalu hilang sehingga semua orang tahu alasannya. Kekuasaan keluarganya terlalu besar untuk diganggu.

Amoy Diatas Dongkrak 2

Sebulan setelah kejadian di bengkel itu, aku lagi duduk di mejaku di kantor, menyelesaikan beberapa laporan terakhir. Jam menunjukkan pukul 4 sore, sebentar lagi kantor akan pulang. Aku masih mengenakan seragam blazer warna merah yang pendek dan pas di badan, padanan rok hitam rapi yang jadi seragam rutin di bank swasta tempatku bekerja. Rambutku sudah rapi tapi masih terasa agak lembap karena tadi baru saja cuci muka di toilet kantor. Tiba-tiba ponselku bergetar. Pesan dari Pak Darto muncul di layar.

Amoy Diatas Dongkrak

By : Analconda13 Sore itu Jakarta terasa padat dan panas. Jalanan penuh kendaraan, klakson bersahut-sahutan, dan aroma aspal bercampur debu menempel di udara. Aku duduk di balik kemudi mobilku, membiarkan AC bekerja keras sambil sesekali melirik wajahku di kaca spion sekadar memastikan semuanya tetap rapi.

Chindo Seksi Jadi Rebutan 6

"Halo mama sayang…” suara suamiku terdengar lembut dari ambang pintu kamar, namun cukup untuk membuatku tersentak. Mataku langsung membesar, menatap ke arahnya dengan campuran kaget dan gugup. Di sana, ia berdiri sambil tersenyum tipis, namun sorot matanya jelas penuh rasa ingin tahu. Jantungku berdegup kencang, seperti hendak meloncat keluar dari dada. Bibirku terbuka sedikit, tapi tak ada kata yang keluar. Lidahku kelu, tenggorokanku kering, seolah seluruh kemampuan berbicara menguap begitu saja. Otot-ototku terasa lemas, bukan hanya karena terkejut, tapi juga karena aku benar-benar tak siap menghadapi situasi ini. Tubuhku yang telanjang hanya tertutupi satu bantal di bagian depan, membuat kulitku serasa terbakar oleh tatapannya. Suamiku terdiam sesaat di ambang pintu, matanya menelusuri tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ekspresinya berubah—dari senyum santai menjadi melongo tak percaya. Aku bisa melihat betapa ia benar-benar kaget, seakan mencoba memahami pemandan...

Chindo Seksi Jadi Rebutan 5

Menjelang pukul empat sore barulah Pak Kardjono dan kawan-kawannya menghentikan “pekerjaan” mereka terhadapku. Lebih dari empat jam aku dibuat kelojotan, berkali-kali tubuhku diguncang gelombang orgasme sampai rasanya lututku lemas tak sanggup menopang. Vaginaku terasa panas berdenyut dan nyeri, seolah masih menyimpan jejak dari setiap sentuhan dan hentakan yang mereka lakukan. Nafasku tersengal-sengal, kulitku basah oleh keringat bercampur sisa-sisa kenikmatan yang menempel di tubuhku.

Chindo Seksi Jadi Rebutan 4

Perlahan-lahan orgasmeku yang ketiga mereda. Kuli-kuli itu memberikan kesempatan kepadaku untuk beristirahat sejenak. Penis Pak Kardjono masih didalam vaginaku dengan kondisi masih sangat tegang sedangkan penis Jupri sudah terlepas dari mulutku. Sebuah jari yang tadi ada di di dalam anusku perlahan-lahan mulai ditarik keluar. Gesekan antara jari dan dinding anus sangat terasa hingga membuatku sedikit mendesah.

Chindo Seksi Jadi Rebutan 3

Setelah itu, Nyoto berhenti menciumi tengkukku dan aku mulai sadar dengan keadaan sekitarku. Betapa malunya aku melihat payudaraku terpampang jelas tanpa ada yang menutupi. Suamiku pun memanggil-manggil aku namun aku lupa untuk menjawabnya. Kasiman dan santo bengong melihat keadaanku yang sangat mengoda kaum lelaki. Cepat-cepat aku berusaha menutupi kembali payudaraku dengan tangan kiri dan berusaha menjawab panggilan suamiku. Aku beralasan sedikit ketiduran karena lelah. Akhirnya suamiku menyudahi pembicaraannya dan menyuruhku untuk istirahat.

Chindo Seksi Jadi Rebutan 2

"Eh.. ma besok kan hari minggu. Tukang-tukang itu pasti libur. Ucap suamiku sambil tersenyum licik matanya menatapku dari ujung kaki sampai kepala. "Berarti sampai besok pun mama harus telanjang terus lo kecuali kalau papa suruh pakai baju. suaranya terdengar seperti tantangan yang sudah ia rencanakan matang-matang Aku menelan ludah merasakan jantungku berdegup sedikit lebih cepat. Ada rasa malu yang langsung merayap di pipi tapi entah kenapa bibirku justru tersenyum tipis "Oke… jawabku pelan tapi tegas menyetujui usulannya sambil menatapnya balik mencoba menyembunyikan rasa berdebar di dadaku

Chindo Seksi Jadi Rebutan

Namaku Elvina Suryadi, tinggi 165 cm dan berat 57 kg. Teman-temanku bilang, tubuhku sangat seksi dengan postur yang ideal dan wajah yang sangat cantik. Aku adalah wanita tionghoa dengan kulit kuning bersih dan halus, hasil dari perawatan yang rajin kulakukan sejak remaja. Rambutku hitam lurus sebahu, mataku sedikit sipit namun tajam, dan bentuk wajahku sering dibilang oriental banget.  Sejak menginjak dewasa, aku menjadi pusat perhatian banyak lelaki. Banyak di antara mereka yang berusaha mendekat, ingin menjadi pacarku. Sebagai wanita, tentu saja aku sangat senang sekali dengan semua perhatian itu, apalagi aku tahu, pesona perempuan tionghoa sepertiku sering membuat lelaki penasaran.

Sui Ling Gadis Pulau Kecil 3

Aku panik saat merogoh isi tas untuk mencari sesuatu yang bisa kupakai menutupi noda. Aku berharap menemukan sapu tangan atau syal kecil tetapi ternyata tidak ada. Bahkan sweater yang biasanya kugantungkan di bahu justru tertinggal di kos. Akhirnya aku mengambil tisu toilet lalu mengusap bagian yang basah namun noda sperma itu tetap menempel. Lengketnya terasa di jari dan aromanya yang khas semakin membuatku gugup. Beberapa menit kemudian aku berdiri di depan cermin lebih lama dari seharusnya. Rok yang kupakai sangat tipis dan jatuhnya pas di tubuh sehingga tidak memberi ruang untuk menyamarkan bekas itu. Aku sadar ketika nanti berjalan di bawah cahaya lampu pameran, noda itu akan terlihat jelas. Bukan hanya noda tetapi juga bentuk samar dari sesuatu yang masih menempel di balik kain tipis itu.

Sui Ling Gadis Pulau Kecil 2

Sudah hampir seminggu ini rutinitasku berubah total. Sejak pameran produk baru dimulai aku selalu berangkat kerja siang hari. Pameran itu sendiri baru dibuka menjelang sore dan berlangsung sampai malam. Tapi justru siangnya yang menjadi waktu paling menegangkan karena ada sesuatu yang tidak diketahui siapa pun kecuali aku dan Pak Jarwo.

Ketika Pintu Dikunci Dari Dalam

Halo namaku Cyntia. Aku perempuan Tionghoa asal Medan. Saat ini usiaku 23 tahun dan tinggiku sekitar 160 cm. Aku ingin menceritakan pengalaman yang sampai sekarang masih sulit aku percaya… karena semuanya terjadi begitu saja, tanpa rencana, dan dengan orang-orang yang bahkan tak terlalu aku kenal.

Perselingkuhan Yang Harus Dibayar Mahal

By : Juned29 Sudah hampir dua tahun aku menikah dengan Rani. Rasanya waktu berjalan cepat. Dulu kami masih pacaran saat sama-sama kuliah di kota, dan sekarang dia sudah jadi istriku. Dari awal kami memang sudah saling kenal cukup lama. Rani bukan perempuan sembarangan. Dia termasuk mahasiswi yang paling cantik di kampus. Kulitnya putih bersih, rambutnya selalu terawat, panjang sebahu, dan senyumnya gampang bikin laki-laki salah tingkah. Banyak cowok yang ngejar dia waktu itu. Aku sendiri juga sempat ragu dia bakal pilih aku. Tapi entah bagaimana, dia nerima aku dan kami akhirnya pacaran. Bertahun-tahun bersama, sampai akhirnya nikah setelah lulus.

Sui Ling Gadis Pulau Kecil

By : Analconda13 Namaku Celine. Atau setidaknya, itulah nama yang tertera di kartu identitas kampus dan seragam kerja. Tapi di rumah, di kampung halaman yang jauh disana, orang-orang biasa memanggilku 水玲 ( Sui Líng ) Nama itu pemberian Ahma—nenek dari pihak mama, yang percaya nama itu akan membawaku jadi seorang gadis anggun, lembut, sopan, dan penuh keberuntungan.

Budak Tuan Kusumo

By : Analconda13 Namaku Clarissa Tanuwijaya. Usia dua puluh dua tahun. Aku lulusan jurusan desain grafis dari sebuah kampus swasta yang cukup dikenal, walaupun bukan dari universitas top. Sejak lulus setahun lalu, aku ingin cepat-cepat mendapatkan pekerjaan, bukan hanya untuk mengejar mimpi tapi karena aku berasal dari keluarga sederhana.  Ayahku mantan pegawai toko elektronik, dan ibuku hanya ibu rumah tangga yang kadang menerima pesanan kue dari tetangga. Sejak aku kecil, mereka selalu berhemat agar aku bisa sekolah tinggi, dan sekarang aku ingin gantian membantu mereka. Aku ingin membayar listrik rumah tanpa harus menunggu jatuh tempo, aku ingin adikku tidak merasa bersalah minta uang jajan, dan aku ingin ibuku bisa istirahat tanpa harus berdiri berjam-jam di dapur.

Kenikmatan Dibalik Mata Sipitnya

Namaku Arbi. Aku seorang pria berusia 35 tahun, bekerja di sebuah bank swasta nasional ternama yang berpusat di Jakarta. Posisi yang kupegang sekarang cukup strategis yakni Manager Marketing Regional. Untuk seorang pria seusiaku, pencapaian ini tentu bukan hal kecil. Tapi di balik jabatan yang tampak mentereng, ada tekanan yang terus menghimpit. Target bulanan, presentasi dengan data yang harus selalu sempurna, dan relasi bisnis yang tidak pernah boleh rusak. Semuanya membentuk pusaran stres yang terus berputar dalam kepalaku.

Desah Kenikmatan Dilorong Pecinan

By : Analconda13 Siang itu udara terasa sangat panas, teriknya memantul dari permukaan aspal yang mulai retak dan menembus hingga ke kulit. Suasana semakin sesak karena udara terperangkap di antara bangunan-bangunan tua yang berdiri rapat. Dinding-dinding bangunan dipenuhi lumut, catnya mengelupas dan kabel-kabel hitam menggantung tanpa teratur di atas kepala. Pada ujung deretan bangunan tampak asap tipis dari dupa sebuah klenteng kecil yang bercampur dengan aroma minyak goreng sisa sarapan sehingga menambah kesan pengap di sekitarnya.

Amoy Kimcil Peliharaanku

By : Elder Keltir Setelah mempertimbangkan banyak hal, dari soal biaya hidup yang makin tidak masuk akal, hingga kebutuhan akan ruang personal yang benar-benar aman dan tidak terganggu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah kecil di sebuah gang tua di kawasan Pecinan, tepat di jantung kota. Rumah itu tak besar bahkan bisa dibilang sempit dan agak lembap tapi justru itu yang membuatnya terasa… tersembunyi. Seperti tempat yang ingin dilupakan orang tapi diam-diam menyimpan banyak cerita.

Balas Dendam Nikmat

By : Ruins Of Agony Kisah yang akan aku ceritakan kali ini bukanlah hasil rekaan atau sekadar imajinasi semata. Ini adalah potongan nyata dari kehidupanku, sebuah pengalaman yang sampai sekarang masih meninggalkan jejak dalam pikiranku. Semuanya bermula dari hubungan asmaraku yang sudah berjalan cukup lama dengan seorang perempuan yang kita sebut saja namanya Rani. Kami sempat merencanakan banyak hal bersama, dari rencana masa depan, pekerjaan, hingga impian-impian kecil yang kami rajut berdua.

Satu Suapan Dua Hisapan

Haii.. namaku Liliana seorang mahasiswi berusia 20 tahun. Aku mau bercerita tentang pengalaman nakalku beberapa waktu yang lalu. Aku adalah seorang gadis chinese yang memiliki hyperseksual yang dalam hal ini kecanduan akan kebiasaan sepongan (melakukan oral seks terhadap kemaluan pria). Sudah lama sekali aku waktu pertama kali menghisap kemaluan pria. Waktu itu umurku sekitar 17 tahun dan melakukannya bersama seorang oknum guru disekolah.  Waktu itu nilai ujianku sangat jelek dan beliau mengatakan aku bisa tidak naik kelas kalau seperti ini terus. Entah apa yang ada dalam pikirannya kemudian beliau menawarkan sebuah solusi praktis padaku untuk melakukan oral seks yang akhirnya kami sepakati untuk dilakukan didalam kelas yang sudah sepi.

Kunikmati Tubuh Mulusnya Diruang Kantor

Gentlemen, this is Anita, our new creative director, kata Mr. Jansen, chief executive media memperkenalkan cewek semampai bersetelan jas pantalon resmi di sisinya. Si cewek tersenyum kecil pada kami. Sombong amat! Makiku dalam hati. Dia ngoceh dalam bahasa Inggris pada Mr. Jansen yang menunjukkan mejanya, persis di seberang mejaku. Si Tanti melirik sekilas padaku, angkuh. Ill use my own laptop, katanya, seakan meragukan kapasitas deretan Macintosh biro iklan kami. Dari balik monitorku sesekali kutengok ia. Tidak cantik amat, tapi.. apa ya? Chic? Sensual? Bibirnya itu lho! Terpikir olehku, bagaimana rasanya.

Gairah Dibalik Seragam Sekolah

Jantungku berdegub kencang ketika aku sedang melintasi sebuah jalan sepi didalam sebuah komplek perumahan yang terlihat cukup asri. Apakah kalian tahu hal apa yang membuat diriku merasa ketakutan saat itu? Ya.. dugaan kalian benar !! ternyata memang ada seekor anjing hitam berukuran cukup besar dengan wajah garang yang menghadang jalanku didepan sana.

Mahasiswi Baru

Pagi ini mataku terasa begitu bersemangat menyambut mentari. Aku terbangun dengan tubuh yang segar dan penuh semangat. Udara pagi yang sejuk langsung menyapa saat aku membuka jendela kecil di kamarku. Dari sana terlihat taman kecil yang menghiasi rumah sederhana tempatku tinggal selama setahun terakhir. Rasanya menyenangkan bisa menikmati pagi yang tenang di kawasan perumahan sederhana di pinggiran kota Palembang.

Barang Jarahan 2

⚠️  DISCLAIMER / ATTENTION  ⚠️ Cerita ini  murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata.  Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan  tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan  bijak dalam menyikapi konten ini  dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. Malam semakin larut. Hujan masih turun di luar, menampar genting rumah tua dikawasan pecinan seperti dentuman tambur yang tak kunjung reda. Lien akhirnya memutuskan menutup laptopnya dengan satu hentakan cepat, seolah berharap semua kata-kata kotor dan ancaman brutal di layar tadi ikut terkubur bersama bunyi tutup laptop yang menutup rapat.

Keponakan Seksi

Keponakanku yang baru menikah tinggal bersamaku karena mereka belum memiliki rumah sendiri. Tidak menjadi masalah bagiku karena aku tinggal sendiri setelah lama bercerai dan aku tidak memiliki anak dari perkawinan yang gagal itu. Sebagai pengantin baru, tentunya keponakanku dan istrinya, Ines, lebih sering menghabiskan waktunya di kamar. Pernah satu malam, aku mendengar erangan Ines dari kamar mereka.

Barang Jarahan

⚠️ DISCLAIMER / ATTENTION ⚠️ Cerita ini murni fiksi dan hanya untuk tujuan hiburan semata. Semua tokoh, peristiwa, nama tempat, atau dialog di dalamnya adalah hasil rekaan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menghina, menghasut kebencian, atau menjelekkan kelompok etnis, ras, agama, atau golongan tertentu. Segala kesamaan nama atau kejadian dengan peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten ini dan tidak membawa materi cerita ini ke ranah nyata. By : Analconda13 Udara pagi di kawasan Pecinan masih menyisakan bau hujan semalam. Aroma tanah basah bercampur wangi kayu tua dan batu-batu licin yang mengilap terkena embun. Lorong-lorong sempit yang melintang seperti urat nadi kota mulai ramai oleh kehidupan: suara sandal kayu yang berdecit, lolongan pedagang yang menghampar dagangan, dan denting sendok dari warung bakmi yang baru buka.

Ditunggangi Tukang Becak

Namaku Sandra , seorang mahasiswi tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta bergengsi di kota ini. Aku gadis keturunan Tionghoa, dibesarkan di tengah keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari kios sembako di pinggir pasar tradisional. Meski hidup tak pernah mudah, orangtuaku selalu menanamkan nilai kerja keras dan kesederhanaan sejak kecil.